Lompat ke konten
Beranda » Blog » Cara Membuat Nama Pena yang Bagus (Penulis Wajib Baca)

Cara Membuat Nama Pena yang Bagus (Penulis Wajib Baca)

Cara Membuat Nama Pena yang Bagus

Beberapa penulis hebat lebih memilih menggunakan nama pena mereka daripada nama asli mereka sendiri. Alasan marketing dan kenyamanan adalah dua faktor utama mengapa seorang penulis melakukan hal itu. Namun sebenarnya, bagaimana sih, cara membuat nama pena yang bagus untuk alasan pemasaran atau pun alasan kenyamanan?

Nah, untuk kamu yang mungkin saat ini baru mulai menulis dan berpikir untuk menggunakan nama samaran, artikel kali ini akan banyak manfaatnya untuk kamu baca.

Apa itu pengertian nama pena, bagaimana memilihnya, serta beberapa contoh nama pena penulis yang populer, akan menjadi bahasan utama dalam postingan penulisgunung.id kali ini.

Jadi, mari dibaca sampai tuntas, ya!

Kamu punya kisah hidup menarik untuk dijadikan buku namun bingung cara menuliskannya?

Pengertian dan Cara Membuat Nama Pena yang Bagus Untuk Seorang Penulis

Pada akhirnya, namalah yang akan diingat manusia…

A Wan Bong

Secara sederhana nama pena adalah sebuah nama yang seorang penulis gunaka selain namanya yang sebenarnya.

Selain nama pena, nama lain seorang penulis istilahnya cukup beragam, misalnya; pseudonym, alias, fake name, pseudo name, nom de plume, nama samaran dan lain-lain.

Di Indonesia ada cukup banyak pula penulis-penulis hebat yang tenar dan populer bukan dari nama asli mereka, melainkan nama samaran mereka. Beberapa penulis dengan pseudonym yang cukup terkenal dalam dunia penulisan tanah air misalnya adalah;

  • Tere Liye (Darwis)
  • Dewi Dee (Dewi Lestari Simangunsong)
  • Hamka (Haji Abdul Malik Karim Amrullah)
  • Remy Silado (Yapi Panda Abdiel Tambayong)
  • dan lain sebagainya.

Sementara ke beberapa penulis luar negeri banyak pula yang menggunakan nama samaran sebagai nama publikasi mereka. Mereka misalnya adalah;

  • J.K. Rowling (Joanne Rowling)
  • DR. Seuss (Theodore Seuss Geisel)
  • Stan Lee (Stanley Martin Lieber)
  • Mark Twain (Samuel Clements)
  • Lee Child (James D. Grant)

Contoh nama pena di atas memberikan sebuah kesimpulan bahwa menggunakan nama samaran atau nama pena dalam dunia penulisan adalah sesuatu yang sudah sangat umum.

Namun yang mungkin juga menjadi pertanyaan adalah; mengapa seseorang ‘harus’ menggunakan nama samaran?

Apa alasan yang paling mendasar ketika seorang penulis menggunakan pseudonym ketimbang nama aslinya?

Alasan Mendasar Mengapa Seorang Penulis Menggunakan Nama Pena                     

Setidaknya ada beberapa alasan yang cukup penting mengapa seorang penulis lebih memilih menggunakan pseudonym daripada nama aslinya sendiri. Beberapa alasan tersebut adalah sebagai berikut;

1. Untuk Melindungi Dirinya dan Keluarganya

Profesi menulis kadang menjadi menarik untuk mengundang rasa penasaran orang lain tentang jati diri penulisnya sendiri. Kemudian yang menjadi lebih kompleks adalah, tidak semua yang tertarik memberi respon dengan sikap baik.

Beberapa pembaca kadang melakukan tindakan-tindakan yang justru mengganggu ketentraman sang penulis.

Nah, dengan menggunakan nama samaran, penulis dapat menghindari hal semacam ini.

2. Memiliki Alasan Dari Sisi Publikasi dan Pemasaran

Dalam urusan marketing, tidak semua nama memiliki nilai yang menarik. Untuk alasan itulah kemudian beberapa penulis memilih menggunakan nama penanya.

Nama pena yang unik dan penulis atur sedemikian rupa supaya terdengar menarik, mengagumkan, dan juga lebih memikat para pembaca. Marketing dan pemasaran pada umumnya adalah alasan paling besar mengapa penulis menggunakan pseudonym.

3. Menghindari Persamaan Nama dengan Orang yang Sudah Terkenal

Cara Membuat Nama Pena yang Bagus
Photo by Dids on Pexels.com

Alasan selanjutnya mengapa seorang penulis menggunakan nama samaran adalah untuk menghindari anggapan yang salah dari para pembaca. Anggapan yang salah ini adalah ketika nama asli si penulis mungkin sama atau mirip dengan nama seseorang yang sudah terkenal.

Nah, dengan membuat nama samaran yang menarik dan berbeda, ia dapat menghindar dari bayang-bayang nama orang yang sudah terkenal tersebut.

4. Menyesuaikan Dengan Banyak Genre Penulisan

Contoh nama pena penulis Indonesia seperti contoh sebelumnya bisa jadi mereka lakukan karena alasan ini, yakni untuk menyesuaikan dengan genre yang penulisan.

Pada umumnya para penulis yang menggunakan pseudonym dengan alasan ini adalah para penulis yang menulis dalam berbagai bidang dan topik. Ketika sedang menulis fiksi romantis misalnya ia menggunakan nama A, sementara saat ia menulis kisah misteri, maka ia menggunakan nama pena B.

5. Memisahkan Antara Kehidupan Profesional Sebagai Penulis dengan Kehidupan Pribadi

Source(DFI Club)

Nama pena penulis buku Max Havelaar tentang penjajahan Belanda di Indonesia adalah Multatuli, sementara nama sebenarnya adalah Eduard Douwes Dekker. Alasan mengapa Doewes Dekker menggunakan nama Multatuli sebagai nama penanya adalah upayanya untuk memisahkan antara kehidupan pribadinya dan profesionalitasnnya.

Terlepas dari apa pun alasan Multatuli digunakan oleh sebagai pseudonym penulis buku Max Havelaar, namun buku ini sangat outstanding dan mengagumkan.

Buku pertama yang membuka kekejaman tanam paksa Belanda di Indonesia ini adalah salah satu karya besar dunia yang masih sangat relevan hingga saat ini.

6. Hanya Untuk Bersenang-Senang

Alasan selanjutnya mengapa seorang penulis memilih menggunakan nama samaran daripada nama aslinya adalah untuk bersenang-senang atau just for fun.

Mungkin terdengar aneh bagi beberapa orang bagaimana seorang penulis menukar nama aslinya hanya untuk bersenang-senang. Namun alasan menggunakan nama samaran dengan alasan just for fun cukup banyak dalam dunia kepenulisan.

Bagaimana Cara Memilih Nama Pena yang Bagus Untuk Seorang Penulis?

Setelah kamu mengetahui beragam alasan mengapa seorang penulis memutuskan untuk menggunakan nama pena. Lantas, bagaimana sekarang cara memilih nama pena itu sendiri? Apakah ada kiat-kiat khusus yang bisa kamu lakukan supaya mendapatkan nama samaran yang bagus untuk seorang penulis?

Salah satu pertimbangan terbesar sebelum seorang penulis memilih satu pseudonym yang akan ia gunakan adalah mengenai unsur marketingnya. Seorang penulis pemula mungkin saja akan memilih nama pena berdasarkan feel-nya saja. Sementara unsur marketingnya sendiri dianggap nomor dua atau bahkan tidak begitu penting.

Harus dipahami bahwa memilih nama pena yang tepat akan mampu memberi dampak yang bagus untuk tulisan-tulisan kamu nantinya. Beberapa dampak yang cukup penting terkait penggunaan pseudonym misalnya adalah;

  1. Nama pena yang kamu gunakan bisa menjadi nama domain untuk websitemu sendiri.
  2. Nama penamu akan menarik perhatian para pembaca saat pertamakali melihat sampul buku yang kamu tulis.
  3. Nama penamu menjadi sesuatu yang gampang sekali untuk diingat dan tidak mudah untuk dilupakan.
  4. Ketika suatu genre penulisan disebutkan pada pembaca, maka namamu langsung muncul sebagai bagian penting dari genre tersebut.
  5. Dan lain-lain.

Nah, dengan melihat betapa fungsionalnya nama pena sebagai sebuah brand untuk dirimu sendiri, maka tentu saja kamu harus memilihnya dengan cermat dan penuh pertimbangan.

Untuk memudahkan kamu menemukan nama pena yang bagus, berikut beberapa tips dan pertimbangan yang bisa kamu lakukan;

1. Pilih Nama Pena yang Mudah untuk Diucapkan dan Diingat

Cara Membuat Nama Pena yang Bagus
Photo by Keira Burton on Pexels.com

Memilih sebuah pseudonym yang gampang diingat dan diucapkan adalah tips pertama yang harus kamu lakukan untuk mendapatkan nama samaran yang ideal. Hindari untuk menggunakan pseudonym yang sulit untuk diucapkan atau dieja oleh sebagian besar masyarakat.

Membuat nama pena yang tidak sulit bagi ejaan sebenarnya tidaklah sulit.

Coba kamu ucapkan lagi beberapa contoh nama pena pada pembukaan postingan ini seperti J.K. Rowling, Mark Twain, Tere Liye atau Dewi Dee, semuanya gampang diucapkan dan gampang diingat, kan?

2. Pastikan Nama Pena yang Kamu Pilih Tidak Memiliki Kesamaan dengan Seseorang yang Sudah Terkenal

Jika dalam dunia lain seseorang bisa mendompleng nama orang lain untuk mengkatrol popularitasnya, maka ini tidak begitu efektif dalam dunia penulisan. Khususnya dalam hal memilih nama pena. Bayang-bayang nama orang lain yang lebih dulu terkenal sama sekali bukan saran paling bagus untuk kamu jadikan inspirasi memilih nama penamu sendiri.

Ketika internet adalah bagian paling esensial untuk memasarkan buku atau tulisan saat ini, maka kamu juga membutuhkan posisi yang mendukung supaya kamu bisa berhasil.

Nah, membuat nama pena yang sama dengan seseorang yang mungkin sudah terkenal sama sekali bukan cara yang menarik.

Saat seseorang mencari nama penulis yang kamu gunakan dalam kolom internet, maka semua pencarian akan mengarah pada orang yang sudah terkenal sebelumnya. Hal ini secara tidak langsung akan menenggelamkan nama samaran yang sudah kamu pilih.

3. Identifikasikan Usia yang Tepat untuk Nama Pena Pilihanmu

Photo by Mau00ebl BALLAND on Pexels.com

Menentukan usia yang sesuai untuk pseudonym yang kamu pilih juga sangat penting.

Mempertimbangkan usia sebuah nama pena terkait pula dengan penggunaan nama umum yang paling banyak digunakan saat ini. Ketika kamu memilih satu nama yang tepat dan mewakili segmentasi generasi tertentu, maka kamu pun dengan mudah dapat menjaring pembaca pada usia yang tertarget.

Anggap misalnya kamu memilih nama “Keysa, Marcell, atau Azalea” sebagai pseudonym yang akan kamu gunakan.

Maka akan ada kesan bahwa kamu adalah penulis yang masih sangat muda karena nama pena yang kamu pilih secara umum menggambarkan segmentasi nama anak yang populer pada 10 tahun belakangan.

4. Pastikan Nama Pena yang Kamu Pilih Relevan dengan Genre Penulisanmu

Nama Stephen King sudah akrab dengan buku-buku bergenre horror, nama J.K. Rowling juga identik dengan sastra klasik berupa dunia magic dan sihir, atau Stan Lee juga sangat identik dengan karya-karya tentang superhero.

Di Indonesia nama Hamka sangat akrab dengan gaya penulisan melayu yang dalam dan penuh filosofi, nama Tere Liye erat kaitannya dengan karya fiksi yang banyak berisi kritik sosial, dan nama Asma Nadia idetik pula dengan tulisan-tulisan bertema keluarga, kehidupan seorang isteri dan kisah cinta.

Jadi, jika kamu memilih genre horror dalam penulisanmu, mungkin kamu dapat menggunakan nama yang mungkin mewakili niche itu. Begitu pula misalnya tulisanmu adalah tentang petualangan, science, komik anak-anak, dan lain sebagainya.

Intinya, kamu dapat menemukan pseudonym yang relevan dengan genre yang kamu pilih.

5. Pastikan Domain untuk Nama Pena Pilihanmu Masih Tersedia

Cara Membuat Nama Pena yang Bagus
Source: Network Solution

Tips terakhir yang bisa kamu gunakan dalam memilih pseudonym adalah dengan memastikan bahwa domain website untuk pseudonym itu masih tersedia dan bisa kamu gunakan.

Hal ini sekali lagi erat kaitannya dengan upaya untuk memasarkan pseudonym milikmu di kalangan pembaca melalui website yang kamu miliki.

Kesimpulan

Nah, itu adalah beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk mendapatkan nama pena yang bagus. Meskipun ada cukup banyak manfaat penggunaan nama samaran untuk seorang penulis, namun sama sekali tidak masalah jika kamu mungkin ingin menggunakan nama aslimu sendiri.

Shopee Mantul

Baik kamu menggunakan pseudonym atau tidak, hal terpenting bagi seorang penulis adalah terus menulis dan menghasilkan karya.

Jadi, selamat berkarya, ya!


Tingkatkan skill menulismu

Yuk, gabung di Kelas Menulis Online Penulis Gunung dan keterampilan menulismu akan naik satu level


Penulis terbaik

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 14 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


%d blogger menyukai ini: