11 GENRE ATAU JENIS CERITA FIKSI DALAM PENULISAN CERPEN DAN NOVEL

Menulis fiksi memiliki tantangannya sendiri yang tentu saja berbeda dengan menulis ilmiah. Fiksi menekankan kemampuan imajinasi dan daya khayal penulis dalam menghasilkan karyanya. Karena berdasarkan daya khayal dan imajinasi, maka tentu saja ada cukup banyak jenis cerita fiksi yang dihasilkan dan kemudian beredar di masyarakat.

Nah, sebenarnya ada berapa banyak sih, macam-macam penulisan cerita fiksi yang paling umum digunakan? Atau pada konteks yang lebih detail; apa saja genre cerita fiksi yang paling dikenal dalam dunia penulisan?

Untuk kamu yang mungkin juga penasaran dengan jawabannya, berikut akan dibahas satu-persatu.

11 Genre atau Jenis Cerita Fiksi Dalam Penulisan Novel dan Cerpen yang Paling Umum Digunakan

Photo by Victor on Pexels.com

“Perbedaan antara fiksi dan nonfiksi adalah bahwa fiksi harus benar-benar dapat dipercaya.”

Mark Twain

Dalam dunia penulisan, fiksi menempati urutan teratas sebagai jenis tulisan yang paling diminati. Pembaca dari seluruh dunia menyukai cerita fiksi sebagai salah satu jenis bacaan yang paling populer. Bahkan J.K. Rowling, penulis miliarder pertama yang ada di dunia, besar namanya karena karya fiksi yang dihasilkannya.

Buku Harry Potter yang ditulis oleh J.K. Rowling adalah sebuah jenis cerita fiksi yang penggemarnya sangat banyak di dunia. Ini jenis kisah fiksi yang klasik dan pada umumnya memang banyak digemari. Namun selain jenis klasik seperti Harry Potter, masih ada banyak lagi jenis fiksi yang populer dalam dunia kepenulisan.

Nah kira-kira apa saja jenis-jenis cerita fiksi dalam dunia penulisan secara umum? Berikut ulasannya.

Realistic Fiction atau Genre Cerita Fiksi Realistis

Source: GalaxyPress.com

Pengertian umum dari fiksi realistis atau realistic fiction adalah sebuah genre penulisan fiksi yang tidak nyata, namun dalam situasi sesungguhnya, kisah yang ditulis itu dapat menjadi nyata. Artinya, kisah fiksi jenis ini dapat saja terjadi dan menjadi kenyataan dalam kehidupan yang sesungguhnya. Dan jika hal tersebut terjadi  adalah bukan menjadi sesuatu yang tidak mungkin atau mustahil.

Kisah seseorang yang misalnya putus cinta dan kemudian nekat melakukan bunuh diri dalam cerita fiksi, memiliki potensi untuk terjadi di dunia nyata. Jika kemudian ada seorang penulis yang membuat kisah fiksi bertemakan seseorang yang tewas bunuh diri karena putus cinta, maka berdasarkan garis besar cerita hal ini dapat dikategorikan sebagai realistic fiction atau genre cerita fiksi realistis.

Historical Fiction atau Genre Cerita Fiksi Sejarah

Source: Celadonbooks.org

Historical fiction adalah sebuah genre penulisan cerita yang menarik dan cukup banyak diaplikasikan. Pengertian utama dari historical fiction adalah penulisan cerita yang setting ceritanya merupakan sebuah kejadian tertentu dalam sejarah, yang setting atau latar belakang cerita merupakan kejadian real atau asli, sementara karakter yang diceritakan adalah rekayasa atau fiksi.

Dengan cara yang sama, historical fiction pun dapat berlaku sebaliknya. Bisa tokoh yang diceritakan atau karakter yang ditulis adalah real, sementara setting-nya merupakan rekayasa. Atau pada kesempatan yang berbeda misalnya adalah karakter dan setting yang digunakan adalah asli, sementara jalan cerita, konflik yang diangkat adalah pabrikasi atau rekayasa.

Science Fiction atau Genre Cerita Fiksi Ilmiah

Photo by Pixabay on Pexels.com

Pada umumnya genre fiksi ilmiah mengambil setting pada masa depan atau masa yang akan datang. Ciri khas utama dari genre penulisan cerita jenis ini adalah menggunakan elemen-elemen cerita yang sifatnya ilmiah dan bersumber pada ilmu pengetahuan. Dan karena ilmiah, science fiction tidak bisa dipisahkan pula dari subjek tentang teknologi dan kemajuan peradaban manusia.

Contoh cerita fiksi ilmiah yang mungkin paling kentara untuk dikenal adalah film Interstellar yang populer itu. Film ini berkisah tentang kehidupan pada masa yang akan datang dimana planet bumi tidak lagi layak huni dan manusia berusaha mengekplorasi ruang angkasa untuk menemukan rumah yang baru. Konsep tentang ruang angkasa, konsep tentang perbedaan ruang dan waktu, dan berbagai konflik cerita lainnya, semuanya berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang cukup akurat untuk kemudian dibuktikan pada saat ini.

Fantasy Fiction atau Genre Cerita Fiksi Khayalan

Photo by Engin Akyurt on Pexels.com

Ketika disebut fantasi, maka ini sudah pasti fiksi atau khayalan. Namun fantasy sebagai sebauh genre penulisan cerita memiliki makna yang lebih spesifik lagi untuk dapat diidentifikasi daripada jenis yang lainnya. Ciri utama dari cerita fiksi dengan genre fantasy adalah bahwa cerita ini dalam perspektif umum, tidak akan pernah terjadi dalam dunia nyata.

Hal yang paling mudah untuk mengenal ciri-ciri cerita fiksi dengan genre fantasy atau khayalan adalah bahwa jalan cerita yang ditulis, atau karakter yang dikisahkan, atau pun setting yang dijadikan background penulisan, adalah sebuah imajinasi yang tidak mungkin terjadi dalam dunia nyata. Cerita dalam video game dan film-film cukup banyak menggunakan genre ini, kamu dapat mengenalnya dengan melihat beberapa ciri-ciri yang paling dasar di atas.

Mistery Fiction atau Genre Cerita Fiksi Misteri

Photo by Lukas Medvedevas on Pexels.com

Cerita dengan genre misteri adalah sebuah cerita yang penulisan sepanjang cerita berkisah tentang teka-teki yang harus dipecahkan. Karakter utama yang diceritakan memiliki pengaruh atau peran besar untuk membongkar segala bentuk misteri, ketidaktahuan, teka-teki, dan juga berbagai pertanyaan sepanjang jalan cerita.

Genre misteri pada umumnya memunculkan ketegangan cerita sepanjang tulisan. Namun untuk memperkuat cerita atau penokohan, kadang dapat pula ditambahkan dengan beberapa pabrikasi yang berbeda. Subjek yang paling sering diangkat dalam penulisan cerita dengan genre misteri misalnya adalah tentang kriminalitas berupa pembunuhan, perampokan, pencurian, supranatural dan lain sebagainya.

Poetry Fiction atau Genre Cerita Fiksi Berbentuk Puisi

Source: Current Magazine

Penulisan cerita dengan genre puisi atau poetry tidak harus dalam bentuk sajak atau bait-bait. Kadang penulis yang lebih independen juga menggunakan gaya menulis prosa atau paragraf dalam menyampaikan gagasannya. Harus dibedakan bahwa genre puisi atau poetry dalam penulisan cerita fiksi, tidak sama halnya dengan penulisan kumpulan puisi yang mungkin sudah umum diketahui.

Ciri khas utama dalam penulisan cerita fiksi dengan genre poetry adalah penulisan cerita ini merupakan upaya untuk menciptakan respon menyentuh atau emosional bagi para pembaca. Karena sifatnya puisi, maka kata-kata yang digunakan pada umumnya indah dan memikat. Bentuknya mungkin saja berupa sajak-sajak, atau bisa juga dalam bentuk prosa umum.

Tall Tale Fiction atau Genre Cerita Fiksi yang Dibesar-Besarkan

Source: Scholastic

Tall tale atau dongeng pengertian utamanya adalah sebuah cerita yang tidak dapat dipercaya elemen penyusun penceritaannya, meskipun cerita tersebut dikatakan nyata dan faktual. Pada umumnya cerita dengan genre dongeng atau tall tale cenderung membesar-besarkan objek cerita menjadi sesuatu yang tampak sangat luar biasa untuk dibayangkan.

Seseorang yang bertemu harimau saat di hutan mungkin adalah kejadian nyata, namun ketika diceritakan dengan dibesar-besarkan ia dapat berubah menjadi tall tale genre atau dongeng. Misalnya dikatakan bahwa harimaunya sebesar gajah, taringnya sepanjang satu meter, matanya laksana bola kasti, dan aumannya seperti petir, dan lain sebagainya.

Fairy Tale atau Genre Cerita Fiksi Berbentuk Dongeng yang Ajaib

Photo by Leah Kelley on Pexels.com

Fairy tale mungkin hampir sama seperti genre fantasi atau khayalan dalam hal bahwa banyak elemen pembentuk cerita yang tidak dapat dipercaya keasliannya. Namun untuk fairy tale sendiri memiliki ciri khusus yang umumnya mengangkat unsur yang sifatnya magic, supranatural, ajaib dan sangat luar biasa.

Dengan unsur ajaib dan magic yang menjadi pembentuk umum ceritanya, maka fairy tale kadang tidak dapat lepas dari hal-hal yang menarik seperti naga, peri, penyihir dengan sapu terbang, ikan duyung atau mermaid, permadani terbang, lampu ajaib dan sebagainya. Contoh dari Fairy tale pasti kamu sendiri dapat menyebutkannya dengan mudah, ya kan?

Myth Fiction atau Genre Cerita Fiksi Berupa Mitos

Source: Pinterest

Secara spesifik, genre myth atau mitos dapat diungkapkan sebagai upaya rakyat atau masyarakat untuk menjelaskan bagaimana sesuatu terjadi, atau bagaimana sesuatu akan menjadi. Mitos kadang memiliki korelasi dengan dunia modern yang mungkin dapat ditemukan relevansinya secara kuat. Walau tentu saja, genre ini tetap disebut mitos karena tidak ada unsur keaslian yang dapat dipertanggungjawabkan dalam subjek yang diceritakan.

Mitos tentang dewa dewi bangsa Yunani, bangsar Mesir dan lainnya, adalah contoh cukup umum mengenai genre ini. Di dalam negeri sendiri, kisah tentang Nyo Roro Kidul sang penguasa Pantai Selatan adalah salah satu contoh yang cukup kuat. Sementara pada mitos modern yang lebih umum misalnya dapat ditemukan subjek tentang adanya bigfoot, mermaid, mau pun Loch Ness.

Fable atau Genre Cerita Fiksi Berbentuk Fabel Perumpamaan

Source: Materi.co.id

Beberapa pengertian mengatakan jika fabel adalah cerita fiksi yang menggunakan karakter binatang sebagai penokohan utama. Binatang dalam fabel umumnya digambarkan memiliki sifat-sifat dan kemampuan seperti manusia. Mereka bisa berbicara, berinteraksi, memiliki pandangan sosial dan juga tentu saja memiliki karakter yang rumit dan menarik seperti halnya manusia.

Namun fabel secara khusus tidak hanya melulu menggunakan imaginer dari dunia binatang. Fabel juga kadang menggunakan tumbuh-tumbuhan, benda-benda angkasa, atau bahkan bebatuan dan lain sebagainya. Ciri paling umum dari sebuah fabel adalah, bahwa apa pun analogi yang dipergunakan, tujuan utamanya adalah menyampaikan pesan dan pengajaran kepada manusia.

Legend atau Genre Cerita Fiksi Berbentuk Legenda

Photo by KEMAL HAYIT on Pexels.com

Jenis cerita fiksi Putri Tangguk atau jenis cerita fiksi Kasuari dan Mara Mahkota adalah contoh dari cerita berbentuk legenda. Pengertian umum dari genre ini adalah sebuah cerita yang bisa berdasarkan kisah nyata tentang seseorang atau sesuatu kejadian yang tidak dapat dibuktikan keabsahannya lagi, karena sudah terlampau banyak mengalami penambahan dan fabrikasi.

Legenda pada umumnya juga memadukan antara cerita rakyat dan juga unsur kepahlawanan, karena itulah kemudian, pada legenda ditemukan percampuran yang kuat  antara unsur yang dianggap nyata dengan unsur yang tidak mungkin terjadi.

Legenda tentang Si Pahit Lidah dan Si Mata Empat dari Sumatera Selatan, legenda tentang Sangkuriang dan gunung Tangkuban Perahu dari Jawa Barat, atau legenda tentang Bandung Bondowoso dan Candi Prambanan di Jawa Tengah, adalah contoh yang cukup baik untuk melukiskan cerita fiksi dengan genre legenda yang dimaksud.

Photo by Karolina Grabowska on Pexels.com

Dalam penulisan, selain cerita fiksi dikenal pula jenis cerita non fiksi yang merupakan cerita didasarkan pada fakta-fakta yang nyata dan dapat dipertanggungjawabkan. Cerita non fiksi tidak dapat ditambah atau dikurangi sesuai kehendak hati penulis. Unsur fakta dan riil adalah sesuatu yang menjadi fundamental dalam penulisan cerita non fiksi.

Sama halnya dengan cerita fiksi yang memiliki banyak genre, jenis cerita non fiksi pun banyak memiliki jenis untuk diketahui. Ada misalnya genre biography, autobiography, opini, informational, dan lain sebagainya. InsyaAllah genre-genre ini akan dibahas dalam postingan yang lain.

Nah, dengan mengetahui berbagai genre penulisan 11 jenis cerita fiksi di atas, sekarang kamu tertarik untuk mengaplikasikan genre yang mana dalam penulisan novel atau cerpen yang akan kamu tulis?

Pokoknya, selamat menulis, ya!


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 14 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: