JASA PENULISAN ARTIKEL MANDIRI UNTUK BERBAGAI JENIS KONTEN POPULER DAN BERKUALITAS

Dalam dunia digital saat ini, konten adalah salah satu unsur yang paling penting untuk dapat eksis dan bertahan dalam kompetisi. Dalam membuat konten yang berkualitas, maka peran kemampuan menulis menjadi sangat penting. Masalahnya, tidak semua orang memiliki kemampuan menulis yang baik. Akan tetapi solusi juga gampang yaitu dengan menemukan jasa penulisan artikel berkualitas dan telah teruji.

Ada cukup banyak saat ini jasa yang menawarkan penulisan artikel untuk konten di internet. Namun kadang memilih jasa penulisan yang benar-benar berdedikasi tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Meskipun dikerjakan oleh para penulis konten professional, namun karena dikerjakan oleh banyak orang, ciri khas sebuah website kadang dapat saja tidak dapat dimunculkan secara maksimal dari konten yang ditulis.

Menampilkan sebuah konten dengan ciri khas memang bukan sebuah keharusan dalam membangun konten. Akan tetapi, konten yang rapi, terstruktur, dan juga memiliki trade marknya sendiri akan memberikan nilai lebih dari sisi reputasi dan kepercayaan pembaca. Solusi dari kebutuhan ini tentu saja adalah dengan menggunakan jasa penulisan konten mandiri dan berpengalaman.

Jasa Penulisan Konten Mandiri Untuk Solusi Artikel Berkualitas dan Istimewa

Source: http://www.searchenginejournal.com

Selain telah menulis belasan judul buku, saya juga adalah seorang penulis professional untuk konten-konten berkualitas. Saya berpengalaman hamper satu tahun lebih dalam penulisan artikel berkualitas untuk berbagai konten internet. Hingga sekarang saya masih aktif menjadi penulis professional pada beberapa perusahaan jasa penulisan artikel popular baik di Jakarta mau pun di Jogjakarta.

Saya menulis artikel untuk keperluan promosi, softselling, copy writing, branding awareness, dan lain sebagainya. Selain itu, saya juga menulis buku dalam project ghostwriting, penulisan scenario untuk film, dan juga penulisan cerpen dan novel. Hampir semua jenis tema penulisan pernah saya lakukan, dari travel, otomotif, review produk, review film, dan brand campaign.

Dengan pengalaman tersebut saya menawarkan jasa penulisan yang dikerjakan oleh saya sendiri untuk menulis konten artikel bagi kebutuhan website anda. Beberapa keistimewaan yang saya tawarkan jika menggunakan jasa penulisan mandiri dari saya antara lain;

  • Dikerjakan oleh penulis professional dan berpengalaman.
  • Ditulis oleh penulis yang faham SEO dan cara menempatkannya secara natural dan enak dibaca.
  • Ditulis oleh penulis yang memiliki karakteristik penulisan yang menarik.
  • Tepat waktu dan mentaati deadline yang disepakati.
  • Dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik konten yang diinginkan
  • Lebih mudah berkoordinasi menentukan orientasi konten yang ingin dibangun.
  • Fortopolio penulisan secara langsung dapat dilihat pada blog penulisgunung.wordpress.com dan blog; arcopodojournal.blogspot.com.
  • Mampu menulis secara konsisten lebih dari 2000 kata.
  • Dapat menulis untuk berbagai macam kepentingan mulai dari artikel hingga ghostwriting untuk novel dan karya ilmiah.
  • Penulis dengan fortopolio 13 judul buku yang telah tersebar luas di masyarakat.

Berbagai jenis artikel dan konten yang dapat dikerjakan;

Source: http://www.crediblecontentwriterservices.com
  • Artikel popular dengan berbagai macam tema seperti travel, wisata, kesehatan, interior, bangunan, dan lain sebagainya.
  • Artikel copywriting untuk brand awareness.
  • Artikel softselling untuk mendongkrak penjualan melalui artikel yang relevan dan berkualitas.
  • Ghostwriting untuk penulisan buku, novel, cerpen, fiksi dan non fiksi.
  • Penulisan skenario untuk film.
  • Dan lain sebagainya.

Cara melakukan pemesanan jasa penulisan konten mandiri

  • Menghubungi penulis melalui email di jasapenulismandiri@gmail.com atau whatsapp di 081254355648.
  • Memilih keyword atau kata kunci yang ingin ditargetkan.
  • Membayar DP jasa penulisan sebesar 50% dari harga yang disepakati.
  • Pelunasan biaya dilakukan setelah penulisan selesai dan siap diemail kepada pemesan.

STEP BY STEP METODE MENULIS BUKU FIKSI DAN NON FIKSI

Menulis dan menghasilkan sebuah karya tulis baik ia fiksi ataupun non fiksi, membutuhkan niat dan tekat yang kuat, konsistensi, dan juga kedisiplinan. Orang-orang boleh berbicara mengenai talenta, mengenai bakat, mengenai mood, dan mungkin juga mengenai inspirasi untuk bisa menulis sesuatu dan kemudian bisa menjadi sebuah karya tulis atau buku. Namun hakikatnya, khususnya bagi saya pribadi sendiri, tidak ada faktor yang paling menentukan selain kedisiplinan, konsekuensi dan juga niat yang kuat. Karena talenta sehebat dan seluar-biasa apa pun, tidak akan mampu mengalahkan kerja keras dan konsistensi.

Menulis fiksi dan non fiksi, ilmiah atau pun fantasi, sejarah atau pun opini, semua membutuhkan kerja keras dan konsistensi supaya dapat menjadi sesuatu yang bernilai atau menjadi buku. Langkah yang kemudian diambil sebagai metode penulisan dan penyusunan, adalah bagian yang tak terpisahkan dari rangkaian konsistensi tersebut. Sebelum masuk pada langkah-langkah menulis fiksi dan non fiksi, memaknai istilah ‘menulis’ itu sendiri mungkin juga perlu untuk kita review sekali lagi.

Apa Itu Menulis?

Source: http://www.unsplash.com

Menulis tidak hanya sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkan aktivitas dimana tangan mempertemukan pena dan kertas, bukan pula sekedar kegiatan menyusun kata dan kalimat untuk menjadi sebuah prosa dan alinea. Namun lebih daripada itu, menulis juga merupakan sebuah bagian dari cara manusia untuk menuangkan kekayaan akal dan pikiran dalam sebuah media yang dapat dilihat dan direnungkan oleh orang lain. Pada perkembangannya, menulis juga menjadi sebuah media untuk menyalurkan aspirasi, inspirasi, juga partisipasi seseorang untuk sesuatu yang di kemudian hari, dapat saja memiliki nilai manfaat bagi orang lain.

Pada dasarnya setiap orang memiliki potensi untuk menjadi penulis. Karena setidaknya setiap orang memiliki kisah masing-masing yang pasti memiliki nilai menarik untuk diceritakan. Akan tetapi tidak semua orang memiliki kemampuan menulis, karena sekali lagi, menulis bukan hanya bercerita tentang kemampuan menyusun kata dan mengolah kalimat, namun yang lebih penting daripada itu adalah tentang kesungguhan, kedisiplinan dan juga konsistensi.

Berikut saya akan membagikan sedikit pengalaman saya dalam menulis baik fiksi mau pun non fiksi, apa saja yang saya lakukan sebagai persiapannya, bagaimana saya memulainya, bagaimana menjaga semangat untuk menyelesaikan tulisan dan lain sebagainya. Setiap orang mungkin memiliki metode dan cara yang berbeda, namun saya kira pada beberapa bagian utama, prinsipnya mungkin tidak terlampau jauh berbeda.

Langkah-Langkah Menulis Non Fiksi

Tentukan Tema

Source: Amazon.com

Apa yang ingin dibahas secara utama dalam tulisan tersebut?

Buku saya yang sudah terbit tema utamanya adalah mountaineering atau pendakian gunung, jadi saya mengunci tema utama saya dalam penulisan adalah tentang dunia pendakian gunung.

Jika kemudian dalam penulisan saya menemukan hal lain di luar mountaineering yang memiliki nilai relevansi untuk ikut ditulis, maka itu sifatnya hanya sebagai pelengkap dan tambahan saja.

Buat Sub Tema

Source: Google Site

Pada buku saya yang kedua berjudul Mahkota Himalaya, bahasan utamanya adalah pendakian gunung di Himalaya dan Karakoram, sub tema yang diangkat secara spesifik adalah profil empat belas puncak gunung tertinggi di muka bumi yang sering diistilahkan sebagai Mahkota Himalaya.

Jadi buku ini tema utamanya adalah mountaineering, sementara sub tema spesifik pembahasannya adalah empat belas puncak tertinggi Himalaya. Jadi tentukan tema spesifik dari pokok bahasan utama yang ingin dibahas.

Susun Konsep Dasar

Apa saja yang ingin disampaikan dalam penulisan ini?

Buatlah semacam kerangka karangan yang sederhana terlebih dahulu sebelum dikembangkan menjadi sebuah tulisan yang utuh. Pada mountaineering misalnya saya memulai dengan pengertian, latar belakang, sejarah, lokasi, dan semacamnya.

Konsep dasar bagi saya adalah sesuatu yang penting dalam menulis, karena inilah yang kemudian menjadi pedoman kita untuk mengolah sumber dan kemudian menuangkannya dalam tulisan. Tanpa konsep yang jelas dan terstruktur, kadang penulisan akan menjadi terlampau luas dan kadang malah sudah diluar orientasi.

Mengumpulkan Sumber

Source: Pinterest

Karya non fiksi harus berdasarkan data yang akurat, jelas, dan spesifik. Karena itulah sumber menempati bagian yang sangat penting dalam penulisan non fiksi. Seorang penulis dapat saja memasukkan analisa pribadi, opini, dan pandangannya terkait sebuah masalah yang ia uraikan dalam buku non fiksi. Namun untuk tulisan yang sifatnya adalah data, statistik, dan lain semacamnya, sebaiknya tetap menggunakan sumber yang relevan.

Dalam pengumpulan sumber ini, konsep atau kerangka tulisan yang telah dibuat akan membantu memudahkan prosesnya. Dalam mountaineering misalnya, konsep yang saya tulis adalah pembahasan tentang Mount Everest, maka langkahnya kemudian adalah saya bisa mengumpulkan sumbernya terkait dengan profilnya, lokasi geografisnya, sejarah pendakiannya, dan juga perkembangan aktivitas di dalamnya hingga masa yang lebih aktual.

Mulai Menulis

Source: Simply Placed

Tidak ada waktu yang paling tepat untuk memulai sebuah tulisan kecuali melakukannya sesegera mungkin. Jika menunggu semuanya siap dan sempurna, kadang sebuah tulisan tak pernah bisa dimulai.

Jika tema utama sudah didapat, bahasan spesifik sudah ditetapkan, konsep dasar sudah ada, dan sumber pun telah terkumpul, maka langkah selanjutnya adalah just do it, write on!

Konsisten

Source: Onolni.com

Jika sedang malas menulis? Harus tetap menulis. Jika sedang tidak ada mood? Tuntut diri sendiri untuk disiplin menulis meskipun tidak ada mood. Suasana dan mood bisa diupayakan dengan kedisiplinan. Jika memang merasa bosan atau inspirasinya benar-benar buyar, mungkin ambil waktu sebentar untuk relax, bersantai dan kemudian menulis lagi.

Saya biasanya jika benar-benar buntu untuk meneruskan tulisan, saya akan libur satu dua hari dan menggunakan liburan itu untuk hiking, mendaki gunung atau pun bertualang seorang diri. Atau kadang mengajak anak dan isteri untuk refreshing bersama. Umumnya setelah libur seperti itu, kebosanan dan jenuh akan kembali bisa diatasi dan tulisan bisa dilanjutkan dengan pikiran yang lebih segar.

Sementara jika hanya tidak mood, atau bahasa yang ditulis terasa kacau, saya hanya istirahat sebentar untuk menonton film, melihat foto-foto, atau malah tidur.

Namun tetap harus selalu diingat, untuk kembali menulis jika sudah merasa rileks kembali. Kemalasan untuk meneruskan tulisan jika dibiarkan akan berlarut-larut. Jadi konsisten dan istiqomah adalah hal utama.

Baca Ulang

Source: Pinterest

Tidak semua orang suka membaca tulisan yang sudah ditulisnya. Jika itu hanya sepuluh dua puluh lembar mungkin tidak masalah, namun jika itu 500 halaman atau lebih? Maka dibutuhkan kemauan keras untuk mau membaca ulang dan kemudian mengeditnya jika ada yang salah.

Membaca ulang tulisan dan mengeditnya adalah hal penting, dan ini tidak cukup dilakukan hanya sekali. Saya bahkan minimal tiga kali membaca ulang tulisan saya sebelum itu menjadi naskah final yang siap diterbitkan.

Publish

Source: Medium

Langkah terakhir dan pamungkas adalah mempublikasi tulisan. Baik secara cetak mau pun digital. Publikasi secara digital mungkin lebih sederhana, namun tetap dibutuhkan banyak perjuangan dan langkah sampai karya tulis tersebut dapat disodorkan dan memiliki nilai jual kepada masyarakat.

Sementara secara cetak, kita sendiri dapat memilih cara mandiri atau pun melalui penerbit mayor. Proses penerbitan dan publikasi akan kita bahas pada bagian lain, Insya Allah.

Langkah-Langkah Menulis Fiksi

Temukan dan Kunci Ide Cerita Secara Ringkas

Source: Catherine Shaffer

Ini adalah bagian paling penting dari menulis cerita fiksi, yakni kita harus mendapatkan ide cerita secara garis besar terlebih dulu. Tentang apa? Bagaimana jalan ceritanya? Apa klimaksnya? Dan, bagaimana pula endingnya?

Jika jalan cerita secara garis besar sudah didapat dan dikunci, maka penulisan akan lebih gampang dan mudah. Konsep cerita itu adalah laksana kerangka tulisan pada karya non fiksi, ia akan membantu penulis untuk stay on right track.

Kita boleh memperturutkan imajinasi kita yang liar, mencampuradukkan opini pribadi dan imajinasi, menambahkan faktor historikal dan sain teknologi, atau membuat argumentasi fantasi dan proyeksi, namun  konsep cerita secara garis besar akan membantu karya kita untuk tetap efisien, konsisten dan tidak melebar terlampau jauh.

Segera Menulis

Jika menulis menunggu adanya laptop baru, kertas hvs terbaik, pena yang indah, atau hari-hari dengan suasana yang cemerlang penuh inspirasi, maka mungkin saja tulisan tidak akan pernah dimulai. Dalam menulis, persiapan terbaik adalah memulainya dengan segera. Sekali lagi jika konsep dasar cerita sudah didapat, proses itu akan jauh lebih mudah.

Istiqomah

Source: wowwriting.com

Pada tulisan fiksi, kadang saya menemukan ada beberapa bagian yang saya merasa buntu untuk meneruskannya. Seolah-olah bagian itu adalah deadlock dari rangkaian tulisan yang jumlahnya mungkin sudah ratusan lembar. Terbawa hanyut oleh perasaan dan rasa malas, tulisan itu tidak pernah disambung, padahal disanalah sebenarnya kunci penyelesaian dari karya tersebut.

Jika menemui masalah begini, saya kadang meminta isteri saya untuk membaca bagian deadlock tersebut, meminta pendapatnya, apa yang kurang dan apa pula yang berlebihan. Dan pertimbangan isteri saya itu kemudian saya gunakan untuk mengevaluasi kembali di mana sebenarnya kebuntuan yang membuat tulisan itu terasa jenuh dan membosankan.

Lanjut menulis lagi dan istiqomah melakukannya, konsisten, setiap hari. Jika satu hari seseorang bisa menulis karya fiksi sepanjang lima halaman saja, maka dalam satu bulan jika konsisten ia sudah memiliki 150 halaman karya yang siap dalam tulisan. Dan jika konsep dasar cerita yang ia susun berjumlah 300 halaman, maka dalam waktu dua bulan naskahnya akan selesai ditulis.  Konsisten dan ketekunan memang selalu memegang kendali.

Temukan Detail Referensi Nyata

Source: Slideshare

Menurut saya, kisah fiksi yang berhasil adalah yang disangka sebagai sebuah kisah nyata atau true story. Dan salah satu cara untuk menciptakan nuansa kisah nyata dalam kisah fiksi adalah detail, jadi pada bagian tertentu, buat cerita dalam tulisan kita itu se-spesifik dan sedetail mungkin.

Misalnya jika kita bercerita tentang tokoh utama yang pergi ke suatu tempat menggunakan pesawat, maka cari referensi pesawatnya di dunia nyata, apa jenis pesawatnya, berapa kapasitas penumpangnya, apa kelebihannya, berapa panjang runway-nya, dan hal mendetail yang lain.  Masukkan data-data itu dalam kisah kita dengan berbagai narasi yang sesuai. Dan detail seperti itu akan membuat kisah fiksi kita terbias laksana kisah nyata.

Selesaikan, Baca Ulang dan Publish.

Seperti halnya pada penulisan non fiksi, membaca ulang dan editing adalah bagian penting dalam tulisan fiksi. Dengan membaca ulang kita dapat menilai apakah satu bagian terasa berlebihan atau kurang. Dan selesaikan tulisan itu hingga ia menjadi sesuatu yang final dan siap untuk dibaca oleh banyak orang.

Hal Lain yang Menunjang Penulisan

Source: Coudle Sanctuary
  • Perbanyak referensi dengan banyak membaca karya orang lain.
  • Terbuka dengan segala bentuk penilaian dan kritik.
  • Jangan larut dengan pujian.
  • Sediakan waktu khusus setiap minggu untuk berdialog dengan diri sendiri, bisa melalui berbagai cara. Hiking, bertahajud, dan lain sebagainya.
  • Senantiasa berdoa semoga Allah SWT menunjuki jalan yang lurus, menganugrahkan ilham dan kefahaman dalam menulis. Yang terpenting, semoga tulisan yang dihasilkan bermanfaat bagi orang lain dan bisa menjadi amal sholeh bagi penulisnya sendiri.

MENGAPA WRITING SKILL PENTING UNTUK MEMENANGKAN HATI PELANGGAN ERA 4.0?

Tidak semua peran manusia dapat digantikan oleh mesin dan teknologi canggih. Pada era digital sekarang dimana hampir semua kerja manusia sudah dapat diambil alih oleh komputer, ternyata masih ada juga beberapa peran yang tak bisa tergantikan. Dan di antara salah satu peran yang hanya bisa dilakukan oleh manusia itu adalah keahlian menulis atau writing skill.

Keterampilan menulis khususnya untuk tujuan internet marketing saat ini memegang peranan yang krusial. Peran ini sama sekali tidak dapat digantikan oleh mesin. Kepenulisan yang efektif dalam internet setidaknya harus memiliki ‘cita rasa’ didalamya. Artinya sebuah tulisan tidak boleh hanya berisi barisan kata-kata semata, namun lebih daripada itu kepenulisan yang ideal harus juga menjadi media komunikasi yang efektif kepada pembaca.

Dan disanalah kemudian peran writing skill berada. Sebuah kemampuan menulis yang efektif dan tepat sasaran dalam era pemasaran digital. Keterampilan menulis yang baik dan efektif baik dari sisi tujuannya, tekniknya, penggunaan bahasanya dan juga waktunya. Dengan kemampuan menulis yang baik seperti ini, peluang untuk mampu memenangkan persaingan dalam indutsri 4.0 makin terbuka lebar.

Source: http://www.northeasternuniversity.com

Writing Skill Dalam Internet Marketing

Secara sederhana writing skill dapat kita artikan sebagai suatu keterampilan menulis yang dilakukan oleh seseorang dengan tujuan eksistensi promosi atau selling di internet. Semakin bagus skill menulis seseorang, semakin komunikatif dan menarik tulisannya dibaca orang, maka semakin kuatlah pengaruh yang mampu ia tumbuhkan sebagai feedback. Dan pada hakikatnya, feedback itulah yang kemudian menjadi tujuan final dari sebuah writing skill dalam internet marketing,

Mengapa Writing Skill Itu Penting?

Source: http://www.reputationtoday.com

Kita mungkin pernah membaca sebuah laman internet yang penuh dengan tulisan yang seolah ditulis tanpa ‘rasa’. Tulisan itu terasa kaku dan nampak sebagai sebuah formalitas untuk mengisi gap kosong saja dari laman tersebut. Jangankan tertarik untuk memberi feedback pada jenis tulisan seperti ini. Dalam hati saja kita mungkin bertanya, apakah yang menulis ini manusia atau robot?

Untuk mendapatkan kesan human reading (nyaman dibaca manusia), dibutuhkan kemampuan menulis yang tidak hanya baik, namun juga mampu mempengaruhi perasaan sang pembaca. Ini adalah salah satu peran penting dari writing skill, tentang kemampuan menghasilkan sebuah tulisan yang mampu melakukan penetrasi hingga dalam perasaan pembaca.

Pada era digital internet marketing saat ini, kebutuhan akan skill writing sangat tinggi. Karena hampir semua bisnis dipasarkan melalui jaringan internet, maka ujung tombak pemberi informasi pertama kepada pengguna internet adalah tulisan. Oleh sebab itulah kemudian betapa pentingnya sebuah tulisan yang ideal dan berkualitas sebagai salah satu penentu keberhasilan dalam perlombaan internet marketing.

Manfaat Skill Writing dalam Internet Marketing

Source: http://www.cybercashworldwide.com

Kita mungkin sudah membahas beberapa manfaat utama dari keterampilan menulis pada era digital sekarang. Namun untuk lebih lengkapnya berikut adalah dua alasan mengapa writing skill sangat dibutuhkan dalam dunia pemasaran di internet sebagai gerbang utama pengenalan produk dan jasa yang ditawarkan kepada konsumen.

Tulisan yang komunikatif, teratur dan nyaman dibaca adalah kunci utama dari pengunjung betah berlama-lama pada sebuah website. Dengan semakin lamanya para pengunjung mampir di website, maka semakin banyak pula informasi produk dan jasa yang bisa mereka ketahui sebagai sarana promosi yang memadai

Ini erat kaitannya dengan teknis penulisan internet marketing semacam SEO, artikel yang google friendly, dan juga memenuhi syarat human reading. Dengan kemampuan penulisan yang baik, didukung pula oleh teknologi yang memadai. Sebuah tulisan yang berkualitas dapat menjadi promosi yang sangat efektif di internet.

Beberapa Hal Yang Sering Merusak Citra Writing Skill

  • Plagiat

Bukan hanya dalam internet marketing, tindakan plagiat memiliki dampak yang buruk dalam industri apa saja. Tulisan yang terindikasi sebagai sebuah plagiarisme tidak hanya mampu meruntuhkan reputasi penulisnya. Namun juga mampu merusak citra dari tempat yang memuat tulisan plagiat itu sendiri.

  • Robotic Style

Disebut robotic style karena ini seperti tulisan robot yang disalin secara otomatis. Biasanya hal seperi ini terjadi pada jenis tulisan copy writing yang tidak mengindahkan nilai-nilai human reading dalam menyalinnya.

Penerapan Writing Skill

Contoh penerapan writing skill dapat ditemukan dengan mudah dalam dunia internet marketing sekarang ini. Salah satu yang paling familiar adalah kemampuan skill writing dan jenis komunikasi story telling melalui tulisan. Contoh konretnya mungkin dapat kita cermati bagaimana sebuah organisasi amal mengajak dan menggugah masyarakat untuk berderma dengan cara menceritakan kehidupan objek penerima derma yang penuh derita dan sangat layak untuk dibantu.

Jadi dengan melihat hal ini secara keseluruhan, kita dapat mengambil sebuah kesimpulan sederhana bahwa keterampilan menulis itu sangat penting dalam indutsri teknologi seperti ini. Keterampilan menulis yang baik tidak hanya akan memberi gambaran komprehensif mengenai produk atau jasa yang ditawarkan di internet. Namun lebih daripada itu semua, kemampuan menulis yang baik juga dapat menjadi instrumen penting untuk memenangkan persaingan yang kian ketat dalam dunia internet marketing yang kian kompetitif.


Untuk anda yang membutuhkan konten berkualitas dan efektif guna menunjang performa bisnis anda di internet,

Saya adalah penulis anda!

http://www.penulisgunung.id

6 JENIS TOKOH JAHAT ATAU ANTAGONIS DALAM PENULISAN CERITA FIKSI

Daya tarik utama cerita fiksi apa pun adalah perjuangan tokoh utama protagonis menghadapi tokoh jahat atau antagonis yang menjadi lawannya. Meskipun sering menuai ketidaksukaan dan antipati dari pembaca karena karakternya, tokoh antagonis sangat dibutuhkan dalam sebuah konsep cerita. Tanpa adanya peran antagonis, seringkali sebuah cerita menjadi terasa demikian kosong dan datar, atau bahkan sangat tidak menarik.

Cara Mudah Mendapatkan Ide Tokoh Jahat atau Antagonis dalam Menulis Cerita Fiksi

Source: Quickbyte.com

Dalam bahasa yang sederhana, antagonis adalah lawan dari protagonis. Sementara dalam pembahasan sebuah cerita fiksi, antagonis lebih sering diterjemahkan sebagai sebuah peran atau karakter yang diciptakan oleh penulis sebagai lawan, kontra, atau musuh dari karakter protagonis. Secara umum antagonis dideskripsikan sebagai tokoh dengan karakter yang jahat, licik, dan juga banyak memiliki sifat buruk.

Akan tetapi sebagai penulis cerita, kita tidak dapat dengan sederhana menetapkan pengertian apa itu antagonis sebagai gambaran dari kejahatan dan musuh protagonis semata. Untuk mendapatkan karakter-karakter yang lebih menarik dibutuhkan pemahaman yang lebih kompleks untuk menciptakan karakter antagonis. Karena tokoh antagonis yang diciptakan seperti pada umumnya akan membuat cerita yang ditulis juga terasa biasa-biasa saja.

Nah sekarang, bagaimana sih caranya menciptakan karakter antagonis untuk sebuah cerita fiksi? Berikut uraian lebih lengkap untuk pembahasan ini.

5 Jenis Tokoh  Jahat atau Antagonis dalam Cerita Fiksi

Jika diuraikan secara sederhana, tokoh antagonis adalah tokoh yang tidakan dan kepentingannya adalah untuk menggagalkan dan menghalangi tujuan dari tokoh protagonis. Namun demikian, seorang penulis yang baik juga tidak bisa secara ujug-ujug menciptakan sifat-sifat jahat atau antagonis dalam diri salah satu tokoh, tanpa memberikan penjelasan kepada pembaca mengapa tokoh tersebut bisa menjadi jahat.

Sebuah karakter dapat menjelma menjadi jahat tentu saja memiliki sebab-sebab, dan sebab-sebab inilah yang harus dikuasai oleh seorang penulis supaya tokoh antagonis ciptaannya dapat tergambarkan sempurna pada benak pembaca.

Karakter antagonis seringkali dideskripsikan sebagai pribadi yang jahat, kejam, licik, bertabiat buruk, dan lain sebagainya. Akan tetapi, seorang penulis pada dasarya memiliki kemampuan untuk mengeksplorasi karakter antagonisnya secara lebih menarik lagi.

Nah berikut adalah 6 jenis karakter antagonis dalam cerita fiksi yang diaplikasikan dengan cukup sederhana. Dengan memahami latar belakang jenis karakter antagonis yang ditulis, seorang penulis dapat membuat sebuah kisah yang lebih menarik untuk pembacanya.

Tokoh Antagonis Dengan Motivasi Rasa Lapar dan Kedengkian

Source: Grazia Middle East.com

Jenis antagonis satu ini adalah yang paling umum ditemui dalam kisah fiksi yang ditulis. Dan dalam banyak kisah memang lebih banyak para penulis yang menggunakan karakter antagonis seperti ini sebagai lawan dari karakter protagonis yang ia ciptakan. Unsur pendorong utama yang memotivasi karakter antagonis untuk melawan dan menentang karakater protagonis dalam konsep ini adalah rasa kedengkian dan iri hati.

Tokoh karakter antagonis dengan latar belakang atau motivasi iri dengki memiliki lebih banyak lagi penjabaran dari sekedar apa yang bisa dibayangkan. Namun secara umum antagonis tipe pertama ini memotorbelakangi semua tidakannya dari rasa lapar akan kekuasaan, pengaruh, dan materi. Tindakan negatif dan perbuatan buruk karakter ini mengimplementasikan rasa laparnya tersebut.

Tokoh Antagonis Dengan Motivasi Pengkhianatan

Source: http://www.4coloums.com

Buruknya pengkhianatan itu adalah karena ia tidak pernah datang dari orang asing, namun selalu datang dari orang-orang dekat dan dikenal.

Menggambarkan dan menciptakan sebuah peran karakter antagonis yang memotivasi tindakannya karena pengkhianatan adalah sesuatu yang menarik. Karakter ini pada mulanya dapat saja menjadi bagian terdekat dari karakter tokoh protagonis. Betrayal atau pengkhianatan dapat saja terjadi pada diri sahabatnya, keluarganya, kekasihnya, dan lain sebagainya.

Untuk memperkaya penulisan tentang karakter antagonis yang dimotivasi oleh pengkhianatan, seorang penulis dapat pula memasukkannya pada sebuah konflik mengenai keputusan yang sulit. Karakter pengkhianat dalam hal ini tercipta karena ia membuat keputusan buruk saat menghadapi sebuah situasi yang sulit.

Tokoh Antagonis Dengan Motivasi Otoritas

Source: http://www.dhristi.magazine

Pemerintah atau institusi kekuasaan adalah manifestasi paling sempurna dari gambaran karakter antagonis otoritas. Dalam cerita ini, penulis membangun sebuah kisah yang membenturkan keinginan karakter protagonis yang kemudian bertentangan dengan kebijakan dan tujuan otoritas seperti pemerintah dan lain sebagainya.

Dalam cerita satu ini, lawan dari tokoh utama protagonis  adalah pemerintah dan aturan-aturannya. Pada konsep yang lebih luas, institusi otoritas antagonis dapat lebih dikembangkan lagi misalnya menjadi otoritas keluarga, otoritas adat istiadat, otoritas perusahaan, dan lain sebagainya.

Tokoh Antagonis Kekuatan Alam

Source: http://www.Hollywoodreporter.com

Tidak ada motivasi khusus untuk cerita yang kemudian mengambil alam sebagai musuhnya. Cerita yang dibangun pada metode ini adalah menjadikan alam raya sebagai lawannya untuk mencapai tujuan. Musibah bencana alam, atau medan alam yang berbahaya, adalah salah satu contoh populer yang diangkat untuk mewakili karakter antagonis dengan musuhnya berupa kekuatan alam.

Buku yang ditulis oleh Nando Parrado berjudul Alive yang menceritakan kisah ia bertahan hidup dan mencari bantuan di pegunungan kejam Andes adalah salah satu contoh kekuatan alam menjadi lawan dalam sebuah cerita. Survival dalam jerat hutan belantara, bertahan hidup di tengah lautan yang ganas seperti pada film Life of Pi juga bisa dijadikan contoh untuk mewakili karakter antagonis dari kekuatan alam.

Tokoh Antagonis Diri Sendiri

Source: http://www.addictioncenter.com

Menceritakan karakter antagonis yang bersemayam dalam diri sendiri memerlukan sebuah pemahaman yang lebih baik dan mungkin saja tidak sederhana. Konsep ini menjadikan diri sendiri pada tokoh protagonis sebagai lawan dari keinginan yang ingin ia capai. Contoh sederhana konsep ini misalnya pada cerita yang menjadikan tokoh protagonis kecanduan obat-obatan terlarang kemudian berupaya untuk melawannya.

Selain kecanduan dan sejenisnya, beberapa cerita juga tertarik menggunakan metode amnesia untuk mengadopsi karakter antagonis mereka. Di lain kesempatan misalnya, penyakit, rasa takut atau rasa khawatir dapat pula menjadi manifestasi dari karakter antagonis satu ini.

Tokoh Antagonis Gabungan atau Kompleks

Source: http://www.IMPaward.com

Jenis terakhir dari tokoh antagonis dalam sebuah cerita fiksi adalah gabungan dari 5 jenis karakter antagonis sebelumnya. Gabungan karakter antagonis ini dapat saja merupakan kompleksitas dari dua junis karakter antagonis, atau bahkan lebih. Contoh yang paling mudah dalam memahami hal ini misalnya sebuah karakter antagonis yang merupakan gabungan dari kedengkian, pengkhianatan dan juga otoritas.

Membuat sebuah cerita yang menggabungkan banyak karakter antagonis untuk menjadi lawan dari protagonis tentu saja membutuhkan tingkat kemampuan menulis yang baik. Namun hasil dari kompleksnya antagonis dari sebuah cerita yang ditulis dengan baik, tentunya juga akan sangat mampu memberi efek yang menarik bagi emosional pembaca.

Menulis sebuah cerita bukanlah sesuatu yang sulit, tapi juga tidak dapat dianggap remeh. Segala sesuatu yang menjadi unsur pembentuk cerita secara lengkap haruslah diperinci sebaik mungkin untuk mendapatkan sebuah kisah yang berkualitas. Termasuk pula dalam unsur ini adalah menciptakan sebuah karakter jahat atau antagonis yang dapat membantu penulisan cerita menjadi lebih sempurna.

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑