5 TIPS AMPUH CARA MEMBUAT NAMA PENA YANG BAGUS UNTUK PENULIS

Pada akhirnya, nama-lah yang akan diingat oleh manusia….

Anton Sujarwo

Beberapa penulis hebat lebih memilih menggunakan nama pena mereka dibandingkan nama asli mereka sendiri. Alasan marketing dan kenyamanan adalah dua faktor utama mengapa seorang penulis melakukan hal itu. Namun sebenarnya, bagaimana sih, cara membuat nama pena yang bagus untuk alasan pemasaran atau pun alasan kenyamanan?

Nah, untuk kamu yang mungkin saat ini baru mulai menulis dan berpikir untuk menggunakan nama pena, artikel kali ini akan banyak manfaatnya untuk kamu baca. Apa itu pengertian nama pena, bagaimana memilihnya, serta beberapa contoh nama pena penulis yang populer, akan menjadi bahasan utama dalam postingan penulisgunung.id kali ini. Jadi, mari dibaca sampai tuntas, ya!

Pengertian dan Cara Memilih Nama Pena yang Bagus Untuk Digunakan Oleh Seorang Penulis

Source: Youtube

Secara sederhana nama pena dapat diartikan sebagai sebuah nama yang digunakan oleh seorang penulis disamping namanya yang sebenarnya. Selain disebut sebagai nama pena, nama lain seorang penulis seringkali pula disebut dengan istilah yang cukup beragam, misalnya; pseudonym, alias, fake name, pseudo name, nom de plume, nama samaran dan lain-lain.

Di Indonesia ada cukup banyak pula penulis-penulis hebat yang tenar dan populer bukan dari nama asli mereka, melainkan nama pena mereka. Beberapa penulis dengan pseudonym yang cukup dikenal dalam dunia penulisan tanah air misalnya adalah; Tere Liye (Darwis), Dewi Dee (Dewi Lestari Simangunsong), Hamka (Haji Abdul Malik Karim Amrullah), Remy Silado (Yapi Panda Abdiel Tambayong), dan lain sebagainya.

Sementara jika diperluas lagi ke beberapa penulis luar negeri, maka cukup banyak pula kemudian ditemukan para penulis yang menggunakan nama pena sebagai nama publikasi mereka, Beberapa nama yang cukup dikenal misalnya adalah; J.K. Rowling (Joanne Rowling), DR. Seuss (Theodore Seuss Geisel), Stan Lee (Stanley Martin Lieber), Mark Twain (Samuel Clements) dan Lee Child (James D. Grant)

Contoh nama pena di atas memberikan sebuah kesimpulan bahwa menggunakan nama samaran atau nama pena dalam dunia penulisan adalah sesuatu yang sudah sangat umum dilakukan. Namun yang mungkin juga menjadi pertanyaan adalah; mengapa seseorang ‘harus’ menggunakan nama pena? Apa alasan yang paling mendasar ketika seorang penulis menggunakan nama pena ketimbang nama aslinya?

Beberapa Alasan Mendasar Mengapa Seorang Penulis Menggunakan Nama Pena                     

Setidaknya ada beberapa alasan yang cukup penting mengapa seorang penulis lebih memilih menggunakan nama penanya daripada nama aslinya sendiri. Beberapa alasan tersebut adalah sebagai berikut;

Untuk Melindungi Dirinya dan Keluarganya

Profesi menulis kadang menjadi menarik untuk dan mengundang rasa penasaran orang lain tentang jati diri penulisnya sendiri. Kemudian yang menjadi lebih kompleks adalah, tidak semua yang tertarik memberi respon dengan sikap baik. Beberapa pembaca kadang justru melakukan tindakan-tindakan yang justru mengganggu ketentraman sang penulis. Nah, dengan menggunakan nama pena, hal ini setidaknya dapat dihindari.

Memiliki Alasan Dari Sisi Publikasi dan Pemasaran

Dalam urusan marketing, tidak semua nama memiliki nilai yang menarik. Untuk alasan itulah kemudian beberapa penulis memilih menggunakan nama penanya. Nama pena yang unik dapat didesain sedemikian rupa supaya terdengar menarik, mengagumkan, dan juga lebih memikat para pembaca. Marketing dan pemasaran pada umumnya adalah alasan paling besar mengapa nama pena digunakan.

Menghindari Persamaan Nama dengan Orang yang Sudah Terkenal

Source: Quality Companies Formations

Alasan selanjutnya mengapa seorang penulis menggunakan nama pena adalah untuk menghindari anggapan yang salah dari para pembaca. Anggapan yang salah ini adalah ketika nama asli si penulis mungkin sama atau mirip dengan nama seseorang yang sudah terkenal. Nah, dengan membuat nama pena yang menarik dan berbeda, ia dapat menghindar dari bayang-bayang nama orang yang sudah terkenal tersebut.

Menyesuaikan Dengan Banyak Genre yang Ditulis

Contoh nama pena penulis Indonesia seperti yang telah disebutkan di atas bisa jadi mereka lakukan karena alasan yang keempat ini, yakni menyesuaikan dengan genre yang ditulis. Pada umumnya para penulis yang menggunakan nama pena dengan alasan ini adalah para penulis yang menulis dalam berbagai bidang dan topik. Ketika sedang menulis fiksi romantis misalnya ia menggunakan nama A, sementara saat ia menulis kisah misteri, maka ia menggunakan nama pena B.

Memisahkan Antara Kehidupan Profesional Sebagai Penulis dengan Kehidupan Pribadi

Source(DFI Club)

Nama pena penulis buku Max Havelaar tentang penjajahan Belanda di Indonesia adalah Multatuli, sementara nama sebenarnya adalah Eduard Douwes Dekker. Alasan mengapa Doewes Dekker menggunakan nama Multatuli sebagai nama penanya oleh beberapa orang dianggap sebagai upayanya untuk memisahkan antara kehidupan pribadinya dan profesionalitasnnya.

Terlepas dari apa pun alasan Multatuli digunakan oleh sebagai nama pena penulis buku Max Havelaar, namun buku ini sangat outstanding dan mengagumkan. Buku pertama yang membuka kekejaman tanam paksa Belanda di Indonesia ini adalah salah satu karya besar dunia yang masih sangat relevan dibaca hingga saat ini.

Hanya Untuk Bersenang-Senang

Alasan selanjutnya mengapa seorang penulis memilih menggunakan nama pena dibandingkan nama aslinya adalah untuk bersenang-senang atau just for fun. Mungkin terdengar aneh bagi beberapa orang bagaimana seorang penulis menukar nama aslinya hanya untuk bersenang-senang, namun alasan menggunakan nama pena dengan alasan just for fun cukup banyak ditemukan dalam dunia kepenulisan.

Bagaimana Cara Memilih Nama Pena yang Bagus Untuk Seorang Penulis?

Source: Dafont

Setelah kamu mengetahui beragam alasan mengapa seorang penulis memutuskan untuk menggunakan nama pena seperti yang disampaikan di atas. Lantas, bagaimana sekarang cara memilih nama pena itu sendiri? Apakah ada kiat-kiat khusus yang bisa dilakukan supaya mendapatkan nama pena yang bagus untuk seorang penulis?

Salah satu pertimbangan terbesar yang harus dipikirkan oleh seorang penulis sebelum memilih satu nama pena atau pseudonym yang akan ia gunakan adalah mengenai unsur marketingnya. Seorang penulis pemula mungkin saja akan memilih nama pena berdasarkan feel atau efek rasa yang ditimbulkannya saja. Sementara unsur marketingnya sendiri dianggap nomor dua atau bahkan tidak begitu penting.

Harus dipahami bahwa memilih nama pena yang tepat akan mampu memberi dampak yang bagus untuk tulisan-tulisan kamu nantinya. Beberapa dampak yang cukup penting terkait penggunaan nama pena misalnya adalah;

  1. Nama pena yang kamu gunakan bisa menjadi nama domain untuk websitemu sendiri.
  2. Nama penamu akan menarik perhatian para pembaca saat pertamakali melihat sampul buku yang kamu tulis.
  3. Nama penamu menjadi sesuatu yang gampang sekali untuk diingat dan tidak mudah untuk dilupakan.
  4. Ketika suatu genre penulisan disebutkan pada pembaca, maka namamu langsung muncul sebagai bagian penting dari genre tersebut.
  5. Dan lain-lain.

Nah, dengan melihat betapa fungsionalnya nama pena sebagai sebuah brand untuk dirimu sendiri, maka tentu saja kamu harus memilihnya dengan cermat dan penuh pertimbangan. Dan untuk memudahkan kamu menemukan nama pena yang bagus, berikut beberapa tips dan pertimbangan yang bisa kamu lakukan;

Pilih Nama Pena yang Mudah Untuk Diucapkan dan Diingat

Source: Freepik

Memilih sebuah pseudonym yang gampang diingat dan diucapkan adalah tips pertama yang harus kamu lakukan untuk mendapatkan nama pena yang ideal. Hindari untuk menggunakan nama pena yang sulit untuk diucapkan atau dieja oleh sebagian besar masyarakat.

Membuat nama pena yang gampang diingat dan tidak sulit dieja dan diucapkan sebenarnya tidaklah sulit. Coba kamu ucapkan lagi beberapa contoh nama yang telah disebutkan pada pembukaan postingan ini seperti J.K. Rowling, Mark Twain, Tere Liye atau Dewi Dee, semuanya gampang diucapkan dan gampang diingat, kan?

Pastikan Nama Pena yang Kamu Pilih Tidak Memiliki Kesamaan Dengan Seseorang yang Sudah Terkenal

Source: Freepik

Jika dalam dunia lain seseorang bisa mendompleng nama orang lain untuk mengkatrol popularitasnya, maka ini tidak begitu efektif dalam dunia penulisan. Khususnya dalam hal memilih nama pena. Bayang-bayang nama orang lain yang lebih dulu dikenal sama sekali bukan saran paling bagus untuk kamu jadikan inspirasi memilih nama penamu sendiri.

Ketika internet adalah bagian paling esensial untuk memasarkan buku atau tulisan saat ini, maka kamu juga membutuhkan posisi yang mendukung supaya kamu bisa berhasil. Nah, membuat nama pena yang sama dengan seseorang yang mungkin sudah terkenal sama sekali bukan hal yang akan medukung keberhasilanmu di internet.

Saat seseorang mencari nama penulis yang kamu gunakan dalam kolom internet, maka semua pencarian akan mengarah pada orang yang sudah terkenal sebelumnya. Kondisi ini sama sekali bukan hal yang bagus untuk branding pseudonym yang kamu miliki.

Identifikasikan Usia yang Tepat Untuk Nama Pena Pilihanmu

Source: Illusions

Menentukan usia yang sesuai untuk pseudonym yang kamu pilih juga sangat penting. Mempertimbangkan usia sebuah nama pena terkait pula dengan penggunaan nama umum yang paling banyak digunakan saat ini. Ketika kamu memilih satu nama yang tepat dan mewakili segmentasi generasi tertentu, maka kamu pun dengan mudah dapat menjaring pembaca pada usia yang tertarget.

Anggap misalnya kamu memilih nama “Keysa, Marcell, atau Azalea” sebagai pseudonym yang akan kamu gunakan. Maka akan ada kesan bahwa kamu adalah penulis yang masih sangat muda (bahkan bisa jadi ada yang menganggap anak-anak) karena nama pena yang kamu pilih secara umum menggambarkan segmentasi nama anak yang populer digunakan pada 10 tahun belakangan.

Pastikan Nama Pena yang Kamu Pilih Relevan Dengan Genre Penulisanmu

Source: Freepik

Nama Stephen King sudah akrab dengan buku-buku bergenre horror, nama J.K. Rowling juga identik dengan sastra klasik berupa dunia magic dan sihir, atau Stan Lee juga sangat identik dengan karya-karya tentang superhero.

Di Indonesia nama Hamka sangat akrab dengan gaya penulisan melayu yang dalam dan penuh filosofi, nama Tere Liye erat kaitannya dengan karya fiksi yang banyak berisi kritik sosial, dan nama Asma Nadia idetik pula dengan tulisan-tulisan bertema keluarga, kehidupan seorang isteri dan kisah cinta.

Jadi, jika kamu memilih genre horror dalam penulisanmu, mungkin kamu dapat menggunakan nama yang mungkin mewakili niche itu. Begitu pula misalnya tulisanmu adalah tentang petualangan, science, komik anak-anak, dan lain sebagainya. Intinya, kamu dapat menemukan nama pena yang relevan dengan genre yang kamu pilih.

Pastikan Pula Apakah Domain Untuk Nama Pena Pilihanmu Masih Tersedia

Source: Network Solution

Tips terakhir yang bisa kamu gunakan dalam memilih pseudonym adalah dengan memastikan bahwa domain website untuk pseudonym itu masih tersedia dan bisa kamu gunakan. Hal ini sekali lagi erat kaitannya dengan upaya untuk memasarkan nama pena milikmu di kalangan pembaca melalui website yang kamu miliki.

Sekarang, Apa Nama Pena Pilihanmu?

Nah, itu adalah beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk mendapatkan nama pena yang bagus. Meskipun ada cukup banyak manfaat penggunaan nama pena untuk seorang penulis, namun sama sekali tidak masalah jika kamu mungkin ingin menggunakan nama aslimu sendiri.

Baik kamu menggunakan nama pena atau tidak, hal terpenting bagi seorang penulis adalah terus menulis dan menghasilkan karya.

Jadi, selamat berkarya, ya!


Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

BUANG 10 HAL INI JIKA KAMU SERIUS INGIN MENJADI SEORANG PENULIS

Untuk menjadi seorang penulis yang berhasil, tentu saja ada banyak hal yang harus dilakukan. Selain melakukan beberapa hal yang memang menjadi kunci keberhasilan untuk menulis, ada juga beberapa hal yang ternyata tidak boleh dilakukan oleh seorang penulis. Larangan ini adalah sebuah budaya krusial yang jika tidak segera dibuang, akan menjadi hambatan yang signifikan dalam penulisan.

Lantas, apa saja sebenarnya yang harus dihindari oleh seseorang yang serius ingin menjadi penulis yang sukses? Berikut adalah 10 hal yang paling penting untuk dibuang jauh-jauh supaya kamu bisa menjadi penulis yang berhasil.

10 Hal yang Harus Dibuang Jauh-Jauh Jika Kamu  Ingin Menjadi Seorang Penulis yang Berhasil

http://www.medium.com

Ada banyak saran yang kemudian dapat ditemukan di internet mengenai cara menjadi seorang penulis, baik itu penulis buku, penulis blog, atau bahkan penulis content writer yang saat ini mulai menjadi profesi yang cukup banyak diminati. Cara-cara ini sebagian besar menjelaskan tentang teknis, tentang kiat dan juga, tentang beberapa hal-hal yang mungkin saja sudah umum diketahui.

Akan tetapi, mungkin tidak begitu banyak sumber yang kemudian menjelaskan tentang ada banyak juga hal penting yang ternyata harus dihindari oleh seorang penulis. Hal-hal yang harus dihindari ini, memiliki cakupan yang lebih luas untuk diketahui oleh seorang calon penulis. Cakupannya mulai dari teknik dalam menulis, bahkan yang lebih esensi adalah mengenai mentalitas penulis itu sendiri.

Nah, apa saja sih sebenarnya hal-hal penting yang tidak boleh dilakukan oleh seorang penulis? Berikut penulisgunung.id telah merangkumnya dalam 10 poin yang dianggap paling mendasar dan penting. Mari dicermati satu-persatu.

Buang Kebiasaan Menunggu Waktu yang Sempurna Untuk Menulis

Source: youtube

Apakah kamu menulis hanya jika waktu dan segala sesuatunya sempurna? Jika iya, maka selamat mencoba keberuntunganmu dengan hal itu!

Namun, jika kamu ingin tahu bagaimana membuat dirimu tetap produktif dengan segala kondisi dan keadaan, maka sebaiknya buang jauh-jauh kebiasaanmu menunggu waktu yang super sempurna untuk bisa menulis.

Seorang penulis hebat tetap menulis dalam keterbatasan. Bahkan para legenda sastra yang luar biasa seperti Buya Hamka, menuliskan mahakarya terbaiknya dalam penjara. Jadi, jika sekarang yang kamu miliki hanyalah komputer tua,  atau laptop yang keyboard-nya sudah agak keras, atau bahkan beberapa carik kertas dengan tinta di bawah cahaya lampu templok berbahan bakar minyak tanah, maka tetaplah menulis!

Buang Kebiasaanmu Untuk Memaksakan Diri Menulis Sesuatu yang Harus Romantis

Source: Garyvaynerchuck

Menulis kata-kata indah saja tidak akan menjadikan kamu seorang penulis, menggerakkan orang lain, menghibur mereka, mengedukasi dan menginspirasi mereka lah yang akan membuat kamu menjadi seorang penulis

Hal menarik yang cukup sering terjadi dalam dunia penulisan, khususnya para pemula, adalah mereka kadang terjebak persepsi untuk hanya menghasilkan kata-kata yang indah dan puitis semata.

Tidak, jangan terjebak dengan itu. Itu bukanlah bagian paling besar dalam porsi untuk menjadi seorang penulis.

Jika kamu bisa merangkai kata-kata indah dan diksi yang sempurna, itu bagus! Namun perlu diingat bahwa menjadi penulis bukan hanya tentang hal itu. Konsistensi dan disiplin dalam menulis jauh lebih memegang peranan daripada sekedar rangkaian kata indah. Pastikan kamu untuk tidak terjebak dengan persepsi yang salah seperti itu, ya!

Buang Kebiasaanmu Membandingkan Diri Dengan Orang Lain

Source: Youtube

Jika kamu membandingkan karyamu dengan karya orang lain sebagai cara untukmu memperbaiki kualitas penulisan, maka tidak ada masalah dengan itu. Namun jika kamu mulai membandingkan pencapaianmu dengan pencapaian orang lain dan itu kemudian membuat kamu merasa terganggu, maka itu adalah alarm supaya kamu tidak melakukannya lagi.

Setiap penulis memiliki karakteristik dan gayanya masing-masing. Sebaiknya kamu tidak memaksakan diri untuk bergaya seperti penulis lain, meskipun gaya penulisannya kamu kagumi. kamu boleh saja terinspirasi dan kemudian ingin menuliskan hal yang mungkin sama, namun tetaplah tunjukkan karakteristik menulismu sendiri.

Buang Rasa Iri Dengan Keberhasilan Penulis Lain

Source: Isha foundation

Semua penulis itu satu dunia dalam karya, satu napas menghadirkan gelombang kata-kata, jangan buat dirimu menderita dengan memasukkan rasa dengki di dalamnya.

Anton Sujarwo

Kamu mungkin saja melihat seorang penulis buku, penulis blog, atau penulis konten yang menurut kamu karyanya biasa saja. Akan tetapi dari sisi jumlah pemasukan menulis misalnya ia lebih mengungguli apa yang bisa kamu lakukan. Jika kamu menemui kondisi semacam ini, maka segera buang jauh-jauh jika mungkin ada bara iri yang muncul dalam benakmu.

Ini mungkin tidak banyak disampaikan dalam tips-tips dan teknis menulis namun, cara menjadi seorang penulis yang hebat adalah juga dengan membuang jauh-jauh perasaan iri pada penulis lainnya. Semua orang memiliki medan juang mereka masing-masing, memiliki titik start yang mungkin saja juga tidak sama, jadi ketika pencapaiannya mereka berbeda,  tentu saja itu juga tidak adalah wajar.

Buang Perasaan Takut Ditolak dan Terlalu Mengharapkan Persetujuan Orang Lain

Source: Psychology today

Merasa takut ditolak itu wajar, tapi jangan terbebani dengan perasan itu jika kamu mau menjadi seorang penulis yang berhasil. Penulis terbaik sekali pun seperti J.K. Rowling atau Stephen King, pernah mengalami penolakan terkait dengan karya mereka. Dan itu tidak akan pernah menjadi masalah selama kamu memutuskan untuk tidak pernah menyerah.

Selain ketakutan penolakan terhadap karya yang kamu tulis, kamu juga harus membuang jauh-jauh harapan untuk misalnya supaya selalu diterima dan disetujui orang lain. Penulisanmu, gaya menulismu, bahkan karakter dirimu sendiri dalam menulis bisa saja tidak mendapat persetujuan orang lain. Dan seorang penulis, harus terbiasa dengan itu dan mampu berdamai dengan perasaan yang ditimbulkannya.

Buang Rasa Keterikatan Dengan Apa yang Kamu Tulis

Source: Etsy

Rasa keterikatan yang dimaksud disini bukan mengenai tanggung jawab dan konsekuensi mengenai hal yang ditulis. Akan tetapi keterikatan yang dimaksud adalah bahwa segala sesuatu yang kamu tulis, kamu ikat dengan perasaan dan pandangan hidupmu sendiri. Atau kamu merasa enggan dan sungkan untuk menulis sesuatu yang berseberangan dengan jati dirimu, pengalamanmu, atau cara pandangmu terhadap objek masalam tertentu.

Misalnya begini; kamu adalah orang yang idealis mengenai peran-peran protagonis karena secara jati dirimu sendiri, kamu memang adalah orang baik. Nah ketika kamu menulis novel atau cerita yang saat itu kamu dituntut untuk mampu melukiskan kejahatan dari sudut pandang kejahatan itu sendiri, maka ikatan idealismemu terhadap nilai-nilai protagonis, harus kamu lepas.

Bukan berarti kamu berlepas dari nilai kebaikan protagonis, tapi ini bertujuan supaya kamu tidak memiliki beban saat menghidupkan narasi berceritamu yang luar biasa.

Buang Rasa Malas dan Kebiasaan Tidak Disiplin

Source: Pixels

Orang tidak pintar bisa berhasil, orang tidak kaya juga berhasil, akan tetapi orang yang tidak disiplin, ia tidak akan bisa berhasil.

Anton Sujarwo

Disiplin dan ketekunan adalah kunci hampir dari setiap keberhasilan, dan itu juga berlaku dalam kepenulisan. Bahkan pokok utama berhasil atau tidaknya seorang penulis, ditentukan oleh karakternya sendiri, yang disiplin dan ketekunan  adalah bagian paling dasarnya.

Disiplin dalam menulis erat kaitannya dengan melawan rasa malas dan keengganan. Dan malas dalam menulis bisa jadi disebabkan oleh banyak faktor seperti mood yang sedang tidak bagus, suasana yang dirasa kurang tepat, atau pada kondisi yang paling umum; merasa tidak memiliki waktu untuk menulis. Disiplinmu harus mampu mengalahkan itu semua. Ketika motivasimu mulai mengendur untuk menulis, maka kedisiplinanmu lah yang akan mengantarkanmu pada keberhasilan.

Buang Kebiasaan Membuat Terlalu Banyak Alasan

Source: Pinterest

Hal selanjutnya yang juga harus kamu buang jauh-jauh untuk menjadi seorang penulis cerpen, novel atau bahkan blog sekali pun, adalah sifat suka membuat alasan. Dan alasan yang paling banyak dikemukakan dalam penulisan biasanya adalah; tidak memiliki waktu untuk menulis, tidak tahu harus mulai menulis darimana dan, juga tidak memiliki basis pembaca.

Ini semua adalah alasan yang dibuat oleh pikiranmu sendiri. Mengenai waktu, kamu tentu tahu bahwa kamu sebenarnya memiliki waktu, meskipun bisa saja tidak sebanyak yang lain. Mengenai harus memulai darimana, ada banyak metode penulisan yang membuat kamu bisa menulis dari mana saja yang kamu suka. Sementara alasan tidak memiliki pembaca; Iya, benar, semua penulis juga awalnya tidak memiliki pembaca, namun itu justru memacu mereka menulis semakin giat dan rajin.

Jadi untuk menjadi seorang penulis yang produktif dan andal, hilangkan semua alasan yang justru akan membuatmu tidak akan menghasilkan apa-apa kecuali penyesalan.

Buang Kebiasaan Manja dan Mengharapkan Segala Sesuatunya Berhasil Dengan Mudah

Source: Unstoppable Rise

Hanya karena kamu telah menuliskan sesuatu, tidak berarti orang lain pasti akan membacanya. Atau hanya karena kamu telah berhasil merilis satu judul buku, tidak berarti pula bahwa orang akan membelinya. Namun berita baiknya, apa yang telah kamu lakukan adalah gerbang menuju keberhasilan yang lebih besar. Walaupun tentu saja, semuanya membutuhkan perjuangan yang panjang yang tidak sebentar.

Penulis yang kuat haruslah membuang sifat manjanya. Kamu harus pula menyadari bahwa bisa jadi tulisanmu akan dikritik, diacuhkan, atau ditolak dan dianggap buruk oleh orang lain. Tapi itu bukan masalah besar, selama kamu masih tekun berusaha dan tak patah semangat, perjuanganmu dengan kesuksesan hanyalah dibatasi oleh jembatan waktu saja.

Buang Semua Keraguan dan Rasa Takut  Melakukan Kesalahan

Source: Pinterest

Melakukan suatu tindakan kemudian salah pada hakikatnya jauh lebih baik daripada tidak melakukan apa-apa karena keraguan dan ketakutan membuat salah. Dalam dunia penulisan pun demikian. Kamu bukan Hamka, kamu bukan J.K. Rowling, kamu juga bukan Leo Tolstoy, jadi jangan membatasi kemampuan terbaikmu hanya karena kamu takut berbuat salah.

Untuk menjadi seorang penulis profesional yang berhasil dan kuat, kamu harus membuang ketakutan dan juga keraguan. Ambillah tindakan berani dan jangan jadikan segala pikiran tentang ragu-ragu mengekang kreativitasmu.

Keberanian dan ketangguhan tidak hanya dibutuhkan ketika kamu mengangkat pedang dalam pertarungan dan peperangan, namun ketika kamu mengangkat pena untuk menulis, kamu juga membutuhkan keberanian, kekuatan, disiplin, kerja keras dan segenap keyakinan untuk berhasil dan keluar sebagai pemenang.

Anton Sujarwo

Untuk menjadi seorang penulis blog atau penulis buku, sepuluh poin di atas harus kamu buang jauh-jauh. Mungkin memang pada awalnya tidak mudah untuk mengaplikasikan semua saran ini, namun dengan konsistensi dan ketekunan, kamu pasti bisa menjadi seorang penulis yang sukses dan berhasil.

Jadi, buang semua hal buruk tersebut dan tetaplah menulis, ya!

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑