CARA TERMUDAH MENULIS ARTIKEL ADALAH 6 LANGKAH BERIKUT, BENARKAH?

Bagi beberapa orang menulis artikel adalah sebuah tantangan yang serius. Padahal jika kamu mengetahui tips dan caranya, menulis artikel bisa sama mudahnya dengan bercerita, atau seperti ngobrol dalam kehidupan sehari-hari.

Ada banyak tips dan cara menulis artikel yang dianggap paling efektif, bahkan untuk kamu yang belum terbiasa melakukannya sekali pun. Di antara banyak tips tersebut, 6 langkah berikut ini adalah yang paling populer. Jika kamu merasa ragu dengan formulanya, kamu tentu saja dapat mengujinya dengan menulis struktur artikel dengan 6 langkah berikut ini nantinya.

Kamu butuh?

Ghost writer berpengalaman untuk menulis artikel, buku atau apa saja?

Benarkah Cara Paling Efektif Menulis Artikel Adalah Dengan 6 Langkah Berikut?

Photo by Karolina Grabowska on Pexels.com

Tentunya untuk tiap jenis-jenis artikel, aplikasi penulisannya pun memiliki peredaan. Namun secara garis besar formula yang dibutuhkan untuk menuliskannya adalah sama. Jika kamu mengetahui formulasi ini sebagai jurus dasar dalam menulis artikel, maka apa pun artikel yang kamu tuliskan tidak akan menjadi soal lagi.

Apa pun tujuan artikel yang kamu tuliskan nantinya, 6 langkah berikut ini nanti layak untuk kamu coba.

Langkah-langkah ini dipilih oleh Penulis Gunung karena melihat ada korelasinya dengan metode menulis fiksi. Ini mungkin akan terlihat unik, namun di sisi yang lain akan membuat proses menuliskannya menjadi jauh lebih mudah untuk dilakukan.

Lantas, apa sajakah 6 langkah menulis artikel tersebut?

Yuk, simak pembahasannya berikut ini.

BACA PULA:

Memilih Topik Artikel dan Menulis Draff Kasar

Photo by Kulbir on Pexels.com

Jika ini adalah artikel bebas yang kamu ingin tulis hanya untuk menyampaikan pendapat, ide dan gagasan kamu saja, maka mantra pertama yang harus kamu gunakan adalah dengan memilih topik artikel yang kamu suka.

Memilih topik artikel yang kamu suka dapat bersifat temporer yang artinya kamu tidak perlu terikat untuk memilih artikel yang benar-benar kamu sukai. Jika dalam satu dua minggu ini kamu misalnya menyukai menanam sayuran menggunakan teknologi hidroponik, maka kamu dapat memilih topik tentang itu untuk artikel yang kamu tuliskan.

Dibandingkan memilih topik artikel menanam sayuran menggunakan teknologi hidroponik yang luas, kamu dapat mempesempitnya dengan misalnya; menanam sayuran dengan teknologi hidroponik di lahan pekarang rumah yang sempit. Intinya adalah, semakin spesifik topik yang kamu pilih, maka akan semakin mudah kamu menuliskan artikel itu nantinya.

Selanjutnya apa lagi?

Lupakan dulu struktur artikel dan berbagai aturan formal yang bikin stress. Kamu cukup menuliskan apa pun yang terbayang dalam benakmu mengenai topik yang kamu pilih tadi.

Ini semacam brainstroming dalam penulisan artikel. Jadi, apa pun yang tiba-tiba muncul di kepalamu terkait dengan topik penulisan artikel yang kamu pilih, tuliskan saja. Biarkan saja jika draf ini kasar dan mungkin terlihat seperti corat coret yang tidak jelas. Akan tetapi pastikan kamu menuliskan semua idemu di sana.

Hindari untuk bersikap analitis dalam langkah yang pertama ini. Semakin santai kamu melakukannya, itu semakin bagus. Tuliskan saja ide yang terlintas di kepalamu atau beberapa hal tentang topik yang kamu ketahui.

Setelah selesai, istirahatlan sejenak. Kamu sekarang sudah memiliki draff artikel yang hanya kamu bisa menuliskannya.

Bayangkan Dirimu Menjadi Pembaca Artikel

Photo by Karolina Grabowska on Pexels.com

Nah, ini yang saya suka dalam menulis artikel ilmiah namun dengan langkah seolah menulis fiksi yaitu kamu juga bisa berimajinasi dalam melakukannya.

Setelah draff kasar selesai, kamu dapat melihat kembali coretan-coretan ini dengan pikiran seolah-olah kamu adalah orang lain yang membutuhkan informasi mengenai topik yang kamu tuliskan barusan.

Kembali kepada contoh artikel dengan topik teknologi menanam sayuran hidroponik di atas, kamu bisa memposisikan dirimu misalnya sebagai seorang ibu rumah tangga yang ingin lebih produktif di rumah sekaligus rileks di samping rutinitas mengurus keluarga.

Ini memang bukan artikel pendidikan dan psikologi, tapi kamu juga dapat membuat beberapa pertanyaan yang dalam imajinasimu juga ada dalam benak ibu rumah tangga tersebut.

  • Apa saja yang ibu rumah tangga itu ingin ketahui tentang sayuran hidroponik?
  • Apa manfaat menanam sayuran hidroponik bagi ibu rumah tangga di tengah kesibukannya mengurus keluarga?
  • Apakah ada metode menanam sayuran hidroponik yang paling mudah dilakukan dan tanpa ribet?
  • Dan lain sebagainya.

Oh ya, kamu tidak harus tahu jawabannya dulu, ya.

Langkah kedua ini adalah menyusun pertanyaan yang ada dalam benak seseorang yang nantinya akan menjadi pembaca artikel yang kamu tuliskan. Menariknya, ini bisa saja menjadi pertanyaan kamu juga. Jadi tidak usah buru-buru untuk menjawabnya.

Hal yang paling penting adalah; tuliskan saja daftar pertanyaan-pertanyaan tersebut.

BACA JUGA:

Lakukan Riset

Photo by Ketut Subiyanto on Pexels.com

Sekarang adalah waktunya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang kamu tuliskan dalam langkah sebelumnya.

Penulis Gunung telah menulis satu artikel khusus yang membahas dan membantu kamu bagaimana melakukan riset yang paling efektif untuk menulis artikel atau buku non fiksi. Artikel tentang risetnya sendiri dapat kamu baca pada tautan ini.

Namun disini, beberapa hal yang cukup menarik dan penting dari hasil riset untuk kamu masukkan dalam artikel nantinya adalah;

  • Data statistik.
  • Kutipan dari orang-orang terkenal.
  • Definisi. Kamu juga bisa membuat definisi ini berdasarkan pandangan beberapa pakar terkait misalnya.
  • Kutipan dari buku, kutipan dari pembaca, atau contoh kasus yang pernah terjadi dengan pembaca atau orang yang terkait dengan tema artikel yang kamu pilih sebelumnya.
  • Referensi ke media massa seperti televisi, radio, film, majalah, koran, dan lainnya.
  • Anekdot berupa cerita ilustratif singkat yang dapat kamu fokuskan tentang orang lain atau diri kamu sendiri.
  • Referensi regional jika artikel yang kamu tuliskan akan diterbitkan secara lokal.
  • Daftar alat bantu, sumber daya dan juga produk terkait. Jika jumlahnya banyak, kamu dapat membaginya dalam kategori-kategori yang lebih tersusun.
Photo by Christina Morillo on Pexels.com

Riset mungkin terasa lebih serius karena ini adalah basis artikel yang sebenarnya.

Bagaimana pun juga, artikel adalah jenis karya ilmiah yang menjadikan riset dan penelitian sebagai pijakan dasarnya. Namun menariknya, kamu selalu punya pilihan untuk menuliskannya dengan cara yang lebih santai.

Setelah riset selesai, kamu dapat mengumpulkannya dalam satu folder, dalam dokumen elektronik, dalam buku catatan, atau dalam apa saja yang kamu suka. Kemudian, jangan lupa untuk menyalin sumbernya sebagai kredit dan pustaka. Mencatat sumber juga penting jika kemudian kamu diminta untuk memverifikasi artikel yang kamu tuliskan.

Terkait meracik bumbu riset dalam penulisan artikel, kamu sebenarnya memiliki dua pilihan juga. Hal ini tergantung dengan seleramu, resep yang kamu suka akan membuat artikelmu lebih asyik untuk dibaca.

Resep pertama kamu bisa mengumpulkan seluruh hasil riset dan memilih mana sumber yang paling meyakinkan untuk kamu gunakan. Ini semacam menyaring sumber penulisan artikel dan memilih yang terbaik.

Cara yang kedua adalah dengan langsung menaburkan hasil riset itu di artikelmu ketika kamu menemukannya. Ini mungkin lebih atraktif dan mungkin juga cara yang menarik untuk dilakukan.

Kembali ke Draff

Photo by Judit Peter on Pexels.com

Dengan hasil riset yang sudah kamu dapatkan, kamu sekarang sudah dapat menjawab beberapa pertanyaan yang dimiliki oleh pembaca. Jadi, kamu dapat membuat naskah atau draff artikel yang lebih ketat dan teratur.

Pada langkah yang keempat ini, kamu mungkin akan menemukan bahwa pertanyaan dari pembaca artikel dan juga hasil riset akan memaksa kamu untuk benar-benar memulai dari awal kembali. Dengan mempertahankan gaya menulis seperti bercakap-cakap langsung dengan pembaca artikel, kamu dapat memilih apakah akan memulai dari awal lagi atau cukup menyempurnakan draff awal yang sudah kamu buat sebelumnya.

Artikel adalah karya tulis yang seharusnya mengajak pembacanya untuk berdialog secara interaktif. Jadi, pertahankan cara menuliskannya dengan selalu membayangkan pembaca ada di hadapanmu dengan segala rasa ingin tahu yang ia miliki.

Kemudian setelah proses ini selesai, kamu dapat membaca draff itu lagi dan mengajukan beberapa pertanyaan penguat berikut ini;

  • Apakah hasilnya cukup memuaskan?
  • Apakah artikelnya terdengar terlalu umum?
  • Apakah terlalu hambar, ringan, kurang menarik, tidak komunikatif, melompat-lompat, susah dimengerti?

Jika kamu masih menemukan hal itu, coba lakukan penyisiran beberapa artikel favoritmu. Lihat dan perhatikan bagaimana penulisnya mengajak kamu berkomunikasi dan membuat kamu jatuh hati, kemudian ikuti startegi yang mereka lakukan.

BACA PULA:

Buat Lebih Spesifik dengan Menambahkan Sub Judul

Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

Dalam menulis artikel tutorial, pastikan kamu melakukannya dengan spesifik. Perhatikan apakah kamu sudah membahas semua prosesnya dengan lengkap dan cukup detail untuk diketahui oleh pembaca.

Jika kamu menemukan bahwa ternyata narasi yang kamu tulis terlalu panjang dan membutuhkan banyak paragraf, maka pecahlah menjadi beberapa bagian. Gunakan sub judul atau listicle untuk membuatnya mudah dibaca dan dimengerti.

Dalam blog seperti yang kamu baca sekarang, penulisan artikel harus juga memperhatikan kaidah penulisan SEO supaya lebih mudah untuk diidentifikasi oleh mesin penulusuran. Nah, salah satu anjuran dalam menulis artikel SEO adalah dengan membuat listicle atau subjudul seperti ini.

Menariknya  dalam artikel jenis apa pun yang kamu tulis, menulis dengan menggunakan sub judul, judul utama dan listicle akan memudahkan pembaca dalam memahaminya. Di samping itu, uraian yang terbagi dalam beberapa poin spesifik juga membantu mata pembaca untuk tidak terlalu ‘lelah’ menyusuri paragraf panjang yang seolah tanpa jeda.

Jadi, langkah yang kelima dalam menulis artikel adalah dengan membaginya menjadi beberapa poin sesuai pembahasan yang spesifik. Gunakan sub judul untuk membuatnya menjadi lebih mudah.

Contohnya persis seperti artikel yang kamu baca saat ini.

Baca Ulang, Revisi dan Ulangi

Photo by Kampus Production on Pexels.com

Untuk mendapatkan artikel dengan kualitas yang sempurna, tentu saja kamu harus memverifikasinya beberapa kali untuk menguji efektivitasnya.

Cara untuk melakukan hal ini sekaligus juga menjadi langkah terakhir dalam menguji 6 langkah mudah menulis artikel adalah dengan membaca ulang, merevisi dan mengulangi prosesnya sampai kamu merasa puas.

Panduan teknis yang bisa kamu dapatkan adalah dengan meminta seseorang untuk mendengarkan kamu saat membaca draff artikel yang kamu tuliskan. Baca draff itu dengan lantang, setelah itu ajukan beberapa pertanyaan berikut kepada orang yang kamu minta untuk mendengarnya;

  • Apakah ia memahami artikel itu secara umum?
  • Apakah ia mengerti proses yang dijelaskan dalam artikel tersebut?
  • Apakah ada hal yang mungkin terlewatkan?
  • Apakah ada hal lain yang ingin diketahui olehnya mengenai topik yang kamu bahas dalam artikel tersebut?
  • Dapatkah ia mempraktikkan apa yang diuraikan oleh artikel tersebut jika draff artikel adalah tentang sebuah tutorial?

Setelah kamu mendapatkan jawaban-jawaban dari beberapa pertanyaan di atas, sekarang putuskan apakah kamu perlu melakukan revisi atau tidak. Jika memang kamu menemukan ada beberapa hal krusial yang penting untuk dilakukan perubahan, maka sediakan dirimu untuk memperbaikinya.

Proses ini dapat kamu ulangi lagi sampai kamu benar-benar puas dengan hasilnya.

Tidak ada angka ajaib berapa kali proses revisi dan baca ulang ini harus dilakukan. Akan tetapi jika kamu melakukan langkah-langkah menulis artikel ini dengan baik sejak awal, hanya dengan satu atau dua kali revisi saja, Insya Allah artikelmu sudah sempurna untuk diterbitkan.

BACA PULA:

Photo by Karolina Grabowska on Pexels.com

Nah, itu adalah 6 langkah menulis artikel yang mudah dan sederhana untuk dilakukan.

Untuk menguji benarkah menulis artikel adalah dengan 6 langkah tersebut  adalah yang paling mudah dan menyenangkan untuk kamu lakukan, maka kamu tentu saja harus me mpraktikkannya, ya.

Jadi sebagai penutup, Penulis Gunung ingin mengucapkan; Selamat membuktikannya.

Berani satu bulan punya buku atas nama kamu sendiri?

Ikuti kelas menulisnya sekarang


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


Satu respons untuk “CARA TERMUDAH MENULIS ARTIKEL ADALAH 6 LANGKAH BERIKUT, BENARKAH?

Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: