7 CERITA INSPIRATIF ISLAMI TERBAIK YANG PALING JARANG DICERITAKAN

Sepanjang sejarah, dunia muslim dipenuhi dengan cerita inspiratif islami yang tersebar dalam berbagai rentang waktu. Kamu tentunya sudah tidak asing dengan berbagai kisah motivasi islam yang menyentuh hati, baik itu tentang kedermawan, keteladanan, pemaaf, kebaikan dan lain sebagainya.

Nah, kali ini Penulis Gunung juga ingin ikut serta mengisahkan kembali beberapa cerita yang terbaik diantaranya.

Apa saja renungan kisah inspiratif islam tersebut?

Yuk, dibaca sampai selesai, ya.

7 Cerita Inspiratif Islami Pilihan Terbaik Sepanjang Masa

Source: Unsplash

Kamu pasti sudah membaca buku 1001 malam, bukan?

Nah, jika kamu menganggap kisah yang akan dituturkan dalam artikel ini seperti halnya cerita dalam 1001 malam, kamu  keliru. Penulis Gunung sama sekali tidak bercerita fiksi kali ini, melainkan kisah-kisah keteladanan yang sungguh-sungguh terjadi dalam dunia islam.

Kisah ini diambil dari banyak sumber. Namun ini sebenarnya adalah bocoran sebuah buku yang sedang saya susun saat ini. Cerita inspiratif islami untuk remaja bahkan untuk semua kalangan usia, berusaha Penulis Gunung hadirkan dalam bahasa yang mudah dipahami oleh berbagai kalangan usia.

Bukunya sendiri saat masih dalam proses pengumpulan ide dan riset.

Namun, saya tidak terlalu ‘menempatkannya’ sebagai sesuatu yang eksklusif sehingga tidak ingin diketahui orang lain selain melalui bukunya sendiri. Semakin cepat dan banyak orang-orang yang mengetahui kisah inspiratif islami penuh keteladanan seperti ini, maka semakin bermanfaatlah apa yang ditulikan.

Jadi, apa saja kisah inspiratifnya?

BACA PULA:

Kisah Percakapan Sultan Nuruddin Zanki dan Gurunya Sebelum Ajal

Source: Hidayatullah

Apakah kamu tahu siapa itu Nuruddin Zanki?

Nuruddin  Zanki adalah seorang sultan yang alim, bijaksana dan gagah berani. Beliau hidup satu generasi sebelum sultan Shalahuddin Al Ayyubi berkuasa. Baik Nuruddin Zanki mau pun Shalahuddin Al Ayyubi adalah pahlawan perang salib yang terkenal itu.

Kisah tentang Nuruddin Zanki tidak akan banyak kamu temukan dalam berbagai artikel populer. Kisah dirinya hanya ditemui oleh orang-orang yang memang suka membaca sejarah. Buku yang menceritakan tentang kepahlawanan Nuruddin Zanki tebalnya hampir 500 halaman yang artinya ini adalah cerita inspiratif islami panjang untuk dibaca dan dipelajari.

Penulis Gunung tidak mungkin menyampaikan panjang lebar tentang apa saja langkah strategis Sultan Nuruddin Zanki dalam sejarah jihadnya. Akan tetapi kisah inspiratif antara beliau dan gurunya ini adalah salah satunya.

Setelah sembuh dari sakit, Nuruddin Zanki dan gurunya berkuda di luar istana dan terjadilah pembicaraan berikut;

“Jika Allah berkehendak, bisa jadi bulan depan kita tidak akan melihat Damaskus lagi” tutur sang guru di atas punggung kudanya.

“Jangan begitu” jawab Nuruddin Zanki sopan.

“Karena jika Allah berkehendak, pekan depan bahkan kita tidak akan bisa melihat Damaskus lagi” sambungnya kemudian.

Apa yang terjadi setelahnya?

Sang guru wafat satu bulan tepat setelah pembicaraan itu.

Sementara Sultan Nuruddin Zanki?

Ia wafat hanya satu minggu setelah ia dan gurunya berbicara tentang ajal seperti di atas. Allah seolah telah mengilhami keduanya tentang maut yang sudah dapat mereka rasakan kehadirannya.

Kisah Sultan Umar bin Abdul Aziz yang Memaafkan Pembunuhnya

Source: Unsplash

Kamu pasti sudah tahu bahwa wafannya Khalifah Umar bin Abdul Aziz lantaran diracuni oleh salah satu orang kepercayaannya. Menariknya, sang Khalifah tahu bahwa beliau sakit karena diracun dan ia pun tahu siapa yang meracuninya serta siapa pula yang memerintahkannya.

Tapi coba kamu tebak mengapa kisah ini layak menjadi kisah islami yang sangat inspiratif?

Itu karena Khalifah Umar bin Abdul Aziz mengatakan kurang lebih seperti ini kepada pembunuhnya.

“Aku tahu kamu yang meracuniku. Dan aku juga tahu siapa yang menyuruh kamu untuk melakukannya. Ketahuilah bahwa aku telah memaafkanmu. Tetapi kamu segeralah pergi dari istana ini, sebelum orang yang menyuruhmu untuk meracuniku akan menghukummu karena perbuatanmu”

Lihat, bagaimana kemuliaan hati Sang Khalifah.

Saya tidak perlu panjang lebar menjelaskan betapa inspiratifnya cerita itu. Kamu langsung dapat memahaminya sendiri ketika posisi kamu sebagai raja yang bisa melakukan segalanya memilih untuk memaafkan orang yang meracuninya.

Bahkan lebih dari itu, sang raja berhati mulia itu juga menyelamatkan pembunuhnya.

Kisah Khalifah Umar bin Khattab dan Gadis Penjual Susu

Source: Correcto.id

Ini adalah kisah inspiratif yang sangat populer tapi tak bosan rasanya mendengarkan banyak sekali pelajaran di dalamnya.

Suatu malam Khalifah Umar bin Khattab dan salah satu pembantunya berkeliling dari rumah ke rumah untuk mendengarkan dan melihat secara langsung kondisi rakyatnya. Ini adalah salah satu kebiasaan yang memang sering dilakukan Khalifah.

Ketika rasa lelah karena berkeliling itu datang, beliau akan mengajak pembantunya untuk beristirahat.

Malam itu Khalifah beristirahat sambil bersandar pada dinding sebuah rumah. Tanpa mereka rencanakan, pembicaraan tuan rumah dan anak gadisnya di dalam rumah terdengar pula oleh telinga sang Khalifah.

“Tambahi saja dengan air susunya, Anakku. Supaya kita bisa mendapatkan uang lebih banyak besok pagi” ujar si Ibu pemilik rumah pada anak gadisnya yang sedang mengaduk susu.

Anak gadisnya menoleh sambil menatap penuh tanda tanya pada sang ibu

“Tidakkah ibu takut Khalifah Umar akan mengetahui perbuatan kita?” balasnya kemudian.

“Jangan khawatir, Khalifah tidak ada disini. Ia tidak akan tahu” sang ibu memberi alasan.

“Betul Amirul Mukminin tidak melihatnya. Tapi Allah melihat kita, Bu. Tidak ada yang tersembunyi dari pandangan Allah”

Sang ibu terdiam mendengar ucapan anak gadisnya, begitu juga dengan Khalifah Umar bin Khattab. Akan tetapi ia meminta kepada pembantunya untuk menandai rumah tersebut.

Kemudian Khalifah Umar pulang dan meminta salah satu anaknya untuk menikahi gadis penjual susu itu. Dikarenakan hanya putera bungsunya yang belum menikah, maka gadis penjual susu itu kemudian dinikahkan dengan putera bungsu Khalifah Umar bin Khattab.

Nah, tahukah kamu apa yang terjadi beberapa puluh tahun kemudian sebagai buah dari kisah inspiratif islam sahabat nabi Umar bin Khattab ini?

Pernikahan putera Khalifah Umat bin Khattab dan si penjual susu pada akhirnya menghasilkan keturunan generasi yang luar biasa. Salah satu diantaranya adalah lahirnya Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang diceritakan pada kisah yang kedua.

BACA JUGA:

Kisah Sultan Shalahuddin Al Ayyubi dan Pesta Pernikahan

Source: Googreads

Kamu sudah pasti mengenal nama ini: Shalahuddin Al-Ayyubi, pahlawan perang salib, tokoh yang disegani kawan dan lawan, sosok pemaaf yang gagah berani dan berhati mulia.

Dalam sebuah penyerangan ke salah satu bentang pasukan Kristen, Sultan Shalahuddin pernah ditemui oleh seorang perempuan yang berkata seperti ini kepada beliau.

“Tuan, saya mengetahui kemuliaan hati Anda. Anda adalah raja yang bijaksana. Saya ingin memohon kepada Tuan untuk tidak menyerang benteng ini karena putera saya sedang menikah dan sedang diadakan pesta di dalamnya”

Menurut pendapat kamu, apa yang akan dilakukan Sultan Shalahuddin setelah mendengar permintaan perempuan dari pasukan kristen itu?

Tindakan Shalahuddin inilah kemudian yang membuat kisah ini layak untuk diceritakan kepada siapa saja sebagai salah satu contoh renungan kisah inspiratif islami yang menyentuh hati.

Sultan Shalahuddin Al Ayyubi kemudian memerintahkan kepada pasukannya untuk tidak menyerang bagian benteng dimana pesta pernikahan itu sedang diadakan. Pengepungan terus berlanjut, namun Sultan Shalahuddin juga menunjukkan kelasnya sebagai salah satu panglima perang yang memang layak untuk diteladani.

Kisah Atikah dan Minyak Kasturi

Source: Unsplash

Atikah adalah isteri Khalifah Umar bin Khattab dan ia adalah isteri yang penurut kepada suaminya.

Pada suatu ketika Khalifah Umar bin Khattab kedatangan banyak minyak wangi dan minyak ‘anbar yang bahan bakunya berasal dari ikan.

Melihat jumlahnya yang cukup banyak, Khalifah Umar bin Khattab pun berkata kurang lebih seperti ini;

“Demi Allah, aku membutuhkan seorang perempuan yang pandai dalam menimbang supaya ia dapat menimbang minyak wangi ini untuk aku bagikan kepada kaum muslimin”

Mendengar hal tersebut, Atikah isteri khalifah pun menyahutinya;

“Aku pintar menimbang, mari aku timbangkan minyak wangi itu untukmu”

Tebak apa yang kira-kira akan menjadi jawaban Khalifah Umar. Meskipun ini bukan kisah inspiratif islami tentang wanita, namun inilah jawaban Umar bin Khattab.

“Tidak!”

“Mengapa?” isterinya keheranan.

“Karena aku khawatir kamu akan mengambilnya dengan cara seperti ini (Khalifah mengusap lehernya dengan jari-jari di kedua tangannya) dan kamu menyeka lehermu dengan minyak wangi ini. Dengan cara seperti itu, kamu telah mengambil hak kaum muslimin”

Lihat, betapa hati-hatinya seorang Umar bin Khattab dalam hal harta rakyatnya.

Kisah Syaikh Abdul Qadir Jaelani dan Uang 40 Dirham

Source: Unsplash

Ini juga adalah kisah inspiratif islami yang sudah cukup populer, Kamu mungkin saja sudah pernah mendengar kisah ini sebelumnya.

Saat kecil, oleh ibunya Syaikh  Abdul Qadir Jaelani diminta untuk menuntut ilmu ke negeri yang jauh. Abdul Qadir pun berangkat bersama serombongan kafilah. Sebagai bekal, ibunya menitipkan uang sebanyak 40 dirham yang dijahitkan dalam kantong pakaian Syaikh Abdul Qadir.

Di tengah perjalanan rombongan itu dirampok, termasuk juga syaikh Abdul Qadir Jaelani. Setelah semua orang diperiksa dan diambil harta benda mereka, kepala perampok itu pun berkata kepada Syaikh Abdul Qadir.

“Kami telah menggeledah semua barang dan mengambilnya, tetapi, kami tidak menemukan harta berhargamu. Apakah kamu memiliki uang atau harta, Anak muda?”

“Iya, aku memiliki uang 40 dinar” jawab Syaikh Abdul Qadir Jaelani dengan jujur.

“Dimana kamu menyembunyikannya?”

Syaikh Abdul Qadir Jaelani pun menunjukkan dimana ibunya menjahitkan uang itu untuknya, dan dengan mudah ditemukan oleh si kepala perampok. Melihat kejadian itu, kepala perampok jadi penasaran dan berkata kepada Abdul Qadir Jaelani.

“Mengapa kamu mengatakannya? Padahal kami sudah menggeledah semua barang-barang milikmu dan tidak menemukannya”

Dengan polos dan tenang Abdul Qadir Jaelani menjawab.

“Ibuku berpesan bahwa aku harus berkata jujur, dan itulah yang aku lakukan”

Ini bukan akhir dari kisah inspiratif mengharukan islami dari Syaikh Abdul Qadir Jaelani ini, karena kepala perampok itu kemudian terpukul melihat kejujuran Abdul Qadir Jaelani yang kemudian membuka pintu hatinya untuk bertaubat.

BACA JUGA:

Kisah Abu Ubaidah dan Serpihan Roti

Source: Unsplash

Nah, kisah pilihan terakhir dari 7 cerita inspiratif islami yang akan Penulis Gunung bagikan untuk kamu adalah tentang Abu Ubaidah bin Al Jarrah. Abu Ubaidah sendiri adalah seorang sahabat Rasullullah dan ia hidup hingga kekuasaan khalifah Umar bin Khattab.

Ketika Syria sudah berhasil ditaklukkan, oleh Khalifah Umar bin Khattab diangkatkan Abu Ubaidah sebagai gubernurnya. Abu Ubaidah terkenal dengan hidupnya yang sederhana dan kemuliaan budinya yang sangat baik.

Sewaktu berkunjung ke Syria, Khalifah Umar bin Khattab meminta untuk melihat rumah Abu Ubaidah yang merupakan orang paling berkuasa di sana. Akan tetapi Abu Ubaidah menolaknya dengan mengatakan;

“Apa yang akan engkau lakukan di rumahku? Engkau akan memeras air matamu karenaku”

Namun Khalifah Umar bersikeras dan masuklah ia ke dalam rumah Abu Ubaidah, sang Gubernur wilayah yang kaya itu.

Namun di dalam rumah, Khalifah Umar bin Khattab tidak melihat apa pun kecuali pedang, perisai, pelana kuda, piring dan tempat air minum. Khalifah kemudian bertanya;

“Dimana barang-barangmu? Bukankah kamu adalah seorang penguasa? Apakah kamu punya makanan?”

Mendengar pertanyaan itu, Abu Ubaidah kemudian berjalan menuju sebuah keranjang. Dari dalamnya ia mengambil beberapa serpihan roti yang kemudian ia hidangkan kepada Khalifah Umar bin Khattab.

Mendapati kondisi itu, Khalifah Umar bin Khattab langsung menangis. Setelah reda tangisnya, beliau kemudia  berkata;

“Dunia telah merubah kami semua, kecuali engkau, wahai Abu Ubaidah”.

BACA JUGA:

Source: Unsplash

Nah, itu adalah beberapa kisah pilihan islami yang paling inspiratif dan paling jarang pula diceritakan. Kamu dapat melihat bahwa kisah-kisah itu penuh dengan keteladanan, kejujuran, kemuliaan hati dan juga kesederhanaan, bukan?

Di luar sana, ada banyak cerita inspiratif islami yang dapat dengan mudah kamu temukan yang semuanya akan memberi pelajaran untuk kita semua. Hal paling penting dari kisah-kisah ini adalah bagaimana kita mengaplikasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan kita sendiri sebagai pembacanya.

Oh ya, InsyaAllah saya juga sedang mengumpulkan beberapa sumber penulisan kisah-kisah inspiratif islami yang akan saya tulis menjadi sebuah buku. Mohon doakan semoga prosesnya berjalan lancar, ya.

Berani?

Satu bulan punya buku atas nama kamu sendiri?


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: