10 KESALAHAN PENULIS PEMULA YANG TIDAK SADAR PALING SERING DILAKUKAN

Mood dan inspirasi adalah sesuatu yang penting dalam sebuah proses penulisan, namun itu bukan segalanya.

Anton Sujarwo

Semua penulis besar yang sekarang sudah menjadi penulis profesional itu, mereka pada suatu titik pernah menjadi penulis pemula. Seorang penulis pemula seringkali mengalami beberapa persoalan dalam penulisan karena ketidaktahuan mereka. Di antara beberapa kesalahan penulis pemula tersebut, sepuluh hal berikut adalah yang paling sering dilakukan bahkan tanpa mereka sadari.

Lalu, apa sajakah sepuluh kesalahan para penulis pemula yang paling sering dilakukan tersebut? Berikut ulasan lengkapnya.

Beberapa Kesalahan Penulis Pemula yang Paling Sering Dilakukan dan Mereka Tidak Sadar Sedang Melakukan Kesalahan

Source: Freepik

Para penulis adalah orang-orang yang senantiasa harus belajar dan belajar lagi supaya kualitas tulisan yang mereka hasilkan menjadi semakin baik. Sisi lain yang juga harus diperhatikan oleh seorang penulis adalah mengenai kreatifitas dan produktivitas. Semakin kreatif seorang penulis, semakin kuat ia bisa membangun sebuah jalan cerita yang menarik.

Sejalan dengan imajinasi dan kreativitas, produktivitas pun tidak dapat dilakukan jika seorang penulis ternyata dalam proses penulisan yang ia lakukan, melakukan beberapa hal yang justru membuat produktivitasnya terganggu. Dan lebih menariknya lagi adalah, bahwa beberapa kesalahan ini seringkali dilakukan tanpa disadari oleh penulisnya sendiri.

Nah, jika kamu juga adalah seorang penulis yang mungkin sedang memulai menuliskan beberapa karyamu, beberapa kesalahan berikut perlu untuk kamu ketahui. Dengan mengetahui berbagai kesalahan penulis yang semestinya dapat kamu hindari ini, maka proses menulismu dapat lebih lancar.  

Apa saja sepuluh kesalahan tersebut, berikut penjelasannya satu-persatu.

Terlalu Fokus Pada Penerbitan Sebelum Menyelesaikan Bukunya Sendiri

Source: Budtoboss

Kesalahan penulis yang pertama khususnya para pemula adalah terlalu fokus memikirkan masalah penerbitan sebelum ia sendiri menyelesaikan bukunya. Menerbitkan buku dan mencari agen publisher yang handal tentu saja adalah sesuatu yang penting, namun jika kamu terlalu fokus pada hal ini sementara tulisan-tulisanmu sendiri menjadi terganggu, tentu saja akhirnya menjadi tidak baik.

Saat ini, menerbitkan buku adalah sesuatu yang tidak lagi sulit. Kamu hanya tinggal memilih ingin menerbitkan bukumu melalui penerbit mayor atau pun melalui penerbit indie. Baik penerbit mayor mau pun penerbit indie, keduanya sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan. Kamu dapat dengan mudah mempertimbangkan mana yang akan kamu pilih. Akan tetapi sebelum tahap itu, sebaiknya fokuslah terlebih dahulu untuk menyelesaikan penulisan bukumu.

Menunggu Mood atau Inspirasi Untuk Menulis

Source: Freepik

Mood dan inspirasi adalah sesuatu yang penting dalam sebuah proses penulisan, namun itu bukan segalanya. Kamu tidak bisa menunggu mood atau datangnya inspirasi saja untuk memulai atau meneruskan tulisanmu. Mood manusia tidaklah stabil, dan inspirasi mungkin juga tidak akan datang setiap hari. Jadi, jika kamu menunggu keduanya untuk menulis, kamu bisa saja akan ketinggalan dan tulisanmu bisa jadi tidak akan pernah selesai.

Menuggu datangnya mood atau inspirasi kadangkala adalah kesalahan penulis fiksi pemula, yang biasanya tidak terhindarkan ketika mereka ingin mendapatkan suasana yang sempurna saat menghasilkan tulisan. Padahal ketika mood dan inspirasi tidak kunjung muncul memberi pencerahan, disiplin pada dasarnya jauh lebih efektif membuatmu tetap produktif menghasilkan tulisan.

Memaksakan Diri Untuk Menulis Sesuatu yang ‘Berbeda dan Istimewa’

Source: Merriamwebster.blog

Kesalahan selanjutnya yang sering pula terjadi pada para penulis pemula dan membuat kreativitasnya menjadi tersendat adalah berusaha memaksakan diri menulis sesuatu yang ‘berbeda’. Berbeda yang dimaksud dalam hal ini adalah upaya untuk menghasilkan sesuatu yang istimewa, yang lain dari pada yang lain, yang spesial dan mungkin juga yang, terasa sempurna.

Menghasilkan karya yang sempurna itu adalah sebuah keharusan, namun itu juga adalah bentuk dari sesuatu yang membutuhkan proses dan waktu. Jadi, jika kamu selama ini terhenti menulisnya karena terlalu keras berupaya untuk bisa menulis dan menghasilkan sesuatu yang ‘berbeda’, sebaiknya kamu mulai mengalihkan upayamu itu dengan menulis saja dulu. Dikarenakan perbedaan dan kesempurnaan yang kamu inginkan itu, akan hadir seiring dengan waktu dan jam terbangmu sendiri.

Memutuskan Untuk Tidak Membaca Genre yang Kamu Tulis Karena Menghindari Plagiat

Source: EdSurge

Plagiat adalah menjiplak karya orang lain dan menjadikannya seoah-olah itu sebagai milikmu. Plagiat tentu saja adalah buruk. Dan dilihat dari sudut pandang  mana pun, plagiat adalah bentuk kemiskinan ide dan kekerdilan imajinasi seorang penulis. Jadi, kamu memang tidak boleh melakukan plagiat dalam tulisan-tulisanmu.

Namun demikian, memutuskan untuk tidak membaca karya orang lain dengan genre sama seperti yang sedang kamu tulis supaya kamu terhindar plagiat, bukanlah cara yang tepat. Dengan membaca karya sejenis, kamu justru memiliki perbandingan dan sekaligus juga dapat menghindari plagiat. Membaca karya lain dengan genre sejenis juga bisa menjadi cara bagimu untuk menemukan keunggulan cerita yang kamu tulis sendiri.

Tidak Menggunakan Kerangka Penulisan dan Membiarkan Tulisanmu ‘Mengalir Apa Adanya’

Source: Authorstech

Kesalahan dalam menulis novel atau pun karya fiksi lainnya yang seringkali juga ditemui pada para penulis pemula adalah dengan tidak menggunakan kerangka penulisan. Padahal, kerangka penulisan atau outlining dalam sebuah penulisan baik itu fiksi atau pun non fiksi, tetap sangat dibutuhkan. Kamu yang menulis menggunakan outline akan dimudahkan untuk tetap on the track pada proses menulis yang panjang sekali pun.

Outline dalam karya fiksi berupa novel juga berfungsi sebagai pengunci ide cerita utama yang akan disampaikan dalam tulisan. Dalam penjabarannya kamu dapat menulis beberapa perluasan masalah dari ide pokok, namun outline yang kamu buat akan jadi rem bagimu ketika misalnya tulisanmu sudah terasa tidak relevan lagi dengan persoalan.

Menulis yang mengalir seperti air dan apa adanya memang sangat menyenangkan, namun jangan lupakan outline atau kerangka. Pada prosesnya jika kamu tekun berlatih dan terus menulis, outline justru akan membuatmu mampu menulis dengan lebih cepat, lebih efektif dan, juga lebih produktif.

Tidak Mengatur Waktu Khusus Untuk Menulis

Source: IELTS

Kesalahan umum selanjutnya yang seringkali tidak disadari oleh para penulis pemula adalah mereka tidak memiliki waktu yang spesifik untuk menulis. Seorang penulis yang berbakat dan menjadikan menulis sebagai selingan atau pengisi waktu luang saja, cenderung akan terjebak pada kesalahan yang satu ini. Asumsinya untuk menulis hanya pada luang saja akan membuat dorongan menulisnya tidak disiplin dan terarah dengan benar.

Sebagai seorang penulis kamu harus mengupayakan waktumu untuk menulis secara disiplin. Kamu bisa menetapkan jamnya setiap hari atau setiap beberapa waktu secara berkala. Untuk menghasilkan dua belas judul buku dalam waktu dua tahun dan ribuan artikel di internet, saya pribadi menganggarkan banyak waktu saya untuk menulis. Akan tetapi waktu khusus dan terbaik untuk menulis yang saya miliki adalah pada pukul 02:30 – 06:00 dini hari, setiap harinya.

Tidak Memahami Apa yang Sebenarnya Ingin Disampaikan Dalam Tulisan

Source: weheartit.org

Selanjutnya yang juga tidak sadar dan seringkali dilakukan oleh para penulis pemula adalah mereka tidak memahami apa yang sesungguhnya ingin mereka sampaikan kepada para pembaca melalui tulisan. Ini hampir mirip seperti ide pokok penulisan dengan fokus pertanyaan misalnya; Apa yang ingin kamu katakan pada pembacamu?  Mengapa kamu ingin menyampaikan itu? Dan apa manfaatnya bagi mereka atas pesanmu itu?

Dalam penulisan fiksi kamu misalnya dapat menulis hingga 100.000 kata atau bahkan lebih, tapi objek utama dari penulisan yang panjang tetap juga harus kamu pahami intinya; bahwa apa yang ingin kamu sampaikan sebenarnya? Dengan mengerti apa yang sebenarnya ingin kamu sampaikan pada pembaca tulisanmu, kamu akan memiliki ketajaman yang kuat saat menulis dan juga menguraikannya dalam lautan kata-kata.

Terlalu Banyak Hal yang Ingin Ditulis dan Lupa Pada Fokus

Source: Forstudent.com

Menulis adalah salah satu pekerjaan atau profesi yang membutuhkan fokus dan konsentrasi. Fokus dibutuhkan tidak hanya pada saat menulis dan meluapkan kata-kata, namun juga dibutuhkan secara makro saat memilih topik dan tema penulisan. Kamu mungkin memang memiliki ribuah ide untuk dituangkan dalam tulisan, namun tanpa fokus bisa jadi tidak ada satu pun idemu yang akan menjadi buku.

Untuk menjadi penulis yang produktif dan kreatif, kamu membutuhkan fokus yang ekstra. Seumpama kamu memiliki beberapa ide yang ingin dituangkan dalam buku dan ide itu semua sama bagusnya, kamu harus memilih salah satu ide dan menyelesaikan hingga benar-benar tuntas. Kurangnya fokus dan terlalu banyak ide yang ingin ditulis adalah salah satu kesalahan

Memiliki Ide yang Hebat Tentang Cerita yang Menarik Namun Tidak Memiliki Karakter yang Kuat Sebagai Pendukungnya

Source: DNBryn

Salah satu hal lain yang juga sangat sering ditemui sebagai kesalahan pada para penulis pemula adalah mereka kadang terlalu sibuk pada jalan cerita yang ingin disampaikan dan, lupa pada membangun karakter tokohnya sendiri. Cerita yang bagus tanpa diimbangi dengan kekuatan penokohan atau karakter, seringkali tidak dapat melekat dengan baik pada benak pembaca.

Jika kamu memiliki suatu konsep yang menarik tentang sebuah cerita, pastikan pula kamu memiliki tokoh atau karakter yang juga kuat sebagai subjeknya. Balance antara cerita yang menarik serta karakter yang kuat akan membuat cerita yang kamu hasilkan menjadi sempurna. Dan untuk melakukan hal ini, tentu saja kamu membutuhkan banyak latihan dan belajar. Berita baiknya, dengan ketekunan dan disiplin kamu pasti bisa melakukannya.

Tidak Pernah Membaca Buku atau Mengikuti Kelas Menulis Tertentu

Source: EverythingPR

Aktivitas menulis dan membaca adalah dua sisi yang sama sekali tidak dapat dipisahkan. Kamu tidak dapat menulis jika kamu tidak mau membaca, membaca adalah ruh dan spirit dari aktivitas penulisan itu sendiri. Jadi, pastikan kamu mencintai buku dan sering membacanya untuk membuat kualitas dan produktivitas tulisanmu semakin baik.

Selanjutnya, ada banyak penulis hebat yang lahir dari proses otodidak, akan tetapi tidak ada salahnya jika kamu mengambil kursus atau bimbingan untuk mempercepat prosesnya. Dengan dibimbing oleh penulis berpengalaman, kamu dapat melampaui beberapa hal yang mungkin saja akan membutuhkan banyak waktu jika kamu melakukannya sendiri.

Seorang pembimbing adalah adalah seseorang yang melihat lebih banyak bakat dan kemampuan di dalam dirimu, daripada yang kamu lihat sendiri, dan ia kemudian membantumu mengeluarkan kemampuan terbaikmu.

Bob Proctor

Nah, kamu yang ingin mendapatkan bimbingan dalam menulis dan menghasilkan karya berbentuk buku, artikel atau apa pun yang bersifat tulisan, tentu saja kamu dapat menghubungi penulis blog ini yang juga merupakan seorang penulis. Penulis blog ini adalah copywriter, penulis buku, ghost writer dan juga kontent writer yang pengalamannya dapat menjadi sesuatu yang sangat berharga untuk kamu pelajari.

Sekarang, kamu dapat menghubungi penulis blog ini melalui kontak yang sudah tersedia. Atau juga bisa melihat beberapa tulisannya yang lain pada website: www.akasakaoutdoor.co.id, atau www.arcopodojournal.wordpress.com. Dengan belajar menulis pada yang telah berpengalaman, kamu tidak perlu lagi melakukan kesalahan penulis pemula seperti yang lainnya.

Tetap produktif menulis, ya!

15 TEMA BUKU FIKSI PALING POPULER UNTUK INSPIRASI MENULIS NOVEL

Tidak semua orang dapat menemukan tema buku fiksi dengan mudah sebagai bahan dalam tulisan mereka. Para penulis pemula bahkan penulis profesional sekali pun, kadang-kadang juga mengalami deadlock atau jalan buntu mengenai tema tulisan mereka selanjutnya. Pada kondisi yang lebih serius, kondisi deadlock idea bahkan bisa mengganggu produktifitas seorang penulis.

Nah sebenarnya ada berapa banyak sih, tema penulisan fiksi yang paling populer dan dapat diadaptasi dengan mudah dalam penulisan novel atau pun cerpen? Yuk, baca penjelasan lengkapnya berikut ini.

15 Tema Buku Fiksi yang Paling Populer Digunakan Dalam Penulisan Cerpen atau pun Novel

Source: Freepik.com

Jika didefinisikan secara sederhana, pengertian tema dalam buku fiksi adalah topik atau tentang apa sebuah cerita yang disampaikan dan penulisan suatu cerita fiksi. Tentunya ada banyak sekali tema yang bisa diceritakan. Semakin piawai seorang penulis menemukan tema yang tepat untuk karya fiksinya, maka semakin besar juga pula peluangnya untuk diterima oleh para pembaca.

Meskipun ada demikian banyak tema yang dapat diambil sebagai inspirasi penulisan cerita fiksi, namun tentu saja tidak semua bisa dieksekusi dengan mudah dalam prosesnya. Akan tetapi mendapatkan sebuah tema besar dalam satu penulisan, adalah langkah awal untuk mengembangkan plotnya sendiri dalam sebuah penceritaan yang menarik.

Dalam penulisan fiksi, ada banyak sekali ide yang kemudian bisa dikembangkan sebagai tema sebuah cerita. Tema tentang cinta, tema tentang perjuangan, tema tentang pengorbanan dan tema tentang peperangan, adalah beberapa tema yang cukup sering diangkat dalam penulisan. Namun sebenarnya, ada lebih banyak lagi tema yang bisa diambil oleh seorang penulis untuk kemudian dituangkan dalam alur penceritaan.

Lalu, kira-kita apa sajakah tema cerita buku fiksi yang paling populer dalam sebuah penulisan? Berikut ini ulasannya.

Tema Tentang Cinta dan Kematian

Source: Freepik.com

Dalam dunia yang kamu bisa menjadi apa pun yang kamu inginkan, pilihlah juga untuk menjadi seseorang yang jika ia mencintai orang lain, maka ia mencintainya dengan tulus

Cinta adalah tema yang paling banyak digunakan dalam penulisan cerita fiksi.  Cinta adalah sebuah topik yang sangat universal dan dapat diterima oleh hampir semua kalangan. Cinta juga merupakan bahasa yang paling sederhana untuk berkomunikasi dalam beragam kebudayaan dan latar belakang.

Dengan segala keistimewaan yang terkandung di dalamnya, cinta telah menjadi sebuah tema penulisan yang paling populer sepanjang sejarah. Tema cinta juga telah menjadi topik yang paling digemari di seluruh dunia. Dan karenanya, buku fiksi yang bercerita tentang cinta, tentang suka dukanya, tentang keindahan dan dioramanya, menjadi bagian fundamental fiksi yang dianggap paling kaya.

Hal yang perlu kamu ingat terkait dengan penulisan tentang tema cinta dalam fiksi adalah, bahwa cinta tidaklah dapat diartikan sebagai kasih asmara semata. Walaupun memang tentang hal itu yang terasa paling menonjol.

Cinta dapat diterjemahkan dalam bahasa yang demikian luas, cinta dapat terjadi antara manusia, antara hewan atau binatang, antara elemen alam dan juga semesta. Bahkan pada pembahasan cinta yang lebih tinggi, kamu dapat pula menggambarkan tema cinta dalam bahasa spiritual yang kukuh kepada Tuhan sebagai Sang Maha Pencipta.

Tema kematian adalah salah satu tema yang hampir sama kuatnya dengan cinta dalam penulisan cerita fiksi. Kematian tidak hanya dianggap sebagai sebuah kesedihan dan perpisahan semata, namun dalam fiksi kematian dapat diterjemahkan lebih luas lagi sebagai sebagai rekayasa sempurna dari sebuah tragedi yang mengguncangkan jiwa manusia.

Ada banyak buku yang berkisah tentang cinta dan kematian sekaligus. Jika kamu pernah membaca Di Bawah Lindungan Ka’bah dan Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk karya Buya Hamka, kamu akan tahu bagaimana kuat imajinasi tema penulisan fiksi tentang kematian dan juga cinta dalam sebuah karya sastra.

Tema Tentang Kebaikan Melawan Kejahatan

Source: AugereExpress.com

Menulis sebuah cerita yang menuturkan kebaikan melawan kejahatan adalah salah satu tema yang juga sangat umum dilakukan. Karakter protagonis yang mewakili kebaikan akan dibenturkan dengan karakter antagonis yang merupakan gambaran dari kejahatan. Kebaikan versus kejahatan juga mengalami banyak pengembangan dalam berbagai cerita fiksi, tergantung sejauh mana imajinasi si penulisnya sendiri.

Jika kamu tertarik menulis sebuah kisah fiksi yang tema utamanya adalah pertempuran antara kebaikan melawan kejahatan, maka pilihlah kisah yang mungkin berbeda dari biasanya, supaya ceritamu bisa memiliki ciri khas. Atau jika kamu merasa bingung untuk mendapatkan perbedaan yang kuat karena tema ini terlampau umum, berikan sesuatu yang spesifik pada karakter kebaikan atau kejahatan yang kamu angkat agar ceritamu lebih kuat tertanam dalam benak pembaca.

Tema Tentang Masa Muda dan Tumbuh Dewasa

Source: Freepik.com

Tema dalam buku fiksi selanjutnya yang cukup sering pula diangkat adalah tentang masa muda dan tumbuh dewasa. Kamu tentu tahu bahwa masa remaja adalah fase usia yang sangat menarik dari hidup manusia. Remaja menjadi sebuah rentang umur yang demikian enerjik, berani, suka mengambil risiko, punya rasa penasaran yang besar, dan lain sebagainya.

Menulis novel atau cerpen fiksi yang menceritakan tentang masa muda dan pertumbuhannya menjadi dewasa tentu saja adalah sebuah subjek yang menarik. Kamu dapat dengan mudah menemukan sebuah periode penceritaan karakter tokoh dimana ia mungkin melakukan banyak tindakan ceroboh, gegabah dan tanpa perhitungan. Namun segala tindakan yang ia lakukan ini kemudian mengantarkannya pada kedewasaan.

Tema Tentang Kekuasaan yang Korupsi dan Sewenang-wenang

Source: RobbyRobbins.com

Novel atau kisah fiksi yang bercerita tentang sewenang-wenangan kekuasaan tentu saja adalah sesuatu yang sering ditemui. Kekuasaan dan segala bentuk kekuatan dan kejahatan yang ada dibaliknya, adalah sebuah tema besar yang dapat dituangkan dalam tulisan yang penuh pesan dan sarat makna.

Penulis populer Indonesia dengan nama pena Tere Liye bahkan menulis khusus tentang tema ini melalui sebuah mahakaryanya yang berjudul Negeri Para Bedebah. Ini adalah salah satu contoh buku fiksi yang melukiskan bagaimana kekuasaan yang korup dan tidak amanah, dapat menjadi inspirasi penulisan cerita yang luar biasa.

Tema Tentang Keberanian

Source: Freepik.com

Keberanian bukanlah memiliki kekuatan untuk terus melangkah maju, namun memilih terus melangkah maju disaat tidak lagi memiliki kekuatan apa pun

Napoleon Bonaparte

Keberanian adalah sebuah sifat yang sangat dikagumi dalam diri manusia. Berani dalam penulisan novel fiksi melebihi makna sederhana sebagai kemampuan menghadapi rasa takut semata. Akan tetapi dalam sebuah karya fiksi dan juga pada banyak karya sastra lain, keberanian kadang menempati derajat pemaknaan yang jauh lebih dalam dan juga lebih luas.

Tema keberanian dalam penulisan cerita fiksi berupa novel atau pun cerpen, tidak hanya berisi tindakan fisik yang gagah dan agresif. Namun ilustrasi dan eksistensi yang paling kuat untuk melukiskannya adalah dengan menggambarkan keberanian suatu karakter untuk melampaui sifat dan ketakutannya sendiri.

Pada banyak kisah fiksi, keberanian bukanlah sebuah gerak fisik, namun sebuah kebulatan tekad dan perasaan kuat dan tegas dalam mengambil sikap dan tindakan.

Tentang Berjuang dan Bertahan Melawan Rintangan

Source: Freepik.com

Tema selanjutnya yang dapat kamu jadikan inspirasi dalam penulisan karya fiksimu adalah tentang perjuangan dan kemampuan bertahan melawan tantangan dan juga rintangan. Kamu dapat melukiskan satu karakter tangguh dalam ceritamu yang dihadapkan dengan begitu banyak masalah dan persoalan. Namun kegigihan, kesungguhan dan ketangguhannya dalam melalui banyak rintangan, menjadi inti kisah yang dapat kamu ceritakan.

Survival melawan alam dan keganasan hutan belantara, survival melawan rasa sakit, survival menghadapi berbagai rintangan untuk mencapai sebuah tujuan berupa tempat dan lain sebagainya, dapat menjadi sedikit gambaran inspirasi yang bisa kamu ambil pula untuk tema ini.

Tema Tentang Perlawanan Sosial dan Ketidakadilan

Source: Medium

Tema ketidakadilan adalah salah satu tema dalam penyusunan buku fiksi yang juga tidak kalah populer dan menarik untuk kamu angkat sebagai topik cerita. Ketidakadilan tentu saja banyak dalam masyarakat , dan kamu dapat menemukannya dengan sangat mudah. Kamu misalnya dapat menulis tema fiksi dengan latar belakang kesenjangan ekonomi yang tajam, diskriminasi kekuasaan dan etnis tertentu, dan lain sebagainya.

Apartheid atau diskriminasi warna kulit adalah tema yang cukup populer untuk subjek satu ini. Misoginy atau kebencian yang berlebihan terhadap wanita juga kadangkala banyak diangkat. Atau pada contoh lain adalah rasisme agama dan keyakinan, rasisme terhadap pandangan politik atau bahkan, diskriminasi atas sesuatu yang bahkan lebih remeh daripada itu semua.

Tema Tentang Konfik dan Peperangan

Source: Americakmoviestyle

Hanya prajurit yang tewas yang telah melihat akhir dari sebuah peperangan.

Plato

Perang adalah salah satu tema yang paling banyak digemari dalam berbagai literatur karya manusia. Buku tentang peperangan, kisah tentang peperangan, film tentang peperangan dan juga tentu saja dongeng dan mitos tentang peperangan. Nah, kamu yang mungkin juga memiliki imajinasi yang luas tentang sebuah peperangan, tentu saja dapat menjadikannya sebagai tema penulisan fiksi yang kamu lakukan.

Kamu dapat meperkuat penulisan topik peperangan dan konflik dengan melibatkan hal-hal besar seperti kepentingan politik dan kekuasaan. Sementara untuk menambah kekuatan dan detail cerita, kamu juga bisa memasukkan karakter tentang percintaan, romantisme, pengkhiatan dan lain sebagainya. Semakin baik gambaran dan imajinasimu akan sebuah medan pertempuran, maka sebaik pula cerita yang dapat kamu tuliskan.

Tema Tentang Kepahlawanan Melawan Masyarakat

Source: BBC

Kamu tentu tahu kisah tentang Robinhood yang mencuri harta orang-orang kaya kemudian membaginya dengan orang-orang miskin, kan? Atau kamu juga dapat melihat perumpamaan yang lain tentang Zorro yang juga melakukan hal yang kurang lebih sama dengan apa yang dilakukan oleh Robinhood.

Nah, baik Zorro mau pun Robinhood adalah dua karakter yang dianggap pahlawan bagi sebagian masyarakat, namun dianggap penjahat bagi masyarakat yang lain. Dan dalam penulisan cerita fiksi, baik yang murni fiksi mau pun yang terinspirasi dari legenda atau kisah nyata, kisah kepahlawanan melawan masyarakat adalah sesuatu yang masih sangat menarik untuk dilakukan.

Kamu yang tertarik menulis cerita dengan topik ini dapat mempersempit pembahasanmu bahwa pahlawan yang dimaksud adalah umumnya pahlawan yang membela hak-hak rakyat kecil dan tak berdaya. Sementara masyarakat yang dianggap sebagai simbol kejahatan adalah, masyarakat yang kemudian menunjukkan kerakusan, kekejaman, antipati dan juga tidak memiliki belas kasihan.

Tema Tentang Perintah Melawan Perasaan

Bercerita tentang sebuah pertentangan perasaan yang sangat kuat adalah salah satu topik yang unik dan juga kuat menarik emosi. Kamu tentu saja pernah membaca atau menemukan dalam film, bahwa ada sebuah kondisi yang membuat suatu karakter bergelut dalam kekacauan hati dan pikiran ketika ia harus memilih antara perintah dan perasaan?

Misalkan ada seorang prajurit yang diperintahkan oleh rajanya untuk membunuh seseorang tawanan yang lari ke hutan. Di hutan ternyata sang prajurit mengalami kesulitan yang membuat dirinya sendiri hampir terbunuh. Dalam situasi yang kritis, pertolongan justru ia dapatkan dari sang tawanan yang ternyata memiliki kemampuan untuk menyelamatkan nyawanya.

Nah, kamu kemudian dapat masuk ke nilai ceritamu yang sebenarnya bahwa, bagaimana kekalutan dan kekacauan hati sang prajurit saat memilih untuk terus mentaati perintah sang raja dengan membunuh sang tawanan? Ataukah mengikuti kata hatinya  sendiri yang tentu saja akan berlainan?

Tema Tentang Mimpi Melawan Kekecewaan

Source: Bloodydisgusting.com

Selanjutnya tema yang bisa pula kamu angkat dalam penulisan novel atau cerpen fiksimu adalah tentang mimpi dan kekecewaan.  Mimpi adalah sebuah tenaga yang menyalakan upaya untuk mencapainya. Dan tentu saja kamu dapat menemukan banyak mimpi dalam berbagai karakter yang dapat kamu ciptakan.

Mimpi yang membuat karakter melakukan upaya dan tindakan, melakukan perjuangan dan segala usaha, dapat kamu buat menjadi lebih kokoh pesannya melalui sebuah akhir kekecewaan.  Kamu dapat mengekplorasi penulisan tema ini dengan menetapkan mimpi apa yang ingin dicapai oleh ceritamu, bagaimana ia berakhir kecewa, dan apa pesan yang menjadi nilai utama dari kisah yang kamu tuliskan.

Tema Tentang Krisisnya Keimanan

Source: charismamagazine

Krisisnya keimanan yang dimaksud disini tidak harus berbicara tentang kemurtadan lho, ya. Dalam penulisan yang lebih luas pada topik ini, seorang penulis hanya melukiskan bagaimana karakter yang ia gambarkan memiliki pertanyaan mendasar tentang eksistensi Tuhan. Atau dalam pengertian yang lebih spesifik, tentang eksistensi Tuhan dalam keyakinan yang ia anut.

Di dunia barat saat ini, sudah semakin banyak dirilis film-film pendek yang menceritakan kisah mualafnya beberapa tokoh terkemuka. Mualafnya ini seringkali diawali dengan cerita tentang krisis keimanan yang mereka alami dalam keyakinan mereka sebelumnya. Pertanyaan kritis tentang Tuhan, pertanyaan kritis tentang makna kehidupan, telah membimbing mereka menuju pangkuan islam.

Kamu tentu juga bisa menggambarkan situasi seperti ini dalam cerita yang kamu tulis. Buku saya berjudul MMA Trail sendiri yang dirilis pada akhir tahun 2019, juga menceritakan bagian krisis keimanan seperti ini. Sebuah krisis dan kritisnya pemikiran yang kemudian justru memperteguh keyakinan karakter utamanya.

Tema Tentang Kehilangan

Source: Thegrowthequation

Sebuah kondisi dimana kamu merasakan sesuatu yang kamu sendiri pun tidak mengerti hakikatnya, adalah salah satu perwujudan dari rasa kehilangan.

Anton Sujarwo

Rasa kehilangan juga dapat menjadi topik yang sangat kuat untuk diceritakan dalam penulisan fiksi. Kehilangan dapat berwujud dalam berbagai bentuk. Kamu bisa melukiskan kehilangan seseorang yang dicintai, kehilangan harta, kehilangan pengaruh dan kekuasaan, atau bahkan pada pembahasan yang lebih dalam, kamu juga bisa melukiskan tentang hilangnya sebuah harapan.

Melukiskan tentang sebuah rasa kehilangan dan berbagai implikasinya terhadap karakter yang kamu ceritakan, akan membuat sebuah jalan cerita yang menarik. Kamu dapat mencari ide dan referensinya dengan mudah akan hal ini. Sekali lagi, novel seperti Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk karya Buya Hamka, masih tetap relevan untuk mencontohkan tema semacam ini.

Tema Tentang Kelahiran Kembali

Source: Screen Rant

Topik penulisan fiksi selanjutnya yang juga tidak jarang ditemukan dalam banyak kesempatan adalah tentang kelahairan kembali atau rebirth. Rebirth disini juga dapat diartikan sebagai kelahiran kembali dalam bentuk reinkarnasi, mau pun dalam bentuk kelahiran kembali berupa pemikiran, semangat, dan juga harapan karakternya.

Pada sebuah penulisan yang lebih kompleks misalnya, tema kelahiran kembali ini seringkali dikaitkan pula dengan tema tentang krisis of faith atau krisis keimanan sebelumnya. Ketika suatu karakter dilukiskan mengalami masa-masa kritis baik dalam segi keyakinan, pemikiran, kesehatan, bahkan kondisi ekonomi, kemampuannya untuk melewati dan mengambil pesan terbaik dapat menjadi moment rebirth atau kelahiran kembali.

Tema Tentang Kriminalitas dan Kejahatan

Source: Freepik.com

Tema terakhir dalam penulisan fiksi yang dapat pula kamu jadikan inspirasi adalah tentang kriminalitas atau kejahatan. Kriminalitas tentu saja memiliki dimensi yang beragam. Kamu dapat bercerita tentang pembunuhan, tentang pencurian dan perampokan, tentang penculikan dan peredaran narkoba, dan lain sebagainya.

Umum digunakan untuk menghidupkan sebuah cerita, tema kriminalitas mempertemukan antara tokoh protagonis yang ingin mengungkapkan kejahatan, melawan tokoh antagonis sebagai pelaku kriminalnya sendiri. Kamu tentu saja dapat berimajinasi tentang ini dan menyusunnya dalam plot-plot fiksi yang kemudian kamu tulis menjadi karya berbentuk cerpen atau pun novel.

Kamu Ingin Menulis Tentang Apa?

Source: Freepik

Sekarang, setelah mengetahui ada 15 tema penulisan fiksi populer yang bisa kamu jadikan inspirasi menulismu, kira-kira kamu akan memilih yang mana?

Jangan terpaku dengan sebuah tema kemudian merasa stagnan dengan itu. Kamu tentu saja dapat memadukan dan mengkombinasikan antara tema yang satu dengan tema yang lain supaya memperkuat jalan cerita yang kamu gunakan. Akan tetapi pada suatu garis besar cerita yang menjadi pokok haluan tulisanmu, kamu tentu harus memilih satu tema yang paling relevan.

Sebagai penutup, untuk kamu yang ingin memiliki karya berbentuk buku, artikel atau apa pun itu, kamu bisa mengajak penulis blog ini untuk bekerjasama. Kamu dapat mengajak penulis blog ini sebagai partner menulis, sebagai penulis penuh untuk karyamu, atau bahkan mengikuti kelas menulis secara privat yang ia mentori. Dengan mengikuti kelas menulis, kamu tentu lebih mudah lagi menentukan tema buku fiksi yang paling tepat untuk kamu tuliskan.

Selanjutnya, jangan ragu untuk menghubungi kontak blog ini, ya. Dan yang paling penting adalah, sebagai seorang penulis atau calon penulis, kamu harus segera memiliki karya!

Seorang mentor adalah seseorang yang menunjukkan kepadamu cara untuk melihat harapan dan kekuatan yang ada di dalam dirimu sendiri

Oprah Winfrey

10 CIRI YANG MENANDAKAN KAMU TELAH SEPENUHNYA MEMILIKI SIFAT DEWASA

Usia tidak dapat menjadi tolak ukur bahwa seseorang telah memiliki sifat dewasa. Seseorang boleh jadi telah memiliki usia yang jauh dari kata belia, namun ternyata tidak dapat dikatakan dewasa karena sifatnya. Sebaliknya pula, ada seseorang yang secara usia masih cukup muda, namun dikarenakan kematangan pola pikir dan karakternya, dikatakan telah mencapai kedewasaan yang sebenarnya.

Nah, sebenarnya bagaimanakah sifat dewasa itu? Apa saja sih, hal-hal yang dapat dijadikan tolak ukur untuk mengatakan bahwa seseorang layak dianggap telah dewasa atau belum? Pembahasan berikut ini akan membantu untuk menjelaskannya.

Pengertian Sifat Dewasa dan Beberapa Ciri Paling Signifikan Orang yang Telah Memilikinya

Source: Freepik.com

Kedewasaan adalah sesuatu yang unik dan menarik. Dewasa seringpula dikonotasikan sebagai sebuah kematangan sikap, kematangan pikiran dan juga prilaku dari seseorang. Ketika seseorang dianggap telah memiliki kedewasaan, maka ia dianggap telah pula memiliki serangkaian karakter yang erat kaitannya dengan tanggung jawab, keseriusan, rasa hormat dan juga pemikiran yang sempurna.

Dewasa dalam pengertian yang majemuk sebenarnya memiliki banyak definisi. Dalam hukum negara seseorang yang sudah dewasa berpatokan pada usianya dimana 19 tahun untuk pria dan 16 tahun untuk wanita. Sementara dalam pandangan agama, dewasa juga memiliki kaitan dengan istilah akil baligh, dimana seseorang telah dianggap layak untuk menerima konsekuensi tentang apa yang ia lakukan atas dirinya sendiri.

Dalam pandangan ilmu psikologi, dewasa memiliki pengertian yang lebih mendekati pembahasan ini. Dewasa adalah fase usia akhir belasan tahun dan masuk ke dua puluhan tahun dan berakhir pada usia tiga puluhan tahun. Pada fase inilah seseorang digambarkan pula sebagai masa pembentukan karir, kepribadian, perekonomian, dan juga dalam hal memilih pasangan hidup.

Dari beberapa pengertian tersebut, kedewasaan ternyata diartikan menjadi banyak hal. Terutama yang berkaitan dengan usia. Padahal sesungguhnya dewasa yang sejati tidaklah selalu karena usia, namun ada serangkaian sifat yang kemudian bertumbuh dan berkembang lalu mempengaruhi sifat serta kepribadian seseorang.

Nah sekarang, apa saja ciri sifat dewasa yang bisa kamu jadikan sebagai pedoman untuk menilai kedewasaan seseorang? Berikut detailnya;

Kamu Tidak Lagi Tertarik Untuk Banyak Berbasa-Basi

Source: Freepik.com

Ini bukan masalah temperamental dan emosional, namun omong kosong dan basi-basi sudah sangat tidak menarik lagi untuk kamu perhatikan.

Sifat dewasa seseorang yang pertama ditandai dengan meningkatnya keseriusan dalam pemikiran dan pribadi mereka. Kamu yang sudah memiliki pemikiran untuk tidak lagi tertarik kepada hal-hal yang bersifat ‘omong kosong’ dan basa-basi, adalah bagian dari ciri yang pertama ini.

Namun perlu juga mendapat catatan disini, bahwa tidak suka berbasa-basi bukan berarti kedewasaan adalah antipati dari rasa humor dan bercanda. Seseorang yang telah memiliki sifat dewas kadang justru banyak bercanda dan guyon. Namun ketika pembicaran mengarah kepada sesuatu yang tidak berguna dan bermanfaat, ia akan menghindarinya.

Kamu Menjadi Lebih Pemaaf

Source: Freepik.com

Ketika diperlakukan buruk maka orang biasa akan menuntut balas, orang bijaksana akan memaafkan, dan orang yang cerdas tidak akan terlalu memikirkannya.

Kemampuan untuk memaafkan juga menjadi salah satu bagian penting dari ciri sifat dewasa yang umum ditemukan. Dalam kedewasaan, memaafkan bukan berarti kamu lemah dan tak mampu melawan atau membalas perbuatan buruk orang lain atas dirimu. Akan tetapi, memaafkan  yang dimaksud ini adalah karena kamu tidak ingin memusingkan hal itu lagi.

Merubah sifat menjadi dewasa adalah bagian dari perjuangan untuk menerima kenyataan dalam hidup sebagai sebuah realitas yang tidak bisa dielakkan. Bahwa tidak semua keinginan dan harapan dalam hidup itu sesuai dengan kenyataan. Salah satu hal yang kemudian menandakan bahwa kamu telah beradaptasi dengan hal ini adalah kamu lebih mudah untuk memaafkan kesalahan seseorang.

Kamu Menjadi Lebih Berpikiran Terbuka

Source: Freepik.com

Menerima perbedaan adalah bagian dari kedewasaan. Menghormati perbedaan namun tetap memegang teguh prinsip dan pendirian, adalah bentuk kedewasaan yang sebenarnya.

Selanjutnya yang menjadi ciri sifat bijak orang dewasa adalah kamu lebih berpikiran terbuka atau open minded. Kamu menyadari bahwa tidak semua orang sama seperti kamu, sama seperti yang kamu pikirkan dan, juga sama seperti yang kamu persepsikan. Kamu mulai dapat menerima kenyataan bahwa perbedaan pandangan dan pendapat adalah keniscayaan yang tidak dapat kamu hindari.

Kemampuan berpikiran terbuka adalah sebuah kemampuan untuk melihat sebuah objek dari berbagai macam sudut pandang. Semakin luas caramu melihat sebuah persoalan, akan semakin kaya pula pemahamanmu tentang persoalan tersebut. Dan ini pula yang menjadi bagian dari bentuk perkembangan kedewasaan.

Kamu Menyadari Bahwa Istirahat Jauh Lebih Baik Daripada Begadang dan Berpesta

Source: Freepik.com

Jangan pernah mengorbankan kebahagiaan masa depan untuk sebuah kesenangan dan kenikmatan yang sesaat.

Masa remaja kadang penuh dengan hura-hura dan pesta, bahkan hingga menghabiskan waktu semalaman. Pesta dan begadang terkadang menjadi bagian tak terpisahkan dari pertumbuhan para remaja, terutama di kota-kota besar. Waktu yang semestinya dapat digunakan sebagai saat beristirahat, justru digunakan untuk sesuatu yang merusak kesehatan.

Nah, mampu menguasai diri dan berpikiran bahwa beristirahat jauh lebih penting dari pesta dan hura-hura adalah bagian dari sifat kedewasaan. Kamu mulai memprioritaskan kesehatanmu dibandingkan kesenangan sesaat yang mungkin saja akan membuat kamu menyesal di kemudian hari.

Mungkin terdengar unik, namun memang benar bahwa orang yang menganggap tidur lebih penting daripada begadang tanpa tujuan, adalah ciri lain sebuah kedewasaan.

Kamu Menerima Bahwa Kegagalan Adalah Bagian Dari Perjuangan

Source: Freepik.com

Kegagalan adalan keberhasilan yang tertunda, itu memang benar selama kamu tak berhenti untuk terus berjuang.

Banyak orang memang menganggap kegagalan sebagai sebuah aib dan hal yang memalukan. Karena anggapan ini, banyak yang kemudian tidak berani mencoba sesuatu yang baru dan menantang karena merasa takut dengan konsekuensi gagalnya.

Kedewasaan tidak demikian, dewasa juga mengubah pandangan kamu tentang arti kegagalan. Bagi kamu, kegagalan tidak lagi sebagai sesuatu yang harus dihindari. Bahkan lebih jauh, semakin matang sikap kedewasaanmu, akan semakin toleran juga kamu terhadap kegagalan.

Akan tetapi yang perlu diingat dalam poin ini adalah; bahwa sifat dewasa memang bisa menerima kegagalan sebagai bagian dari upaya, namun kamu tak pernah menyerah dan juga tidak pernah merencanakan untuk gagal.

Kamu Menerima Bahwa Cinta Tidak Dapat Dipaksakan

Source: Freepik.com

Berjuang dan bertarung untuk cinta adalah naluri alamiah manusia, namun menerima kenyataan bahwa cinta juga tidak dapat dipaksakan, adalah sebuah ciri kedewasaan.

Dalam perjalanan usia manusia, sesuatu yang bertema tentang cinta selalu saja menarik untuk diperbincangkan. Cinta juga dapat menjadi salah satu tolak ukur kedewasaan seseorang, terutama bagaimana kemudian ia bersikap kepada perasaan cinta yang mungkin saja tidak menyambut dirinya sebagaimana harapannya sendiri.

Sifat kedewasaan mengenai cinta adalah ketika kamu menyadari bahwa cinta dan perasaan, sama sekali tidak dapat dipaksakan. Kamu boleh menyukai seseorang, memuja dirinya secara berlebihan, namun untuk mendapatkan cintanya, kamu sama sekali tidak dapat memaksakan kehendakmu.

Ketika kamu telah menyadari hakikat cinta yang tidak bisa dipaksakan, kemudian kamu menerima itu sebagai sebuah realitas yang tidak perlu kamu lawan, maka kamu pun akan menempatkan dirimu sesuai kapasitas yang ideal. Akan tetapi lebih daripada itu semua, sikap tersebut juga adalah perwujudan jika dirimu telah mencapai tingkat kedewasaan yang baik.

Kamu Menerima Bahwa Sakit Hati Adalah Sesuatu yang Lumrah

Source: Freepik.com

Kamu tidak akan membiarkan rasa sakit dan kekecewaan mengubah hatimu menjadi jahat dan buruk. Namun kamu akan menunjukkan, bahwa bertahan dengan pendirian yang kokoh bisa menjadi sesuatu yang menakjubkan.

Kedewasaan tidak mengharuskan seseorang untuk mengadopsi semua kesempurnaan. Perasaan yang terluka karena perbuatan dan perkataan orang lain adalah sesuatu yang lumrah dan wajar. Sakit hati karena perlakuan orang lain yang melukai perasaan adalah bagian dari kefanaan manusia, dan kedewasaan menerimanya adalah sesuatu yang sederhana.

Dengan menjadi dewasa tidak berarti kamu tidak boleh sakit hati karena suatu peristiwa. Kamu boleh sakit hati, kamu boleh merasa terluka, namun kualitas kedewasaanmu kemudian dilihat dari sikapmu atas rasa sakit dan kecewa itu.

Apakah kamu akan membiarkan rasa sakit hati memasungmu dalam kebencian, ataukah menjadikan kesakitan sebagai sebuah dorongan bagimu untuk bersikap lebih tegas, lebih kuat dan juga lebih tangguh.

Kamu Berhenti Mengandalkan Orang Lain untuk Menyelesaikan Masalahmu Sendiri

Source: Freepik.com

Menghakimi dan menyalahkan orang lain  adalah hal yang mudah. Namun kematangan karakter manusia mengharuskan penyadaran diri yang penuh bahwa keberhasilan dan kegagalan pada dirinya, adalah wilayah yang menjadi tanggung jawabnya sendiri.

Ciri sifat dewasa yang sesungguhnya kemudian adalah yang berkaitan erat dengan tanggung jawab. Yakni kamu mulai menyadari bahwa dirimu adalah tanggung jawabmu sendiri. Kamu tidak dapat terus mengandalkan orang lain untuk menyelesaikan masalahmu. Semakin kuat kamu menjiwa hal ini, semakin matang kedewasaanmu.

Ciri yang kedelapan  ini berkenaan pula dengan kepercayaan diri dan keyakinanmu akan kemampuanmu sendiri. Jika sebelumnya kamu lebih banyak melimpahkan sesuatu kepada orang lain karena berbagai alasan, seiring dengan jiwamu yang kian dewasa, kamu mulai lebih bertanggung jawab atas dirimu sendiri. Dan itu adalah sesuatu yang baik.

Kamu Lebih Memilih Untuk Diam Daripada Terlibat Perdebatan yang Tidak Perlu

Source: Freepik.com

Diam adalah jawaban terbaik untuk orang-orang yang tidak menghargai apa yang kamu katakan. Dan diam, menjelaskan lebih banyak hal daripada yang orang lain dapat pikirkan.

Menghindari perdebatan dan pertengkaran yang tidak penting adalah salah satu ciri kedewasaan yang sebenarnya. Meskipun kamu merasa benar dan pendapatmu lebih sempurna, namun ketika kamu melihat tidak hal yang baik dari sebuah perdebatan, maka kamu memilih untuk menghindarinya.

Memilih diam dan mengalah sama sekali bukan bentuk kelemahan, namun ini adalah sebuah upaya untuk menghindari hal buruk yang mungkin bisa terjadi jika kamu tetap berdebat.

Ketika kamu sudah dapat melakukan tindakan seperti itu meskipun hatimu diliputi rasa jengkel, itu menunjukkan bahwa kamu sudah melangkah ke tingkat kedewasaan.

Kamu Sepenuhnya Menyadari Bahwa Kebahagiaanmu Tidak Bergantung pada Orang Lain, tapi Pada Dirimu Sendiri

Source: Freepik.com

Apa saja yang membuat jiwamu bisa berenang dalam samudra kebahagiaan, lakukan dan biarkan sauhmu tetap terkembang di dalamnya.

Perbedaan sifat dewasa dengan kekanak-kanakan selanjutnya adalah mengenai persepsi tentang kebahagiaan. Saat sifat kekanak-kanakan masih menganggap bahwa kebahagiaan adalah faktor luar yang erat kaitannya dengan orang lain, objek lain dan hal lain. Kedewasaan justru memandangnya sebagai sesuatu yang mutlak ada di dalam diri orang itu sendiri.

Orang yang telah matang kedewasaannya akan melihat bahwa kebahagiaan bukan tentang uang, bukan tentang pencapaian, bukan tentang cinta dan asmara, dan juga bukan tentang kekayaan dan harta berlimpah.

Namun dalam pandangannya, bahagia ditentukan oleh diri sendiri. Akankah kamu hanya bisa bahagia jika ada syaratnya? Ataukah kamu memilih untuk tetap berbahagia dengan dirimu apa adanya.

Apakah Kamu Sudah Memiliki Sifat Dewasa?

Usia memang bisa membentuk sebuah kedewasaan, namun lebih daripada itu, kesediaan untuk senantiasa belajar dan mengambil hikmah kehidupan, adalah cara paling efektif untuk meniti tangga-tangga menuju altar kedewasaan.

Nah sekarang, hanya dirimu sendiri yang mengetahui apakah kamu sudah memiliki sifat dewasa atau belum. Meskipun usiamu masih belasan, kamu mungkin bisa saja telah memiliki beberapa sifat-sifat yang disebutkan di atas. Yang artinya, kamu telah menapak menuju fase kedewasaan.

Sebaliknya pula, bisa jadi ada orang yang usianya sudah mencapai setengah abad, namun ketika ia masih terus mencari kambing hitam atas kesalahannya sendiri, terus mensyaratkan untuk sebuah kebahagiaan, terus memaksakan kemauan dan keinginannya sendiri, dan lain semacamnya, maka ia dengan jujur harus mengakui bahwa sifat kedewasaan masih jauh ada dalam dirinya.

Sifat dewasa adalah sebuah kematangan berpikir dan bertindak, sebuah keteguhan memegang prinsip untuk bersikap realistis tanpa harus kehilangan empati toleransi. Usia memang bisa membentuk sebuah kedewasaan, namun lebih daripada itu, kesediaan untuk senantiasa belajar dan mengambil hikmah kehidupan, adalah cara paling efektif untuk meniti tangga-tangga menuju altar kedewasaan.

Bagaimana, apakah kamu setuju?

6 CIRI-CIRI ORANG YANG BERBAKAT MENJADI PENULIS, KAMUKAH ORANGNYA?

Menjadi seorang penulis adalah profesi yang unik dan banyak orang berpendapat bahwa untuk mampu melakukannya seseorang harus memiliki bakat menulis. Benarkah demikian? Lalu bagaimana mengenal bakat seseorang yang bisa menjadi penulis? Apakah ciri-ciri orang yang berbakat menjadi penulis dapat dikenali dengan mudah?

Nah, pertanyaan yang mungkin paling penting adalah, apakah ciri-ciri tersebut ada dalam diri kamu yang selama ini mungkin tertarik dengan dunia literasi dan kepenulisan? Supaya lebih jelas, berikut adalah beberapa ciri umum seseorang yang memilliki talenta untuk menjadi seorang penulis yang sukses di kemudian hari.

Ciri-Ciri Orang yang Berbakat Menjadi Penulis dan Beberapa Kebiasaan Serta Karakternya

Source: Freepik

Ada banyak sifat yang kadang dilekatkan kepada seorang penulis terkait dengan aktivitasnya memindahkan alam imajinasi dalam tuangan kata-kata. Sifat-sifat ini kadang diartikan juga sebagai bakat atau bawaan yang membuat orang dalam pengertian yang lebih sederhana, dianggap memiliki kemampuan menulis dari semenjak ia mungkin dilahirkan.

Hal ini menjadi menarik, bagaimana ciri-ciri bakat menulis hanya dapat dilukiskan menjadi serangkaian sifat yang dilekatkan oleh persepsi atau pandangan orang lain. Akan tetapi bagaimana pun juga, tidak ada salahnya jika kamu juga mengetahuinya, kan?

Apakah kamu mempercayai sifat-sifat ini sebagai wujud talenta kepenulisan, itu sepenuhnya terserah padamu. Namun melihat sudut pandang seorang penulis dari beberapa sifat yang paling sering dilekatkan padanya ini, tidak ada salahnya untuk kamu ketahui.

Nah, apa saja sifatnya? Berikut adalah yang dianggap paling umum dimiliki para penulis.

Penyendiri

Ciri-ciri calon penulis yang pertama adalah penyendiri. Suka menyendiri dan menjauhi kerumunan adalah sifat pertama yang dianggap sebagai ciri khas seorang penulis atau calon penulis. Kesendiriannya dianggap sebagai sebuah metode seorang penulis untuk bergelut dengan pemikirannya sendiri yang kemudian dapat ia tumpahkan di atas kertas melalui rangkaian kata.

Pemikir

Source: Thinkstyle.com

Seorang penulis juga seringkali digambarkan sebagai seorang pribadi yang kerapkali melakukan sebuah upaya pengheningan cipta atau tafakur.

Tafakur sejatinya adalah sebuah aktivitas hening yang sangat produktif. Dalam tafakur seseorang tidak hanya duduk diam dan memperhatikan sekelilingnya, namun lebih jauh, alam tafakur juga mengharuskan seseorang untuk berpikir secara sungguh-sungguh tentang apa yang ia lihat, ia dengar,  dan ia rasakan.

Pendiam

Sifat pendiam tidak selamanya memiliki konotasi makna yang kurang kreatif atau pasif. Sebagian besar penulis terbaik dunia jutsru tidak banyak berbicara melalui kata-kata dan lisan, namun ide dan pemikiran mereka dituangkan melalui tulisan dan goresan pena.

Pendiam adalah ciri-ciri penulis mungkin memang benar, namun meskipun diam justru pikiran para penulis sedang melanglang buana dalam pengembaraan dan pemikiran.

Memiliki Imajinasi yang Tinggi

Berkhayal tidak selalu negatif, lho. Beberapa khayalan dan pemikiran imajinasi yang kuat justru mampu menghasilkan sebuah karya hebat jika kemudian diarahkan dengan benar.

Para penulis terutama para penulis fiksi, umumnya memiliki daya imajinasi yang mengagumkan. Pikiran dan alam khayal mereka menjadi semacam teater di mana berbagai drama kehidupan dan perenungan dipentaskan.

Sensitif

Source: GenPi.co

Sifat sensitif seringkali digambarkan pula sebagai ciri khas lain dari seorang penulis atau calon penulis. Sensitif disini diartikan sebagai sebuah sifat yang sangat peka pada seorang penulis terhadap lingkungan sekitarnya atau terhadap apa pun yang terjadi di sekelilingnya.

Tapi perlu diperhatikan juga bahwa sensitif yang identik dengan sifat penulis adalah sensitif yang perasa dan lebih ke arah empati, bukan sensitif yang mudah tersinggung kemudian berkobar emosi dalam marah atau pun kesedihan.

Pendendam

Jangan salah, lho, sifat pendendam juga ada baiknya jika diarahkan dengan benar dan berfokus pada sesuatu yang positif.

Seorang penulis yang kuat biasanya identik dengan jiwa pendendam yang kesumat dan bara dendamnya ditumpahkannya dalam karya dan sastra. Pembalasan dendam penulis bisa jadi tidak akan terlihat di dunia nyata. Tetapi dalam ilustrasi dan imajinasinya sendiri, seorang penulis kadang juga banyak bermain dengan rasa dendamnya.

Gemar Membaca

Source: Howtolearn.com

Karakter penulis selanjutnya adalah gemar membaca dan ini menjadi pondasi hampir semua sifat para penulis. Membaca adalah bagian tak terpisahkan dari seorang penulis.

Seorang yang suka membaca apa pun, pada dasarnya memiliki kemampuan untuk menjadi seorang penulis. Semakin banyak buku yang ia baca, semakin banyak referensi gaya penulisan yang ia dapatkan. Dan itu artinya ia semakin kaya dengan panduan memilih kalimat yang tepat dalam menyampaikan gagasan melalui rangkaian tulisan.

Oke, itu adalah ciri-ciri calon penulis yang mungkin sudah sering kamu dengar. Sifat-sifat seperti pendiam, pemikir, penyendiri bahkan pendendam sekalipun, adalah gambaran keperibadian para penulis yang sudah umum diketahui.

Nah, sekarang saya mengajak kamu untuk berenang lebih dalam tentang ciri yang mungkin lebih spesifik lagi untuk kamu kenali. Jika ciri-ciri ini nanti ada dalam diri kamu dan kamu pasti akan sangat mudah mengenalnya, maka bisa jadi kamu memang ditakdirkan untuk menjadi seorang penulis yang hebat.

Lalu, apa saja ciri-ciri yang spesifik itu? Berikut ini jawabannya.

Ciri Sejati yang Mengindikasikan Kamu Memang Memiliki Bakat Menjadi Penulis

Ada enam poin utama yang mungkin menjadi pertanda untuk kamu sadari bahwa kamu memang mungkin dilahirkan untuk menjadi seorang penulis. Bagaimana mengenalinya? Ini dia,

Kamu Mungkin Memang Seorang Penulis Jika, Kamu…

Terbangun di tengah malam sekitar jam 02:00 – 03:00 dan tidak bisa tidur lagi karena ada begitu banyak hal yang berkecamuk dalam pikiranmu

Source: Samitivej.com

Saya pribadi memiliki jam istimewa menulis itu pada waktu dini hari. Ya, berkisar antara jam 2 atau jam 3 dini hari sampai matahari meyembul dan pagi dimulai lagi. Itu adalah waktu yang benar-benar sangat produktif bagi saya untuk menulis. Saya bahkan bisa menulis hingga 3000 kata dalam satu kali fase semacam itu. Dan tentu saja, saya menyukainya.

Ini bukan ciri yang pasti namun merupakan indikasi sinyal yang menarik. Orang yang terbangun di waktu dini hari dan tidak dapat tidur lagi karena pikiran yang berkecamuk bisa jadi memang sedang gundah dan resah, bukan karena ia berbakat menulis.

Namun sejatinya tidak juga, jika kamu juga mengalami hal ini, maka kamu dapat memantik bara kecil dalam diri dan pikiranmu dengan mencoba mengambil kertas kemudian menuliskan beberapa hal yang menjadi kecamuk pikiranmu. Biasakan ini dan rutinkan. Karena mungkin saja ini adalah cara Tuhan menunjukkan jalan menulis sebagai bagian dari rute kehidupanmu.

Kamu Mungkin Memang Seorang Penulis Jika, Kamu…

Jatuh cinta kepada kata-kata atau ungkapan, karena maksud dan makna yang terkandung dari kata-kata atau ungkapan tersebut.

Source : Pinterest

Pernahkah kamu jatuh cinta kepada sebuah quotes kemudian benar-benar membawanya dalam pikiranmu? Quotes itu kemudian kamu terjemahkan dalam imajinasimu, kamu rangkai kembali dalam alam khayalmu, kemudian kamu cari perumpamaan dan perwujudannya dalam pengembaraan ingatanmu.

Pernahkah kamu mengalami hal itu?

Jika kamu mengalaminya, kamu mungkin memiliki bakat untuk menjadi penulis. Karena menulis adalah tentang mempelajari dan mengungkapkan kata-kata. Menghidupkan ungkapan dalam sebuah ilustrasi pemikiran yang dalam untuk dilukiskan dan dimaknai orang lain melalui bahasa yang lebih sederhana.

Jadi, jika kamu seringkali jatuh cinta kepada kata-kata, pikirkan untuk menjadi seorang penulis.

Kamu Mungkin Memang Seorang Penulis Jika, Kamu…

Menghabiskan waktu berjam-jam atau demikian lama untuk menterjemahkan secara sempurna sesuatu yang sebenarnya sederhana.

Source: Futurity.org

Ini bukan tentang membuat sesuatu yang sederhana menjadi rumit, namun ini adalah tentang imajinasi menunggangi nalurimu untuk menemukan makna tertinggi dari sesuatu yang kamu temukan.

Kamu mungkin mendengar, melihat dan juga merasakan sesuatu yang sederhana dan simple, namun sifat penulis sejati yang ada dalam dirimu akan memaksamu untuk memikirkan hal tersbut lebih jauh. Tujuan dari pemikiran objek sederhana ini mungkin tidak akan menjadi persoalan bagi orang lain, namun bagi dirimu yang memiliki jiwa seorang penulis, kamu ingin mencapai derajat pemahaman yang paling sempurna. Setidaknya untuk diri kamu sendiri.

Kamu Mungkin Memang Seorang Penulis Jika, Kamu…

Tidak takut membiarkan perasaan terdalammu untuk mengembara secara liar dan tiada bertepi di atas kertas kosong yang polos.

Source: writenow.org

Seorang penulis seperti yang digambarkan sifat-sifat sebelumnya, adalah seseorang dengan daya imajinasi yang tinggi. Mereka berenang dalam lautan khayal melalui kata-kata dan kalimat. Dan mereka juga tidak memiliki rasa takut untuk membiarkan pemikiran mereka untuk mengembara secara berani dalam belantara dunia imajinasi yang tiada batas.

Nah, jika kemudian kamu memiliki pemikiran yang serupa, yang pikiranmu menerabas pagar-pagar penghalang saat melihat kertas kosong atau pun lembar kertas dalam software komputer, kamu bisa jadi adalah seorang penulis.

Pikiranmu, imajinasimu, daya khayalmu, filosofimu dan perumpamaanmu tak terbatas oleh tepian kertas yang kosong. Kosongnya kertas dalam pikiranmu adalah sejuta kata yang bercengkrama sendiri dengan segala tanda bacanya.

Kamu Mungkin Memang Seorang Penulis Jika,..

Pikiranmu adalah tempat yang terbelit dan kompleks, penuh sesak oleh keindahan, kecantikan, kegelapan dan juga sedikit kegilaan.

Source: Startupmindset.com

Mind full of beauty adalah salah satu dari ciri penulis yang paling nyaman untuk dibaca dan didengar. Namun, tahukah kamu jika para penulis yang hebat juga terisi pikiran mereka oleh banyak hal lain?

Bukan saja keindahan dengan permadani gunung-gunung dan lembah-lembah, bukan saja sinar mentari hangat dan pokok pelangi yang melingkar, namun pemikiran penulis juga kompleks oleh kegelapan, kemuraman, bias mala petaka dan mungkin juga kegilaan.

Ini bukan tentang pikiran seorang psikopat lho, ya. Penulis dengan segala imajinasinya adalah dimana ide mengalir dan cerita bersumber. Kamu tidak bisa menikmati kisah horror yang menyeramkan, cerita sedih yang memilukan, atau pun legenda musibah yang menakutkan jika, pikiran para penulis hanya diisi dengan keindahan dan warna-warna kebahagiaan.

Kamu Mungkin Memang Seorang Penulis Jika, Kamu…

Seringkali bercengkrama dengan pemikiranmu sendiri, terlepas apakah kamu mengaplikasikan hasil percakapan itu sendiri atau tidak.

Source:PNGwing

Seorang penulis kembali seperti yang disampaikan pada awal postingan ini, adalah seorang pemikir. Seorang yang seringkali memikirkan secara sungguh-sungguh apa yang ia lihat, apa yang ia dengar, dan mungkin juga tentang apa yang ia rasakan.

Pemikiran ini kadang-kadang menerbitkan percakapan dalam dirinya sendiri. Pikirannya yang satu akan mempertanyakan kenapa suatu objek bisa begini dan begitu, sementara pemikirannya yang lain akan berusaha menjawabnya sesuai dengan kadar kepahaman sang penulis itu sendiri.

Terlepas apakah hasil conversation dalam pikiran itu akan diterjemahkannya dalam dunia nyata atau tidak, namun jika kamu seringkali mengalami hal seperti ini, maka bisa jadi kamu memiliki ciri-ciri penulis yang baik. Dalam artian bahwa pikiranmu membawamu memahami sesuatu dari dua arah melalui penalaranmu yang luas.

Sekarang Apa yang Harus Kamu Lakukan?

Source: Crystalclearmind

Jika kamu memiliki salah satu dari 6 ciri penulis sejati yang digambarkan ini, atau malah memiliki keenamnya sekaligus, bisa jadi kamu benar-benar terlahir untuk menjadi seorang penulis besar yang berjaya dan sukses di kemudian hari.

Namun pertanyaannya kemudian adalah; Apa yang harus kamu lakukan sekarang?

Nah, jika sudah merasa bahwa menulis adalah salah satu aspirasi hidupmu, maka kamu harus menjalaninya dengan penuh disiplin dan ketekunan. Kamu mungkin saja memiliki bakat yang mengisyaratkan bahwa kamu adalah seorang calon penulis yang hebat. Akan tetapi ingatlah, sehebat apa pun bakat dan talenta yang kamu miliki, itu tidak akan pernah mampu mengalahkan ketekunan dan kedisiplinan.

Sehebat apa pun bakat dan talenta yang kamu miliki, itu tidak akan pernah mampu mengalahkan ketekunan dan kedisiplinan.

Ciri-ciri orang berbakat menjadi penulis di atas bisa membantumu untuk mengenal potensimu sendiri. Dan penentu apakah kamu bisa berhasil menggunakan potensimu atau tidak adalah, kedisiplinanmu dalam melatih diri untuk terus menulis.

Jadi, jika kamu sudah yakin kamu telahir untuk menjadi penulis, maka tekun dan disiplinlah dalam menulis. Karena ketika waktunya telah tiba, kamu pada akhirnya akan mengerti mengapa, Tuhan memberikan bakat itu kepadamu.

Selamat menulis!

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑