TIPS MENULIS ESSAY DAN 3 BAGIAN PALING PENTING DALAM MELAKUKANNYA

Memiliki kemampuan untuk menulis essay atau menulis esai adalah suatu kemampuan yang sudah seharusnya dimiliki oleh seorang akademisi, pendidik, public relations, dan berbagai bidang profesional lainnya. Dengan kemampuan menulis artikel berupa essay yang baik, penyampaian ide, gagasan dan opini akan lebih efektif untuk diketahui dan diambil manfaatnya oleh masyarakat luas.

Namun sayangnya, tidak semua orang dengan profesi seperti di atas memiliki kemampuan untuk menulis essay yang baik dan efektif. Mereka mungkin saja memiliki pemikiran dan ide-ide yang brilian dan cerdas, namun karena teknik menulis esai yang mereka miliki rendah, maka dampaknya bagi pembaca tidak begitu terasa. Dan akibatnya, pokok pikiran terpenting dari ide-ide dan gagasan menjadi tidak tersampaikan dengan baik.

Nah, bagaimanakah sebenarnya cara menulis esai atau essay yang baik, benar dan juga efektif dari sisi dampakmya bagi pembaca?

Yuk, simak ulasannya berikut ini.

3 Bagian Penting Dalam Menulis Essay dan Beberapa Tips untuk Bisa Mempraktikkannya

Source: Socialh

Format penulisan essay mungkin saja memiliki struktur yang berbeda-beda. Namun dari sisi tujuan dan sasarannya, bagaimana pun struktur penulisan esai, tetaplah harus efektif untuk masuk ke pikiran pembaca. Kemampuan dan keterampilan menjabarkan pemikiran yang komunikatif dan menggugah rasa ingin tahu adalah kunci penulisan esai salah satunya.

Untuk dapat mengeksekusi penulisan artikel essay yang menarik dan komunikatif, dibutuhkan pula pengetahuan dan latihan yang konsisten. Pengetahuan dan melatih kemampuan menulis esai mungkin dapat dilakukan dengan memahami kerangka essay sebagai langkah yang pertama. Setelah memahami outline atau kerangka esai, proses pengembangan menjadi artikel yang sempurna dapat lebih mudah dilakukan.

Secara umum kerangka essay tersusun dari 3 bagian yang paling penting yakni intro atau pembukaan essay, isi essay dan penutup essay. Namun pertanyaannya kemudian adalah; apa saja yang harus disampaikan pada bagian-bagian tersebut dan bagaimana pula cara menyampaikannya? Nah, pembahasan berikut ini akan membantu kamu untuk memahaminya secara lebih lengkap.

BAGIAN PERTAMA: PEMBUKAAN ESSAY ATAU INTRO ESSAY

Source: Freepik

Bagian ini adalah bagian dimana kamu membuka sebuah topik untuk dibicarakan secara spesifik pada bagian selanjutnya. Dikarenakan sifatnya adalah pembukaan dan memperkenalkan topik yang akan menjadi bahasan utama essay, maka ada beberapa hal pula yang harus diperhatikan pada bagian ini supaya proses pengembangan ide dan gagasan yang menjadi pokok utama essay dapat tersampaikan dengan baik.

Pada proses belajar menulis essay atau pun artikel biasa, pembukaan adalah bagian penting yang seringkali menjadi kunci kesuksesan penulisan sebuah essay. Jika sebuah pembukaan essay dilakukan dengan baik dan mampu mengikat pembaca untuk terus membaca, maka setengah dari tujuan menulis esai sudah tercapai. Namun sebaliknya, jika bagian pembukaan essay tidak efektif dan mampu menarik pembaca, maka bisa jadi pembaca akan segera menutup essay yang ditulis setelah membaca pembukaannya saja.

Lantas, apa sajakah yang paling penting untuk diperhatikan pada bagian perkenalan atau pembukaan dalam penulisan essay?

Pembukaan Harus Memiliki Orientasi yang Singkat

Source: Institute for writers

Bagian ini menjadi tempat dimana kamu dapat menyampaikan sebuah topik penulisan secara singkat, bersifat umum dan lingkup yang luas. Kamu dapat memperkenalkan tema essay yang kamu tulis dengan menggunakan kalimat yang lebih umum bagi pembaca.

Menjawab Sebuah Pertanyaan dengan Thesis Statement

Bagian pembukaan pada teknis menulis esai ilmiah adalah dengan menjadikan bagian pembukaan juga sebagai cara untuk menjawab pertanyaan yang menjadi topik essay. Jawaban ini adalah dengan menggunakan peryataan tesis dan disertasi yang akan menjadi isi dari essay.

Source: Paperpile

Seperti yang disampaikan sebelumnya, pernyataan tesis atau disertasi pada bagian pembukaan haruslah dilakukan dengan singkat, bersifat umum, dan luas. Kamu tidak perlu menjelaskan ide tesismu secara spesifik pada bagian ini. Yang perlu kamu lakukan hanyalah memperkenalkannya sebagai jawaban dari pertanyaan yang ada dalam topik umum essay.

Berikan Ringkasan Pemikiran Essay

Selanjutnya yang harus kamu sampaikan juga pada pembukaan sebuah kerangka essay yang baik adalah dengan memberikan sedikit ringkasan ide-ide yang akan disampaikan sebagai jawaban persoalan yang akan dibahas. Ringkasan ini dapat diistilahkan sebagai road map essay dimana kamu memberikan bocoran ide-ide yang akan menjadi ide pokok penulisan essay.

Hal penting yang harus kamu perhatikan dalam membuat road map pembukaan menulis essay adalah ini hanya sekedar memperkenalkan pemikiranmu saja. Artinya kamu cukup memberikan poin-poin inti ide penulisanmu tanpa harus menyebutkan detailnya.

BACA JUGA: CARA MENULIS FLASHBACK YANG TEPAT DALAM PENULISAN FIKSI

BAGIAN KEDUA: ISI ESSAY ATAU BODY ESSAY

Source: Dalama University

Sebenarnya tidak sulit untuk menemukan contoh essay yang tepat dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan yang kamu inginkan, terutama pada bagian isi esai atau intinya. Bagian ini adalah struktur esai utama dimana kamu dapat menyampaikan gagasan, ide pemikiran, opini-opinimu secara tepat, menarik dan juga meyakinkan para pembaca.

Nah, untuk dapat menyampaikan sebuah pemikiran yang menarik serta mengesankan, ada beberapa hal penting juga yang harus diperhatikan. Beberapa hal penting ini pada umumnya berbentuk susunan paragraf yang mampu memperkuat argumentasi terhadap sebuah persoalan yang sedang kamu perbincangkan.

Sebagai bagian penting dari isi sebuah essay, ini adalah beberapa hal yang bisa kamu lakukan;

Jawab Pertanyaan dengan Mengembangkan Metode Diskusi

Source: Teach Starter

Untuk menyampaikan berbagai pemikiranmu dalam sebuah esai yang baik, pada bagian inti kamu dapat mengembangkannya menjadi sebuah diskusi. Berbagai macam persoalan penting dalam topik yang kamu bahas, dapat kamu bagi menjadi beberapa pertanyaan yang kemudian kamu jawab sendiri berdasarkan disertasi yang kamu perkenalkan.

Dalam teknik menulis esai ilmiah yang baik kamu dapat membagi metode diskusi ini menjadi beberapa paragraf yang tepat. Kamu misalnya dapat mengajukan sebuah permasalahan pada sebuah paragraf yang diikuti pula oleh berbagai konsekuensi risikonya. Kemudian pada paragraf selanjutnya, kamu dapat menerangkan solusi yang kamu miliki berdasarkan disertasi pemikiran yang kamu tawarkan.

Jika pertanyaan yang kamu anggap paling penting hanya satu saja, maka kamu dapat mengembangkan berbagai konsekuensi dan risikonya menjadi paragraf diskusi yang lebih komprehensif. Namun, jika kemudian kamu menemukan ada banyak pertanyaan relevan yang dapat digunakan untuk memperkaya diskusi essay yang kamu tulis, maka tentu saja kamu dapat menambahkannya.

Akan tetapi dalam penambahan pertanyaan sebagai materi diskusi, kamu harus membuatnya rapi, ideal dan juga relevan. Kamu dapat menyiasati tujuan ini dengan membuat daftar yang sesuai dalam beberapa bagian.

Tunjukkan Pengetahuan dan Pemahamanmu Mengenai Beberapa Materi yang Sudah Kamu Baca

Source: Medford Public Library

Penting pula dilakukan dalam penulisan ini untuk menunjukkan pengetahuan yang kamu miliki. Hal ini bertujuan untuk memberikan pandangan kepada pembaca bahwa pengetahuan dan pemahamanmu mengenai topik yang sedang dibicarakan, memang memadai. Atau dengan kata lain yang lebih tegas, kamu memang layak dan pantas membicarakan hal itu berdasarkan wawasan yang kamu miliki.

Beberapa tips menulis essay yang seringkali disampaikan pada bagian ini adalah dengan mengutip beberapa kalimat pada buku yang telah kamu baca, kemudian menyampaikan pandanganmu yang selaras dengan kutipan tersebut. Langkah ini akan memberikan sedikit gambaran kepada pembaca mengenai keluasan wawasanmu berdasarkan buku-buku yang telah kamu baca mengenai topik yang sedang dibahas.

Tawarkan Penjelasan yang Padat dan Berikan Bukti untuk Memperkuat Argumentasimu

Source: Slideshare

Untuk membuat essay yang kamu tulis menjadi lebih berbobot dan kuat, kamu harus mampu menjelaskan pemikiranmu secara jelas, padat, kuat dan ringkas. Hindari penulisan bertele-tele yang justru akan menciderai performance dari struktur essay yang kamu tuliskan.

Pada bagian ini kamu juga dapat menambahkan beberapa contoh kasus sebagai bukti relevan untuk menguji teori yang kamu ajukan. Bukti-bukti harus mampu menjadi semacam studi kasus yang membuat argumentasi menjadi lebih kuat, berbobot dan masuk akal.

Tambahkan Kutipan yang Tepat

Jika anda kehilangan seseorang dalam upaya mencari diri anda sendiri, artinya anda sudah berada pada arah yang benar

Anonim

Kutipan pada bagian adalah sebuah kutipan bijaksana yang biasa dikenal pula dengan istilah quotes. Nah, kamu dapat mewarnai gaya menulis esai yang kamu lakukan dengan menambahkan satu atau beberapa quotes yang bijak, relevan dan memiliki interaksi yang tepat mengenai opini essay yang kamu sampaikan.

BACA JUGA: INI TANDA YANG PALING JELAS KALAU KAMU MEMANG BERBAKAT MENJADI PENULIS

BAGIAN KETIGA: KESIMPULAN DAN PENUTUP ESSAY

Source: Futurelearn

Setelah kamu merasa telah menyampaikan semua pemikiran, gagasan dan idemu dalam isi essay, sekarang kamu dapat menutup esaimu dengan cara yang elegan dan tepat.

Lalu, bagaimana sebenarnya cara menutup essay dengan baik?

Format penulisan essay yang benar adalah dengan mengubah pembahasan tulisan dari yang sebelumnya rincian dan spesifik pada bagian isi, menjadi lebih general dan umum kembali pada bagian penutup. Nah, untuk kepentingan melakukan transformasi semacam ini, beberapa hal penting berikut ini harus kamu perhatikan;

Ulangi Kembali Jawaban yang Kamu Miliki atas Pertanyaan di Awal Essay

Source: Taylor Class

Bagian ini mengharuskan kamu untuk mengulangi kembali pertanyaan pada pembukaan dan menjelaskan bahwa kamu memiliki jawabannya. Jawaban yang kamu miliki tersebut adalah apa yang kamu uraikan dalam body esai yang sebelumnya telah kamu jabarkan.

Ingat, bagian ini hanya ingin menekankan kepada pembaca bahwa kamu memiliki jawaban berdasarkan analisa ilmiahmu pada body essai. Kamu tidak perlu menguraikan hal-hal spesifik yang sebelumnya sudah kamu sampaikan pada isi essay.

Buat Ringkasan Ide dan Pemikiranmu

Source: Coolessay

Hal selanjutnya yang harus diperhatikan dalam teknik menulis essay adalah dengan memberikan semacam ringkasan atau rangkuman ide-ide pokok yang telah dikemukakan pada isi essay sebelumnya.

Ringkasan ini memiliki maksud yang sama seperti pengulangan pertanyaan sebelumnya, yakni sebagai penegasan ide pokok pikiran yang disampaikan dalam isi essay. Selain butir-butir ide pokoknya, kamu juga dapat menambahkan sedikit penjelasan yang paling penting sebagai bagian dari penegasan gagasan pemikiran yang telah kamu sampaikan.

Berikan Kesimpulan sebagai Penutup

Source: Dhickonline

Setelah proses menyampaikan ringkasan poin-poin pemikiran dan gagasan pokok selesai, sekarang kamu dapat menutup esai yang telah kamu tulis. Sebagai penutup yang menarik kamu mungkin dapat menambahkan satu dua kalimat yang berisi tentang kemungkinan implikasi, arah penelitian selanjutnya dan juga sebuah kesimpulan yang berkualitas.

Penting untuk kamu perhatikan pada bagian penutup essay adalah untuk tidak menyampaikan gagasan baru kembali. Jadi, meskipun misalnya kamu memiliki ide baru untuk disampaikan pada saat menulis bagian penutup essay, jangan tuliskan hal tersebut pada bagian ini.

BACA JUGA: BEBERAPA KESALAHAN PENULIS PEMULA YANG PALING SERING DILAKUKAN

Ikuti Kelas Menulis Essay, Artikel, Buku dari Penulis yang Berpengalaman

Source: San Diego Writers

Nah, itu adalah tiga hal penting dalam menulis essay atau menulis esai yang tentu saja dapat kamu praktikkan dengan mudah. Dengan latihan dan keinginan belajar yang konsisten, kamu pasti dapat menulis essay dengan cara yang paling tepat dan sempurna, terlepas apa pun profesi keseharian yang kamu lakukan.

Sebagai bagian akhir dari artikel ini, www.penulisgunung.id membuka kesempatan jika kamu ingin mempelajari cara penulisan yang efektif dan efisien. Dengan mengikuti kelas online di http://www.penulisgunung.id, kamu akan mampu menulis lebih cepat, lebih tepat sasaran, dan juga lebih efektif.

Anton Sujarwo

Beberapa keunggulan mengikuti kelas menulis di penulisgunung.id

  • Dibimbing langsung oleh penulis berpengalaman. Anton Sujarwo telah menulis 12 judul buku, fiksi dan non fiksi, menulis ribuan artikel untuk kepentingan SEO, copywriting, softselling dan internet marketing.
  • Kelas menulis dapat dilakukan secara offline dan online
  • Biaya kelas menulis yang ringan.
  • Bagi penulis yang ingin memiliki karya berbentuk buku dan diterbitkan, bebas biaya konsultasi sampai bukunya diterbitkan. (Kecuali menggunakan jasa penulis untuk editing, layouting, dan sebagainya)
  • Dapat memilih materi penulisan yang ingin dipelajari sesuai dengan kebutuhan (penulisan buku, artikel populer, artikel SEO, artikel copywriting, essay ilmiah, skenario film, dan sebagainya).
  • Waktu belajar dapat didiskusikan terlebih dahulu.
  • Dan lain-lain.

Nah, jika kamu tertarik untuk mengikuti kelas menulis yang disediakan oleh penulisgunung.id, kamu dapat langsung menghubungi penulis menggunakan form kontak dibawah ini.

10 CARA MENGEMBANGKAN KONFLIK CERITA DALAM PENULISAN NOVEL

Ada cukup banyak sebenarnya tips dan cara mengembangkan konflik cerita dalam penulisan novel, cerpen, atau komik sekali pun. Meskipun demikian, beberapa penulis cerita yang masih pemula umumnya tetap mengalami kesulitan mempraktikkan beberapa tips tersebut. Akibatnya tentu saja adalah ide konflik cerita yang mampu disajikan menjadi kurang maksimal.

Lalu, bagaimana sebenarnya cara membangun konflik dalam penulisan cerita yang efektif dan menarik? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

Beberapa Hal Penting Sebagai Cara Mengembangkan Konflik Cerita dalam Penulisan Novel atau Komik

10 Cara Mengembangkan Konflik Cerita Dalam Penulisan Novel

http://www.penulisgunung.id

Sebagai seorang penulis cerita, kamu tentu saja dituntut untuk mampu menghadirkan sebuah jalinan cerita yang menarik dan menyenangkan untuk dibaca. Jalinan cerita tidak mungkin menjadi menarik tanpa adanya konflik. Dengan bahasa yang agak sedikit dramatis, konflik dapat dikatakan sebagai ruh atau spirit utama dalam penulisan cerita.

Ada cukup banyak cara membuat cerita yang umum dilakukan para penulis untuk mengeksplorasi konflik yang unik dan menarik. Akan tetapi pada hakikatnya, apa pun cara yang digunakan tersebut, tujuan sesungguhnya adalah menciptakan sebuah efek dramatisasi yang mampu memberi pengaruh emosional kepada pembaca. Semakin besar pengaruh emosionalnya untuk pembaca, maka itu semakin bagus.

Jika demikian, lantas bagaimana menciptakan konflik yang menarik pembaca sehingga mereka betah menulusuri kata demi kata dalam buku yang kamu tulis?

Nah, di bawah ini ada beberapa tips praktis yang mudah dilakukan untuk membangun konflik dalam cerita. Apa pun bentuk penulisan yang kamu lakukan, baik itu novel, cerpen, komik, fabel atau apa pun, tips-tips berikut dapat kamu terapkan.

Memahami Pentingnya Penulisan Konflik

Source: SlideShare

Tips pertama sebagai cara membuat cerita yang bikin baper adalah kamu harus memahami dulu bahwa konflik adalah hal yang sangat fundamental dalam penulisan cerita. Tanpa adanya konflik, karakter tokoh yang kamu ceritakan tidak akan memiliki lawan, juga tidak akan mengalami hal-hal yang akan membuat karakteristiknya menjadi terbangun. Dan yang lebih penting lagi adalah; tanpa konflik, sebuah cerita tidak akan pernah menarik.

Tidak ada yang bisa dikembangkan dalam penulisan yang tidak memiliki konflik. Seorang penulis pemula yang mungkin baru terjun dalam dunia penulisan, harus menyadari bahwa konflik adalah sebagian dari ruh ceritanya sendiri.

Intinya adalah pada tahap pertama ini; adanya konflik sangat penting dalam cerita dan kamu harus menuliskannya.

Menentukan Sumber Datangnya Konflik

Source: Now Novel

Guna membuat efek dramatis yang baik, kamu dapat menggunakan berbagai macam sumber konflik untuk dikembangkan menjadi alur cerita. Kamu bisa membuat karakternya bergelut dengan kondisi ekonomi yang serba kekurangan, kamu bisa juga misalnya membuat karakternya memiliki banyak keterbatasan yang membuatnya menghadapi begitu banyak tantangan dan konflik.

Akan tetapi yang harus pula kamu ingat sebagai cara membuat cerita yang baik adalah dengan menetapkan sumber konflik yang paling krusial, paling utama dan paling signifikan, haruslah berasal dari karakter lawannya.

Jadi tokoh antagonis harus memiliki konflik yang paling besar dengan tokoh protagonis. Konflik ini harus memiliki intensitas yang lebih dominan dibanding konflik-konflik lainnya sepanjang penulisan cerita.

Buat Konflik yang Rinci dan Spesifik

Source: Freepik

Kamu tidak dapat dapat membuat contoh konflik cerita yang menarik jika kamu membuat penyebab konflik yang rasanya kurang menyentuh. Misalkan kamu langsung membuat karakter protagonis dan antagonis bertarung hanya karena mereka saling benci. Konflik cerita yang hanya didasarkan pada kebencian dan rasa tidak suka semata, agak sulit untuk dijadikan dasar konflik yang spesifik.

Contoh ide cerita yang menarik dalam membangun konflik misalnya adalah dengan melibatkan unsur keterpaksaan pada tokoh utama. Misalnya ia terpaksa beradu tanding dengan tokoh antagonis karena isterinya terbunuh, karena anaknya diculik atau yang lainnya. Semakin spesifik dan rasional unsur konflik yang dibangun, maka itu akan semakin baik.

Buat Konflik Lebih Pribadi untuk Karakter Utama

Source: Pinterest

Setelah kamu memiliki gambaran umum mengenai konflik yang akan dibangun dan darimana saja sumber konflik yang akan kamu tuliskan, maka kamu juga perlu mengetahui bahwa konflik yang terjadi pada satu sisi haruslah sangat personal bagi karakter utama. Atau dengan kata lain, konflik yang terjadi dalam satu bagian, haruslah sangat menyentuh sisi pribadi tokoh utama yang diceritakan.

Bagaimana perumpamaannya?

Anggap saja kamu memiliki satu karakter utama seorang tentara misalnya, ia dipanggil ke medan perang untuk bertempur dengan musuhnya. Berangkat berperang dalam konteks ini tentu saja adalah tugas. Lalu bagaimana cara membuat cerita menjadi lebih pribadi bagi si tentara? Misalnya kamu buat dalam satu kejadian keluarga si tentara tewas dibunuh oleh musuhnya.

Jadi pada titik ini, berangkatnya si tentara ke medan perang bukan hanya panggilan tugas, namun juga karena didorong oleh keinginan untuk menuntut balas. Dan itu tentu saja memiliki nilai yang lebih personal.

Buat Konflik yang Tejadi Memiliki Dampak Emosional bagi Karakter

Source: Freepik

Ketika kamu membuat si tentara berangkat ke medan tempur karena tugas, itu tidak akan menimbulkan efek emosional yang cukup signifikan baginya. Namun ketika isterinya terbunuh oleh musuh, anaknya diculik, atau pun orang tuanya dibantai oleh tentara musuh, maka efek emosional akan lebih terasa.

Kamu juga bisa menambahkan efek emosional pada langkah ini dengan misalnya membuat sahabat terbaik sang tentara tewas saat berperang di sampingnya. Pokok yang paling penting untuk kamu pahami dalam cara mengembangkan konflik adalah efek emosional harus kuat mempengaruhi tokohnya. Karena jika itu terasa emosional bagi karakter cerita, itu juga akan terasa emosional bagi pembaca.

Bangun Konflik yang Rasional dan Dapat Dipercaya

Source: Freepik

Hakikatnya, semakin rasional dan logis suatu konflik, maka ia semakin baik. Pertimbangan yang harus kamu lakukan pada langkah ini adalah dengan membuat sebuah konflik yang logis dan masuk akal untuk diterima. Keharusan untuk membuat konflik yang rasional ini bahkan berlaku pula untuk penulisan cerita fiksi yang mungkin temanya irasional.

Apa contohnya?

Contoh konflik dalam cerita fiksi yang bisa kamu jadikan gambaran misalnya adalah tentang seekor angsa bertelur emas yang marah ketika anaknya dicuri. Angsa bertelur emas itu adalah tema yang irasional. Namun angsa marah karena anaknya dicuri, tentu saja itu adalah konflik yang masuk akal dan dapat dipercaya.

Gunakan Efek Keterbatasan Waktu

Source: Freepik

Langkah selanjutnya untuk membuat konflik dalam cerita yang kamu tulis semakin baik adalah dengan memanfaatkan efek keterbatasan waktu. Buat karakter atau tokoh protagonis dalam cerita memiliki waktu yang terbatas untuk menyelesaikan konfliknya.

Dalam membuat batasan waktu pada tokoh, kamu dapat melakukan berbagai hal yang masuk akal dan menarik. Misalnya kamu membuat ide konflik cerita yang megharuskan tokoh untuk menyelesaikan rintangannya dalam satu hitungan waktu yang singkat, yang jika ia tidak dapat menyelesaikannya, maka ia akan mengalami kegagalan.

Kegagalan ini dapat kamu lukiskan dengan berbagai cara misalnya; jika ia terlambat maka ia kalah, jika ia terlambat maka seseorang yang ia sayang akan tewas, atau lain sebagainya. Intinya gunakan efek keterbatasan waktu untuk menciptakan kesan yang lebih dramatis dalam cerita.

Buat Karakter Utamamu Menderita

Source: Freepik

Meskipun terdengar agak kejam, tapi ini adalah rumus yang paling umum digunakan oleh para penulis fiksi dimana pun mereka berada. Karakter utama yang diceritakan dalam penulisan haruslah dibuat menderita, bersedih hati, kehilangan, dikalahkan dan lain sebagainya.

Membuat karakter menderita dalam tahap ini adalah upaya untuk memberikan efek emosional kepada pembaca yang kemudian dapat merasakan pula bagaimana perjuangan karakter untuk menyelesaikan konfliknya.

Jadi, alasan utama membuat karakter utama menderita pada bagian ini adalah untuk memberikan efek yang epik perjuangan yang ia lakukan untuk mengatasi konflik.

Buat Karakter Berjuang Secara Totalitas

Source: KKBox

Nah, langkah selanjutnya sebagai cara mengembangkan cerita dalam penulisan novel yang dapat kamu praktikkan adalah dengan membuat sang tokoh cerita harus berjuang secara totalitas untuk mampu menyelesaikan konflik yang ia hadapi.

Jangan memanjakan karaktermu dengan membiarkan ia hanya melakukan sedikit upaya untuk menyelesaikan masalah. Buat konfliknya rumit, tambahkan batas waktu, lemparkan ia masalah yang riskan, beri ia risiko yang memiliki konsekuensi hidup mati, dan lain sebagainya.

Dengan menunjukkan totalitas aksi dan tindakan karakter utama dalam menyelesaikan konflik dalam cerita, kamu tidak hanya mampu membangun konflik cerita dalam penulisan yang menarik, namun juga akan mampu membangun karakter yang hebat pula atas tokoh yang kamu ceritakan.

Tekun dan Disiplin

Source: Youtube

Sebagai pamungkas tips dan cara mengembangkan konflik cerita dalam penulisan apa pun yang kamu lakukan, kamu harus melatihnya sesering mungkin. Ketekunan dan kedisiplinan adalah hal yang menjadikan seorang penulis menjadi lebih baik daripada penulis yang lain.

Tidak ada satu pun rahasia dari penulis mana pun di dunia ini yang tidak mencantumkan ketekunan di dalamnya. Tekun dan disiplin, kerja keras dan pantang menyerah, adalah rahasia paling umum untuk sebuah keberhasilan. Dan tentu saja itu juga berlaku dalam dunia penulisan.

Sebagai penutup saya ingin mengatakan; selamat menulis dan berlatih, tekun dan disiplinlah selalu menghasilkan karya dan tulisanmu.

Semoga kamu menjadi penulis yang sukses, ya.


Jika kamu menginginkan tentang ketentraman dan ketenangan, kamu harus memulainya dengan ketekunan dan kedisiplinan terlebih dahulu

Anton Sujarwo

Penulis blog ini juga membuka kelas menulis online dan offline yang bisa kamu ikuti.

Segera hubungi kontak berikut ini untuk belajar menghasilkan karya bersama penulis

Tulisan Anton Sujarwo lainnya dapat dibaca pula di;

Klik tautan ini untuk mendapatkan buku-buku pendakian gunung dan mountaineering terbaik di Indonesia karya Anton Sujarwo

5 LANGKAH MUDAH CARA MENULIS BUKU UNTUK PEMULA

Pada dasarnya setiap orang yang memiliki sesuatu untuk diberitahu kepada orang lain sebagai cerita, dapat menulis buku. Akan tetapi pada proses dan penerapannya, menulis buku tentu saja tidak sesederhana kedengarannya.

Untuk seorang pemula yang sama sekali belum memiliki sebuah buku sebelumnya, menulis buku bisa saja menjadi sebuah proyek besar yang mungkin sangat berat untuk dilakukan. Padahal jika faham cara menulis buku, proses ini sebenarnya dengan mudah dapat untuk dilakukan.

Bagaimana langkah mudah menulis buku meskipun kamu masih pemula?

Pada setiap penulis, tips menulis buku bisa saja memiliki spesifikasi yang berbeda-beda. Akan tetapi hampir dapat dipastikan untuk setiap penulis pemula yang ingin memulai perjalanan sebagai penulis buku, saran terbaik yang tak pernah ketinggalan disampaikan oleh para penulis kawakan adalah ketekunan dan kegigihan. Tekun, gigih dan disiplin adalah cara menulis buku fiksi, nonfiksi, cerpen ,atau bahkan artikel sederhana sekali pun. Tanpa kegigihan dan ketekunan, akan sangat sulit menyelesaikan buku jenis apa pun.

Meskipun demikian, tentu saja ada pula metode teknis yang dapat diterapkan sebagai langkah-langkah dalam menulis buku. Sekarang, kira-kira apa sajakah step by step yang dapat dilakukan oleh seorang penulis pemula supaya dapat merampungkan penulisan sebuah buku?

Nah, buat kamu yang tertarik untuk menjadi seorang penulis, langkah-langkah berikut tentunya bisa kamu praktikkan.

5 Langkah Cara Menulis Buku yang Mudah Dipraktikkan Untuk Pemula

Source: International Writer’s Collective

Saya sendiri telah menulis dan merilis 9 judul buku yang saat ini sudah beredar luas di masyarakat. Untuk dapat menulis buku seperti sekarang, memulainya sendiri adalah sesuatu yang tidak dapat dikatakan gampang. Saya suka menulis mungkin sudah sejak masih di SMP, namun untuk dapat menjadi seorang penulis buku, saya harus menunggunya hingga berumur 30 tahun.

Mengapa demikian lama? itu karena saya tidak tahu cara menulis buku untuk diterbitkan lalu kemudian dipublikasikan. Setelah mengetahui caranya seperti saat ini, maka menulis buku tidak lagi menjadi sesuatu yang sulit. Bahkan saya memiliki target untuk merilis setidaknya 4-5 judul buku setiap tahun, dan dua tahun belakangan, Allhamdulillah target itu tercapai.

Nah untuk kamu yang belum pernah menulis buku dan kemudian ingin menjadi penulis buku, maka beberapa langkah berikut ini bisa segera kamu lakukan. Apa saja langkahnya? Berikut kita bahas satu persatu.

PANDUAN PERTAMA: Temukan Alasan Mengapa Kamu Menulis Buku

Setiap orang memiliki alasan yang berbeda-beda dalam menulis buku. Ada yang memiliki motivasi menulis supaya menjadi orang terkenal, populer dan dielu-elukan banyak orang. Ada juga yang menulis karena terdorong hasrat ingin kaya dengan cara menjual buku. Sementara yang lain ada pula misalnya yang menulis karena rasa kebanggaan dan ingin melihat namanya tertera pada sampul depan sebuah buku.

Nah untuk kamu sendiri, apa sebenarnya tujuanmu ingin menulis buku? Apa alasan terbesar dan motivasi paling kuatmu ingin memiliki buku sendiri? Temukan alasan itu, gali motivasi tersebut dan jadikan sebagai landasan utama tujuan penulisanmu. Menemukan alasan terbesar mengapa kamu ingin menulis buku adalah jauh lebih penting daripada menulis buku itu sendiri, jadi pastikan kamu memiliki alasan yang kuat untuk melakukannya.

Source: The Write Practice

Dua hal yang perlu kamu ketahui tentang alasan sebagai motivasi menulis buku adalah sebagai berikut;

  • Alasan menulis adalah motivasi utama dalam menulis, pertahankan hal ini sebagai pondasi dasar bagi kamu untuk tetap menulis. Namun juga yang perlu diingat bahwa alasan juga harus realistis. Karena jika umpamanya kamu menulis hanya ingin cepat kaya dan terkenal, lantas bagaimana jika beberapa buku pertamamu tidak bisa mewujudkan hal itu? Apakah kamu akan berhenti menulis?
  • Poin kedua yang juga harus kamu pahami sebagai bagian penting dari alasan menulis buku adalah dengan menyadari bahwa menulis adalah kombinasi antara pekerjaan dan kegemaran, antara profesi dan juga hobi. Karena itu, penting sekali bagi kamu untuk menjadi alasan menulis sebagai unsur penting dalam landasan utama aktivitas menulismu.

PANDUAN KEDUA: Atur Sebuah Tempat Khusus Untukmu Menulis

Tidak perlu mewah dan mahal, hal terpenting dari tempat menulis adalah kamu nyaman saat ada di dalamnya dan fokus menghasilkan tulisan yang berkualitas.
Image: http://www.oldhousejournal.com

Panduan kedua yang dapat kamu lakukan sebagai bagian dari cara menulis buku yang menarik adalah dengan memgatur dan mempersiapkan sebuah tempat khusus sebagai wilayah kerjamu dalam menulis. Setiap penulis mungkin memiliki pertimbangan mereka masing-masing dalam membuat sebuat tempat kerja yang nyaman.

Ada yang lebih tertarik dengan membuat sebuah ruangan yang sepi dan terisolasi supaya dapat lebih fokus. Ada merasa lebih nyaman dengan menulis di kedai kopi atau cafe sambil melihat orang berlalu lalang. Sementara yang lain ada juga mungkin yang lebih menyukai sebuah tempat istimewa di antara kumpulan rak buku perpustakaan.

Setiap penulis memiliki standar dan selera tempat yang berbeda-beda saat menghasilkan tulisan. Meskipun demikian, minimnya gangguan dan terpenuhinya unsur ketenangan adalah syarat tempat menulis yang paling umum disukai para penulis.

Source: The Guardian

Dalam mengatur atau mensetting tempat menulis yang ideal, ada tiga hal sederhana yang juga penting untuk kamu perhatikan. Tiga hal  tersebut adalah;

  • Pertimbangkan tempat menulis yang membuatmu mudah untuk menjangkau semua keperluan penulisanmu. Hal ini bisa saja berarti kamu tidak perlu direpotkan dengan bolak-balik ke ruangan lain hanya untuk mengambil pulpen, penggaris, atau bahkan buku referensi.
  • Gunakan kursi yang nyaman. Meskipun terlihat sepele, namun kursi yang nyaman juga merupakan pendukung yang krusial dalam aktivitas menulis. Rasanya sulit untuk konsentrasi menulis jika punggungmu sakit karena kursi yang tidak nyaman.
  • Jadikan tempat tersebut sebagai tempat yang hanya kamu gunakan untuk menulis. Jadi ini semacam menciptakan sugesti dalam diri kamu sendiri, bahwa ketika kamu ada di dalam ruangan tersebut, fokusmu adalah memproduksi tulisan.

PANDUAN KETIGA: Jadikan Menulis Sebagai Kegiatan Rutin

Tidak ada satupun penulis besar dunia yang menjadikan menulis sebagai kegiatan sampingan. Untuk dapat menulis dengan baik, rutin menulis adalah cara yang paling efektif.
image: http://www.beritabaik.id

Panduan cara menulis buku fiksi atau pun non fiksi selanjutnya adalah dengan menjadikan aktivitas menulis sebagai bagian dari jadwal harian yang disiplin dilakukan setiap hari. Inspirasi memang kadang menghadirkan kata-kata indah penuh makna yang dalam, namun untuk menjadi seorang penulis yang sebenarnya, kamu tidak dapat menunggu inspirasi, tapi kamu harus menciptakannya.

Langkah ketiga ini adalah memaksa inspirasi itu muncul ketika ia tak kunjung datang saat kamu tunggu. Dengan menulis setiap hari secara konsisten dan disiplin, kamu akan terbiasa dengan berbagai ide dan pemikiran yang mengalir bahkan saat tanganmu masih menari di atas mesin ketik atau keyboard.  Selain itu, menulis secara rutin juga akan membuat kamu lebih produktif, lebih teratur dalam mencapai tujuan, dan juga lebih terlatih mengelola waktu harian.

Source: WiseStep

Ada tiga hal lain pula yang dapat kamu perhatikan terkait dengan menjadikan menulis sebagai bagian dari jadwal rutin harian ini. Ketiga hal tersebut adalah sebagai berikut;

  • Idealnya setiap penulis itu menulis setiap hari. Waktunya bisa bervariasi, mulai dari 30 menit bahkan hingga lebih dari 3 jam. Dalam satu minggu, hal ini setidaknya dilakukan dalam lima hari, walau pun untuk para penulis besar dan serius, mereka akan melakukannya setiap hari.
  • Beberapa orang memiliki jadwal menulis yang disesuaikan dengan kesibukan lain mereka.  Ada yang suka pagi, malam hari atau bahkan sore hari. Sementara saya pribadi lebih suka menulis pada dini hari, berkisar antara pukul 02:30 WIB sampai dengan pagi hari, atau sampai anak-anak saya bangun. Yang terpenting dalam hal ini adalah jangan sampai waktu menulismu bertabrakan dengan tugas rutin dan wajib, yang juga tidak dapat kamu tinggalkan.
  • Mengatur waktu menulis secara disiplin dan efektif, artinya juga mengatur beberapa hal lain dalam kehidupan sendiri.  Semakin disiplin dan tertata proses menulis yang dilakukan, maka akan semakin baik pula hasilnya. Namun jangan lupa pula, istirahat yang cukup dan waktu buat keluarga tetap adalah hal utama yang jangan sampai rusak karena prioritas waktu menulis  yang berlebihan.

PANDUAN KEEMPAT: Tentukan Target Harian dan Tenggat Waktu Penulisan

Jadikan target dan tenggat waktu sebagai pemacu semangatmu dalam menulis. Cara menulis buku dengan target dan tenggat waktu juga dapat melatih diri menjadi lebih disiplin.
image: http://www.tckpublishing.com

Selanjutnya yang perlu dilakukan untuk menjadi seorang penulis buku yang baik adalah dengan senantiasa menetapkan target dan tujuan kepenulisan itu sendiri. Target penulisan ini kemudian dapat kamu sesuaikan berdasarkan tenggat waktu yang juga bisa kamu tetapkan sendiri. Konsisten dalam melakukan hal ini, akan membuat kamu produktif dan disiplin dalam mencapai tujuan.

Bayangkan misalnya kamu setiap hari menulis 300 kata atau satu halaman, selama satu bulan kamu sudah menulis 30 halaman, dan selama satu tahun kamu sudah menulis 360 halaman dengan jumlah kata lebih dari 100.000, dan itu sudah jadi sebuah buku yang dapat kamu publikasikan.

Pada tahap ini logika cara menulis buku novel yang jumlah katanya adalah 100.000, maka kamu harus menulisnya paling tidak satu halaman setiap hari, atau sekitar 300 kata setiap harinya.

Source: Medium

Dalam menetapkan target penulisan ini, beberapa hal yang juga perlu kamu perhatikan misalnya adalah;

  • Pasang target yang rasional, yang dapat kamu kerjakan setiap hari, dan yang dapat kamu patuhi dengan konsisten. Pribahasa sedikit-sedikit menjadi bukit selaras dengan panduan nomor empat ini.
  • Gunakan tenggat waktu dan targetmu sebagai acuanmu dalam menulis. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, jika kamu ingin memiliki novel dengan jumlah kata 100.000, maka tenggatnya adalah satu tahun dan kamu harus menulisnya minimal satu halaman setiap hari.

PANDUAN KELIMA: Selama Proses Menulis, Lupakan Pengeditan

Lupakan editing saat sedang menulis, setelah naskah selesai waktumu untuk mengedit akan sangat banyak.
image: http://www.thewritelife.com

Ini adalah langkah terakhir dari panduan menulis buku yang sederhana dan mudah untuk pemula. Pada bagian ini, buang jauh-jauh keinginanmu untuk segera mengedit apa yang telah kamu tulis.

Selama sedang menulis, fokuslah hanya pada tulisanmu saja. Tidak perlu diperhatikan pengetikan ganda yang keliru, typho yang berceceran, atau apa pun yang mungkin membuat kamu ingin segera memperbaikinya.

Menambahkan kata yang kurang atau memperbaiki typho yang sedikit mungkin tidak akan menjadi masalah, namun jika sampai membuatmu menjadi kehilangan fokus menulis karena lebih tertarik mengedit, kamu akan menemui kendala. Inspirasi dan idemu bisa berubah karena masalah editing saat menulis, jadi menulislah tanpa khawatir harus mengedit.

Saya secara pribadi  biasanya akan menyelesaikan naskah buku saya hingga 100%, barulah kemudian saya mengeditnya. Memang mengedit membutuhkan waktu yang tidak sedikit, saya bahkan kadang harus 3 sampai 4 kali membaca ulang naskah dan menmperbaikinya hingga merasa naskah itu  sudah sesuai dengan saya harapkan. Dan itu tidak masalah, sebagai penulis profesional itu adalah bagian dari keindahah pekerjaan yang kita miliki.

Source: SEOclerk

Namun jika kamu tetap merasa harus mengedit tulisanmu sesegera mungkin, mungkin tips berikut bisa kamu praktikkan untuk melakukannya;

  • Jika kamu menyediakan waktu menulismu adalah 2  jam dalam satu hari atau 120 menit, maka kamu mungkin bisa menyisihkan 20 menit terakhir untuk membaca ulang tulisanmu dan melakukan pengeditan. Gunakan sedikit saja waktu produktivitas menulismu untuk mengedit, karena setelah naskahmu selesai, waktumu sepenuhnya adalah melakukan pengeditan.
Source: Pexels.com

Dengan mempraktikan 5 panduan cara menulis buku di atas, pada dasarnya kamu sudah dapat menghasilkan buku dengan produktif jika kamu melakukannya secara konsisten dan disiplin.

Ingatlah kembali bahwa profesi menulis bukanlah sebuah profesi yang hanya menyusun kata dan kalimat yang kemudian dicetak pada tumpukan kertas. Namun lebih daripada itu, menulis adalah berbagi, adalah seni, adalah menyebarkan sebuah manfaat untuk orang banyak.

Jadi, mari dilakukan dengan sepenuh hati, mari menulis dengan cara terbaik yang bisa kita lakukan…


Note:

Tulisan Anton Sujarwo lainnya dapat dibaca pula pada website;

Penulis blog ini juga membuat bimbingan kepenulisan secara online dan offline. Kamu dapat menghubungi penulis melalui form kontak yang disediakan untuk mengikuti kelas menulis yang disediakan.

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑