10 CARA MEMBUAT ENDING CERPEN & NOVEL DENGAN MUDAH

Kamu lebih suka yang mana saat membaca cerpen atau novel, ending bahagia atau ending sedih?

Beberapa orang ada yang suka dengan cerpen atau novel yang endingnya bahagia. Namun ada juga orang yang menyukai ending sebuah cerita menggantung dan  mungkin terlihat tidak jelas. Dan ini semua adalah keterampilan sang penulis memainkan kata-kata dan membuat ending cerpen & novel terasa begitu melekat dalam benak para pembaca.

Membuat ending suatu cerita tidak bisa dilakukan sembarangan. Dibutuhkan sebuah konsep yang jelas dan sudah terencana sejak awal penulisan. Seorang penulis yang tidak mengerti bagaimana cerita yang ia tulis akan berakhir, lebih sering larut dalam alur yang tidak kuat dan tidak perlu.

Sepuluh teknik membuat ending cerpen dan cerita yang menarik

Untuk seorang penulis, khususnya penulis fiksi, plotting yang tidak jelas bukanlah pertanda yang baik. Namun berita baiknya kamu dapat mempelajari cara pembuatan plotting dengan banyak berlatih dan belajar terus menerus. Dan salah satu cara paling simple untuk membuat plotting cerita yang menarik adalah dengan menentukan ending ceritanya terlebih dahulu.

Lalu pertanyaannya, bagaimana membuat sebuah ending cerita yang menarik?

Ada banyak cara yang biasa dilakukan oleh para penulis terbaik dalam membuat ending sebuah cerita yang ditulisnya. Ada yang memilih bahagia  sebagai cara mengakhiri cerita. Ada pula yang memilih sedih. Sementara pada yang lain ada juga yang lebih suka mengakhiri cerita yang mereka tulis dengan pertanyaan dan misteri.

Mana yang terbaik dari semua cara tersebut?

Selama itu membuat para pembaca dapat merasakan kenikmatan dalam membaca ceritanya, maka itu baik. Namun yang terpenting, penetapan ending cerita jangan sampai membuat plotting jadi aneh karena dipaksakan.

Nah jika kamu yang sekarang sedang menulis cerita dan merasa bimbang untuk menentukan endingnya. Mungkin sepuluh cara membuat ending novel ini bisa membantumu.

BACA INI JUGA, YUK:

The Dialogue Ending

Photo by Katerina Holmes on Pexels.com

Biasanya cerita ini diakhiri dengan sebuah quote yang diambil dari salah satu karakter dalam cerita. Meskipun disebut sebagai dialogue ending, bukan berarti ceritanya menggantung. Justru dialogue ending memuat sebuah penyelesaian masalah yang caranya sudah dikemukakan oleh salah satu karakter yang quotesnya diambil sebagai penutup.

Hanya saja, biasanya dialogue ending membutuhkan berbagai pengalaman untuk membuat tokoh utama yang diceritakan sampai pada sebuah penyelesaian cerita. Baik berdasarkan quotes yang telah dilukiskan oleh karakter lainnya, atau pun dia sendiri.

The Image Ending

Photo by Kilian M on Pexels.com

 Image ending atau penyelesaian cerita berbentuk gambar lebih sering diterapkan pada konsep penceritaan melalui media video. Secara umum perjalanan panjang cerita tidak diselesaikan dengan rangkaian percakapan atau pun kejadian-kejadian yang mungkin lebih  sederhana untuk dipahami.

Penyelesaian ini hanya menghadirkan satu atau lebih gambar yang menunjukkan konflik pada satu tahap telah selesai. Sekali lagi cara membuat ending film biasanya yang lebih menerapkan cara ini. Untuk buku, komik adalah yang paling mungkin bisa melakukannya dengan baik.

The Question Ending

Photo by Jonathan Andrew on Pexels.com

Ini adalah metode menutup sebuah cerita dalam cerpen atau novel dengan mengajukan pertanyaan seolah-seolah kepada pembaca tentang apa yang telah terjadi, akan terjadi, atau pun arti sebuah kejadian.

Question ending akan membuat para pembaca menjadi penasaran dengan bertanya apa yang akan terjadi selanjutnya. Dan pada umumnya buku-buku dengan bahasan sekuel atau serial seringkali dijumpai ending seperti ini.

The Humor Ending

Photo by cottonbro on Pexels.com

Ini adalah metode mengakhiri sebuah cerita dengan penutupan yang lucu dan menggelikan. Biasanya cerita dengan topik ringan atau komedi lebih tepat menggunakan metode ending yang seperti ini.

BACA PULA:

The Cliff Hanger Ending        

Ini  adalah salah satu cara membuat ending cerita yang unik. Selain membuat para pembaca  seolah hanyut dalam emosi  cerita, cliff  hanger ending merupakan penyelesaian cerita yang bisa saja seolah menggantung, Namun disisi yang lain, model ending seperti ini cukup efektif membuat pembaca menikmati cerita dan menanamkan akhir yang tajam pada benak mereka.

The Emotional Ending

Pada dasarnya cerita berbentuk novel atau cerpen, atau hikayat yang akhirnya berujung kesedihan, kebahagiaan, atau pun sesuatu yang mengaduk-aduk perasaan pembaca, dapat dikategorikan sebagai emotional ending.

Jadi jika sebuah cerita yang berujung kematian dan kesedihan (unhappy ending), maupun berujung kebahagiaan (happy ending), adalah bagian dari emotional ending. Emotional ending dapat kita lihat kekuatannya pada akhir cerita novel karya Hamka. Tenggelamnnya Kapal Van der Wijck, Di Bawah Lindungan Ka’bah, adalah beberapa novel spektakuler yang berujung emotional ending.

The Reflection Ending

Photo by brenoanp on Pexels.com

Saya pribadi termasuk penggemar penulisan cerita dengan ujungnya berupa reflection ending. Reflection ending adalah cara membuat ending kisah baik dalam bentuk novel atau film yang merefleksikan pengalaman atau pencapaian yang telah dilakukan oleh karakter utamanya.

Ada banyak film-film dan novel yang berakhir seperti ini. Sebuah perjalanan yang panjang dari karakternya yang penuh dengan liku-liku, kemudian dijadikan sebagai ujung dari cerita itu sendiri. Salah satu film yang cukup populer yang menggunakan metode reflection ending adalah Wild yang dibintangi oleh Reese Whiterspoon.

The Suprise Ending  

Photo by cottonbro on Pexels.com

Tidak mudah membuat akhir cerita yang dapat digolongkan sebagai sesuatu yang suprise ending. Dua kategori dasar untuk menyebut ending cerita sebagai suprise ending adalah plot yang kuat dan efek kejut yang natural bagi pembaca.

Ada beberapa penulis yang kemudian memaksakan plot yang untuk mendapat image suprise ending. Namun tidak bisa demikian, alur cerita yang natural kemudian tajam serta mengejutkan pada bagian akhir adalah syarat sebuah cerita atau film dapat disebut memiliki suprise ending yang bagus.

The Moral Ending

Source: twitter

Moral ending adalah cara membuat akhir film atau video, atau novel yang membuat para pembaca atau penonton dapat memetik pelajaran dan hikmah dari perjalanan karakter yang diceritakan.

Pada dasarnya banyak sekali penulis atau pembuat film yang mendepankan moral value dalam karya mereka. Namun untuk disebut moral ending, ada beberapa kriteria pula yang perlu dipenuhi. Dan salah satu kriteria yang harus dipenuhi pada karya untuk disebut moral ending adalah nilai moralitasnya benar-benar ditonjolkan pada bagian akhir cerita.

The Circle Ending

Photo by Susn Dybvik on Pexels.com

Salah satu jenis penceritaan yang paling ‘menjengkelkan’ adalah circle ending. Ini adalah teknik mengakhiri cerita dengan mengembalikannya seperti pada awal cerita. 

Salah satu film yang konsisten menggunakan akhir seperti ini adalah Wrong Turn. Dalam film itu kita melihat bagaimana para psikopat selalu keluar sebagai pemenang pada akhir film. Dan ada scene yang menunjukkan mereka akan mendapat korban baru untuk dibunuh. Persis seperti scene awal dimana cerita bermula.

LIHAT JUGA:

Nah, apakah sepuluh cara membuat ending cerita di atas ada yang menginspirasi anda untuk mengakhiri buku yang sedang anda tulis?

Jika belum ada, mungkin anda bisa mengkombinasikan berbagai cara membuat ending cerpen & novel di atas dengan gaya anda sendiri.

Dengan menggabungkan reflection ending, morality ending, emotional ending dan yang lainnya. Mungkin saja anda dapat membuat sebuah akhir cerita yang luar biasa.

Selamat mencoba.


Dalam cerita, akhir yang baik tidak selalu harus bahagia.

Kesempurnaan terbesar dari menulis cerita adalah ketika pesan yang kamu sampaikan dapat diterjemahkan sempurna dalam pikiran pembaca.

Anton Sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 14 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

17 respons untuk ‘10 CARA MEMBUAT ENDING CERPEN & NOVEL DENGAN MUDAH

Add yours

Tinggalkan Balasan ke Yeromi Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: