BEGINI CARA MENULIS PROLOG NOVEL YANG SETIAP PENULIS HARUS TAHU

Seorang penulis yang memahami cara menulis prolog novel yang baik akan mampu mengaduk perasaan pembaca bahkan sebelum mereka memasuki bab pertama. Prolog dalam novel itu seperti hidangan pembuka, sebuah cara untuk mengikat ‘lidah’ pembaca atau bahkan mengusirnya ketika membuka lembaran pertama sebuah karya sastra.

Lantas, apa sebenarnya prolog itu? Apakah prolog sama dengan pendahuluan atau kata pengantar? Bagaimana pula cara membuat prolog dalam novel untuk mendapatkan imbas yang maksimal bagi pembaca?

Berikut ulasan lengkapnya.

BACA JUGA:

Berani?

Satu bulan punya buku atas nama kamu sendiri?

Pengertian Prolog, Cara Menulis Prolog Novel dan Fungsi Prolog dalam Penulisan Karya Sastra

Source: Unsplash

Hal pertama yang perlu kamu ketahui ketika berbicara tentang prolog adalah ini hanya diaplikasikan pada karya sastra. Jadi, prolog hampir tidak pernah ada dalam penulisan karya non fiksi.

Menulis prolog adalah cara yang tidak wajib bagi seorang penulis sastra. Namun, bukan berarti kamu bisa mengabaikanya begitu saja. Layaknya hidangan pembuka, prolog bisa menjadi sesuatu yang akan membuat pembaca jatuh cinta bahkan sebelum mereka masuk ke bab pertama.

Namun, ada juga prolog novel yang justru terlihat tidak efektif disematkan penulis. Bukannya membuat pembaca menjadi lebih tertarik untuk tenggelam pada lembar-lembar karya mereka, prolog yang tidak tepat bahkan membuat novel mereka kehilangan daya tarik pada saat dibuka.

Dengan pengaruh seperti ini, sebagai penulis kamu tentu ingin memahami cara membuat prolog novel yang menarik, bukan?

Pengertian Prolog

Source: Unsplash

Jadi, apa yang dimaksud dengan prolog itu?

Prolog berasal dari bahasa Yunani yaitu pro dan logos yang secara sederhana artinya adalah ‘sebelum kata’. Prologos digunakan oleh seniman teater Yunani kuno untuk membuka pertunjukan mereka. Ini seperti sebuah awalan opening menuju babak pertama.

Dalam artian yang lebih aktual, prolog adalah tulisan yang terdapat pada awal sebuah karya sastra yang terpisah dari cerita utama dan ditempatkan sebelum bab pertama. Prolog biasanya digunakan oleh sastrawan untuk memperkenalkan karakter, memperkenalkan setting atau latar belakang.

Prolog sudah pasti memiliki benang merah dengan cerita utama. Hanya saja pada umumnya, relevansi antara prolog dan cerita utama tidak akan terlihat hanya dengan membaca prolog saja.

Tujuan Prolog dalam Penulisan Karya Sastra

Source: Unsplash

Sebelum kamu mempelajari cara membuat prolog novel yang baik, kamu juga harus mengetahui untuk apa sebenarnya penulisan prolog?

Prolog tentu tidak ditempatkan oleh penulis tanpa tujuan dalam karya mereka. Beberapa penulis modern mengatakan bahwa prolog adalah sebuah peta petunjuk atau gerbang sebelum pembaca mereka masuk ke dalam inti cerita.

Prolog dalam peran ini tidak hanya melengkapi halaman buku sastra semata. Namun, prolog juga membantu pembaca untuk memvisualisasikan cerita seperti apa yang akan mereka temui dalam cerita utama sebuah buku nantinya.

Beberapa tujuan yang paling umum dalam penulisan prolog misalnya adalah;

  • Memberi bayangan kepada pembaca peristiwa apa saja yang akan datang dalam inti cerita utama.
  • Memberikan informasi latar belakang cerita. Atau juga bisa menjadi media untuk memberikan informasi latar belakang konflik utama cerita.
  • Membantu menetapkan sudut pandang karakter utama atau karakter lain yang menjadi salah satu pemegang kunci rahasia keseluruhan cerita.
  • Dan lain sebagainya.

Perbedaan Antara Prolog, Pra Kata, Pendahuluan dan Kata Pengantar

Source: Unsplash

Serangkaian tulisan yang ditempatkan pada awal buku sebelum masuk pada cerita yang sebenarnya, bukan hanya ada pada pengertian prolog. Di samping prolog, kita juga mengenal istilah kata pengantar, pra kata dan pendahuluan. Menariknya, empat istilah ini serupa tapi tak sama.

Nah, apa perbedaan antara prolog dengan pra kata? Perbedaan prolog dengan kata pengantar? Dan apa pula perbedaan prolog dengan pendahuluan?

Supaya lebih mudah untuk memahaminya, Penulis Gunung ID akan menyederhanakannya sebagai berikut.

BACA JUGA:

Kata Pengantar

Source: Unsplash

Cara membuat prolog novel sudah pasti berbeda dengan cara membuat kata pengantar walau fungsinya hampir sama.

Kata pengantar biasanya dibuat dalam sudut pandang penulis, bukan karakter atau tokoh yang diceritakan. Kata pengantar hampir dapat dipastikan hanya ada dalam penulisan karya non fiksi. Meskipun ada beberapa karya fiksi yang juga menggunakannya seperti Hamka dalam Tenggelamnya Kapal Van der Wijck untuk menginformasikan penerbitan.

Isi kata pengantar pada umumnya adalah penjelasan mengenai asal usul, tujuan penulisan buku, dan kadang-kadang menjadi media untuk menyebutkan orang-orang yang dianggap berkontribusi dalam penulisan buku tersebut.

Oleh karena itu pada kata pengantar, kamu akan terbiasa menemukan ucapan terimakasih dari penulis untuk orang-orang yang ia anggap memiliki kontribusi langsung atau tidak langsung bagi bukunya.

Pra Kata

Source: Unsplash

Pra kata juga ditempatkan pada bagian awal sebuah karya tulis yang kebanyakan adalah non fiksi. Menulis pra kata mungkin sama seperti cara membuat prolog dalam novel. Keduanya sama-sama dipergunakan sebagai cara untuk memperkenalkan cerita utama kepada pembaca.

Jika demikian, lalu apa yang membedakan antara pra kata dan prolog?

Pembeda antara dua jenis tulisan ini adalah penulisnya sendiri.

Jika prolog ditulis oleh penulis novel atau pengarang karya sastra itu secara langsung, maka pra kata biasanya berbeda.

Penulis pra kata biasanya adalah seorang yang expert, kritikus, ahli materi pembelajaran, atau tokoh lain yang memiliki relevansi dengan tema penulisan karya tersebut. Hal yang pasti adalah, pra kata bukan ditulis oleh penulis novelnya langsung.

Pra kata pada umumnya ditulis berdasarkan pengalaman yang dimiliki oleh orang yang menuliskannya. Pengalaman ini kemudian memiliki relevansi dengan cerita utama yang diangkat oleh penulis bukunya sendiri.

Nah, relevansi inilah kemudian yang digunakan oleh penulis pra kata untuk memperkenalkan sebuah karya tulis kepada para pembaca.

Pendahuluan

Source: Unsplash

Pendahuluan sudah pasti ditulis oleh penulis sebuah karya tulis secara langsung. Pendahuluan juga sangat umum digunakan dalam karya non fiksi dan hampir tidak pernah diaplikasikan untuk jenis penulisan fiksi.

Pendahuluan biasanya berisi informasi tambahan yang berguna bagi pembaca untuk lebih mudah memahami subjek penulisan pada buku non fiksi. Pendahuluan umumnya membahas tentang sejarah, tentang garis besar subyek yang diceritakan, dan lain sebagainya.

Di Indonesia, hampir semua buku non fiksi menggunakan pendahuluan sebagai cara untuk memperkenalkan cerita utama. Ini adalah metode yang umum dan efektif untuk memperkenalkan sebuah karya kepada pembaca sebelum masuk ke bab yang pertama.

BACA JUGA:

Beberapa Contoh Prolog yang Terkenal dalam Karya Sastra

Sebagai ilustrasi untuk memperjelas bagaimana cara membuat prolog novel yang menarik akan sangat mempengaruhi suatu cerita, ada beberapa contoh yang bisa kamu pelajari dalam karya-karya yang terkenal lagi populer.

Berikut dua  di antaranya;

Novel Jurassic Park karya Michael Crichton Tahun 1990

Source: Unsplash

Saya berani bertaruh bahwa kamu pasti pernah menonton film Jurassic Park, kan?

Atau setidaknya, kamu pasti pernah mendengar istilah Jurassic Park yang langsung menggambarkan imajinasi makhluk purba paling terkenal; Dinosaurus.

Dalam novelnya sendiri, Michael Crichton memulai cerita utamanya dengan sebuah prolog.

Cara menulis prolog yang diadaptasikan oleh Crichton adalah dengan membuat sebuah adegan singkat dimana seorang dokter sedang memeriksa pasien di desa terpencil.

Pasien itu nampak habis diserang oleh binatang buas dan membutuhkan penanganan serius. Kemudian, prolog ini ditutup dengan sang pasien yang seolah terbangun dari pingsannya dan berteriak dengan ucapan keras “Raptor!”

Novel Romeo and Juliet Karya William Shakespeare Tahun 1591 – 1595

Source: Unsplash

Cara membuat prolog  novel yang paling terkenal mungkin adalah yang dilakukan oleh William Shakespeare dalam karya monumentalnya; Romeo and Juliet.

Untuk membuka imajinasi pembaca pada cerita novel legendarisnya, Shakespeare membuka cerita dengan prolog berbentuk soneta atau sajak. Sajak ini menjelaskan apa yang akan pembaca dapatkan dan cerita utama dan konflik apa pula yang terjadi di sana.

Soneta Shakespeare dalam Romeo and Juliet juga bahkan memberikan informasi kota Verona sebagai latar belakang cerita. Dan tidak hanya itu, dalam soneta prolognya Shakespeare juga menyampaikan akhir tragis dari kisah yang ia tuliskan tersebut.

Bagaimana Cara Menulis Prolog Novel dalam 5 Tips yang Sangat Mudah

Sekarang, setelah kamu mengetahui apa itu prolog dalam penulisan novel dan apa pula perbedaanya dengan pendahuluan atau pun kata pengantar, kamu mungkin tertarik untuk menulis prolog dalam novel milikmu sendiri, kan?

Namun, bagaimana caranya?

Cara membuat prolog novel untuk pemula tidak akan terlalu sulit, terutama jika kamu menggunakan lima tips menulis prolog berikut ini.

Gunakan Sebagai Cara Memperkenalkan Tokoh Utama

Source: Unsplash

Prolog yang pertama dapat kamu gunakan untuk memperkenalkan tokoh utama atau karakter utama cerita.

Proses ini dapat kamu lakukan dengan membuat sudut pandang yang berbeda misalnya dalam penulisan prolog. Kamu juga dapat membuat tokoh utama seakan-akan berbicara secara langsung kepada pembaca dalam prolog.

Di samping memperkenalkan tokoh utama, prolog juga dapat digunakan untuk memperkenalkan setting cerita dan latar belakang cerita utama.

BACA JUGA:

Pikat Membaca dengan Memberi beberapa Petunjuk

Prolog adalah sesuatu yang akan ditelusuri pertama kali oleh pembaca sebelum mereka masuk ke bab pertama. Jadi, pastikan kamu membuatnya menarik.

Cara membuat prolog novel yang menarik dapat kamu lakukan misalnya dengan memberikan beberapa petunjuk kemana jalan cerita akan mengarah. Ini seperti memberi pembaca kerlip-kerlip senter untuk menunjukkan mereka arah jalan yang akan mereka tempuh di tengah gulita tanda tanya alur cerita.

Hindari Membuang Informasi dalam Prolog

Source: Unsplash

Mantra yang paling tepat sebelum menulis prolog adalah dengan menanyakan kepada diri kamu sendiri; Apa yang benar-benar perlu diketahui pembaca sebelum mereka masuk ke cerita yang sebenarnya?

Penting untuk kamu catat bahwa dalam prolog, jangan pernah membuang-buang informasi yang semestinya hanya ada dalam inti cerita.

Prolog ‘hanya’ magnet yang seharusnya membuat pembaca menjadi lebih penasaran pada  cerita utama. Bukannya membuat mereka justru merasa tidak antusias lagi karena sudah mendapatkan penjelasan yang lebih dari cukup.

Gunakan Sudut Pandang dan Perspektif yang Berbeda

Tips selanjutnya sebagai cara menulis prolog di wattpad atau dimana saja yang menjadi media kamu menulis adalah dengan menggunakan sudut pandang yang berbeda dari cerita utama.

Misalnya begini;

Dalam cerita utama kamu menggunakan sudut pandang tokoh utama protagonis untuk bercerita. Segala sesuatu yang terjadi akan kamu lihat berdasarkan perspektif protagonis.

Nah untuk membuat prolog novel yang bagus, kamu dapat menggunakan perspektif yang berbeda. Kamu misalnya dapat menggunakan sudut pandang seorang ahli, seorang sejarawan, atau seseorang yang sama sekali berbeda dari karakter utama cerita.

Jaga Prolog untuk Tetap Singkat

Source: Unsplash

Sebagai hidangan pembuka atau pengecap rasa cerita yang sebenarnya, prolog seharusnya tidak panjang-panjang.

Tujuan utama dari penulisan prolog adalah menarik perhatian pembaca untuk dapat memasuki cerita dengan antusiasme yang terjaga. Jadi pastikan prosesnya singkat dan hanya menggunakan adegan yang paling menarik saja.

BACA JUGA:

Nah itu adalah 5 tisp ampuh yang bisa kamu ikuti untuk membuat prolog novel yang menarik. Sebagai tambahan dalam penulisan prolog, jang terlalu terobsesi untuk mengeditnya sebelum naskah cerita utama selesai.

Jadi, selamat mencoba untuk menulis prolog, ya!

Kamu punya kisah hidup menarik untuk dijadikan buku namun bingung cara menuliskannya?

COBA KONSULTASIKAN DISINI


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: