7 LANGKAH MUDAH CARA MENULIS STRUKTUR CERITA DALAM CERPEN ATAU NOVEL

Membuat struktur cerita yang efektif adalah salah satu bagian terpenting dari penulisan novel atau pun cerpen. Masalahnya, tidak semua penulis mampu mengeksekusinya dengan baik. Beberapa penulis misalnya memiliki ide klimaks cerita yang sangat menarik untuk disampaikan. Namun ketika struktur penulisannya tidak efektif, cerita itu bisa saja terasa tidak memiliki kesan yang kuat.

Nah, bagaimana sebenarnya menulis struktur cerita pendek atau novel yang baik?  Apakah ada kiat-kiat khusus yang dapat dipelajari dan dipraktikkan dengan mudah? Untuk menjawab ini, berikut uraiannya lengkapnya untuk kamu.

Usia manusia tidak ditentukan oleh tahun yang dilewatinya, tapi dari kisah yang berhasil ia ceritakan…

Anonim

Beberapa Langkah Sederhana Menulis Struktur Cerita yang Efektif dalam Penulisan Novel atau Cerpen

Source: Freepik

Struktur penulisan cerita secara sederhana dapat didefiniskan sebagai kumpulan-kumpulan plot cerita yang disusun sedemikian rupa untuk menghasilkan alur yang menarik dan efektif. Ketika alur cerita sendiri dapat bersifat alur maju atau alur mundur, maka penulisan cerita pada cerpen pada dasarnya bisa lebih fleksibel. Akan tetapi struktur yang baik tentu saja akan membuat garis cerita menjadi lebih menarik.

Ada beberapa penulis yang membuat struktur teks cerpen atau novel secara sangat singkat dan terlihat gampang. Susunan struktur ini hanya berisi karakter, goal yang diinginkan, rintangan yang ada dan, ending cerita. Susunan penulisan cerita seperti ini tentu saja sangat singkat dan terlihat mudah untuk ditulis, akan tetapi tanpa penjelasan yang lebih spesifik, beberapa penulis yang umumnya pemula, tetap masih mengalami kendala.

Lantas, adakah sebuah cara atau metode menyusun struktur penulisan cerita yang lebih mudah dilakukan sekaligus juga efektif?

Jawabannya, tentu saja ada.

Berikut untuk kamu yang mungkin sedang mempersiapkan cerita terbaikmu, tujuh langkah membuat atau menulis struktur cerita pada novel dan cerpen ini mungkin akan sangat berguna. Mari disimak bersama.

BACA JUGA:

Struktur Pertama: Tentukan Karakter Cerita

Source: Freepik

Langkah pertama dalam menulis cerita selalu berbicara tentang karakter, tentang tokoh dan tentang siapa yang dikisahkan dalam cerita. Dalam langkah yang pertama ini, tuliskan struktur cerita pendek atau novel yang secara khusus berbicara tentang tokohnya, tentang karakternya, atau tentang siapa yang akan menjadi objek cerita.

Jika misalnya cerita yang kamu tulis adalah tentang kancil dan buaya, maka fokus penulisan pertama yang menjadi struktur cerita adalah tokoh kancil dan buayanya sendiri. Apakah kamu akan menampilkan kancil terlebih dahulu atau buaya terlebih dahulu dalam cerita, itu adalah kebebasan dan kreativitasmu sendiri. Akan tetapi susunan pertama dari struktur yang harus kamu pahami adalah focus on your story character.

Struktur Kedua: Bangun Sebuah Situasi Cerita

Source: Idaho Medica Academy

Selanjutnya setelah kamu berhasil menentukan karakter yang akan ditampilkan dalam cerita, fokus selanjutnya adalah merekayasa sebuah kondisi atau situasi cerita. Membangun situasi dalam cerita sebenarnya adalah sesuatu yang sederhana, karena ide pemicunya kadang hanya berdasarkan pada; sedang apa sebuah tokoh dan apa yang ingin ia lakukan?

Dalam struktur cerita fabel dan contohnya seperti kancil dan buaya di atas, situasi yang dapat dibangun misalnya adalah;

Kancil tinggal di sebuah hutan yang kaya dan penuh makanan, namun karena musim kemarau hutan itu kemudian menjadi kering dan gersang. Untuk bisa bertahan hidup, si Kancil harus pindah ke hutan lain. Namun untuk bisa pindah dari hutan itu kancil terlebih dahulu harus menyeberangi sungai yang di dalamnya terdapat banyak buaya.

Jika kamu kemudian menulis cerita fiksi dengan unsur romantis, horror, misteri dan lain sebagainya, kamu tentu dapat menyusun sendiri situasinya. Akan tetapi yang juga tidak boleh kamu lupakan dalam menyusun struktur situasi dalam penulisan cerpen atau novel adalah; pastikan situasi yang kamu tulis relevan dan memiliki hubungan erat dengan tantangan yang akan menjadi struktur cerita selanjutnya.

Struktur Ketiga: Ciptakan Sebuah Masalah Dalam Cerita

Source: freepik

Ketika karakter atau tokoh cerita sudah berhasil kamu ciptakan, situasi pun sudah bisa kamu bangun dengan baik, maka fokus strukturmu sekarang adalah dengan menciptakan masalahnya. Kuncinya pada bagian ini adalah; semakin kuat dan sulit masalah yang kamu bangun untuk karakter cerita, maka semakin baik. Arti lainnya mungkin adalah; semakin kuat rintangan yang dihadapi oleh tokoh yang kamu ceritakan, maka semakin bagus.

Pembaca ingin membaca suatu tulisan yang kuat dan bernilai. Pembaca juga ingin mendapatkan cerita yang menarik, tentang masalah yang pelik dan diselesaikan dengan cara yang menarik. Semakin rumit masalah yang dibangun tentu saja semakin kuat pula usaha yang harus dilakukan karakter untuk melewatinya. Dan ini dari sudut pandang pembaca, adalah apa yang mereka inginkan sebenarnya.

Pada contoh struktur cerita kancil dan buaya di atas, problem utama yang dibangun tentu saja adalah kancil ingin menyeberangi sungai yang di dalamnya terdapat banyak buaya. Masalah berupa hutan yang kering karena kemarau atau jembatan yang tidak ada, hakikatnya adalah bangunan dari situasi cerita. Sedangkan pokok permasalahan yang menjadi fokus problem adalah buaya yang ada di dalam sungai.

Struktur Keempat: Buat Upaya Pertama Karakter Menyelesaikan Masalah

Source: Freepik

Setelah mendapatkan tiga struktur pertama, langkah selanjutnya adalah  dengan memberikan kesempatan pertama pada karakter tokoh untuk menyelesaikan masalah yang kamu bangun sebelumnya. Pada struktur cerita fantasi atau pun bukan, baik pada cerita novel atau cerpen, yang kamu harus ingat adalah; jangan buat karaktermu sukses dalam percobaan pertamanya!

Beberapa penulis pemula kadang terlalu terobsesi dalam hal ‘pemujaan’ kehebatan karakter yang mereka tulis sehingga, membuat si tokoh terkesan begitu sempurna. Hal ini tentu saja dalam penulisan cerita yang efektif baik itu novel atau cerpen, adalah sesuatu yang tidak bagus. Bukankah sebuah kisah perjuangan tidak lagi memiliki makna jika terlalu mudah untuk dicapai dan ditaklukkan?

Kembali pada pada struktur cerita rakyat kancil dan buaya yang menjadi contoh di atas; Percobaan pertama dari tokoh kancil misalnya bisa jadi ia mendekati aliran sungai dan mencari tempat yang paling dangkal untuk diseberangi. Namun ketika ia masuk ke dalam air, arus air justru menyeretnya dan membuat kancil terpaksa berenang lagi dengan susah payah ke tepi sungai sebelumnya.

Struktur Kelima: Buat Kegagalan Upaya Pertama Tokoh Memperburuk Kondisinya

Source: Freepik

Jika sebuah tujuan terlalu mudah untuk diraih, lalu dimana letak perjuangannya?

Jika sebuah cerita sudah selesai hanya cukup dengan sekali upaya, lalu dimana letak keindahannya?

Anton Sujarwo

Apa yang bisa kamu tambahkan lagi dengan kegagalan kancil pada upaya pertamanya untuk menyeberangi sungai?  

Apa pun yang menjadi upaya dari karakter yang kamu ceritakan, pastikan dalam struktur kelima ini untuk membuatnya gagal. Bahkan lebih jauh daripada itu, kunci cerita yang efektif dan bernilai dramatis dari penulisan cerpen atau novel pada langkah kelima ini juga harus membuat situasinya menjadi lebih buruk.

Ketika si kancil berusaha menyeberangi sungai namun kemudian gagal, tindakannya justru menarik perhatian para buaya yang sebelumnya tidak mengetahui keberadaan si kancil.

Perhatikan pengembangan cerita contoh di atas yang digunakan; Bahwa upaya pertama yang dilakukan tokoh tidak saja gagal menyelesaikan masalah, namun juga membuatnya terjatuh dalam situasi yang semakin rumit dan pelik.

Si kancil sekarang tidak hanya harus melewati sungai untuk bisa bertahan hidup, namun ia juga harus mencari cara untuk menyelamatkan diri dari kumpulan buaya yang ingin memangsa dirinya.

Struktur Keenam: Buat Upaya Kembali dari Karakter Untuk Menyelesaikan Masalah

Source: Freepik

Pada cerpen yang jumlah kata dan fokus penceritaannya terbatas, kamu harus membatasi upaya dari karakter dalam jumlah yang tidak boleh dari tiga. Kegagalan upaya pertama menyelesaikan masalah dari tokoh cerita dan membuat kondisinya semakin buruk, harus segera diakhiri pada upayanya yang kedua atau pun yang ketiga.

Akan tetapi yang wajib menjadi catatan dalam hal ini adalah; jadikan upaya penyelesaian masalah tersebut memberi dua konsekuensi bagi tokoh yang diceritakan. Dua konsekuensi ini adalah sederhana namun sekaligus menjadi garis final usahanya. Pilihan konsekuensi itu bisa jadi adalah; hidup atau mati dan gagal atau berhasil. Atau dalam bahasa yang lebih populer dapat pula diibaratkan sebagai the last chance; kesempatan terakhir dari si tokoh.

Satu-satunya upaya terakhir yang dimiliki kancil misalnya adalah dengan bernegoisasi dengan buaya; supaya buaya mau berbaris menjadi jembatan bagi kancil menyeberangi sungai. Konsekuensi dari tindakan kancil ini adalah; hidup dan mati. Jika rencananya berjalan lancar ia akan selamat di tepi sungai sebelah sana  dan mendapatkan banyak makanan. Sementara jika gagal, ia akan mati menjadi santapan buaya. Ini adalah pilihan final bagi kancil.

Final choice itu harus kamu gambarkan dengan gamblang dan terang bahwa itu benar-benar menyangkut hidup dan mati si karakter. Buat situasinya sangat dramatis dan di ujung tanduk. Semakin kritis dan dramatis kondisi yang bisa kamu gambarkan, maka itu semakin bagus.

Jika pada cerpen kamu harus membatasi upaya ini hanya pada 3 saja, maka dalam novel kamu tentu saja dapat lebih leluasa. Kamu bisa membuat upaya menyelesaikan masalah dari karakter ini secara berlapis dengan hasil yang juga beraneka ragam.

Struktur Ketujuh: Buat Konsekuensi Pilihan Karaker Menjadi Ending Cerita Bahkan yang Tidak Ia Bayangkan Sebelumnya

Source: Freepik

Ini adalah bagian terakhir dari struktur cerita yang kamu tulis dan pada banyak penulisan, bagian ini pula yang menjadi kunci sebuah cerita. Apa pun hasil akhir yang telah kamu tetapkan pada kerangka ceritamu, buat ia menjadi sangat menarik untuk diingat dan dikenang oleh pembaca.

Ending cerita tentu saja banyak pilihan yang bisa diambil. Kamu bisa membuat suasananya berakhir bahagia dengan happy ending, kamu bisa membuat semuanya berurai air mata dengan unhappy ending, atau kamu juga membuat ceritanya seolah penuh tanya dengan question ending, dan lain sebagainya.

Bagaimana kalau cerita kancil dan buaya di atas diakhiri dengan misalnya begini;

Buaya pun berbaris rapi, membiarkan langkah kaki mungil kancil bergerak lincah melompat di atas punggung mereka  sambil menghitung jumlah buaya. Pada hitungan ke dua puluh satu, akhirnya kancil pun tiba di seberang sungai dengan selamat dan langsung berlari masuk ke dalam hutan.

Atau, bagaimana jika dibuat endingnya seperti ini:

Menjelang kaki kancil mendarat pada punggung buaya yang ke dua puluh satu, tiba-tiba buaya besar itu berontak yang membuat kancil tejatuh masuk ke dalam sungai. Kancil yang terseret arus itu berteriak panik sambil meminta tolong, tapi arus sungai yang deras menyeretnya kian jauh. Para buaya yang melihat kejadian itu berebutan berenang menyusul kancil, kondisi itu telah membuat mereka berubah pikiran.

Pada penulisan struktur cerita yang menjadi ending, kuncinya adalah; semakin tidak mudah ditebak ending cerita yang kamu tulis maka semakin bagus. Semakin tidak seperti yang diharapkan atau diangan-angankan oleh pembaca, maka itu semakin menarik dan semakin memperkuat ceritamu pula. Akan tetapi jangan pula memaksakan ending yang kemudian terkesan tidak natural untuk diterima.

Sekarang Apa yang Harus Kamu Lakukan?

Source: Shape Up

Untuk menjadi seorang penulis, kamu tidak dapat melakukannya dalam satu malam. Kamu harus senantiasa giat berlatih, menulis setiap hari, tak peduli berapa pun jumlah kata yang berhasil kamu tuliskan.

Menulis adalah tentang kedisiplinan, ketekunan dan kerja keras. Untuk menghasilkan karya tulis yang bernilai baik itu berupa sajak, cerpen, novel atau apa pun saja, kamu membutuhkan konsistensi dan disiplin untuk terus menulis dan berkarya. Ibarat pepatah “lancar mengaji karena diulang” maka dalam menulis pun demikian: Pandai menulis karena dibiasakan.

Oya, penulis blog ini juga membuka bimbingan menulis untuk kamu yang serius ingin menjadi penulis dan menghasilkan karya terbaikmu. Bimbingan akan diadakan secara online melalui aplikasi zoom atau pun dengan cara offline jika itu memang memungkinkan. Jangan ragu untuk menghubungi kontak blog ini melalui form kontak yang sudah disediakan, ya.

Jadi sekarang, fokus pada struktur cerita, disiplin, tekun berlatih, dan tentu saja; teruslah berkarya!

Setiap orang harus memilih di antara dua rasa sakit:

Rasa sakit karena kedisiplinan ataukah rasa sakit karena penyesalan.

Jim Rohn

Note

Tulisan penulis blog ini dapat dibaca juga di;

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: