MENGENAL TOKOH ANTAGONIS, PROTAGONIS & TRITAGONIS DALAM PENULISAN CERITA

Karakter protagonis dan antagonis adalah peran yang setara dalam penulisan sebuah cerita. Di antara dua jenis karakter ini, terselip tokoh tritagonis yang juga menjadi peran penting cerita. Baik protagonis, antagonis mau pun tritagonis, harus mampu saling topang untuk membentuk bangunan cerita yang epik dan menarik.

Nah, untuk kamu yang memiliki pertanyaan mengenai; apa sebenarnya yang dimaksud dengan tokoh antagonis, protagonis atau pun tritagonis?

Artikel Penulis Gunung ID kali ini akan mengulasnya untuk kamu.

Pengertian Tokoh Antagonis, Protagonis dan Tritagonis

Photo by cottonbro on Pexels.com

Apa pun jenis cerita yang kamu tulis, karakter adalah pusat ceritanya. Bukan setting, bukan alur, dan bukan pula  tema, tetapi karakterlah yang akan menentukan keseluruhan denyut nadi sebuah cerita.

Bahkan ada sebuah ungkapan yang mengatakan bahwa yang menentukan alur sebuah cerita bukanlah penulisnya, melainkan karakter cerita itu sendiri.

Ungkapan ini mungkin membingungkan bagi beberapa orang. Namun kebingungan ini bisa dipecah dengan menguraikan apa saja karakter dalam sebuah cerita, apa fungsi mereka dan mengapa peran mereka demikian besar dalam membentuk bangunan sebuah cerita?

Nah, sekarang mari saya ajak kamu berkenalan dengan jenis-jenis karakter tersebut.

BACA JUGA:

Karakter Protagonis

Photo by Engin Akyurt on Pexels.com

Dalam cerita, karakter protagonis adalah tokoh central dimana cerita dipusatkan. Tokoh protagonis merupakan simbol dari kebaikan, gambaran ideal manusia dan menjadi tokoh dimana cerita berkembang. Pada pengertian yang sempit, kadang tokoh protagonis dianggap juga sebagai tokoh utama sebuah cerita.

Penceritaan fiksi memusatkan alur tempat berkembangnya cerita pada tokoh protagonis, bukan pada setting atau latar.

Tokoh protagonis adalah karakter cerita yang menjalani perjalanan untuk mencapai tujuan cerita. Segala hal yang terjadi di sepanjang upaya tokoh protagonis untuk mencapai tujuan tersebut adalah yang kemudian menjadi perkembangan cerita.

Dalam upayanya untuk mencapai tujuan, tokoh protagonis akan mendapatkan rintangan, halangan dan kendala dari karakter cerita yang lain. Nah, karakter lawan protagonis inilah yang kemudian menjadi karakter antagonis.

Tokoh Antagonis

Photo by Hamid Tajik on Pexels.com

Mengartikan peran antagonis adalah peran jahat yang identik dengan sifat-sifat buruk saja, sebenarnya kurang tepat. Watak antagonis dalam pengertian yang komprehensif tidak dapat dimaknai sedangkal itu?

Jadi, apa yang dimaksud dengan antagonis?

Karakter antagonis adalah tokoh yang menjadi penghalang utama karakter protagonis dalam mencapai tujuannya yang menjadi alur utama cerita. Bagaimana pun karakter protagonis menghadapi rintangan dalam upaya mewujudkan misinya dalam cerita, sumber rintangan terbesar itu haruslah datang dari karakter antagonis.

Nah, dari pemaknaan ini maka pengertian antagonis adalah watak yang diciptakan oleh penulis fiksi sebagai kontra, lawan atau musuh tokoh protagonis dalam meraih tujuannya dalam cerita. Barulah kemudian gambaran tokoh antagonis banyak dideskripsikan sebagai tokoh yang jahat, licik dan culas.

Setidaknya itu yang tergambar jika kita mendeskripsikannya secara sederhana.

Tokoh Tritagonis

Photo by Pixabay on Pexels.com

Istilah tritagonis sebenarnya tidak begitu populer dalam karakter cerita. Namun, di Indonesia istilah tritagonis lebih banyak digunakan untuk mewadahi karakter apa pun di antara protagonis dan antagonis. Padahal untuk tiap peran cerita, istilah yang digunakannya pun biasanya berbeda.

Jika mengartikan tokoh tritagonis adalah karakter yang berada di antara antagonis dan protagonis saja, maka akan ada beberapa gradasi penokohan yang misalnya berpihak ke salah satu pihak sepanjang cerita.

Nah, dalam penulisan cerita fiksi yang lebih kompleks selain dikenal protagonis dan antagonis, juga dikenal karakter lain yang lebih spesifik seperti sidekick, mentor dan love interest. Istilah ini mungkin terdengar lebih rumit, namun ia bisa lebih detail menjelaskan posisi karakter di antara tokoh protagonis ataukah antagonis.

Nah, untuk memudahkan kamu memahami siapa karakter tritagonis ini, berikut penjelasannya;

BACA JUGA:

Tokoh Sidekick

Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

Karakter sidekick dalam cerita dapat diterjemahkan secara sederhana sebagai karakter pembantu bagi tokoh protagonis.

Karakter sidekick dalam konteks ini bisa berupa sahabat sejati, teman seperjuangan, atau karakter lainnya yang sifatnya menjadi support bagi tokoh protagonis.

Untuk lebih mudah memahami karakter sidekick pada sebuah cerita, kamu dapat mengamati ciri-cirinya berikut ini;

  • Bersikap setia dan membantu tokoh protagonis untuk mencapai tujuan utama cerita.
  • Memiliki posisi sejajar dengan tujuan tokoh protagonis dalam cerita.
  • Memiliki perbedaan dengan tokoh protagonis dalam beberapa hal yang penting. Kamu dapat melihat contoh ini misalnya pada tokoh sidekick seperti Harmione dan Ron Weasley dalam kisah Harry Potter.

Tokoh Mentor

Photo by cottonbro on Pexels.com

Karakter selanjutnya yang juga merupakan bagian dari tokoh tritagonis adalah mentor. Karakter ini dapat dengan mudah dipahami sebagai karakter yang menjadi coach, pelatih, atau guru tokoh protagonis.

Dalam cerita silat kolosal di Indonesia kamu dapat dengan mudah mengenal tokoh mentor seperti ini. Namun, untuk membuatnya lebih mudah dikenali berikut adalah beberapa ciri-ciri utama tokoh mentor.

  • Merupakan guru atau watak yang membantu protagonis untuk mencapai tujuannya.
  • Menjadi pelindung bagi tokoh protagonis selama proses pencarian dirinya sendiri. Contoh ini dapat kamu lihat dalam novel silat Wiro Sableng; Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 dimana tokoh Sinto Gendeng menjadi mentornya. Sebelum Wiro Sableng menjadi pendekar sakti mandraguna, Sinto Gendeng-lah yang menjadi pelindungnya.
  • Membantu tokoh protagonis untuk menemukan jalan yang benar dalam pencarian jati dirinya.
  • Merupakan tokoh panutan bagi sang protagonis dimana ia menemukan keteladanan untuk ia tiru.
  • Membantu atau melawan tokoh protagonis, tergantung dari sisi apa pencarian moral tokoh protagonis dibutuhkan.

Tokoh Love interest

Photo by Misha Voguel on Pexels.com

Baik tokoh sidekick, mentor atau pun love interest, dapat saja menjadi tokoh utama cerita dimana mereka memainkan peran yang penting dan menentukan perkembangan cerita. Love interest dapat menjadi menarik karena kadang-kadang ia memunculkan interpretasi yang keliru mengenai peran yang ia mainkan.

Namun, ada beberapa hal penting yang bisa dilakukan untuk mengenal tokoh love interest, yaitu:

  • Merupakan karakter dimana tokoh protagonis jatuh cinta, pernah jatuh cinta atau pun jatuh cinta kembali.
  • Seringkali tokoh love interest menjadi katalisator atau tokoh yang membantu tokoh protagonis secara luar dan dalam pada perjalanan kisahnya.
  • Merupakan orang yang mendukung dan melawan protagonis, tergantung dari mana kebutuhan cerita untuk membuat tokoh protagonis maju dalam perkembangan pribadinya.

Sebenarnya, ada beberapa karakter lain lagi dalam sebuah cerita di samping beberapa karakter di atas. Meskipun demikian, umumnya karakter ini adalah karakter yang selalu menjadi bagian dari circle baik itu protagonis mau pun antagonis.

Beberapa istilah yang digunakan untuk karakter ini misalnya adalah; skeptis, guardian, contagonis, reason, emotion dan lain sebagainya. Mudahnya di Indonesia kita dapat menyebut karakter-karateri ini sebagai figuran saja.

Tokoh figuran adalah tokoh lain yang membantu menyempurnakan jalan cerita. Peran tokoh figuran memang tidak krusial dalam sebuah cerita. Namun tanpa kehadiran mereka, beberapa cerita justru terasa begitu kering dan gersang.

BACA PULA:

Bagaimana Membangun Karakter Antagonis, Protagonis dan Tritagonis yang Bagus dalam Cerita

Photo by Bess Hamiti on Pexels.com

Jika kamu adalah seorang penulis yang sedang berusaha membangun karakter yang kuat dalam cerita fiksi, Penulis Gunung ID memiliki beberapa tips yang dapat kamu lakukan untuk membangun karakter tokoh cerita yang menarik.

Di beberapa artikel sebelumnya, saya sudah mengajak kamu misalnya untuk mengenal dan membangun karakter protagonis yang hebat.

Nah, dalam artikel kali ini saya hanya akan membagikan beberapa tips singkat saja yang tentunya dapat kamu gunakan pula untuk mengembangkan karakter cerita yang bagus.

Tips Membuat Karakter Protagonis yang Menarik

Photo by Ahmad Qime on Pexels.com

Untuk membangun tokoh protagonis yang menarik, berkesan dan kuat tertanam dalam ingatan para pembaca, kamu setidaknya dapat mempraktikkan beberapa tips berikut ini;

  • Buat tokoh protagonis ceritamu lebih manusiawi.
  • Bangun latar belakang yang spesifik tokoh protagonis.
  • Buat daftar lengkap profil sang karakter protagonis.
  • Berikan tokoh protagonis motivasi yang kuat untuk mencapai tujuan cerita.
  • Buat tokoh protagonis pernah mengalami kegagalan, kekalahan atau kehilangan sesuatu.
  • Jangan manjakan tokoh protagonis dalam ceritamu, biarkan ia berkembang, memecahkan masalah, melalui risiko dan juga rintangan.

Tips Membuat Tokoh Antagonis yang Hebat

Photo by KoolShooters on Pexels.com

Penulis umum hampir selalu menggambarkan bahwa karakter antagonis adalah tokoh yang berwatak jahat dan lambang keburukan. Namun penulis yang hebat akan membuat karakter antagonis mereka jauh lebih mengesankan. Bahkan selain mampu memberi warna yang kuat pada cerita, antagonis yang hebat juga mampu menarik cinta dari para pembaca.

Nah, bagaimana membangun karakternya?

Berikut beberapa hal yang bisa kamu lakukan;

  • Beri tokoh antagonis motivasi yang kuat atas sesuatu yang ia lakukan.
  • Buat tokoh antagonis memiliki keyakinan dalam dirinya sendiri bahwa ia bukanlah orang jahat, melainkan seorang pahlawan.
  • Beri kesempatan pada tokoh antagonis untuk melakukan beberapa hal yang membuat pembaca jatuh hati.
  • Buat tokoh antagonis dalam ceritamu adalah seseorang yang cerdas sehingga ia layak untuk dihormati.
  • Buat tokoh antagonis adalah seorang yang peramah, mudah diajak berkomunikasi, memiliki visi yang besar.
  • Beri kesempatan pada tokoh antagonis dalam cerita untuk menunjukkan sesuatu yang kejam, tidak berbelas kasih dan juga sangat mengerikan untuk menegaskan karakter sejatinya.

BACA PULA:

Tips Membuat Tokoh Tritagonis atau Karakter Pembantu yang Bagus

Photo by Alexandr Podvalny on Pexels.com

Walaupun hanya karakter pembantu atau figuran dalam sebuah cerita, kamu juga tidak boleh membuat mereka seadanya atau ala kadarnya saja.

Karakter tritagonis yang kuat bukan hanya akan membantu jalan cerita menjadi semakin menarik, namun juga akan membuat dukungan mereka terhadap karakter protagonis atau antagonis semakin sempurna.

Nah, untuk menciptakan karakter tritagonis yang bagus, kamu dapat melakukan beberapa tips berikut ini;

  • Beri tokoh tritagonis karakteristik yang unik dan menarik.
  • Beri tokoh tritagonis latar belakang. Kamu tidak perlu membuatnya panjang dan detail, tapi tetap berikan mereka latar belakang untuk diketahui pembaca.
  • Tidak ada salahnya dengan memberikan karakter tritagonis cara berbicara atau berkomunikasi yang khas.
  • Hindari membuat tokoh protagonis sebagai gambaran yang sempurna, meskipun ia adalah master atau mentor dari tokoh protagonis sekali pun.
  • Berikan tokoh pembantu dalam cerita tempat mereka sendiri, jangan membuat mereka bisa tampil dengan acak di semua setting cerita.
  • Jangan melupakan bahwa kehadiran tritagonis atau tokoh pembantu dalam cerita adalah support bagi karakter protagonis atau antagonis. Perbesar sudut pandang menulisnya dari sana.
  • Tidak semua karakter pembantu cerita akan tertanam di benak pembaca, jadi biarkan beberapa di antaranya tenggelam dan terlupakan.

Nah, itu adalah beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk membangun karakter yang kuat dalam cerita.

Karakter yang menarik dan menancap di benak pembaca, akan selalu mendukung ceritamu menjadi luar biasa. Apakah ia protagonis, antagonis atau tritagonis sekali pun, buat mereka menjadi benar-benar nyata dalam imajinasi para pembaca.

Selamat mencoba!

Berani?

Satu bulan punya buku atas nama kamu sendiri


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: