10 CARA MENGEMBANGKAN KONFLIK CERITA DALAM PENULISAN NOVEL

Ada cukup banyak sebenarnya tips dan cara mengembangkan konflik cerita dalam penulisan novel, cerpen, atau komik sekali pun. Meskipun demikian, beberapa penulis cerita yang masih pemula umumnya tetap mengalami kesulitan mempraktikkan beberapa tips tersebut. Akibatnya tentu saja adalah ide konflik cerita yang mampu disajikan menjadi kurang maksimal.

Lalu, bagaimana sebenarnya cara membangun konflik dalam penulisan cerita yang efektif dan menarik? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

Beberapa Hal Penting Sebagai Cara Mengembangkan Konflik Cerita dalam Penulisan Novel atau Komik

10 Cara Mengembangkan Konflik Cerita Dalam Penulisan Novel

http://www.penulisgunung.id

Sebagai seorang penulis cerita, kamu tentu saja dituntut untuk mampu menghadirkan sebuah jalinan cerita yang menarik dan menyenangkan untuk dibaca. Jalinan cerita tidak mungkin menjadi menarik tanpa adanya konflik. Dengan bahasa yang agak sedikit dramatis, konflik dapat dikatakan sebagai ruh atau spirit utama dalam penulisan cerita.

Ada cukup banyak cara membuat cerita yang umum dilakukan para penulis untuk mengeksplorasi konflik yang unik dan menarik. Akan tetapi pada hakikatnya, apa pun cara yang digunakan tersebut, tujuan sesungguhnya adalah menciptakan sebuah efek dramatisasi yang mampu memberi pengaruh emosional kepada pembaca. Semakin besar pengaruh emosionalnya untuk pembaca, maka itu semakin bagus.

Jika demikian, lantas bagaimana menciptakan konflik yang menarik pembaca sehingga mereka betah menulusuri kata demi kata dalam buku yang kamu tulis?

Nah, di bawah ini ada beberapa tips praktis yang mudah dilakukan untuk membangun konflik dalam cerita. Apa pun bentuk penulisan yang kamu lakukan, baik itu novel, cerpen, komik, fabel atau apa pun, tips-tips berikut dapat kamu terapkan.

Memahami Pentingnya Penulisan Konflik

Source: SlideShare

Tips pertama sebagai cara membuat cerita yang bikin baper adalah kamu harus memahami dulu bahwa konflik adalah hal yang sangat fundamental dalam penulisan cerita. Tanpa adanya konflik, karakter tokoh yang kamu ceritakan tidak akan memiliki lawan, juga tidak akan mengalami hal-hal yang akan membuat karakteristiknya menjadi terbangun. Dan yang lebih penting lagi adalah; tanpa konflik, sebuah cerita tidak akan pernah menarik.

Tidak ada yang bisa dikembangkan dalam penulisan yang tidak memiliki konflik. Seorang penulis pemula yang mungkin baru terjun dalam dunia penulisan, harus menyadari bahwa konflik adalah sebagian dari ruh ceritanya sendiri.

Intinya adalah pada tahap pertama ini; adanya konflik sangat penting dalam cerita dan kamu harus menuliskannya.

Menentukan Sumber Datangnya Konflik

Source: Now Novel

Guna membuat efek dramatis yang baik, kamu dapat menggunakan berbagai macam sumber konflik untuk dikembangkan menjadi alur cerita. Kamu bisa membuat karakternya bergelut dengan kondisi ekonomi yang serba kekurangan, kamu bisa juga misalnya membuat karakternya memiliki banyak keterbatasan yang membuatnya menghadapi begitu banyak tantangan dan konflik.

Akan tetapi yang harus pula kamu ingat sebagai cara membuat cerita yang baik adalah dengan menetapkan sumber konflik yang paling krusial, paling utama dan paling signifikan, haruslah berasal dari karakter lawannya.

Jadi tokoh antagonis harus memiliki konflik yang paling besar dengan tokoh protagonis. Konflik ini harus memiliki intensitas yang lebih dominan dibanding konflik-konflik lainnya sepanjang penulisan cerita.

Buat Konflik yang Rinci dan Spesifik

Source: Freepik

Kamu tidak dapat dapat membuat contoh konflik cerita yang menarik jika kamu membuat penyebab konflik yang rasanya kurang menyentuh. Misalkan kamu langsung membuat karakter protagonis dan antagonis bertarung hanya karena mereka saling benci. Konflik cerita yang hanya didasarkan pada kebencian dan rasa tidak suka semata, agak sulit untuk dijadikan dasar konflik yang spesifik.

Contoh ide cerita yang menarik dalam membangun konflik misalnya adalah dengan melibatkan unsur keterpaksaan pada tokoh utama. Misalnya ia terpaksa beradu tanding dengan tokoh antagonis karena isterinya terbunuh, karena anaknya diculik atau yang lainnya. Semakin spesifik dan rasional unsur konflik yang dibangun, maka itu akan semakin baik.

Buat Konflik Lebih Pribadi untuk Karakter Utama

Source: Pinterest

Setelah kamu memiliki gambaran umum mengenai konflik yang akan dibangun dan darimana saja sumber konflik yang akan kamu tuliskan, maka kamu juga perlu mengetahui bahwa konflik yang terjadi pada satu sisi haruslah sangat personal bagi karakter utama. Atau dengan kata lain, konflik yang terjadi dalam satu bagian, haruslah sangat menyentuh sisi pribadi tokoh utama yang diceritakan.

Bagaimana perumpamaannya?

Anggap saja kamu memiliki satu karakter utama seorang tentara misalnya, ia dipanggil ke medan perang untuk bertempur dengan musuhnya. Berangkat berperang dalam konteks ini tentu saja adalah tugas. Lalu bagaimana cara membuat cerita menjadi lebih pribadi bagi si tentara? Misalnya kamu buat dalam satu kejadian keluarga si tentara tewas dibunuh oleh musuhnya.

Jadi pada titik ini, berangkatnya si tentara ke medan perang bukan hanya panggilan tugas, namun juga karena didorong oleh keinginan untuk menuntut balas. Dan itu tentu saja memiliki nilai yang lebih personal.

Buat Konflik yang Tejadi Memiliki Dampak Emosional bagi Karakter

Source: Freepik

Ketika kamu membuat si tentara berangkat ke medan tempur karena tugas, itu tidak akan menimbulkan efek emosional yang cukup signifikan baginya. Namun ketika isterinya terbunuh oleh musuh, anaknya diculik, atau pun orang tuanya dibantai oleh tentara musuh, maka efek emosional akan lebih terasa.

Kamu juga bisa menambahkan efek emosional pada langkah ini dengan misalnya membuat sahabat terbaik sang tentara tewas saat berperang di sampingnya. Pokok yang paling penting untuk kamu pahami dalam cara mengembangkan konflik adalah efek emosional harus kuat mempengaruhi tokohnya. Karena jika itu terasa emosional bagi karakter cerita, itu juga akan terasa emosional bagi pembaca.

Bangun Konflik yang Rasional dan Dapat Dipercaya

Source: Freepik

Hakikatnya, semakin rasional dan logis suatu konflik, maka ia semakin baik. Pertimbangan yang harus kamu lakukan pada langkah ini adalah dengan membuat sebuah konflik yang logis dan masuk akal untuk diterima. Keharusan untuk membuat konflik yang rasional ini bahkan berlaku pula untuk penulisan cerita fiksi yang mungkin temanya irasional.

Apa contohnya?

Contoh konflik dalam cerita fiksi yang bisa kamu jadikan gambaran misalnya adalah tentang seekor angsa bertelur emas yang marah ketika anaknya dicuri. Angsa bertelur emas itu adalah tema yang irasional. Namun angsa marah karena anaknya dicuri, tentu saja itu adalah konflik yang masuk akal dan dapat dipercaya.

Gunakan Efek Keterbatasan Waktu

Source: Freepik

Langkah selanjutnya untuk membuat konflik dalam cerita yang kamu tulis semakin baik adalah dengan memanfaatkan efek keterbatasan waktu. Buat karakter atau tokoh protagonis dalam cerita memiliki waktu yang terbatas untuk menyelesaikan konfliknya.

Dalam membuat batasan waktu pada tokoh, kamu dapat melakukan berbagai hal yang masuk akal dan menarik. Misalnya kamu membuat ide konflik cerita yang megharuskan tokoh untuk menyelesaikan rintangannya dalam satu hitungan waktu yang singkat, yang jika ia tidak dapat menyelesaikannya, maka ia akan mengalami kegagalan.

Kegagalan ini dapat kamu lukiskan dengan berbagai cara misalnya; jika ia terlambat maka ia kalah, jika ia terlambat maka seseorang yang ia sayang akan tewas, atau lain sebagainya. Intinya gunakan efek keterbatasan waktu untuk menciptakan kesan yang lebih dramatis dalam cerita.

Buat Karakter Utamamu Menderita

Source: Freepik

Meskipun terdengar agak kejam, tapi ini adalah rumus yang paling umum digunakan oleh para penulis fiksi dimana pun mereka berada. Karakter utama yang diceritakan dalam penulisan haruslah dibuat menderita, bersedih hati, kehilangan, dikalahkan dan lain sebagainya.

Membuat karakter menderita dalam tahap ini adalah upaya untuk memberikan efek emosional kepada pembaca yang kemudian dapat merasakan pula bagaimana perjuangan karakter untuk menyelesaikan konfliknya.

Jadi, alasan utama membuat karakter utama menderita pada bagian ini adalah untuk memberikan efek yang epik perjuangan yang ia lakukan untuk mengatasi konflik.

Buat Karakter Berjuang Secara Totalitas

Source: KKBox

Nah, langkah selanjutnya sebagai cara mengembangkan cerita dalam penulisan novel yang dapat kamu praktikkan adalah dengan membuat sang tokoh cerita harus berjuang secara totalitas untuk mampu menyelesaikan konflik yang ia hadapi.

Jangan memanjakan karaktermu dengan membiarkan ia hanya melakukan sedikit upaya untuk menyelesaikan masalah. Buat konfliknya rumit, tambahkan batas waktu, lemparkan ia masalah yang riskan, beri ia risiko yang memiliki konsekuensi hidup mati, dan lain sebagainya.

Dengan menunjukkan totalitas aksi dan tindakan karakter utama dalam menyelesaikan konflik dalam cerita, kamu tidak hanya mampu membangun konflik cerita dalam penulisan yang menarik, namun juga akan mampu membangun karakter yang hebat pula atas tokoh yang kamu ceritakan.

Tekun dan Disiplin

Source: Youtube

Sebagai pamungkas tips dan cara mengembangkan konflik cerita dalam penulisan apa pun yang kamu lakukan, kamu harus melatihnya sesering mungkin. Ketekunan dan kedisiplinan adalah hal yang menjadikan seorang penulis menjadi lebih baik daripada penulis yang lain.

Tidak ada satu pun rahasia dari penulis mana pun di dunia ini yang tidak mencantumkan ketekunan di dalamnya. Tekun dan disiplin, kerja keras dan pantang menyerah, adalah rahasia paling umum untuk sebuah keberhasilan. Dan tentu saja itu juga berlaku dalam dunia penulisan.

Sebagai penutup saya ingin mengatakan; selamat menulis dan berlatih, tekun dan disiplinlah selalu menghasilkan karya dan tulisanmu.

Semoga kamu menjadi penulis yang sukses, ya.


Jika kamu menginginkan tentang ketentraman dan ketenangan, kamu harus memulainya dengan ketekunan dan kedisiplinan terlebih dahulu

Anton Sujarwo

Penulis blog ini juga membuka kelas menulis online dan offline yang bisa kamu ikuti.

Segera hubungi kontak berikut ini untuk belajar menghasilkan karya bersama penulis

Tulisan Anton Sujarwo lainnya dapat dibaca pula di;

Klik tautan ini untuk mendapatkan buku-buku pendakian gunung dan mountaineering terbaik di Indonesia karya Anton Sujarwo

Satu respons untuk “10 CARA MENGEMBANGKAN KONFLIK CERITA DALAM PENULISAN NOVEL

Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: