10 CIRI YANG MENANDAKAN KAMU TELAH SEPENUHNYA MEMILIKI SIFAT DEWASA

Usia tidak dapat menjadi tolak ukur bahwa seseorang telah memiliki sifat dewasa. Seseorang boleh jadi telah memiliki usia yang jauh dari kata belia, namun ternyata tidak dapat dikatakan dewasa karena sifatnya. Sebaliknya pula, ada seseorang yang secara usia masih cukup muda, namun dikarenakan kematangan pola pikir dan karakternya, dikatakan telah mencapai kedewasaan yang sebenarnya.

Nah, sebenarnya bagaimanakah sifat dewasa itu? Apa saja sih, hal-hal yang dapat dijadikan tolak ukur untuk mengatakan bahwa seseorang layak dianggap telah dewasa atau belum? Pembahasan berikut ini akan membantu untuk menjelaskannya.

Pengertian Sifat Dewasa dan Beberapa Ciri Paling Signifikan Orang yang Telah Memilikinya

Source: Freepik.com

Kedewasaan adalah sesuatu yang unik dan menarik. Dewasa seringpula dikonotasikan sebagai sebuah kematangan sikap, kematangan pikiran dan juga prilaku dari seseorang. Ketika seseorang dianggap telah memiliki kedewasaan, maka ia dianggap telah pula memiliki serangkaian karakter yang erat kaitannya dengan tanggung jawab, keseriusan, rasa hormat dan juga pemikiran yang sempurna.

Dewasa dalam pengertian yang majemuk sebenarnya memiliki banyak definisi. Dalam hukum negara seseorang yang sudah dewasa berpatokan pada usianya dimana 19 tahun untuk pria dan 16 tahun untuk wanita. Sementara dalam pandangan agama, dewasa juga memiliki kaitan dengan istilah akil baligh, dimana seseorang telah dianggap layak untuk menerima konsekuensi tentang apa yang ia lakukan atas dirinya sendiri.

Dalam pandangan ilmu psikologi, dewasa memiliki pengertian yang lebih mendekati pembahasan ini. Dewasa adalah fase usia akhir belasan tahun dan masuk ke dua puluhan tahun dan berakhir pada usia tiga puluhan tahun. Pada fase inilah seseorang digambarkan pula sebagai masa pembentukan karir, kepribadian, perekonomian, dan juga dalam hal memilih pasangan hidup.

Dari beberapa pengertian tersebut, kedewasaan ternyata diartikan menjadi banyak hal. Terutama yang berkaitan dengan usia. Padahal sesungguhnya dewasa yang sejati tidaklah selalu karena usia, namun ada serangkaian sifat yang kemudian bertumbuh dan berkembang lalu mempengaruhi sifat serta kepribadian seseorang.

Nah sekarang, apa saja ciri sifat dewasa yang bisa kamu jadikan sebagai pedoman untuk menilai kedewasaan seseorang? Berikut detailnya;

Kamu Tidak Lagi Tertarik Untuk Banyak Berbasa-Basi

Source: Freepik.com

Ini bukan masalah temperamental dan emosional, namun omong kosong dan basi-basi sudah sangat tidak menarik lagi untuk kamu perhatikan.

Sifat dewasa seseorang yang pertama ditandai dengan meningkatnya keseriusan dalam pemikiran dan pribadi mereka. Kamu yang sudah memiliki pemikiran untuk tidak lagi tertarik kepada hal-hal yang bersifat ‘omong kosong’ dan basa-basi, adalah bagian dari ciri yang pertama ini.

Namun perlu juga mendapat catatan disini, bahwa tidak suka berbasa-basi bukan berarti kedewasaan adalah antipati dari rasa humor dan bercanda. Seseorang yang telah memiliki sifat dewas kadang justru banyak bercanda dan guyon. Namun ketika pembicaran mengarah kepada sesuatu yang tidak berguna dan bermanfaat, ia akan menghindarinya.

Kamu Menjadi Lebih Pemaaf

Source: Freepik.com

Ketika diperlakukan buruk maka orang biasa akan menuntut balas, orang bijaksana akan memaafkan, dan orang yang cerdas tidak akan terlalu memikirkannya.

Kemampuan untuk memaafkan juga menjadi salah satu bagian penting dari ciri sifat dewasa yang umum ditemukan. Dalam kedewasaan, memaafkan bukan berarti kamu lemah dan tak mampu melawan atau membalas perbuatan buruk orang lain atas dirimu. Akan tetapi, memaafkan  yang dimaksud ini adalah karena kamu tidak ingin memusingkan hal itu lagi.

Merubah sifat menjadi dewasa adalah bagian dari perjuangan untuk menerima kenyataan dalam hidup sebagai sebuah realitas yang tidak bisa dielakkan. Bahwa tidak semua keinginan dan harapan dalam hidup itu sesuai dengan kenyataan. Salah satu hal yang kemudian menandakan bahwa kamu telah beradaptasi dengan hal ini adalah kamu lebih mudah untuk memaafkan kesalahan seseorang.

Kamu Menjadi Lebih Berpikiran Terbuka

Source: Freepik.com

Menerima perbedaan adalah bagian dari kedewasaan. Menghormati perbedaan namun tetap memegang teguh prinsip dan pendirian, adalah bentuk kedewasaan yang sebenarnya.

Selanjutnya yang menjadi ciri sifat bijak orang dewasa adalah kamu lebih berpikiran terbuka atau open minded. Kamu menyadari bahwa tidak semua orang sama seperti kamu, sama seperti yang kamu pikirkan dan, juga sama seperti yang kamu persepsikan. Kamu mulai dapat menerima kenyataan bahwa perbedaan pandangan dan pendapat adalah keniscayaan yang tidak dapat kamu hindari.

Kemampuan berpikiran terbuka adalah sebuah kemampuan untuk melihat sebuah objek dari berbagai macam sudut pandang. Semakin luas caramu melihat sebuah persoalan, akan semakin kaya pula pemahamanmu tentang persoalan tersebut. Dan ini pula yang menjadi bagian dari bentuk perkembangan kedewasaan.

Kamu Menyadari Bahwa Istirahat Jauh Lebih Baik Daripada Begadang dan Berpesta

Source: Freepik.com

Jangan pernah mengorbankan kebahagiaan masa depan untuk sebuah kesenangan dan kenikmatan yang sesaat.

Masa remaja kadang penuh dengan hura-hura dan pesta, bahkan hingga menghabiskan waktu semalaman. Pesta dan begadang terkadang menjadi bagian tak terpisahkan dari pertumbuhan para remaja, terutama di kota-kota besar. Waktu yang semestinya dapat digunakan sebagai saat beristirahat, justru digunakan untuk sesuatu yang merusak kesehatan.

Nah, mampu menguasai diri dan berpikiran bahwa beristirahat jauh lebih penting dari pesta dan hura-hura adalah bagian dari sifat kedewasaan. Kamu mulai memprioritaskan kesehatanmu dibandingkan kesenangan sesaat yang mungkin saja akan membuat kamu menyesal di kemudian hari.

Mungkin terdengar unik, namun memang benar bahwa orang yang menganggap tidur lebih penting daripada begadang tanpa tujuan, adalah ciri lain sebuah kedewasaan.

Kamu Menerima Bahwa Kegagalan Adalah Bagian Dari Perjuangan

Source: Freepik.com

Kegagalan adalan keberhasilan yang tertunda, itu memang benar selama kamu tak berhenti untuk terus berjuang.

Banyak orang memang menganggap kegagalan sebagai sebuah aib dan hal yang memalukan. Karena anggapan ini, banyak yang kemudian tidak berani mencoba sesuatu yang baru dan menantang karena merasa takut dengan konsekuensi gagalnya.

Kedewasaan tidak demikian, dewasa juga mengubah pandangan kamu tentang arti kegagalan. Bagi kamu, kegagalan tidak lagi sebagai sesuatu yang harus dihindari. Bahkan lebih jauh, semakin matang sikap kedewasaanmu, akan semakin toleran juga kamu terhadap kegagalan.

Akan tetapi yang perlu diingat dalam poin ini adalah; bahwa sifat dewasa memang bisa menerima kegagalan sebagai bagian dari upaya, namun kamu tak pernah menyerah dan juga tidak pernah merencanakan untuk gagal.

Kamu Menerima Bahwa Cinta Tidak Dapat Dipaksakan

Source: Freepik.com

Berjuang dan bertarung untuk cinta adalah naluri alamiah manusia, namun menerima kenyataan bahwa cinta juga tidak dapat dipaksakan, adalah sebuah ciri kedewasaan.

Dalam perjalanan usia manusia, sesuatu yang bertema tentang cinta selalu saja menarik untuk diperbincangkan. Cinta juga dapat menjadi salah satu tolak ukur kedewasaan seseorang, terutama bagaimana kemudian ia bersikap kepada perasaan cinta yang mungkin saja tidak menyambut dirinya sebagaimana harapannya sendiri.

Sifat kedewasaan mengenai cinta adalah ketika kamu menyadari bahwa cinta dan perasaan, sama sekali tidak dapat dipaksakan. Kamu boleh menyukai seseorang, memuja dirinya secara berlebihan, namun untuk mendapatkan cintanya, kamu sama sekali tidak dapat memaksakan kehendakmu.

Ketika kamu telah menyadari hakikat cinta yang tidak bisa dipaksakan, kemudian kamu menerima itu sebagai sebuah realitas yang tidak perlu kamu lawan, maka kamu pun akan menempatkan dirimu sesuai kapasitas yang ideal. Akan tetapi lebih daripada itu semua, sikap tersebut juga adalah perwujudan jika dirimu telah mencapai tingkat kedewasaan yang baik.

Kamu Menerima Bahwa Sakit Hati Adalah Sesuatu yang Lumrah

Source: Freepik.com

Kamu tidak akan membiarkan rasa sakit dan kekecewaan mengubah hatimu menjadi jahat dan buruk. Namun kamu akan menunjukkan, bahwa bertahan dengan pendirian yang kokoh bisa menjadi sesuatu yang menakjubkan.

Kedewasaan tidak mengharuskan seseorang untuk mengadopsi semua kesempurnaan. Perasaan yang terluka karena perbuatan dan perkataan orang lain adalah sesuatu yang lumrah dan wajar. Sakit hati karena perlakuan orang lain yang melukai perasaan adalah bagian dari kefanaan manusia, dan kedewasaan menerimanya adalah sesuatu yang sederhana.

Dengan menjadi dewasa tidak berarti kamu tidak boleh sakit hati karena suatu peristiwa. Kamu boleh sakit hati, kamu boleh merasa terluka, namun kualitas kedewasaanmu kemudian dilihat dari sikapmu atas rasa sakit dan kecewa itu.

Apakah kamu akan membiarkan rasa sakit hati memasungmu dalam kebencian, ataukah menjadikan kesakitan sebagai sebuah dorongan bagimu untuk bersikap lebih tegas, lebih kuat dan juga lebih tangguh.

Kamu Berhenti Mengandalkan Orang Lain untuk Menyelesaikan Masalahmu Sendiri

Source: Freepik.com

Menghakimi dan menyalahkan orang lain  adalah hal yang mudah. Namun kematangan karakter manusia mengharuskan penyadaran diri yang penuh bahwa keberhasilan dan kegagalan pada dirinya, adalah wilayah yang menjadi tanggung jawabnya sendiri.

Ciri sifat dewasa yang sesungguhnya kemudian adalah yang berkaitan erat dengan tanggung jawab. Yakni kamu mulai menyadari bahwa dirimu adalah tanggung jawabmu sendiri. Kamu tidak dapat terus mengandalkan orang lain untuk menyelesaikan masalahmu. Semakin kuat kamu menjiwa hal ini, semakin matang kedewasaanmu.

Ciri yang kedelapan  ini berkenaan pula dengan kepercayaan diri dan keyakinanmu akan kemampuanmu sendiri. Jika sebelumnya kamu lebih banyak melimpahkan sesuatu kepada orang lain karena berbagai alasan, seiring dengan jiwamu yang kian dewasa, kamu mulai lebih bertanggung jawab atas dirimu sendiri. Dan itu adalah sesuatu yang baik.

Kamu Lebih Memilih Untuk Diam Daripada Terlibat Perdebatan yang Tidak Perlu

Source: Freepik.com

Diam adalah jawaban terbaik untuk orang-orang yang tidak menghargai apa yang kamu katakan. Dan diam, menjelaskan lebih banyak hal daripada yang orang lain dapat pikirkan.

Menghindari perdebatan dan pertengkaran yang tidak penting adalah salah satu ciri kedewasaan yang sebenarnya. Meskipun kamu merasa benar dan pendapatmu lebih sempurna, namun ketika kamu melihat tidak hal yang baik dari sebuah perdebatan, maka kamu memilih untuk menghindarinya.

Memilih diam dan mengalah sama sekali bukan bentuk kelemahan, namun ini adalah sebuah upaya untuk menghindari hal buruk yang mungkin bisa terjadi jika kamu tetap berdebat.

Ketika kamu sudah dapat melakukan tindakan seperti itu meskipun hatimu diliputi rasa jengkel, itu menunjukkan bahwa kamu sudah melangkah ke tingkat kedewasaan.

Kamu Sepenuhnya Menyadari Bahwa Kebahagiaanmu Tidak Bergantung pada Orang Lain, tapi Pada Dirimu Sendiri

Source: Freepik.com

Apa saja yang membuat jiwamu bisa berenang dalam samudra kebahagiaan, lakukan dan biarkan sauhmu tetap terkembang di dalamnya.

Perbedaan sifat dewasa dengan kekanak-kanakan selanjutnya adalah mengenai persepsi tentang kebahagiaan. Saat sifat kekanak-kanakan masih menganggap bahwa kebahagiaan adalah faktor luar yang erat kaitannya dengan orang lain, objek lain dan hal lain. Kedewasaan justru memandangnya sebagai sesuatu yang mutlak ada di dalam diri orang itu sendiri.

Orang yang telah matang kedewasaannya akan melihat bahwa kebahagiaan bukan tentang uang, bukan tentang pencapaian, bukan tentang cinta dan asmara, dan juga bukan tentang kekayaan dan harta berlimpah.

Namun dalam pandangannya, bahagia ditentukan oleh diri sendiri. Akankah kamu hanya bisa bahagia jika ada syaratnya? Ataukah kamu memilih untuk tetap berbahagia dengan dirimu apa adanya.

Apakah Kamu Sudah Memiliki Sifat Dewasa?

Usia memang bisa membentuk sebuah kedewasaan, namun lebih daripada itu, kesediaan untuk senantiasa belajar dan mengambil hikmah kehidupan, adalah cara paling efektif untuk meniti tangga-tangga menuju altar kedewasaan.

Nah sekarang, hanya dirimu sendiri yang mengetahui apakah kamu sudah memiliki sifat dewasa atau belum. Meskipun usiamu masih belasan, kamu mungkin bisa saja telah memiliki beberapa sifat-sifat yang disebutkan di atas. Yang artinya, kamu telah menapak menuju fase kedewasaan.

Sebaliknya pula, bisa jadi ada orang yang usianya sudah mencapai setengah abad, namun ketika ia masih terus mencari kambing hitam atas kesalahannya sendiri, terus mensyaratkan untuk sebuah kebahagiaan, terus memaksakan kemauan dan keinginannya sendiri, dan lain semacamnya, maka ia dengan jujur harus mengakui bahwa sifat kedewasaan masih jauh ada dalam dirinya.

Sifat dewasa adalah sebuah kematangan berpikir dan bertindak, sebuah keteguhan memegang prinsip untuk bersikap realistis tanpa harus kehilangan empati toleransi. Usia memang bisa membentuk sebuah kedewasaan, namun lebih daripada itu, kesediaan untuk senantiasa belajar dan mengambil hikmah kehidupan, adalah cara paling efektif untuk meniti tangga-tangga menuju altar kedewasaan.

Bagaimana, apakah kamu setuju?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: