Lompat ke konten
Beranda » Blog » PENGERTIAN ESSAY: JENIS, TUJUAN, STRUKTUR, CARA MEMBUAT DAN CONTOHNYA

PENGERTIAN ESSAY: JENIS, TUJUAN, STRUKTUR, CARA MEMBUAT DAN CONTOHNYA

Pengertian Essay

Secara sederhana, pengertian essay adalah media tulisan yang digunakan untuk menyampaikan fakta yang disertai dengan gagasan-gagasan pendukung. Nah, apa pun gagasan yang kamu miliki, menyampaikannya dengan essay adalah cara yang menarik.

Sebagai sebuah keterampilan umum, cara membuat essay sudah seharusnya menjadi keterampilan yang dikuasai oleh banyak orang. Untuk kamu yang berprofesi sebagai seorang penulis, keterampilan menulis essay mutlak harus kamu miliki.

Nah, untuk mempermudah kamu dalam memahami apa itu essay, kali ini Penulis Gunung akan mengajak kamu untuk menyimak secara lengkap tentang pengertian essay, tujuan penulisan essay, struktur essay, jenis-jenis essay dan juga contohnya.

Jadi, yuk, baca artikel ini sampai habis, ya.

Pengertian Essay, Tujuan Penulisan Essay, Jenis-Jenis Essay dan Struktur Essay

Pengertian essay
Photo by Zen Chung on Pexels.com

Essay merupakan jenis tulisan yang seringkali dilombakan dalam kehidupan sehari-hari. Lomba essay adalah hal yang pastinya sudah sering kamu dengar, bukan?

Lomba menulis essay dapat diadakan di antara pelajar, tingkat mahasiswa atau untuk masyarakat umum. Essay juga dianggap sebagai jurnalisme masyarakat yang sederhana dimana seseorang dapat menyampaikan pandangannya atas sebuah objek berdasarkan pengamatan dan fakta-fakta yang ia ketahui.

Akan tetapi sebenarnya, apakah yang dimaksud dengan essay itu?

BACA PULA:

Pengertian Essay

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, essay diartikan sebagai; sebuah karya prosa yang membahas satu persoalan dari sudut pandang penulis secara sepintas. Sedangkan dalam tinjauan ilmu jurnalistik, pengertian essay adalah sebuah tulisan yang memuat pendapat atau opini seseorang tentang suatu persoalan yang dilihat secara subyektif.

Akan tetapi jika diuraikan secara lebih komprehensif, maka pengertian essay adalah sebuah karya tulis yang berisi kombinasi antara fakta dan opini penulis, yang sifatnya subyektif berdasarkan sudut pandang penulis yang bisa saja berupa analisa, spekulasi, atau pun interpretasi atau penafsiran.

Nah, berdasarkan pengertian ini maka cakupan essay tentu saja meliputi argumentasi, kritik, tinjauan, juga refleksi dari kehidupan sehari-hari si penulis essay.

Dikarenakan sifatnya subyektif, esensi paling penting yang harus dipahami dalam penulisan essay adalah ia bisa saja tidak sesuai dengan kenyataan yang sesungguhnya. Essay bisa saja tidak proporsional dan ideal karena faktor subjektivitasnya ini.

Struktur Penulisan Essay

Pengertian essay
Source: Unsplash

Struktur essay secara umum dibagi dalam tiga bagian yang paling penting yakni pembukaan essay atau pendahuluan essay, isi essay atau badan essay, dan penutup essay atau kesimpulan essay.

Mengenai struktur essay ini, kamu juga dapat membaca artikelnya dari Penulis Gunung disini.

Namun untuk mempermudahnya, berikut penjelasan singkat mengenai bagian-bagian penting dalam struktur penulisan essay;

Pendahuluan Essay

Dalam pendahuluan essay atau awalan essay, penulis dapat memberikan pandanganya secara singkat tentang persoalan yang akan diangkat. Tujuan penulisan pendahuluan pada essay adalah sebagai ‘pemanasan’ sebelum pembaca disuguhkan poin-poin yang lebih serius dalam pengertian essay yang sebenarnya.

Dalam menulis pendahuluan essay, ada beberapa hal yang bisa kamu jadikan panduan.

Poin yang paling penting dalam menulis awalan essay atau pembukaan essay adalah bagian ini haruslah mampu menarik perhatian pembaca. Hal ini supaya terbangun rasa ingin tahu dalam diri mereka untuk membaca isi essay yang merupakan bagian inti dari penulisan essay.

Namun bagaimana caranya?

Ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan dalam membuat pembukaan essay yang menarik. Kamu bisa menggunakan quotes, menyajikan fakta yang mengejutkan, atau menggunakan contoh kasus yang relevan.

Badan Essay atau Isi Essay

Bagian paling penting dari struktur essay adalah isinya dimana penulis mencurahkan ide, gagasan, solusi, strategi atau pun pandangan profesionalitasnya. Nah, dengan cakupan penyampaian ide yang luas dari penulis ini, bagian isi essay adalah yang paling panjang.

Melalui data, fakta dan juga opini yang disampaikan penulis dalam isi essay secara mendetail dan terperinci, tujuan penulisan essay diharapkan bisa dicapai. Selain itu sebagai bagian inti penulisan essay, isi essay adalah bagian yang paling krusial dan harus mendapat perhatian yang lebih banyak.

Penulisan badan essay harus mengikuti kaidah urutan penulisan yang sesuai dengan kerangka pengertian essay sebelumnya.

Di samping itu, argumentasi penulis yang disampaikan secara rinci, berurutan dan atraktif tentu saja akan lebih menarik bagi pembaca essay.

Penutup Essay atau  Kesimpulan Essay

Bagian ini berisi kesimpulan dan ringkasan essay yang pada aplikasinya, penulis sebaiknya tidak lagi menambah pembahasan menjadi panjang lebar kembali.

Dalam penutupan essay, penulis juga dapat menyampaikan saran dan solusi sebagai salah satu etika penulis essay terhadap problematik atau pun persoalan yang dibahas.

Penutup essay harus dipastikan singkat, padat dan jelas.

BACA JUGA:

Tujuan Penulisan Essay

Pengertian essay
Source: Unsplash

Sebagai sebuah tulisan yang dibagikan kepada publik, penulisan essay tentu saja memiliki tujuan tertentu. Pada implementasinya, susunan penulisan essay dan metode apa pun yang digunakan penulis dalam menuliskannya, haruslah berorientasi pada tujuan dalam pengertian essay yang sejati.

Jadi, apa sebenarnya tujuan penulisan sebuah essay?

Setidaknya ada tiga tujuan essay ditulis yang paling umum.

Tiga tujuan tersebut adalah;

Memberikan Informasi Mengenai Suatu Obyek yang Dibahas

Tujuan pertama dalam menulis essay adalah memberikan informasi dan edukasi kepada pembaca.

Dengan berbagai penyajian data, fakta dan opini yang tepat, pembaca essay diharapkan mendapatkan pengetahuan baru dan wawasan yang lebih luas mengenai permasalahan yang dibahas dalam essay.

Meminta Pembaca untuk Menerima Pandangan Penulis

Essay dengan tujuan ini secara singkat dimaksudkan supaya pembaca menerima pendapat penulis terhadap suatu obyek yang dibahas dalam essay.

Ini tentu saja tujuan yang tidak mudah, apalagi jika pokok bahasan adalah obyek dalam pengertian essay yang kontradiktif.

Nah untuk tujuan seperti ini, penelitian yang komprehensif, tinjauan dan riset yang mendalam akan meberikan kekuatan pada essay untuk lebih mudah diterima oleh pembaca.

Meyakinkan Pembaca Tentang Suatu Persoalan dalam Essay

Jika tujuan essay sebelumnya hanya sebatas supaya pembaca menerima pandangan penulis, maka tujuan essay selanjutnya lebih jauh lagi.

Essay kali ini ditulis dengan tujuan supaya pembaca essay yakin bahwa apa yang menjadi pesan terpenting dalam essay adalah sebuah kebenaran yang layak dipercaya.

Untuk dapat mencapai tujuan ini, data yang lengkap, fakta yang relevan serta, opini yang masuk akal dari penulis adalah sebuah keharusan.

Perbedaan Essay dengan Karya Tulis Ilmiah pada Umumnya

Pengertian essay
Photo by Ann Nekr on Pexels.com

Di samping essay, kamu pastinya mengenal banyak karya tulis ilmiah yang lain seperti jurnal, tesis, skripsi, artikel dan lain sebagainya. Lantas, apa yang membuat pengertian essay istimewa sehingga seringkali dilombakan secara luas?

Perbedaan antara essay dan karya tulis ilmiah yang lain secara umum dapat dijabarkan dalam 5 poin berikut ini;

  • Essay adalah argumentasi subyektif dari penulis mengenai suatu isu permasalahan yang menjadi obyek essay.
  • Penulisan essay harus dilengkapi dengan data, fakta dan referensi yang terpercaya.
  • Essay adalah karya tulis yang seyogyanya hanya ditulis dalam jumlah halaman yang terbatas, umumnya antara 3 hingga 7 halaman.
  • Penulisan essay harus singkat, padat dan jelas.
  • Di samping memberikan argumentasi terhadap sebuah permasalahan yang disoroti, essay yang baik harus pula dilengkapi dengan solusi dari penulis sebagai jalan keluar dari problematika dalam essay yang disoroti tersebut.

Jenis-Jenis Essay

Meskipun essay bersifat subyektif dan dapat ditambahkan dengan opini penulis, bukan berarti penulisan essay dapat dilakukan tanpa kaidah. Penulisan essay bagaimana pun juga harus dibarengi dengan data dan fakta supaya tujuan essay dapat tercapai.

Jika kemudian essay ditulis hanya berdasarkan persepsi dan imajinasi penulis semata, maka essay bisa berubah menjadi karya fiksi yang fiktif. Dukungan data dan fakta yang akurat dalam menulis essay adalah sebuah keharusan yang tidak boleh diabaikan.

Berdasarkan tujuan penulisan konten essay, pengertian essay sendiri dapat dibagi dalam beberapa jenis yang paling umum di antaranya;

1. Essay Penelitian atau Essay Riset

Jenis essay yang pertama adalah essay penelitian atau essay riset. Essay ini merupakan essay yang berisi tentang berbagai hal yang diperoleh dari sebuah penelitian.

Umumnya essay dengan jenis ini bertujuan untuk menambah pengetahuan baru atau memberikan informasi baru mengenai suatu obyek yang dibahas.

Pada kasus yang lain, jenis essay riset juga dapat ditujukan sebagai upaya untuk melakukan sinkronisasi antara sebuah penelitian sebelumnya dengan kondisi aktual yang lebih riil sesuai perkembangan zaman.

BACA JUGA:

2. Essay Kritik

Pengertian essay
Photo by Mikhail Nilov on Pexels.com

Jenis essay selanjutnya adalah essay kritik yang ditulis dengan tujuan memberikan penilaian sebuah objek baik berupa karya seni, karya sastra, atau sebuah topik khusus yang lainnya.

Kritik ini nantinya akan memberikan penilaian berbagai unsur yang membentuk objek kritik tersebut.

Kritik yang dikemas dalam bentuk essay dapat memfokuskan penilaiannya pada baik atau buruk, bermanfaat atau tidak, sesuai dengan kaidah atau justru melanggar aturan sesuatu yang menjadi objek kritik tersebut.

3. Essay Reflektif

Ciri khas pertama dari essay reflektif adalah pada banyak kesempatan essay ini selalu ditulis oleh seorang yang ahli atau pakar bidang tertentu. Pengertian sssay reflektif sendiri merupakan essay yang dituliskan untuk merenungkan berbagai persoalan yang menjadi objek penulisan essay.

Beberapa hal yang umum dijadikan topik essay reflektif adalah isu dan kondisi politik, kebijakan pemerintah, fenomena sosial dan lain sebagainya.

4. Essay Pribadi

Selanjutnya adalah jenis essay pribadi yang juga merupakan jenis tulisan dimana penulis menyampaikan pendapatnya sendiri secara frontal dalam menyikapi suatu permasalahan di masyarakat.

Pengertian essay pribadi dapat menjadi sebuah ‘perlawanan’ dimana penulis memberikan pandangannya yang bisa saja sangat bertentangan dengan sebuah isu yang diangkat.

Untuk essay semacam ini, kemampuan penulis untuk mengeksplorasi pandangannya yang tegas berdasarkan fakta dan data terpercaya dapat memperkokoh kedudukan essay.

5. Essay Cuplikan Watak

Essay cuplikan watak kadang juga disebut sebagai essay cukilan watak. Kedua essay ini adalah sama yakni, penulis memberikan cuplikan pandangan seorang tokoh terhadap isu yang diangkat sebagai topik penulisan essay.

Dalam essay cuplikan watak ini, penulis tidak menceritakan secara lengkap biografi tokoh yang pandangannya dikutip. Penulis hanya mengutip satu pandangan tokoh tersebut dan menginterpretasikan relevansinya dengan kondisi permasalahan yang dibahas dalam essay.

6. Essay Tajuk

Source: Unsplash

Kamu pastinya pernah melihat atau bahkan membaca essay jenis di pada surat kabar, majalah atau pun kolom pemberitaan digital lainnya.

Pengertian essay tajuk merupakan jenis essay yang memberikan kesempatan kepada pembaca untuk menyampaikan pandangan mereka terkait suatu isu yang sedang berkembang di masyarakat. Isu bisa saja terkait kondisi perekonomian, kondisi politik, kondisi sosial dan lain sebagainya.

Bahkan dalam konteks tertentu, essay tajuk juga dapat meyorori isu populer dalam masyarakat yang mungkin saja terlihat sepele.

7. Essay Deskriftif

Ini adalah essay yang ditulis secara khusus untuk memberikan deskripsi atau gambaran obyek essay. Nah, obyek essay deskriftif sendiri dapat berupa manusia, makhluk hidup lain atau pun benda-benda.

Produk elektronik, produk otomotif, produk properti, hewan atau bahkan seseorang  juga dapat menjadi obyek penulisan essay deskriftif.

8. Essay Argumentatif

Sesuai dengan asal katanya (argumentasi), essay argumentatif ditulis sebagai sebuah argumen yang bertujuan untuk meyakinkan pembaca guna menerima pendapat, pandangan, keyakinan, dan ide penulis terhadap satu persoalan tertentu.

Essay argumentasi berupaya mengungkapkan kebenaran ide penulis dengan tujuan supaya pembaca nantinya dapat mempercayai penulis dan berpihak pada pendapat yang penulis berikan.

Sekali lagi, essay jenis ini membutuhkan fakta dan data yang akurat supaya dapat mencapai tujuannya.

9. Essay Cerita

Jenis essay yang terakhir adalah essay cerita. Tujuan essay jenis ini adalah untuk menghadirkan atau menghidupkan sesuatu obyek dalam benak pembaca supaya dapat diimajinasikan.

Secara eksplisit essay ini juga memiliki motif supaya pembaca dapat merasakan, mendengar, melihat atau menghirup aroma seperti yang disampaikan dalam essay.

Praktiknya, ada persamaan antara pengertian essay cerita dan pengertian essay deksripsi. Hanya saja upaya menggambarkan secara lebih detail mungkin akan banyak ditemukan pada essay dengan jenis cerita.

BACA JUGA:

7 Tips Menulis Essay yang Baik

Pengertian essay
Photo by Judit Peter on Pexels.com

Guna mempermudah penulisan essay yang kamu lakukan, kamu dapat mengikuti beberapa cara yang sudah umum dan efektif dalam proses membuat essay. Dengan cara atau tips ini nanti, kamu setidaknya akan memiliki semacam template mengenai langkah apa saja yang dapat kamu persiapkan untuk menulis essay dengan kualitas yang terbaik.

Lantas, bagaimana cara membuat essay yang baik dan mudah untuk diikuti?

1. Memilih Topik Essay

Langkah pertama sebagai cara membuat essay yang mudah adalah dengan menentukan tema atau topik essay itu sendiri. Kamu dapat bertanya kepada dirimu tentang apa yang ingin kamu tulis dalam essay nantinya.

Jika kamu belum pernah menulis essay sebelumnya, maka pilihlah sebuah tema yang kamu sukai untuk ditulis.

Jika kamu menyukai dunia pendidikan, maka kamu dapat menulis essay tentang dunia pendidikan. Atau jika kamu menyukai dunia seni, film, sastra atau apa pun itu, maka cobalah menulis essay tentang hal tersebut.

2. Brainstorming

Langkah kedua dalam menulis essay ini mungkin tidak akan kamu temukan dalam referensi penulisan essay yang lain. Di samping disebut brainstorming, langkah ini juga dapat diistilahkan sebagai percikan ide dalam menulis essay.

Pada langkah ini kamu hanya perlu mengambil kertas dan pena kemudian menuliskan apa pun ide yang terlintas dalam benakmu tentang tema yang sudah kamu pilih sebelumnya.

Lupakan dulu tentang struktur essay, lupakan dulu tentang panduan membuat essay yang baik dan benar, pokoknya apa pun ide tentang tema essay yang terpercik dalam pikiranmu, tuliskan saja.

3. Membuat Kerangka Essay

Pengertian essay
Source: Unsplash

Setelah kamu mendapatkan corat-coret ide dalam brainstorming, sekarang adalah saatnya untuk membuatnya menjadi lebih rapi dengan mengubahnya dalam bentuk kerangka atau outline essay.

Pilih bagian mana dari brainstorming ide essay itu yang akan kamu tuliskan pada bagian inti, bagian mana yang akan kamu gunakan sebagai cuplikan pembuka, dan bagian mana pula yang dapat kamu jadikan sebagai penguat pesan pada penutup essay.

4. Melakukan Riset

Setelah kerangka diperoleh, kamu sekarang masuk pada langkah yang lebih serius dalam membuat essay yakni riset. Riset atau penelitian adalah dasar penulisan essay, artikel ilmiah dan jurnal ilmiah lainnya.

Supaya risetmu lebih efisien kamu dapat membatasi seberapa banyak informasi tentang topik yang kamu butuhkan, seberapa dalam dan rinci kamu perlu menguraikannya, dan lain sebagainya. Jangan lupa pula untuk mencatat sumber informasi ini sebagai referensi penulisan essay yang kamu lakukan nantinya.

Oh ya, mengenai riset dalam menulis essay kamu dapat membaca artikel Penulis Gunung berikut ini; Cara Paling Mudah Melakukan Riset untuk Penulisan Artikel atau Buku Non Fiksi.

5. Tulis Essay

Sekarang adalah waktunya kamu menulis essay setelah materi penulisan dari hasil riset sudah kamu dapatkan. Kamu dapat menulis berdasarkan panduan kerangka dengan menambahkan hasil riset materi yang sudah disaring terlebih dahulu.

Atau jika kamu adalah seorang penulis yang lebih suka menaburkan hasil risetnya langsung pada saat menulis uraian essay, kamu juga dapat mempraktikkan resep tersebut dalam tahap penulisan ini.

Pada pendahuluan essay kamu dapat membukanya dengan mengutip contoh kasus yang relevan dengan topik essay.

Di samping itu kamu juga bisa menggunakan kutipan tokoh terkenal, fakta yang mengejutkan atau apa pun yang orientasinya mampu menarik perhatian pembaca.

Uraikan pikiranmu, idemu dan hasil analisa riset yang kamu peroleh dengan jelas, padat dan tidak bertele-tele. Gunakan pula bahasa yang baik dan benar serta hindari menggunakan istilah yang berlebihan.

Jika kamu menggunakan referensi penulisan dengan bahasa asing untuk tujuan intelektualtitas, uraikan pula dengan baik dalam penulisan isi essay.

Hal yang juga tidak boleh kamu lupakan adalah dengan memberikan solusi atau jalan keluar dari isu essay yang kamu soroti.

Ini adalah kesimpulan dimana kamu dapat menyampaikan sekali lagi permasalahan yang menjadi tema essay dan menjawabnya melalui solusi yang sudah kamu uraikan sebelumnya.

Pastikan bagian penutup essay ditulis dengan singkat dan tidak berkembang dengan penjabaran ide-ide baru.

6. Baca Ulang, Revisi dan Ulangi

Pengertian essay
Photo by Ksenia Chernaya on Pexels.com

Pada tahap ini draff essay yang kamu tulis sudah jadi.

Langkah selanjutnya adalah dengan membaca ulang draff tersebut dan menemukan bagian mana yang terasa membingungkan, kurang menarik, tidak tepat atau bahkan tidak relevan. Supaya efektif, kamu bisa meminta bantuan seseorang untuk mendengarkan saat kamu membaca draff tersebut dan meminta kritik darinya.

Setelah kamu mendapatkan beberapa catatan dan kritik, follow up hal itu dengan melakukan revisi.

Kemudian ulangi proses ini kembali sampai kamu merasa bahwa essay sudah cukup memuaskan kamu.

7. Publikasikan Essay

Jika semuanya sudah sempurna dalam ukuranmu, maka langkah selanjutnya adalah mempublikasikan essay yang kamu tuliskan.

Kamu dapat mengirimkan essay yang kamu tulis itu ke surat kabar, media online atau apa pun yang kamu ingin mereka menerbitkan tulisan kamu.

Namun jika kamu ingin melakukannya secara mandiri, kamu juga bisa menerbitkan essaymu melalui situs pribadi atau blog jurnalis publik seperti Kompasiana dan Indonesiana.

BACA JUGA:

Contoh Essay

Pengertian essay
Photo by Anastasiya Gepp on Pexels.com

Untuk memberikan gambaran kepadamu bagaimana cara membuat essay yang baik, berikut Penulis Gunung lampirkan contoh essay yang dapat kamu cermati penulisannya. Dapat kamu lihat dalam contoh ini bahwa menulis essay yang singkat dapat kamu lakukan dengan sangat mudah.

Contoh Essay Tema Pendidikan

Judul: Revolusi Kesadaran dan Peran Dosen dalam Menumbuhkan Jiwa Nasionalisme Mahasiswa

Bagian Pendahuluan Essay

Mungkin tidak sepenuhnya keliru jika ada yang mengatakan bahwa yang paling patut disalahkan atas merosotnya jiwa nasionalisme dan semangat kebangsaan di kalangan mahasiswa, adalah dosen-dosen mereka.

Ketika ketidakpedulian para tenaga pendidik ini terhadap orientasi kebangsaan mahasiswa mereka, bias kebangsaan menjadi sesuatu yang lumrah. Dan buruknya lagi, ini tidak hanya tercermin dari sikap-sikap yang terlihat remeh dan sederhana, namun juga berimplikasi pada sesuatu yang lebih kompleks dan substansial.

Bagian Isi Essay

Tidak bisa ditampik, ada sebuah gelombang yang semakin lama semakin membesar di kalangan muda yang mampu menghanyutkan banyak hal yang erat kaitannya dengan jati diri bangsa. Jiwa nasionalisme yang seharusnya mampu diagungkan sebagai sebuah kebanggaan akan kedaulatan yang mutlak, semakin sulit untuk ditemukan eksistensinya di kalangan pelajar dewasa.

Jumlah pelajar dewasa atau mahasiswa yang hanya menjadi ‘buih’ di tengah samudra, kian membengkak dari tahun ke tahun. Ada sebuah penolakan dalam diri mereka untuk menunjukkan semangat, kecintaan, dan juga dukungan yang nyata bagi tumpah darah dimana  di atas air dan tanahnya mereka dibesarkan. Seiring waktu, kebanggaan akan nasionalisme itu seperti tebing di tepi laut yang kian menipis dihantam abrasi gelombang disintergrasi yang memang samar, namun berbahaya.

Kondisi ini menjadi semakin parah ketika orang-orang yang diserahi tanggung jawab untuk mendidik para mahasiswa, justru merasa bahwa mereka tidak ada kaitannya dengan segala kemerosotan itu. Padahal jika mau direnungkan lebih dalam, bagaimana mungkin dosen dan tenaga pendidik di perguruan tinggi tidak memiliki rasa keterikatan atas apa yang kemudian berkembang menjadi orientasi pemikiran mahasiswa mereka? Memudarnya warna-warna keutuhan jiwa sebagai sebuah negara di kalangan mahasiswa tidak bisa tidak, juga adalah akibat dari acuhnya para pendidik mereka yang mungkin saja tidak merasa terpanggil untuk membenahinya.

Hadirnya rasa keterpanggilan seorang dosen untuk ikut serta secara aktif menumbuhkan rasa nasionalisme dan patriotisme dalam diri mahasiswa mereka, adalah langkah pertama untuk memutuskan mata rantai kondisi ini. Dosen dan tenaga pendidik di kampus setidaknya harus merasa bahwa menumbuhkan semangat kebangsaan dan kedaulatan di kalangan mahasiswa, adalah tugas mereka juga.

Jadi, transfer knowledge dalam lingkungan kampus itu tidak hanya ketika mahasiswa mampu menyamai pengetahuan dosen mereka dan melakukan research dan resourches yang lebih kaya, namun juga ketika implementasi pemikiran-pemikiran berwawasan kebangsaan yang diinspirasikan oleh dosen-dosen mereka, berbuah menjadi tindakan-tindakan yang realistis di tengah masyarakat, walaupun mungkin saja dalam spektrum yang sederhana.

BACA JUGA:

Photo by Pixabay on Pexels.com

Setelah kesadaran ini muncul, sekarang yang menjadi fokus pembenahan adalah dengan menganalisis apa yang dapat dilakukan oleh tenaga pendidik dan para dosen ini dalam upaya mengembalikan, atau menumbuhkan semangat kebangsaan dan jiwa nasionalisme mahasiswa mereka? Tentu saja untuk segmentasi usia pelajar dewasa seperti mahasiswa, menumbuhkan semangat nasionalisme dan patriotisme tidak dapat dilakukan seperti pada usia anak Sekolah Dini, SD atau pun SMP.

Pelajar dewasa tidak dapat lagi diajak untuk ikut berlomba melukis pahlawan nasional, tidak bisa lagi diajak untuk lomba mengibarkan bendera, atau diajak lomba berlari dalam karung sembari berteriak ‘merdeka!’. Mahasiswa sebagai pelajar dewasa harus dibangunkan dari tidur mereka melalui sesuatu yang kemudian membuat mereka gelisah untuk menjadi peduli. Nah, tugas membangunkan tidurnya jiwa patriotik dan nasionalisme mahasiswa inilah yang kemudian menjadi tugas utama dosen sebagai pendidik mereka.

Pertanyaan lanjutan dari kesadaran awal ini kemudian adalah; bagaimana caranya?

Membangun kesadaran nasionalisme dan menumbuhkan semangat kebangsaan adalah sebuah proses panjang, berkesinambungan dan, penuh tantangan. Akan tetapi untuk memulai parade perjuangan mencapai tujuan ini, tenaga pendidik dan dosen setidaknya dapat memusatkan perhatian mereka pada beberapa tujuan yang koheren. Tujuan-tujuan inilah kemudian yang dapat dipecahkan dalam sejumlah langkah dan strategi untuk mencapainya melalui peran aktif seorang dosen.

Tujuan yang pertama adalah dengan menggugah jiwa mahasiswa didiknya untuk mampu berpikir kritis, peka terhadap lingkungan sekitar, kreatif dan juga rasional. Kemudian tujuan kedua dengan membangun karakter  mahasiswa yang bertanggung jawab serta mampu bertindak cerdas dalam kehidupan bernegara. Lalu dilanjutkan pula pada tujuan ketiga berupa pengembangan jiwa demokratis mahasiswa yang sesuai dengan prinsip bangsa Indonesia. Lantas yang terakhir adalah dengan menanamkan karakter yang setia dan patuh dalam diri mahasiswa terhadap pancasila dan UUD negara tahun 1945.

Setelah tujuan-tujuan ini dipetakan dengan baik oleh para dosen, maka lebih mudah untuk menentukan langkah apa yang bisa dilakukan dalam berbagai jangka waktu guna mencapai sasaran yang diinginkan. Membangun karakteristik mahasiswa dengan berbagai keunggulan seperti dalam empat tujuan yang ditetapkan sebelumnya, tentu membutuhkan lebih banyak upaya yang konsisten dan totalitas.

Peran serta dosen untuk menggugah jiwa nasionalisme dan kebangsaan mahasiswa adalah inti dari semua upaya ini nantinya. Ketika upaya ini membuahkan hasil, ketika jiwa nasionalisme itu telah mulai terbangun dari tidurnya, maka kreativitas, pemikiran yang kritis, keberanian untuk menyampaikan kritik yang berorientasi pada intergrasi bangsa, akan lebih mudah untuk tumbuh dan semerbak dengan sendirinya.

Menjadi penting dari semua proses ini adalah penekanan pada kemampuan mahasiswa untuk mendayagunakan semua kepekaan mereka, tenggang rasa mereka dan, sikap kritis mereka terhadap berbagai persoalan bangsa. Kepekaan dan sikap kritis ini harus dibangun dalam lingkup perwujudan rasa cinta kepada bangsa dan negara, bukan karena pengejaran oleh sesuatu yang lebih rendah nilainya daripada itu.

Dosen dalam upaya menginisiasi sikap kritis dan peka dari mahasiswanya ini, sudah semestinya mampu memberi gambaran yang paling komprehensif mengenai tujuan terbesar bangsa yang memiliki kedaulatan di segala bidang kehidupan. Dalam istilah yang lebih sederhana, dapatlah kita menyebutkan bahwa peran terpenting tenaga pendidik atau dosen di kalangan mahasiswa terkait nilai-nilai nasionalisme, adalah sebagai penyulut, sebagai obor pembakar, sebagai trigger yang memicu tumbuh kembangnya sikap patriotik, nasionalis, cinta tanah air, dan berkebangsaan yang menyeluruh di kalangan pelajar dewasa yang notabene adalah mahasiswa.

BACA PULA:

Pengertian essay
Photo by George Dolgikh @ Giftpundits.com on Pexels.com

Jika uraian langkah-langkah ini disederhanakan, terdapat beberapa contoh teknis yang secara langsung dapat diterapkan oleh dosen sebagai upaya menumbuhkan sikap nasionalisme dan kebangsaan di kalangan mahasiswa. Beberapa hal teknis sederhana tersebut misalnya adalah penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar di lingkungan kampus, atau setidaknya pada saat proses pembelajaran.  Menggali nilai-nilai sejarah yang penuh teladan dari bangsa Indonesia juga dapat membantu peran dosen dalam menyebarluaskan semangat kebangsaan.  Memberikan perhatian yang ekstra terhadap upaya menjalankan praktik agama yang luhur, juga adalah langkah lain yang secara tidak langsung mampu mendongkrak kesadaran nasionalisme dalam diri mahasiswa.

Upaya-upaya yang berkesinambungan dan disusul pula dengan teladan yang relevan dari seorang dosen dalam menanamkan semangat kebangsaan, adalah cara yang paling mungkin untuk menyelamatkan generasi mahasiswa dari kemerosotan kepribadian nasionalisme mereka. Dengan segmentasi kelompok usia dewasa seperti mahasiswa, mereka tidak hanya dituntut untuk mampu menunjukkan kebanggaan berbangsa dan bernegara itu melalui simbolik-simbolik yang menarik perhatian, namun juga mampu menjadi teladan adik-adik mereka pada segmentasi usia yang lebih rendah. Ada sebuah rantai interaksi keteladanan yang harus dirawat dalam upaya ini yang kesemuanya dimulai dari peran dosen menginspirasi dan membangunkan jiwa patriotik nasionalisme mahasiswa mereka.

Dengan kemampuan olah pikir dan analisa yang lebih komprehensif, mahasiswa pada dasarnya dapat pula memfokuskan peran cinta tanah air dan kebangsaan mereka melalui satu bidang yang lebih spesifik, yakni pemikiran yang kritis. Pemikiran yang kritis ini ditujukan sepenuhnya untuk melihat, mengamati, menganalisa, menyimpulkan dan memformulasikan suatu obyek menjadi lebih berorientasi kepada kerakyatan dan bangsa.

Kebijakan-kebijakan publik, kebijakan lalu lintas ekonomi, keputusan strategis dalam militer, bahkan kebijakan arus dunia informasi yang dapat saja memiliki potensi risiko disintegrasi, dapat pula menjadi bahan yang difokuskan sebagai bagian dari perhatian mahasiswa. Mereka tidak hanya dituntut untuk pandai mengkritik dan menemukan celah-celah kosong dalam setiap sendi kehidupan nasional yang kompleks, namun mereka juga harus dibakar semangatnya, supaya mampu memberikan masukan pemikiran dan solusi sebagai jalan keluar problem yang dihadapi.

Bagian Penutup Essay

Pada pikiran dan pundak-pundak mahasiswa-lah, nasib bangsa satu atau dua dekade ke depan ditentukan. Pada pundak adik-adiknya-lah, masa depan bangsa 30 atau 50 tahun lagi dapat diramalkan.

Pembenahan jiwa nasionalisme dalam integrasi yang menyeluruh di kalangan mahasiswa, adalah the first chain yang bisa dilakukan untuk membangun, atau paling tidak mengupayakan yang terbaik bagi kehidupan berbangsa dan bernegara di masa depan. Dan ini semua pada konsepnya, dapat diawali melalui revolusi kesadaran para dosen untuk membangun jiwa nasionalisme dalam sanubari mahasiswa-mahasiswa mereka.

Sumber contoh essay: Universitas Islam Pontianak

BACA JUGA:

Photo by Pixabay on Pexels.com

Nah, itu adalah pembahasan lengkap mengenai pengertian essay, tujuan essay, jenis essay hingga contoh penulisan essay.

Dengan membiasakan diri menulis essay, kamu juga dapat melatih diri untuk berpikir lebih kritis, lebih analis dan lebih sistematis. Di samping itu, penulisan essay yang baik juga dapat menjadi media penyampaian informasi dan inspirasi yang menarik.

Jadi, selamat menulis essay, ya!

Berani?

Satu bulan punya buku atas nama kamu sendiri?


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


2 tanggapan pada “PENGERTIAN ESSAY: JENIS, TUJUAN, STRUKTUR, CARA MEMBUAT DAN CONTOHNYA”

  1. Pingback: APA ITU TULISAN AKADEMIK: PENGERTIAN, STRUKTUR DAN CONTOHNYA – Penulis Gunung

  2. Pingback: APA ITU TULISAN AKADEMIK: PENGERTIAN, STRUKTUR DAN CONTOHNYA - Penulis Gunung

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: