BEGINI CARA MENULIS AUTOBIOGRAFI DIRI SENDIRI YANG MENARIK

Tidak diragukan lagi bahwa ada banyak orang yang memiliki kisah hidup menarik untuk diceritakan. Bagaimana menceritakan kisah itulah inti dari cara menulis autobografi diri sendiri. Pada praktiknya, bagaimana pun kamu mengemas ceritanya, pembaca harus menemukannya sebagai sesuatu yang berharga untuk ditelusuri.

Sebagai sebuah catatan langsung dari penulis, autobiografi menawarkan tingkat interaksi yang tak tertandingi bagi para pembaca genre biografi. Untuk orang-orang yang suka mempelajari sesuatu dari sosok-sosok yang menonjol dan terkemuka, autobiografi adalah referensi utama yang menjamin orisinilitas pemikiran murni.

Nah, untuk kamu yang memiliki kisah pribadi yang unik dan terpikir untuk menuliskannya dalam bentuk autobiografi, artikel kali ini saya persembahkan untuk membantu kamu mewujudkannya.

Kamu punya kisah hidup menarik untuk dijadikan buku namun bingung cara menuliskannya?

COBA KONSULTASIKAN DISINI

Cara Menulis Autobiografi Diri Sendiri yang Mudah dan Bisa Dilakukan Siapa Saja

Cara Menulis Autobiografi Dalam 8 Langkah Mudah

http://www.penulisgunung.id

Ketika menyebutkan penulisan kisah pribadi untuk diri sendiri, kita akan selalu dihadapkan pada tiga jenis karya sastra untuk dipilih yakni; autobiografi, biografi, dan memoar.

Tentu saja artikel ini akan menguraikan contoh autobiografi dan signifikansi perbedaannya dengan memoar dan biografi. Namun sekarang, untuk membuat perjalanan mempelajari penulisan kisah hidup manusia ini menjadi lebih mudah, mari kita mulai dengan pengertian autobiografi terlebih dahulu.

Jadi, apa yang dimaksud dengan autobiografi itu?

BACA JUGA:

Pengertian Autobiografi

Source: Pexel

Secara lengkap autobiografi dapat diartikan sebagai sebuah penulisan non fiksi tentang kisah hidup seseorang, yang ditulis langsung oleh orang yang bersangkutan melalui sudut pandang dirinya sendiri.

Sederhananya adalah, jika kamu menulis kisah hidup kamu sendiri dalam sudut pandang kamu sendiri, maka itu sudah cukup untuk disebut autobiografi. Namun tentu saja dalam pelaksanaanya, akan ada beberapa hal yang perlu untuk disesuaikan.

Autobiografi sendiri merupakan sub-genre dari biografi yang merupakan kisah hidup seseorang yang dituliskan oleh orang lain. Lebih lengkapnya mengenai apa itu biografi dan bagaimana cara menuliskanya, dapat kamu baca pada tautan ini.

Di kalangan pembaca secara umum, autobiografi adalag sub genre yang sangat populer.

Buku autobiografi yang baru dirilis oleh tokoh terkenal, dapat dengan mudah menjadi best seller dalam waktu yang singkat. Buku Habibie & Ainun yang ditulis oleh Bacharuddin Jusuf Habibie adalah salah satu contoh autobiografi panjang dan populer di Indonesia.

Contoh lainnya yang juga bisa kamu jadikan referensi adalah buku Chairul Tanjung si Anak Singkong yang ditulis oleh Chairul Tanjung sendiri dan disusun oleh Tjahja Gunawan Diredja.

Perbedaan Autobiografi dan Biografi

pertanyaan untuk penulis
Source: Pexel

Perbedaan paling penting antara autobiografi dan biografi adalah penulisnya. Jika autobiografi ditulis secara langsung oleh orang yang bersangkutan atau subyek penulisan, maka biografi ditulis oleh orang lain yang biasanya adalah seorang sejarawan.

Penulis biografi dikenal karena kepiawaian mereka membangun narasi non fiksi yang kuat tentang kisah hidup tokoh yang menjadi subyek penulisan mereka.

Di Indonesia, kamu dapat menemukan banyak contoh untuk penulisan semacam ini seperti;

  • Muhammad; Sang Nabi, karya Karen Amstrong
  • Muhammad; Kisah Hidup Nabi Berdasarkan Sumber Klasik, karya Martin Lings
  • Ayah: Kisah Buya Hamka, yang ditulis oleh anaknya sendiri, Irfan Hamka
  • 100 Tokoh Paling Berpengaruh Di Dunia, yang ditulis oleh Michael Hart (ini adalah contoh biografi singkat)
  • Islamedina; Si Wajah Cahaya, karya Anton Sujarwo (saya sendiri) yang bukunya bisa kamu dapatkan disini.

Di lain sisi, penulis autobiografi dituntut untuk memiliki keahlian penuh dalam mengeksplorasi kisah hidup dirinya sendiri. Ini seharusnya tidak begitu sulit, namun justru tidak banyak buku autobiografi yang popularitasnya bisa menyamai buku biografi secara umum seperti contoh di atas.

Dan salah satu penyebabnya adalah; ada lebih banyak orang yang tidak tahu cara menulis buku autiobiografi untuk diri mereka sendiri.

Perbedaan Autiobiografi dan Memoar

Photo by Daria Shevtsova

Meskipun tidak identik, autobiografi lebih erat kaitannya dengan penulisan non fiksi lain yang disebut dengan memoar. Namun, meskipun autobiografi dan memoar memiliki banyak persamaan, kedua jenis penulisan ini tidaklah identik.

Ada beberapa perbedaan signifikan antara memoar dan autobiografi yang didasarkan pada strukturnya, cakupannya dan juga gaya bahasanya.

Jika autobiografi ditulis langsung oleh subyek, maka memoar pun demikian. Hanya saja dari sisi cakupan penulisan, memoar memfokuskan bagian kehidupan penulis pada periode tertentu saja. Hal ini berbeda dengan autobiografi yang membahas kehidupan subyek secara lebih komprehensif.

Selain cakupan pembahasan, memoar dan autobiografi juga memiliki perbedaan dalam hal gaya bahasa. Ketika autobiografi memfokuskan penulisan kisah hidup subyek pada peristiwanya, memoar akan lebih berfokus pada pengalaman dan perasaan yang dihadirkan dari peristiwa tersebut.

Dapat diambil contoh perbedaan antara penulisan struktur autobiografi dan memoar sebagai berikut;

Seorang tokoh politik dapat menceritakan keseluruhan kisah hidupnya dalam sebuah autobiografi yang dimulai dari kelahirannya, tumbuh dewasanya, dan waktu-waktu ia kemudian dikenal luas oleh masyarakat. Penulisan ini mencakup peristiwa yang menyeluruh dan diceritakan secara kronologis.

Sementara dalam memoar, tokoh politik tersebut mungkin akan menulis secara khusus mengenai pengalamannya dalam pemilihan umum atau masa karir politiknya yang paling cemerlang. Penulisan ini dapat melibatkan emosionalnya secara khusus dimana ia mungkin merasa was-was dengan hasil electroral, dan lain sebagainya.

BACA JUGA:

6 Hal yang Harus ada Dalam Penulisan Autobiografi

Source: Pexel

Autobiografi sudah seharusnya memuat segala hal yang penting dalam hidup penulisnya.

Akan tetapi, hal ini tidak berarti bahwa segala bentuk kenangan kecil harus kamu tuliskan pula. Beberapa kenangan mungkin terasa spesial untuk diri kamu sendiri, namun ketika kamu memilih menceritakannya kepada pembaca atau orang asing melalui autobiografi, kamu harus lebih selektif.

Pada beberapa contoh autobigrafi diri sendiri yang menarik, penulis sekaligus subyek harus mampu mempertimbangkan mana kenangan yang layak ia bagikan kepada pembaca. Jika tidak ada pelajaran dalam kenangan tersebut, atau tidak ada pula korelasinya dengan pencapaian di momen selanjutnya, sebaiknya tidak perlu kamu ikutkan.

Guna mempermudah kamu memilih mana saja bagian dari perjalanan hidup kamu yang dapat dimasukkan dalam autobiografi dan mana pula yang tidak, berikut adalah beberapa hal esensial yang harus ada dalam seriap penulisan autobiografi.

Gambaran Jelas Asal Usul Pribadi Penulis

Photo by cottonbro

Gambaran asal usul subyek atau diri sendiri penulisan autobiografi meliputi kelahiran, kota asal, sejarah keluarga, profil beberapa anggota keluarga inti, juga orang-orang yang kamu anggap paling penting di masa kecil.

Dapat pula kamu tambahkan dalam gambaran asal usul pribadi ini, mengenai saat-saat penting dalam pendidikan yang kamu jalani.

Intinya adalah; bagian ini mendeskripsikan kehidupan dan asal usul pribadi kamu sebagai subyek supaya dapat dikenal pembaca lebih dekat.

Pengalaman-Pengalaman Penting

Penting pula untuk kamu tambahkan sebagai cara menulis karangan autobiografi mengenai pengalaman signifikan yang kamu alami.

Bagian ini dapat menjadi media bagi kamu untuk menjelaskan kepada pembaca tentang pengalaman apa saja yang memberikan kontribusi padamu yang berpengaruh pula pada karakteristikmu di masa sekarang.

Detail Terperinci dari Bagian-Bagian Kehidupan Profesional

Photo by Daniel McDonald

Ini adalah bagian penting dalam penulisan autobiografi dan pada banyak kasus; merupakan titik balik dimana kamu sebagai subyek pribadi dikenal oleh masyarakat.

Bagian ini adalah bagian yang tidak boleh terlewatkan dalam penulisan biografi atau autobiografi.

Dalam cara menulis autobiografi singkat, bagian ini juga merupakan bagian yang paling banyak diceritakan. Sederhananya adalah, ini adalah bagian yang menjadi alasan mengapa orang-orang tertarik membaca kisah hidup yang kamu tuliskan.

Jadi, pastikan kamu menuliskannya dengan sempurna dan penuh perhatian.

Kisah Kegagalan dan Reaksi yang Diberikan

Orang-orang hebat yang menulis autobiografi mereka, sudah pasti orang yang akrab dengan kegagalan. Akan tetapi, bagaimana mereka menyikapi kegagalan adalah alasan mengapa perjalanan hidup mereka kemudian layak untuk dibagikan.

Jika kamu memiliki pengalaman akan kegagalan terhadap sesuatu, bagikan pula tentang hal tersebut.

Namun yang terpenting selain mengisahkan kegagalan tersebut, kamu juga harus memastikan bahwa reaksi kamu terhadap kegagalan tersebut menjadi pelajaran yang bisa diambil manfaatnya oleh pembaca.

Judul yang Menarik

Photo by Polina Zimmerman

Cara menulis autobiografi yang benar selanjutnya adalah dengan memastikan kamu memberikan judul yang menarik dan menggelitik. Kemampuan memilih judul akan sangat menentukan, meskipun kamu adalah tokoh sudah cukup dikenal.

Hindari untuk menggunakan judul-judul yang terlalu datar seperti “Autobiografiku, Kisah Hidupku, Perjalanan Hidupku”, dan yang semacam itu.

Sebagai gantinya, carilah sesuatu yang mengusik rasa ingin tahu pembaca untuk mengambil buku autobiografimu dan membacanya hingga selesai.

Narasi Orang Pertama

Hal terakhir yang harus ada dalam sebuah penulisan autobiografi adalah sudut pandang orang pertama. Jadi, kamu harus bercerita menggunakan kata ganti aku sebagai pelaku karena memang kamulah yang memiliki semua pengalaman tersebut.

Kata ganti orang ketiga memang cocok untuk penulisan biografi tradisional dimana penulisnya adalah orang lain seperti sejarawan atau sastrawan.

Akan tetapi dalam penulisan autobiografi sekali lagi; gunakan sudut pandang narasi orang pertama.

BACA PULA:

Menulis Autobiografi dalam 8 Langkah Sederhana

Photo by Angela Roma

Memulai penulisan buku secara serius seperti autobiografi dan memoar sudah pasti tidak mudah. Jadi, tidak begitu mengejutkan jika banyak orang termasuk kamu misalnya, mengalami kesulitan.

Nah, untuk membuatnya lebih sederhana dan dapat dipraktikkan dengan mudah, kamu hanya perlu mengikuti delapan langkah berikut ini;

Awali dengan Brainstorming

Tidak ada cara paling mudah dan menarik untuk memulai penulisan autobiografi selain dengan melakukan brainstorming atau pengumpulan ide secara spontan terlebih dahulu.

Dalam langkah yang pertama ini, kamu dapat mengingat-ingat semua kisah hidup yang kamu miliki dan menuliskannya secara garis besar. Apa pun kenangan dalam perjalanan kehidupan kamu yang kamu anggap penting dan kamu rasa menarik pula bagi pembaca, tuliskan saja.

Pastikan untuk mengumpulkan semua ide yang lengkap dari awal hingga hari dimana kamu berada saat ini. Masa kecil, pendidikan, keluarga, momen-momen berharga semasa kanak-kanak, semuanya dapat kamu masukkan dalam proses brainstorming.

Walau tidak semua kenangan itu dapat dimasukkan dalam naskah buku autobiografimu nantinya, namun dalam langkah pertama ini kumpulkan saja semuanya.

Buat Kerangka Autobiografi

Source: Pexel

Setelah kamu mengumpulkan berbagai ide dalam perjalanan hidupmu pada tahap brainstorming, kini saatnya untuk memilah-milah mana saja dari ide tersebut yang dapat kamu masukkan dalam autobiografi.

Nah, cara yang mudah dan menyenangkan untuk memilah mana saja ide dan kenangan yang layak masuk dalam autobiografi adalah dengan membuat garis besar cerita atau outline. Kamu dapat menyusun berbagai peristiwa dalam hidupmu secara kronologis berdasarkan tahapan-tahapan yang membentuk dirimu saat ini.

Berbagai episode paling menarik dalam hidupmu, dapat kamu susun pada tahapan outlining ini.

Jika kamu mampu menyusun dan membagikan berbagai peristiwa menarik yang kamu alami sepanjang buku, akan sulit pembacamu untuk tidak menyelesaikan membaca biografimu hingga selesai.

Lakukan Riset

Tidak ada manusia yang dapat mengingat secara mendetail perjalanan hidup mereka secara keseluruhan, terutama pada masa kecil. Jadi untuk menyempurnakannya autobiografimu, kamu tentu saja juga membutuhkan riset atau penelitian.

Untuk mengingat kembali informasi dan detail-detail peristiwa dalam tiap episode hidupmu, kamu bisa melakukan riset dengan mewawancari keluarga, teman dekat atau orang-orang yang memiliki keterkaitan erat dengan episode tersebut.

Tulis Naskah

Source: Pexel

Setelah melewati berbagai tahapan dari brainstorming, outlining dan riset, sekarang kamu siap untuk menggarap naskah pertama dari autobiografimu.

Mantranya dalam tahapan ini adalah; Tuliskan saja atau just write!

Naskah pertama ini mungkin saja sangat panjang lebar, kurang fokus, bertele-tele dan tidak detail membahas peristiwa yang penting dalam autobiografimu. Namun naskah pertama selalu begitu, bahkan untuk penulis profesional dengan pengalaman dan jam terbang tinggi sekali pun.

Jadi, kembali saja ke mantranya; tuliskan saja tanpa harus merasa khawatir.

BACA JUGA:

Ambil Jeda

Photo by Liza Summer

Jika penulisan naskah autobiografimu sudah selesai ditulis, yang harus kamu lakukan selanjutnya adalah melupakannnya untuk beberapa saat.

Maksudnya adalah; istirahatlah dulu dan ambil jeda untuk beberapa waktu.

Kamu membutuhkan pikiran yang segar dan situasi yang fresh saat membaca naskah ulang autobiografimu nantinya. Dan ini tidak bisa dilakukan jika kamu tak mengambil jeda setelah menulis naskah pertamanya selama berbulan-bulan.

Jadi, biarkan benak dan pikiranmu segar terlebih dahulu dengan mengambil jeda.

Koreksi dan Proofreading

Setelah kamu merasa cukup segar kembali dengan mengambil jeda beberapa minggu, saatnya kembali ke naskahmu dan melakukan koreksi.

Dalam penulisan autobiografi seperti ini, fokus yang harus kamu berikan bukanlah kesalahan typo semata. Akan tetapi yang paling penting adalah mengidentifikasi kenangan-kenangan lemah yang tidak seharusnya ada dalam autobiografimu.

Cara menulis struktur autobiografi terbaik dalam tahapan ini adalah dengan memposisikan dirimu sebagai pembaca autobiografi orang lain. Tanyakan pada dirimu sendiri; apa yang kamu inginkan saat membacanya?

Nah, jawaban itu juga yang harus kamu terapkan dalam autobiografimu.

Lakukan Revisi

Photo by Ketut Subiyanto

Setelah berbagai catatan tentang momen-momen lemah yang telah kamu hilangkan dari narasi, sekarang adalah waktunya melakukan revisi.

Ubah semaksimal mungkin yang bisa kamu lakukan. Jika satu bagian membutuhkan tulis ulang, jangan ragu untuk melakukannya lagi. Ini akan menjadi proses yang panjang dan melelahkan.

Namun, bukankah tidak ada pencapaian hebat yang bisa didapatkan dengan mudah? Termasuk pula dalam menulis buku autobiografimu ini.

Untuk menyempurnakan bagian ini, tidak ada salahnya untuk menunjukkan naskah yang kamu tuliskan kepada orang-orang yang kamu percayai pendapatnya. Syukur-syukur jika kamu memiliki kenalan editor profesional, pendapatnya akan sangat berharga untuk kamu pertimbangkan.

Sempurnakan dan Publikasikan

Kamu mungkin akan mengulang proses koreksi, proofreading, editing dan revisi berkali-kali. Tidak ada angka magic untuk membuatnya sempurna, namun meminta pendapat orang lain selalu dapat dijadikan alat bantu yang memadai.

Pastikan kamu meminta penilaian orang baru setelah merevisi naskahmu.

Ini mungkin akan memakan waktu lama dan butuh penyesuaian disana-sini. Namun, tujuan terpentingnya adalah kamu dapat menyampaikan kebenaran kisah hidupmu yang menginspirasi itu tanpa melakukan rekayasa dalam buku autobiografi.

Butuh Bantuan untuk Menulis Autobiografimu?

Photo by Arina Krasnikova

Semestinya dengan semua penjelasan cara menulis autobiografi diri sendiri di atas, kamu sudah langsung dapat mempraktikkannya dengan mudah.

Kamu hanya perlu mengikuti langkah-langkahnya dengan disiplin, untuk kemudian kedisiplinan itulah yang akan membawamu kepada keberhasilan hingga naskah final.

Namun jika kamu masih menemukan kesulitan melakukannya, kamu tentu saja dapat menghubungi www.penulisgunung.id dan meminta bantuan secara profesional untuk menyelesaikan autobiografimu.

Jadi, jangan ragu untuk menghubungi saya, ya.

BACA PULA:



Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: