6 ALASAN MENGAPA MENULIS KISAH HIDUPMU SANGAT PENTING DILAKUKAN

Ada cukup banyak alasan mengapa menulis cerita tentang diri sendiri adalah hal penting yang harus kamu prioritaskan. Menulis cerita diri sendiri bukan hanya tentang memamerkan apa yang kamu ketahui dan apa pula yang telah kamu alami. Namun dalam perspektif yang lebih lengkap, menulis cerita tentang diri sendiri adalah sebuah kemuliaan yang memang semestinya kamu tunaikan.

Lantas, apa manfaat menulis tentang diri sendiri dan mengapa ini menjadi sesuatu yang harus kamu lakukan?

Yuk, baca uraian lengkapnya berikut ini.

7 Alasan Mengapa Menulis Cerita Tentang Diri Sendiri adalah Sesuatu yang Harus Dilakukan

Source: PepNews.com

Sebagai seorang penulis atau calon penulis, beberapa orang kadang-kadang enggan menulis kisah hidup mereka sendiri lantaran tidak memandang hal itu sebagai sebuah kepentingan. Beberapa alasan mengapa seseorang menganggap menulis tentang cerita hidupnya sendiri tidak begitu penting biasanya menyampaikan hal semacam ini;

  • Mengapa saya menulis kisah hidup saya sendiri? Untuk apa?
  • Mengapa menulis kisah saya itu penting?
  • Siapa yang akan peduli dengan kisah hidup saya, buat apa saya menulisnya?

Dengan beberapa alasan semacam ini, kadang membuat seseorang  memutuskan untuk tidak perlu menuliskan kisah hidupnya sendiri. Walaupun mungkin dalam kesehariannya sendiri, ia aktif dengan dunia tulis menulis.

Nah sekarang, siapa pun kamu, apa pun profesimu, darimana pun kamu berasal, apa pun keyakinan yang kamu anut, dan bagaimana pun latar belakang kehidupanmu, uraian berikut akan menjelaskan mengapa menulis itu penting untuk kamu lakukan. Terutama berkaitan dengan kehidupan dan kisah hidupmu sendiri.

Menulislah, karena Kamu Pasti Memiliki Cerita yang Menarik

Source: Josh Steimle

Laksana teka teki, setiap kisah hidupmu adalah bagian dari puzlle yang harus kamu pecahkan. Dan menariknya, hanya kamu yang memiliki kemampuan melakukan itu.

Jadi, ketika kamu memutuskan untuk menuliskan cerita hidupmu dalam sebuah karya yang dapat dibaca orang lain, sama artinya kamu sedang menyusun keping-keping puzzle yang akan membawamu pada sebuah jawaban.

Jawaban yang kamu temukan dalam perjalanan hidupmu akan membawa kamu dalam sebuah pengertian yang mungkin saja sangat dibutuhkan oleh orang lain dalam menghadapi teka teki hidup mereka sendiri. Dalam kasus ini, kamu seperti sedang melontarkan sebuah suar kembang api di malam yang gelap tanpa cahaya, pijarnya mungkin hanya sebentar, namun kamu tidak tahu siapa saja yang telah menemukan arah jalan karena suar yang kamu tembakkan.

Jadi, alasan mengapa kamu menulis kisah hidupmu sendiri pada poin yang pertama ini adalah karena hal itu menarik, dan kamu pasti akan menginspirasi seseorang, meskipun kamu tidak tahu siapa orangnya.

BACA JUGA:

Menulis Cerita Diri Sendiri Itu Memberi Kekuatan

Source: Deannasingh.com

Apa manfaat menulis yang paling signifikan bagi seseorang yang tidak terbiasa melakukannya?

Salah satu yang paling menakjubkan adalah; bahwa menulis mampu membangkitkan sebuah kekuatan yang mungkin saja selama ini tidak kamu bayangkan. Pentingnya menulis itu kadang berkorelasi kuat dengan kemampuan seseorang dalam menghadapi kenyataan hidup yang ia alami. Semakin baik ia melakukannya, semakin besar pula kekuatan yang akan ia peroleh setelahnya.

Apa contohnya?

Ketika puteri saya bernama Islamedina yang meninggal dunia pada usia 28 bulan tahun 2016 silam, dunia saya seakan guncang. Saya menghadapi hari-hari seakan tanpa kekuatan untuk tegak dan berjalan. Dengan besarnya kenangan akan Islamedina dalam benak saya, saya seolah benar-benar tidak memiliki kekuatan untuk menghadapi kenyataan kehilangan dirinya.

Source: My Own Story

Saya kemudian menulis cerita yang saya alami ini dalam dua jilid buku dengan jumlah total hampir 800 halaman. Saya tuangkan semua perasaan cinta, kerinduan, kedukaan, rasa kehilangan, dan juga semua kebersamaan saya bersama Islamedina semasa hidupnya. Buku berjudul Islamedina sejauh ini, adalah salah satu mahakarya terbesar yang bisa saya selesaikan.

Tebak apa manfaat menulis itu buat  saya kemudian?

Saya menemukan diri saya menjadi lebih kuat setelah buku itu saya selesaikan, bukan setelah ia terbit. Kalimat terakhir yang menutup buku itu seolah menutup pula gerbang duka yang selama ini membelenggu perasaan. Dalam kondisi ini, menulis adalah cara paling efektif  bagi saya untuk melahirkan kekuatan kembali sepeninggal Islamedina.

Menulis itu Memberi Kesempatan Padamu  untuk Lebih Mengerti dan Berbagi pada Orang Lain

Source: Marketingland

Selanjutnya motivasi menulis yang juga perlu kamu perhatikan adalah bahwa kegiatan ini akan membantu kamu memaknai hidup secara lebih baik. Ketika kamu menyusun kembali bingkai-bingkai kejadian masa lalu untuk bisa diceritakan dalam sebuah kisah yang utuh, kamu mungkin akan menemukan sebuah cara pandangan yang menarik. Atau pada perspektif yang lebih komprehensif, hal ini akan mampu pula memberikan kamu pemaknaan baru terhadap alur kisah hidupmu.

Tulisan cerita hidupmu akan menjadi sebuah persembahan terbaik yang dapat kamu berikan kepada orang lain, tidak peduli apakah ia adalah orang terdekatmu atau musuhmu sekali pun. Tulisanmu tidak akdan mendapat batasan tentang itu. Bahkan dalam lingkaran yang lebih luas lagi, menulis adalah salah satu cara kamu untuk bisa berbagi kisah dan inspirasi kepada siapa saja yang bisa membaca, baik ia manusia atau pun mesin.

Ketika kisah hidupmu kamu tulis dengan rapi, kemudian kamu bagi misalnya di internet yang dapat dibaca banyak orang, maka kamu telah memberi mereka sesuatu yang berharga. Kamu mungkin tidak akan tahu siapa yang akan terinspirasi, siapa yang merasa diingatkan, atau siapa pula yang merasa mendapatkan pencerahan dari tulisan yang kamu bagikan.

Menulis Membantumu untuk Penyembuhan

Source: Goodreads.com

Apa sakit yang kamu alami; apakah itu sakit anggota badan, sakit hati, terluka perasaan, kecewa, depresi, dan lain sebagainya, selama kamu masih bisa menulis, maka lakukanlah!

Salah satu faktor pentingnya menulis menurut para ahli adalah kegiatan ini berkaitan erat dengan healing process atau penyembuh. Atau kemampuan yang dapat kamu asah untuk membantumu melalui masa sulit dan bangkit dari rasa sakit. Menulis dalam kiasan yang disampaikan, laksana menurunkan beban di pundakmu satu demi satu yang kemudian akan membuat kamu merasa lebih ringan.

Menulis dan menyusun cerita memiliki cara kerja yang miterius dalam hati, dalam otak, dalam pikiran, dan dalam jiwa yang akan mampu membuat semacam percakapan sakral yang kemudian akan menimbulkan kedamaian dalam jiwa manusia. Atas dasar ini pula sebenarnya, storytelling dan bercerita kerapkali dianggap sebagai metode terapi yang efektif untuk menyembuhkan diri dari trauma.

BACA JUGA

Menulis Cerita adalah Metode Paling Baik untuk Mendengarkan Diri Sendiri

Source: Freepik

Sudah kodrat manusia ingin didengar dan diperhatikan. Akan tetapi berapa banyak manusia yang kadang tidak mendapatkan hal itu?

Mendengarkan orang lain bisa saja menjadi hal yang mudah untuk kamu lakukan, namun bagaimana kemudian kamu bisa mendengarkan diri kamu sendiri? Padahal mendengarkan diri sendiri secara jujur kadang akan membangkitkan sebuah kesadaran yang jauh lebih implikatif dalam kehidupan.

Menulis jika kamu lakukan dengan jujur dan penuh kesadaran, adalah bentuk aktif dari mendengarkan diri kamu sendiri dan memberikan kesaksian atas kebenarannya. Kamu bisa mengatakan hal yang berbeda pada orang lain mengenai apa yang kamu lakukan. Akan tetapi dalam menulis kisahmu sendiri yang hatimu adalah saksinya, kamu mungkin akan sulit mengatakan hal yang berbeda dari kenyataan sebenarnya.

Dalam buku 99 alasan menulis yang seringkali disampaikan, menulis adalah cara terbaik bagi kamu untuk jujur dan adil kepada diri kamu sendiri. Kamu mungkin akan lebih banyak mengalami penyesalan dalam masa-masa awal, namun pada perkembangannya, justru proses menulis dapat memberikan kamu kestabilan emosi yang lebih baik.

Menulis Cerita Diri Sendiri adalah Cara Menyimpan dan Mengabadikan Ingatan

Source: Pinterest

Nah, alasan terakhir yang harus kamu ketahui adalah bahwa menulis merupakan cara yang paling efektif untuk menyimpan ingatanmu.

Kamu bisa memotret sebuah kejadian, kamu bisa menyimpan gambarnya di dalam memori komputer. Kamu juga bisa menyimpan benda-benda penuh kenangan yang disimpan dalam lemari dan brankas rumah. Akan tetapi semua itu tidak akan pernah mampu mengalahkan berbagai rangkaian tulisan yang kamu hasilkan dalam mengabadikan ingatan tersebut.

Menulis pada alasan yang terakhir ini, sama dengan mewariskan sesuatu yang abadi pada siapa pun yang kamu kasihi. Cerita dan kisahmu yang kamu tulis, yang menjadi buku-buku, yang dibaca dan dicetak, akan tetap abadi sepanjang masa, meskipun kamunya sendiri mungkin tidak dapat melihatnya lagi.

Source: Freepik

Nah, itu adalah  enam alasan mengapa menulis kisah hidupmu sangat layak untuk kamu lanjutkan apa pun kendalanya. Apakah kamu berniat untuk menjadikannya sebagai sebuah buku, artikel yang diupload di blog, atau hanya sekedar catatan di buku harian, yang pasti kamu harus tetap menulis dan membagikan kisahmu pada orang lain.

Jika kemudian kamu merasa kesulitan dalam menulis karena belum pernah melakukannya, atau tidak mengerti bagaimana mengerjakannya, maka kamu bisa mengikuti bimbingan menulis di www.penulisgunung.id.

Selama kamu memiliki keinginan yang sungguh-sungguh untuk menulis dan mengubah ingatanmu menjadi sesuatu yang bisa dibaca secara nyaman, bersama www.penulisgunung.id kamu pasti dapat mewujudkannya.

HENTIKAN 13 HAL BERIKUT UNTUK MENGHARGAI DIRI SENDIRI

Sehebat apa pun karakter yang kamu miliki, menghargai dan menghormati orang lain tidak pernah lebih penting daripada menghargai diri sendiri. Beberapa orang menganggap bahwa menghargai orang lain adalah puncak dari kebijaksanaan, namun itu tidak tepat. Justru puncak kebijaksanaan dari seorang manusia di zaman modern seperti sekarang ini adalah dengan kemampuannya untuk menghargainya diri sendiri.

Lantas, bagaimana pula caranya menghargai diri sendiri itu?

Salah satu cara yang paling mudah dalam upaya untuk memberikan hormat kepada diri sendiri adalah dengan tidak lagi melakukan hal-hal yang menafikan nilai-nilai diri sendiri. Sikap menafikan diri sendiri ini hadir dalam beragam tindakan yang bahkan mungkin tidak disadari. Akan tetapi imbas tindakan ini seperti sampah yang menumpuk, pada akhirnya menggunung dan menguburkan hal-hal baik yang ada dan seharusnya bisa tumbuh.

Nah,  apa saja sih tindakan yang termasuk sebagai sikap tidak menghargai diri sendiri itu? Berikut uraiannya lengkapnya untuk kamu.

13 Sikap Negatif yang Harus Dihentikan untuk Menghargai Diri Sendiri

Source: Youtube

Prinsip menghargai diri sendiri sama sekali sekali bukan prinsip yang egois. Secara sederhana sikap menghormati diri sendiri adalah bentuk kedewasaan seseorang untuk bertindak dan menyikapi berbagai kejadian dalam kehidupan.

Mengambil sikap untuk menjadikan diri sendiri sebagai sebuah objek untuk dihormati kadangkala tidak mudah dilakukan, apa lagi bagi orang-orang yang menganut prinsip; Aku juga rela menjadi lilin untuk menerangi harimu yang gulita. Orang-orang seperti ini kadang demi alasan nggak enakan, akhirnya mengorbankan diri mereka sendiri supaya orang lain merasa tetap nyaman.

Ada banyak cara-cara menghargai diri sendiri yang mungkin sering kamu dengar. Akan tetapi langkah yang paling utama dari proses untuk memulainya adalah dengan mulai belajar menekan tombol ‘stop’ untuk sesuatu yang selama ini kamu lakukan, yang ternyata justru mengabaikan diri sendiri.

Dikarenakan pada praktiknya, keputusan untuk mulai memprioritaskan diri sendiri dalam artian yang wajar, lebih banyak berkorelasi dengan kemampuan untuk mengatakan tidak, berhenti, atau cukup, pada sesuatu yang selama ini sebenarnya tidak bagus untuk kamu sendiri

Lalu apa sajakah hal yang kemudian harus kamu katakan cukup sebagai cara untuk menghargai diri kamu sendiri? Berikut adalah 13 poin yang paling signifikan.

Berhenti Mengatakan Iya untuk Segala Sesuatu

Source: Kobo

Tidak semua permintaan yang diajukan kepada kamu harus kamu iyakan. Ada kalanya kamu harus mengatakan tidak untuk sesuatu yang mungkin bertentangan dengan prinsip dirimu sendiri. Atau kamu juga harus mengatakan tidak untuk sesuatu yang merugikan kamu secara materiil dan moriil.

Berhentilah untuk mengatakan iya kepada segala sesuatu supaya orang lain merasa nyaman. Atau pada kasus yang lebih menarik, kamu juga harus tegas untuk berhenti mengatakan iya kepada semua permintaan yang diajukan kepada kamu dengan alasan supaya orang lain tetap mengganggap kamu sebagai teman yang asyik.

Berhenti untuk Selalu Setuju pada Seseorang Hanya Agar Mereka Tidak Sakit Hati

Source: Dipo English

Ada dua pilihan simalakama yang seringkali terjadi; Kamu mengatakan iya untuk sesuatu dengan risiko perasaanmu sendiri terabaikan, atau mengatakan tidak pada orang lain yang kemudian membuka peluang mereka untuk sakit hati.

Jika sudah begini nasihat yang terdengar bijak mungkin akan menyarankanmu untuk mengorbankan diri sendiri supaya orang lain tidak sakit hati.

Tapi ketahuilah, itu tidak adil untuk dirimu sendiri. Jika orang lain tidak boleh kamu sakiti hatinya, lalu mengapa orang lain boleh menyakiti hatimu dengan memaksakan keinginan mereka?

Berhenti Merasa Bersalah karena Telah Melakukan Sesuatu yang Benar untuk Dirimu

Source: The Telegraph

Ketika kamu telah mengambil sebuah keputusan yang benar untuk kamu lakukan, maka  tidak ada yang perlu kamu risaukan lagi. Meskipun keputusanmu itu mungkin tidak menyenangkan bagi orang lain, namun jika kamu merasa tindakanmu sudah tepat dan tidak merugikan mereka, maka keep on the track!

Ketika ada seseorang yang meminta kepada kamu atas sesuatu, anggaplah misalnya untuk meminjam barang-barang pribadimu, kemudian kamu menolaknya karena kamu sedang membutuhkan barang tersebut. Nah, ini adalah contoh yang dimaksud bahwa kamu telah mengambil tindakan yang benar dan tidak merugikan orang lain, meskipun bisa jadi mereka kecewa.

Jika kamu sudah melakukan hal seperti ini, maka jangan merasa bersalah. Merasa bersalah dengan hal yang sudah benar adalah pertanda bahwa kamu tidak menghargai diri kamu sendiri dengan baik.

Berhenti untuk Selalu Menyembunyikan Apa yang Sebenarnya Kamu Rasakan

Source: Pinterest

Banyak juga orang yang memilih untuk menyembunyikan apa yang sesungguhnya ia rasakan hanya demi menjaga perasaan orang lain. Nah, dalam berbagai rumus kata bijak menghargai diri sendiri, bagaimana pun juga kebiasaan seperti ini harus kamu buang.

Kamu menjaga perasaan orang lain dengan cara menyiksa perasaanmu sendiri, dilihat dari kacamata psikologi dan kestabilan mental, itu bukanlah hal baik. Dengan menyembunyikan perasaanmu sendiri kamu ingin orang lain tetap merasa nyaman, tetapi apa imbasnya untuk dirimu?

Jangan, jangan lakukan itu lagi jika kamu ingin menghormati dan menghargai diri kamu sendiri. Ungkapkan apa yang kamu rasakan dengan jelas dan jujur, dan jangan paksakan orang lain untuk menerimanya.

Dan jika mereka tidak terima dengan apa yang kamu ungkapkan, maka sederhana saja, whats the problem? Semua orang memiliki perasaan mereka sendiri-sendiri.

Berhentilah untuk Selalu Berusaha Menyenangkan Semua Orang

Source: EsZposters

Sebuah pepatah mengatakan;

Jika kamu ingin membuat semua orang senang, maka juallah es krim dan jangan menjadi dirimu sendiri.

Pepatah ini meskipun agak berlebihan, tapi memang benar maknanya. Kamu tidak bisa membuat semua orang senang.

Untuk semua sikap, perkataan dan tindakan yang kamu ambil, akan selalu melahirkan konsekuensi. Dan kadang-kadang konsekuensi tersebut adalah membuat beberapa orang menjadi tidak senang.

Jika sudah begini, terus saja dengan apa yang kamu sudah lakukan. Selama kamu merasa bahwa tindakanmu sudah tepat, tidak mengganggu orang lain dan tidak pula merugikan mereka dalam berbagai aspek yang masuk akal, maka keep going!

Berhentilah Membuat Orang Terlalu Banyak Mendikte Tentang Hidupmu

Source: PicturesQuotes

Kata bijak menghargai diri sendiri selanjutnya adalah dengan tidak membiarkan orang lain terlalu banyak mendikte tentang dirimu. Jika ia adalah ibu kamu atau ayah kamu, maka mereka layak berkomentar banyak tentang kamu. Namun, jika mereka adalah ‘orang lain’ yang membuatmu harus merasa ragu setiap kali bertindak dan bersikap, maka kamu harus menghentikan mereka.

Menghentikan disini bukan berarti kamu harus melabrak mereka dan meneriakkan bahwa kamu tidak ingin lagi didikte, tapi kamu harus menunjukkan bahwa kamu mampu menyelesaikan persoalan kamu sendiri. Tanpa harus mendengar banyak celoteh mereka yang terlalu mengurusi hidupmu.

Berhentilah untuk Selalu Mengabaikan Intuisimu

Source: Stairway to the top

Insting atau intuisi kadang adalah alarm paling kuat untuk memperingati seseorang mengenai sesuatu. Menghargai diri sendiri dalam islam mewajibkan  seseorang untuk selalu berprasangka baik pada orang lain dengan tanpa mengesampingkan kehati-hatian. Nah, konteks intuisi dalam hal ini memiliki relevansi.

Artinya begini; Jika kamu memiliki intuisi bahwa ada orang yang kamu kenal berniat tidak baik padamu, maka kamu harus berprasangka baik padanya. Akan tetapi pada saat yang bersamaan, kamu juga harus melipatgandakan kewaspadaanmu terkait dengan orang yang kamu maksud itu.

Berhentilah Selalu Bersikap Manis Hanya untuk Memperoleh Dukungan

Source: Pinterest

Pria atau wanita yang menghargai dirinya sendiri akan berani bersikap tegas dan keras jika suatu kondisi mengharuskan mereka untuk demikian. Namun, orang-orang yang cenderung mengabaikan penghormatan untuk dirinya sendiri, akan tetap berusaha bersikap manis, menarik dan menyenangkan, supaya memperoleh dukungan dari orang-orang.

Jika kamu ingin menghargai diri kamu sendiri, maka hentikan itu! Hentikan upaya kerasmu untuk selalu bersikap cantik dan manis hanya agar orang lain mendukungmu. Orang yang kuat dan menghargai dirinya sendiri akan siap jika tidak seorang pun mendukung dirinya.

Berhentilah Berkata Negatif Tentang Dirimu Sendiri

Source: Type Lifestyle

Cara menghargai diri sendiri di sekolah atau di rumah, atau dimana pun saja, sebenarnya sama. Dan salah satu persamaan yang paling kuat adalah dengan menghentikan kebiasaan kamu  mengatakan sesuatu yang buruk atau negatif tentang diri kamu sendiri.

Apa contoh berkata negatif tentang diri sendiri?

Aku tak mampu melakukan itu, Aku memang pantas diperlakukan seperti ini, Aku bukan yang terbaik, dan lain sebagainya.

Ucapan-ucapan negatif yang dilakukan secara repetitif seperti itu akan mempengaruhi mentalmu dan akan membuat kamu tidak bisa mengeluarkan kemampuan terbaik yang kamu miliki. Singkirkan semua pikiran negatif tentang dirimu itu, dan gantikan dengan sesuatu yang lebih kuat, optimis, dan tangguh.

Berhentilah Meletakkan Kepentinganmu Selalu di Belakang Kepentingan Orang Lain

Source: Easy Wisdom

Mengalah adalah sifat mulia, tentu saja banyak orang setuju dengan hal itu. Namun, jika kamu terus-terusan mengalah hanya untuk mendahulukan kepentingan orang lain, maka itu adalah salah satu ciri bahwa kamu sebenarnya tidak menghargai diri kamu sendiri.

Dalam hal bagaimana cara menghargai diri sendiri brainly, forum belajar, dan berbagai situs pengembangan diri lainnya tetap bersepakat, bahwa kamu tidak harus selalu mengalah demi kepentingan orang lain. Ada kalanya kamu harus tegak dan mengambil sikap bahwa kepentingan kamu juga wajib didahulukan.

Berhentilan Selalu Diam Mengenai Dirimu

Source: Anis Oza

Selanjutnya yang harus kamu ketahui mengenai menghargai diri sendiri adalah kamu semestinya juga berbicara tegas untuk dirimu, pendapatmu, pertimbanganmu, rasa keberatanmu, dan lain sebagainya. Berhentilah untuk selalu diam saja pada semua problem yang menyangkut tentang dirimu.

Jika kamu tidak suka cara seseorang memperlakukan dirimu, kepentinganmu, urusanmu, maka bicaralah yang lantang, jangan diam saja.

Berhentilah Selalu Mencari Persetujuan dari Orang Lain

Source: Kat Gordon

Selalu mencari persetujuan orang lain adalah salah satu ciri orang yang lemah dan kamu tidak perlu melakukannya lagi. Untuk menjadi hebat, menjadi kuat dan menjadi berhasil dengan apa yang kamu upayakan, kamu sama sekali tidak perlu mencari persetujuan orang lain.

Orang lain bisa saja tidak setuju dengan pendapatmu atau tindakanmu, dan itu urusan mereka, bukan urusanmu.

Hal yang perlu menjadi fokusmu adalah dengan tumbuh dan belajar lebih baik, berusaha lebih keras untuk menjadi pemenang dalam pertarunganmu sendiri. Hentikan ketergantunganmu untuk selalu harus mendapat persetujuan dari orang lain.

Berhentilah Mengasihani Diri Sendiri

Source: YourQuote

Jika kamu keras pada dirimu sendiri, maka kehidupan yang akan lunak kepadamu. Namun, jika kamu lembek pada dirimu sendiri, maka kehidupanlah yang akan keras kepadamu.

Anonim

Hal terakhir yang harus kamu hentikan untuk menghargai diri kamu sendiri adalah dengan berhenti mengasihani diri sendiri. Tindakan dan sikap mengasihani diri sendiri adalah prilaku orang dengan mentalitas yang lemah. Jika kamu mengalami hal yang sama, maka sekarang berhentilah.

Hidup akan selalu keras, rintangan kehidupan akan semakin tidak mudah, jangan biarkan dirimu melempem dengan semua rintangan itu.

Tegas dan keraslah pada dirimu sendiri karena hal itu akan membentuk kepribadianmu menjadi lebih kuat dan tegar. Dan pada akhirnya, hal itu akan mempermudah langkahmu mengarungi hidup.

Nah, bagaimana sekarang? Apakah kamu sudah siap menghentikan semua sikap yang selama ini membuat kamu tidak menghargai diri sendiri?

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑