Lompat ke konten
Beranda » Blog » 10 TIPS CARA MENULIS CERITA FANTASI LENGKAP DENGAN CONTOHNYA

10 TIPS CARA MENULIS CERITA FANTASI LENGKAP DENGAN CONTOHNYA

Sebelumnya, saya telah menulis 15 contoh cerita fantasi yang bisa kamu gunakan sebagai template ide untuk menulis cerita serupa. Kali ini saya akan melengkapi artikel tersebut dengan mengajak kamu mengenal 10 tips paling jitu cara menulis cerita fantasi.

Jenis cerita fantasi adalah jenis cerita fiksi yang banyak digemari sepanjang masa. Khayalan murni yang menjadi ciri khas cerita fantasi memberi banyak cakrawala bagi pembaca untuk berimajinasi. Cerita fantasi yang bagus, bahkan memiliki ikatan lebih kuat daripada cerita nyata pada pembacanya.

Nah, apa sebenarnya yang dimaksud dengan cerita fantasi dan bagaimana cara menuliskannya?

Saya akan mencoba mengajak kamu untuk menjelajahinya lebih jauh dalam artikel kali ini.

Jadi, pastikan kamu membacanya sampai habis, ya.

Pengertian Cerita Fantasi

Cerita fantasi
Photo by Antonio Friedemann on Pexels.com

“Tidak peduli seberapa aneh dan menentang hukum ilmiah cerita fantasi yang kamu tuliskan, bagi pembaca ini harus terlihat seperti sebuah kenyataan”

A Wan Bong

Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan cerita fantasi itu?

Cerita fantasi adalah satu genre sastra yang menampilkan unsur magis, supranatural dan keajaiban yang sama sekali berbeda dengan dunia nyata. Beberapa definisi cerita fantasi juga tertarik untuk memberikan pengertian dari genre ini sebagai satu jenis karya fiksi khayalan murni yang artinya tidak akan pernah terjadi dalam dunia nyata.

Walaupun khayalan murni, beberapa penulis ada pula yang mengkombinasikan antara setting dunia nyata dengan unsur-unsur fantastis dan imajiner murni. Namun secara umum, pada banyak contoh cerita fantasi ditemukan logika fisik, hukum dan aturan mereka sendiri. Ini bisa saja sepenuhnya imajiner.

Akan tetapi, tidak perduli seberapa aneh dan khayal cerita yang kamu tulis, bagi pembaca ini harus terlihat sebagai sesuatu nyata.

Walaupun Cerita fantasi dongeng atau apa pun sebutannya yang melampaui logika ilmiah dan tidak terikat dengan fakta-fakta yang ada. Namun, motivasi dan dorongan yang ada dalam cerita fantasi tersebut umumnya sangat manusiawi.

Pada masa abad ke-20, beberapa tema yang paling banyak diangkat dalam genre cerita fiksi fantasi misalnya adalah peri, penyihir, centaur, goblin, troll, kurcaci dan lain sebagainya. Kamu bisa melihat perwujudan contoh cerita fantasi tentang alam khayal yang menarik misalnya dalam film The Lord Of the Ring, Narnia, atau pun The Hobbit.

BACA JUGA:

Beberapa Contoh Cerita Fantasi yang Populer

Ada banyak sekali karya cerita fantasi yang sudah sangat populer di dunia. Baik ia yang ditulis hanya dalam bentuk buku saja atau pun yang sudah diadaptasikan dalam film dan serial televisi.

Beberapa contoh cerita fantasi yang sudah sangat terkenal dan telah dibuat pula versi film misalnya adalah sebagai berikut;

  • The Hobbit karya J.R.R. Tolkien yang dirilis tahun 1937.
  • The Lord of the Ring karya J.R.R. Tolkien, rilis antara 1954 – 1955
  • The Golden Compass karya Philip Pullman tahun 1995
  • Harry Potter karya J.K. Rowling tahun 1997
  • Alice in Wonderland karya Lewis Carroll tahun 1865
  • A Game of Thrones karya George R. R. Martin tahun 1996.

Dapat kamu lihat pada contoh-contoh di atas bahwa karya fiksi fantasi adalah juga novel-novel yang mungkin paling laris di dunia, kan?

Artinya apa?

Arti optimisnya adalah jika kamu bisa membuat sebuah cerita fantasi dengan kualitas seperti Harry Potter, The Lord of the Ring atau Game of Thrones, kamu mungkin akan menciptakan sebuah legenda kehidupan baru yang sangat luar biasa.

Jadi, mari saya ajak kamu untuk mempelajari caranya.

10 Tips Ampuh Membuat Cerita Fantasi

Apakah kamu berniat membuat cerita fiksi yang pendek seperti cerpen atau bahkan novel dengan tebal 500 halaman sekali pun, tips-tips berikut ini akan membantu kamu melakukannya dengan lebih mudah, lebih efektif dan lebih efisien.

Nah, apa saja tipsnya?

Yuk, kita lihat satu persatu.

1. Membaca dan Membaca

Source: Unsplash

Ingatlah sebuah ungkapan yang mengatakan bahwa kamu hanya bisa menulis sebaik kamu membaca. Semakin banyak yang kamu baca, semakin jauh kamu memahami bacaannya, maka akan semakin bagus pula tulisan yang kamu hasilkan kemudian.

Hal ini juga berlaku dalam penulisan cerita fantasi fiksi.

Sebelum kamu terjun dan mulai menulis struktur cerita fantasi milikmu sendiri, pikirkan untuk membaca karya fiksi fantasi yang orang lain tulis lebih dulu. Ini tidak hanya akan menambah pengetahuan dan wawasanmu mengenau sebuah cerita fantasi. Akan tetapi lebih jauh, membaca karya cerita fantasi milik orang lain juga akan membantu kamu untuk mampu menghasilkan karya yang lebih baik.

Kamu dapat melihat bagaimana penulis fantasi menghadirkan tokoh-tokohnya, memperkenalkan latar belakang mereka, atau mungkin menjelaskan latar cerita yang sangat imajiner bahkan untuk dibayangkan sekali pun.

Penulisgunung

Perhatikan semua detail semacam itu sebagai referensi penulisan cerita fantasi yang kamu lakukan.

Intinya pada langkah yang pertama ini adalah kamu belajar navigasi penulisan cerita fantasi berdasarkan bacaan fantasi yang dapat kamu baca sebanyak mungkin.

2. Pastikan Siapa Pembaca yang Menjadi Targetmu

Cerita fantasi
Photo by Monstera on Pexels.com

Antara fiksi fantasi untuk anak kecil, remaja dan dewasa, tentu saja memiliki banyak detail yang berbeda. Nah, pastikan dalam langkah kedua ini kamu mengenal dan menetapkan siapa pembaca yang akan kamu jadikan terget cerita fantasi yang kamu tulis.

Jika misalnya kamu melihat contoh cerita fantasi 4 paragraf atau yang sejenis itu, maka tentu saja itu adalah targetnya anak-anak. Cerita fantasi anak menuntut penjabaran alam imajiner yang lebih sederhana, lebih mudah dinalar, topik yang menarik untuk dunia anak-anak, dan tentu saja tidak terlampau panjang.

Shopee Merdeka

Kemudian jika kamu memilih target pembacamu adalah remaja, maka contoh cerita fiksi singkat 3 paragraf dan sejenisnya sudah tidak cocok. Remaja membutuhkan tingkat rangsangan imajiner yang lebih tinggi daripada pembaca anak-anak. Akan tetapi, mereka juga belum bisa mencapai alam fantasi yang lebih berat seperti orang dewasa.

Lantas, bagaimana dengan pembaca dewasa?

Nah, jika ceritamu adalah fantasi berat dan epik dengan konflik yang hanya dapat dibayangkan oleh dewasa, maka target pembacamu adalah orang dewasa.

Kamu lebih bebas bereksplorasi di bagian ini. Orang dewasa memang jauh lebih kritis, dan mereka tentu jauh lebih mudah memahami esensi imajiner dari sebuah fiksi fantasi. Meskipun harus diakui kadang-kadang, imajinasi dan fantasi anak kecil kadang jauh lebih bekerja daripada orang dewasa.

3. Mulai dari yang Kecil

Source: Unsplash

Tahukah kamu sebelum J.R.R. Tolkien menulis cerita fantasi The Hobbit yang hebat itu, ia terlebih dahulu menulis beberapa kisah pendek tentang Middle Earth atau Dunia Tengah yang menjadi latar The Hobbit?

Mengapa ia melakukannya?

Tentu saja untuk melatih dirinya dan membiasakan cerita itu dalam penulisan yang ia lakukan.

Membangun dunia fantasi tidak semudah ketika kamu bercerita pengalaman liburan. Fantasi membutuhkan cara bercerita, penyesuaian, dan adaptasi yang jauh lebih kompleks. Cerita fantasi beserta strukturnya bahkan kadang sulit dipahami oleh penulisnya sendiri jika tidak dibiasakan.

Oleh karena itu, ambillah contoh dari J.R.R. Tolkien ini dalam menulis kisah fantasimu dalam bentuk novel yang panjang dan berat. Mulailah dari kecil dahulu dan biasakan dirimu akan hal tersebut.

BACA JUGA:

4. Masuk ke Dunia Besar

Cerita fantasi
Photo by Ferdinand Studio on Pexels.com

Setelah kamu terbiasa dengan beberapa kisah kecil yang merupakan bagian-bagian dalam karya fantasimu yang lebih utuh, sekarang adalah saatnya untuk membuat skenario fantasi yang lebih besar.

Alam cerita fantasi adalah alam yang lebih luas, kompleks, rumit dan membutuhkan usaha keras untuk dapat dipahami. Kamu tidak hanya akan ‘dipaksa’ untuk membayangkan tentang tokoh atau karakter cerita. setting dan konfliknya semata.

Namun dalam cerita fantasi yang lebih sempurna, kamu juga harus mampu menyusun dunia baru baik itu geografi, adat-istiadat, sejarah atau pun budayanya sendiri. Menyusun kotak-kotak fantasi seperti ini akan lebih mudah jika kamu mempraktikkan menulis cerita fantasi pendek tentang alam khayal tersebut pada langkah sebelumnya.

Jadi, bayangkan bagaimana sebuah iklim fantasi, geografi, gunung-gunungnya, musim-musimnya, dan segala sesuatu yang membangun sebuah cerita fantasi yang akan menjadi dunia baru dalam novel fantasimu nantinya.

Kemudian susunlah kepingan-kepingan itu menjadi dunia fantasi yang lebih besar dan lengkap.

5. Tentukan Sudut Pandang yang Tepat

Photo by Unsplash

Langkah selanjutnya dalam menulis cerita fantasi adalah dengan memilih sudut pandang yang paling tepat. Efektifitas ciri orientasi pada cerita fantasi adalah satu hal yang berkaitan erat dengan sudut pandang. Apakah kamu akan menggunakan sudut pandang orang ketiga serba tahu, ataukah kamu ingin menggunakan sudut pandang orang pertama yang banyak tahu. Itu adalah pertimbangan yang harus kamu pikirkan.

Jika kamu memilih sudut pandang orang ketiga serba tahu, kamu akan berubah menjadi narator yang menggambarkan keseluruhan fantasi imajiner untuk dibayangkan oleh pembaca. Akan tetapi jika kamu memilih sudut pandang orang pertama, maka kamu juga memiliki kesempatan untuk mengundang pembaca bertualang dalam dunia fantasi melalui sudut pandang yang kamu hadirkan.

Mana yang terbaik di antara dua sudut pandang tersebut?

Tidak ada anjuran khusus mengenai sudut pandang paling sempurna dalam cerita fantasi seperti ini. Hal yang bisa menjadi pertimbangan kamu adalah sejauh mana kamu bisa mengeksplorasi alam imajinasi atau fantasi melalui sudut pandang tersebut.

Baik ia sudut pandang orang pertama atau orang ketiga tidak akan menjadi masalah selama kamu dapat menghadirkan cerita fantasi total yang terasa nyata dalam imajinasi para pembaca.

6. Ciptakan Karakter Fantasimu

Cerita fantasi
Photo by Anna Kester on Pexels.com

“Dalam cerita fantasi, kehebatan penulis dibatasi oleh kemampuan imajinasinya sendiri”

A Wan Bong

Mantra pertama yang akan membuatmu lebih bebas dalam menciptakan karakter dalam dunia fantasi adalah karena ini bukan dunia nyata. Oleh karena itu lupakan batasan karakter cerita yang rumit, kompleks dan penuh dengan kekurangan. Dalam cerita fantasi bersifat khayal murni, kamu bisa ‘menabrak’ segalanya.

Dibandingkan membuat daftar tokoh protagonis, antagonis dan tritagonis yang rumit, mengapa tidak membuat sketsa yang lebih bebas?

Apakah kamu ingin membuat karakter utama cerita fantasimu adalah seekor peri dengan sayap selebar elang, mahkota berkilauan, bersenjatakan harpa mutiara atau pedang dari batuan bintang, semua terserah padamu. Sekali lagi, ini adalah fantasi. Hanya batasan imajinasimu sendiri yang mampu membatasi kemampuan karakter fantasimu.

Sebagai cara untuk mempermudah gambaran karaktermu, coba bayangkan karakter Gollum dalam The Lord of the Rings, karakter Narnia, karakter Harry Potter dan lain sebagainya.

Pacu imajinasimu untuk menciptakan karakter-karakter super kreatif dan melampai hukum ilmiah semacam itu.

BACA JUGA:

7. Buatlah Outline

Cerita fantasi
Photo by Oleg Magni on Pexels.com

Dalam menulis novel, dikenal dua istilah untuk penulis yang paling umum. Istilah pertama adalah plotter dan istilah kedua adalah pantser. Kedua istilah ini digunakan sama-sama untuk menjelaskan sikap seorang penulis terkait penggunaan outline novel atau kerangka cerita.

Untuk para penulis yang menggunakan outline atau kerangka cerita dalam penulisan mereka, mereka disebut dengan plotter. Sementara untuk para penulis yang tidak menggunakan kerangka dalam menulis, mereka disebut sebagai pantser. Penulis seperti ini benar-benar seperti sebuah ungkapan yang mengatakan bahwa mereka menulis seperti air yang mengalir.

Pada dasarnya baik genre jenis apa pun yang dipilih, plotter dan pantser sama-sama menarik dan semuanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Namun untuk kamu yang baru pertamakali menulis novel, sebaiknya kamu memilih menggunakan kerangka terlebih dahulu. Cara kerja plotter akan lebih mudah untuk kamu ikuti dibandingkan pantser. Lebih-lebih karena novel yang kamu tulis adalah fantasi, sebuah rangkaian cerita khayalan yang harus terasa realistis.

Dengan outline, kamu dapat memastikan bahwa tidak akan ada plot yang terlewat. Di sisi lain dalam penulisan cerita fantasi irisan, outline juga akan membantu kamu ketika misalnya merasa kehilangan ide selama proses penulisan berlangsung.

8. Hadirkan Aroma yang Nyata

Cerita fantasi
Photo by Unsplash

Tugas paling besar dari penulis cerita fiksi fantasi adalah membuat dunia khayal mereka terasa nyata bagi pembaca. Nah, hal ini tentu saja tidak semudah membalikkan telapak tangan, bukan?

Lantas bagaimana caranya supaya kamu dapat mengupayakan bahwa imajinasi yang kamu tuangkan dalam cerita fantasi dapat terasa nyata bagi pembaca?

Salah satu cara yang terbukti efektif untuk menghadirkan aroma realistis dalam cerita fantasi yang murni khayal adalah dengan menelusuri beberapa detail dalam kehidupan nyata. Setelah kamu mendapatkan detailnya, kamu dapat menaplikasikannya sebagai bagian dari eksposisi setting, karakter, dialog atau plot dalam cerita fantasi.

Contohnya begini;

ketika kamu memutuskan untuk memasukkan dunia politik dan ekonomi dalam fantasimu, maka pikirkan pula akar masalahnya. Jika kamu mengajukan pertanyaan; mengapa orang-orang saling membunuh untuk kekuasaan? Mengapa kekuasaan dan kekayaan dapat menjadi motivasi orang melakukan kejahatan? Dan lain sebagainya.

Jadi meskipun tokoh fantasimu adalah total fiksi khayalan, pastikan masalahnya dan dorongan yang menggerakan mereka adalah sesuatu yang nyata dan realistis. Dengan cara itu pembaca akan lebih mudah merasakan unsur kenyataannya.

9. Tulis Dialog yang Otentik

Cerita fantasi
Photo by Unsplash

Tips selanjutnya dalam menulis cerita fantasi yang menarik adalah dengan memasukkan dialog yang otentik. Ingatlah pula bahwa karakter yang kamu gunakan adalah khayalan dan tidak eksis  di dunia nyata. Jadi pastikan kamu menggunakan dialog yang tepat untuk mereka.

Pertimbangkan pula bahwah tokoh cerita fantasimu berdialog dengan pengaruh latar belakang mereka, setting dan budaya mereka, jadi ini bisa saja sangat berbeda dengan dialog manusia.

Meskipun demikian, jangan pula membiarkan terlalu banyak kalimat eksposisi dalam dialog hanya sebagai cara untuk menyampaikan ide imajinermu kepada pembaca. Biarkan semuanya otentik, mengalir dengan alami dan tanpa perlu dipaksakan.

Kamu dapat menambahkan kalimat eksposisi dalam dialog jika memang hal itu dibutuhkan. Namun jika tidak perlu, jangan memaksakannya. Tetap lakukan saja dialognya dengan otentik.

BACA PULA:

10. Biarkan Cerita Fantasimu Mengalir

Cerita fantasi
Photo by Mathias P.R. Reding on Pexels.com

Tips terakhir untuk kamu yang menulis cerita fantasi adalah dengan memastikan ceritamu mengalir secara natural. Ini memang adalah alam fantasi atau khayalan semata, namun dalam menuliskannya, kamu tetap harus mempertahankan gaya bercerita yang alami.

Alam dunia fantasi yang sudah kamu buat tentu membuat kamu ingin menceritakan segalanya kepada pembaca secepat mungkin. Kamu mungkin saja tergoda untuk memperkenalkan semua karaktermu kepada pembaca pada awal cerita.

Tapi tipsnya tidak demikian.

Pastikan alur cerita mengalir dengan natural. Jangan memaksakan untuk memperkenalkan semua setting, tokoh dan konflik pada awal cerita. Biarkan saja ceritanya mengalir apa adanya secara natural atau alami.

Artinya jika salah satu karaktermu memang harus tampil terakhir dan perlu diketahui pembaca menjelang cerita selesai, maka lakukan seperti itu. Jangan memaksakan tokoh cerita fantasi tersebut tampil lebih cepat hanya karena kamu tidak sabar memperkenalkannya pada pembaca.

Jadi, lakukan dengan senatural mungkin, ya.

Tertarik Menjadi Seorang Penulis Profesional?

Kamu dapat mengikuti kelas menulis online di Penulis Gunung ID dan melangkah menuju cita-citamu untuk menjadi seorang penulis profesional. Pilih kelas apa pun yang kamu minati, dari menulis cerpen, artikel, novel hingga mengubah pengalaman pribadi buku.

Bersama A Wan Bong, mentor penulisan yang disiplin dan berpengalaman, kamu akan dipandu untuk menghasilkan mahakarya terbaikmu.


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


Terimakasih atas waktu anda membaca artikel ini. Senang sekali jika Anda berkenan meninggalkan komentar atau pendapat Anda sendiri mengenai subyek dalam artikel ini. Terimakasih.

%d blogger menyukai ini: