5 TIPS AMPUH CARA MEMBUAT NAMA PENA YANG BAGUS UNTUK PENULIS

Pada akhirnya, nama-lah yang akan diingat oleh manusia….

Anton Sujarwo

Beberapa penulis hebat lebih memilih menggunakan nama pena mereka dibandingkan nama asli mereka sendiri. Alasan marketing dan kenyamanan adalah dua faktor utama mengapa seorang penulis melakukan hal itu. Namun sebenarnya, bagaimana sih, cara membuat nama pena yang bagus untuk alasan pemasaran atau pun alasan kenyamanan?

Nah, untuk kamu yang mungkin saat ini baru mulai menulis dan berpikir untuk menggunakan nama pena, artikel kali ini akan banyak manfaatnya untuk kamu baca. Apa itu pengertian nama pena, bagaimana memilihnya, serta beberapa contoh nama pena penulis yang populer, akan menjadi bahasan utama dalam postingan penulisgunung.id kali ini. Jadi, mari dibaca sampai tuntas, ya!

Pengertian dan Cara Memilih Nama Pena yang Bagus Untuk Digunakan Oleh Seorang Penulis

Source: Youtube

Secara sederhana nama pena dapat diartikan sebagai sebuah nama yang digunakan oleh seorang penulis disamping namanya yang sebenarnya. Selain disebut sebagai nama pena, nama lain seorang penulis seringkali pula disebut dengan istilah yang cukup beragam, misalnya; pseudonym, alias, fake name, pseudo name, nom de plume, nama samaran dan lain-lain.

Di Indonesia ada cukup banyak pula penulis-penulis hebat yang tenar dan populer bukan dari nama asli mereka, melainkan nama pena mereka. Beberapa penulis dengan pseudonym yang cukup dikenal dalam dunia penulisan tanah air misalnya adalah; Tere Liye (Darwis), Dewi Dee (Dewi Lestari Simangunsong), Hamka (Haji Abdul Malik Karim Amrullah), Remy Silado (Yapi Panda Abdiel Tambayong), dan lain sebagainya.

Sementara jika diperluas lagi ke beberapa penulis luar negeri, maka cukup banyak pula kemudian ditemukan para penulis yang menggunakan nama pena sebagai nama publikasi mereka, Beberapa nama yang cukup dikenal misalnya adalah; J.K. Rowling (Joanne Rowling), DR. Seuss (Theodore Seuss Geisel), Stan Lee (Stanley Martin Lieber), Mark Twain (Samuel Clements) dan Lee Child (James D. Grant)

Contoh nama pena di atas memberikan sebuah kesimpulan bahwa menggunakan nama samaran atau nama pena dalam dunia penulisan adalah sesuatu yang sudah sangat umum dilakukan. Namun yang mungkin juga menjadi pertanyaan adalah; mengapa seseorang ‘harus’ menggunakan nama pena? Apa alasan yang paling mendasar ketika seorang penulis menggunakan nama pena ketimbang nama aslinya?

Beberapa Alasan Mendasar Mengapa Seorang Penulis Menggunakan Nama Pena                     

Setidaknya ada beberapa alasan yang cukup penting mengapa seorang penulis lebih memilih menggunakan nama penanya daripada nama aslinya sendiri. Beberapa alasan tersebut adalah sebagai berikut;

Untuk Melindungi Dirinya dan Keluarganya

Profesi menulis kadang menjadi menarik untuk dan mengundang rasa penasaran orang lain tentang jati diri penulisnya sendiri. Kemudian yang menjadi lebih kompleks adalah, tidak semua yang tertarik memberi respon dengan sikap baik. Beberapa pembaca kadang justru melakukan tindakan-tindakan yang justru mengganggu ketentraman sang penulis. Nah, dengan menggunakan nama pena, hal ini setidaknya dapat dihindari.

Memiliki Alasan Dari Sisi Publikasi dan Pemasaran

Dalam urusan marketing, tidak semua nama memiliki nilai yang menarik. Untuk alasan itulah kemudian beberapa penulis memilih menggunakan nama penanya. Nama pena yang unik dapat didesain sedemikian rupa supaya terdengar menarik, mengagumkan, dan juga lebih memikat para pembaca. Marketing dan pemasaran pada umumnya adalah alasan paling besar mengapa nama pena digunakan.

Menghindari Persamaan Nama dengan Orang yang Sudah Terkenal

Source: Quality Companies Formations

Alasan selanjutnya mengapa seorang penulis menggunakan nama pena adalah untuk menghindari anggapan yang salah dari para pembaca. Anggapan yang salah ini adalah ketika nama asli si penulis mungkin sama atau mirip dengan nama seseorang yang sudah terkenal. Nah, dengan membuat nama pena yang menarik dan berbeda, ia dapat menghindar dari bayang-bayang nama orang yang sudah terkenal tersebut.

Menyesuaikan Dengan Banyak Genre yang Ditulis

Contoh nama pena penulis Indonesia seperti yang telah disebutkan di atas bisa jadi mereka lakukan karena alasan yang keempat ini, yakni menyesuaikan dengan genre yang ditulis. Pada umumnya para penulis yang menggunakan nama pena dengan alasan ini adalah para penulis yang menulis dalam berbagai bidang dan topik. Ketika sedang menulis fiksi romantis misalnya ia menggunakan nama A, sementara saat ia menulis kisah misteri, maka ia menggunakan nama pena B.

Memisahkan Antara Kehidupan Profesional Sebagai Penulis dengan Kehidupan Pribadi

Source(DFI Club)

Nama pena penulis buku Max Havelaar tentang penjajahan Belanda di Indonesia adalah Multatuli, sementara nama sebenarnya adalah Eduard Douwes Dekker. Alasan mengapa Doewes Dekker menggunakan nama Multatuli sebagai nama penanya oleh beberapa orang dianggap sebagai upayanya untuk memisahkan antara kehidupan pribadinya dan profesionalitasnnya.

Terlepas dari apa pun alasan Multatuli digunakan oleh sebagai nama pena penulis buku Max Havelaar, namun buku ini sangat outstanding dan mengagumkan. Buku pertama yang membuka kekejaman tanam paksa Belanda di Indonesia ini adalah salah satu karya besar dunia yang masih sangat relevan dibaca hingga saat ini.

Hanya Untuk Bersenang-Senang

Alasan selanjutnya mengapa seorang penulis memilih menggunakan nama pena dibandingkan nama aslinya adalah untuk bersenang-senang atau just for fun. Mungkin terdengar aneh bagi beberapa orang bagaimana seorang penulis menukar nama aslinya hanya untuk bersenang-senang, namun alasan menggunakan nama pena dengan alasan just for fun cukup banyak ditemukan dalam dunia kepenulisan.

Bagaimana Cara Memilih Nama Pena yang Bagus Untuk Seorang Penulis?

Source: Dafont

Setelah kamu mengetahui beragam alasan mengapa seorang penulis memutuskan untuk menggunakan nama pena seperti yang disampaikan di atas. Lantas, bagaimana sekarang cara memilih nama pena itu sendiri? Apakah ada kiat-kiat khusus yang bisa dilakukan supaya mendapatkan nama pena yang bagus untuk seorang penulis?

Salah satu pertimbangan terbesar yang harus dipikirkan oleh seorang penulis sebelum memilih satu nama pena atau pseudonym yang akan ia gunakan adalah mengenai unsur marketingnya. Seorang penulis pemula mungkin saja akan memilih nama pena berdasarkan feel atau efek rasa yang ditimbulkannya saja. Sementara unsur marketingnya sendiri dianggap nomor dua atau bahkan tidak begitu penting.

Harus dipahami bahwa memilih nama pena yang tepat akan mampu memberi dampak yang bagus untuk tulisan-tulisan kamu nantinya. Beberapa dampak yang cukup penting terkait penggunaan nama pena misalnya adalah;

  1. Nama pena yang kamu gunakan bisa menjadi nama domain untuk websitemu sendiri.
  2. Nama penamu akan menarik perhatian para pembaca saat pertamakali melihat sampul buku yang kamu tulis.
  3. Nama penamu menjadi sesuatu yang gampang sekali untuk diingat dan tidak mudah untuk dilupakan.
  4. Ketika suatu genre penulisan disebutkan pada pembaca, maka namamu langsung muncul sebagai bagian penting dari genre tersebut.
  5. Dan lain-lain.

Nah, dengan melihat betapa fungsionalnya nama pena sebagai sebuah brand untuk dirimu sendiri, maka tentu saja kamu harus memilihnya dengan cermat dan penuh pertimbangan. Dan untuk memudahkan kamu menemukan nama pena yang bagus, berikut beberapa tips dan pertimbangan yang bisa kamu lakukan;

Pilih Nama Pena yang Mudah Untuk Diucapkan dan Diingat

Source: Freepik

Memilih sebuah pseudonym yang gampang diingat dan diucapkan adalah tips pertama yang harus kamu lakukan untuk mendapatkan nama pena yang ideal. Hindari untuk menggunakan nama pena yang sulit untuk diucapkan atau dieja oleh sebagian besar masyarakat.

Membuat nama pena yang gampang diingat dan tidak sulit dieja dan diucapkan sebenarnya tidaklah sulit. Coba kamu ucapkan lagi beberapa contoh nama yang telah disebutkan pada pembukaan postingan ini seperti J.K. Rowling, Mark Twain, Tere Liye atau Dewi Dee, semuanya gampang diucapkan dan gampang diingat, kan?

Pastikan Nama Pena yang Kamu Pilih Tidak Memiliki Kesamaan Dengan Seseorang yang Sudah Terkenal

Source: Freepik

Jika dalam dunia lain seseorang bisa mendompleng nama orang lain untuk mengkatrol popularitasnya, maka ini tidak begitu efektif dalam dunia penulisan. Khususnya dalam hal memilih nama pena. Bayang-bayang nama orang lain yang lebih dulu dikenal sama sekali bukan saran paling bagus untuk kamu jadikan inspirasi memilih nama penamu sendiri.

Ketika internet adalah bagian paling esensial untuk memasarkan buku atau tulisan saat ini, maka kamu juga membutuhkan posisi yang mendukung supaya kamu bisa berhasil. Nah, membuat nama pena yang sama dengan seseorang yang mungkin sudah terkenal sama sekali bukan hal yang akan medukung keberhasilanmu di internet.

Saat seseorang mencari nama penulis yang kamu gunakan dalam kolom internet, maka semua pencarian akan mengarah pada orang yang sudah terkenal sebelumnya. Kondisi ini sama sekali bukan hal yang bagus untuk branding pseudonym yang kamu miliki.

Identifikasikan Usia yang Tepat Untuk Nama Pena Pilihanmu

Source: Illusions

Menentukan usia yang sesuai untuk pseudonym yang kamu pilih juga sangat penting. Mempertimbangkan usia sebuah nama pena terkait pula dengan penggunaan nama umum yang paling banyak digunakan saat ini. Ketika kamu memilih satu nama yang tepat dan mewakili segmentasi generasi tertentu, maka kamu pun dengan mudah dapat menjaring pembaca pada usia yang tertarget.

Anggap misalnya kamu memilih nama “Keysa, Marcell, atau Azalea” sebagai pseudonym yang akan kamu gunakan. Maka akan ada kesan bahwa kamu adalah penulis yang masih sangat muda (bahkan bisa jadi ada yang menganggap anak-anak) karena nama pena yang kamu pilih secara umum menggambarkan segmentasi nama anak yang populer digunakan pada 10 tahun belakangan.

Pastikan Nama Pena yang Kamu Pilih Relevan Dengan Genre Penulisanmu

Source: Freepik

Nama Stephen King sudah akrab dengan buku-buku bergenre horror, nama J.K. Rowling juga identik dengan sastra klasik berupa dunia magic dan sihir, atau Stan Lee juga sangat identik dengan karya-karya tentang superhero.

Di Indonesia nama Hamka sangat akrab dengan gaya penulisan melayu yang dalam dan penuh filosofi, nama Tere Liye erat kaitannya dengan karya fiksi yang banyak berisi kritik sosial, dan nama Asma Nadia idetik pula dengan tulisan-tulisan bertema keluarga, kehidupan seorang isteri dan kisah cinta.

Jadi, jika kamu memilih genre horror dalam penulisanmu, mungkin kamu dapat menggunakan nama yang mungkin mewakili niche itu. Begitu pula misalnya tulisanmu adalah tentang petualangan, science, komik anak-anak, dan lain sebagainya. Intinya, kamu dapat menemukan nama pena yang relevan dengan genre yang kamu pilih.

Pastikan Pula Apakah Domain Untuk Nama Pena Pilihanmu Masih Tersedia

Source: Network Solution

Tips terakhir yang bisa kamu gunakan dalam memilih pseudonym adalah dengan memastikan bahwa domain website untuk pseudonym itu masih tersedia dan bisa kamu gunakan. Hal ini sekali lagi erat kaitannya dengan upaya untuk memasarkan nama pena milikmu di kalangan pembaca melalui website yang kamu miliki.

Sekarang, Apa Nama Pena Pilihanmu?

Nah, itu adalah beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk mendapatkan nama pena yang bagus. Meskipun ada cukup banyak manfaat penggunaan nama pena untuk seorang penulis, namun sama sekali tidak masalah jika kamu mungkin ingin menggunakan nama aslimu sendiri.

Baik kamu menggunakan nama pena atau tidak, hal terpenting bagi seorang penulis adalah terus menulis dan menghasilkan karya.

Jadi, selamat berkarya, ya!


Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Satu respons untuk “5 TIPS AMPUH CARA MEMBUAT NAMA PENA YANG BAGUS UNTUK PENULIS

Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: