6 CIRI-CIRI ORANG YANG BERBAKAT MENJADI PENULIS, KAMUKAH ORANGNYA?

Menjadi seorang penulis adalah profesi yang unik dan banyak orang berpendapat bahwa untuk mampu melakukannya seseorang harus memiliki bakat menulis. Benarkah demikian? Lalu bagaimana mengenal bakat seseorang yang bisa menjadi penulis? Apakah ciri-ciri orang yang berbakat menjadi penulis dapat dikenali dengan mudah?

Nah, pertanyaan yang mungkin paling penting adalah, apakah ciri-ciri tersebut ada dalam diri kamu yang selama ini mungkin tertarik dengan dunia literasi dan kepenulisan? Supaya lebih jelas, berikut adalah beberapa ciri umum seseorang yang memilliki talenta untuk menjadi seorang penulis yang sukses di kemudian hari.

Ciri-Ciri Orang yang Berbakat Menjadi Penulis dan Beberapa Kebiasaan Serta Karakternya

Source: Freepik

Ada banyak sifat yang kadang dilekatkan kepada seorang penulis terkait dengan aktivitasnya memindahkan alam imajinasi dalam tuangan kata-kata. Sifat-sifat ini kadang diartikan juga sebagai bakat atau bawaan yang membuat orang dalam pengertian yang lebih sederhana, dianggap memiliki kemampuan menulis dari semenjak ia mungkin dilahirkan.

Hal ini menjadi menarik, bagaimana ciri-ciri bakat menulis hanya dapat dilukiskan menjadi serangkaian sifat yang dilekatkan oleh persepsi atau pandangan orang lain. Akan tetapi bagaimana pun juga, tidak ada salahnya jika kamu juga mengetahuinya, kan?

Apakah kamu mempercayai sifat-sifat ini sebagai wujud talenta kepenulisan, itu sepenuhnya terserah padamu. Namun melihat sudut pandang seorang penulis dari beberapa sifat yang paling sering dilekatkan padanya ini, tidak ada salahnya untuk kamu ketahui.

Nah, apa saja sifatnya? Berikut adalah yang dianggap paling umum dimiliki para penulis.

Penyendiri

Ciri-ciri calon penulis yang pertama adalah penyendiri. Suka menyendiri dan menjauhi kerumunan adalah sifat pertama yang dianggap sebagai ciri khas seorang penulis atau calon penulis. Kesendiriannya dianggap sebagai sebuah metode seorang penulis untuk bergelut dengan pemikirannya sendiri yang kemudian dapat ia tumpahkan di atas kertas melalui rangkaian kata.

Pemikir

Source: Thinkstyle.com

Seorang penulis juga seringkali digambarkan sebagai seorang pribadi yang kerapkali melakukan sebuah upaya pengheningan cipta atau tafakur.

Tafakur sejatinya adalah sebuah aktivitas hening yang sangat produktif. Dalam tafakur seseorang tidak hanya duduk diam dan memperhatikan sekelilingnya, namun lebih jauh, alam tafakur juga mengharuskan seseorang untuk berpikir secara sungguh-sungguh tentang apa yang ia lihat, ia dengar,  dan ia rasakan.

Pendiam

Sifat pendiam tidak selamanya memiliki konotasi makna yang kurang kreatif atau pasif. Sebagian besar penulis terbaik dunia jutsru tidak banyak berbicara melalui kata-kata dan lisan, namun ide dan pemikiran mereka dituangkan melalui tulisan dan goresan pena.

Pendiam adalah ciri-ciri penulis mungkin memang benar, namun meskipun diam justru pikiran para penulis sedang melanglang buana dalam pengembaraan dan pemikiran.

Memiliki Imajinasi yang Tinggi

Berkhayal tidak selalu negatif, lho. Beberapa khayalan dan pemikiran imajinasi yang kuat justru mampu menghasilkan sebuah karya hebat jika kemudian diarahkan dengan benar.

Para penulis terutama para penulis fiksi, umumnya memiliki daya imajinasi yang mengagumkan. Pikiran dan alam khayal mereka menjadi semacam teater di mana berbagai drama kehidupan dan perenungan dipentaskan.

Sensitif

Source: GenPi.co

Sifat sensitif seringkali digambarkan pula sebagai ciri khas lain dari seorang penulis atau calon penulis. Sensitif disini diartikan sebagai sebuah sifat yang sangat peka pada seorang penulis terhadap lingkungan sekitarnya atau terhadap apa pun yang terjadi di sekelilingnya.

Tapi perlu diperhatikan juga bahwa sensitif yang identik dengan sifat penulis adalah sensitif yang perasa dan lebih ke arah empati, bukan sensitif yang mudah tersinggung kemudian berkobar emosi dalam marah atau pun kesedihan.

Pendendam

Jangan salah, lho, sifat pendendam juga ada baiknya jika diarahkan dengan benar dan berfokus pada sesuatu yang positif.

Seorang penulis yang kuat biasanya identik dengan jiwa pendendam yang kesumat dan bara dendamnya ditumpahkannya dalam karya dan sastra. Pembalasan dendam penulis bisa jadi tidak akan terlihat di dunia nyata. Tetapi dalam ilustrasi dan imajinasinya sendiri, seorang penulis kadang juga banyak bermain dengan rasa dendamnya.

Gemar Membaca

Source: Howtolearn.com

Karakter penulis selanjutnya adalah gemar membaca dan ini menjadi pondasi hampir semua sifat para penulis. Membaca adalah bagian tak terpisahkan dari seorang penulis.

Seorang yang suka membaca apa pun, pada dasarnya memiliki kemampuan untuk menjadi seorang penulis. Semakin banyak buku yang ia baca, semakin banyak referensi gaya penulisan yang ia dapatkan. Dan itu artinya ia semakin kaya dengan panduan memilih kalimat yang tepat dalam menyampaikan gagasan melalui rangkaian tulisan.

Oke, itu adalah ciri-ciri calon penulis yang mungkin sudah sering kamu dengar. Sifat-sifat seperti pendiam, pemikir, penyendiri bahkan pendendam sekalipun, adalah gambaran keperibadian para penulis yang sudah umum diketahui.

Nah, sekarang saya mengajak kamu untuk berenang lebih dalam tentang ciri yang mungkin lebih spesifik lagi untuk kamu kenali. Jika ciri-ciri ini nanti ada dalam diri kamu dan kamu pasti akan sangat mudah mengenalnya, maka bisa jadi kamu memang ditakdirkan untuk menjadi seorang penulis yang hebat.

Lalu, apa saja ciri-ciri yang spesifik itu? Berikut ini jawabannya.

Ciri Sejati yang Mengindikasikan Kamu Memang Memiliki Bakat Menjadi Penulis

Ada enam poin utama yang mungkin menjadi pertanda untuk kamu sadari bahwa kamu memang mungkin dilahirkan untuk menjadi seorang penulis. Bagaimana mengenalinya? Ini dia,

Kamu Mungkin Memang Seorang Penulis Jika, Kamu…

Terbangun di tengah malam sekitar jam 02:00 – 03:00 dan tidak bisa tidur lagi karena ada begitu banyak hal yang berkecamuk dalam pikiranmu

Source: Samitivej.com

Saya pribadi memiliki jam istimewa menulis itu pada waktu dini hari. Ya, berkisar antara jam 2 atau jam 3 dini hari sampai matahari meyembul dan pagi dimulai lagi. Itu adalah waktu yang benar-benar sangat produktif bagi saya untuk menulis. Saya bahkan bisa menulis hingga 3000 kata dalam satu kali fase semacam itu. Dan tentu saja, saya menyukainya.

Ini bukan ciri yang pasti namun merupakan indikasi sinyal yang menarik. Orang yang terbangun di waktu dini hari dan tidak dapat tidur lagi karena pikiran yang berkecamuk bisa jadi memang sedang gundah dan resah, bukan karena ia berbakat menulis.

Namun sejatinya tidak juga, jika kamu juga mengalami hal ini, maka kamu dapat memantik bara kecil dalam diri dan pikiranmu dengan mencoba mengambil kertas kemudian menuliskan beberapa hal yang menjadi kecamuk pikiranmu. Biasakan ini dan rutinkan. Karena mungkin saja ini adalah cara Tuhan menunjukkan jalan menulis sebagai bagian dari rute kehidupanmu.

Kamu Mungkin Memang Seorang Penulis Jika, Kamu…

Jatuh cinta kepada kata-kata atau ungkapan, karena maksud dan makna yang terkandung dari kata-kata atau ungkapan tersebut.

Source : Pinterest

Pernahkah kamu jatuh cinta kepada sebuah quotes kemudian benar-benar membawanya dalam pikiranmu? Quotes itu kemudian kamu terjemahkan dalam imajinasimu, kamu rangkai kembali dalam alam khayalmu, kemudian kamu cari perumpamaan dan perwujudannya dalam pengembaraan ingatanmu.

Pernahkah kamu mengalami hal itu?

Jika kamu mengalaminya, kamu mungkin memiliki bakat untuk menjadi penulis. Karena menulis adalah tentang mempelajari dan mengungkapkan kata-kata. Menghidupkan ungkapan dalam sebuah ilustrasi pemikiran yang dalam untuk dilukiskan dan dimaknai orang lain melalui bahasa yang lebih sederhana.

Jadi, jika kamu seringkali jatuh cinta kepada kata-kata, pikirkan untuk menjadi seorang penulis.

Kamu Mungkin Memang Seorang Penulis Jika, Kamu…

Menghabiskan waktu berjam-jam atau demikian lama untuk menterjemahkan secara sempurna sesuatu yang sebenarnya sederhana.

Source: Futurity.org

Ini bukan tentang membuat sesuatu yang sederhana menjadi rumit, namun ini adalah tentang imajinasi menunggangi nalurimu untuk menemukan makna tertinggi dari sesuatu yang kamu temukan.

Kamu mungkin mendengar, melihat dan juga merasakan sesuatu yang sederhana dan simple, namun sifat penulis sejati yang ada dalam dirimu akan memaksamu untuk memikirkan hal tersbut lebih jauh. Tujuan dari pemikiran objek sederhana ini mungkin tidak akan menjadi persoalan bagi orang lain, namun bagi dirimu yang memiliki jiwa seorang penulis, kamu ingin mencapai derajat pemahaman yang paling sempurna. Setidaknya untuk diri kamu sendiri.

Kamu Mungkin Memang Seorang Penulis Jika, Kamu…

Tidak takut membiarkan perasaan terdalammu untuk mengembara secara liar dan tiada bertepi di atas kertas kosong yang polos.

Source: writenow.org

Seorang penulis seperti yang digambarkan sifat-sifat sebelumnya, adalah seseorang dengan daya imajinasi yang tinggi. Mereka berenang dalam lautan khayal melalui kata-kata dan kalimat. Dan mereka juga tidak memiliki rasa takut untuk membiarkan pemikiran mereka untuk mengembara secara berani dalam belantara dunia imajinasi yang tiada batas.

Nah, jika kemudian kamu memiliki pemikiran yang serupa, yang pikiranmu menerabas pagar-pagar penghalang saat melihat kertas kosong atau pun lembar kertas dalam software komputer, kamu bisa jadi adalah seorang penulis.

Pikiranmu, imajinasimu, daya khayalmu, filosofimu dan perumpamaanmu tak terbatas oleh tepian kertas yang kosong. Kosongnya kertas dalam pikiranmu adalah sejuta kata yang bercengkrama sendiri dengan segala tanda bacanya.

Kamu Mungkin Memang Seorang Penulis Jika,..

Pikiranmu adalah tempat yang terbelit dan kompleks, penuh sesak oleh keindahan, kecantikan, kegelapan dan juga sedikit kegilaan.

Source: Startupmindset.com

Mind full of beauty adalah salah satu dari ciri penulis yang paling nyaman untuk dibaca dan didengar. Namun, tahukah kamu jika para penulis yang hebat juga terisi pikiran mereka oleh banyak hal lain?

Bukan saja keindahan dengan permadani gunung-gunung dan lembah-lembah, bukan saja sinar mentari hangat dan pokok pelangi yang melingkar, namun pemikiran penulis juga kompleks oleh kegelapan, kemuraman, bias mala petaka dan mungkin juga kegilaan.

Ini bukan tentang pikiran seorang psikopat lho, ya. Penulis dengan segala imajinasinya adalah dimana ide mengalir dan cerita bersumber. Kamu tidak bisa menikmati kisah horror yang menyeramkan, cerita sedih yang memilukan, atau pun legenda musibah yang menakutkan jika, pikiran para penulis hanya diisi dengan keindahan dan warna-warna kebahagiaan.

Kamu Mungkin Memang Seorang Penulis Jika, Kamu…

Seringkali bercengkrama dengan pemikiranmu sendiri, terlepas apakah kamu mengaplikasikan hasil percakapan itu sendiri atau tidak.

Source:PNGwing

Seorang penulis kembali seperti yang disampaikan pada awal postingan ini, adalah seorang pemikir. Seorang yang seringkali memikirkan secara sungguh-sungguh apa yang ia lihat, apa yang ia dengar, dan mungkin juga tentang apa yang ia rasakan.

Pemikiran ini kadang-kadang menerbitkan percakapan dalam dirinya sendiri. Pikirannya yang satu akan mempertanyakan kenapa suatu objek bisa begini dan begitu, sementara pemikirannya yang lain akan berusaha menjawabnya sesuai dengan kadar kepahaman sang penulis itu sendiri.

Terlepas apakah hasil conversation dalam pikiran itu akan diterjemahkannya dalam dunia nyata atau tidak, namun jika kamu seringkali mengalami hal seperti ini, maka bisa jadi kamu memiliki ciri-ciri penulis yang baik. Dalam artian bahwa pikiranmu membawamu memahami sesuatu dari dua arah melalui penalaranmu yang luas.

Sekarang Apa yang Harus Kamu Lakukan?

Source: Crystalclearmind

Jika kamu memiliki salah satu dari 6 ciri penulis sejati yang digambarkan ini, atau malah memiliki keenamnya sekaligus, bisa jadi kamu benar-benar terlahir untuk menjadi seorang penulis besar yang berjaya dan sukses di kemudian hari.

Namun pertanyaannya kemudian adalah; Apa yang harus kamu lakukan sekarang?

Nah, jika sudah merasa bahwa menulis adalah salah satu aspirasi hidupmu, maka kamu harus menjalaninya dengan penuh disiplin dan ketekunan. Kamu mungkin saja memiliki bakat yang mengisyaratkan bahwa kamu adalah seorang calon penulis yang hebat. Akan tetapi ingatlah, sehebat apa pun bakat dan talenta yang kamu miliki, itu tidak akan pernah mampu mengalahkan ketekunan dan kedisiplinan.

Sehebat apa pun bakat dan talenta yang kamu miliki, itu tidak akan pernah mampu mengalahkan ketekunan dan kedisiplinan.

Ciri-ciri orang berbakat menjadi penulis di atas bisa membantumu untuk mengenal potensimu sendiri. Dan penentu apakah kamu bisa berhasil menggunakan potensimu atau tidak adalah, kedisiplinanmu dalam melatih diri untuk terus menulis.

Jadi, jika kamu sudah yakin kamu telahir untuk menjadi penulis, maka tekun dan disiplinlah dalam menulis. Karena ketika waktunya telah tiba, kamu pada akhirnya akan mengerti mengapa, Tuhan memberikan bakat itu kepadamu.

Selamat menulis!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: