Lompat ke konten
Beranda » Blog » Cara Menulis Skenario Film yang Mudah

Cara Menulis Skenario Film yang Mudah

Cara Menulis Skenario

Sebenarnya cara menulis skenario film pendek, film serial atau bahkan film dengan budget miliaran sekali pun, memiliki dasar dan teori yang sama. Struktur penulisan skenario memiliki bagian-bagian yang sama persis. Ketika kamu memahami dasar penulisan skenario, maka kamu dapat mengembangkannya dalam penulisan jenis film apa pun.

Lantas, bagaimana sebenarnya cara menulis naskah dengan benar untuk script atau skenarionya?

Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Kamu punya kisah hidup menarik untuk dijadikan buku namun bingung cara menuliskannya?

Panduan Lengkap Cara Menulis Skenario

Sebelum mempelajari bagaimana menulis skenario dan tahapan-tahapan yang perlu kamu lakukan, sebaiknya kamu juga mempelajari pengertian dan dasar-dasar pengetahuan mengenai skenario. Semakin baik pemahaman yang kamu miliki tentang skenario, maka semakin baik pula eksekusi yang dapat kamu lakukan dalam proses penulisannya.

Untuk itu, berikut pembahasan lengkap mengenai penulisan script film sampai tutorial penulisan skenario itu sendiri yang InsyaAllah, dapat kamu praktikkan dengan mudah.

Panduan penulisan dalam postingan ini tidak membutuhkan aplikasi membuat naskah film yang mungkin saja akan mengharuskan kamu untuk membayar biaya lisensinya.

Dalam turioal penulisan script  film berikut, kamu hanya perlu menggunakan aplikasi microsoft word yang tentunya sudah terpasang di laptop yang kamu miliki.

Nah, apa saja hal yang harus kamu ketahui mengenai cara penulisan skenario?

Berikut uraiannya.

BACA JUGA:

Pengertian skenario

Secara eksplisit Skenario adalah blue print atau cetak biru kerangka tulisan yang terdiri dari ide dan gagasan, ruang dan waktu, tokoh, aksi, dialog, alur cerita, yang disusun sedemikian rupa hingga menarik dan dapat diterjemahkan ke dalam bahasa visual.

Oya, apakah kamu sudah faham apa itu bahasa visual?

Bahasa visual adalah sebuah metode penyampaian pesan kepada khalayak atau masyarakat luas melalui berbagai hal yang dapat terlihat secara kasat mata seperti, warna, gambar, bentuk, penataan, gerakan dan lain sebagainya.

Hal-Hal Pokok dalam Penulisan Skenario

Sebelum masuk ke struktur penulisan skenario, kamu sebaiknya juga memahami bagian-bagian penting dalam penulisan skenario. Berbagai bagian berikut adalah unsur-unsur yang kemudian setelah melalui berbagai tahap, berubah menjadi sebuah script  film yang sempurna atau skenario jadi.

Nah, apa saja bagian-bagian penting dari cara menulis skenario film?

1. Ide Pokok atau Premis

Cara Menulis Skenario
Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

Ide pokok atau premis adalah embrio paling awal dalam penulisan skenario.

Secara sederhana ide pokok sendiri memiliki arti satu kalimat perenungan atau kesimpulan filosofis, atau pesan pembuat film kepada penonton (premis).

Jadi, jika dipermudah maknanya adalah; Kamu ingin menyampaikan apa kepada penonton melalui film yang diadaptasikan dari sebuah skenario yang kamu tuliskan?

2. Logline atau Inti Sebuah Cerita

Selanjutnya bagian penting kedua dari cara penulisan sebuah skenario adalah dengan membuat logline atau inti cerita.

Logline merupakan pengembangan dari premis. Jika premis hanya berfokus pada pesan yang ingin disampaikan secara singkat, maka logline diperluas kembali dengan menambahkan unsur-unsur pokok dari cerita yang diangkat.

Dalam proses pembelajaran cara menulis naskah skenario, logline terbagi dalam tiga pertanyaan paling utama sebagai unsur membangun cerita, yaitu;

  • Rumusan kalimat tentang siapa karakter yang diceritakan?
  • Apa keinginan atau tujuan karakter?
  • Dan apa hambatan karakter untuk mencapai tujuan atau keinginannya?

3. Latar

Photo by Taryn Elliott on Pexels.com

Bagian ketiga dalam penulisan skenario yang baik adalahnya adanya latar atau tempat dan waktu berlangsungnya cerita. Latar menjadi sesuatu yang sama pentingnya dengan karakter dalam menulis skenario. Deskripsi yang jelas dan mampu divisualisasikan adalah hal paling penting dalam menentukan latar.

Hal yang perlu kamu ingat juga adalah; bahwa latar tidak hanya terbatas pada tempat secara lahiriah saja.

Latar cerita dalam menulis skenario atau script  film dapat bermakna secara sosiologis seperti latar belakang agama atau keyakinan, adat istiadat, ideologi politik, teknologi dan lain sebagainya.

Di samping itu, jika penulisan skenario dalam jenis film fiksi ilmiah misalnya, latar juga tidak harus sesuatu yang realistis. Latar yang bersifat imajiner atau imajinasi juga dapat kamu munculkan pada proses ini.

Namun yang terpenting adalah, latar tersebut tetap dapat kamu ubah dalam bahasa visual yang bisa penonton lihat.

BACA JUGA:

4. Penokohan

Selanjutnya unsur penting dalam tutorial bagaimana cara menulis naskah yang benar adalah penokohan. Penokohan merupakan pengembangan dari karakter yang penjabarannya lebih luas lagi. Tujuan dari penulisan penokohan adalah sebagai upaya untuk menampilkan gambaran dan watak para tokoh dalam sebuah cerita.

Beberapa penokohan yang paling primer dalam penulisan skenario adalah sebagai berikut;

Dalam menggambarkan penokohan cerita, penting juga bagi kamu untuk menuliskan dengan jelas kedudukan para tokoh. Hubungan, kedudukan, dan sifat-sifat umum adalah penting untuk mendukung struktur penulisan skenario yang menarik dan lengkap.

5. Basic Story atau Garis Besar Cerita

Basic story pada dasarnya merupakan pengembangan dari logline. Jadi, sebelum kamu eksekusi menjadi sebuah skenario yang kemudian berubah ke dalam bentuk visual, logline kemudian dapat kamu kembangkan menjadi basic story terlebih dahulu.

Dalam basic story, terdapat beberapa unsur penyusun yang dapat terganbar secara ringkas terlebih dahulu.

Unsur-unsur tersebut misalnya adalah;

  • Latar
  • Pengenalan tokoh atau karakter.
  • Permasalahan yang dihadapi si tokoh.
  • Bagaimana karakter atau tokoh mengatasi permasalahannya.
  • Gambaran hambatan yang dihadapi oleh si tokoh.
  • Berhasil tidaknya tokoh menyelesaikan permasalahan.

6. Plot atau Alur Cerita

Oya, kamu tentu sudah tahu kan, apa yang itu plot?

Secara mudah plot atau alur cerita dalam tata cara menulis skenario adalah peristiwa-peristiwa yang disusun dan ditata sedemikian rupa untuk mencapai efek tertentu bagi penonton. Prinsipnya adalah; semakin dramatis sebuah plot, maka semakin baik.

Plot sendiri dapat terbagi dua, yaitu;

a. Plot Linear

Adalah alur cerita yang yang tersusun berurutan berdasarkan waktu.

Jadi, peristiwa-peristiwa dalam plot linear tersusun sebagai seuatu yang berjalan sesuai dengan waktu normal. Misalnya cerita mulai dari pagi, siang, malam dan seterusnya.

b. Plot Non-Linier

Plot non-linier merupakan alur cerita yang susunannya tidak terikat dengan keharusan urutan waktu.

Jadi, kamu misalnya dapat saja menceritakan sebuah kejadian pada sore hari terlebih dahulu, kemudian mundur ke kejadian pagi hari pada bagian yang kedua (flashback)

7. Sinopsis

Sinopsis tidak hanya terdapat pada sampul belakang buku saja, ya. Dalam teknik menulis naskah skenario yang benar, istilah sinopsis juga ada.

Dalam struktur penulisan skenario, sinopis merupakan pengembangan dari basic story yang berisi rangkuman rangkaian peristiwa atau adegan.

Penyusunan sinopsis sendiri dapat berbentuk paragraf umum, namun urutan kejadian dari awal cerita hingga usai, sudah harus dapat tergambar secara jelas.

BACA JUGA:

8. Treatment

Nah, selanjutnya kamu akan masuk pada treatment yang merupakan kerangka skenario yang dikembangkan dari sinopsis dengan penjelasan yang lebih detail. Dalam treatment sudah terdapat deskripsi tempat dan waktu berlangsungnya adegan, karakter, aksi, garis besar dialog dan kadang juga type shot.

Type shot sendiri adalah sudut pandang pengambilan gambar dalam proses syuting.

Hal ini tentu saja berkaitan erat dengan profesi sutradara dan camera man. Sebagai penulis skenario, kamu bebas untuk menambahkan type shot atau tidak. Sutradara secara umum sudah mampu merasakan kapan sebuah type shot atau sudut pandang kamera harus berubah.

Pada saat penulisan treatment, sketsa penuturan alur dramatik harus dikuasai. Struktur dramatik adalah susunan aksi-aksi yang membangun keseluruhan film. Dalam perkembangannya, struktur dramatik sendiri juga memiliki tiga bagian klasik atau struktur dramatik tiga babak.

Struktur dramatik tiga babak terdiri dari tiga bagian berikut ini;

a. Babak Satu atau Babak Awal

Source: Studiobinder

Babak awal atau babak perkenalan adalah bagian elemen cerita dan tokoh-tokohnya diperkenalkan. Prinsipnya adalah; semakin cepat babak awal selesai, semakin baik struktur dramatiknya. Hal ini penting dalam struktur penulisan skenario untuk mencegah kebosanan penonton dalam pemaparan awal yang terlalu lama.

Oya, dalam menulis skenario film yang benar kamu juga harus memperhatikan turning point, ya. Turning point sendiri adalah titik tempat pergantian babak terjadi.

Dalam penulisan skenario yang umum, turning point pertama adalah peralihan babak awal ke babak tengah yang merupakan satu titik yang membawa tokoh pada awal permasalahan yang muncul.

b. Babak Dua atau Babak Tengah

Isi yang terkandung dalam babak tengah berisi beberapa hal umumnya sebagai berikut;

  • Tokoh berusaha menyelesaikan aksi untuk menyelesaikan masalah yang timbul.
  • Akan lebih menarik jika ada permainan emosi penonton misalnya; menarik ulur penyelesaian masalah akibat dari kompleksnya permasalahan, muncul konflik, muncul krisis adanya sub alur cerita, dan lain sebagainya.
  • Menjelang babak akhir atau babak 3, diciptakan situasi seolah-olah tokoh akan berhasil menyelesaikan masalahnya, namun ternyata ini hanya sementara. Karena setelahnya muncul situasi baru dimana sang tokoh harus berjuang lebih keras lagi. Pada titik ini muncul turning point kedua atau menjelang peralihan dari babak tengah menuju babak akhir.

c. Babak Tiga atau Babak Akhir

Babak akhir merupakan babak penyelesaian dari sebuah penulisan skenario. Durasinya bahkan bisa lebih pendek daripada babak satu. Secara umum babak tiga atau babak akhir terjadi setelah klimaks yang merupakan poin tempat semua pertanyaan penonton terjawab.

Dalam menulis script  film babak ketiga atau babak akhir, hal yang mungkin perlu menjadi catatan adalah;

  • Babak tiga terjadi setelah klimaks.
  • Klimaks sendiri adalah titik tertinggi dimana terjawab sudah keraguan penonton mengenai bagaimana karakter atau tokoh menyelesaikan masalahnya.
  • Setelah klimaks terjadi, alur cerita kemudian diikuti dengan penurunan nilai dramatik yang disebut dengan anti-klimaks.
  • Klimaks diletakkan sesaat sebelum film berakhir, karena itu anti-klimaks singkat saja, karena pada dasarnya cerita berakhir setelah klimaks tercapai.

BACA JUGA:

Tutorial Bagaimana Cara Menulis Skenario Film dengan Mudah Menggunakan Microsoft Word

Setelah kamu mengenal berbagai unsur-unsur penting dalam penulisan skenario, sekarang kamu dapat mempraktikkannya berdasarkan totorial berikut ini.

Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah dengan membuka laptop atau komputer milikmu, kemudian membuka aplikasi microsoft word yang pastinya sudah kamu miliki.

Jika kamu menggunakan aplikasi membuat naskah film, aturan dalam penulisan di bawah ini tetap harus ada. Hanya saja kamu tinggal mengikuti template yang sudah tersedia.

Selanjutnya, kamu tinggal mengikuti cara-cara dibawah ini;

1. Cara Pengaturan Kertas dalam Menulis Skenario

  • Pilih kertas kwarto A4
  • Margin 1 inch kiri, kanan, atas, dan juga bawah
  • Font size 12, pilih huruf dengan tipikal yang sederhana.
  • Jarak 1 spasi, format rata kiri.
  • 1 halaman skenario menggambarkan satu menit film.

Nah, ini penting untuk kamu ketahui bahwa pada umumnya 1 halaman skenario menggambarkan satu menit dalam film. Jadi, jika kamu menulis 90 halaman skenario, secara prinsip itu menggambarkan 90 menit dalam film.

2. Cara Menulis Sampul Skenario Film

  • Judul ditulis menggunakan huruf kapital dengan tanda petik atau garis bawah.
  • 4 spasi di bawahnya tulis ‘Skenario Oleh’
  • 2 baris di bawahnya tulis nama penulisnya, bawah tulis Draff 1 untuk skenario draff pertama
  • Jika ada revisi ditulis Draff 2, Draff 3 hingga Final Draff.
  • Umumnya nomor halaman pada sisi kanan atas.

3. Cara Menulis Scene dan Pergantian Scene dalam Skenario

Scene adalah suatu adegan yang terjadi dalam suatu lokasi yang sama dan berlangsung pada saat yang sama. Scene bisa terjadi dalam satu shot atau lebih dengan angle yang berbeda.

Secara prinsip jika berubah tempat, waktu atau berubah keduanya, maka berubah pula scene-nya, sehingga diawali dengan penomoran baru seperti; Shot 1, Shot 2, Shot 3, dan seterusnya.

Format penulisan scene alam menulis skenario dapat kamu lakukan sebagai berikut;

Nomor Scene – Judul Scene Keterangan Interior (INT) atau Exterior (EXT) – Lokasi Scene Keterangan Waktu

Misal:

1. INT. Ruang Tamu – Malam Hari

  • Dua spasi di bawah judul scene ada deksripsi visual yang menggambarkan beberapa hal berikut ini;
    • Deskripsi tempat.
    • Tokoh.
    • Aksi.

Catatan: Deskripsi penting saat ada tempat,  tokoh atau aksi yang baru pertama muncul. Khusus untuk tokoh baru pertama muncul atau terdapat deskripsi suara, penulisannya menggunakan huruf kapital.

4. Cara Membuat Dialog dalam Menulis Skenario

Dialog dibuat 2 spasi dari deskripsi visual.

Untuk penulisannya sendiri dapat mengikuti aturan berikut;

  • Diawali dengan nama tokoh yang ditulis dengan huruf kapital. Jaraknya 4 inchi dari tepi kiri kertas.
  • Jarak isi dialog dari tepi kiri 3 inch.
  • Batas kanan dialog diatur 2 inch.
  • Jika ada dialog yang diucapkan namun tokoh tidak terlihat di layar, ditulis OS (Off Screen) atau VO (Voice Over) di belakang nama tokoh yang mengucapkannya.
  • Jika tokoh melakukan sesuatu dan diperlukan petunjuk cara  pengucapan dialog, diberi petunjuk pengucapan atau petunjuk aksi dengan huruf dalam tanda kurung, formatnya sendiri adalah 3.5 inch dari kiri dan 2,5 inch dari kanan.

5. Cara Menulis Flashback, Timelapse dan Menutup Naskah Skenario Film

Cara Menulis Skenario
Photo by cottonbro on Pexels.com

Teknik pergantian scene ditulis saat ada pergantian scene khusus misalnya flashback atau timelapse. Penulisannya sendiri dapat dilakukan dengan mengikuti kaidah cara menulis skenario yang standar sebagai berikut;

  • Menggunakan huruf kapital dengan jarak 6 inchi dari tepi kiri, dan 2 spasi dari sisi kanan.
  • Apabila skenario selesai dapat ditulis kata SELESAI, dengan huruf kapital di tengah baris.

Kesimpulan

Nah, itu adalah pembahasan lengkap mengenai cara menulis skenario film yang tentu saja dapat kamu praktikkan dengan mudah. Untuk membuat kamu semakin mahir dalam menulis naskah film atau skenario seperti ini, lakukan sebanyak mungkin latihan dan disiplinlah dalam melakukannya.

Oya, jika kamu membutuhkan bantuan dalam menulis skenario film atau apa pun itu yang terkait dengan dunia penulisan, kamu juga bisa meminta bantuan pada www.penulisgunung.id untuk membantumu. Caranya mudah sekali, kamu hanya perlu menghubungi kontak yang dapat kamu klik dibawah ini.

BACA JUGA:


Tingkatkan skill menulismu

Yuk, gabung di Kelas Menulis Online Penulis Gunung dan keterampilan menulismu akan naik satu level


Penulis terbaik

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 19 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:

%d blogger menyukai ini: