5 CARA RISET UNTUK NOVEL YANG MUDAH MESKIPUN KAMU BELUM BERPENGALAMAN

Dalam penulisan novel, riset adalah salah satu bagian penting yang tidak bisa kamu tinggalkan. Para penulis memiliki cara riset untuk novel yang berbeda-beda sesuai gaya mereka. Namun, ada beberapa cara melakukan riset dalam penulisan novel yang bisa kamu lakukan meskipun kamu sendiri belum berpengalaman.

Nah, bagaimanakah cara melakukan riset untuk menulis novel yang mudah dilakukan dan memiliki hasil yang efektif meskipun kamu sendiri belum berpengalaman?

Yuk, simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

5 Cara Riset Untuk Novel yang Mudah Dilakukan Walau Kamu Sendiri Belum Memiliki Pengalaman Melakukannya

Photo by Pixabay on Pexels.com

Riset adalah hal penting dalam penulisan fiksi dan non fiksi. Apa pun jenis tulisan yang kamu hasilkan, riset yang tepat akan membuatnya menjadi lebih sempurna. Tak terkecuali pula dalam penulisan novel atau bahkan cerpen sekali pun, riset yang dilakukan akan membuat pendalaman cerita menjadi lebih kuat dan realistis.

Akan tetapi riset dalam penulisan novel juga bukan sesuatu yang gampang dilakukan, terutama jika kamu belum pernah melakukan hal ini sebelumnya. Para penulis novel pemula bisa saja mengalami kesulitan dalam proses ini yang bisa membuat tulisan mereka mandeg bahkan sebelum penulisan novelnya sendiri dimulai.

Lantas, bagaimana cara melakukan riset menulis novel yang mudah dilakukan?

Nah, lima cara dihimpun oleh Penulisgunung.id berikut ini InsyaAllah bisa membantu kamu dalam melakukannya.

Melakukan Riset untuk Penulisan Novel Berdasarkan Pengalaman

Photo by Anthony Shkraba on Pexels.com

Cara pertama yang paling umum untuk melakukan penelitian kebutuhan penulisan novel adalah dengan pengalaman kamu sendiri. Pengalaman yang dimaksud disini bukan pengalaman menulis novel atau melakukan riset sebelumnya. Akan tetapi pengalaman hidup yang tentunya kamu jumpai sehari-hari.

Pada banyak artikel tentang penulis novel, pengalaman kadang menjadi sebuah penghalang dimana sang penulis sendiri belum merasa memiliki ‘modal’ untuk memulai penulisannya.

Namun, semestinya hal ini tidak menjadi kendala. Terutama jika kamu tahu cara melakukannya.

Setidaknya ada beberapa saran yang dapat kamu lakukan sebagai langkah sederhana dalam melakukan riset penulisan novel berdasarkan pengalaman. Beberapa langkah tersebut misalnya adalah sebagai berikut;

Tuliskan Apa pun yang Kamu Ketahui

Tulis novelmu murni berdasarkan pengalaman kamu sendiri. Benar-benar pure, berdasarkan pengalaman hidup yang pernah kamu alami. Dalam hal ini termasuk juga dengan membangun karakter dalam novel Kamu berdasarkan pengalaman yang pernah temui, rasakan, dengarkan dan juga imajinasikan.

Kunjungi Suatu Tempat

Photo by cottonbro on Pexels.com

Mini riset novel selanjutnya berdasarkan pengalaman yang dapat kamu lakukan misalnya adalah dengan mengunjungi suatu tempat. Anggaplah restoran, warung makan, kampung, dimana lokasi karakter novel yang kamu tulis berada.

Coba pula untuk memesan serta merasakan makanan yang ia makan. Atau jika kamu mengunjungi hotel di mana karaktermu pernah menginap, coba pula untuk mendapatkan kamar yang pernah digunakan oleh karaktermu tersebut

Jika Memiliki Biaya, Perluas Kunjunganmu

Photo by Gantas Vaiu010diulu0117nas on Pexels.com

Kunjungi tempat-tempat dimana karakter novel yang kamu ceritakan hidup, menghabiskan masa kecilnya atau pun melakukan berbagai hal penting dalam hidupnya.

Jika misalnya karakter novel yang kamu tulis adalah pendaki gunung di Himalaya yang hidup di Nepal atau Pakistan, maka tidak ada salahnya kamu mencoba melakukan hal yang sama dan merasakan pengalamannya.

Namun ingat, cara yang ketiga untuk mendapatkan pengalaman mungkin akan membutuhkan biaya yang bisa saja tidak sedikit.

Jadi, pastikan melakukannya dengan bijaksana, ya.

Melakukan Riset untuk Penulisan Novel Berdasarkan Sumber Bacaan

Photo by Thought Catalog on Pexels.com

Cara kedua yang dapat Kamu lakukan untuk melakukan riset dalam menulis novel adalah dengan mencari sumber bacaan yang relevan. Buku, koran, majalah, tabloid, buletin, atau apa saja yang dapat kamu jadikan sebagai sumber penulisan yang tepat, maka gunakan.

Dalam penulisan novel kamu mungkin membutuhkan riset yang jauh lebih mendalam dibandingkan dengan penulisan cerpen yang tentunya lebih ringkas. Meskipun ada perbedaan novel dan cerpen dari sisi kuantitas risetnya, namun kedua jenis karya sastra ini membutuhkan riset untuk menghasilkan karya yang terbaik.

Nah, untuk riset novel berdasarkan sumber bacaan, beberapa hal ini dapat kamu lakukan.

Baca Novel yang Genrenya Sama dengan Novel yang Kamu Tulis, Terutama yang Bestsellers

Photo by cottonbro on Pexels.com

Langkah pertama ini seringkali tidak banyak digunakan oleh para penulis novel, terutama penulis pemula. Ketakutan akan melakukan plagiat kadang-kadang membuat mereka membentengi diri untuk sedikit melirik karya orang lain yang jenisnya sama dengan apa yang ia tulis.

Padahal jika saja kamu mau membuka sedikit pikiran dengan membaca novel serupa yang sudah bestseller, maka kamu akan memiliki lebih banyak referensi. Kamu bahkan mungkin dapat menemukan beberapa hal yang dapat membuat penulisanmu lebih berkelas dengan hal ini.

Temukan Sumber Bacaan Relevan yang Beragam

Photo by olia danilevich on Pexels.com

Kunjungi perpustakaan, toko buku bekas, atau pinjam buku yang dapat menjadi referensi menarik penulisan novel yang sedang kamu kerjakan.

Baca juga berbagai sumber lain yang dapat kamu jadikan referensi yang tepat untuk penulisan semacam majalah atau bahkan jurnal-jurnal ilmiah sekali pun.

Semakin banyak kamu membaca sumber referensi, semakin baik pula kamu mampu mengembangkan unsur instrinsik novel yang kamu tuliskan nantinya.

Melakukan Riset untuk Penulisan Novel dengan Berinteraksi pada Orang Lain

Photo by Rachel Claire on Pexels.com

Cara ketiga yang juga dapat kamu gunakan sebagai teknik melakukan riset penulisan novel adalah dengan melakukan interview atau wawancara, atau interaksi dengan orang-orang yang secara langsung memiliki kaitan dengan novel yang kamu tuliskan.

Beberapa contok aplikatif dari teknik riset yang ketiga ini misalnya adalah;

Interview

Wawancarai seseorang yang memiliki kaitan atau memiliki pengalaman yang sama atau menyerupai karakter tokoh yang kamu tuliskan.

Random Call

Photo by Anthony Shkraba on Pexels.com

Telepon seseorang yang tinggal di wilayah dimana setting cerita kamu tuliskan. Kamu bisa menelpon secara acak, dan ajukan beberapa pertanyaan yang menarik kepada mereka.

Cara ini bisa saja menantang, karena tidak semua orang yang kamu telpon akan menerima permintaan kamu dengan tangan terbuka.

Temui Expert

Apa yang dimaksud novel sejarah dan strategi penulisannya adalah selalu melibatkan seseorang berpengalaman sebagai sumber yang berimbang. Dalam penulisan novel umum pun hal ini dapat kamu aplikasikan sebagai cara efektif membangun kekuatan yang dalam pada unsur cerita.

Melakukan Riset untuk Penulisan Novel dengan Memanfaatkan Internet

Photo by Pixabay on Pexels.com

Menggunakan sumber penulisan dari internet untuk riset dalam penulisan novel memungkinkan kamu bereskplorasi dan mengeluarkan semua kreativitas yang kamu miliki.

Kamu dapat menggunakan sumber riset berupa video seperti Youtube, media sosial,  aplikasi foto seperti Instagram dan lain sebagainya. Semakin kreatif kamu menemukan sumber riset yang relevan untuk penulisan dari internet, maka semakin mudah pula kamu untuk mengeksekusinya.

Sebagai contoh, berikut ada beberapa hal yang dapat kamu lakukan dalam proses riset penulisan novel yang bersumber dari internet.

  • Lihat hasil pencarian apa saja yang dapat kamu temui di internet berdasarkan subjek penulisan novel yang dilakukan.
  • Cari video di Youtube, Facebook, atau bahkan TikTok sekali pun, referensi apa yang bisa kamu gunakan sebagai sumber riset yang kredibel.

Melakukan Riset untuk Penulisan Novel dengan Cara yang Lainnya

Photo by Karolina Grabowska on Pexels.com

Selain dengan memanfaatkan internet, bacaan, interaksi dengan orang lain dan juga pengalaman, kamu tentu saja dapat menggunakan cara yang lebih bebas untuk melakukan riset dalam penulisan novel. Cara ini akan terkesan lebih abstrak, lebih bebas, namun juga tentu memiliki dampak yang signifikan sebagai sumber penulisan.

Kamu misalnya dapat mengambil keputusan menulis dan mencatat semua yang kamu temui selama proses riset. Jadi, apakah proses riset yang kamu lakukan adalah dengan majalah, buku, internet, pengalaman atau hasil obrolan ringan dengan seseorang, kamu harus mencatatnya sebagai salah satu referensi dalam penulisan.

Kamu tidak harus memasukkan semua yang menjadi sumber tersebut dalam tulisan kamu, kok. Kamu bahkan bisa benar-benar memilih untuk tidak menggunakannya sama sekali jika memang tidak layak dalam penilaianmu.

Namun bagaimana pun juga, memiliki sumber yang lebih banyak dan tidak terpakai jauh lebih baik daripada kekurangan sumber penulisan yang akibatnya, akan membuat spektrum penulisanmu terasa demikian sempit dan terbatas.

Beberapa Tips Penting Terkait Cara Riset untuk Novel

Photo by Ann H on Pexels.com

Dengan riset, seorang penulis novel dapat memastikan bahwa karakter yang ia tulis menggunakan istilah yang tepat, bereaksi secara tepat, menggunakan aksen dan juga atribut yang tepat.

Namun demikian, ada beberapa hal yang juga harus kamu perhatikan supaya riset itu sendiri tidak justru menyulitkan penulisan novel yang kamu lakukan.

Beberapa tips yang penting terkait hal ini misalnya adalah;

Gunakan XXXX

Photo by Olya Kobruseva on Pexels.com

Setelah kamu selesai melakukan riset dan memulai proses penulisan novel, kemudian dalam proses itu misalnya kamu menemukan sesuatu yang perlu kamu ketahui dan menjadi pendukung unsur intrinsik novel, maka kamu dapat menandainya dengan kode terlebih dahulu.

Kode yang umum digunakan untuk kepentingan ini adalah XXXX atau kode lain yang dapat kamu rumuskan sendiri.

Akan tetapi hal terpenting dari tips ini adalah jangan sampai bagian tersebut mengganggu proses penulisanmu. Untuk riset yang lebih komprehensif mengenai nama XXXX dan lain sebagainya, dapat kamu lakukan nanti di waktu yang lebih tepat.

Selektif

Photo by Monstera on Pexels.com

Tidak perlu menuliskan semua hasil risetmu dalam novel.

Tentu saja ada rasa yang demikian bergelora dalam hati seorang penulis novel untuk menuliskan semua yang ia ketahui semasa melakukan riset. Akan tetapi jika tidak relevan, menginterupsi cerita, atau sama sekali tidak memiliki kaitan dengan jalan cerita, maka jangan ragu untuk meninggalkannya.

Jangan Berlebihan

Photo by Alexander Dummer on Pexels.com

Riset adalah sesuatu yang penting dalam penulisan novel, namun tentu saja kamu juga tidak boleh melakukannya secara berlebihan. Riset yang terlalu mendalam dan berlebihan pada umumnya akan membuat penulisannya sendiri menjadi tertunda.

Hal ini disebabkan oleh kamu yang merasa masih ada data, sumber, referensi, dan lain sebagainya, yang belum mencukupi untuk diterjemahkan dalam novelmu langsung.

Struktural

Photo by Jess Bailey Designs on Pexels.com

Lakukan pencatatan riset dengan rapi dan mudah dipahami, setidaknya oleh kamu sendiri. Hindari membuar alur catatan riset novel yang terlalu ruwet dan membingungkan.

Nah, itu adalah 5 tips yang dapat kamu lakukan sebagai cara riset untuk novel yang mudah. Meskipun kamu belum berpengalaman sama sekali dalam menulis novel dan melakukan riset, tips-tips di atas tentunya dapat kamu lakukan dengan mudah.

Oh ya, jika kamu memiliki metode riset yang lain dalam menulis novel, cerpen atau tulisan lainnya, saya akan dengan senang hati jika kamu membaginya di komentar.

Semoga kamu sukses selalu dengan karya-karyamu, ya!


Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 14 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑