50 PERTANYAAN UNTUK REMAJA YANG BISA MEMBUAT MEREKA BERPIKIR LEBIH JAUH

Pernahkah kamu mengajukan pertanyaan untuk remaja dan kemudian memperhatikan bagaimana mereka menjawabnya?

Sebagian besar remaja menjawab pertanyaan yang diajukan untuk mereka dengan jawaban ‘ala kadarnya”.  Maksud dari ala kadar disini adalah bahwa jawaban yang diberikan tersebut tidaklah membuat mereka memikirkannya terlalu dalam. Bahkan terkadang kecepatan mereka menjawab pertanyaan yang diajukan, jauh melebihi kecepatan mereka memikirkan konteks pertanyaannya sendiri.

Hal ini menjadi menarik karena ada banyak persoalan terkait dengan usia remaja. Pergaulan bebas, kenakalan remaja, seks bebas, narkotika, alkohol, rokok, tawuran dan kriminalitas adalah beberapa hal negatif yang cukup mencuat dalam kehidupan remaja. Menjadi agak sulit kemudian menangani hal semacam ini karena usia remaja sendiri masih dianggap terlalu dangkal untuk dapat berpikir lebih dalam dan jernih.

Nah, adakah kira-kira metode atau pertanyaan yang kemudian dapat diajukan kepada remaja yang mampu membuat mereka berpikir lebih jauh? Atau pada konsep yang lebih situasional, dapat menjadi jembatan untuk berkomunikasi kepada mereka melalui pembicaraan yang lebih dalam?

Daftar Pertanyaan Untuk Remaja yang Dapat Diajukan Untuk Memperkuat Komunikasi dan Pemahaman Tentang Diri Mereka

Source: teenpower.blog

Jika kamu yang membaca blog ini berusia di atas 25 tahun, maka asumsinya adalah kamu sudah dewasa dan tentu saja kamu pernah mengalami masa remaja. Semakin  tinggi usia, seyogyanya semakin besarlah pemahaman akan berbagai persoalan dan realitas dalam kehidupan, termasuk pula tentang usia remaja dan problematika di dalamnya.

Usia remaja adalah usia dimana kelabilan manusia ada pada puncaknya. Usia ini membuat seseorang menjadi lebih aktif, enerjik, berani sekaligus memiliki potensi yang sama besar untuk berbuat negatif. Karena itu pulalah, dibutuhkan sebuah pendekatan persuasif pada usia ini untuk mengenal mereka dan memahami mereka. Menyusun pertanyaan untuk anak remaja yang mampu membuat mereka bisa berpikir lebih jauh tentu saja penting untuk dilakukan.

Dengan pendekatan yang baik dan mengena serta mampu memahami dunia mereka secara simpatik, besar kemungkinan seorang remaja dapat dipengaruhi dengan hal-hal baik. Semakin besar pengaruh baik yang diberikan, maka akan semakin positif dan produktiflah remaja yang bersangkutan. Sisi baik dari hal yang paling sederhana adalah remaja dapat terhindar dari pergaulan buruk yang dapat saja menyeret  dan merusak dirinya.

Lantas, apa saja pertanyaan untuk masa remaja yang dapat kamu ajukan untuk membuat efektif berkomunikasi dengan mereka? Berikut ini 50 rangkuman pertanyaan yang dapat kamu jadikan gambaran sebagai sarana komunikasi yang produktif.

Sepuluh Pertanyaan Pertama

Source: Dreamstime
  1. Mana yang akan kamu pilih; Memiliki uang 100 juta rupiah hari ini, atau memiliki uang satu rupiah yang akan berlipat ganda setiap hari selama satu bulan? Mengapa?
  2. Mana yang akan kamu pilih; menjadi seorang boss atau seorang karyawan? Mengapa?
  3. Jika kamu dianugrahi oleh Tuhan satu kekuatan yang sangat dahsyat, kekuatan apa yang akan kamu pilih?
  4. Gambarkan dirimu sendiri dalam 5 kata atau kurang dari daripada itu?
  5. Jika kamu dapat memberikan hadiah untuk setiap orang (di kelas ini, di ruangan ini, di rumah ini, di sekolah ini, dan di pondok pesantren ini), hadiah apa yang akan kamu berikan?
  6. Jika kamu ditakdirkan menjadi presiden atau raja saat ini dan diharuskan memilih tiga orang untuk menjadi pembantu utamamu,  maka siapa yang akan kamu pilih dan mengapa kamu memilihnya?
  7. Jika kamu diperbolehkan untuk menerapkan satu aturan dalam keluarga ini atau lingkungan ini dan semua orang harus patuh dengan aturan tersebut, aturan apa yang akan kamu terapkan?
  8. Kamu akan tinggal dimana jika kamu dibebaskan untuk memilih dimana saja tempat yang ingin kamu tinggali di dunia ini? Mengapa?
  9. Menurut kamu kapan saat yang tepat ketika seseorang remaja dapat disebut sudah dewasa?
  10. Apa pelajaran dalam hidup yang pernah kamu pelajari dan kamu anggap yang paling berguna dan bermanfaat?

Sepuluh Pertanyaan Kedua

Source: Pinkkorset.com
  1. Gambarkan sebuah hari yang menurut kamu paling sempurna dari kamu bangun tidur pada pagi hari, hingga kamu tidur lagi pada malam harinya?
  2. Jika Tuhan memberi kamu kemampuan dapat mengubah segala sesuatu di dunia ini, apa 3 hal yang ingin kamu ubah dan mengapa kamu ingin mengubahnya?
  3. Seumpama kamu dapat makan bersama dengan tiga orang di sebuah tempat yang kamu pilih sendiri, siapa 3 orang yang akan kamu pilih dan dimana kamu akan makan bersama?
  4. Mana yang menurut kamu lebih baik; memiliki satu kemampuan  yang sangat kamu kuasai dengan nilai di atas rata-rata atau, memiliki banyak kemampuan dengan standar keahlian yang biasa-biasa saja?
  5. Apa penemuan terbaik dan terbaru yang kamu lihat dan, mengapa kamu menyukai penemuan tersebut?
  6. Menurut kamu, apa yang membuat keluarga adalah sesuatu yang luar biasa?
  7. Apa 3 hal terpenting dalam hidup yang paling kamu syukuri?
  8. Apa 3 hal kecil yang membuat kamu merasa menang pada beberapa hari belakangan ini yang kemudian membuat kamu juga begitu bangga dan senang?
  9. Apa 3 hobi yang tidak kamu lakukan lagi sekarang padahal kamu masih suka? Dan apa yang membuat kamu tidak dapat melakukan lagi hobi itu?
  10. Manurut pendapat kamu, apa hal yang paling penting dalam hidup ini supaya kamu dapat hidup dengan penuh makna?

Sepuluh Pertanyaan Ketiga

Source: Medium
  • Jika kamu harus kehilangan semua yang kamu miliki hari ini dan hanya dapat mempertahankan 3 hal saja, apa 3 hal yang akan kamu pilih dan mengapa kamu mempertahankannya?
  • Apa 3 hal yang akan kamu ajarkan  yang dalam pandanganmu akan membuat sekolah-sekolah menjadi lebih baik?
  • Ketika kamu melihat seseorang demikian stress atau depresi, apa 3 hal yang akan kamu sampaikan atau bagikan ke mereka supaya dapat mengurangi rasa stressnya?
  • Menurut kamu pekerjaan apa yang paling sulit di dunia ini dan mengapa?
  • Sebutkan 3 hal yang membuat kamu dapat benar-benar bahagia?
  • Bagaimana kamu akan menjelaskan cinta kepada seseorang tanpa menggunakan kata-kata cinta itu sendiri?
  • Apakah kamu percaya bahwa uang dapat atau tidak dapat membeli kebahagiaan?
  • Pikirkan apa hal paling buruk yang pernah terjadi pada dirimu, dan apa pelajaran yang dapat kamu ambil dari hal tersebut?
  • Dari segala sesuatu yang kamu pelajari, apa yang menurut kamu paling bermanfaat untukmu sebagai seorang pribadi yang sudah dewasa?
  • Jika kamu dapat bertualang ke tiga tahun yang lalu, apa nasihat terbaik yang bisa kamu berikan untuk dirimu sendiri?

Sepuluh Pertanyaan Keempat

Source: TribunJateng
  • Dari semua teman-temanmu, yang mana menurut kamu paling istimewa dan paling banyak disukai? Mengapa?
  • Jika bisa tumbuh dan menjadi terkenal, kamu ingin terkenal karena apa dan dalam hal apa?
  • Bagaimana kamu akan mengubah dunia jika kamu diberi kemampuan untuk melakukannya?
  • Bagaimana cara kamu dapat membantu seseorang pada hari ini?
  • Jika kamu dapat membuat satu aturan yang seluruh orang di dunia bisa patuh, aturan apa yang akan kamu pilih dan terapkan?
  • Jika kamu memiliki uang banyak yang membuat kamu tidak perlu bekerja, apa yang akan kamu lakukan untuk mengisi waktu yang kamu miliki?
  • Apakah kamu pernah melewatkan sebuah kesempatan yang sekarang sangat kamu sesali? Apa kesempatan itu dan mengapa kamu menyesalinya?
  • Jika kamu diberi tahu  bahwa kamu akan hidup selamanya, hal penting apa yang akan kamu ubah dalam hidupmu?
  • Apa hal yang paling kamu takuti? Mengapa?
  • Menurut pendapatmu, apa sih yang membuat kamu belum bisa benar-benar merasa bahagia secara utuh?

Sepuluh Pertanyaan Kelima

Source: Womenwhomoney
  • Apa kekuatan terbesar dan kelemahan terbesar yang kamu miliki?
  • Apa pencapaian yang telah kamu dapatkan dalam hidupmu yang membuat kamu benar-benara merasa bangga?
  • Apa sesuatu hal yang kamu lakukan dalam 24 jam terakhir ini yang mampu membuat seseorang merasa lebih baik?
  • Dimana tempat di dunia yang paling kamu sukai untuk tinggal?
  • Apa pengaruh terbesar dalam hidupmu, apakah itu pengaruh baik atau pengaruh buruk, mengapa hal tersebut demikian berpengaruh?
  • Apa yang akan kamu lakukan jika kamu tidak bisa tidur pada malam hari?
  • Jika pengalaman kita adalah kesempatan terbaik bagi kita untuk belajar dan bertumbuh dari kesalahan dan kegagalan, mengapa kita demikian takut untuk gagal?
  • Apa produk yang akan kamu pilih jika kamu tahu bahwa pada masa yang akan datang produk itu tidak akan dijual lagi?
  • Apakah kamu memiliki kebiasaan buruk yang kamu harap bisa kamu hentikan? Apa kebiasaan buruk tersebut dan mengapa?
  • Jika kamu tidak memiliki batasan fisik dan juga batasan finansial, apa keterampilan yang ingin kamu miliki?
Source: IDNtimes

Nah, itu adalah 50 pertanyaan untuk remaja jaman sekarang yang bisa kamu ajukan kepada mereka dalam upaya persuasif mengenal dunia dan memahami pribadi mereka. Jika kamu berprofesi sebagai pendidik seperti seorang guru pada sekolah SMP atau SMA, maka penguasaanmu akan pertanyaan-pertanyaan seperti ini sangat dibutuhkan.

Ini tidak hanya berbicara bagaimana kamu bisa membangun komunikasi yang baik dengan usia remaja. Namun lebih daripada itu, pertanyaan-pertanyaan ini juga disusun dan dikembangkan sebagai upaya untuk memahami, mengerti dan memberikan stimulan yang paling tepat dan dibutuhkan oleh anak-anak pada usia remaja.

Dengan memanfaatkan daftar pertanyaan untuk remaja seperti ini, kamu tidak saja akan mampu menjalin komunikasi yang efektif dan interaktif pada mereka. Akan tetapi pada kesempatan yang sama, kamu pun akan memiliki peluang untuk dapat berkontribusi lebih banyak dalam upaya memberikan semangat positif dan arah yang lebih kuat untuk mereka.

Jadi, silahkan dicoba, ya!

11 GENRE ATAU JENIS CERITA FIKSI DALAM PENULISAN CERPEN DAN NOVEL

Menulis fiksi memiliki tantangannya sendiri yang tentu saja berbeda dengan menulis ilmiah. Fiksi menekankan kemampuan imajinasi dan daya khayal penulis dalam menghasilkan karyanya. Karena berdasarkan daya khayal dan imajinasi, maka tentu saja ada cukup banyak jenis cerita fiksi yang dihasilkan dan kemudian beredar di masyarakat.

Nah, sebenarnya ada berapa banyak sih, macam-macam penulisan cerita fiksi yang paling umum digunakan? Atau pada konteks yang lebih detail; apa saja genre cerita fiksi yang paling dikenal dalam dunia penulisan?

Untuk kamu yang mungkin juga penasaran dengan jawabannya, berikut akan dibahas satu-persatu.

11 Genre atau Jenis Cerita Fiksi Dalam Penulisan Novel dan Cerpen yang Paling Umum Digunakan

Source: Stilettobook.com

Dalam dunia penulisan, fiksi menempati urutan teratas sebagai jenis tulisan yang paling diminati. Pembaca dari seluruh dunia menyukai cerita fiksi sebagai salah satu jenis bacaan yang paling populer. Bahkan J.K. Rowling, penulis miliarder pertama yang ada di dunia, besar namanya karena karya fiksi yang dihasilkannya.

Buku Harry Potter yang ditulis oleh J.K. Rowling adalah sebuah jenis cerita fiksi yang penggemarnya sangat banyak di dunia. Ini jenis kisah fiksi yang klasik dan pada umumnya memang banyak digemari. Namun selain jenis klasik seperti Harry Potter, masih ada banyak lagi jenis fiksi yang populer dalam dunia kepenulisan.

Nah kira-kira apa saja jenis-jenis cerita fiksi dalam dunia penulisan secara umum? Berikut ulasannya.

Realistic Fiction atau Genre Cerita Fiksi Realistis

Source: GalaxyPress.com

Pengertian umum dari fiksi realistis atau realistic fiction adalah sebuah genre penulisan fiksi yang tidak nyata, namun dalam situasi sesungguhnya, kisah yang ditulis itu dapat menjadi nyata. Artinya, kisah fiksi jenis ini dapat saja terjadi dan menjadi kenyataan dalam kehidupan yang sesungguhnya. Dan jika hal tersebut terjadi  adalah bukan menjadi sesuatu yang tidak mungkin atau mustahil.

Kisah seseorang yang misalnya putus cinta dan kemudian nekat melakukan bunuh diri dalam cerita fiksi, memiliki potensi untuk terjadi di dunia nyata. Jika kemudian ada seorang penulis yang membuat kisah fiksi bertemakan seseorang yang tewas bunuh diri karena putus cinta, maka berdasarkan garis besar cerita hal ini dapat dikategorikan sebagai realistic fiction atau genre cerita fiksi realistis.

Historical Fiction atau Genre Cerita Fiksi Sejarah

Source: Celadonbooks.org

Historical fiction adalah sebuah genre penulisan cerita yang menarik dan cukup banyak diaplikasikan. Pengertian utama dari historical fiction adalah penulisan cerita yang setting ceritanya merupakan sebuah kejadian tertentu dalam sejarah, yang setting atau latar belakang cerita merupakan kejadian real atau asli, sementara karakter yang diceritakan adalah rekayasa atau fiksi.

Dengan cara yang sama, historical fiction pun dapat berlaku sebaliknya. Bisa tokoh yang diceritakan atau karakter yang ditulis adalah real, sementara setting-nya merupakan rekayasa. Atau pada kesempatan yang berbeda misalnya adalah karakter dan setting yang digunakan adalah asli, sementara jalan cerita, konflik yang diangkat adalah pabrikasi atau rekayasa.

Science Fiction atau Genre Cerita Fiksi Ilmiah

Source: Scientificamericanblogs.com

Pada umumnya genre fiksi ilmiah mengambil setting pada masa depan atau masa yang akan datang. Ciri khas utama dari genre penulisan cerita jenis ini adalah menggunakan elemen-elemen cerita yang sifatnya ilmiah dan bersumber pada ilmu pengetahuan. Dan karena ilmiah, science fiction tidak bisa dipisahkan pula dari subjek tentang teknologi dan kemajuan peradaban manusia.

Contoh cerita fiksi ilmiah yang mungkin paling kentara untuk dikenal adalah film Interstellar yang populer itu. Film ini berkisah tentang kehidupan pada masa yang akan datang dimana planet bumi tidak lagi layak huni dan manusia berusaha mengekplorasi ruang angkasa untuk menemukan rumah yang baru. Konsep tentang ruang angkasa, konsep tentang perbedaan ruang dan waktu, dan berbagai konflik cerita lainnya, semuanya berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang cukup akurat untuk kemudian dibuktikan pada saat ini.

Fantasy Fiction atau Genre Cerita Fiksi Khayalan

Source: Parentingscience.com

Ketika disebut fantasi, maka ini sudah pasti fiksi atau khayalan. Namun fantasy sebagai sebauh genre penulisan cerita memiliki makna yang lebih spesifik lagi untuk dapat diidentifikasi daripada jenis yang lainnya. Ciri utama dari cerita fiksi dengan genre fantasy adalah bahwa cerita ini dalam perspektif umum, tidak akan pernah terjadi dalam dunia nyata.

Hal yang paling mudah untuk mengenal ciri-ciri cerita fiksi dengan genre fantasy atau khayalan adalah bahwa jalan cerita yang ditulis, atau karakter yang dikisahkan, atau pun setting yang dijadikan background penulisan, adalah sebuah imajinasi yang tidak mungkin terjadi dalam dunia nyata. Cerita dalam video game dan film-film cukup banyak menggunakan genre ini, kamu dapat mengenalnya dengan melihat beberapa ciri-ciri yang paling dasar di atas.

Mistery Fiction atau Genre Cerita Fiksi Misteri

Source: Thegreatcourse

Cerita dengan genre misteri adalah sebuah cerita yang penulisan sepanjang cerita berkisah tentang teka-teki yang harus dipecahkan. Karakter utama yang diceritakan memiliki pengaruh atau peran besar untuk membongkar segala bentuk misteri, ketidaktahuan, teka-teki, dan juga berbagai pertanyaan sepanjang jalan cerita.

Genre misteri pada umumnya memunculkan ketegangan cerita sepanjang tulisan. Namun untuk memperkuat cerita atau penokohan, kadang dapat pula ditambahkan dengan beberapa pabrikasi yang berbeda. Subjek yang paling sering diangkat dalam penulisan cerita dengan genre misteri misalnya adalah tentang kriminalitas berupa pembunuhan, perampokan, pencurian, supranatural dan lain sebagainya.

Poetry Fiction atau Genre Cerita Fiksi Berbentuk Puisi

Source: Current Magazine

Penulisan cerita dengan genre puisi atau poetry tidak harus dalam bentuk sajak atau bait-bait. Kadang penulis yang lebih independen juga menggunakan gaya menulis prosa atau paragraf dalam menyampaikan gagasannya. Harus dibedakan bahwa genre puisi atau poetry dalam penulisan cerita fiksi, tidak sama halnya dengan penulisan kumpulan puisi yang mungkin sudah umum diketahui.

Ciri khas utama dalam penulisan cerita fiksi dengan genre poetry adalah penulisan cerita ini merupakan upaya untuk menciptakan respon menyentuh atau emosional bagi para pembaca. Karena sifatnya puisi, maka kata-kata yang digunakan pada umumnya indah dan memikat. Bentuknya mungkin saja berupa sajak-sajak, atau bisa juga dalam bentuk prosa umum.

Tall Tale Fiction atau Genre Cerita Fiksi yang Dibesar-Besarkan

Source: Scholastic

Tall tale atau dongeng pengertian utamanya adalah sebuah cerita yang tidak dapat dipercaya elemen penyusun penceritaannya, meskipun cerita tersebut dikatakan nyata dan faktual. Pada umumnya cerita dengan genre dongeng atau tall tale cenderung membesar-besarkan objek cerita menjadi sesuatu yang tampak sangat luar biasa untuk dibayangkan.

Seseorang yang bertemu harimau saat di hutan mungkin adalah kejadian nyata, namun ketika diceritakan dengan dibesar-besarkan ia dapat berubah menjadi tall tale genre atau dongeng. Misalnya dikatakan bahwa harimaunya sebesar gajah, taringnya sepanjang satu meter, matanya laksana bola kasti, dan aumannya seperti petir, dan lain sebagainya.

Fairy Tale atau Genre Cerita Fiksi Berbentuk Dongeng yang Ajaib

Source: Firstcryparenting

Fairy tale mungkin hampir sama seperti genre fantasi atau khayalan dalam hal bahwa banyak elemen pembentuk cerita yang tidak dapat dipercaya keasliannya. Namun untuk fairy tale sendiri memiliki ciri khusus yang umumnya mengangkat unsur yang sifatnya magic, supranatural, ajaib dan sangat luar biasa.

Dengan unsur ajaib dan magic yang menjadi pembentuk umum ceritanya, maka fairy tale kadang tidak dapat lepas dari hal-hal yang menarik seperti naga, peri, penyihir dengan sapu terbang, ikan duyung atau mermaid, permadani terbang, lampu ajaib dan sebagainya. Contoh dari Fairy tale pasti kamu sendiri dapat menyebutkannya dengan mudah, ya kan?

Myth Fiction atau Genre Cerita Fiksi Berupa Mitos

Source: Pinterest

Secara spesifik, genre myth atau mitos dapat diungkapkan sebagai upaya rakyat atau masyarakat untuk menjelaskan bagaimana sesuatu terjadi, atau bagaimana sesuatu akan menjadi. Mitos kadang memiliki korelasi dengan dunia modern yang mungkin dapat ditemukan relevansinya secara kuat. Walau tentu saja, genre ini tetap disebut mitos karena tidak ada unsur keaslian yang dapat dipertanggungjawabkan dalam subjek yang diceritakan.

Mitos tentang dewa dewi bangsa Yunani, bangsar Mesir dan lainnya, adalah contoh cukup umum mengenai genre ini. Di dalam negeri sendiri, kisah tentang Nyo Roro Kidul sang penguasa Pantai Selatan adalah salah satu contoh yang cukup kuat. Sementara pada mitos modern yang lebih umum misalnya dapat ditemukan subjek tentang adanya bigfoot, mermaid, mau pun Loch Ness.

Fable atau Genre Cerita Fiksi Berbentuk Fabel Perumpamaan

Source: Materi.co.id

Beberapa pengertian mengatakan jika fabel adalah cerita fiksi yang menggunakan karakter binatang sebagai penokohan utama. Binatang dalam fabel umumnya digambarkan memiliki sifat-sifat dan kemampuan seperti manusia. Mereka bisa berbicara, berinteraksi, memiliki pandangan sosial dan juga tentu saja memiliki karakter yang rumit dan menarik seperti halnya manusia.

Namun fabel secara khusus tidak hanya melulu menggunakan imaginer dari dunia binatang. Fabel juga kadang menggunakan tumbuh-tumbuhan, benda-benda angkasa, atau bahkan bebatuan dan lain sebagainya. Ciri paling umum dari sebuah fabel adalah, bahwa apa pun analogi yang dipergunakan, tujuan utamanya adalah menyampaikan pesan dan pengajaran kepada manusia.

Legend atau Genre Cerita Fiksi Berbentuk Legenda

Source: Goodreads

Jenis cerita fiksi Putri Tangguk atau jenis cerita fiksi Kasuari dan Mara Mahkota adalah contoh dari cerita berbentuk legenda. Pengertian umum dari genre ini adalah sebuah cerita yang bisa berdasarkan kisah nyata tentang seseorang atau sesuatu kejadian yang tidak dapat dibuktikan keabsahannya lagi, karena sudah terlampau banyak mengalami penambahan dan fabrikasi.

Legenda pada umumnya juga memadukan antara cerita rakyat dan juga unsur kepahlawanan, karena itulah kemudian, pada legenda ditemukan percampuran yang kuat  antara unsur yang dianggap nyata dengan unsur yang tidak mungkin terjadi.

Legenda tentang Si Pahit Lidah dan Si Mata Empat dari Sumatera Selatan, legenda tentang Sangkuriang dan gunung Tangkuban Perahu dari Jawa Barat, atau legenda tentang Bandung Bondowoso dan Candi Prambanan di Jawa Tengah, adalah contoh yang cukup baik untuk melukiskan cerita fiksi dengan genre legenda yang dimaksud.

Source: Dreamstime

Dalam penulisan, selain cerita fiksi dikenal pula jenis cerita non fiksi yang merupakan cerita didasarkan pada fakta-fakta yang nyata dan dapat dipertanggungjawabkan. Cerita non fiksi tidak dapat ditambah atau dikurangi sesuai kehendak hati penulis. Unsur fakta dan riil adalah sesuatu yang menjadi fundamental dalam penulisan cerita non fiksi.

Sama halnya dengan cerita fiksi yang memiliki banyak genre, jenis cerita non fiksi pun banyak memiliki jenis untuk diketahui. Ada misalnya genre biography, autobiography, opini, informational, dan lain sebagainya. InsyaAllah genre-genre ini akan dibahas dalam postingan yang lain.

Nah, dengan mengetahui berbagai genre penulisan 11 jenis cerita fiksi di atas, sekarang kamu tertarik untuk mengaplikasikan genre yang mana dalam penulisan novel atau cerpen yang akan kamu tulis?

Pokoknya, selamat menulis, ya!

Note: Tulisan saya yang lain dapat juga dibaca pada situs: www.akasakaoutdoor.co.id dan www.arcopodojournal.blogspot.com

7 LANGKAH MENULIS CERPEN ATAU CERITA PENDEK YANG PALING UMUM DIGUNAKAN

Apakah kamu suka menulis cerpen? Jika iya, apakah kamu punya langkah menulis cerpen secara khusus yang sering kamu praktikkan?

Setiap penulis memiliki metode mereka sendiri dalam menulis, tak terkecuali bagi penulis cerpen atau cerita pendek. Meskipun tulisannya singkat dan hanya berfokus pada satu bagian yang diceritakan, menulis cerpen tidak dapat dilakukan sembarangan. Justru penulisan cerpen yang efektif membutuhkan keterampilan menulis yang memadai, baik dari sisi metodenya, bahasanya, juga tentu langkah penulisannya sendiri.

Nah, kira-kira apa saja yang menjadi metode atau langkah-langkah paling lazim digunakan dalam penulisan sebuah cerpen atau cerita pendek, atau short story? Berikut pembahasannya lebih lanjut.

Langkah Menulis Cerpen atau Cerita Pendek, atau Short Story yang Paling Umum Dilakukan

7 Langkah Menulis Cerpen
Source: Period.com

Sebuah cerita dapat dikatakan sebagai cerita pendek dalam penulisan karena memiliki jumlah kata yang terbatas. Beberapa sumber berbeda pendapat tentang berapa sebenarnya jumlah kata yang ideal untuk sebuah cerpen. Ada yang berasumsi bahwa  sebuah karya tulis cerita dapat dikategorikan sebagai cerpen jika jumlah katanya berkisar 1.000 – 10.000 kata, ada pula yang berpendapat 1.000 – 4.000 kata, sementara yang lain mengatakan idealnya adalah 1.000 – 3.000 kata.

Namun pendapat yang paling umum adalah 1.000 – 4.000 kata, jumlah inilah yang dianggap sebagai jumlah paling ideal untuk sebuah cerpen. Dan karena jumlahnya yang terbatas, maka penulisan cerpen pun membutuhkan metode khusus yang tidak sama seperti novel atau buku umum. Panduan langkah-langkah menulis cerpen mutlak dibutuhkan supaya dapat menghasilkan cerpen yang berkualitas dan layak baca.

Lantas, apa saja langkah-langkah dalam menulis cerpen yang paling lazim dipraktikkan? Setidaknya ada 7 point paling penting dalam menulis cerpen atau cerita pendek, berikut uraian lengkapnya.

Brainstorming Sebuah Konsep Cerita

Source: Pinterest

Brainstorm atau brainstorming sendiri memiliki banyak definisi yang beragam jika diterjemahkan secara sederhana. Namun terkait dengan penulisan cerpen atau cerita pendek, brainstorming yang dimaksud adalah menyusun sebuah konsep yang jelas tentang cerita pendek yang akan ditulis. Termasuk dalam hal ini adalah membuat konsep tentang siapa, apa, mengapa, dimana, kapan, dan bagaimana.

Secara sederhana konsep brainstorming skenario dapat dijelaskan sebagai rumus 6W1H berikut ini;

  • Who (Siapa)

Siapa yang akan diceritakan? Siapakah tokoh atau karakter utama yang akan dituangkan dalam sebuah cerita berbentuk cerpen tersebut?

  • What  (Apa)

Apa yang terjadi dengan tokoh tersebut? Apa permasalahan yang ia hadapi yang membuat dirinya layak untuk dijadikan sebagai objek cerita?

  • Why (Mengapa)

Mengapa permasalahan tersebut memiliki kaitan erat dengan tokoh yang diceritakan? Mengapa tokoh tersebut begitu terpengaruh dengan permasalahan yang ada?

  • Where (Dimana)

Dimana tokoh dalam penulisan cerpen tersebut? Dimana kejadiannya berlangsung?

  • When (Kapan)

Kapan kejadiannya berlangsung? Kapan peristiwa yang menjadi isi cerpen terjadi?

  • How (Bagaimana)

Bagaimana kemudian yang terjadi? Bagaimana karakter menyelesaikan masalahnya? Bagaimana pula akhir ceritanya?

Dengan memikirkan konsep berdasarkan rumus 6W1H di atas, merupakan sebuah langkah menulis cerpen untuk pemula terutama, yang cukup efektif. Walau pada umumnya, penulis cerpen terkenal pun menerapkan langkah ini. Meskipun tidak terlampau mendetail lagi langkah brainstorming-nya.

Temukan Fokus Cerita

Source: Nohat.com

Sebagai seorang penulis yang juga berprofesi trainer menulis, saya seringkali menemukan permasalahan terbesar dari seorang pemula dalam menulis cerpen atau cerita pendek adalah kurangnya fokus.

Fokus yang dimaksud dalam konteks ini bukan fokus dalam menulis, namun fokus dalam menyoroti subjek utama yang diceritakan. Sesuai dengan namanya sebagai sebuah cerita pendek, maka cerpen tentu saja memiliki batasan jumlah kata dan halaman, dan karena alasan inilah kemudian kamu harus membuat setiap kalimat yang kamu tulis itu fokus membedah sebuah permasalahan yang menjadi titik inti cerita.

Dalam penulisan cerpen, hindari membahas hal yang terlampau melebar dan sudah tidak memiliki korelasi dengan inti cerita. Jika pun seumpama kamu ingin menuangkan pula hal lain dalam cerita dengan maksud memperkayanya, maka pastikan hal tersebut sebagai pelengkap yang mampu memperkuat inti cerita yang disampaikan.

Tetapkan Setting dan Juga Karakter Cerita

Source: pinterest

Seperti halnya langkah pertama dalam menulis cerpen adalah dengan menetapkan brainstorming skenario, maka pada langkah ini kamu hanya perlu memperkuat detail atau rinciannya.

Ketika dalam langkah pertama kamu hanya berfokus pada konsep tentang who, what, why, where, when dan how, maka pada pada langkah yang ketiga ini kamu berfokus pada karakter secara spesifik. Termasuk pula dalam hal ini misalnya ciri fisik karakter, sifat-sifatnya yang utama, latar belakangnya, baik keluarga, budaya mau pun keyakinan,

Selanjutnya kamu dapat mengeksplore lagi penokohan cerita pada cerpenmu dengan menyoroti setting cerita. Berdasarkan setting yang kamu buat, kamu kemudian dapat menghubungkannya dengan karakter utama, tentang bagaimana ia melihat, bagaimana ia merasakan dan bagaimana pula ia berubah seiring dengan perubahan setting pada cerita pendekmu.

Pilih Sudut Pandang

Source: WSBS.com

Untuk kamu yang bercerita berdasarkan kisah sendiri, tentu saja kamu dapat dengan mudah menggunakan sudut pandang sebagai orang pertama tunggal dalam cerita yang kamu tulis. Karena memang langkah menulis cerpen berdasarkan pengalaman sendiri pada umumnya menggunakan point of view seperti saya, aku, dan lain sebagainya.

Namun berbeda ceritanya jika kamu menulis sebuah cerpen yang bukan merupakan pengalaman yang kamu rasakan sendiri. Maka disini kamu dapat memilih sudut pandang yang lebih luas tentang dengan cara apa kamu menceritakan kisah itu. Point pentingnya adalah kamu ingin menceritakan cerpen yang kamu tulis itu sebagai apa?

Ada beberapa sudut padang yang umum ditulis dalam sebuah bahasa cerpen atau bahkan novel. Sudut orang pertama tunggal sebagai pelaku lazimnya menggunakan kata ganti aku, saya, gue, dan semacamnya. Sementara sudut pandang orang kedua tunggal biasanya menggunakan kata dia, ia, atau mungkin menyebut nama tokoh yang ditulis. Dan untuk kata ganti orang kedua majemuk misalnya menggunakan istilah mereka dan semacamnya. Nah, kamu sendiri dalam cerpen yang kamu tulis, ingin menggunakan sudut pandang yang mana? Tetapkan secara bijak.

Tulis Satu Halaman Sinopsis

Source: slideplayer.info

Sebagai pemanasan dan juga memperkuat konsep cerita, kamu dapat membuat langkah awal menulis cerpen dengan cara menulis sinopsisnya terlebih dahulu. Ini seperti membuat premis dalam penulisan skenario film. Atau paling tidak menuangkan beberapa garis besar cerita terlebih dahulu.

Sinopsis sebenarnya adalah sesuatu yang cukup krusial dalam penulisan cerita, khususnya novel. Pada cerpen meskipun tidak begitu vital perannya, namun penulisan sinopsis yang kuat setidaknya akan mempermudah penulisan naskah cerita yang sebenarnya. Penjabaran yang baik dan terkonsep secara lengkap dalam sebuah sinopsis, akan membantu penulis untuk tetap ada pada garis cerita yang direncanakan.

Dalam bahasa tulisan yang lebih umum, langkah kelima ini dapat pula disebut sebagai penyusunan kerangka. Kerangka inilah yang kemudian menjadi inti cerita yang dikonsep secara singkat. Untuk detail-detail kejadian dalam penceritaan, umumnya memang tidak perlu dimasukkan dalam sinopsis.

Tulis Awalan yang Kuat

Source: youtube

Jika menilik pada rujukan langkah-langkah menulis cerpen menurut para ahli, maka hampir semuanya bersepakat untuk memberikan penekanan yang hebat pada kalimat pembukanya. Artinya penulis cerpen dituntut untuk mampu menemukan kalimat pembuka yang kuat, yang efektif, dan yang mampu langsung merasuk ke pikiran pembaca.

Ini mungkin terdengar agak sulit, tapi sebenarnya tidak jika kamu sudah terbiasa dan mengerti cara membuat strong opening untuk sebuah cerita. Saya biasa mengatakan kepada orang-orang yang saya latih dalam menulis untuk tidak memaksakan susunan kata yang indah atau diksi yang memukau sebagai pembuka sebuah cerita. Jika kamu bisa melakukannya itu bagus, namun jangan memaksakan diri untuk hal itu.

Strong opening dalam penulisan cerpen atau novel tidak harus dengan susunan diksi yang memukau dan mempesona. Titik utama atau bagian terpenting dari sebuah awalan penulisan adalah kamu mampu menarik minat pembaca dengan kalimat pertama yang kamu pilih. Pilih kalimat yang membuat pembaca penasaran, tergelitik ingin tahu lebih banyak, dan yang pasti, merasuk dalam pikiran mereka sesaat setelah mereka membacanya.

Buat Puncak Cerita (Klimaks) yang Kuat dan Tidak Terlupakan

Source: Millenium Post

Selanjutnya bagian terakhir dari langkah menulis cerpen adalah dengan membuat sebuah klimaks cerita yang kuat dan tertanam di benak pembaca. Ini tentu tidak akan mudah, terutama jika kamu adalah tipe penulis dengan standar penulisan yang tinggi.

Namun seperti yang telah disampaikan sebelumnya, jika kamu telah menyusun konsep yang baik, menetapkan sinopsis yang terarah, juga telah memilih point of view yang juga tepat, maka membuat klimaks yang kuat akan lebih mudah dilakukan. Kamu hanya perlu membuatnya senatural mungkin untuk mendapatkan kesan alamiah dan mengalir dalam benak pembaca.

Pada bagian ini, hindari menggunakan efek kejut yang terlampau berlebihan. Penggunaan kata ‘tiba-tiba, lalu, kemudian’ dan sejenisnya, sebaiknya dibatasi supaya tidak membuat jalan cerita menjadi nampak dipaksakan. Buat klimaks dan akhir sebuah cerpen yang kuat, namun jangan paksakan kata-kata dalam ceritanya. Sekali lagi, buat senatural mungkin.

Serius Ingin Menjadi Penulis? Kamu Bisa Belajar Bersama Saya

Source: Doc pribadi

Beberapa orang mungkin mengatakan bahwa untuk menerapkan langkah-langkah dalam penulisan cerpen seperti yang diuraikan di atas, adalah sesuatu yang tidak mudah.

Sebenarnya tidak juga. Jika niat belajar kamu kuat, keinginanmu untuk menjadi seorang penulis juga sangat kuat dan sungguh-sungguh, maka kamu akan bisa melakukannya. Seiring dengan banyaknya latihan dan praktik, maka kamu akan semakin mahir dalam menulis. Baik itu cerpen, novel, artikel, buku, atau bahkan sekedar status media sosial sekali pun.

Akan tetapi jika kamu ingin lebih efektif dalam menulis, produktif sekaligus juga lebih cepat dalam proses belajar, mungkin kamu bisa bergabung dalam kelas yang saya bimbing. Jika kamu tinggal di wilayah Magelang, maka kamu bisa belajar secara langsung. Sementara jika jaraknya jauh dan kondisi pandemi masih belum terkendali seperti sekarang ini, maka ikut kelas menulis online yang saya bimbing mungkin bisa menjadi alternatif yang bijak.

Untuk mengikuti kelas menulis bersama saya, kamu dapat menghubungi saya melalui email di blog ini. Untuk memperkuat keyakinanmu dalam belajar, kamu juga dapat melihat beberapa artikel yang saya tulis seperti di www.akasakaoutdoor.co.id atau di www.arcopodojournal.blogspot.com. Untuk buku, tentu kamu dapat melihat dan mendapatkan karya saya melalui blog ini juga.

Nah, itulah langkah menulis cerpen yang bisa kamu praktikkan. Sebagai saran terakhir dari saya, disiplinlah dalam berlatih, karena pada akhirnya, disiplinlah yang akan menentukan sebuah kesuksesan dalam penulisan, dan dalam apa pun.

Jadi, selamat berlatih dan berkarya!

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑