BUANG 10 HAL INI JIKA KAMU SERIUS INGIN MENJADI SEORANG PENULIS

Untuk menjadi seorang penulis yang berhasil, tentu saja ada banyak hal yang harus dilakukan. Selain melakukan beberapa hal yang memang menjadi kunci keberhasilan untuk menulis, ada juga beberapa hal yang ternyata tidak boleh dilakukan oleh seorang penulis. Larangan ini adalah sebuah budaya krusial yang jika tidak segera dibuang, akan menjadi hambatan yang signifikan dalam penulisan.

Lantas, apa saja sebenarnya yang harus dihindari oleh seseorang yang serius ingin menjadi penulis yang sukses? Berikut adalah 10 hal yang paling penting untuk dibuang jauh-jauh supaya kamu bisa menjadi penulis yang berhasil.

10 Hal yang Harus Dibuang Jauh-Jauh Jika Kamu  Ingin Menjadi Seorang Penulis yang Berhasil

http://www.medium.com

Ada banyak saran yang kemudian dapat ditemukan di internet mengenai cara menjadi seorang penulis, baik itu penulis buku, penulis blog, atau bahkan penulis content writer yang saat ini mulai menjadi profesi yang cukup banyak diminati. Cara-cara ini sebagian besar menjelaskan tentang teknis, tentang kiat dan juga, tentang beberapa hal-hal yang mungkin saja sudah umum diketahui.

Akan tetapi, mungkin tidak begitu banyak sumber yang kemudian menjelaskan tentang ada banyak juga hal penting yang ternyata harus dihindari oleh seorang penulis. Hal-hal yang harus dihindari ini, memiliki cakupan yang lebih luas untuk diketahui oleh seorang calon penulis. Cakupannya mulai dari teknik dalam menulis, bahkan yang lebih esensi adalah mengenai mentalitas penulis itu sendiri.

Nah, apa saja sih sebenarnya hal-hal penting yang tidak boleh dilakukan oleh seorang penulis? Berikut penulisgunung.id telah merangkumnya dalam 10 poin yang dianggap paling mendasar dan penting. Mari dicermati satu-persatu.

Buang Kebiasaan Menunggu Waktu yang Sempurna Untuk Menulis

Source: youtube

Apakah kamu menulis hanya jika waktu dan segala sesuatunya sempurna? Jika iya, maka selamat mencoba keberuntunganmu dengan hal itu!

Namun, jika kamu ingin tahu bagaimana membuat dirimu tetap produktif dengan segala kondisi dan keadaan, maka sebaiknya buang jauh-jauh kebiasaanmu menunggu waktu yang super sempurna untuk bisa menulis.

Seorang penulis hebat tetap menulis dalam keterbatasan. Bahkan para legenda sastra yang luar biasa seperti Buya Hamka, menuliskan mahakarya terbaiknya dalam penjara. Jadi, jika sekarang yang kamu miliki hanyalah komputer tua,  atau laptop yang keyboard-nya sudah agak keras, atau bahkan beberapa carik kertas dengan tinta di bawah cahaya lampu templok berbahan bakar minyak tanah, maka tetaplah menulis!

Buang Kebiasaanmu Untuk Memaksakan Diri Menulis Sesuatu yang Harus Romantis

Source: Garyvaynerchuck

Menulis kata-kata indah saja tidak akan menjadikan kamu seorang penulis, menggerakkan orang lain, menghibur mereka, mengedukasi dan menginspirasi mereka lah yang akan membuat kamu menjadi seorang penulis

Hal menarik yang cukup sering terjadi dalam dunia penulisan, khususnya para pemula, adalah mereka kadang terjebak persepsi untuk hanya menghasilkan kata-kata yang indah dan puitis semata.

Tidak, jangan terjebak dengan itu. Itu bukanlah bagian paling besar dalam porsi untuk menjadi seorang penulis.

Jika kamu bisa merangkai kata-kata indah dan diksi yang sempurna, itu bagus! Namun perlu diingat bahwa menjadi penulis bukan hanya tentang hal itu. Konsistensi dan disiplin dalam menulis jauh lebih memegang peranan daripada sekedar rangkaian kata indah. Pastikan kamu untuk tidak terjebak dengan persepsi yang salah seperti itu, ya!

Buang Kebiasaanmu Membandingkan Diri Dengan Orang Lain

Source: Youtube

Jika kamu membandingkan karyamu dengan karya orang lain sebagai cara untukmu memperbaiki kualitas penulisan, maka tidak ada masalah dengan itu. Namun jika kamu mulai membandingkan pencapaianmu dengan pencapaian orang lain dan itu kemudian membuat kamu merasa terganggu, maka itu adalah alarm supaya kamu tidak melakukannya lagi.

Setiap penulis memiliki karakteristik dan gayanya masing-masing. Sebaiknya kamu tidak memaksakan diri untuk bergaya seperti penulis lain, meskipun gaya penulisannya kamu kagumi. kamu boleh saja terinspirasi dan kemudian ingin menuliskan hal yang mungkin sama, namun tetaplah tunjukkan karakteristik menulismu sendiri.

Buang Rasa Iri Dengan Keberhasilan Penulis Lain

Source: Isha foundation

Semua penulis itu satu dunia dalam karya, satu napas menghadirkan gelombang kata-kata, jangan buat dirimu menderita dengan memasukkan rasa dengki di dalamnya.

Anton Sujarwo

Kamu mungkin saja melihat seorang penulis buku, penulis blog, atau penulis konten yang menurut kamu karyanya biasa saja. Akan tetapi dari sisi jumlah pemasukan menulis misalnya ia lebih mengungguli apa yang bisa kamu lakukan. Jika kamu menemui kondisi semacam ini, maka segera buang jauh-jauh jika mungkin ada bara iri yang muncul dalam benakmu.

Ini mungkin tidak banyak disampaikan dalam tips-tips dan teknis menulis namun, cara menjadi seorang penulis yang hebat adalah juga dengan membuang jauh-jauh perasaan iri pada penulis lainnya. Semua orang memiliki medan juang mereka masing-masing, memiliki titik start yang mungkin saja juga tidak sama, jadi ketika pencapaiannya mereka berbeda,  tentu saja itu juga tidak adalah wajar.

Buang Perasaan Takut Ditolak dan Terlalu Mengharapkan Persetujuan Orang Lain

Source: Psychology today

Merasa takut ditolak itu wajar, tapi jangan terbebani dengan perasan itu jika kamu mau menjadi seorang penulis yang berhasil. Penulis terbaik sekali pun seperti J.K. Rowling atau Stephen King, pernah mengalami penolakan terkait dengan karya mereka. Dan itu tidak akan pernah menjadi masalah selama kamu memutuskan untuk tidak pernah menyerah.

Selain ketakutan penolakan terhadap karya yang kamu tulis, kamu juga harus membuang jauh-jauh harapan untuk misalnya supaya selalu diterima dan disetujui orang lain. Penulisanmu, gaya menulismu, bahkan karakter dirimu sendiri dalam menulis bisa saja tidak mendapat persetujuan orang lain. Dan seorang penulis, harus terbiasa dengan itu dan mampu berdamai dengan perasaan yang ditimbulkannya.

Buang Rasa Keterikatan Dengan Apa yang Kamu Tulis

Source: Etsy

Rasa keterikatan yang dimaksud disini bukan mengenai tanggung jawab dan konsekuensi mengenai hal yang ditulis. Akan tetapi keterikatan yang dimaksud adalah bahwa segala sesuatu yang kamu tulis, kamu ikat dengan perasaan dan pandangan hidupmu sendiri. Atau kamu merasa enggan dan sungkan untuk menulis sesuatu yang berseberangan dengan jati dirimu, pengalamanmu, atau cara pandangmu terhadap objek masalam tertentu.

Misalnya begini; kamu adalah orang yang idealis mengenai peran-peran protagonis karena secara jati dirimu sendiri, kamu memang adalah orang baik. Nah ketika kamu menulis novel atau cerita yang saat itu kamu dituntut untuk mampu melukiskan kejahatan dari sudut pandang kejahatan itu sendiri, maka ikatan idealismemu terhadap nilai-nilai protagonis, harus kamu lepas.

Bukan berarti kamu berlepas dari nilai kebaikan protagonis, tapi ini bertujuan supaya kamu tidak memiliki beban saat menghidupkan narasi berceritamu yang luar biasa.

Buang Rasa Malas dan Kebiasaan Tidak Disiplin

Source: Pixels

Orang tidak pintar bisa berhasil, orang tidak kaya juga berhasil, akan tetapi orang yang tidak disiplin, ia tidak akan bisa berhasil.

Anton Sujarwo

Disiplin dan ketekunan adalah kunci hampir dari setiap keberhasilan, dan itu juga berlaku dalam kepenulisan. Bahkan pokok utama berhasil atau tidaknya seorang penulis, ditentukan oleh karakternya sendiri, yang disiplin dan ketekunan  adalah bagian paling dasarnya.

Disiplin dalam menulis erat kaitannya dengan melawan rasa malas dan keengganan. Dan malas dalam menulis bisa jadi disebabkan oleh banyak faktor seperti mood yang sedang tidak bagus, suasana yang dirasa kurang tepat, atau pada kondisi yang paling umum; merasa tidak memiliki waktu untuk menulis. Disiplinmu harus mampu mengalahkan itu semua. Ketika motivasimu mulai mengendur untuk menulis, maka kedisiplinanmu lah yang akan mengantarkanmu pada keberhasilan.

Buang Kebiasaan Membuat Terlalu Banyak Alasan

Source: Pinterest

Hal selanjutnya yang juga harus kamu buang jauh-jauh untuk menjadi seorang penulis cerpen, novel atau bahkan blog sekali pun, adalah sifat suka membuat alasan. Dan alasan yang paling banyak dikemukakan dalam penulisan biasanya adalah; tidak memiliki waktu untuk menulis, tidak tahu harus mulai menulis darimana dan, juga tidak memiliki basis pembaca.

Ini semua adalah alasan yang dibuat oleh pikiranmu sendiri. Mengenai waktu, kamu tentu tahu bahwa kamu sebenarnya memiliki waktu, meskipun bisa saja tidak sebanyak yang lain. Mengenai harus memulai darimana, ada banyak metode penulisan yang membuat kamu bisa menulis dari mana saja yang kamu suka. Sementara alasan tidak memiliki pembaca; Iya, benar, semua penulis juga awalnya tidak memiliki pembaca, namun itu justru memacu mereka menulis semakin giat dan rajin.

Jadi untuk menjadi seorang penulis yang produktif dan andal, hilangkan semua alasan yang justru akan membuatmu tidak akan menghasilkan apa-apa kecuali penyesalan.

Buang Kebiasaan Manja dan Mengharapkan Segala Sesuatunya Berhasil Dengan Mudah

Source: Unstoppable Rise

Hanya karena kamu telah menuliskan sesuatu, tidak berarti orang lain pasti akan membacanya. Atau hanya karena kamu telah berhasil merilis satu judul buku, tidak berarti pula bahwa orang akan membelinya. Namun berita baiknya, apa yang telah kamu lakukan adalah gerbang menuju keberhasilan yang lebih besar. Walaupun tentu saja, semuanya membutuhkan perjuangan yang panjang yang tidak sebentar.

Penulis yang kuat haruslah membuang sifat manjanya. Kamu harus pula menyadari bahwa bisa jadi tulisanmu akan dikritik, diacuhkan, atau ditolak dan dianggap buruk oleh orang lain. Tapi itu bukan masalah besar, selama kamu masih tekun berusaha dan tak patah semangat, perjuanganmu dengan kesuksesan hanyalah dibatasi oleh jembatan waktu saja.

Buang Semua Keraguan dan Rasa Takut  Melakukan Kesalahan

Source: Pinterest

Melakukan suatu tindakan kemudian salah pada hakikatnya jauh lebih baik daripada tidak melakukan apa-apa karena keraguan dan ketakutan membuat salah. Dalam dunia penulisan pun demikian. Kamu bukan Hamka, kamu bukan J.K. Rowling, kamu juga bukan Leo Tolstoy, jadi jangan membatasi kemampuan terbaikmu hanya karena kamu takut berbuat salah.

Untuk menjadi seorang penulis profesional yang berhasil dan kuat, kamu harus membuang ketakutan dan juga keraguan. Ambillah tindakan berani dan jangan jadikan segala pikiran tentang ragu-ragu mengekang kreativitasmu.

Keberanian dan ketangguhan tidak hanya dibutuhkan ketika kamu mengangkat pedang dalam pertarungan dan peperangan, namun ketika kamu mengangkat pena untuk menulis, kamu juga membutuhkan keberanian, kekuatan, disiplin, kerja keras dan segenap keyakinan untuk berhasil dan keluar sebagai pemenang.

Anton Sujarwo

Untuk menjadi seorang penulis blog atau penulis buku, sepuluh poin di atas harus kamu buang jauh-jauh. Mungkin memang pada awalnya tidak mudah untuk mengaplikasikan semua saran ini, namun dengan konsistensi dan ketekunan, kamu pasti bisa menjadi seorang penulis yang sukses dan berhasil.

Jadi, buang semua hal buruk tersebut dan tetaplah menulis, ya!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: