7 HAL PENTING TENTANG STORYTELLING YANG HARUS DIKETAHUI TIAP PENULIS DAN PENDONGENG

Storytelling sama sekali bukan tentang teknik, metode, atau tips-tips yang memukau. Storytelling lebih daripada itu, ini adalah tentang seni dan mahakarya dalam bercerita. Sebagai seni, tentu saja storytelling akrab pula dengan imajinasi, instuisi, inovasi, kreatifitas, keterampilan dan latihan.

Kamu tidak bisa menjadi seorang storyteller hebat hanya dengan sekali duduk atau setelah mengikuti satu kali kursus storytelling. Untuk menjadi seorang yang hebat dalam bercerita, kamu harus melalui proses yang panjang dan mungkin melelahkan.

Terdengar menakutkan, ya?

Tidak juga sebenarnya, terutama jika kamu tahu bahwa storytelling telah menjadi kunci pada kesuksesan banyak hal.

Para pemasar atau sales menggunakan storytelling untuk mengeksekusi prospek. Para pembicara, penceramah, politikus, pengacara, guru, penulis dan profesi apa pun yang mengharuskan kamu berinteraksi dengan orang lain secara intens, storytelling telah menjadi bagian paling menarik yang menentukan kesuksesannya.

Nah, jika kamu adalah salah satu dari orang yang membutuhkan story telling atau storytelling dalam mencapai tujuanmu, artikel dari www.penulisgunung.id kali ini ditulis untuk kamu.

Jadi, apa sebenarnya storytelling itu?

Pengertian Storytelling

Photo by Artem Podrez on Pexels.com

Hal pertama yang harus kamu ketahui adalah apa sebenarnya yang dimaksud dengan storytelling?

Berdasarkan definisi Wikipedia, storytelling diartikan sebagai sebuah cara yang dilakukan untuk menyampaikan suatu cerita kepada para penyimak, baik dalam bentuk kata-kata, gambar, video, tulisan, foto atau pun suara.

Akan tetapi pengertian storytelling yang lebih menarik mungkin adalah suatu proses yang mendayagunakan fakta atau narasi sebagai cara mengkomunikasikan sesuatu kepada orang lain yang menjadi penyimak ceritamu. Beberapa cerita dalam  storytelling adalah nyata, sementara yang lainnya bisa saja adalah improvisasi pencerita supaya pesan cerita yang ingin disampaikan bisa diterima dengan lebih baik

Storytelling adalah salah satu bahasa yang paling universal dan dapat diterima oleh semua kalangan. Cerita akrab untuk orang-orang kaya, cerita biasa diperdengarkan pada para bangsawan di masa lalu, dan cerita juga adalah sesuatu yang sangat lazim dituturkan di tengah rakyat jelata. Pendek kata, storytelling adalah jenis komunikasi yang paling efektif di berbagai lapisan sosial masyarakat.

Meskipun storytelling adalah bahasa yang menyentuh semua kalangan dan semua bisa bercerita, uniknya, hanya sedikit orang yang benar-benar hebat melakukannya. Kamu mungkin mengenal salah satu di antara mereka sebagai penceramah, mubaligh, pelatih, penulis konten, guru atau apa pun sebutannya. Dalam bertutur, orang-orang ini seakan memiliki pesona yang tak terkalahkan.

Orang-orang dengan kemampuan seperti ini telah menganggap bahwa bercerita itu seperti halnya melukis. Perbedaannya adalah, pelukis melukis dengan media kuas dan cat, storyteller atau pendongeng menulis dengan kata-kata. Persamaannya; mereka sama-sama mampu memberikan imajinasi yang sempurna di benak orang lain yang menjadi pemirsa karya mereka.

Nah, sebelum mempelajari struktur storytelling seperti apa yang paling efektif, sekarang mari me-refresh kembali mengapa mendongeng atau storytelling adalah sesuatu yang sangat menarik untuk dipelajari.

Mengapa Harus Storytelling?

Source: Kompas

Ada demikian banyak alasan yang menjadi motivasi mengapa orang-orang memilih storytelling.

Sales atau tim marketing mempelajari hal ini untuk meningkatkan penjualan, guru mempelajarinya untuk mencapai tujuan pendidikan, terapist mengaplikasikannya untuk kesembuhan pasien, dan lain sebagainya.

Akan tetapi sebelum lebih jauh berbicara tentang tema yang lebih luas seperti itu, kali ini saya akan mengajak kamu untuk berfokus pada mengapa harus storytelling yang dipilih? Mengapa bukan data-data, angka-angka, presentasi, atau pun analisis informasi formal lainnya.

Nah, berikut adalah alasannya.

Karena Cerita Mampu Menginspirasi dan Memotivasi

Source: Freepik

Manfaat storytelling yang pertama adalah karena pilihan ini memiliki dampak yang jauh lebih baik dalam menginspirasi dan memotivasi orang lain.

Berapa banyak orang yang tertarik untuk bergabung dalam misalnya; multilevel marketing, karena mendengar cerita bahwa orang-orang yang lebih dulu bergabung telah sukses dan kaya raya.

Cerita tentang bagaimana mereka mendapat reward mobil, uang, perhiasan, rumah bahkan pesawat terbang, telah bermain dalam benak dan mempengaruhi orang lain untuk melakukan hal serupa.

Terlepas dari apakah multilevel marketing tersebut menyampaikan fakta atau mengada-ada, yang jelas metode storytelling jelas menguntungkan buat perusahaan mereka.

Cerita bagimana pun juga, jauh lebih menarik dari sederet angka dan data. Cerita akan masuk ke otak, ke hati dan mengemudikan emosi seseorang untuk tertawa, menangis, haru, benci, marah atau yang paling umum dari tujuan para sales, adalah membeli sesuatu.

Karena Cerita Mampu Membangun Rasa Kebersamaan

Photo by cottonbro on Pexels.com

Alasan kedua yang juga menjadi manfaat storytelling adalah kemampuannya membangun kebersamaan manusia.

Cerita tentang Malin Kundang yang dikisahkan oleh pendongeng terbaik bagaimana pun juga akan mengingatkan pendengarnya tentang anak yang durhaka.

Perasaan marah akan terbangun ketika mendengar cerita itu. Tidak perduli apakah kamu seorang remaja, mahasiswa, orang tua, anggota partai, pejabat, pedagang atau pedagang keliling, kemarahanmu akan terusik jika kisah itu diceritakan oleh orang yang tepat.

Apa pun latar belakang seseorang, storytelling singkat yang mampu dibawakan dengan efektif akan memberikan imbas yang kuat. Storytelling memiliki kemampuan membangun kebersamaan di antara para pendengar atau pemirsanya untuk mencapai satu tujuan yang sama.

Karena Cerita Mampu Menyederhanakan Sesuatu yang Rumit

Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

Seorang guru matematika mengumpamakan sesuatu yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari untuk menjelaskan rumus matimatika yang rumit. Seorang ustadz atau da’i, juga memberikan contoh yang lebih konkret untuk memberikan contoh penerapan dalam konsep ibadah seperti sedekah, hak waris, dan semacamnya.

Kamu pernah menjumpai hal semacam itu, bukan?

Itu adalah manifestasi dari manfaat storytelling sebagai cara membuat yang abstrak dan rumit, menjadi sesuatu yang jauh lebih jelas dan sederhana.

Dengan mengambil perumpamaan yang dinarasikan dalam cerita, kamu bahkan bisa menyampaikan sebuah pesan yang berat, njlimet, dan mungkin tidak masuk akal sekali pun, menjadi sesuatu yang mudah untuk dipahami orang lain.

Apa yang Membuat Storytelling Menjadi Menarik?

Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

 Ada beberapa elemen yang dianggap sebagai unsur yang tidak bisa tidak, harus ada dalam sebuah cerita dan storytelling.

Kamu mungkin menganggap bahwa kata-kata dalam cerita bisa bermakna baik atau buruk, tergantung siapa yang menceritakannya. Namun memang, secara spesifik struktur storytelling yang baik haruslah memenuhi beberapa kriteria berikut ini;

  • Mudah Diingat. Hal pertama dari storytelling yang wajib ada adalah bahwa ceritanya mudah diingat atau memorable. Kamu bisa memilih humor, skandal, inspirasi, atau apa saja, namun pastikan itu mudah untuk diingat oleh pemirsamu.
  • Universal. Cerita yang baik adalah cerita yang dapat diterima oleh semua orang dan dari semua latar belakang. Pastikan kamu mempelajari lebih dulu siapa yang menjadi pemirsamu, baru kemudian menentukan cerita yang dapat mereka terima dengan lebih baik.
  • Mendidik. Hal yang harus ada pula dalam sebuah storytelling adalah muatan pendidikannya. Sebaiknya kamu memilih cerita yang merangsang rasa ingin tahu para pemirsamu.
  • Menghibur. Nah, ini adalah salah satu unsur dari storytelling yang harus kamu perhatikan dengan seksama. Cerita haruslah memiliki muatan hiburan atau memberikan rasa penasaran kepada pemirsa untuk mengetahui kelanjutannya.
  • Terstruktur. Kamu tidak diharuskan untuk memulai ceritamu secara krnologis, namun cara berceritanya tetaplah harus tersusun dengan baik. Kamu tidak bisa mencapai tujuan dasar storytelling jika struktur storytelling-mu sendiri berantakan.

Apa Komponen Dasar Storytelling?

Photo by cottonbro on Pexels.com

Supaya memudahkan kamu dalam membangun storytelling yang menarik, kamu juga perlu mengetahui komponen apa saja yang menjadi unsur pembangunnya.

Layaknya menulis cerpen atau novel, menyampaikan storytelling dalam bentuk apa pun perlu mempertimbangkan komponen pembangunnya. Semakin baik kamu memahami dan mengeksekusi komponen-komponen ini, maka semakin mudah pula pesan yang ingin kamu sampaikan diterima oleh pemirsa.

Jadi, apa saja yang menjadi komponen dasar penyusun storytelling yang baik?

Karakter atau Tokoh

Photo by Pixabay on Pexels.com

Setidaknya sebuah cerita harus memiliki satu tokoh atau karakter yang menjadi subjek perceritaan. Karakter atau tokoh ini adalah layaknya jembatan yang menghubungkan antara storyteller dengan pemirsanya.

Lantas, bagaimana menciptakan tokoh atau karakter yang kuat dalam storytelling?

Kamu bisa mempelajari cara membangun karakter atau tokoh dalam penulisan cerita disini, namun poin utama yang harus pula kamu ketahui adalah; karakter yang kuat haruslah mampu menyatu dalam imajinasi pemirsamu.

Artinya jika kamu mampu membuat pemirsa merasa bahwa karakter yang diceritakan dalam storytelling adalah mereka, atau seperti diri mereka, maka tujuan dan pesan ceritakan akan sangat mudah untuk diterima.

Konflik

Photo by Pixabay on Pexels.com

Tidak ada cerita tanpa konflik, dan tidak ada pula storytelling tanpa masalah.

Masalah adalah hal yang membuat karaktermu hidup dan menari dalam benak pemirsa. Konflik atau masalah adalah medan perang dimana tokoh yang kamu ceritakan menunjukkan kemampuannya menyelesaikan masalah.

Masalah atau konflik juga mampu memberikan gambaran yang jelas mengenai bagaimana karaktermu berjuang, bertarung, menghadapi tantangan, dan semacamnya, yang juga pada banyak jenis storytelling menjadi bagian dari pesan itu sendiri.

Kamu bisa mempelajari cara membangun konflik dalam cerita disini.

Solusi

Photo by Pavel Danilyuk on Pexels.com

Secara teknis, solusi adalah ending dari sebuah cerita. Dan menariknya, tidak semua ending cerita harus bahagia.

Meskipun demikian, solusi adalah apa yang akan menjadi motor penggerak pemirsamu untuk memberi respon pesan yang kamu sampaikan. Jadi, kamu juga harus memberikan perhatian pada bagian ini, bagian dimana karaktermu menyelesaikan masalah mereka.

Pada dunia marketing, resolusi dari storytelling adalah call to action dimana para storyteller meninggalkan pemirsa dalam kondisi siap melakukan aksi yang seperti diminta oleh pencerita.

Oh ya, mengenai bagaimana memilih ending yang baik dalam cerita, kamu bisa mempelajarinya dalam artikel ini; 10 cara membuat ending dalam penulisan cerita fiksi.

Apa Saja Jenis-Jenis Storytelling?

Photo by Mark Neal on Pexels.com

Hal berikutnya yang juga sangat penting untuk kamu ketahui adalah mengenai jenis jenis storytelling itu sendiri.

Dengan mengetahui jenis storytelling yang tepat, kamu dapat memilih jenis mana yang paling ideal untuk disampaikan pada pemirsamu. Hal ini nanti akan mengkombinasikan beberapa unsur misalnya tujuan storytelling, pesan yang ingin disampaikan, dan siapa pemirsa yang menjadi tujuan bercerita.

Nah, apa sajakah jenis-jenis storytelling?

Storytelling Provokasi

Photo by Chinmay Singh on Pexels.com

Storytelling dalam jenis ini dimaksudkan untuk memprovokasi pemirsanya supaya melakukan sesuatu yang diinginkan oleh sroryteller.

Kamu dapat melihat konsep storytelling semacam ini pada banyak kasus dimana seorang pendongeng atau storyteller bercerita tentang tindakan-tindakan seseorang dalam mencapai satu tujuan. Lagi-lagi banyak praktisi multilevel marketing yang bisa diambil contohnya untuk menjelaskan jenis storytelling satu ini.

Tujuan utama dari storytelling ini adalah mengajak dan memprovokasi pemirsa untuk melakukan tindakan seperti tindakan karakter yang diceritakan. Mengenai apakah mereka mampu mencapai tujuan seperti dalam cerita atau tidak, itu sudah diuar tujuan storytelling.

Storytelling Narsisme

Photo by Dziana Hasanbekava on Pexels.com

Sama sekali tidak ada konotasi buruk dalam pemaknaan narsis dalam jenis storytelling satu ini. Kamu hanya berusaha menginspirasi pemirsa dengan menceritakan dirimu sendiri.

Menceritakan diri sendiri dapat memadukan banyak hal seperti orisinilitas, perjuangan, kemanusiaan, kegagalan dan juga pencapaian.

Ada banyak storytelling contoh yang seperti ini. Guru, pendidik, penceramah, politikus, cukup sering menggunakan metode ini dalam aktivitas mereka.

Storytelling Nilai-Nilai

Photo by Lisa on Pexels.com

Jenis storytelling yang satu ini bertujuan untuk mendiskusikan nilai-nilai yang mungkin tidak dipahami oleh beberapa orang yang menjadi pemirsamu.

Poin penting dari storytelling nilai-nilai adalah pemirsa dapat menangkap pesan emosi, karakter dan situasi berdasarkan cerita yang disampaikan. Tujuan spesifiknya supaya mereka dapat merasakan bahwa apa yang dialami karakter dalam cerita yang disampaikan, juga memiliki kesamaan dengan hidup mereka sendiri.

Kamu dapat menjumpai contoh storytelling satu ini dalam banyak kasus, seperti pelatihan pengembangan diri dan semacamnya.

Storytelling Spread

Photo by Laker on Pexels.com

Ada sedikit kemiripan storytelling ini dengan jenis provokasi. Namun secara khusus, storytelling spread bertujuan untuk menggerakan pemirsamu untuk mendiskusikan atau membagikan ceritamu pada yang lain.

Jadi, ketika para pemirsa menyimak cerita yang kamu sampaikan, mereka akan membagikan cerita kamu dengan sukarela.

Untuk mencapai efektivitas cerita, kamu harus menjaga karakter ceritamu seplural mungkin dalam berbagai sudut pandang sepaya dapat diterima secara luas.

Storytelling Edukasi dan Pengetahuan

Photo by Pixabay on Pexels.com

Jenis storytelling yang terakhir adalah untuk menyampaikan suatu pengetahuan, pengalaman kegagalan dan perjuangan, serta tentu saja mengenai keberhasilan.

Dengan cerita jenis ini, sebagai storyteller kamu bisa berharap bahwa para pembaca dapat mempelajari masalah yang kamu ceritakan dan solusi apa yang kamu dapatkan untuk mereka dipraktikkan.

Sekali lagi, para pemirsa akan mengukur cerita ini dengan mencerminkan pada diri mereka sendiri. Jika itu terjadi, artinya pesan yang kamu sampaikan telah sampai pada sasaran.

Bagaimana Proses Menyusun Storytelling yang Menarik?

Photo by Karolina Grabowska on Pexels.com

Sebagai sebuah seni layaknya lukisan, ukiran, dan lain sebagainya, storytelling juga membutuhkan latihan dan praktik terus-menerus supaya mencapai kesempurnaan. Mengasah imajinasi, keterampilan dan inovasi dalam bercerita juga membutuhkan proses yang panjang untuk dapat dilakukan dengan baik.

Proses panduan storytelling kali ini adalah langkah demi langkah yang bisa kamu ambil untuk membuat sebuah cerita yang menarik.

Ini tentu bukan jenis pekerjaan yang bisa kamu selesaikan dalam satu malam. Akan ada trial and error yang mewarnai perjalananmu mempraktikkannya. Akan tetapi semakin sering kamu melatih kamampuan kamu bercerita, semakin memukau pula penampilan kamu nantinya.

Dan yang terpenting; pesan apa yang ingin kamu tanamkan dalam benak pemirsa melalui storytelling, dapar diterima dengan sempurna.

Jadi, apa saja langkah-langkah yang bisa kamu lakukan dalam menyusun sebuah storytelling yang menarik?

Kenali Siapa Pemirsamu

Photo by ICSA on Pexels.com

Apakah kamu akan bercerita di depan remaja, mahasiswa, ibu-ibu PKK, Remaja Islam Masjid, atau siapa?

Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah, pastikan kamu mempelajari siapa yang akan menjadi pemirsa storytelling-mu.

Dengan mengenal pemirsamu, kamu akan memiliki peluang untuk mampu menjangkau mereka secara lebih totalitas.

Kamu dapat menyesuaikan cerita dengan latar belakang mereka. Atau jika cerita yang kamu sampaikan adalah fiksi, kamu juga bisa berimprovisasi bagaimana supaya ada bagian cerita yang terasa sangat dekat dengan kehidupan mereka.

Gambarkan dengan Jelas; Pesan Apa yang Ingin Kamu Sampaikan

Photo by Pixabay on Pexels.com

Langkah kedua yang harus kamu tetapkan sebelum kamu memulai proses storytelling itu sendiri adalah menentukan sebenarnya pesan apa yang ingin kamu sampaikan.

Apakah ceritamu membutuhkan waktu lima menit, setengah jam atau bahkan satu jam, selembar kertas, 2 gigabyte video dan lain sebagainya, pesan utama adalah dasarnya. Layaknya pondasi pada bangunan, pesan ini adalah apa yang akan menjadi ruh utama dalam ceritamu.

Apakah storytelling yang kamu bawakan untuk menjual produk, mengumpulkan dana, menjelaskan layanan perusahaan, atau mengingatkan orang akan sesuatu problem yang harus mereka waspadai, yang pasti, tentukan pesan ceritamu sejelas mungkin.

Tentukan Jenis Storytelling yang Akan Kamu Gunakan

Photo by Anastasiya Vragova on Pexels.com

Ini kembali kepada beberapa paragraf di atas, jenis storytelling apa yang ingin kamu gunakan.

Apakah jenis provokasi supaya orang melakukan tindakan yang kamu inginkan? Ataukah jenis spread supaya orang menyebarluaskan ceritamu dan menemukan kesamaan visi dalam kehidupan mereka sendiri.

Tentukan Apa yang Kamu Ingin Pemirsamu Lakukan Setelah Mendengar Cerita (CTA)

Photo by Aleksandr Nadyojin on Pexels.com

Bagian ini mungkin terasa sama seperti langkah kedua, tapi sebenarnya tidak. Langkah keempat ini adalah sesuatu yang lebih spesifik lagi. Dalam blogging kamu bisa menyebutkan dengan Call to Action atau CTA.

Jadi, apa yang kamu ingin pemirsa kamu lakukan setelah mendengar, melihat, menbaca ceritamu?

Pada bagian ini kamu tidak hanya berfokus pada pesan apa yang harus didapatkan pembaca. Akan tetapi lebih jauh lagi, kamu juga dapat menjelaskan dengan baik apa yang kamu ingin pemirsamu lakukan sebagai aksi mereka.

Apakah kamu ingin mereka membeli produkmu?

Apakah kamu ingin mereka bergabung dalam kelas yang kamu ajarkan, menyumbangkan uang untuk program sosial, bergabung menjadi follower atau subscriber, atau apa?

Pilih Media Bercerita

Photo by George Milton on Pexels.com

Cerita dapat tampil dalam berbagai bentuk dan cara. Cerita dapat dibaca melalui rangkaian kata-kata dan tulisan, cerita juga bisa didengar melalui radio atau rekaman, atau cerita juga bisa ditonton melalui video seperti di youtube dan tiktok.

Pilih media apa yang ingin kamu gunakan untuk bercerita kepada pemirsamu. Semua media cerita memiliki keunikan dan keunggulannya sendiri-sendiri, kamu dapat memilih berdasarkan performance terbaikmu dalam masing-masing media tersebut.

Secara umum kamu dapat memilih 4 media berikut untuk menyampaikan ceritamu;

  • Storytelling Tulisan; bentuknya dapat berupa artikel, blog post seperti yang kamu baca sekarang, buku , ebook atau yang lainnya. Kamu juga bisa menambahkan gambar, grafik, angka-angka untuk membuat ceritamu lebih hidup dalam media ini.
  • Storytelling Orasi; ini adalah yang paling sering kamu lihat dan paling populer, yakni bercerita secara langsung dari mulut ke telinga. Kamu bisa melihatnya dalam presentasi, rapat, dalam ceramah, dalam khutbah dan lain sebagainya. Media jenis storytelling satu ini membutuhkan lebih banyak latihan public speaking supaya kamu mahir melakukannya.
  • Storytelling Audio; Ini sama seperti suara langsung, hanya saja dalam bentuk rekaman. Kamu bisa melihat contohnya pada teknologi podcast.
  • Storytelling Digital: Kamu bisa bercerita melalui video, animasi, games atau video interaktif. Sejauh ini, ini adalah jenis storytelling yang paling kuat menyentuh emosi pemirsa sekaligus juga yang paling mahal dari sisi biaya.

Tuliskan Konsepnya atau Outlinenya

Photo by Alena Darmel on Pexels.com

Nah, langkah keenam untuk menyusun makalah storytelling ini mengharuskan kamu untuk menulis lagi.

Dengan latar belakang pemirsa yang sudah kamu ketahui, pesan yang ingin disampaikan sudah jelas dan, apa yang kamu ingin pemirsa lakukan setelah mendengar ceritamu juga sudah dipetakan dengan baik, maka membuat bagian ini akan jauh lebih mudah.

Kamu bisa membuat semacam outline dan garis besar cerita supaya proses eksekusinya menjadi lebih spesifik dan efektif.

Bagikan Ceritamu

Photo by Ivan Samkov on Pexels.com

Ini adalah langkah terakhir untuk membuat ceritamu semakin efektif dan menjangkau lebih banyak pemirsa.

Jadi sekarang, bagikan ceritamu!

Setelah pertarungan dan perjuangan membuatnya, sekarang waktunya untuk menyempurnakan perjuanganmu dengan membaginya pada orang lain. Tidak ada mantra khusus dalam langkah ini, namun semakin banyak tempat kamu membagikan ceritamu, semakin banyak pula feedback yang bisa kamu harapkan.

Kamu bisa membagikan ceritamu di media sosial seperti facebook, twitter, instagram, pinterest dan lain sebagainya. Jika bentuknya adalah digital, kamu juga bisa melakukannya di youtube, tiktok dan semacamnya.

Sekarang Terserah Padamu

Photo by Andres Ayrton on Pexels.com

Sebagai sebuah seni, storytelling adalah sesuatu yang menarik dipelajari dan dikuasai. Apalagi melihat dampaknya yang signifikan dalam banyak bidang, keterampilan ini akan membantumu untuk melaju lebih kencang menuju tujuan yang kamu inginkan.

Terserah padamu sekarang, apakah kamu akan mempelajari storytelling melalui media yang mana. Tulisan, orasi penyampaian langsung, rekaman atau digital, semua dapat kamu pilih untuk memaksimalkan potensi yang kamu miliki.

Khusus untuk tulisan dalam bentuk apa pun; apakah kamu menyukai media buku, artikel, quotes, kisah pribadi dan lain sebagainya, www.penulisgunung.id adalah tempat yang menarik untuk mempelajarinya.

Misalnya jika memiliki buku yang menjadi tujuanmu. Maka, selama kamu mengikuti metode yang disampaikan, dijamin dalam satu bulan kamu akan memiliki buku atas nama kamu sendiri.

Jadi, tunggu apa lagi? Mari bergabung dalam kelas menulis dibawah ini.


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 14 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


BUKU PUISI LUKA GILA MATI LARI; SELAMAT DATANG DALAM KOLEKSI

Akhir bulan September ini, saya akan merilis sebuah buku baru yang istimewa.

Ini sama sekali buku yang berbeda dalam barisan karya-karya saya, ini adalah buku puisi atau buku kumpulan sajak. Saya menulis buku ini dalam beberapa bulan terakhir dan memutuskan untuk merilisnya pada akhir bulan September tahun 2021 ini.

Saya memberi judul buku ini dengan empat kosakata terpisah yakni; Luka, Gila, Mati, Lari.

Ini adalah kata yang unik, seunik sejarah yang tersimpan dalam empat kata yang juga memiliki korelasi dengan kehidupan saya di pulau Sumatera.

Lantas, apa saja isi buku puisi ini dan apa hal menarik yang bisa saya bagikan?

Selayang Pandang Isi Buku Puisi Luka Gila Mati Lari

Photo by cottonbro on Pexels.com

Menulis puisi bukan keahlian terbaik saya. Itu adalah hal yang pertama yang perlu saya sampaikan.

Kemudian saya juga perlu mengatakan bahwa menulis buku puisi untuk pemula seperti yang saya lakukan ini, sebenarnya adalah langkah yang nekad. Saya pernah mengikuti penulisan puisi secara antologi, tapi itu tentu saja bukan modal yang cukup untuk dapat menulis buku puisi atas nama sendiri.

Tapi saya suka langkah yang berani.

Dan tidak ada salahnya pula dengan menulis sebuah buku puisi, kan?

Alasan lain adalah saya suka pada puisi, pada sajak, pada syair, atau pada susunan kata-kata indah yang dibuat oleh orang-orang dengan imajinasi tinggi. Tentu saja saya bukan bagian dari ‘komplotan penyair romantis Indonesia’, namun rasanya keinginan untuk menulis sebuah buku puisi bukan sesuatu yang berlebihan.

Mengapa Judulnya Luka Gila Mati Lari?

Photo by Lydia on Pexels.com

Judul buku puisi ini terinspirasi dari kejadian puluhan tahun lalu, bahkan ketika saya sendiri belum dilahirkan. Empat kosakata ini terlahir dari sebuah peristiwa sejarah dalam keluarga dimana saya terlahir dan dibesarkan.

Sebagian besar isi buku puisi ini berkisah tentang keberanian, tentang semangat, tekad, tentang renungan akan kematian, dan tentu saja juga tentang cinta. Hal menarik lain adalah, saya menyelipkan beberapa tulisan bebas saya dalam buku ini.

Oh ya, buku puisi ini juga menjadi buku kedua dimana saya menggunakan nama dari masa kecil saya. Buku sebelumnya yang berjudul Mimpi Di Mahameru, saya juga cantumkan nama ini di atas sampulnya.

Nah, sebagai intermezzo untuk para pembaca www.penulisgunung.id, berikut saya publish salah satu puisi yang juga menjadi judul dari buku ini.


Luka Gila Mati Lari

Ia yang terluka, membanjir darah
Ia yang gila, hilang tak tentu arah
Ia yang mati, terkapar tak peduli
Ia yang lari, pergi menyelamatkan diri.

Hancur sudah!
Binasa dalam pertarungan
Pertempuran rasa hormat kesombongan
Perkelahian dan persaingan.
Sengit!
Sengit!
Mempertahankan pendirian kemuliaan pandangan adat manusia.

Ia yang terluka, terkoyak, tercabik
Ia yang gila, meraung, tertawa, menangis
Ia yang mati, sendiri, sepi, gentayangan
Ia yang lari, terseok, jauh, kehilangan harga diri.

Sudah terlanjur!
Nasi sudah menjadi bubur.

Pisau dan badik telah ditusuk, membuat terluka
Derita dan ambisi telah dibaca, membuat gila
Penyakit dan tekanan telah tiba, membuat mati
Kabar yang hilang, tak ada gairah berjuang, membuat lari.

Luka, dalam, robek!
Gila, hilang akal, meracau dan memaki, menangis dan memelas
Mati, binasa, tak bersisa
Lari, tunggang langgang, tiada bertulang.

Aduhai semangat si anak Bujang
Lahir dari rahim sang Pejuang
Itu dengar seruan zirahmu
Bergemuruh dari pusaka ayah ibumu.

Dengarkan itu!

Luka! Luka! Luka!
Gila! Gila! Gila!
Mati! Mati! Mati!
Lari! Lari! Lari!

Dengarkan itu!
Tengadahkan wajahmu, pompa keberanian dalam jantungmu
Basuh lukamu dengan air penyembuh
Rawat akalmu dengan kasih teduh
Bangunkan kematianmu dengan peluh tanpa riuh.

Jangan lari, jangan lari!
Berlutut!
Bukan kepada-dia, kepada-ia  atau kepada-nya
Atau kepada adat, kepada riak, kepada hukum manusia.

Tapi berlutut!
Sesenguklah kamu!
Kepada Dia, Dia, Dia.

Dia yang membasuh lukamu
Dia yang mewaraskan akalmu
Dia yang menghidupkan matimu
Dan Dia, 
yang menghentikan langkah pengecutmu
Mengembalikan kamu lagi ke medan laga.

Luka akan sembuh
Gila akan pulih
Mati akan suci
Lari akan kembali

Engkau si anak Bujang.
Hanya perlu berlutut dalam munajat panjang.

Banjengan 05 Desember 2020

anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 14 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


12 PENYEBAB WRITER’S BLOCK YANG PALING SERING MENGGANGGU PENULIS + CARA MENGATASINYA (Bag 1)

Jika kamu merasa buntu dalam menulis saat ini, bisa jadi kamu sedang mengalami writer’s block. Ada banyak cara mengatasi hal ini, namun yang paling penting adalah kamu mengetahui dulu apa penyebab writer’s block yang kamu alami. Setelah itu, menentukan cara mengatasinya adalah hal yang lebih mudah untuk dilakukan.

Lantas, apa saja sebenarnya yang menjadi penyebab syndrom writer’s block?

Berikut uraian lengkapnya.

Selusin Penyebab Writer’s Block yang Paling Sering Dialami Penulis dan Tips Mengatasinya

Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

“Para penulis mengalami writer’s block bukan karena mereka tidak bisa menulis, tetapi karena mereka putus asa untuk dapat menulis dengan fasih dan sempurna”

Anna Quindlen

Secara sederhana writers block artinya adalah sebuah kondisi dimana kamu mengalami kebuntuan dalam menulis, baik dalam bentuk kekeringan ide, semangat, atau bahkan keinginan untuk menulis sekali pun. Semua penulis pernah mengalami writer’s block jadi, jika kamu mengalaminya sekarang, jangan putus asa, kamu bukan satu-satunya.

Ketika saya menulis novel Merapi Barat Daya, saya hampir menyerah tepat pada saat berhasil menyelesaikan beberapa bagian paling menarik di awalnya. Saya kemudian menemukan bahwa ide saya habis, bagian yang saya tulis terasa sangat membosankan dan saya khawatir ini akan membuat kisah dalam novel ini tidak akan menarik untuk dibaca.

Saya berhenti menulis novel itu hampir dua minggu lamanya. Akan tetapi, saat saya mencoba menceritakan bagian itu kepada isteri saya dan meminta penilaian beliau, isteri saya merespon dengan antuasias.

“Wah, itu keren lho, Mas. Keseluruhan ceritanya keren banget, selesaikan saja, Mas”

Dorongan itu ternyata bermanfaat bagi saya, saya mulai meneruskannya kembali. Konsultasi dengan isteri ternyata menjadi cara mengatasi writers block yang efektif untuk saya ketika itu sehingga menghasilkan novel Merapi Barat Daya yang rating dari pembacanya hampir selalu sempurna.

Writer’s block adalah sesuatu yang lumrah terjadi pada diri seorang penulis dan kamu tidak perlu terlalu khawatir.

Meskipun demikian, kondisi writer’s block yang tidak kunjung ditemukan penyebabnya, pada umumnya akan berkembang menjadi sebuah kondisi yang berbahaya bagi seorang penulis, terutama dalam hal produktivitas.

Jadi, hal utama yang paling penting untuk kamu tangani lebih dulu ketika kamu mengalami writer’s block adalah mencari tahu apa yang menjadi penyebabnya.

Nah, untuk itulah artikel kali ini ditulis, yakni untuk membantu kamu mengenali apa yang menjadi penyebab sebenarnya dari kondisi kebuntuan menulis yang kamu alami.

Dan memang, di antara banyak hal yang menjadi sebab writer’s block, 12 hal berikut adalah yang paling sering menimpa para penulis.

Memiliki Terlalu Banyak Tanggung Jawab yang Harus Diselesaikan

Photo by Anastasia Shuraeva on Pexels.com

Kamu mungkin memiliki banyak ide menulis yang ingin kamu lakukan, tapi kamu memiliki tanggung jawab keluarga, pekerjaan, sumber daya yang terbatas, dan lain sebagainya. Di samping itu, kamu mungkin juga memiliki keinginan untuk berlibur, pulang ke kampung halaman, memancing atau menghabiskan waktu dengan mendaki gunung.

Lalu jika sudah begini, apa yang harus kamu lakukan?

Sebagai seorang penulis atau writers, tentu saja kamu memiliki tanggung untuk menulis dan terus memproduksi karya berbentuk tulisan. Namun demikian, kamu tentu saja tidak harus mempertentangkan antara menulis dan tanggung jawab kamu yang lainnya, kok.

Keluarga adalah hal penting dalam hidup dan kamu tidak bisa menggantikannya. Pekerjaan atau profesi dimana kamu mencari nafkah sehari-hari, juga adalah sesuatu yang tidak kalah penting untuk menjadi prioritas. Akan tetapi jika kamu ingin menulis dan berharap menjadi penulis, kamu juga tidak dapat menomorduakan kegiatan menulis begitu saja.

Cara terbaik untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menjadwalkan waktu yang kamu miliki secara adil dan sesuai. Kamu tentu tidak dapat menghilangkan waktu bersama keluarga atau waktu mencari nafkah, namun kamu pasti mampu mengaturnya secara lebih baik, bukan?

Tidak ada tips ajaib, tapi kuncinya memang adalah manajemen waktu yang baik.

Kamu adalah orang yang paling mengerti bagaimana mengatur waktumu sendiri. Kamu pasti mampu melakukannya jika kamu memang benar-benar ingin menulis.

Pengaturan waktu yang baik antara berbagai tanggung jawab yang kamu miliki dan menulis yang ingin kamu lakukan, adalah cara pertama yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi writer’s block dengan sebab yang pertama ini.

Memiliki Terlalu Banyak Ide Sehingga Kamu Bingung Menentukan Prioritas

Photo by Polina Zimmerman on Pexels.com

Penyebab kedua dari kebuntuan dalam menulis adalah kamu terlalu memiliki sangat banyak ide yang justru membuat kamu bingung untuk mengeksekusinya. Ini juga bukan hal baru dalam dunia menulis, dan artinya, kamu juga tidak perlu terlalu khawatir bagaimana cara menghadapinya.

Penulis profesional atau writer’s artinya adalah orang yang memang memiliki banyak ide untuk diterjemahkan dalam bentuk karya sastra. Ini adalah sebuah takdir bagi seorang penulis. Namun masalahnya, ide yang terlalu banyak juga kadang membuat seorang penulis jatuh dalam kebingungan untuk memilih mana yang terbaik untuk dituliskan.

Lalu, apa yang bisa kamu lakukan?

Apakah kamu pernah mendengar perumpamaan seorang anak yang mengejar 10 ekor kelinci dalam waktu bersamaan?

Menurut kamu, jika 10 ekor kelinci dilepaskan berbarengan dari dalam kandang dan seorang anak mengejar semuanya sekaligus, apa yang akan terjadi? Berapa besar peluang anak tersebut untuk berhasil untuk mendapatkan kelinci?

Peluangnya adalah 0 alias kosong.

Lalu, bandingkan misalnya seorang anak yang ketika dilepaskan 10 ekor kelinci dari dalam kandang, ia kemudian menargetkan satu ekor. Walau ia tertarik untuk mendapatkan kelinci lain, namun ia hanya fokus mengejar kelinci target, kemana pun kelinci itu lari, ia mengejarnya tanpa menyerah.

Nah, berapa besar peluang anak itu untuk berhasil menangkap si kelinci?

Betul, peluangnya mungkin tidak akan mencapai 100%. Namun, sudah pasti ia akan memiliki peluang lebih baik daripada mengejar 10 ekor kelinci itu sekaligus.

Menulis pun demikian, kamu tidak bisa mengubah semua ide kamu menjadi karya dalam waktu bersamaan. Menulis adalah sebuah proses panjang, bukan revolusi spontan yang terjadi dalam satu malam.

Jadi intinya adalah, ketika kamu menghadapi kondisi writer’s block dimana kamu bingung memilih ide yang terlalu banyak, kamu harus memfokuskan perhatian pada satu ide yang paling mungkin untuk diubah menjadi karya lebih dulu.

Fokus pada hal itu, dan selesaikan. Baru kemudian kamu beralih pada ide yang lain.

Tidak Memiliki Ide Sama Sekali alias Blank

Photo by Monstera on Pexels.com

Lawan dari memiliki terlalu banyak ide dalam menulis tentu adalah terlalu sedikit memiliki ide, atau bahkan kosong sama sekali. Keduanya sama dalam hal dampak yang ditimbulkan pada seorang penulis, yakni writer’s block.

Terlalu banyak memiliki ide membuat kamu bimbang untuk menulis yang mana atau memulainya dari mana. Hal ini sama dengan kamu yang tidak memiliki ide sama sekali. Apa pun bagian dari penulisan yang kamu temui, semua terasa seperti halaman kosong yang entah mau diisi dengan kalimat apa.

Lalu, jika kamu menghadapi kondisi semacam ini, apa yang harus kamu lakukan untuk menghadapinya?

Ada banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi hal ini, salah satunya adalah dengan menulis bebas.

Nah, menulis bebasnya sendiri dapat kamu buat secara sistematis misalnya dengan membuat list beberapa ide terburuk yang kamu miliki.

Ide terburuk?

Ya, benar, ide paling buruk dan terburuk yang kamu miliki, karena sesungguhnya ada banyak ide terburuk sebenarnya adalah yang terbaik. Jadi, kamu bisa memulainya darimana saja, dan menulis beberapa hal tentang itu. Jangan khawatir untuk salah dan biarkan saja semuanya mengalir.

Jika metode ini kamu coba terapkan, kemudian dilakukan satu atau dua kali, maka pada satu pekan setelahnya atau beberapa hari setelah kamu menuliskan ide terburuk itu, biasanya kamu akan menemukan bahwa salah satu idemu ternyata sempurna untuk dikembangkan menjadi tulisan kamu yang sesungguhnya.

Memiliki Ide yang Menarik Namun Tidak Tahu Bagaimana Cara Mulai Menuliskannya

Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

Nah, ini adalah yang paling banyak saya temui pada sebagian besar calon penulis hebat di Indonesia, orang-orang yang mengambil kursus menulis di coaching online atau offline di kelas saya. Mereka pada dasarnya memiliki sebuah ide atau kisah yang menarik untuk ditulis, tapi mereka tidak tahu bagaimana cara mewujudkannya.

Untuk kamu yang mengalami hal seperti ini pula, saran pertamanya adalah kurangi untuk selalu mengatakan bahwa;

“Saya tidak tahu harus mulai darimana…”

Atau,

“Saya bingung bagaimana memulainya, bagaimana menuliskannya menjadi sebuah cerita yang enak dibaca”

Tepatnya adalah, kamu harus mulai menghentikan membicarakan hal tersebut pada orang yang salah dan tidak bisa membantumu. Dan mulailah untuk mencari seseorang yang tepat dan memiliki kemampuan membantu kamu keluar dari persoalan tersebut.

Caranya bagaimana?

Kamu bisa memulai mencari seorang mentor untuk membimbingmu menulis. Jangan terlalu khawatir dengan biaya yang harus kamu keluarkan jika hasil yang akan kamu peroleh memberikan kamu pengalaman dan ilmu yang akan mengubah hidupmu nantinya.

Jika kamu keberatan dengan belajar pada seorang mentor melalui coaching online atau kursus, maka kamu bisa mencari seseorang yang memiliki persoalan yang sama dengan yang kamu hadapi namun ia berhasil mengatasinya, kemudian pelajari bagaimana problem itu bisa ia atasi.

Tidak ada salahnya untuk mengatasinya dengan cara yang sama, kan?

Memiliki Rasa Takut untuk Menulis Sesuatu yang Seharusnya Kamu Tulis

Photo by MART PRODUCTION on Pexels.com

“Tidak ada hal dalam hidup yang harus ditakuti, yang ada hanyalah untuk dipahami. Sekarang adalah waktunya untuk belajar lebih banyak memahami, sehingga kita dapat mengurangi rasa takut yang kita miliki”

Marie Curie

Ada sebuah kekhawatiran dalam dirimu mengenai apa yang akan dipikirkan oleh orang lain jika kamu menuliskannya.

Masalahnya kemudian adalah kamu menjadikan ketakutan kamu ini sebagai sesuatu yang tidak ingin kamu hadapi. Pada akhirnya, kamu pun stuck disitu dan mengalami writer’s block yang rasanya sulit untuk kamu hadapi.

Kamu tidak sendiri menghadapi persoalan seperti ini.

Nah, yang harus kamu lakukan adalah sebagai berikut;

Pisahkan dulu antara menulis dan konsekuensi yang mungkin akan terjadi setelahnya. Kamu tidak akan tahu apa yang sebenarnya akan terjadi, kamu juga belum menentukan apakah akan mempublish tulisanmu atau tidak. Jika demikian, mengapa tidak menyelesaikan saja tulisannya lebih dulu?

Ada banyak penulis yang membuktikan bahwa menulis apa yang paling mereka takutkan untuk ditulis adalah langkah paling penting yang mengubah hidup mereka. Writer’s block jenis ini memang membutuhkan keberanian dari dalam hatimu untuk mengatasinya dengan cara keluar dari ketakutan kamu selama ini.

Tentu saja kamu dapat mencari mentor, coach atau penulis yang lebih berpengalaman untuk membantu kamu melawan kondisi semacam ini. Tapi jika kamu mau sedikit terbuka dan menemukan orang yang tepat untuk mendiskusikannya, writer’s block yang satu ini tidak terlalu sulit seperti kelihatannya.

Kamu Mengalami Depresi dan Tekanan

Photo by Brett Sayles on Pexels.com

Rasa depresi dapat disebabkan oleh banyak hal. Mungkin kamu sedang mengalami masalah kesehatan menahun, atau kondisi lain yang menyebabkan kamu seakan mengalami tekanan. Konsekuensi dari tekanan ini adalah membuat kamu kehilangan produktivitas dalam menulis.

Saya mengalami hal seperti ini kadang-kadang. Ketika rasa nyeri di punggung saya karena kebanyakan duduk menulis menjadi kambuh, saya bisa menjadi depresi dan mengalami writer’s block. Bukan saya tidak memiliki ide untuk ditulis, namun saya merasa sakit ketika menulis. Dan itu pada akhirnya berujung pada depresi dan rasa enggan untuk menulis.

Jika penyebabnya adalah faktor kesehatan, kamu tentu dapat mencari jalan keluarnya dengan menghubungi ahli medis dan mungkin juga seorang therapist.

Salah satu obat yang juga cukup mujarab untuk mengatasi rasa nyeri di punggung saya misalnya adalah dengan melakukan olahraga pagi secara rutin.

Sayangnya dalam berolahraga, saya tidak memiliki kedisiplinan seperti dalam menulis. Namun jika rasa nyeri di punggung saya ingin hilang dan menulis bisa lancar kembali tanpa terngganggu rasa sakit, saya memang harus melakukan hal tersebut.

Namun beberapa gangguan kesehatan penyebab despresi tidak sesederhana itu, bukan?

Bisa saja kamu misalnya mengalami depresi dan writer’s block karena persoalan yang lebih kompleks. Nah, untuk hal ini, kamu disarankan untuk memberanikan diri menghubungi orang-orang yang berkompeten untuk bisa membantu kamu.

Jika hubungannya adalah dengan menulis, kamu bisa menghubungi coach, mentor, pelatih menulis, penulis profesional atau lain sebagainya yang mampu membantu kamu untuk mengatasi writer’s block kemudian mengeluarkan kemampuan terbaik kamu.

“Sebagai bentuk belajar; menulislah dengan apa pun yang kita bisa, dengan apa pun yang kita miliki, dan dengan cara apa pun yang kita bisa melakukannya…”

A Wan Bong

Bersambung ke halaman selanjutnya: 12 Penyebab Writer’s Block yang Paling Sering Menggangu Penulis + Cara Mengatasinya (Bag 2)


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 14 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


KUTIPAN NOVEL MMA TRAIL: GENSET DARI PUNCAK ANDONG

Kutipan novel kali ini datang dari buku yang saya tulis pada tahun 2019 berjudul MMA Trail. Novel ini berkisah tentang seorang lelaki paruh baya bernama Bharal Omar yang menyusuri rute hiking di pulau Jawa bernama MMA Trail. Keputusan Omar untuk menyusuri rute hiking ini adalah untuk menelusuri jejak anak perempuannya bernama Sabiya yang meninggal beberapa bulan sebelumnya di tempat yang sama.

Pada beberapa halaman, saya menceritakan Omar mencapai puncak Andong dan bertemu dengan perempuan tua yang memiliki warung di sana. Pertemuan ini nanti akan menyulut sebuah kemarahan besar dalam jiwa Omar yang menyulut dirinya untuk berjalan lebih jauh. Namun, pada kutipan kali ini saya hanya akan mencantumkan awal pertemuan Omar saja dengan sang pemilik warung.

Buku MMA Trail sendiri dapat kamu pesan melalui pesan whatsapp disini atau download versi ebooknya disini.


Teringat dan terngiang lagi dalam benak dan telinga Omar sebuah sajak yang ditulis dalam buku milik Sabiya yang sekarang ada dalam ranselnya. Sajak tentang Andong bukan ditulis oleh Sabiya, bukan catatan kecilnya, namun memang ditulis oleh penulis buku MMA Trail itu sendiri. Dengan segala tata bahasa yang disampaikan oleh sang penulis ‘buku bodoh penuh omong kosong’ itu, Omar dapat menduga dengan yakin bahwa ia juga nampaknya seorang petualang yang jatuh cinta kepada keheningan dan kesendirian. Bahwa penulis itu mungkin saja dilihat dari kata dan kalimat yang ia gunakan, mungkin memiliki sifat dan karakter yang tak jauh berbeda dengan Sabiya. Dan mungkin saja dengan diri Omar sendiri. Tapi kemudian Omar menggeleng. Tidak, ia tidak mungkin dan tidak akan menulis buku bodoh seperti MMA Trail yang sekarang diikutinya itu.

Menjelang azan magrib mengalun berkumandang dari pengeras suara di masjid-masjid kaki Gunung Andong, Omar baru saja mencapai punggungan di mana bertemunya rute lama dan rute baru jalur pendakian Sawit. Di tempat itu ia berhenti sejenak melepas lelah dan mengatur napas yang memburu. Di bawah sana kerlip lampu-lampu yang mulai dinyalakan nampak seperti kunang-kunang yang terbang liar berterbangan.

Omar melanjutkan langkahnya kembali, meniti lereng gunung bagian belakang dari kampung Sawit. Tak ada ia berpapasan atau beriringan dengan rombongan pendaki lainnya. Selepas dari base camp lama pendakian Sawit jam setengah empat sore tadi, Omar berjalan sendiri. Ia hanya sendiri membelah rimbunan hutan pinus dan belukar yang mulai diguyur oleh cahaya temaram langit sore yang mendung.

“Malem mas. Biasanya pendaki di sini naiknya malem. Dan rata-rata setelah jam dua belas malam mereka naik. Ya mengejar sunrise untuk foto-foto”

Ujar ibu pemilik warung sekaligus pemilik base camp lama tempat Omar beristirahat tadi siang ketika Omar membeli beberapa keperluannya.

Hampir sudah gelap ketika Omar mencapai sebuah jalan bercabang pada punggungan puncak. Omar menoleh ke sebelah kiri, di ujung punggungan ia melihat sebuah bangunan kecil dengan atapnya yang berbentuk piramida dengan sebuah kuncup prisma pada bagian tengahnya. Berdasarkan informasi dan buku yang dibaca Omar, bangunan itu adalah sebuah makam seorang ulama yang sangat dihormati di sekitar Gunung Andong. Nama ulama tersebut adalah Kyai Abdul Faqih, atau lebih dikenal dengan sebutan Ki Joko Pekik.

Semula Omar ingin duduk kembali melepas lelah di jalan persimpangan tersebut, namun ketika ia merasakan rintik-rintik hujan jatuh mengenai wajahnya, Omar kemudian bergerak lagi, bahkan sekarang agak terburu.

“Sialan!”

Maki Omar sambil menaiki undakan-undakan jalan setapak menuju puncak Gunung Andong yang arahnya berlawanan dengan puncak makam Ki Joko Pekik. Sebenarnya jaket yang digunakan Omar adalah waterproof, yang seharusnya membuat ia tak perlu mengkhawatirkan kehujanan. Namun bagaimana pun juga Omar tak mau kehujanan, tetap kering dan hangat di tempat sejuk tertutup kabut seperti ini jauh lebih baik daripada basah dan kehujanan.

Warung di puncak Gunung Andong, adalah restoran dan hotel yang nyaman untuk para pendaki yang kelelahan..

Omar masih ingat tulisan kecil yang disematkan Sabiya dalam bukunya yang sempat ia baca lagi di base camp tadi. Karena itulah ia kemudian memutuskan bergegas mendaki menuju puncak sambil berupaya menghindari rintik-rintik hujan. Warung yang disebut Sabiya itulah yang menjadi tujuan Omar. Karena memperhitungkan jaraknya yang tidak jauh dari persimpangan puncak makam, maka Omar memutuskan untuk tidak perlu mengambil jas hujan yang terselip di samping ranselnya.

“Permisi!”

Suara Omar bergema, masuk ke seisi warung kecil yang sekarang ada di depannya. Pintu warung itu terbuka, namun sebuah sekat kecil dari anyaman bambu setinggi dada diletakkan sekitar 1 meter di belakang pintu, membuat tidak keseluruhan isi warung bisa terlihat.

“Permisi!”

Omar berseru lagi memanggil pemilik warung, namun seperti tadi, tak ada sahutan yang terdengar.

“Permi…”

Panggilan Omar terputus, sesosok tubuh dengan kain putih membungkus seluruh badan tiba-tiba muncul dari bilik di bagian belakang warung!

Mata Omar membelalak, mulutnya tercekat, jantungnya tiba-tiba seolah berhenti berdegup. Sebuah pikiran tentang hantu, kuntilanak, pocong atau apa pun sebutannya tiba-tiba melintas dengan cepat dalam pikirannya. Dan kondisi ini semakin menjadi-jadi ketika suasana warung yang gelap gulita. Lampu teplok kecil yang ditempatkan di sudut warung dekat tumpukan mie instan hanya mampu menerangi sedikit sekali bagian warung itu.

“Monggo, monggo. Masuk, Mas..6.3

Sebuah suara perempuan terdengar menjawab panggilan Omar, sekaligus juga mengusir semua dugaan dan pikiran aneh-aneh yang sempat masuk dalam benak Omar.

“Nyuwun ngapunten mas, kulo nembe mawon shalat6.4…” suara perempuan itu terdengar lagi.

Sesaat kemudian perempuan yang tadi terbungkus kain putih yang sempat mengagetkan Omar melangkah mendekati pintu masuk yang memang tidak dipasangi penutup. Omar tak dapat melihat wajahnya ditengah guyuran gerimis dan juga temaram langit malam yang kian pekat. Tak ada cahaya yang menyinari di tempat itu, headlamp Omar juga ada di bagian dalam ranselnya sehingga susah untuk diambil. Sementara cahaya lampu teplok yang ada di sudut ruangan dekat tumbukan kardus mie instan juga tak mampu menjangkau dekat pintu di mana Omar sedang berdiri. Namun melihat gerakan dan menyimak ucapan si perempuan pemilik warung, Omar yakin bahwa kain putih melayang yang sempat membuat darahnya tersirap beberapa saat lalu adalah mukena yang dikenakan perempuan itu.

“Nyuwun ngapunten mas, niki taseh peteng. Gensete mboten saget gesang, kulo mboten saget dandani6.5…”

Omar mengerenyit tak mengerti, ia memang sering mendengar bahasa Jawa. Saat di Denpasar ia memiliki tukang taman, asisten rumah tangga dan sopir keluarga yang semuanya berasal dari kota Solo. Namun tidak semua ucapan mereka bisa dimengerti oleh Omar, meskipun Omar sering ikut nimbrung ketika mereka sedang ngobrol. Beberapa pegawai di Villa Maya yang ia sewa di Sanur juga berasal dari Jogja, dan Omar sering mendengar mereka bercakap-cakap. Tetapi ucapan perempuan dengan mukena putih barusan memang sama sekali tidak dimengerti oleh Omar secara keseluruhan.

“Iya…?”

Sahutan Omar yang terlihat agak kebingungan nampaknya dipahami oleh si perempuan bermukena, karena kemudian ia mengulang kalimatnya dengan bahasa Indonesia.

“Maaf mas, lampunya belum bisa nyala. Tadi gensetnya sudah saya coba hidupkan tetapi nggak bisa. Saya ndak bisa perbaiki. Jadi warungnya masih gelap…”

Jelas ibu itu kemudian sambil agak tergopoh-gopoh mengambil lampu teplok di sudut ruangan untuk dibawa ke bagian tengah warung.

Omar mengangguk-angguk mengerti mendengar penjelasan perempuan pemilik warung. Sebelum ia sempat menjawab, si perempuan sudah bersuara lagi dengan ramah.

“Mari masuk dulu mas, saya carikan lilin untuk nambah lampunya”

Sebelum si ibu berbalik lagi ke arah ruangan sholat di mana tadi ia sempat membuat Omar kaget, sebuah pikiran tiba-tiba melintas dalam benak Omar dan langsung membuatnya menjawab ucapan si ibu dengan cepat.

“Boleh saya lihat gensetnya?”

Langkah perempuan yang sudah agak tua itu terhenti sejenak, ia menoleh kearah Omar.

“Panjenengan6.6 bisa benerin?” tanyanya kemudian.

“Coba saya lihat dulu, Bu” sahut Omar.

Sinar remang cahaya lampu teplok yang dipindahkan si ibu pemilik warung ke tengah ruangan membuat Omar bisa melihat sekilas wajah si ibu. Perempuan itu sudah agak tua, jauh lebih tua dari Omar jika dilihat dari parasnya. Namun rautnya mengingatkan Omar pada seseorang, tapi siapa? Omar mencoba mengingat-ingat.

Setelah mengambil headlamp dari ranselnya, Omar kemudian mengikuti langkah si ibu pemilik warung ke arah belakang pondok. Dibantu oleh sinar headlamp di kepala Omar dan juga sebuah senter di tangan ibu pemilik warung, keduanya kemudian masuk ke sebuah bilik di bagian paling belakang warung di  mana genset milik si ibu berada.

“Ini mas gensetnya. Sudah tak coba berkali-kali, tetap ndak bisa hidup” 

Jelas ibu pemilik warung sambil senternya diarahkan pada sebuah mesin genset warna kuning hitam yang beberapa bagiannya sudah berkarat disana-sini.

Omar berjongkok mendekati mesin generator listrik itu, cahaya headlamp di kepalanya ia arahkan untuk menelusuri bagian-bagian genset tua tersebut. Mesin genset di hadapan Omar itu adalah sebuah genset kecil dengan output maksimal hingga 900 watt, berbahan bakar bensin dengan kapasitas tangki 3,5 liter, gagang recoil starternya sudah ditukar dengan kayu karena mungkin yang aslinya sudah rusak.

Omar kemudian mencoba menarik recoil starter untuk memicu operasional engine-nya, namun hingga tiga kali Omar melakukan hal itu, mesin genset tua itu masih membisu dan dingin saja.

Telinga berpengalaman Omar sebagai kepala tekhnisi bagian perbaikan mesin bor sumur minyak di Timur Tengah itu dengan segera dapat menemukan penyebab mesin genset tua itu tidak mau distarter. Ia mencoba sekali lagi menarik recoil starter, sekedar untuk memastikan bahwa prediksi kerusakan yang ia perhitungkan barusan tidak keliru lagi.

“Nampaknya ada kabel alternator yang putus, Bu. Selain itu, genset ini juga butuh baterai baru, baterai yang sekarang sudah sangat lemah powernya untuk memicu nyala mesin..”

“Waduh piye yo6.7…”

Si ibu pemilik warung menggaruk kepalanya kebingungan. Istilah semacam alternator, power suply dan lain semacamnya, tentu bukah hal yang familiar di telinganya.

“Sebentar Bu, ya”

Omar kemudian bangkit berdiri lalu melangkah lagi ke ruangan warung utama di mana tadi ia meletakkan ransel birunya. Dari dalam kantong bagian dalam ranselnya Omar mengeluarkan sebuah tas kecil yang berisi perlengkapan survival. Dalam tas survival itu Omar mengeluarkan sebuah muntitool warna hitam, benda itu kemudian ia bawa ke bilik genset tempat si ibu pemilik warung yang masih berdiri menunggunya.

Dengan cekatan Omar membongkar beberapa baut untuk membuka bagian genset yang ia perlu benahi. Setelah menyambung kembali seutas kabel berwarna biru yang sebelumnya terlihat terurai lepas, Omar merapikan kembali baut-baut itu dengan obeng yang tedapat pada multitools di tangannya. Setelah semua selesai, tangan Omar menarik kembali gagang recoil spring untuk mencoba menghidupkan mesin genset itu kembali.

Brummm!!!      

Suara deru mesin genset langsung tedengar, selama beberapa saat bunyinya nampak tidak stabil dan hampir-hampir akan mati lagi. Namun beberapa saat kemudian deru mesin tua pembangkit listrik generator milik ibu itu mulai terdengar normal dan siap digunakan.

“Allhamdulillah…”

Seru si ibu dengan wajah senang sumringah. Dan sesaat kemudian warung itu sudah terang benderang oleh cahaya lampu listrik bertenaga genset yang barusan saja dinyalakan.


Footnote:

  • Bahasa Jawa: “Mari, mari. Silahkan masuk mas”
    • Bahasa Jawa: “Mohon maaf mas, saya baru saja sholat”
    • Bahasa Jawa: “Mohon maaf mas, ini masih gelap. Mesin gensetnya tidak bisa nyala, saya tidak bisa memperbaikinya…”
    • Panjenengan dalam bahasa Jawa yang lembut berarti anda atau kamu.
    • Bahasa Jawa: “Waduh bagaimana ya”

anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 14 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


PANDUAN CARA MENULIS CERPEN UNTUK PEMULA DALAM 5 TIPS RAHASIA

Cerpen adalah sebuah cara yang sangat efektif untuk menyampaikan sebuah pesan cerita secara to the point, langsung ke titik sasaran. Ada banyak panduan cara menulis cerpen untuk pemula di luar sana, namun artikel kali ini akan menjadi seperti senter yang langsung menuju ke titik fokus utama, dimana supaya kamu mampu menuliskan cerpen dengan kualitas yang sempurna.

Kali ini saya akan mengajak kamu untuk menjelajahi tentang cerpen; apa definisinya, berapa jumlah kata ideal yang dibutuhkan, bagaimana strukturnya, dan yang paling penting adalah; bagaimana kamu bisa menulis cerpen dengan baik setelahnya.

Panduan Lengkap dan Rahasia Cara Menulis Cerpen Untuk Pemula dengan Hasil yang Sempurna

Photo by Gary Barnes on Pexels.com

“Sebuah cerita pendek harus memiliki satu suasana hati dan setiap kalimat harus dibangun ke arah itu.”

Edgar Allan Poe

Nah, sebelum membahas lebih jauh pada teknis menulis cerpen atau short story yang lebih komprehensif, sebaiknya kamu juga me-refresh kembali mengenai apa yang dimaksud dengan cerpen dan apa saja yang perlu kamu ketahui tentang karya sastra yang satu ini.

Jadi, apa sebenarnya yang dimaksud dengan cerpen atau short story?

Pengertian Cerpen

Source: Freepik

Berdasarkan arti yang sebenarnya, cerpen dapat dipahami sebagai sebuah karya fiksi prosa mandiri yang memiliki batasan jumlah kata tertentu yang ditulis untuk tujuan tertentu secara spesifik.

Fungsi cerpen secara umum dapat dimaksudkan sebagai upaya untuk menyampaikan pesan moral, mengabadikan momentum, atau membangkitkan perasaan dan suasana hati tertentu pada pembaca. Untuk mencapai tujuan ini, cerita pendek sesuai namanya harus singkat, padat, dan langsung menuju ke titik sasaran.

Dikarenakan cerpen ditulis dengan tujuan yang lebih spesifik dan fokus, maka hal pertama yang harus kamu ketahui dari cara menulis cerpen online atau klasik adalah memahami bahwa semua elemen cerita dimaksudkan untuk mencapai tujuan ini.

Jadi baik itu karakter, plot, setting, struktur cerita, dan juga tempo penulisannya, harus dapat disusun sedemikian rupa guna mencapai tujuan tersebut.

Jumlah Kata dalam Cerpen

Photo by Mikael Blomkvist on Pexels.com

Ada beberapa pendapat yang mengatakan jumlah kata dalam cerpen harus dibawah 10.000 kata, sementara yang lain mengatakan hal yang berbeda. Hal ini kemudian menimbulkan pertanyaan tentang berapa sebenarnya jumlah kata yang diperkenankan untuk sebuah karya prosa hingga bisa disebut sebagai sebuah cerpen.

Dalam panduan cara membuat cerpen dan contohnya yang terdapat pada banyak buku sekolah, pembatasan kata dalam cerpen seringkali diartikan sebagai sesuatu yang baku. Namun dalam referensi yang lebih popular, sebuah karya prosa dapat disebut sebagai cerpen jika memiliki jumlah kata sebanyak antara 1.000 hingga 5.000 kata.

Jika demikian, lantas apakah sebuah prosa dengan jumlah dibawah 1.000 kata dan di atas 5.000 kata tidak dapat dikatakan sebagai sebuah cerpen atau short story?

Tidak juga.

Ada beberapa pengecualian yang lebih fleksibel untuk jumlah kata sebuah cerpen. Bahkan jika kamu pernah mendengar tentang super flash fiction atau fiksi kilat, jenis ini hanya terdiri dari sedikit kata-kata saja.

Sementara pada jumlah kata yang lebih panjang, beberapa penulis juga menganggap bahwa di atas 10.000 atau bahkan 20.000 kata, sebuah karya prosa tetap dapat disebut sebagai cerpen.

Jenis-Jenis Cerpen

Source: English Class

“Cerita pendek adalah apa yang kamu temukan ketika kamu melihat ke luar jendela.”

Mavis Gallant

Sebelum kamu memperdebatkan contoh cerpen yang benar berdasarkan jumlah katanya semata, kamu juga perlu mengetahui bahwa cerpen sendiri memiliki beberapa jenis yang berbeda.

Berikut beberapa di antaranya yang paling popular;

Cerpen Anekdot

Anekdot adalah sebuah cerita singkat yang biasanya adalah sesuatu yang lucu, komedi dan menggelikan. Anekdot pada umumnya menceritakan tentang orang atau pun kejadian nyata yang dipergunakan untuk menegaskan sebuah maksud dalam tulisan utama.

Tidak ada batasan khusus dalam penulis cerpen anekdot, akan tetapi pada umumnya anekdot adalah cerpen yang singkat yang terdiri dari 1 hingga 3 paragraf saja.

Cerpen Fabel

Ciri utama dari cerpen fabel adalah ia hampir selalu menggunakan hewan atau binatang sebagai perumpamaan cerita. Hal ini pula yang menjadikan fabel berbeda dengan cerita perumpamaan biasa yang bisa menjadikan benda selain hewan sebagai objek penceritanya.

Hewan yang digunakan dalam fabel dapat berbagai jenis, bisa dalam artian hewan umum, atau pun binatang dalam mitologi seperti Centaur dan Pegasus. Penggunaan perumpamaan dimaksudkan sebagai penguat pesan moral yang ingin disampaikan oleh penulis cerpen.

Cerpen Flash Fiction atau Fiksi Kilat

Source: Slideserve

Pada jenis flash fiction yang ekstrim, kamu mungkin tidak akan menemukannya sebagai cara membuat cerpen yang menarik untuk dibaca.

Di Indonesia, cerpen kilat atau kadang disebut pula sebagai cerpen mini, diasumsikan sebagai sebuah cerita pendek yang terdiri dari 300 hingga 750 kata saja. Atau ada pula yang mengatakan jumlah flash fiction haruslah di antara 750 hingga 1.000 kata.

Tapi sebenarnya tidak ada batasan baku untuk hal ini. Hanya saja kamu harus menggaris-bawahi bahwa pengertian kilat atau flash untuk membuatnya terasa benar-benar singkat.

Bahkan Ernest Hemingway pernah mengatakan bahwa flash fiction bisa saja terjadi dari lima kata.

Tentu ini sangat menarik sekali, bukan?

Cerpen Drabel atau Cerpen 100 Kata

Kamu mungkin tidak familiar dengan jenis cerpen yang satu ini, namun ia cukup banyak digunakan oleh para penulis di dunia, lho.

Drabble atau cerpen drabel adalah jenis cerpen yang super singkat dengan jumlah biasanya, hanya 100 kata. Tujuan penulisan drabel adalah menguji kemampuan seorang penulis untuk mengekspresikan dirinya dalam ruang yang terbatas secara menarik sekaligus bermakna.

Nah, dengan tujuan yang dalam seperti ini, drabel tentu saja bukan jenis cerpen yang mudah untuk ditulis, dan pastinya kamu tidak akan menemukannya dalam panduan cara membuat cerpen untuk lomba karena faktor keunikannya tersebut.

Cerpen Sketsa

Photo by cottonbro on Pexels.com

Tidak ada plot dalam cerpen sketsa karena sifatnya yang hanyalah sebuah gambaran atau sketch. Cerpen dengan gaya penulisan seperti ini akan kamu temukan dalam banyak karya novel yang bertujuan untuk mendeskripsikan karakter.

Selain digunakan untuk mendeskripsikan karakter dalam penulisan fiksi, cerpen sketsa juga kadang dipergunakan untuk deskripsi setting. Tujuan penting dari cerpen tanpa plot ini adalah sebagai upaya penulis menjelaskan dan membangun karakter atau struktur cerita dalam prosa yang lebih panjang seperti novel.

Gaya penulisan cerpen dengan model sketsa dapat kamu lihat dalam cuplikan berikut. Ini dikutip dari novel MMA Trail yang saya tulis pada akhir tahun 2019, bukunya sendiri bisa kamu dapatkan disini.

Mala adalah wanita seperti pada umumnya. Benar ia membutuhkan kecukupan ekonomi, betul ia membutuhkan hidup dalam kemapanan, namun ia juga memerlukan cinta dan kasih seorang suami. Mala juga butuh Omar ada di rumah menemaninya mengajari Sabiya mengaji, Mala juga ingin Omar ada di antara mereka ketika kedua orang tuanya datang berkunjung ke rumah megah mereka. Dan Mala juga ingin malam-malamnya tak hanya dihiasi oleh sepi dan lengang saja,  ia ingin Omar ada bersamanya, memeluknya, mendekapnya, memakan kue yang baru saja ia masak, menikmati kopi yang barusan saja ia seduh. Tapi sayangnya, ternyata orientasi Omar di BCP membuatnya tak lagi mampu memahami kebutuhan Mala. Ia membiarkan Mala larut dalam bayangan dan kesepiannya sendiri. Ia membiarkan saja rumah yang megah dan mewah, penuh diisi dengan segala perabotan yang memanjakan mata, namun kosong dari keakraban, dari kasih sayang dan juga dari pengertian sebagai sebuah keluarga.

MMA Trail – Anton Sujarwo

5 Hal Paling Penting yang Dibutuhkan oleh Cerpen yang Bagus

Photo by Jou00e3o Jesus on Pexels.com

” Jika novel dan cerpen dipertarungkan, maka novel akan menang dengan hitungan angka sementara cerpen akan menang dengan KO.”

Julio Cortazar

Jika kamu mempelajari cara membuat cerpen di Microsoft word yang banyak dipublikasikan, kamu akan mengetahui ada beberapa unsur paling penting dalam penulisan cerpen. Unsur-unsur ini dianggap penting dalam penulisan fiksi, namun lebih penting lagi dalam penulisan cerpen.

Meskipun demikian, hal penting sebagai unsur penulisan cerpen ini tidak hanya terbatas pada penulisan di word saja. Kamu yang menggunakan aplikasi menulis cerpen seperti wattpad dan lainnya, juga sebaiknya mengetahui bahwa setidaknya ada 5 hal paling krusial dalam penulisan cerpen yang baik.

5 hal tersebut adalah sebagai berikut;

Sudut Pandang Penceritaan yang Kuat

Photo by Angelica Reyn on Pexels.com

Sangat penting untuk kamu pahami bahwa sudut pandang yang kamu pilih dalam menuturkan cerpen adalah hal yang sangat menentukan. Kemampuan kamu untuk memilih sudut pandang dalam bercerita akan menentukan setengah dari kesuksesan cerpenmu sendiri.

Beberapa pertanyaan yang perlu untuk kamu tanyakan terlebih dahulu sebagai cara menulis cerpen online atau bukan terkait sudut pandang misalnya adalah;

  • Apa yang kamu harapkan dapat pembaca rasakan atau pikirkan ketika mereka membaca cerpenmu?
  • Temukan sudut pandang mana yang paling mengena untuk mendapatkan tujuan dan effect bagi pembaca tersebut.
  • Untuk memilih sudut pandang yang tepat dalam memulis cerpen, kamu dapat pula mempelajarinya dalam tulisan ini; Segala hal tentang sudut pandang dalam penulisan karya sastra.

Tokoh atau Karakter yang Sedikit

Penting untuk kamu pahami bahwa dalam cerpen ada keterbatasan menyampaikan cerita secara lebih komprehensif. Termasuk dalam keterbatasan ini adalah karakter yang tidak mungkin dapat kamu sebutkan secara lengkap berdasarkan imajinasi kamu yang kaya.

Jadi, kamu hanya dapat memilih beberapa karakter saja yang secara khusus mengarahkan cerpenmu pada tujuan cerita yang sebenarnya. Ada pun karakter yang tidak terkait dengan kepentingan ini dapat kamu abaikan.

Dapat Menggambarkan Perasaan dengan Jelas

Photo by Pixabay on Pexels.com

Apa pun yang dirasakan oleh karakter yang dituliskan dalam cerpen, sangat penting untuk dapat kamu gambarkan secara jelas.

Termasuk pula dalam penggambaran yang jelas ini adalah genre cerita apakah romantis, komedi, horror, misteri atau yang lain sebagainya. Ide cerita yang disampaikan apakah tentang persahabatan, tumbuh kembang remaja, atau yang lain, juga tentang emosi yang ingin diungkapkan apakah senang, sedih, kehilangan, atau yang lainnya.

Intinya adalah; kamu dapat menggambarkan dengan jelas semua hal tersebut dalam sebuah cerpen yang kamu tuliskan.

Konsep Cerita yang Jelas, Cepat dan Tidak Berlebihan

Kamu dapat membuat sebuah kejadian berlarut-larut dalam sebuah penulisan novel, namun gaya penulisan cerpen mewajibkan kamu untuk lebih to the point.

Dalam cerpen konsep cerita yang jelas, cepat dan langsung mengarah pada tujuan adalah hal yang penting untuk dipertimbangkan.

Improvisasi

Hal yang menarik dari menulis cerpen adalah kamu tidak harus terikat untuk menulis cerpen seperti halnya dongeng tradisional. Dalam cerpen kamu bisa bereksperimen dengan misalnya menabrak beberapa aturan penulisan yang biasa kamu temukan.

Improvisasi adalah hal yang diperbolehkan dalam menulis cerpen. Hanya saja dalam hal ini, kamu tetap harus mempertimbangkan tujuan penulisan cerpen yang tidak boleh terganggu karena improvisasi tersebut.

5 Langkah Paling Penting dalam Menulis Cerpen yang Sempurna untuk Pemula

Photo by furkanfdemir on Pexels.com

“Cerita pendek apa pun jenisnya tetap adalah sebuah cerita, dan sebuah cerita yang baik haruslah dapat diterima oleh akal manusia”

A Wan Bong

Meskipun kamu pemula dalam penulisan cerpen, kamu tetap bisa menghasilkan karya yang luar biasa selama kamu tahu caranya.

Nah, berikut adalah beberapa tips rahasia dalam penulisan cerpen yang akan membuat kamu layaknya seorang penulis professional. Entah apakah kamu sedang mempelajari cara membuat cerpen kisah nyata atau bukan, kamu akan sangat mudah mengeksekusinya ide ceritanya dengan 5 langkah berikut ini;

Tentukan Emosi yang Kamu Ingin Pembaca Dapatkan

Photo by Alexander Krivitskiy on Pexels.com

Hal pertama yang harus kamu lakukan sebelum menulis suatu cerpen adalah dengan bertanya kepada dirimu sendiri tentang; Emosi dan perasaan apa yang ingin kamu berikan kepada pembaca setelah membaca cerpenmu?

Apakah kamu ingin pembacamu terhibur dengan tawa, bersedih dengan kehilangan, terpukul dengan kenyataan, atau apa?

Kamu dapat menjawabnya sendiri.

Walaupun kamu sudah tahu cara membuat cerpen kisah nyata  berdasarkan fakta-fakta yang konkret, kamu juga perlu menentukan sebenarnya jenis cerita apa yang ingin kamu sampaikan dan mengapa kamu memilih tema tersebut.

Nah, setelah kamu menemukan dengan jelas emosi apa yang ingin kamu berikan ke pembaca, sekarang kamu dapat berfokus untuk membangun karakter, sudut pandang, plot dan setting dalam upaya meraih emosi tersebut secara sempurna melalui cerpen.

Awali Cerpen dengan Opening yang Mengena

Photo by cottonbro on Pexels.com

Dalam cerpen, kamu tidak akan memiliki banyak stok kata-kata untuk dipergunakan sebagai penjelas. Keterbatasan jumlah kata mengharuskan kamu untuk menggunakan seefektif mungkin pilihan yang ada, termasuk dengan cara membuat opening cerpen yang kuat.

Salah satu teknik yang bisa kamu aplikasikan untuk menyiasati hal ini adalah dengan memulai penulisan pada tengah-tengah cerita, bukan pada awalan yang melelahkan.

Ketika kamu memulai opening cerpenmu dari tengah-tengah plot, kamu akan memiliki kesempatan untuk menjelaskan bagian awalnya nanti. Di samping itu, memilih opening pada bagian tengah cerita akan membantu kamu untuk langsung menuju bagian penting cerita yang akan memberi pengaruh pada tujuan yang ingin kamu sampaikan.

Beberapa cara membuat opening cerita yang memukau dapat kamu lihat disini.

Ingat Selalu Bahwa Kamu Memiliki Jumlah Kata yang Terbatas

Photo by Prateek Katyal on Pexels.com

Hal selanjutnya yang juga tidak boleh kamu abaikan dalam penulisan cerpen adalah mengenai keterbatasan ruang untuk menyampaikan pesan cerita. Jadi, jangan membuang waktu dan tempat sia-sia hanya untuk menjelaskan sesuatu yang mungkin tidak perlu.

Dalam penulisan cerpen kamu selalu harus kritis bertanya kepada diri kamu sendiri mengenai kalimat per kalimat yang dituliskan. Semuanya harus mampu menyokong pesan dari cerita yang ingin disampaikan oleh cerpen yang kamu tulis.

Nah, dalam panduan cara membuat cerita bahasa Indonesia yang sederhana, kamu mungkin tidak ditekankan mengenai hal ini. Akan dalam aplikasi penulisan cerpen yang baik, yang bagus, dan yang berkualitas, kamu harus selalu mempertimbangkan bahwa setiap kata yang kamu tuliskan akan membuat pesan yang ingin kamu sampaikan kepada pembaca semakin optimal.

Fokus pada Ending tetapi Jaga untuk Selalu Masuk Akal

Photo by Markus Spiske on Pexels.com

Bagian terpenting dari sebuah cerpen adalah ending-nya dan selalu demikian.

Akan tetapi hal ini bukan berarti bahwa opening dan bagian isi tidak penting. Namun memang, gerigi tajam kesan yang harus kamu tancapkan dalam benak pembaca mendapatkan momentumnya ketika cerita itu sendiri mencapai titik dimana ending sudah terjadi.

Meskipun ending adalah sangat penting dalam penulisan cerpen, kamu juga tidak dapat mengeksplorasinya secara berlebihan. Cerita pendek apa pun jenisnya tetap adalah sebuah cerita, dan sebuah cerita yang baik haruslah dapat diterima oleh akal manusia. Walau pun ia sebuah legenda.

Artinya pada bagian ini adalah jangan memaksakan sebuah ending yang terlalu dramatis yang kemudian justru menghilangkan kesan natural.

Selanjutnya kamu bisa mempelajari cara menulis ending cerpen yang paling menarik disini.

Editing adalah Kuncinya

Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

Walaupun salah satu ciri cerpen yang banyak dibahas di Indonesia adalah dapat dibaca sekali duduk, tapi menuliskannya tidak bisa demikian.

Menulis cerpen tidak cukup sekali duduk. Bahkan untuk cerpen dengan kualitas yang paling bagus dan sesuai dengan harapan sang penulis cerita, seorang penulis profesional seperti saya pun harus duduk berkali-kali hingga selesai menuliskannya.

Dalam dunia penulisan, menulis dan mengedit adalah dua hal yang harus kamu pisahkan. Jangan buru-buru melakukan editing setelah penulisan baru saja kamu lakukan. Biarkan pikiran dan mata kamu merasakan jeda sejenak, untuk kemudian kembali ke layar monitor dan melakukan pengeditan.

Dalam editing ini, baca kembali cerpen yang sudah kamu tulis sebanyak setidaknya tiga kali. Perhatikann keseluruhan unsur pembangun cerita seperti plot, karakter, setting, dan dialog apakah sudah benar-benar dapat mendukung tujuan yang kamu inginkan.

Beberapa Inspirasi Menulis Cerpen yang Bisa Kamu Lakukan

Photo by Miguel Pexels.com

Nah, sebagai penutup artikel ini, saya akan membagikan beberapa ide yang dapat kamu jadikan inspirasi menulis cerpen berdasarkan kisah hidupmu kamu sendiri.

Oh ya, untuk memperdalam penulisan kamu tentang menulis kisah hidup kamu atau kisah pribadi, kamu juga dapat mempelajarinya disini; 10 Langkah menulis kisah hidup yang paling mudah diterapkan.

Beberapa ide menulis cerpen yang bisa kamu eksekusi dengan mudah adalah dengan menanyakan beberapa hal berikut pada dirimu sendiri;

  • Apa pengalaman atau moment paling memalukan yang kamu alami pada beberapa tahun belakangan ini?
  • Kapan terakhir kali kamu menangis, apa yang menyebabkannya?
  • Apa kehilangan terbesar yang pernah kamu alami? Bagaimana itu bisa terjadi?
  • Siapa orang yang pertama kali membuat kamu jatuh cinta, mengapa?
  • Apa pengalaman paling buruk yang pernah kamu rasakan sewaktu kanak-kanak?
  • Dan lain sebagainya.

Nah, dengan menjawab beberapa pertanyaan tersebut secara jujur dari dalam hati kamu, kamu akan mendapatkan sebuah ide cerita yang sudah pasti menarik untuk dituliskan.

Selamat mencoba.


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 14 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


5 CARA MENJADI PENULIS BUKU PEMULA YANG PENUH PERCAYA DIRI

Melalui form kontak Penulis Gunung atau langsung melalui pesan whatsapp, saya menerima banyak pertanyaan tentang bagaimana cara menjadi penulis buku pemula yang paling efektif. Ini sebenarnya adalah pertanyaan yang umum, namun tetap saja banyak orang tidak menemukan jawaban yang nampaknya benar-benar memuaskan mereka.

Nah, untuk itu pada artikel kali ini saya akan membagikan beberapa hal yang InsyaAllah sangat bermanfaat untuk kamu yang ingin memulai penulisan sebuah buku.

Apakah kamu akan menulis kreatif semacam novel, cerpen, puisi, skenario film, atau kamu ingin menulis technical writing semacam essay, jurnal, dan artikel ilmiah, cara berikut ini bisa kamu aplikasikan.

Lantas, bagaimana cara menjadi penulis buku untuk pemula yang sebenarnya?

5 Langkah Cara Menjadi Penulis Buku Pemula untuk Kamu yang Belum Berpengalaman Sama Sekali

Photo by Suzy Hazelwood on Pexels.com

Menulis buku bisa menjadi sesuatu yang sangat menantang dan sulit, terutama untuk kamu yang belum memiliki pengalaman sama sekali. Menariknya dalam aktivitas ini, talenta sama sekali bukan hal yang utama. Meskipun misalnya kamu tak memiliki bakat seperti penulis yang lain, kamu tetap berpeluang besar untuk menjadi seorang penulis yang hebat.

Tapi, bagaimana caranya?

Bagian dasarnya adalah kamu harus mengetahui cara jadi penulis novel pemula melalui langkah-langkah yang tepat dan terbukti efektif.  Keterampilan dasar inilah yang akan menjadi modal utama kamu dalam menulis sebuah buku.

Jika kamu adalah pemula dan merasa kesulitan menulis buku, maka kamu sama sekali tidak sendirian. Permasalahan ini jamak di kalangan para penulis, bahkan untuk orang yang sudah terbiasa menulis sekali pun.

Nah, beruntungnya ada beberapa tpis dan teknis yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi hal ini. Apakah kamu mencari cara menjadi penulis online yang produktif atau pun menulis buku secara real, langkah-langkah berikut sangat layak untuk kamu aplikasikan.

Ciptakan Lingkungan Seorang Penulis

Photo by Andrew Neel on Pexels.com

Penting bagi kamu untuk selalu mengetahui bahwa untuk memulai proses menjadi seorang penulis yang berhasil adalah dengan membentuk lingkungannya terlebih dahulu. Jadi, lupakan dulu kebingungan mencari aplikasi untuk penulis pemula yang paling efektif dan semisalnya, sebaliknya, yang harus kamu lakukan adalah dengan menciptakan lingkungan menulis yang baik.

Tujuan terpenting dari menciptakan tempat menulis yang nyaman adalah supaya kamu dapat menulis tanpa gangguan. Tempat menulis yang nyaman itu tidak harus mewah.

Hal paling penting dari menciptakan tempat semacam ini adalah tujuannya yang mampu mendukung aktivitas menulis secara signifikan, menghilangkan gangguan dan membantu fokusmu pada tujuan ada pada angka 100%.

Nah, beberapa ide yang bisa kamu lakukan untuk menciptakan tempat menulis yang nyaman seperti ini adalah sebagai berikut;

  • Coba Menulis di Beberapa Tempat;  Saya biasa menulis berpindah-pindah, tergantung nyamannya dimana. Kadang saya membawa meja menulis saya di dapur, di kamar tidur, atau hanya di ruang tamu. Selama ia terasa nyaman dan membuat tulisannya saya mengalir dengan lancar, tempat dimana pun tidak menjadi masalah. Tips pertama cara menjadi penulis novel online dibayar juga sama seperti ini, yakni temukan tempat yang nyaman dan biarkan kreativitas imajinasimu berteriak nyaring di sana.
  • Ciptakan Dekorasi yang Menginspirasi: Kamu bisa menempatkan poster, quote, tumpukan buku, lukisan atau apa pun dalam ruangan menulismu yang memiliki nilai inspirasi bagi kamu sendiri.
  • Fleksibel: Ini seperti menulis di banyak tempat, yakni kamu bisa mendesain, menyusun dan mendekorasi ruangan menulis sesuai seleramu.
  • Tempatkan Kalender: Kalender akan membantu kamu untuk lebih disiplin dalam menulis, mengejar target lebih giat, dan juga biasanya lebih produktif.
  • Temukan Pendukung: Saya sebenarnya tak begitu biasa menulis fiksi ditemani musik, terutama untuk buku-buku saya sendiri. Namun untuk technical writing atau ghost writing, saya tidak bermasalah dengan musik. Nah, jika kamu menyukai musik saat menulis, tak ada salahnya juga mempersiapkan hal ini pula.
Photo by Antonio Borriello on Pexels.com

Beberapa ide lain yang bisa kamu lakukan pula dalam langkah yang pertama ini adalah dengan memperhatikan  tiga poin penting berikut ini;

Kurangi atau hilangkan potensi gangguan dengan cara;

  • Selama menulis, jauhkan dirimu dari keluarga, teman, atau bahkan mainan kesayangan sekali pun.
  • Matikan handphone-mu.
  • Tutup dulu untuk sementara sosial media seperti facebook, instagram, whatsapp, youtube, dan lain-lain.

Buat diri kamu lebih merasa nyaman dengan;

  • Menggunakan kursi yang nyaman untuk menulis, juga mejanya.
  • Tempatkan beberapa hal penambah semangat menulismu seperti quotes dan gambar.
  • Pastikan kamu sehat untuk bisa duduk dan menulis setidaknya sekitar 30 menit atau lebih.

Pilihlah sesuatu yang mampu meningkatkan produktivitas menulismu;

  • Matikan musik yang mengganggu dan nyalakan musik yang membantu kamu untuk menulis lebih baik.

Bangun Kebiasaan Seorang Penulis Profesional

Photo by Pixabay on Pexels.com

Hal yang paling membedakan antara seorang penulis profesional dan seorang penulis pemula adalah bagaimana mereka mengatur waktu mereka dalam menulis dan bagaimana kedisiplinan mereka melakukannya.

Seorang penulis profesional akan memberikan perhatian yang penuh dan kedisiplinan yang tinggi terhadap rutinitas menulisnya. Sementara di pihak lain, seorang penulis amatir kadang menulis ditentukan oleh mood, hobby dan writer’s block.

Nah, jika kamu adalah seorang penulis pemula yang hanya menulis jika kamu terinspirasi, atau hanya akan menulis jika kamu sedang merasa mood, maka kamu dalam masalah.

Jalan satu-satunya untuk menjadi seorang penulis produktif bukanlah dengan membayangkan gaji penulis novel bestlseller yang fantastis atau popularitas mereka yang manis. Akan tetapi langkah paling penting adalah dengan membangun kebiasaan seorang penulis sukses, atau membangun habit writer profesional terlebih dulu.

Kamu bisa membangun kebiasan menulis misalnya 30 menit dalam satu hari, atau beberapa hari dalam satu minggu. Kemudian kebiasaan ini kamu rutinkan secara disiplin yang dengan cara itu kamu akan lebih mudah untuk mencapai target penulisan bukumu dalam soal waktu.

Saya sendiri menulis setiap hari dengan jumlah berkisar antara 1.000 hingga 4.000 kata per hari. Saya menulis artikel, jurnal, buku, ghost writing, email marketing dan lain sebagainya. Ini telah menjadi rutinitas bagi saya, bangun di setiap harinya untuk menulis.

Buatlah Kerangka atau Outline Sebelum Memulai Penulisan

Photo by Pixabay on Pexels.com

Cara menjadi penulis novel di wattpad atau dimana saja, langkah penting yang selalu saya tekankan adalah buatlah outline atau kerangka novel sebelum eksekusi menulisnya sendiri. Jika kamu adalah penulis pemula yang belum pernah menerbitkan buku satu kali pun, maka membuat online adalah hal yang wajib kamu lakukan.

Sebuah outline atau kerangka akan membantu kamu menjelaskan arah cerita dengan jelas. Outline juga merupakan peta cerita yang dapat kamu jadikan sebagai identifikasi ide besar cerita. Dengan outline, kamu dapat menulis lebih cepat sekaligus dapat menghindari penulisan jalan cerita yang tidak sesuai dengan ide semestinya.

Jadi, sebelum kamu mulai menulis ceritamu, luangkan waktu untuk membuat kerangka buku terlebih dahulu dengan melakukan beberapa tips berikut;

  • Brainstorm, yaitu dengan membuat daftar ide cerita apa saja yang ingin kamu tuliskan dalam bukumu.
  • Organize, buat semua ide cerita tersebut saling berhubungan.
  • Order, susun bagian cerita dari sub bagiannya secara rinci.
  • Label: buat judul dan sub judul cerita yang akan menjadi bab pada buku yang kamu tuliskan.

Fokus pada Satu Proyek Penulisan

Photo by Jonas Svidras on Pexels.com

Dalam artikel tentang 10 kesalahan penulis pemula yang paling sering mereka lakukan sementara mereka sendiri tidak menyadarinya, saya menulis bahwa terlalu banyak ide adalah sebuah kesalahan dalam penulisan.

Ketika kamu menulis satu buku, kamu sudah seharusnya mengumpulkan semua energi kamu untuk menyelesaikan buku tersebut sebaik dan semaksimal mungkin. Tapi beberapa penulis, terutama para pemula yang belum berpengalaman, kadang memiliki ide laksana cipratan pecahan bintang yang menyebar kemana-mana.

Terlalu banyak ide saat kamu dituntut untuk berfokus pada satu penulisan adalah masalah. Bukan tidak mungkin dengan fokus yang terbagi pada banyak hal akan menurunkan penulisan kamu pada project yang utama, Bahkan lebih buruk, hal ini juga dapat menyebabkan kamu tidak bisa melanjutkan penulisan yang sudah kamu lakukan sebelumnya.

Nah, supaya penulisan kamu hanya fokus pada satu buku, maka kamu bisa mencoba beberapa langkah berikut;

  • Bagi penulisan menjadi beberapa bagian yang lebih kecil sehingga mudah dikerjakan.
  • Gunakan deadline untuk mendorong kedisiplinan kamu dalam menulis lebih teratur.
  • Cobalah untuk mengesampingkan beberapa ide menulis yang muncul di kepala kamu untuk sementara.

Menulislah Setiap Hari

Photo by Marcus Aurelius on Pexels.com

Cara menjadi penulis online atau pun penulis buku selanjutnya dan mungkin saja adalah yang paling penting adalah bahwa kamu harus menulis setiap hari. Ini adalah rumus yang terlalu sering untuk kamu dengarkan, namun sejujurnya ini juga adalah salah satu formula menjadi seorang penulis buku yang berhasil.

Para penulis profesional adalah mereka yang selalu menjadikan menulis sebagai prioritas utama mereka.

Para penulis profesional adalah orang yang tidak pernah berlibur. Jika mereka sedang tidak menulis, maka mereka membaca, dan jika mereka sedang tidak membaca, maka para penulis profesional itu melambungkan pikiran mereka untuk memikirkan tulisan mereka selanjutnya.

Namun sebagai pemula, kamu tidak tentu dapat memaksakan diri untuk menulis setiap hari seperti ini, bukan? Lantas bagaimana jalan keluarnya supaya kamu berhasil menyelesaikan buku kamu yang pertama dengan tepat waktu?

Jawabannya adalah dengan membuat jadwal penulisan yang disiplin, teratur dan dapat kamu patuhi sendiri. Hal ini dapat pula dibantu dengan cara kamu mengkalkulasi jumlah kata dalam penulisan yang ingin kamu lakukan dan dalam berapa lama kamu membutuhkan waktu menyelesaikannya.

Misalkan kamu ingin menulis sebuah novel sebanyak 50.000 kata dalam waktu 5 bulan, artinya kamu harus menulis sebanyak 10.000 kata setiap bulannya. Lalu, berapa banyak kata setiap hari yang harus kamu produksi untuk mencapai tujuan itu?

Jika kamu menulis setiap hari, maka setidaknya kamu harus menulis sekitar 333 kata.

Jika kamu menulis hanya 3 hari dalam satu pekan yang artinya hanya 12 hari dalam satu bulan, maka kamu harus menulis sebanyak 833 kata setiap kali kamu menuliskannya.

Sekarang kamu tinggal pilih, ingin menulis dengan jadwal yang seperti apa supaya target penulisan kamu dapat tercapai.

Awali Karirmu Menjadi Penulis Profesional Sekarang

Photo by Lisa on Pexels.com

Tidak ada yang instan untuk mencapai sebuah tujuan, kamu senantiasa diminta untuk berproses. Namun terkait cara menjadi penulis buku pemula yang berhasil dan produktif, 5 langkah di atas telah terbukti efektif untuk mempercepatnya.

Dengan mengikuti strategi ini kamu dijamin dapat menyelesaikan buku pertama kamu dalam waktu yang lebih cepat dan efisien.

Nah, hal ini semakin efektif lagi jika kamu mendapatkan bimbingan menulis secara langsung dari penulis profesional yang sudah menulis puluhan buku dan menjadikan menulis sebagai kegiatannya sehari-hari.

Penulis Gunung adalah salah satu jasa bimbingan menulis yang bisa kamu pilih untuk hal ini.


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 14 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


7 KATA MOTIVASI UNTUK PENULIS PEMULA YANG PALING AMPUH

Sebenarnya motivasi untuk penulis pemula tidak hanya bisa dimanfaatkan oleh seorang amatir dalam dunia penulisan, bahkan untuk profesional pun motivasi ini terbukti ampuh. Bukan hanya kata-kata yang terdengar bijak semata, 7 motivasi ini juga menunjukkan kepada kamu bagaimana ia efektif jika kamu bisa mengaplikasikannya.

Menjaga diri untuk tetap termotivasi selama menulis adalah sesuatu yang tidak mudah, terutama untuk para pemula. Beberapa penulis begitu lemah ketika berhadapan dengan writer’s block, sementara yang lain mungkin juga kehilangan semangat untuk menulis ketika misalnya kehabisan ide cerita.

Nah, bagaimana sebenarnya menghadapi kondisi semacam ini?

7 Kata Motivasi untuk Penulis Pemula Lengkap dengan Teknis Mempraktikkannya

Motivasi untuk penulis pemula
Photo by Prateek Katyal on Pexels.com

Di Indonesia, jika kamu mencari informasi di internet tentang kata-kata motivasi untuk penulis, maka sebagian besar hasil yang akan kamu temui adalah quotes atau kata-kata mutiara. Padahal selain quotes yang indah, seorang penulis pemula yang sedang menghadapi krisis semangat juga butuh tips nyata untuk ia praktikkan.

Kata mutiara tentang menulis dan membaca seringkali menjadi hiasan untuk melecut semangat kepenulisan yang melemah, tapi ketahuilah, itu tidak cukup. Justru selain kata-kata mutiara yang kadang terlampau bias nan bijaksana, langkah konkret adalah hal yang lebih dibutuhkan.

Tapi yang seperti apa?

Nah, dalam tulisan kali saya akan membagikan 7 hal sederhana yang efektif untuk kamu lakukan jika kamu sedang merasa tidak termotivasi untuk menulis.

Ciptakan Satu Tempat Khusus untuk Menulis

“Sebagian besar penulis mendambakan ruangan yang tenang dan tersisolasi dimana mereka bisa mengatur waktu mereka sendiri. Bagaimana pun, ruang kreativitas yang paling baik adalah yang paling sedikit memiliki gangguan.”

Wole Soyinka
Motivasi untuk penulis pemula
Source: Pinterest

Apa yang disampaikan oleh Wole Soyinka mungkin bukan quotes penulis terkenal dunia yang pernah kamu dengar sebelumnya, tapi ia berkata benar.

Setiap penulis membutuhkan tempat menulis yang tenang dan bebas gangguan. Tempat dimana mereka dapat memunculkan semua imajinasi, kreativitas dan inovasi untuk menari di atas lembaran kertas. Dan hal ini tidak bisa diperoleh di tempat yang berisik dan penuh gangguan.

Untuk alasan ini pula kamu mungkin sering menemukan diri mereka menempati tempat-tempat asing di planet bumi.  Rumah di tengah hutan, pondok di tepian danau, kamar loteng atau ruang bawah tanah, semunya adalah tempat favorit para penulis untuk dijadikan ruangan kerja mereka.

Ciptakan Rutinitas Menulis

“Kamu tidak akan pernah bisa mengubah hidupmu sampai kamu berhasil mengubah sesuatu yang kamu lakukan setiap hari.”

Mike Murdock
Motivasi untuk penulis pemula
Photo by Ivan Samkov on Pexels.com

Ini mungkin bukan kata-kata tulisan keren yang bisa kamu kutip dan tempelkan di dinding kamar. Namun memang benar, rutinitas tidak selalu buruk dan membosankan, terutama dalam dunia penulisan.

Membentuk rutinitas dalam menulis adalah salah satu hal yang penting. Bagaimana kamu bisa menjadikan aktivitas menulis sebagai sebuah rutinitas yang tidak bisa untuk kamu tinggalkan setiap harinya.

Jika menulis sudah menjadi rutinitas dalam hari-harimu, kamu akan segera menemukan ada yang kurang jika kamu tidak menulis. Hal ini akan memberikan kamu kesempatan untuk produktif meskipun kamu sendiri sedang tidak termotivasi karena menulis sendiri adalah sesuatu yang kamu anggap rutinitas.

Anggaplah begini misalnya;

Jika mandi dan menggosok gigi itu adalah rutinitas bagi kamu setiap hari, maka kamu akan tetap melakukannya walau kamu sendiri sedang tidak termotivasi untuk mandi atau menggosok gigi.

Dan menulis juga bisa dibentuk dalam paradigma rutinitas seperti itu.

Nikmati dan Terobsesi dengan Proses

“Kebanyakan orang menganggap bahwa kesuksesan dan kegagalan sebagai dua hal yang berlawanan, tetapi tidakkah mereka tahu bahwa keduanya adalah produk dari sebuah proses yang sama.”

Roger von Oech
Motivasi untuk penulis pemula
Photo by Anthony Shkraba on Pexels.com

Menikmati proses menulis adalah sesuatu yang menarik, beberapa penulis pemula kadang tidak bisa melakukannya. Kemampuan untuk menikmati proses akan memberikan kamu motivasi untuk tetap menulis pada saat diri kamu sendiri tidak ingin melakukannya.

Pada banyak contoh motivasi menulis yang mungkin kamu temukan melalui serangkaian quote-quote yang indah, kamu akan diminta untuk sabar dalam proses. Akan tetapi dalam artikel ini saya akan mengatakan bahwa kamu tidak cukup hanya sabar menjalaninya namun juga harus menikmati dan terobsesi pada prosesnya.

Jadi, cara yang ketiga untuk menjaga motivasi menulismu tetap stabil adalah dengan menjadikan proses sebagai sebuah kenikmatan dan obsesi.

Apa pun yang terjadi selama proses tersebut, termasuk pula dengan berkurangnya motivasi untuk melanjutkan tulisan, adalah bagian dari proses itu sendiri.

Dan kamu harus menikmatinya.

Miliki Pemikiran Penulis Profesional

Ketika para amatir dan penulis pemula menunggu mood untuk bisa menulis, para penulis profesional tetap menulis dalam kondisi apa pun suasana hati mereka. Mood atau tidak, profesional akan tetap menulis.

A Wan Bong
Motivasi untuk penulis pemula
Photo by Startup Stock Photos on Pexels.com

Ketika mereka sedang tidak termotivasi dan malas untuk menulis, para penulis pemula atau amatir akan memilih untuk berhenti dan melakukan sesuatu yang menurut mereka lebih baik. Hal yang sama juga akan kamu temui pada orang-orang yang mengatakan bahwa menulis hanyalah sebagai hobi semata.

Pada saat rasa malas melanda, orang-orang seperti ini akan segera menemukan alasan untuk berhenti menulis. Mereka mungkin akan mengalihkannya dengan bermain sosial media, menonton sinetron di televisi, atau pun melakukan hal lain yang mereka rasa lebih nyaman dan menyenangkan.

Menariknya hal itu tidak akan kamu temukan pada penulis profesional.

Seorang penulis profesional akan tetap menulis dalam kondisi bagaimana pun.

Meskipun ada perasaan untuk berhenti menulis dan melakukan hal lain yang lebih menyenangkan, penulis profesional akan tetap menulis.

Nah, jika kamu mampu mengadopsi pemikiran seorang profesional seperti ini dalam memandang penulisan, kamu tidak akan terkalahkan oleh sekedar rasa enggan yang tidak beralasan.

Tentukan Target Penulisan

“Orang yang berbakat  mampu mencapai target yang tidak dapat dicapai orang lain; Sementara orang yang jenius mampu mencapai target yang tidak dapat dilihat orang lain.”  

Arthur Schopenhauer
Motivasi untuk penulis pemula
Photo by icon0.com on Pexels.com

Target penulisan yang jelas kadang lebih powerfull daripada kata kata penulis novel yang terkenal sekali pun. Kamu hanya perlu mengingat targetmu dan berfokus untuk mencapainya, dan biasanya kamu akan termotivasi untuk melanjutkan proses menulis kembali.

Jadi, ingat-ingat kembali target apa yang ingin kamu capai dengan menulis.

Apakah kamu ingin memiliki buku atas nama kamu sendiri, memiliki penghasilan tambahan setiap bulannya, atau ingin menciptakan  mahakarya dan mewariskan pemikiranmu yang luar biasa. Ini semua adalah target, pastikan kamu mengingatknya ketika motivasi menulismu mulai melempem.

Oh ya, ada beberapa pertimbangan yang harus kamu pikirkan saat menetapkan target penulisan. Pertimbangan-pertimbangan tersebut antara lain adalah;

  • Target haruslah spesifik.
  • Target harus pula terukur.
  • Target adalah sesuatu yang dapat dicapai dan bukan hal mustahil.
  • Target juga mestilah realistis.
  • Target yang benar memiliki deadline. Pastikan kamu juga mempertimbangkan itu.
  • Target juga harus dapat dievaluasi.
  • Target haruslah juga yang memiliki manfaat, baik bagi orang lain, lebih-lebih untuk diri kamu sendiri.

Bagi Penulisan Besar dalam Beberapa Bagian Kecil

Perjalanan ribuan kilometer, selalu dimulai dari satu langkah kecil

Anonim
Motivasi untuk penulis pemula
Photo by Dylan on Pexels.com

Jika kamu sedang mengerjakan proyek penulisan besar pertamamu berupa novel misalnya, sangat wajar kamu merasa tidak termotivasi beberapa kali saat menjalaninya.

Menulis novel adalah sebuah pekerjaan menulis yang serius. Setidaknya untuk buku dengan kategori seperti ini membutuhkan 30.000 – 80.000 kata dalam jumlah yang ideal. Jika kamu memaksakan diri untuk menyelesaikan jumlah ini hanya dalam satu minggu, kamu akan mati depresi saat mengerjakannya.

Bagikan proyek penulisan besar itu dalam langkah-langkah yang lebih kecil sehingga mudah untuk kamu jalani.

Misalnya dengan jumlah kata hingga 80.000, kamu dapat membaginya setiap 10.000 kata untuk penulisan satu bulan atau lebih. Atau jika kamu merasa diperlukan, kamu bisa membaginya dalam bentuk bab, plot, dan lain sebagainya.

Penulisan besar yang dibagi menjadi bagian-bagian kecil tidak akan menciderai alur cerita. Sebaliknya cara ini akan memberi kamu kekuatan untuk menyelesaikan kepingan-kepingan kecil itu menjadi sebuah cerita yang sempurna walaupun jumlahnya adalah 80.000 kata.

Ingat Kembali Mengapa Kamu Mulai Menulis

Alasan saya terus menulis adalah karena semua imajinasi saya yang paling kuat; tentang takdir, tentang tempat-tempat liar, tentang pemberontakan, dan tentang segala sesuatu yang saya pedulikan, perlu memiliki kata-kata untuk dapat diucapkan dan juga gambar untuk dibayangkan.

Galen
Motivasi untuk penulis pemula
Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

Kata-kata Galen mungkin memang termasuk sebagai quotes penulis terkenal dunia, tapi esensi dari quotes indah ini adalah tujuannya sendiri bahwa imajinasi membutuhkan suatu alat untuk membuatnya nyata di hadapan manusia.

Dan alat itu adalah kata-kata dan gambar.

Kesampingkan gambar, karena kamu adalah penulis maka kamu dapat berfokus hanya pada tulisan. Imajinasimu, pikiranmu, analisamu dan segala sesuatu yang terlintas dalam benakmu akan hilang jika tidak kamu ceritakan pada orang lain. Menulis buku adalah cara paling efektif untuk mencapai tujuan itu.

Nah, jika sekarang kamu merasa tidak termotivasi lagi untuk menulis, malas-malasan dan cenderung untuk bertekuk lutut pada writer’s block, maka ingat kembali apa yang menjadi tujuan sebenarnya dari alasan kamu menulis pada awalnya.

Jika kamu ingin memiliki buku atas nama kamu sendiri, maka itu tidak akan terwujud tanpa motivasi untuk membuatnya menjadi nyata.

Atau jika kamu ingin menjadi terkenal, memiliki penghasilan tambahan dari menulis, memiliki karya yang abadi sepanjang masa, maka semuanya itu akan sangat sulit diwujudkan tanpa antusiasme dan motivasi untuk terus menulis.

BACA JUGA:

Motivasi untuk penulis pemula
Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

Nah, itu adalah beberapa motivasi untuk penulis pemula supaya tetap semangat dan giat dalam menulis.

Kamu mungkin akan menghadapi satu demi satu alasan yang akan membuat kamu seolah ingin membuang jauh-jauh keinginan menjadi penulis. Tetapi dengan menjaga motivasimu tetap stabil, kamu tidak akan pernah kehilangan keberanian untuk mewujudkan mimpi itu.

Di samping 7 cara paling utama di atas, beberapa hal lain yang bisa pula kamu lakukan untuk menjadi motivasi penulisan sebagai pemula misalnya adalah;

  • Saat menulis, lupakan bagian pengeditan. Setelah menulis naskah hingga selesai, waktu kamu sebagian besar adalah melakukan editing. Jadi saat menulis, lupakan dulu bagian ini.
  • Ingatlah bahwa, proses menulis akan dipenuhi dengan pengalaman dan menyelesaikan tulisanmu adalah tujuan yang sebenarnya. Buku dan novel bukan tujuan sejati, itu hanyalah konsekuensi material dari upaya kamu untuk mengalahkan diri kamu sendiri dalam berkarya. Tujuan sesungguhnya adalah rangkaian proses bagaimana buku itu sendiri bisa tercipta. Jadi, fokuslah pada bagian ini.
  • Bergabung dalam komunitas menulis. Komunitas penulis terbiasa memberikan ucapan selamat untuk penulis buku yang baru berhasil merilis karya mereka, dapatkan pula motivasi dari cara yang sederhana itu dengan membayangkan bahwa kamulah salah satu penulis yang dimaksud.
  • Kalahkan writer’s block dengan berbagai cara. Kamu dapat membaca tulisan saya untuk melawan writer’s block disini. Writer’s block sama sekali bukan akhir dari karier penulisan seorang pemula. Ia hanyalah balok-balok pemecah karang untuk menguji seberap kuat dorongan gelombang seorang penulis dalam dirimu.
  • Ganti genre penulisan atau coba lakukan penulisan yang berbeda.Jika sebelumnya kamu sibuk dengan penulisan kreatif seperti novel, cerpen, naskah drama dan lain sebagainya, sekarang adalah waktunya untuk mencoba technical writing. Kamu bisa memulainya dengan mencoba menulis essay, jurnal, artikel ilmiah dan lain sebagainya.
  • Minta bantuan orang yang berpengalaman untuk mendampingi proses menulis yang kamu lakukan. Dapatkan saran terbaik dari orang-orang yang sudah terbukti berhasil menjaga motivasi mereka dalam berkarya. Dan pastinya pada langkah yang terakhir ini, kamu juga bisa menghubungi saya untuk mendampingi kamu menyelesaikan penulisanmu.

Selamat mencoba.

Mood dan motivasi tidak datang setiap hari. Pada banyak kesempatan, kita harus memaksanya keluar dari dalam diri untuk mengalahkan rasa malas dan setengah hati.

A Wan Bong

anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 14 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


7 CARA RAHASIA MENJADI PENULIS PEMULA YANG SUKSES DAN PRODUKTIF

Sebenarnya tidak ada yang benar-benar rahasia untuk menjadi seorang penulis pemula yang sukses.

Terasa agak berlebihan untuk mengatakan bahwa saya juga adalah bagian dari para penulis pemula yang sukses itu, namun sejauh ini saya memang berhasil melakukannya. Saya telah merilis 14 buku atas nama sendiri, 11 buku ghost writing, ratusan artikel, essay, jurnal dan lain sebagainya. Saya adalah full time freelance writer saat ini.

Pencapaian ini membuat beberapa orang menganggap bahwa saya adalah salah satu penulis pemula yang berhasil. Meskipun kamu pasti tahu, saya bukan penulis terkenal. Namun, saya setidaknya memiliki pengalaman untuk dibagikan tentang bagaimana menjadi penulis pemula yang berhasil melewati masa-masa awal yang sulit dan berat dari profesi ini.

Lantas, apa saja yang bisa kamu lakukan untuk menjadi seorang penulis pemula yang produktif?

Saya membuat daftar berikut yang semoga saja bermanfaat untuk kamu.

7 Prinsip Utama Menjadi Penulis Pemula yang Sukses

penulis pemula yang sukses
Photo by Vlada Karpovich on Pexels.com

Sebelum kamu membaca lebih jauh artikel ini, harus difahami dulu pengertian sukses ini bukanlah tentang gaji penulis novel atau penghasilan mereka yang fantastis. Kesuksesan dalam profesi ini untuk sementara harus dibatasi pengertiannya sebagai keberhasilan untuk terus menulis dan menghasilkan karya, dan mungkin juga bisa memperoleh pendapatan dari aktivitas tersebut.

Profesi sebagai penulis adalah profesi yang banyak didambakan saat ini. Perpindahan hampir semua aktivitas peradaban manusia ke digital telah membuat kebutuhan akan penulisan meningkat berkali lipat. Dalam istilah yang lebih jelas, profesi penulis akan lebih banyak dibutuhkan di masa depan, baik untuk kebutuhan creative writing atau pun technical writing.

Sayangnya untuk para pemula, syarat menjadi seorang penulis seringkali diterjemahkan dengan cara yang salah. Alih-alih melangkah pada track yang benar dan membawa mereka kepada kesuksesan, para pemula ini justru kadang terjebak pada pola yang menyesatkan.

Lalu, bagaimana sebenarnya langkah-langkah yang bisa kamu lakukan sebagai seorang penulis pemula?

Berikut 7 di antaranya yang paling penting;

Cintai Dunia Menulis

penulis pemula yang sukses
Photo by Marcus Aurelius on Pexels.com

Memutuskan untuk menjadi penulis adalah keputusan untuk berdamai dengan kesendirian dan kesepian”

Anton Sujarwo

Rahasia pertama dari materi untuk penulis pemula adalah mereka harus mencintai apa yang mereka kerjakan. Untuk menjadi sukses dalam profesi ini kamu sungguh-sungguh harus mencintai menulis dan segala yang berkaitan dengan pekerjaan ini.

Penting untuk kamu mengartikan cinta kepada profesi menulis sebagai sebuah cinta yang benar-benar cinta mati. Apa pun yang terjadi dengan tulisanmu, entah apakah ada yang membacanya atau tidak, kamu harus dengan senang hati tetap melakukannya.

Beberapa orang mencintai dunia menulis karena itu membuat mereka mendapat uang, terkenal atau yang paling sederhana mungkin mendapat perhatian di sosial media. Tapi, bagaimana jika semua itu tidak kamu dapatkan? Masihkah kamu akan mencintai dunia menulis?

Kamu harus terbiasa duduk berjam-jam di depan laptop, komputer, mesin ketik, atau apa pun yang menjadi media kamu untuk menulis.

Menulis adalah tentang menulis, tentang membaca, tentang mengedit, tentang menulis lagi, dan terus-menerus demikian. Bagaimana kamu akan melakukan pekerjaan yang terlihat sangat membosankan itu jika kamu tidak mencintai menulis?

Memutuskan untuk menjadi seorang penulis adalah keputusan untuk berdamai dengan kesendirian dan keheningan. Kamu akan menghabiskan banyak waktu seorang diri dalam pekerjaan ini.

Jadi, pastikan kamu mencintainya.

Selesaikan Ceritamu

penulis pemula yang sukses
Photo by Ann H on Pexels.com

Apa pun yang kamu mulai, selesaikan.

Apa pun yang kamu tulis, sampaikan hingga kata-kata terakhirnya.

Ini adalah salah satu masalah klasik yang banyak dibahas dalam komunitas penulis pemula bahwa mereka seringkali menghentikan tulisan mereka di tengah jalan. Sepotong pembukaan novel yang hebat tidak akan berarti apa-apa jika novel itu sendiri tidak pernah diselesaikan.

Kamu harus menanamkan tekad pada langkah yang kedua ini untuk menyelesaikan tulisanmu, apa pun yang terjadi. Jangan membuat tulisan kamu terhenti di tengah jalan hanya karena kamu kekurangan mood, terserang writer’s block atau yang paling berbahaya; kehilangan semangat.

Cerita hanya bisa disebut cerita jika itu kamu selesaikan.

Maka selesaikan sampai garis finish.

Sabar, Tekun dan Disiplin

penulis pemula yang sukses
Photo by Ivan Samkov on Pexels.com

Dalam menulis, talenta sehebat apa pun tidak akan banyak berguna, jika tanpa diiringi kerja keras, kedisiplinan dan semangat pantang menyerah

A. Wan Bong

Menulis buku untuk penulis pemula adalah sesuatu yang menarik, menantang dan menentukan. Pada saat kamu bisa menyelesaikan penulisan sebuah buku, kamu telah mencapai sebuah tingkat anak tangga dalam penulisan yang patut dicatat sebagai sejarah.

Namun menulis buku tentu bukan perkara yang gampang, terutama jika kamu tidak siap dengan tiga pondasi utamanya yaitu; kesabaran, ketekunan dan kedisiplinan.

Jika menulis buku antologi bersama beberapa penulis yang lain, kamu mungkin tidak akan dituntut dengan ketat. Tapi jika kamu ingin hanya nama kamu atau nama penamu yang dicetak di atas sampul sebuah buku, maka kamu harus melakukannya dengan tekun, sabar dan disiplin.

Guna menyelesaikan sebuah buku kadang seorang penulis dapat menghabiskan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Semua proses ini akan sangat melelahkan, membosankan dan kadang-kadang membuat frustasi. Tanpa disertai dengan kesabaran menjalaninya, kamu akan berhenti di tengah jalan.

Saya sendiri bahkan bersepakat bahwa sebenarnya penentu kesuksesan dalam menulis yang paling kuat adalah tiga hal ini; disiplin, tekun dan sabar.

Biarkan Semuanya Mengalir

penulis pemula yang sukses
Photo by Jacob Colvin on Pexels.com

Apa pun yang terjadi dalam penulisanmu, biarkanlah.

Jika tulisan kamu harus salah, gagal, dikritik dan ditolak dan lain sebagainya, biarkan saja.

Tapi ingat, kamu tidak boleh menyerah.

Salah satu kesalahan penulis pemula yang membuat mereka tidak bisa melangkah ke jenjang penulisan yang lebih baik adalah kegagalan berhadapan dengan kondisi yang tidak mereka persiapkan sebelumnya. Kamu mungkin tidak siap jika naskah kamu ditolak, tapi itu bisa saja terjadi dalam menulis jadi kamu justru harus mempersiapkan diri menghadapinya.

Bahkan cara menjadi penulis novel di wattpad pun demikian, kamu tidak bisa melangkah ke level yang lebih baik ketika kamu tidak bisa membiarkan apa yang terjadi pada penulisanmu mengalir.

Dan jangan salah, sukses sendiri pun adalah sesuatu yang kamu harus bersiap menghadapinya, karena ada banyak penulis yang ketika buku mereka laku di pasaran, nama mereka mulai  di kenal, dan gaji penulis novel mulai masuk ke kantong mereka, mereka justru terlena.

Intinya adalah; apa pun yang terjadi sebagai perkembangan dalam proses menulismu, keep moving. Gagal, ditolak, salah, bahkan ketika uang dari menulis mulai berdatangan ke rekeningmu, tidak ada boleh ada yang menghentikan kamu untuk menulis.

Miliki Ruangan Khusus Menulis

penulis pemula yang sukses
Photo by George Milton on Pexels.com

Kamu mungkin menganggap hal ini sebagai sesuatu yang sepele karena kamu bisa menulis dimana saja kamu mau. Selama ada laptop, atau komputer, atau pun mesin ketik, menulis tetap dapat berlanjut.

Namun sebenarnya tidak juga.

Memiliki ruang kerja dalam menulis sebenarnya adalah sesuatu yang penting. Meskipun penting workspace tidak harus mewah,  fungsi ensensial dari ruang kerja adalah sebagai areal isolasi untuk mengeksekusi ide dan gagasanmu supaya bebas gangguan.

Dengan ruangan yang memberi kamu keleluasaan untuk menulis, kamu dapat mengkristalkan isi pikiranmu menjadi untaian kata yang terangkai dalam sebuah karya. Terus terang, sulit untuk menulis dengan tenang dan lancar jika di sekelilingmu terdapat banyak gangguan.

Jadi, miliki tempat khusus untuk menulis.

Kamu bisa membuatnya di kamar tidur, di salah satu sudut rumah, atau dimana saja kamu merasa bisa berkonsentrasi dan bebas gangguan.

Amati Sekelilingmu

penulis pemula yang sukses
Photo by Rachel Claire on Pexels.com

Kata-kata paling penting dari langkah ini adalah; mengamati.

Mengamati adalah keterampilan para penulis terkenal dimana mereka mampu menangkap ide-ide hebat terkait penulisan. Mereka mampu melihat berbagai hal yang terjadi di sekeliling kemudian memilah mana yang dapat dijadikan sebagai bagian dari cerita.

Kamu mungkin saja akan terinspirasi dengan pramusaji rumah makan yang menghidangkan makanan untukmu, kemuidan mengubah dialognya dalam cerita. Atau kamu mungkin saja terinspirasi dari penjual sayur keliling yang justru memberi kamu ide bagaimana memulai sebuah opening novel yang menarik.

Sebagai seorang penulis, kamu harus terbiasa untuk mengamati dan menyerap semua informasi yang ada di sekelilingmu sebagai sumber cerita. Amati adalah hal yang tepat untuk menjelaskan situasi ini karena untuk mendapatkan sebuah kisah yang bisa kamu ubah menjadi tulisan, kamu hanya perli melihat, mendengar, merasakan, dan menghindari untuk mengomentarinya.

Amati dan biarkan diri kamu terinspirasi karenanya.

Menulislah untuk Diri Kamu Sendiri

penulis pemula yang sukses
Photo by Gelatin on Pexels.com

Kritik tidak akan menghancurkanmu dan pujian tidak akan membuat kamu lupa dir,i jika kamu menulis untuk dirimu sendiri

A. Wan Bong

Nah, prinsip rahasia yang terakhir dan paling penting adalah kamu harus memastikan bahwa kamu menulis adalah untuk dirimu sendiri.

Lho, kok seperti itu?

Ya, jika kamu menulis untuk orang lain kemudian orang lain tidak menyambut tulisanmu seperti yang kamu harapkan, kamu akan kecewa.

Atau jika kamu hanya menulis berdasarkan alasan ‘bijak’ untuk pembaca atau permintaan pasar, maka ketika pembaca tidak menyukai tulisanmu atau tidak mengapresiasinya, maka kamu bisa depresi.

Namun jika kamu menulis untuk diri kamu sendiri, apa pun hasilnya, bagaimana pun tanggapan orang lain terhadap tulisanmu, kamu tidak akan begitu peduli. Pujian tidak akan membuatmu terbang tinggi, sementara kritik dan mungkin celaan, juga tidak akan membuat kamu terhempas sakit hati.

Saya mempraktikkan ini pada banyak tulisan saya, terutama yang berkenaan dengan buku-buku fiksi.

Saya menulis buku Merapi Barat Daya dan mengatur plotnya sedemikian rupa adalah karena saya menyukainya. Lalu ketika buku ini diapreasiasi sebagai salah satu petualangan terbaik di Indonesia, pujian itu tidak mempengaruhi apa-apa bagi saya kecuali sebagai penambah semangat menulis dan mungkin juga sebagai testimoni untuk mendorong penjualan.

Jadi, penting sekali bagi kamu yang ingin menjadi seorang penulis pemula yang sukses dan produktif untuk memastikan bahwa tulisan kamu itu adalah untuk diri kamu sendiri.

Nah, itu adalah beberapa prinsip yang bisa kamu terapkan untuk menjadi seorang penulis. Jika kamu merasa kesulitan, kamu bisa meminta bantuan saya melalui whatsapp di bawah ini.

InsyaAllah saya akan dengan senang hati membantu kamu.


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 14 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑