6 JENIS ENDING CERITA PALING POPULER DALAM MENULIS NOVEL

Dalam penulisan novel, cerpen, roman atau karya sastra fiksi apa pun saja, setidaknya ada 6 jenis ending cerita yang paling populer. 6 jenis ending ini dapat dengan mudah kamu temukan dalam banyak karya yang luar biasa, baik oleh penulis tanah air mau pun penulis internasional.

Nah, apa saja 6 jenis ending cerita tersebut dan bagaimana pula cara menuliskannya?

Penulis Gunung akan mengajak kamu untuk membahasnya dalam artikel kali ini.

6 Jenis Ending Cerita Paling Umum untuk Mengakhiri Novel, Cerpen atau Film

Photo by Ann H on Pexels.com

Jika berbicara tentang jenis-jenis ending film, novel atau cerita apa pun, setidaknya dikenal 10 jenis ending yang dapat dipraktikkan. Namun jika jumlah ini dikerucutkan lagi sebagai jenis ending cerita yang paling populer, maka hanya ada enam saja jenis ending yang biasa dipraktikkan.

Ending adalah satu babak akhir dari cerita dimana penulis menutup kisah yang mereka ceritakan. Sebagai sebuah akhir, ending seharusnya mampu menjawab berbagai persoalan yang ditampilkan dalam cerita. Menariknya, dalam praktik ending sendiri tidak demikian.

Beberapa ending mungkin menjawab semua konflik yang ada dengan penyelesaian yang tuntas. Sementara ending yang lain malah sebaliknya. Namun intinya adalah, ending merupakan cara seorang penulis menutup cerita mereka, terlepas dari apa pun teknik dan konsekuensinya.

Beberapa ending yang paling banyak digunakan untuk menutup sebuah cerita sendiri adalah sebagai berikut:

Ending Tuntas atau Resolved Ending

Photo by Pixabay on Pexels.com

Jenis ending yang pertama dalam penulisan cerita atau film adalah resolved ending atau ending tuntas, ini adalah jenis ending yang bisa kamu temukan dengan sangat mudah dan sangat sederhana.

“Pada akhirnya mereka hidup berbahagia selamanya”

“Pangeran Katak kemudian berubah menjadi manusia setelah mendapat ciuman dari Bawang Putih, kemudian ia mengajak Bawang Putih ke istana dan mereka menikah dan hidup sebagai ratu raja hingga akhir hayat”

Itu adalah dua contoh happy ending dalam cerita yang pastinya seringkali kamu dengar. Di samping menjadi contoh cerita yang berakhir bahagia, dua contoh di atas juga menjadi contoh ending resolved atau ending tuntas.

Jadi, apa sebenarnya yang dimaksud ending tuntas tersebut?

Ending tuntas adalah istilah yang saya gunakan secara pribadi. Akan tetapi pengertian dari ending resolved ini adalah dimana akhir cerita mampu menjawab semua konflik yang terjadi dan tidak menyisakan pertanyaan lain di benak pembaca (tuntas).

Namun ingat, ending tuntas atau ending resolved tidak harus happy ending. Pada kondisi tertentu ending tuntas juga bisa dalam bentuk bad ending, sad ending atau tragic ending.

Namun intinya adalah, resolved ending atau ending tuntas tidak menyisakan lagi pertanyaan mengenai kelanjutan cerita, karakter dan plot setelah ending dituliskan.

Ending Tidak Tuntas atau Unresolved Ending

Photo by Karolina Grabowska on Pexels.com

“Terus tentang apa, Mas?” jantung Elya berdebar kencang karena penasaran.

                “Puncak Selatan yang sebulan lalu didaki Tatras dan Derrick runtuh..”

                “Oh…,terus, Mas Sulis?” Elya mengangguk, ia belum bisa menangkap apa sebenarnya maksud mas Sulis, namun ia merasa dadanya seolah mendadak sesak.

                “Tatras sedang mendakinya, mbak Elya. Ia sudah tiga hari di sana”

                Kali ini ucapan Sulis seolah petir yang tepat menghantam kepala Elya, pandangannya sontak gelap dan pekat, handphone di tangannya terlepas, Elya seketika jatuh pingsan.

                “Elya..!”

                Telinga Elya masih dapat menangkap teriakan ibunya, teriakan Merlin dan juga Tatiana yang berbarengan. Ia juga masih merasakan bahwa ada beberapa tangan yang berusaha mengangkat tubuhnya. Namun Elya tak dapat melihat apa-apa, dunianya seolah telah berubah menjadi demikian gelap dan pekat.

Merapi Barat Daya – Anton Sujarwo

Saya dengan yakin dapat memberitahukan kepada pembaca blog Penulis Gunung bahwa novel Merapi Barat Daya adalah contoh ending cerita yang berakhir dengan unresolved ending atau ending tak tuntas. Akhir dari cerita ini memang mengakhiri satu konflik utama dalam cerita namun juga membuka konflik lain yang lebih besar.

Di samping menggunakan istilah unresolved ending, akhir cerita seperti ini juga sering disebut sebagai cliffhanger ending atau ending yang menggantung.

Praktiknnya adalah ketika cerita berakhir, masih ada pertanyaan dalam benak pembaca mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada karakter, apa yang terjadi selanjutnya pada alur, dan lain sebagainya.

Dengan kata lain, unresolved ending atau ending tak tuntas yang tetap masih menyisakan ketegangan meskipun ceritanya sendiri sudah berakhir.

Ending Meluas atau Expanded Ending

Sumber gambar: Penguin Books

Ciri khas utama dari ending jenis ini adalah penggunaan epilog sebagai penutup ceritanya. Jadi, setelah konflik utama berakhir, penulis menambahkan satu bagian kecil yang letakkan pada ujung cerita yang justru membuat cakrawala cerita menjadi lebih luas dan jauh.

Jika kamu menulis sebuah cerita yang memiliki plot rumit dan mungkin tidak mudah dimengerti oleh semua pembaca, menggunakan epilog adalah ending cerita yang bagus untuk dipilih. Dalam epilog kamu dapat membingkai ulang ceritamu untuk menyampaikan pesan terpentingnya kepada pembaca.

Ending meluas sederhananya adalah cara mengakhiri cerita dengan memperluas narasinya sendiri yang pada banyak kesempatan melibatkan lompatan waktu, lompatan perspektif, dan juga sudut pandang penceritaan.

Salah satu keunggulan yang menarik jika kamu menggunakan expanded ending adalah kamu memiliki kesempatan untuk menjawab pertanyaan yang mungkin saja tidak terjawab dalam cerita utama. Misalnya bagaimana nasib tokoh cerita 10 tahun kemudian dan lain sebagainya.

Contoh menarik yang bisa kamu temukan mengenai expanded ending adalah novel War and Peace karya Leo Tolstoy.

Ending Kejutan (Surprise Ending) atau Unexpected Ending

Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

Membuat ending kejutan adalah sebuah tantangan yang serius dalam menulis cerita genre apa pun. Dibutuhkan sebuah kondisi yang alami, original dan natural untuk membuat sebuah ending cerita yang unexpected karena tanpa kesan natural, ending surprise justru tidak disukai oleh banyak pembaca.

Ending kejutan benar-benar menghadirkan sebuah akhir cerita yang mengejutkan pembaca, yang sama sekali tidak diduga sebelumnya. Ciri ending cerita yang baik dalam konteks surprise ending semacam ini, ia tidak boleh terasa dipaksakan.

Ketika penyelesaian konflik dilakukan dengan pressure yang terlampau dipaksakan, maka daya tarik cerita akan menguap. Memberikan ending cerita dengan menghadirkan sesuatu yang entah darimana datangnya dan tiba-tiba bisa menyelesaikan segalanya, adalah ide yang tidak bagus.

Jadi, sekali lagi jika kamu ingin memilih ending kejutan dalam ceritamu, lakukan dengan natural.

Contoh ending cerita yang bagus untuk kategori surprise ending sekaligus juga unresolved ending adalah novel Merapi Barat Daya.

Ending Membingungkan atau Ambiguous Ending

Photo by Alexander Dummer on Pexels.com

Ending membingungkan atau ending ambigu memiliki cara kerja yang mungkin hampir sama dengan cliffhanger ending. Namun pada hakikatnya, substansi dari dua jenis ending ini sangat berlainan.

Ending menggantung atau ending unresolved adalah akhir sebuah cerita yang meninggalkan pertanyaan di benak pembaca mengenai apa yang akan terjadi selanjutnya karena ketegangan cerita belum usai. Hal ini bisa dalam hal tokohnya, plotnya atau pun konfliknya.

Sedangkan ending ambigu tidak meninggalkan ketegangan semacam itu melainkan meninggalkan pertanyaan di benak pembaca mengenai akhir cerita yang sebenarnya. Dalam ambigu ending, interpretasi antara satu pembaca dengan pembaca yang lainnya dapat saja berbeda.

Menariknya, ambigu ending juga dianggap sebagai satu-satunya jenis ending cerita yang mengundang pembaca masuk lebih banyak ke dalam cerita untuk menafsirkan akhir dari konfliknya.

Dalam film, ada banyak contoh ending ambigu dan membingungkan semacam ini. Beberapa contoh yang mungkin bisa kamu buktikan misalnya adalah; The Thing (1983), Enemy (2013), Inception (2010), dan Blade Runner (1982).

Ending Lingkaran atau Circle Ending

Photo by Adrien Olichon on Pexels.com

Ini adalah jenis ending yang membawa pembaca ke permulaan cerita kembali. Cerita horor, thriller adalah yang umumnya paling banyak mengadopsi ending semacam ini.

Dalam circle ending atau ending lingkaran, kamu akan melihat bagian-bagian akhir dari kalimat penutup cerita yang mengarahkan kamu sebagai pembaca kepada awal cerita. Dengan kata lain, ending lingkaran akan mengakhiri ceritanya dimana mereka memulai cerita itu sebelumnya. Persis seperti lingkarang.

Contoh yang cukup populer penggunaan circle ending  ini adalah serial pembunuh bayaran berjudul Wrong Turn. Dalam film ini kamu dapat melihat bahwa para penjahat selalu menjadi pembuka dan juga penutup film.

BACA JUGA:

Kisah hidupmu menarik?

Yuk, ubah kisah pribadimu menjadi buku bersama kelas menulis online Penulis Gunung ID


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


KAMU MENYERAH DENGAN KEADAAN? MUNGKIN INI 15 ALASANNYA

Ada banyak alasan yang disampaikan mengapa seseorang kemudian memilih menyerah dengan keadaan yang menimpa dirinya. Namun jika digali lebih dalam, alasan mengapa seseorang menyerah sebenarnya tidak pernah keluar dari 15 hal berikut ini.

Nah, spesial untuk artikel kali ini Penulis Gunung akan mengajak untuk melakukan refleksi tentang 15 alasan utama mengapa orang begitu mudah menyerah dengan keadaan yang membelenggu mereka. Sebagai para penulis, ini adalah bagian yang tidak terpisahkan pula.

Jadi, mari baca artikelnya sampai akhir, ya.

15 Alasan Mengapa Orang Begitu Mudah Menyerah Dengan Keadaan

Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

Ketika kamu mengadapi situasi sulit dan terpikir ingin menyerah dengan keadaaan, sebenarnya kamu sama sekali belum gagal. Kegagalan hanya terjadi ketika kamu memutuskan untuk menyerah pada keadaan kemudian berhenti berupaya dan berjuang.

Kondisi rasa ingin menyerah kepada keadaan, juga umum ditemui dalam dunia menulis. Seseorang bisa saja begitu menggebu ingin bisa menulis, bisa memiliki buku atas namanya sendiri, atau menuliskan ide cerita hebat yang ia pikir akan menjadi sebuah bacaan best seller.

Akan tetapi tidak lama kemudian, keinginan tersebut hanyalah sebatas keinginan.

Ketika keadaan nampaknya tidak mendukungnya untuk menulis dan menyelesaikan idenya, ia menyerah. Pada akhirnya, impiannya memiliki buku hanyalah menjadi sebuah cerita saja.

Nah, apa yang terjadi dengan kondisi semacam ini? Mengapa orang-orang demikian gampang menyerah pada keadaan?

Saya akan berbagi 15 alasan yang paling penting di antaranya.

Berharap Hasil Cepat

Photo by Sanndy Anghan on Pexels.com

Kesuksesan yang cepat melahirkan ego, kesuksesan yang alami membentuk karakter

– Anonim –

Kota Roma tidak dibangun dalam satu malam, untuk mencapai puncak tertinggi gunung Everest, kamu harus memulainya dari bawah, kemudian berproses mendaki camp demi camp.

Nah, begitu pula dengan tujuanmu, kesuksesanmu, atau buku yang ingin kamu tuliskan. Kamu tidak bisa membuatnya berhasil dalam satu malam.

Berapa banyak orang yang menyerah terlalu cepat karena mereka ingin hasil yang cepat, yang instan dan yang segera. Padahal semuanya membutuhkan proses dan membutuhkan waktu.

Hal inilah yang kemudian membuat orang menjadi cepat menyerah dengan keadaan; karena mereka mengharapkan hasil yang cepat dan tidak siap berjuang lebih jauh.

Berhenti Percaya Pada Diri Sendiri

Photo by Anete Lusina on Pexels.com

Ketika menjumpai sebuah kesulitan di depan mereka, beberapa orang justru menjadi termotivasi untuk berhasil dan sukses. Namun sebaliknya, tidak sedikit juga yang kemudian mundur dan menyerah, mereka kehilangan rasa percaya pada dirinya sendiri.

Jika kamu mencari kata mutiara menyerah dengan keadaan untuk mendorong supaya kamu termotivasi lagi, itu mudah.  Ada ribuan kata-kata indah yang ditenun sedemikian rupa untuk mendorong semangat untuk terus berupaya.

Akan tetapi yang terpenting adalah, percayalah pada diri kamu sendiri.

Ada sebuah kekuatan yang telah disiapkan oleh Tuhan dalam dirimu untuk menyelesaikan semua kesulitan. Percaya saya pada dirimu sendiri kemudian berjuanglah dengan cara yang terbaik.

Terpaku pada Masa Lalu

Photo by Lisa Fotios on Pexels.com

Masa lalu sudah berlalu, masa depan bisa jadi tidak pernah datang. Satu-satunya masa yang kita miliki adalah sekarang dan saat ini juga. Jadi, lakukan yang terbaik

– A Wan Bong –

Alasan yang ketiga mengapa seseorang demikian mudah menyerah dengan keadaan yang ia hadapi adalah karena ia terpaku pada masa lalu. Satu bagian dari masa lalunya seolah menjadi belenggu yang membuat hati, perasaan, dan kemampuannya terpenjara.

Padahal kamu sendiri sudah tahu bahwa manusia tidak hidup dalam masa lalu mereka, bukan?

Manusia bagaimana pun bentuknya selalu hidup di masa sekarang, bukan di masa lalu atau pun di masa depan. Masa depan hanya bisa dipersiapkan, tetapi tidak ada yang dapat memastikan apakah seseorang bisa menemuinya atau tidak.

Jadi, jika kamu merasa kamu begitu mudah menyerah dengan keadaan, coba lihat lagi ke dalam dirimu sendiri; apakah ada belenggu masa lalu yang masih membuatmu tetap terpaku?

Takut Masa Depan

Photo by Karolina Grabowska on Pexels.com

Pernahkah kamu mendengar kata mutiara jangan menyerah dengan keadaan yang isinya kurang lebih seperti ini; Bagaimana pun buruknya masa lalu seseorang, masa depannya tetap suci.

Jadi, apa yang sebenarnya yang kamu takutkan dengan masa depan?

Beberapa orang yang memilih menyerah pada kesulitan dan rintangan kadangkala bukanlah orang yang bodoh, tidak berpendidikan, atau pun terlahir dalam kondisi yang kekurangan. Bahkan ada lebih banyak orang dengan segala kesempurnaan justru merasa takut menghadapi masa depan.

Menariknya, ketakutan ini bukannya membuat mereka semakin teguh berjuang. Justru sebaliknya, malah menyerah dengan mudah dan merasa tidak ada yang bisa ia lakukan untuk memperbaiki masa depannya.

Menolak untuk Berubah

Photo by Brett Sayles on Pexels.com

Nah, ini adalah salah satu penyebab terbesar mengapa banyak orang cepat menyerah dengan keadaan mereka. Ketika seseorang menolak untuk berubah, ia sudah lebih dulu membatasi dirinya untuk mencapai sesuatu yang baru atau melakukan sesuatu yang baru.

Perubahan adalah sebuah keniscayaan dalam hidup. Semua sendi dalam kehidupan akan berubah. Zaman akan berubah, manusia akan berubah, teknologi akan berubah dan segalanya akan berubah.

Satu-satunya yang tidak akan pernah berubah adalah perubahan itu sendiri.

Untuk mencapai sesuatu yang belum pernah ia capai sebelumnya, manusia harus bersedia melakukan apa yang mungkin belum pernah ia lakukan sebelumnya. Dan untuk itu, ia harus bersedia berubah.

Meyakini Kelemahan Diri

Photo by Keira Burton on Pexels.com

Setelah kehilangan rasa percaya pada diri sendiri, bagaimana jika ‘disempurnakan’ dengan kamu juga meyakini bahwa kamu memang adalah orang yang lemah, tidak bisa berbuat banyak dan sudah sewajarnya cepat menyerah?

Tolong, jangan lakukan itu!

Ada begitu banyak orang yang memilih menyerah bahkan pada masa-masa awal pertarungan bukan karena ia tidak mampu, tetapi karena ia percaya hembusan angin jahat yang bertiup dan mengatakan bahwa dirinya adalah sosok yang lemah.

Kamu bisa mengartikan kelemahan ini dalam banyak perspektif, tapi itu sama sekali bukan alasan kamu boleh meyakininya untuk kemudian menyerah kalah.

Rasa Takut Gagal lebih Besar dari Keinginan Berhasil

Photo by Liza Summer on Pexels.com

Jika keinginanmu untuk sukses ada pada angka 10 sementara ketakutanmu akan gagal ada pada angka 90, maka sudah pasti kamu akan lebih cepat menyerah. Ketakutan yang besar pada risiko bahkan dalam ukuran yang berlebihan adalah penyebab lain mengapa banyak orang cepat memutuskan untuk menyerah.

Bangun hasratmu untuk berhasil lebih besar dari rasa takutmu akan gagal. Imajinasikan bagaimana jika kamu berhasil menulis sebuah buku misalnya, bagaimana rasanya, apa yang kamu dapatkan, dan lain sebagainya.

Kemudian bayangkan pula dalam imajinasimu jika kamu gagal; Apa sih, hal yang paling buruk terjadi jika kamu gagal?

Apakah kamu akan dihukum mati, digantung atau apa?

Perbesar keinginanmu untuk sukses dan kerdilkan ketakutanmu pada kegagalan. Itu adalah salah satu rumus supaya kamu tidak cepat menyerah dengan keadaan.

Bertahan pada Kelemahan

Photo by Ron Lach on Pexels.com

Inti dari bertahan pada kelemahan adalah kamu sebenarnya tidak mau belajar untuk menjadi lebih baik.

Bertahan pada kelemahan adalah alasan lainnya mengapa seseorang demikian cepat menyerah pada keadaan ketika dihadapkan pada situasi yang sulit.

Sadari kelemahanmu tapi jangan bertahan disana.

Terus berjuang, terus berusaha dan yang paling penting; jangan pernah menyerah dengan keadaan apa pun yang sekarang sedang menghimpit dirimu.

Bergerak, belajar, dan jadilah lebih baik.

Menganggap Dunia Berhutang pada Kesuksesannya

Photo by Artem Beliaikin on Pexels.com

Apakah kamu sempat terpikir bahwa kesuksesanmu adalah tanggung jawab orang lain?

Hanya karena kamu pintar dan cerdas, bukan berarti kamu otomatis dapat sukses dengan mudahnya. Hanya karena kamu baik hati dan berkata lemah lembut, tidak berarti kesuksesan akan datang dengan gampang.

Pendek kata, hanya karena kamu karena merasa pantas untuk sukses bukan berarti dunia berhutang kesuksesan padamu.

Ketika seseorang merasa bahwa dunia berhutang kepadanya hanya karena ia baik hati, tidak sombong, dan penuh dengan hati tulus, itu sama sekali bukan alasan bahwa semuanya akan menjadi mudah untuk dijalani.

Anggapan seperti ini pada banyak kondisi, justru menggiring seseorang untuk lebih cepat menyerah pada keadaan.

Tidak Pernah Memvisualisasikan Apa yang Mungkin Saja Terjadi

Photo by Ali Pazani on Pexels.com

Alasan selanjutnya mengapa seseorang bisa dengan mudah menyerah adalah karena tidak pernah memvisualisasikan apa yang mungkin saja terjadi jika ia terus berjuang.

Orang-orang yang memvisualisasikan impian mereka dengan jelas memiliki kekuatan dan ketahanan yang lebih baik dalam upaya menggapai impian tersebut. Ada sebuah gambaran yang jelas dalam pikiran mereka bahwa jika mereka terus berjuang dan berusaha, mereka akan tiba pada realitas yang menjadi visualisasi mereka.

Manusia tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi esok hari, tetapi pikiran mereka mampu membayangkannya. Kemampuan membayangkan ini adalah wujud visualisasi yang sederhana untuk mendorong kamu jangan pernah menyerah pada keadaan.

Merasa Kehilangan Sesuatu

Photo by cottonbro on Pexels.com

Ada pula orang-orang yang merasa kehilangan sesuatu sehingga semangatnya seolah ikut gembos dan melempem dalam berupaya. Pada akhirnya semangat yang mengendur ini berperan pula sebagai dorongan untuk segera menyerah dengan keadaan.

Mungkin kamu pernah mendengar sebuah kata bijak menyerah dengan keadaan yang bunyinya kurang lebih seperti ini; Orang yang sukses adalah orang yang terus berupaya secara berulang-ulang tanpa sedikit pun kehilangan rasa antusias.

Mungkin itu bukan redaksi yang benar, namun maksudnya adalah perjuangan yang terbaik harus dilandasi dengan semangat, fokus dan kedisiplinan.

Dalam dunia menulis pun demikian. Para penulis pemula biasa menjadikan mood sebagai alasan mereka untuk menulis.

Pada kondisi sebaliknya, mereka juga menyalahkan mood ketika mereka enggan menulis kembali. Akhirnya, mereka juga merasa telah kehilangan sesuatu (mood) yang kemudian mendorong mereka untuk menyerah pada keadaan dengan lebih cepat.

Berlebihan dalam Bekerja

Photo by cottonbro on Pexels.com

Jangan salah, berlebihan dalam bekerja pun dapat mendorong seseorang untuk lebih cepat menyerah.

Bekerja terlalu keras, yang diporsir, tanpa mengenal waktu untuk istirahat, jelas adalah sesuatu yang keliru. Di samping hal ini buruk bagi kesehatan dan lingkungan sekitar, bekerja dalam porsi yang berlebihan juga akan membuat semangat seseorang lebih mudah mengendur kemudian menyerah dengan keadaan.

Bagaimana bisa demikian?

Tentu saja bisa.

Setelah kamu merasa sudah melakukan semuanya, dengan keras, tanpa henti dan tanpa jeda, kamu akan lebih cepat lelah. Kelelahan ini akan mendorongmu untuk menyerah jika ternyata keadaan yang ingin kamu ubah tak kunjung membuahkan hasil.

Jadi, saran terbaiknya adalah bekerjalah dengan keras dan disiplin namun jangan berlebihan. Pada waktunya istirahat, gunakan untuk istirahat. Pada saatnya berlibur bersama keluarga, gunakan pula waktu itu untuk berlibur bersama orang-orang tercinta.

Menganggap Masalahnya Unik

Photo by Sofia Alejandra on Pexels.com

Tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan, bahkan tidak selesainya masalah adalah penyelesaian masalah itu sendiri –  A Wan Bong

Ada pula seseorang yang memilih menyerah dengan keadaan itu karena merasa masalah yang ia hadapi sangat unik, pelik dan tidak dapat diselesaikan. Padahal tidak ada masalah yang melampaui kemampuanmu untuk menyelesaikannya.

Ada banyak masalah yang pelik, yang sulit, yang tidak mudah mendapatkan titik temu. Namun, ingat jugalah tidak ada masalah yang tidak memiliki jalan keluar, tidak ada masalah yang unik dan ditakdirkan tanpa solusi.

Jadi, jangan pernah menganggap masalahmu lebih besar daripada kekuatan Tuhan yang akan menyelesaikannya melalui doa dan munajatmu.

Melihat Kegagalan Sebagai Tanda untuk Mundur

Photo by Jou00e3o Vu00edtor Heinrichs on Pexels.com

Berapa kali percobaan yang sebenarnya harus dilakukan sampai seseorang dibenarkan untuk mundur dan menyerah dengan keadaan dirinya?

Satu kali?

10 kali?

100 kali?

Atau, 1000 kali?

Tidak ada rumus khusus dalam hal ini. Kamu bisa mengakhiri perjuanganmu kapan saja.

Akan tetapi hal yang pasti juga adalah kegagalan bukanlah tanda bahwa kamu harus mundur dari medan juang.

Thomas Alfa Edison gagal 1000 kali sebelum bisa membuat lampu bohlam. Abraham Lincoln gagal berkali-kali sebelum menjadi presiden.

Dan kamu, berapa kali kamu gagal sehingga merasa menyerah adalah jalan keluar terbaiknya?

Mengasihani Diri Sendiri

Photo by Liza Summer on Pexels.com

Jika kamu keras pada diri sendiri, dunia akan lembut kepadamu. Namun jika kamu lembek pada dirimu sendiri, maka dunialah yang akan keras kepadamu

– Anonim –

Alasan terakhir mengapa seseorang demikian mudah menyerah pada keadaan adalah karena ia terjebak untuk mengasihani dirinya sendiri. Setelah berjuang berdarah dan terjatuh, dipinggirkan atau tak diberi pertolongan, ia mulai merasa bahwa dirinya begitu menyedihkan sehingga layak untuk dikasihani.

Jangan lakukan itu!

Mengasihani diri sendiri akan menggiringmu pada kelemahan kemudian membenarkan tindakanmu untuk menyerah dan kalah. Calon pemenang adalah pribadi yang penyayang, mereka menyanyangi diri mereka sendiri namun tidak menaruh kasihan bagi dirinya sendiri.

Lalu, bagaimana contohnya mengasihani diri sendiri itu?

Kamu sudah berusaha sangat keras tapi belum juga berhasil, kemudian terpikir olehmu untuk menyerah dengan melihat bahwa kamu sudah begitu lelah dalam berusaha. Atau pada situasi yang lain; kamu berasal dari keluarga yang kekurangan kemudian berusaha dengan keras namun masih gagal juga, kemudian kamu menyerah dengan alasan masa lalumu.

Sekali lagi, jangan pernah mengasihani diri sendiri karena hal itu akan melemahkanmu juga mengecilkan dirimu sendiri.

Berjuanglah terus, berupayalah lebih baik, iringi usahamu dengan doa kepada Tuhan. Dan yang paling penting; Jangan pernah menyerah dengan keadaan?!

BACA JUGA:

Kisah hidupmu menarik?

Yuk, ubah kisah hidup dan pengalaman pribadimu menjadi buku bersama kelas menulis online Penulis Gunung ID


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 16 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


5 CARA MEMBUAT PLOT TWIST YANG MENARIK DALAM CERITA

Bagaimanakah cara membuat plot twist yang menarik dalam sebuah novel, cerpen, skenario film atau story board televisi?

Jika pertanyaan tersebut adalah pertanyaanmu juga, maka artikel ini tepat untukmu.

Setelah sebelumnya Penulis Gunung mengajak kamu mengenal pengertian plot twist, jenis-jenis plot twist dan contoh plot twist, maka kali ini Penulis Gunung akan berfokus kepada cara membuat plot twist itu sendiri.

Jadi, siapkan dirimu membacanya sampai akhir, ya.

Bagaimana Cara Membuat Plot Twist yang Menarik dalam Novel, Cerpen atau Film

plot twist
Source: Pexels

Sebagai sebuah cara memutar alur cerita dan memanipulasi ekspteksasi pembaca, plot twist tentu tidak mudah untuk dilakukan. Jalan cerita yang predictable dan terlalu mudah ditebak, sudah jelas bukan bagian dari plot twist.

Beberapa penulis mengerahkan imajinasi mereka sekuat tenaga untuk membangun sebuah alur cerita yang benar-benar berbeda dari perkiraan pembaca. Mereka menggunakan berbagai elemen cerita apa saja yang bisa dilakukan; karakter, setting, konflik atau apa saja. Meskipun demikian, beberapa plot twist justru terasa seperti dipaksakan karena tidak lagi natural.

Nah, alasan itu juga yang menjadi dorongan ada banyak pertanyaan seputar plot twist, terutama tentang cara membuatnya.

Agar  lebih mudah untuk diterima, saya akan mengajak kamu untuk memahami terlebih dahulu mengapa plot twist itu penting dalam sebuah cerita.

Mengapa Plot Twist Penting?

Photo by cottonbro on Pexels.com

Alasan paling kuat mengapa plot twist dalam cerita adala sesuatu yang penting adalah karena kemampuannya mengembalikan perhatian pembaca. Hal ini misalnya terjadi pada beberapa bagian cerita yang cenderung membosankan.

Kamu pastinya sudah tahu bukan, kalau bagian paling sulit dari menulis cerita adalah bagian tengahnya? Di bagian ini kadang jalan cerita cenderung datar dan tidak ada efek kejut yang membuat pembaca memberikan perhatian lebih.

Nah, disinilah letak peran sebuah plot twist.

Ketika pembaca mulai merasa perhatiannya mengikuti alur cerita menjadi berkurang, plot twist membantu mengembalikannya. Atau dalam film atau sinetron juga sama; ketika penonton merasa jalan cerita cenderung biasa, plot twist membuatnya menjadi lebih menggigit lagi.

Supaya lebih jelas untuk membuktikan perannya dalam cerita seperti ini, kamu dapat melihat contoh plot cerita yang menarik dalam artikel berikut ini.

5 Tips Membuat Plot Twist yang Menarik dalam Cerita

Setelah memahami peranan penting plot twist dalam sebuah cerita baik berbentuk novel atau film, sekarang bagaimana cara membuatnya?

Setidaknya ada 5 tips yang bisa kamu terapkan untuk membantumu membuat plot twist cerita yang menarik. Tidak masalah apakah ini adalah yang pertamakalinya kamu berusaha membuat plot twist atau sudah yang kesekian kalinya, 5 tips ini akan membuat kamu lebih mudah melakukannya.

Bunuh Tokoh Cerita yang Terlihat Penting

Photo by RODNAE Productions on Pexels.com

Contoh plot twist yang menggunakan teknik ini adalah novel MERAPI BARAT DAYA. Salah satu karakter cerita yang terlihat penting dan banyak ditunjukkan sejak awal, dibunuh menjelanh cerita berakhir. Pilihan cara penulis untuk membunuhnya sangat menarik, tidak hanya untuk plot twist tapi juga untuk menyulut konflik lanjutan.

Membunuh tokoh cerita yang terlihat penting bukan hal baru dalam penulisan plot twist. Ini adalah cara klasik yang banyak dilakukan oleh penulis-penulis besar dunia. Meskipun klasik, efektivitasnya tidak pernah berkurang jika bisa dilakukan dengan baik.

Nah, bagaimana melakukannya?

Hal pertama yang harus kamu ingat adalah; ini tidak hanya harus muncul sebagai efek kejut untuk pembaca, namun juga harus menopang jalannya cerita. Alasan membunuh tokoh dalam sebuah cerita tidak bisa kamu lakukan secara sembarangan. (panduannya sendiri bisa kamu lihat disini)

Berikan gambaran satu tokoh yang terlihat penting pada awal cerita, buat perhatian pembaca besar padanya, atau kamuflasekan dia layaknya tokoh utama. Kemudian di waktu yang tepat, bunuh dia dan gantikan dengan tokoh utama yang sesungguhnya.

Gunakan Karakter untuk Mengungkapkan Plot Twist

Photo by Yaroslav Shuraev on Pexels.com

Mengungkapkan novel plot twist menggunakan narasi adalah sesuatu yang umum dan jamak dilakukan banyak penulis. Tapi bagaimana jika karakter cerita sendiri yang melakukannya?

Nah, ini adalah sesuatu yang jarang disadari penulis bahwa mereka bisa menggunakan tokoh cerita untuk mengungkapkan plot twist cerita. Bangun sebuah kondisi dimana salah satu tokoh cerita menjadi kunci pengungkapan twist cerita dengan dialognya. Jangan dinarasikan.

Dengan memanfaatkan karakter cerita secara langsung, kamu akan mampu membangun satu kesan original bagi alur cerita. Ini penting sebagai upaya menghindari plot twist yang terlihat seperti dipaksakan.

Jadi, kamu bisa menggunakan satu karakter cerita, entah itu protagonis, antagonis atau pun tritagonis untuk berbicara dan membeberkan jalan cerita yang sebenarnya.

Beri Peran Kunci pada Tokoh Cerita yang Nampak Sepele

Photo by Ketut Subiyanto on Pexels.com

Cara membuat plot yang menarik selanjutnya adalah dengan memberikan porsi lebih kepada tokoh yang sebelumnya terlihat sepele. Dalam film, artinya kamu memberikan tokoh figuran pada awalnya menjadi tokoh yang penting pada proses jalannya cerita.

Bagaimana contohnya?

Ada banyak hal yang bisa kamu eksplorasi dari ide cerita ini. Misalnya pembantu rumah tangga adalah tokoh kunci di balik serangkaian kejadian mengerikan yang terjadi dalam sebuah keluarga.

Atau di lain pihak, kamu menggunakan kasir minimarket, waiter café, pedagang kaki lima, sopir pribadi atau tokoh apa saja yang perannya terlihat remeh dalam cerita, namun sesungguhnya merekalah yang memiliki rahasia cerita sesungguhnya.

Jadikan Penyelesaian Konflik Utama Cerita sebagai Awal Konflik Baru

Photo by Musa Ortau00e7 on Pexels.com

Jika kamu memiliki ide cerita dengan ending yang outstanding atau sangat menarik, ini adalah cara membuat plot novel yang sempurna. Jadi, jangan buru-buru menutup cerita setelah konflik utama berhasil diselesaikan. Akan tetapi, jadikan itu sebagai sebuah awal dari konflik lainnya yang tidak kalah menarik bagi pembaca.

Kamu mau lihat contohnya?

Sekali lagi saya akan merekomendasikan novel MERAPI BARAT DAYA untuk kamu baca. Ending novel ini sangat sempurna untuk memberikan kamu gambaran bagaimana sebuah konflik utama selesai justru menjadi awal dari konflik selanjutnya.

Teknik ini juga bisa kamu gunakan misalnya jika kamu berniat membuat serial novel. Cara membuat ending novel yang tepat dengan plot twist adalah cara paling menarik memastikan pembaca penasaran dengan sekuel cerita selanjutnya.

Pastikan Plot Twist Masuk Akal

Photo by emre keshavarz on Pexels.com

Tips yang terakhir untuk menghasilkan plot twist yang baik adalah dengan memastikan bahwa alur cerita yang kamu ‘pelintir’ itu tetap masuk akal dan dapat diterima.

Tidak ada gunanya mengaplikasikan saran novel dan cerpen plot twist terbaik namun justru tidak masuk akal bagi pembaca. Seberapa pun efek kejut yang ingin kamu hasilkan dari alur cerita, pastikan itu memiliki korelasi yang relevan dengan cerita utama.

Bagian terakhir ini tentu tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Ada perhitungan yang cermat tentang plot twist yang dipakai; apakah terlihat natural atau justru tidak masuk akal?

Cara terbaik untuk mempraktikkan tips yang kelima ini adalah dengan berlatih sesering mungkin dan membaca banyak referensi. Insya Allah dengan cara itu kamu akan lebih mudah menciptakan plot twist terbaik dalam sebuah cerita.

BACA JUGA

Nah, itu adalah 5 tips dan cara membuat plot twist yang menarik dalam cerita berbentuk cerpen, novel, skenario atau pun serial film.

Ini mungkin terlihat sukar pada awalnya, namun dengan disiplin belajar dan beraltih kamu tentu bisa membuat plot twist cerita tebaikmu nantinya.

Jadi, selamat mencoba!

Kisah hidupmu menarik?

Coba ubah menjadi sebuah buku bersama kelas menulis online di Penulis Gunung ID


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


APA ITU PLOT TWIST: PENGERTIAN, JENIS DAN CONTOHNYA

Plot twist adalah sebuah cara membuat efek kejut dalam alur cerita.

Itu adalah pengertian plot twist yang sederhana dan mungkin dipahami oleh banyak orang. Namun jika ditelusuri lebih lanjut, plot twist tentu saja tidak hanya sesederhana itu.

Nah, apa yang dimaksud plot twist, apa pula jenis-jenis plot twist dan contohnya? Penulis Gunung akan membahasnya untuk kamu dalam artikel ini.

Pengertian Plot Twist dan Jenis-Jenis Plot Twist serta Contohnya dalam Cerita

Photo by Bella White on Pexels.com

Jadi apa yang dimaksud dengan plot twist?

Sebelum Penulis Gunung menjawab apa itu plot twist dan contohnya secara lengkap, saya mungkin akan mengajak kamu untuk sedikit berfantasi dan mengingat kembali beberapa novel, cerpen, film atau pun serial TV yang pernah kamu tonton.

Instruksinya adalah;

Ingat salah satu cerita dimana kamu menemukan alur cerita yang benar-benar berbeda dari dugaan kamu sebelumnya. Jika misalnya kamu menyangka alur cerita akan berjalan seperti A, B, C dan D. realitasnya, justru cerita akan berjalan menjadi X, Y, Z dan sebagainya.

Sekarang ingat alur ceritanya dan mari saya ajak untuk memahami pengertian plot twist secara yang lebih lengkap.

Pengertian Plot Twist

Photo by Nothing Ahead on Pexels.com

Plot twist adalah perubahan alur cerita dalam novel, cerpen, film, sinetron, drama atau apa saja yang meruntuhkan ekspektasi pembaca sebelumnya. Plot twist nampak benar-benar berbeda atau bahkan bertolak belakang dari cerita yang digambarkan oleh penulis pada awalnya.

Jika sebuah plot benar-benar dapat dipraktikkan sempurna oleh penulis, maka ia sangat ampuh untuk menimbukan efek keterkejutan pada pembaca. Lebih jauh, plot twist juga dapat meningkatkan keterlibatan perasaan pembaca dalam cerita.

Jadi, jika dimaknai secara lebih mudah penggunaan kata plot twist, maka ia adalah sebuah cara manipulatif penulis cerita untuk ‘menyesatkan’ dugaan pembaca tentang alur cerita dengan cara memberikan beberapa gambaran awal yang seolah-olah adalah alur cerita sebenarnya.

Jenis-Jenis Plot Twist yang Paling Umum

Photo by Alex Bogo 2nd Accident on Pexels.com

Hingga sekarang para penulis novel, penulis skenario film, penulis cerpen atau pun strory teller profesional yang mengarang cerita mereka sendiri, terus mengembangkan cara membuat plot twist yang menarik dan benar-benar memiliki efek kejut bagi pembaca.

Namun dalam banyak alur, beberapa plot twist yang paling umum dikenal misalnya adalah sebagai berikut;

  • Kemunculan tokoh cerita yang datang entah darimana kemudian menjungkirbalikkan semua narasi yang telah ada sebelumnya.
  • Satu karakter cerita yang seharusnya menjadi teman atau sahabat bagi tokoh protagonis, ternyata adalah orang yang jahat dan menjadi antagonis yang sebenarnya.
  • Satu bagian cerita yang nampaknya sangat penting namun ternyata tak lebih dari fakta sampingan yang hampir tidak memberi kontribusi besar dalam upaya protagonis menyelesaikan konflik.
  • Pada saat konflik utama cerita usai dan berhasil diselesaikan oleh tokoh protagonis, tiba-tiba muncul konflik tambahan yang membuat intensitas cerita justru semakin meningkat atau masih berlanjut. Jenis plot twist seperti ini kadang diartikan pula sebagai spoiler. Jadi, dengan kata lain spoiler plot twist adalah konflik tambahan yang tak terbayangkan ketika konflik utama sudah selesai.
  • Sebuah flashback yang memberikan gambaran informasi cerita yang sudah diketahui oleh para pembaca namun sama sekali tidak diketahui oleh karakter atau tokoh.
  • Sebuah informasi baru yang menyebutkan bahwa cerita yang barusan disampaikan kepada pembaca berasal dari sumber yang salah dan menyesatkan.

Beberapa Contoh Plot Twist yang Menarik dalam Novel dan Film

Photo by Kampus Production on Pexels.com

Nah, setelah kamu mengenal pengertian plot twist dan mengerti pula beberapa jenis plot twist yang paling umum dipergunakan, selanjutnya saya akan mengajak kamu untuk melihat contoh plot twist dalam novel atau pun film.

Tentu saja ada sangat banyak plot twist yang dapat digunakan sebagai contoh dalam hal ini. Namun, saya akan menyajikan beberapa di antaranya saja untuk memudahkan kamu memahaminya.

Plot Twist dalam Novel Merapi Barat Daya – Anton Sujarwo

Jika kamu adalah pembaca novel yang sangat mengharapkan sebuah plot twist yang kaya, novel ini harus kamu baca.

Dalam novel Merapi Barat Daya plot twist terjadi berkali-kali dan sama sekali diluar prediksi pembaca. Penegasan karakter utama dilakukan dengan plot twist, eksekusi tokoh antagonis juga dilakukan dengan plot twist bahkan, ending cerita ini juga berakhir dengan plot twist.

Keunikan inilah yang membuat rating novel Merapi Barat Daya hampir selalu sempurna dalam review para pembaca.

Plot Twist dalam Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck – Hamka

Plot twist yang paling kentara dalam novel legendaris karya sastrawan besar Indonesia ini adalah ending-nya. Siapa yang akan menyangka bahwa pada akhirnya Hayati dan Zainuddin tidak akan pernah bersatu untuk selamanya?

Kematian Hayati dalam peristiwa tenggelamnya kapal yang membawanya pulang dari Surabaya ke Padang sama sekali tidak diprediksi walaupun judul novel ini sendiri sudah menyebutkan peristiwa tersebut.

Plot Twist dalam Novel Song of Ice and Fire (Adpatasi Film Game of Thrones) – George R.R. Martin

Source: Game of Thrones

Seorang tokoh cerita bernama Ned Stark yang semula diasumsikan pembaca sebagai protagonis utama dalam cerita justru tewas dipenggal dan terbunuh. Cerita ternyata mengarahkan kejadian pada anak-anak Ned Stark.

Cerita yang sebenarnya justru berpusat pada anak-anak mereka yang merupakan tokoh protagonis utama dalam cerita.

Plot Twist dalam Film SAW – Leigh Whannel dan James Wan

Mungkin ini bukan plot twist terbaik, namun kamu pastinya sudah pernah menonton film SAW, kan?

Itu adalah sebuah film horor yang mengerikan tentang penyiksaan dan pembunuhan yang terencana.

Dalam salah satu scene film SAW, digambarkan sesosok mayat hidup kembali setelah tewas dan mengungkapkan bahwa ia adalah tokoh pembunuhan yang sebenarnya.

Plot Twist dalam Film Shutter Island – Denis Lehane

Source: Gucca

Contoh terakhir yang dapat kamu lihat bagaimana film plot twist adalah dalam Shutter Island, sebuah film horror psikologis yang dibintangi oleh Leonardo Dicaprio.

Dalam film ini kamu akan melihat pembelokan alur cerita yang benar-benar mengejutkan, bahkan hingga ending cerita dimana tokoh utama sendiri ternyata ikut terlibat di dalamnya.

BACA JUGA:

Selain contoh-contoh di atas, tentu saja masih sangat banyak contoh plot twist lainnya yang sangat menarik untuk kamu ketahui. Sebagai seorang penulis, kamu dapat membaca sebanyak mungkin referensi untuk menambah wawasanmu mengenai plot twist.

Novel plot twist adalah sebuah gaya bercerita yang menarik dan memberikan pengalaman yang bebeda bagi pembaca dalam mengikuti alur cerita. Membuat plot twist terbaik membutuhkan skill dan kemampuan yang  tentunya harus diasah dengan baik pula.

Jadi, selamat berlatih, ya.

Kisah hidupmu menarik?

Yuk, ubah kisah hidup dan pengalaman pribadimu menjadi sebuah buku bersama kelas menulis Penulis Gunung ID.


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


BARU! CARA MEMBUAT CERPEN YANG MENARIK DALAM 7 TIPS RAHASIA

Dalam artikel ini, saya akan mengajak kamu untuk mempelajari cara membuat cerpen yang menarik hanya dalam beberapa langkah sederhana. Nah, jika kamu adalah orang yang sedang berjuang untuk bisa menulis cerpen dengan baik, artikel Penulis Gunung kali ini saya persembahkan untuk kamu.

Lalu, bagaimana kira-kira cara membuat cerpen yang menarik untuk dibaca dan ditulis?

Yuk, baca sampai habis artikelnya, ya.

7 Tips Rahasia Cara Membuat Cerpen yang Menarik

Photo by Mark Neal on Pexels.com

“Tidak perlu memaksakan susunan kata yang indah atau diksi yang memukau sebagai pembuka sebuah cerita. Jika kamu bisa melakukannya itu bagus, namun jangan memaksakan diri untuk hal itu”

A Wan Bong

Setiap penulis memiliki metode mereka sendiri dalam menulis, tak terkecuali bagi penulis cerpen atau cerita pendek.

Meskipun singkat dan hanya berfokus pada satu bagian penceritaan, menulis cerpen tidak dapat dilakukan sembarangan. Justru penulisan cerpen yang baik membutuhkan keterampilan menulis yang memadai, baik dari sisi metodenya, bahasanya, juga langkah penulisannya sendiri.

Ada banyak tips yang mungkin sudah kamu baca mengenai cara membuat cerpen yang menarik bagi pemula. Cara-cara ini mungkin saja terdengar sangat gampang dilakukan, namun justru tidak mudah untuk dipraktikkan.

Untuk itu, kali ini saya akan mengajak kamu untuk membuat cerpen dengan mudah dan menarik melalui 7 tips berikut ini;

Buat Konsep Cerita

Photo by Guillaume Meurice on Pexels.com

Hal pertama dalam membuat konsep cerita adalah dengan melakukan brainstorming. Nah, brainstorming sendiri memiliki banyak definisi jika diterjemahkan secara sederhana.

Namun terkait dengan penulisan cerpen, brainstorming yang dimaksud adalah menyusun sebuah konsep yang jelas tentang cerpen yang akan ditulis. Termasuk dalam hal ini adalah membuat konsep tentang siapa, apa, mengapa, dimana, kapan, dan bagaimana.

Secara sederhana konsep brainstorming sama seperti membuat cerpen tema bebas yang berawal dari menyusun tentang siapa, apa, mengapa, kapan dan bagaimana. Simpelnya dalam proses brainstorming ini kamu membuat coretan tentang 5 pertanyaan berikut;

  • Siapa yang akan diceritakan? Siapakah tokoh atau karakter utama yang akan dituangkan dalam sebuah cerita berbentuk cerpen tersebut?
  • Apa yang terjadi dengan tokoh tersebut? Apa permasalahan yang ia hadapi yang membuat dirinya layak untuk dijadikan sebagai objek cerita?
  • Mengapa permasalahan tersebut memiliki kaitan erat dengan tokoh yang diceritakan? Mengapa tokoh tersebut begitu terpengaruh dengan permasalahan yang ada?
  • Dimana tokoh dalam cerita tersebut? Dimana kejadiannya berlangsung?
  • Kapan kejadiannya berlangsung? Kapan peristiwa yang menjadi isi cerpen terjadi?
  • Bagaimana kemudian yang terjadi? Bagaimana karakter menyelesaikan masalahnya? Bagaimana pula akhir ceritanya?

Dengan memikirkan konsep berdasarkan 6 pertanyaan pokok diatas, kamu dapat membuat sebuah konsep cerpen yang cepat dan mudah. Dengan praktik yang sama, kamu juga dapat menemukan tema cerpen yang menarik dengan mengajukan 6 pertanyaan tersebut.

Fokus pada Cerita

Photo by Tima Miroshnichenko on Pexels.com

Fokus yang dimaksud disini adalah fokus dalam menyoroti subjek utama yang diceritakan.

Sesuai dengan namanya, maka cerita pendek tentu saja memiliki batasan jumlah kata dan halaman. Untuk alasan inilah kemudian kamu harus membuat setiap kalimat yang ditulis itu fokus membedah sebuah permasalahan yang menjadi titik inti cerita.

Dalam penulisan cerpen, hindari membahas hal yang terlampau melebar dan sudah tidak memiliki korelasi dengan inti cerita.

Jika kamu ingin menuangkan pula hal lain dalam cerita dengan maksud memperkayanya, maka pastikan hal tersebut sebagai pelengkap yang mampu memperkuat inti cerita yang disampaikan.

Meskipun misalnya, ini adalah bagian dari cara membuat cerpen tentang diri sendiri yang memungkinkan kamu untuk bercerita secara panjang lebar, namun tetap pastikan fokus ceritanya terjaga.

Buat Karakter Cerita Spesifik

Photo by Hatice Nou011fman on Pexels.com

Dalam langkah pertama kamu hanya berfokus pada konsep tentang siapa, apa, mengapa, dimana, kapan dan bagaimana, maka pada pada tips yang ketiga ini kamu berfokus pada karakter secara spesifik.

Nah, kamu sudah pasti tahu apa yang dimaksud dengan karakter cerita, bukan?

Ya, itu adalah tokoh cerita, adalah tentang siapa yang kamu ceritakan.

Apakah kamu sedang mempelajari cara membuat cerpen tentang corona, tentang asmara, atau tentang apa pun saja, karakter sebenarnya adalah pusat ceritamu yang sesungguhnya. Untuk alasan itulah kamu harus memikirkannya secara sempurna, termasuk dalam hal ciri fisiknya, sifatnya, latar belakangnya, baik keluarga, budaya mau pun adat istiadatnya.

Selanjutnya kamu dapat mengeksplorasi lagi penokohan cerita pada cerpenmu dengan menyoroti setting cerita.

Berdasarkan setting yang kamu buat, kamu kemudian dapat menghubungkannya dengan karakter utama, tentang bagaimana ia melihat, bagaimana ia merasakan dan bagaimana pula ia berubah seiring dengan perkembangan pada cerita dalam cerpenmu.

Tetapkan Sudut Pandang

Photo by SHVETS production on Pexels.com

Untuk kamu yang bercerita berdasarkan kisah sendiri, tentu saja kamu dapat dengan mudah menggunakan sudut pandang sebagai orang pertama tunggal dalam cerita yang kamu tulis. Cara membuat cerpen tentang diri sendiri pada umumnya selalu menggunakan kata ganti ‘Aku atau Saya’ untuk bercerita.

Praktiknya, kamu tinggal memilih lagi misalnya apakah kamu menggunakan sudut pandang orang pertama tunggal sebagai pelaku utama, orang pertama tunggal bukan pelaku utama, atau bahkan orang pertama jamak dan lain sebagainya.

Namun berbeda jika kamu menulis sebuah cerpen yang bukan merupakan pengalaman yang kamu rasakan sendiri. Anggap saja misalnya kamu mengikuti perlombaan menulis dan mencari cara menulis cerpen untuk lomba. Maka disini kamu dapat memilih sudut pandang yang lebih luas tentang dengan cara apa kamu menceritakan kisah itu.

Point pentingnya adalah kamu ingin sebagai apa saat menceritakan cerpenmu itu?

Buat Sinopsis

Photo by Tirachard Kumtanom on Pexels.com

Sebagai pemanasan dan juga memperkuat konsep cerita, kamu dapat membuat langkah awal menulis cerpen dengan menulis sinopsisnya terlebih dahulu. Ini seperti membuat premis dalam penulisan skenario film dengan menuangkan beberapa garis besar cerita terlebih dahulu.

Sinopsis sebenarnya adalah sesuatu yang cukup krusial dalam penulisan cerita, khususnya novel.

Pada cerpen meskipun tidak begitu vital perannya, namun penulisan sinopsis yang kuat setidaknya akan mempermudah penulisan naskah cerita yang sebenarnya. Penjabaran yang baik dan terkonsep dalam sebuah sinopsis, akan membantu kamu untuk tetap pada garis cerita yang direncanakan.

Dalam bahasa tulisan yang lebih umum, langkah kelima ini dapat pula disebut sebagai penyusunan kerangka. Kerangka inilah yang kemudian menjadi inti cerita yang dikonsep secara singkat.

Walaupun tidak mutlak benar, namun menulis sinopsis adalah bagian penting dari cara membuat cerpen yang baik dan menarik, terutama untuk kamu yang baru pemula dalam penulisan cerpen.

Buat Awalan yang Kuat

Photo by Cole Keister on Pexels.com

Menurut kamu seberapa penting opening bagi sebuah cerita?

Jika menilik pada rujukan langkah-langkah menulis cerpen menurut para ahli, maka hampir semuanya bersepakat untuk memberikan penekanan yang hebat pada kalimat pembukanya. Artinya penulis cerpen dituntut untuk mampu menemukan kalimat pembuka yang kuat, yang efektif dan mampu langsung merasuk ke pikiran pembaca.

Ini mungkin terdengar agak sulit, tapi sebenarnya tidak, terutama jika kamu sudah terbiasa dan mengerti cara membuat strong opening untuk sebuah cerita.

Saya biasa mengatakan kepada orang-orang yang saya latih dalam menulis untuk tidak memaksakan susunan kata yang indah atau diksi yang memukau sebagai pembuka sebuah cerita. Jika kamu bisa melakukannya itu bagus, namun jangan memaksakan diri untuk hal itu.

Strong opening dalam penulisan cerpen atau novel tidak harus dengan susunan diksi yang memukau dan mempesona.

Titik utama atau bagian terpenting dari sebuah awalan penulisan adalah kamu mampu menarik minat pembaca dengan kalimat pertama yang kamu pilih.

Jadi, pilihlah kalimat yang membuat pembaca penasaran, tergelitik ingin tahu lebih banyak, dan yang pasti; merasuk dalam pikiran mereka sesaat setelah mereka membacanya.

Buat Klimaks yang Hebat

Photo by Gantas Vaiu010diulu0117nas on Pexels.com

Selanjutnya bagian terakhir dari tips menulis cerpen adalah dengan membuat sebuah klimaks cerita yang kuat dan tertanam di benak pembaca.

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, jika kamu telah menyusun konsep yang baik, menetapkan sinopsis yang terarah, juga telah memilih sudut pandang yang tepat, maka membuat klimaks yang kuat akan lebih mudah dilakukan.

Pada bagian ini, hindari menggunakan efek kejut yang terlampau berlebihan.

Penggunaan kata ‘tiba-tiba, lalu, kemudian’ dan sejenisnya, sebaiknya dibatasi supaya tidak membuat jalan cerita menjadi nampak dipaksakan.

Buat klimaks dan akhir sebuah cerpen yang kuat, namun jangan paksakan kata-kata dalam ceritanya.

Dan yang terpenting, buatlah ending cerpenmu senatural mungkin.

Baca Juga

Nah, bagaimana sekarang, apakah kamu sudah siap menulis cerpen terbaikmu?

Dengan menerapkan beberapa tips dari 7 cara membuat cerpen yang menarik di atas, Insya Allah kamu sudah dapat menulis sebuah cerpen dengan baik.

Jadi, selamat menulis cerpen, ya.

Berani?

Menulis secara rutin dalam waktu tiga bulan kemudian menerbitkan bukumu sendiri. Jika kamu berani, kamu harus bergabung di kelas menulis Penulis Gunung ID.


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


PENGERTIAN DAN CONTOH SUDUT PANDANG ORANG PERTAMA DALAM NOVEL

Ada begitu banyak contoh sudut pandang orang pertama dalam penulisan novel yang sangat menarik untuk dipelajari. Sebagai penulis, kamu tentunya tidak asing dengan penggunaan sudut pandang orang pertama semacam ini, bukan?

Sebagai salah satu sudut pandang dalam penulisan cerita, orang pertama memiliki beberapa keunikan yang mungkin tidak dimiliki oleh sudut pandang lainnya. Para pembaca yang masuk dalam cerita melalui sudut pandang orang pertama akan menemukan dunia cerita persis seperti tokoh utama cerita melihatnya.

Lantas, apa saja contoh sudut pandang orang pertama dalam cerita dan bagaimana pula pengertian komprehensifnya?

Yuk, simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Contoh Sudut Pandang Orang Pertama dan Pengertiannya dalam Cerita

Photo by Gaspar Zaldo on Pexels.com

Dalam penulisan cerita fiksi atau non fiksi, sudut pandang adalah elemen yang tidak dapat ditinggalkan. Semakin baik kamu memahami sudut pandang novel atau cerpen sebagai seorang penulis, semakin besar pula peluang kamu untuk merekayasa cerita yang lebih kuat dan menyentuh emosi pembaca.

Sebelum membahas contoh sudut pandang orang pertama pelaku utama dalam sebuah cerita, yuk, refresh kembali pengertianmu mengenai sudut pandang.

Jadi, apa sih, yang dimaksud dengan sudut pandang dalam cerita,

BACA JUGA:

Pengertian Sudut Pandang

Photo by Taryn Elliott on Pexels.com

Secara umum sudut pandang adalah cara penulis memposisikan dirinya dalam cerita yang ia tuliskan. Di samping sudut pandang orang pertama, kamu pasti sudah mendengar istilah sudut padang orang kedua, orang ketiga dan turunannya, bukan?

Istilah lain yang paling populer dari sudut pandang adalah Point of view.

Secara sederhana point of view  atau sudut pandang adalah tentang bagaimana seorang penulis menempatkan dirinya dalam cerita. Sudut pandang berkaitan erat dengan teknik bercerita karena ia menjadi sentral bagaimana sang penulis menghadirkan visi-visi pengarang dari cara pandang karakter yang ia ceritakan.

Dilihat dari fungsinya, sudut pandang adalah unsur penceritaan fiksi yang sangat penting dan memiliki peran besar bagi kesuksesan dalam penulisan novel atau cerpen. Seorang penulis hebat sudah seharusnya dapat memilih sudut pandang terbaik yang seperti apa yang dapat ia gunakan dalam sebuah penulisan topik cerita.

Jenis-Jenis Sudut Pandang Orang Pertama

Photo by Yura Forrat on Pexels.com

Dalam artikel sebelumnya, Penulis Gunung sudah mengulas dengan lengkap mengenai jenis-jenis sudut pandang dalam cerita. Contoh sudut pandang orang kedua, contoh sudut pandang orang ketiga dan semacamnya dapat kamu temukan dalam artikel tersebut. Tautan artikelnya sendiri dapat kamu lihat disini.

Nah, dalam artikel kali ini, saya akan mengajak kamu untuk berfokus hanya pada sudut pandang orang pertama saja. Jadi, mari sejenak lupakan mengenai sudut pandang lainnya, ya.

Sudut pandang orang pertama sendiri memiliki dua jenis yang paling umum, yaitu;

  1. Sudut pandang orang pertama pelaku tunggal.
  2. Sudut pandang orang pertama pelakujamak.

Dalam penjabarannya nanti, kamu juga bisa melihat bahwa sudut pandang orang pertama pelaku tunggal juga dapat dibagi lagi menjadi dua, yakni;

  1. Sudut pandang orang pertama tunggal dimana penulis menjadi pelaku utama cerita. dan,
  2. Sudut pandang orang pertama tunggal dimana penulis bukan menjadi pelaku utama dalam cerita.

Supaya lebih jelas, mari saya ajak kamu untuk membahasnya satu-persatu.

Sudut Pandang Orang Pertama Tunggal

Photo by Anthony on Pexels.com

Sudut pandang orang pertama tunggal adalah ketika penulis atau pengarang menempatkan dirinya sebagai pelaku dalam cerita.

Jadi, penulis disini sekaligus bertindak sebagai pelaku dalam cerita yang ia tulis.

Umumnya dalam sudut pandang orang pertama tunggal penulis akan menggunakan narator sebagai “Aku” atau “Saya” sebagai caranya untuk bercerita. Kamu tentunya dapat mengidentifikasi jenis sudut pandang semacam ini dengan mudah, bukan?

Seperti yang disampaikan sebelumnya bahwa sudut pandang orang pertama tunggal sendiri terbagi dalam dua bagian yakni; Penulis sebagai “Aku” tokoh utama, dan penulis sebagai “Aku” bukan tokoh utama.

Sudut Pandang Orang Pertama Tunggal Sebagai Tokoh Utama dalam Cerita

Photo by Monstera on Pexels.com

Dalam “Aku” sebagai tokoh utama, penulis akan membagikan cerita mengenai dirinya sendiri, aksinya dan juga kejadian di sekitarnya kepada para pembaca.

Para pembaca novel yang menggunakan sudut pandang orang pertama “Aku” sebagai pelaku cerita, akan menerima uraian cerita berdasarkan apa yang dilihat, didengar, dicium, dirasakan, dan diasumsikan oleh penulis yang bertindak sebagai karakter utama  dan pusat cerita.

Perlu kamu ingat bahwa sudut pandang “Aku” sebagai tokoh utama memiliki batasan-batasan yang sebaiknya kamu mengerti.  

Point of view  “Aku” sebagai pelaku utama tidak bisa mengungkapkan pikiran dan perasaan karakter lain dalam cerita kecuali hanya dugaan dan perkiraannya semata.

Dalam penulisan yang umum, sudut pandang orang pertama disebut pula sebagai sebagai sudut pandang kesatu. Penceritaan menggunakan sudut pandang ini memiliki keunggulan dan juga kekurangan.

Sebagai karakter utama dalam cerita, kamu dapat benar-benar menyatu menyampaikan keutuhan jalan cerita secara subyektif.

Itu adalah salah satu keunggulan yang menarik.

Contoh Sudut Pandang Orang Pertama Tunggal Sebagai Tokoh Utama

Photo by Anna-Louise on Pexels.com
Entah sudah berapa kali aku menapakkan kakiku di tebing ini. Sejak aku diterima menjadi anggota dari Mapala Cakra Rimba di kampusku, tebing ini adalah tempat favoritku. Dari kampus lokasi tebing ini tidak jauh sementara dari kost ku pun demikian. Bahkan jika sedang semangat berlari di pagi hari, aku bisa menjangkau lokasi tebing ini dalam waktu 3 jam dengan jogging. Melelahkan memang, tapi apa yang dimiliki oleh tebing ini akan membuatku segera melupakan rasa lelahku.

Contoh lain dari sudut pandang “Aku” sebagai tokoh utama ini dapat pula misalnya dilihat pada sudut pandang novel Ronggeng Dukuh Paruk atau sudut pandang novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer.

Sudut Pandang Orang Pertama Pelaku Tunggal Bukan Tokoh Utama

Photo by Mikhail Nilov on Pexels.com

Dalam sudut pandang novel yang seperti ini, “Aku” akan berperan sebagai saksi, sebagai kekasih, sebagai kawan, atau sebagai seseorang yang memiliki kedekatan dengan tokoh utama yang diceritakan.

Jadi, pusat cerita dari karakter utama akan disampaikan kepada pembaca berdasarkan apa yang dirasakan oleh “Aku” yang dapat saja bertindak sebagai temannya, sahabatnya, anaknya, dan lain sebagainya.

Gaya penceritaan semacam ini hampir mirip dengan sudut pandang ketiga dalam novel atau cerpen, hanya saja “Aku”  disini juga ikut dalam cerita.

Sudut pandang ini juga memiliki keterbatasan dalam mengungkapan pikiran dan isi hati tokoh utama. Segala tindakan dan aksi tokoh utama cerita ditafsirkan berdasarkan pengamatan “Aku” sebagai sudut pandang tersebut.

Contoh Sudut Pandang Orang Pertama Pelaku Sampingan

Sudah tiga kali aku nyaris mati sejak memutuskan untuk mendampinginya. Pertama, ketika sekelompok orang berusaha mencegat kami dengan persenjataan lengkap pada tahun 2007, tidak jauh dari kota Bogor. Kemudian aku juga hampir kehabisan napas ketika mendampinginya ke pedalaman Papua dimana beberapa orang bayaran berusaha menembaki mobil yang kami tumpangi. Dan ketiga hari ini, ketika dua orang yang diidentifikasi sebagai kaki tangan agen Mossad meletupkan hampir sepuluh tembakan ke arah kami. Apa yang aku pelajari dari semua kejadian ini? Aku hanya melihat semangat dan tekadnya justru kian berkobar. Tak pernah berniat untuk mundur sedikit pun.

Di samping cerita bebas seperti di atas, contoh sudut pandang orang pertama pelaku sampingan bisa pula dilihat misalnya dalam sudut pandang novel Dilan 1990 yang berkisah dari sudut pandang Milea.

Atau sebaliknya pada novel Milea, Suara Dari Dilan yang berkisah dari sudut pandang Dilan sendiri.

Sekali lagi jika dilihat dari narasi yang umumnya dibangun, sudut pandang orang pertama baik ia sebagai pelaku utama atau pun ia sebagai pelaku sampingan, selalu diperoleh narasi subyektif yang menarik.

Pada narasi semacam ini kamu dapat betutur semaumu dengan mengatasnamakan karakternya langsung. Hal ini tentu saja misalnya jika kamu bandingkan dengan menggunakan sudut pandang orang ketiga tunggal.

BACA PULA:

Sudut Pandang Orang Pertama Jamak

Photo by David Morris on Pexels.com

Jenis sudut pandang orang pertama jenis kedua yang juga umum digunakan dalam penulisan novel atau cerpen adalah sudut pandang orang pertama jamak.

Disini, penulis mewakili beberapa orang sebagai pelaku utama dalam cerita. Kata ganti yang umum digunakan dalam penulisan dengan sudut pandang seperti ini adalah “Kami”.

Nah, “Kami” yang dipergunakan dalam sudut pandang ini dapat mewakili entitas banyak karakter cerita atau kelompok. Kamu bisa menggunakan “Kami” sebagai perwakilan untuk mengungkapkan kelompok belajar, tim kampus, entitas agama, keyakinan, politik dan lain sebagainya.

Contoh Sudut Pandang Orang Pertama Jamak

Setelah berlalu hampir satu bulan setelah kesepakatan itu, kami sudah tidak tahan lagi. Kesabaran kami sudah habis, sumur-sumur yang biasa kami gunakan untuk menimba air untuk minum dan mencuci sama sekali sudah kering. Atau jika belum kering, airnya dangkal dan keruh, kadang juga memiliki aroma tak sedap. Ini benar-benar mimpi buruk, lima tahun sebelumnya kampung kami baik-baik saja. Kami bahkan biasa mengairi kolam di depan rumah kami dengan air yang melimpah. Namun semuanya berubah setahun belakangan, sejak perusahaan perambah itu menebangi hutan-hutan di atas kampung kami.

Contoh sudut pandang orang pertama dan ketiga adalah contoh yang mungkin paling banyak digunakan sebagai cara untuk menuturkan cerita. Namun sekali lagi, jika kamu ingin lebih bebas menyampaikan subyektifitas pemikiranmu melalui tokoh karakter dalam cerita, maka sudut pandang orang pertama dapat lebih mudah untuk kamu pertimbangkan.

Berani?

Menulis kisah hidupmu dalam waktu tiga bulan menjadi sebuah buku?


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


BAGAIMANA CARA MENJADI PENULIS NOVEL: INI 9 LANGKAH YANG BISA KAMU LAKUKAN

Bagaimana cara menjadi penulis novel?

Terus terang, ini adalah pertanyaan yang hampir saya terima setiap hari. Menariknya beberapa penanya nampaknya ada yang sekedar iseng saja, namun ada juga yang serius bertanya. Untuk yang serius seperti ini saya akan mengarahkan mereka pada beberapa tulisan saya sebagai jawabannya.

Tentu saja ada banyak sekali cara untuk menjadi seorang penulis novel, kamu mungkin juga mengetahui beberapa di antaranya. Namun kali ini saya akan mengajak kamu untuk langsung pada langkah praktisnya saja. Dari uraian ini nanti kamu akan melihat bahwa syarat menjadi penulis novel sebenarnya tidaklah sulit untuk dilakukan.

9 Langkah Mudah Cara Menjadi Penulis Novel

Photo by Ena Marinkovic on Pexels.com

“Kombinasi antara kesabaran, ketekunan, dan kerja keras, adalah rumus untuk mencapai kesuksesan yang tak terkalahkan”

A Wan Bong

Profesi penulis memang menjadi salah satu profesi yang banyak didambakan. Memiliki karya berbentuk buku, dikenal masyarakat luas, serta peluang memperoleh gaji penulis novel yang cukup besar adalah beberapa faktor yang mendorong orang mendambakan hal tersebut.

Meskipun tidak sulit, namun profesi penulis juga membutuhkan semangat dan kerja keras supaya dapat berhasil. Selain itu, berbagai strategi dan tips menjadi penulis pun perlu untuk dicermati supaya berhasil di bidang satu ini.

Pada dasarnya ada banyak sekali tips dan cara menjadi penulis yang seringkali dibagikan, baik melalui media internet, medsos, video, atau bahkan dalam bentuk buku bacaan. Beberapa penulis mungkin membagikan cara yang agak berbeda dari sisi rincian, namun pada dasarnya berbagai kiat menjadi penulis yang sukses tetaplah sama dalam konsepnya.

Lantas, apa sajakah sebenarnya tips dan langkah yang dapat diterapkan untuk menjadi seorang penulis?

Kali ini www.penulisgunung.id akan membagikan 9 langkah mudah cara menjadi penulis novel pemula yang bisa kamu praktikkan. Dengan mengikuti 9 langkah  ini secara konsisten, Insya Allah keinginanmu untuk menjadi seorang penulis akan terwujud.

Berikut langkah-langkahnya.

BACA JUGA:

Temukan Alasan Terbesar Kamu Ingin Menjadi Penulis

Photo by Tima Miroshnichenko on Pexels.com

Langkah pertama yang paling saya sarankan untuk kamu yang ingin menjadi seorang penulis adalah dengan menemukan alasanmu terlebih dahulu. Jadi, cari tahu apa sebenarnya tujuanmu dengan menjadi seorang penulis?

  1. Apakah kamu menulis karya ingin dikagumi?
  2. Apakah karena kamu ingin terkenal?
  3. Apakah karena kamu ingin punya banyak uang?
  4. Apakah karena kamu ingin memiliki karya dan bisa berbagi gagasanmu dengan orang lain melalui buku?
  5. Apakah karena hanya sekedar ingin menulis saja?

Semakin kuat alasan kamu untuk menjadi penulis, maka semakin besar peluang kamu untuk sukses di dalamnya.

Tidak masalah jika kamu menulis karena kamu ingin kaya dan dikagumi, atau karena kamu ingin terkenal dan dapat banyak uang. Hal terpenting dari alasan ini adalah karena ia akan menjadi tenagamu menulis dengan tekun, konsisten dan disiplin.

Cara menjadi penulis novel online dibayar dengan harga yang layak itu membutuhkan perjuangan, dan kamu tidak akan kuat berjuang jika alasanmu menulis tidak kuat.

Kamu harus menyelami dirimu sendiri untuk kemudian menemukan sebuah jawaban paling mendasar mengenai untuk tujuan apakah sebenarnya kamu ingin menjadi seorang penulis.

Tulislah 50 Kata

Photo by Magda Ehlers on Pexels.com

Jika kamu bisa menulis sebanyak 50 kata, berbangga hati-lah, artinya kamu sudah mampu menghasilkan satu buah paragraf.

Lalu, apakah menulis 50 kata itu mudah?

Tentu saja mudah, bahkan untuk kamu yang telah terbiasa merangkai kata dan menulis puisi, didukung lagi dengan wawasan yang luas karena gemar membaca misalnya, maka akan dapat menulis lebih banyak kata lagi. Bahkan tidak hanya 50 kata, kamu juga bisa menulis 100 kata, 200 kata atau bahkan lebih banyak daripada itu.

Inti dari semangat yang kedua ini adalah jangan ragu memulai dari sesuatu yang terlihat kecil dan sepele. Apakah kamu mencari cara menjadi penulis novel di wattpad atau pun di media apa saja, kamu dapat memulainya dari yang paling kecil sekali pun.

Apa pun itu, bukan saja dalam dunia menulis, meskipun dimulai dari sesuatu  yang kecil dan remeh, namun jika dilakukan secara terus menerus dan konsisten, Insya Allah akan mencapai keberhasilan.

Tulislah 400 Kata

Photo by Cup of Couple on Pexels.com

Seperti langkah sebelumnya, langkah ketiga dari cara menjadi penulis novel online atau novel offline ini juga mengilustrasikan proses dan ketekunan.

Jika sebelumnya kamu diumpamakan dapat membentuk sebuah paragraf dengan hanya menulis 50 kosa kata, sekarang coba tambah kosa katanya menjadi 400 kata dan itu akan menjadi satu halaman buku.

Jika panjang paragrafnya rata-rata adalah 50 kata, maka kamu perlu membuat paragraf sebanyak 8 kali untuk menjadikannya sebagai sebuah halaman yang utuh,  atau dengan total jumlah rata-rata sebanyak 400 kata.

Sekarang bayangkan jika setiap hari kamu dapat menulis sebanyak 400 sampai 500 kata.

Itu artinya kamu menulis satu halaman buku setiap harinya. Tentu saja ini adalah salah satu kriteria penulis  yang produktif dan konsisten yang merupakan inti dari cara menjadi penulis novel yang sukses.

Tulislah 300 Halaman

Photo by Tembela Bohle on Pexels.com

Selanjutnya jika kamu konsisten menulis 50 kata menjadi satu paragraf dan 400 kata menjadi satu halaman, maka dalam waktu satu tahun kamu akan memiliki sebuah naskah buku.

Konsistensi dan kedisiplinan adalah kunci utama untuk melakukan hal ini.

Selama kamu disiplin dan konsisten untuk selalu menulis setiap hari, maka dalam waktu yang dapat kamu perhitungkan sendiri, kamu akan segera memiliki sebuah naskah buku atas namamu.

Arti penting dari cara menjadi penulis noveltoon atau wattpad, atau apa pun aplikasi menulis yang kamu gunakan adalah; bahwa dalam dunia penulisan, awalan yang kecil namun dikerjakan secara kontinyu akan memiliki dampak yang signifikan.

Di samping akan membawa kamu untuk semakin dekat pada tujuanmu sebagai penulis profesional setiap harinya, menulis secara konsisten seperti  ini juga dapat membantu melatih kedisiplinan dirimu sendiri.

Photo by cottonbro on Pexels.com

Beberapa penelitian mengatakan; untuk membentuk suatu habit atau kebiasaan, seseorang setidaknya harus melakukan sesuatu itu selama 100 kali berturut-turut.

Ada pula penelitian lain yang mengatakan jumlah yang berbeda. Sementara yang lain juga mengungkapkan bahwa kebiasaan akan terbentuk dalam kurun waktu 100 hari jika sesuatu itu dikerjakan tanpa putus setiap harinya.

Namun teori yang paling sederhana dan juga lebih mudah untuk diaplikasikan adalah dengan menetapkan waktu selama 40 hari berturut-turut tanpa putus.

Jadi jika kamu secara konsisten menulis setiap hari sebanyak satu halaman dalam waktu 40 hari secara kontinyu, maka itu sudah cukup untuk menjadikan aktivitas menulis sebagai kebiasaan atau habit-mu.

Lalu pertanyaannya; Mengapa menulis harus menjadi sebuah kebiasaan atau habit?

Kebiasaan atau habit akan memprogram kinerja seseorang untuk melakukan sesuatu secara konsisten, bahkan mungkin ketika dalam alam bawah sadarnya sekali pun.

Dengan menjadikan kegiatan menulis sebagai bagian penting dari kebiasaan atau habit, maka pada perkembangannya habit itu akan membantumu untuk menjadi seorang penulis yang produktif.

Dan tidak ada rahasia lain, membangun kebiasaan menulis ini adalah cara menjadi penulis novel bagi pemula untuk mencapai kesuksesan mereka.

BACA PULA:

Lakukan Editing Re-Writing

Photo by Mikhail Nilov on Pexels.com

Menulis dan membaca adalah pasangan yang sudah lazim diketahui.

Namun bagi seorang penulis, atau bagi siapa pun yang ingin menjadi seorang penulis yang berhasil maka pasangan kata menulis dan membaca saja masih kurang.

Lantas apa tambahan lagi untuk perpaduan yang sempurna sebagai spirit bagi seorang penulis?

Jika membaca adalah asupan pikiran seorang penulis, maka menulis adalah bentuk produktivitas dan aktivitas utama yang dilakukannya. Untuk menyempurnakan kombinasi yang menarik ini, cara menjadi penulis novel yang baik dan berhasil menuntut pula untuk melakukan editing atau penyuntingan, khususnya tulisannya sendiri.

Dengan sering melakukan pengeditan, kemudian menuliskan kembali naskah yang ia tulis pada beberapa bagian yang dianggap perlu, maka kemampuan menjadi seorang penulis akan semakin baik.

Menulis, membaca, kemudian menyunting atau mengedit, jika dilakukan secara kontinyu dan teratur, maka akan menghasilkan sebuah kombinasi yang sangat efektif untuk mengasah kemampuan seorang penulis.

Dapatkan Kritik juga Saran

Photo by Anna Tarazevich on Pexels.com

Selanjutnya cara yang dapat kamu lakukan untuk menjadi seorang menulis adalah jangan ragu untuk mempublikasikan tulisanmu.

Seorang penulis yang baik akan selalu terbuka kepada kritik mau pun saran. Dengan kritik dan saran itulah kemudian seorang penulis dapat mengetahui apa saja yang mesti ia perbaiki dalam proses penulisan yang ia lakukan. Ini juga cara ingin menjadi penulis novel yang dapat kamu tempuh; dapatkan kritik juga saran.

Untuk mendapatkan feedback tulisannya, seorang penulis pemula saat ini memiliki banyak sekali pilihan untuk berinteraksi.

Kamu bisa memposting tulisanmu di media sosial semacam facebook, kemudian meminta teman-temanmu untuk mengkritisinya. Atau jika kamu suka, kamu juga dapat membuat sebuah blog dan memposting tulisan-tulisan kamu di sana.

Dalam langkah ini ingatlah selalu untuk berpikiran terbuka terhadap kritik. Jika kamu ingin kemajuan pada penulisan yang kamu lakukan, maka memperoleh ulasan baik ia berupa kritik atau pun saran, sangat mutlak kamu perlukan.

Masa Bodoh dengan Penolakan

Photo by SHVETS production on Pexels.com

Apakah setiap penulis besar yang saat ini sukses dan terkenal itu tidak pernah ditolak?

Tentu saja pernah, bahkan mungkin sering, sampai kemudian mereka berhasil menemukan waktu dan tempat dimana kesuksesan menyambut mereka.

J.K. Rowling, si penulis mahakarya Harry Potter yang terkenal itu, yang ia adalah satu-satunya miliarder dunia yang berasal dari kalangan penulis, berpuluh kali ditolak sebelum bukunya meledak di pasaran.

Naskah Harry Potter dan dunia sihir menyihir yang ditulis oleh J.K. Rowling ditolak berulang kali, namun Rowling tak menyerah. Jika pada saat dua atau tiga kali penolakan saat itu ia langsung menyerah, maka kita semua tidak akan pernah tahu kisah Harry Potter sampai sekarang.

Jadi, cara agar bisa menjadi penulis novel yang sukses itu adalah menganggap penolakan sebagai dorongan untuk terus berjuang. Masa bodoh dengan penolakan.

Jika kamu sungguh-sungguh ingin menjadi seorang penulis, maka milikilah mental seorang penulis. Dan mental penulis yang sukses adalah tidak pernah khawatir akan penolakan. Penolakan adalah bagian dari proses menuju keberhasilan, nikmati saja sambil terus memperbaiki tulisan yang kamu hasilkan.

Membacalah.

Photo by cottonbro on Pexels.com

Kamu hanya akan bisa menulis sebaik kamu membaca, maka perbanyaklah membaca

A Wan Bong

Selanjutnya tips untuk menjadi penulis hebat yang terakhir adalah kamu harus menyediakan waktu untuk membaca jika sedang tidak menulis. Bacalah buku-buku hasil karya dari para penulis yang lebih hebat daripada kamu.

Baca, perhatikan, resapi, dan selami kata per katanya.

Jika penulis itu mengungkapkan kesedihan, bagaimana ia menuliskannya. Jika sang penulis itu menceritakan kegembiraan, bagaimana ia mengungkapkannya. Kamu harus mempelajari hal ini jika waktumu sedang tidak menulis.

Selain dapat menambah wawasan dan pengetahuanmu sendiri, membaca hasil karya orang yang lebih baik darimu akan memberikan perspektif yang lebih kaya dalam gaya dan penulisanmu sendiri.

Jadi perbanyaklah membaca, itu adalah jawaban dasar dari pertanyaan bagaimana cara menjadi penulis novel yang baik.

Sekali lagi, perbanyaklah membaca.

BACA JUGA:

Kunci Paling Penting untuk Sukses Menjadi Penulis

Photo by Sergij on Pexels.com

Untuk menghasilkan buku dan karya tulis pada dasarnya bukan sesuatu  yang sulit.  Syarat utama yang kamu perlukan adalah konsistensi dan ketekunan.

Dalam menulis, istilah perlahan tapi pasti itu adalah prinsip yang hampir mencakup semuanya. Jadi dengan kata lain, ketekunan dan kesungguhan menulis kunci utamanya adalah dengan berfokus pada progress yang kamu lakukan setiap harinya.

Meskipun demikian ada beberapa orang yang kadang tetap saja memaksakan diri untuk mendapatkan hasil dengan cara yang instan, termasuk juga dalam dunia kepenulisan. Padahal jika kamu ingin menjadi penulis yang berhasil, maka tidak ada cara yang instan.

Kamu harus berproses, mengikuti alur, belajar dari kesalahan, dan terus meningkatkan kemampuan.  Tanpa kesediaan untuk melakukan itu semua, rasanya tidak mudah mewujudkan mimpi untuk jadi seorang penulis yang sukses.

Sekarang, jika kamu mempraktikkan dengan sungguh-sungguh 9 langkah cara menjadi penulis novel yang disampaikan di atas, Insya Allah kamu hanya perlu bersabar untuk menemukan kesuksesan menyambutmu dengan suka cita.

KAMU SERIUS INGIN JADI PENULIS?

Dengan mengikuti kelas menulis Penulis Gunung ID kamu dipastikan bisa menjadi penulis dan menghasilkan buku dalam waktu 3 bulan saja. Nggak percaya? Coba saja langsung, ya!


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


15 CONTOH AUTOBIOGRAFI DIRI SENDIRI UNTUK IDE MENULIS NOVEL

Hal paling penting ketika mempelajari contoh autobiografi diri sendiri adalah ini selalu tentang refleksi perjalanan hidup yang sudah kamu jalani. Semakin kuat seseorang merefleksikan apa saja yang telah ia alami dalam hidup, maka semakin menarik pula autobiografi dirinya untuk dibaca orang banyak.

Membuat contoh autobiografi diri sendiri yang menarik membutuhkan usaha yang serius dan itu selalu bermulai dari ide. Kamu atau siapa pun saja membutuhkan ide pokok yang kuat untuk menjadi central penulisan autobiografi yang dilakukan.

Nah, menemukan ide ini sendiri adalah sebuah tantangan yang cukup berat untuk dilakukan.

Untuk itu dalam artikel ini saya akan mengajak kamu untuk melihat 15 contoh ide yang dapat kamu jadikan sebagai gagasan utama penulisan autobiografi dirimu sendiri.

Apa saja gagasannya dan bagaimana cara mengembangkannya menjadi sebuah buku novel yang layak baca?

Yuk, simak artikel ini sampai habis, ya.

15 Ide & Gagasan Contoh Autobiografi Diri Sendiri Sebagai Inspirasi Menulis Novel

Photo by Kun Fotografi on Pexels.com

Sebelum saya mengajak kamu untuk melihat dengan seksama contoh autobuografi diri sendiri panjang seperti novel, saya harus melakukan sedikit flashback terlebih dahulu mengenai apa pengertian autobiografi itu sendiri?

Ada sebuah kesalahan persepsi yang sudah sangat umum terjadi di masyarakat ketika memahami autobiografi, biografi dan memoar. Ini adalah tiga jenis buku yang berbeda namun memiliki arah dan gagasan yang hampir serupa.

Secara eksplisit, kamu harus memahami ketiganya terlebih dahulu sebelum menentukan pilihan jenis penulisan kisah hidupmu.

BACA JUGA:

Pengertian Autobiografi, Biografi dan Memoar

Photo by Pixabay on Pexels.com

Dalam ranah penulisan kisah hidup seseorang, dikenal tiga jenis penulisan yang paling umum untuk dipilih yakni autobiografi, biografi dan juga memoar. Ketiga jenis penulisan ini memiliki perbedaan mendasar dalam prosesnya dan juga orientasi penceritaannya.

Lantas, sesungguhnya apa yang dimaksud dengan autobiografi, biografi dan juga memoar itu?

Autobiografi

Autobiografi adalah sebuah buku berisi perjalanan hidup, kisah hidup dan pengalaman pribadi yang ditulis oleh pelakunya sendiri.

Cakupan penulisan autobiografi sangat komprehensif, struktur penulisan yang paling umum dari jenis buku kisah hidup satu ini adalah kronologis, serta sumber penulisannya harus berdasar pada fakta dan data.

Biografi umum ditulis oleh orang-orang dengan pencapaian prestasi, tokoh berpengaruh, selebritis, dan lain sebagainya.

Biografi

Biografi adalah kebalikan dari autobiografi jika dilihat dari siapa yang menuliskannya. Ini adalah satu jenis kisah hidup atau perjalanan hidup seseorang yang ditulis oleh orang lain. Penulisnya bisa jadi adalah sejarawan, budayawan, sastrawan atau penulis umum.

Dari sisi cakupan penulisan, sumber penulisan berupa fakta dan data, serta struktur penulisannya pun, biografi identik dengan autobiografi.

Memang, perbedaan terbesar antara contoh autobiografi diri sendiri beserta strukturnya jika dibandingkan dengan biografi adalah sosok penulisnya itu sendiri.

Memoar

Memoar atau memoir adalah jenis penulisan yang paling umum, paling diminati dan mungkin juga yang paling sulit untuk diselesaikan. Saya membuka kelas menulis kisah hidup menjadi buku dalam bentuk memoar atau autobiografi dan saya menemukan banyak penulis yang tidak mampu menyelesaikan memoar mereka.

Seperti autobiografi, memoar ditulis oleh pelakunya langsung. Perbedaanya adalah cakupan memoar hanya berfokus pada satu periode kehidupan penulis, bukan utuh dan komprehensif seperti autobiografi.

Di samping itu, memoar juga lebih mempriotaskan pengalaman dan perasaan yang ditimbulkan satu peristiwa terhadap diri penulis. Sementara dari sisi sumber penulisannya sendiri, memoar lebih banyak bersumber pada ingatan sang penulis.

15 Ide Contoh Menulis Autobiografi Diri Sendiri

Photo by Unsplash

Kamu mungkin berpikir bahwa ide-ide ini nanti adalah untuk menulis memoar berdasarkan pengertian di atas dan bukannya autobiografi.

Sebenarnya tidak mengapa, saya menggunakan istilah autobiografi untuk menjangkau lebih banyak orang yang lebih familiar dengan istilah ini dibandingkan memoar. Contoh autobiografi diri sendiri singkat jauh lebih banyak dicari dibandingkan misalnya; contoh memoar singkat dan semacamnya.

Namun dari sudut esensinya juga adalah; ide-ide atau gagasan-gagasan ini nanti dapat kamu jadikan sebagai fokus utama dalam penulisan autobiografi dirimu sendiri. Jadi, kamu bisa menulis secara luas dan komprehensif secara kronologis, namun titik fokus dan pesan terbesar untuk pembaca ada pada ide-ide dibawah ini.

Seperti menulis sebuah cerita, ini adalah tema besar dari penulisan autobiografi yang kamu lakukan.

Nah, apa sajakah idenya?

Contoh Ide Menulis Autobiografi #1

Tulis pengalaman pribadi yang berfokus pada momen-momen paling krusial dalam hidup yang kamu jalani. Momen ini adalah momen yang mengubah cara pandang kamu melihat dunia.

Tentunya kamu memiliki momen seperti itu, bukan?

Misalnya bagaimana kamu demikian berubah setelah orang yang kamu sayangi berkhianat. Atau bagaimana kamu bisa menjadi demikian berubah setelah orang tua, kekasih, atau siapa pun yang kamu anggap sangat penting pergi meninggalkanmu untuk selamanya.

Contoh Ide Menulis Autobiografi #2

Photo by Julia Larson on Pexels.com

Tulis sebuah pertarungan atau perjuangan terhebat yang pernah kamu jalani untuk mencapai sesuatu.

Dalam kelas menulis yang saya bimbing, hampir tiap peserta yang mengambil kelas privat memiliki kisah hidup yang menarik. Salah satu di antaranya memiliki kisah perjuangan tak terkalahkan ketika ia harus hidup sebatang kara, tanpa ayah bunda, dan harus terus bisa bersekolah.

Ia melakukan apa pun untuk bisa bertahan. Ia menjadi buruh, mencuci untuk orang lain dan apa saja yang penting ia bisa terus meneruskan hidup dan perjuangannya.

Nah, itu adalah salah satu contoh perjuangan yang dapat kamu jadikan ide atau gagasan untuk menulis contoh autobiografi diri sendiri yang menarik.

Contoh Ide Menulis Autobiografi #3

Tulis tentang perjalanan dan pengalaman yang kamu alami untuk menemukan dirimu sendiri atau dirimu yang sekarang.

Setiap manusia memiliki transformasi dan evolusi mereka sendiri untuk sampai pada kehidupan yang sekarang. Kamu tentu demikian juga. Untuk mencapai cara pandang, sikap dan karakter yang kamu jalani saat ini, pasti kamu sudah melewati banyak hal.

Nah, hal tersebutlah yang dapat kamu jadikan sebagai gagasan penulisan contoh menulis autobiografi diri sendiri.

Contoh Ide Menulis Autobiografi #4

Photo by Jess Loiterton on Pexels.com

Tulis sebuah pelajaran dalam hidup yang dalam pandanganmu semua orang harus mempelajarinya, atau mengambil pelajaran darinya.

Contohnya begini;

Saya memiliki seorang mentor dalam menulis akademis seperti skripsi, tesis, jurnal, penelitian tindakan kelas, atau bahkan disertasi. Nah, beliau ini sedang menulis sebuah buku dengan tema iman. Menurut beliau, iman adalah sesuatu yang harus dipelajari oleh setiap manusia karena manfaatnya.

Itu adalah ide contoh makalah autobiografi diri sendiri yang saya maksud bahwa ia menulis sebuah pelajaran dalam hidup yang menurutnya harus diketahui oleh semua orang.

Contoh Ide Menulis Autobiografi #5

Tulis sebuah tragedi dalam hidup yang misalnya, pernah kamu alami dan kemudian membentuk diri kamu yang sekarang.

Berapa banyak manusia yang menjadi kokoh, menjadi kuat, menjadi tangguh dan menjadi sukses karena pernah mengalami hal yang tragis dalam hidup mereka.

Misalnya begini;

Kamu tentu pernah mendengar atau membaca buku berjudul Alive yang ditulis oleh Nando Parrado yang terjebak dalam kecelakaan pesawat dan terpaksa memakan mayat teman-temannya sendiri untuk bertahan hidup, kan?

Nah, itu adalah sebuah contoh peristiwa tragis dalam hidup yang kemudian membentuk karakter utama cerita yang kemudian dikenal sebagai penulis, motivator, dan pengusaha setelahnya.

BACA PULA:

Contoh Ide Menulis Autobiografi #6

Photo by Maksim Goncharenok on Pexels.com

Tulis sebuah buku autobiografi yang berfokus tentang bagaimana kamu membangun hubungan dengan orang lain dan apa yang kamu pelajari dari hal itu.

Hubungan antar manusia adalah sesuatu yang kompleks dan rumit. Beberapa orang memiliki teman demikian banyak dan ia mengambil manfaat dari hubungan itu. Sebaliknya, beberapa yang lain justru memiliki sedikit teman dan mereka bahagia menjalani kehidupan mereka.

Di sebelah mana pun kamu berdiri, hal ini layak untuk kamu bagikan dalam buku autobiografimu.

Contoh Ide Menulis Autobiografi #7

Tulis hubunganmu dengan sesuatu yang membuat hidupmu menjadi demikian bermakna. Hal ini bisa saja adalah binatang peliharaan, tempat favorit, atau benda-benda peninggalan keluarga dengan nilai sejarah yang tinggi.

Contoh yang bisa menjelaskan gagasan ini misalnya adalah Hachiko, sebuah kisah tentang anjing yang sangat setia.

Atau tentang sekumpulan anjing husky yang terjebak di kutub utara dan ditinggalkan oleh pemiliknya kemudian mereka bertahan hidup dan tetap setia menunggu hingga dijemput kembali.

Contoh Ide Menulis Autobiografi #8

Photo by cottonbro on Pexels.com

Tulis tentang kehidupan yang sulit dan rasa sakit yang mungkin harus kamu alami setiap hari.

Ada banyak orang di dunia ini yang terpaksa hidup dengan rasa sakit setiap harinya, baik itu sakit dalam artian harfiah berupa sakit fisik, atau sakit dalam artian mental dan pikiran.

Hidup dengan disabilitas bisa menjadi sesuatu yang menyakitkan, namun bisa juga sebaliknya.

Dikhianati, dilukai, dikecewakan juga adalah sesuatu yang dapat menimbulkan rasa sakit. Dan ini adalah salah satu gagasan penulisan yang menarik untuk eksekusi.

Contoh Ide Menulis Autobiografi #9

Tulis tentang kehidupanmu yang demikian unik dan berbeda dari yang lainnya.

Sekali lagi ini kembali kepada sebuah kenyataan bahwa manusia selalu memiliki jalan kehidupan yang berbeda dari manusia yang lainnya. Tidak ada yang mampu menjalani kehidupan orang lain kecuali dirinya sendiri. Ini adalah sesuatu yang sangat menarik dan unik.

Tentu saja, kamu juga bisa menjadikan hal ini sebagai sebuah alasan untuk menulis memoar atau autobiografi yang menarik.

Contoh Ide Menulis Autobiografi #10

Tulis sebuah konflik yang pernah terjadi dalam kehidupanmu kemudian bagaimana kamu melewatkannya.

Konflik adalah bagian dalam perjananan hidup manusia. Beberapa berusaha semaksimal mungkin untuk tidak bersinggungan dengan konflik. Sementara di sisi yang lain, ada juga jenis manusia yang merasa senang dengan adanya konflik dan betah beraada di antaranya.

Menariknya, bagaimana pun seseorang menghindari konflik, kadang ini juga bisa terjadi tanpa ia kehendaki. Nah, jika kamu pernah mengalami konflik yang pelik dalam kehidupanmu kemudian berhasil melewatinya, maka itu juga adalah salah satu cerita yang menarik untuk dijadikan gagasan contoh autobiografi diri sendiri yang menarik.

Contoh Ide Menulis Autobiografi #11

Photo by Ivan Samkov on Pexels.com

Tulis tentang berbagai harapan-harapan yang kamu miliki dan bagaimana pula kemudian kenyataan yang kamu jumpai.

Manusia memiliki banyak harapan dan keinginan dalam hidup mereka. Kamu memiliki harapan, saya memiliki harapan dan orang lain pun memiliki harapan. Namun mengenai kenyataannya, itu adalah cerita yang berbeda. Ada banyak realitas manusia yang tidak pernah sesuai dengan keinginan mereka.

Nah harapan versus kenyataan seperti ini juga adalah gagasan yang menarik untuk menjadi contoh gagasan menulis tentang memoar atau autobiografi diri sendiri.

Contoh Ide Menulis Autobiografi #12

Apakah kamu pernah mengalami saat-saat paling sulit dalam hidup yang kemudian membuat kamu berpikir bahwa semuanya telah hilang?

Menulis tentang kehilangan yang pernah dialami dalam hidup juga adalah sesuatu yang menarik untuk dijadikan ide penulisan autobiografi.

Kamu dapat bercerita bagaimana misalnya harapanmu menguap laksana embun pagi yang disiram terik mentari. Atau bagaimana putus asanya kamu menghadapi titik terendah dalam hidupmu.

Contoh Ide Menulis Autobiografi #13

Tulis tentang keputusan paling besar dalam hidup yang pernah kamu ambil dan memiliki dampak paling besar bagi masa depanmu kemudian.

Kamu misalnya pernah mengambil keputusan untuk merantau yang tentu saja tidak menyenangkan. Namun, keputusan merantau ini pula yang pada akhirnya mengubah hidupmu sehingga menjadi sesuatu yang lebih berarti.

Atau kamu juga bisa mengambil gagasan bahwa kamu misalnya memutuskan untuk melanjutkan sekolah di tengah keterbatasan. Akhirnya keputusan nekatmu itulah yang mengubah hidupmu selamanya.

Dan lain sebagainya.

Contoh Ide Menulis Autobiografi #14

Photo by Jou00e3o Cabral on Pexels.com

Tulis sebuah buku autobiografi diri kamu sendiri yang berisi pencarian yang kamu lakukan untuk menemukan makna hidup yang sesungguhnya.

Beberapa orang melakukan perjalanan jauh, berhari-hari dengan jarak hingga ratusan kilometer. Beberapa yang lain memilih untuk ikut meditasi, yoga atau bahkan duduk termenung di tengah malam. Semuanya berusaha untuk mencari makna kehidupan yang mereka jalani.

Nah jika kamu sendiri, apa yang kamu lakukan untuk mencari makna hidup?

Tulis perjalanan mencari makna kehidupan itu sebagai sebuah gagasan besar dalam contoh autobiografi diri sendiri panjang yang bisa kamu kerjakan.

Contoh Ide Menulis Autobiografi #15

Tulis tentang seseorang yang paling berarti dalam hidupmu dan membuat kamu mengalami begitu banyak perubahan.

Apakah ini adalah tentang sosok kekasih, pasangan hidup, anak, orang lain, tokoh agama atau pun guru spiritual, kamu dapat menuliskannya menjadi sebuah ide autobiografi yang menarik.

Gali lebih dalam mengapa sosok ini begitu berpengaruh bagimu, apa yang ia lakukan dan mengapa pula hal itu sangat berarti bagi dirimu.

BACA JUGA:

Tips Sederhana Menulis Autobiografi Diri Sendiri

Photo by lilartsy on Pexels.com

Sebagai penutup artikel ini saya ingin memberikan kamu beberapa tips penting namun sangat sederhana dalam menulis biografi atau memoar. Apa pun jenis gagasan yang kamu ambil dari daftar di atas, ini adalah tips dalam menuliskannya.

  • Menulislah dengan bebas, jangan biarkan dirimu terkurung dalam rasa khawatir, takut atau pun ragu. Hanya kamu yang tahu kisah hidupmu lengkap dengan hikmah di baliknya.
  • Bawa pengalaman aslimu dalam tulisan. Autobiografi dan memoar bukan kisah fiksi, ini adalah kisah yang terjadi dalam kehidupan realistis penulisnya. Jadi, pastikan kamu menceritakan kenyataan hidupmu yang sebenarnya dalam cerita.
  • Temui seseorang untuk diajak berbincang jika kamu ragu apakah tulisanmu akan berdampak pada dirimu.
  • Jika kamu baru pertama kali menulis hal semacam ini, jangan ragu untuk mengambil kursus di kelas menulis online Penulis Gunung ID. Insya Allah saya akan memandu kamu untuk dapat menulis autobiografi hidupmu sendiri dengan hasil yang paling sempurna.

Tertarik Menulis Kisah Pribadimu Menjadi Buku

Penulis Gunung ID membuka kelas menulis online yang bisa kamu ikuti dan memastikan kisah hidupmu yang berharga dapat ditulis menjadi sebuah buku yang bisa kamu baca dan juga bisa dibaca orang lain.

Jadwal kelas yang fleksibel, dilengkapi buku panduan, video tutorial dan private coaching, serta dipandu oleh penulis berpengalaman akan memastikan tulisanmu dapat diterbitkan menjadi buku.


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


JENIS DAN PENGERTIAN CERITA FANTASI SERTA CARA MENULISKANNYA

Jadi, apa sebenarnya cerita fantasi itu?

Secara sederhana, pengertian cerita fantasi dapat didefinisikan sebagai cerita yang murni berkisah khayalan dan fantasi manusia. Dengan pengertian ini maka ciri khusus dari cerita fantasi adalah ia tidak mungkin terjadi di dunia nyata karena sifatnya yang khayalan murni.

Namun realitasnya tidak selalu demikian karena, ada pula jenis-jenis cerita fantasi yang mengambil setting, alur dan tokoh dari kehidupan nyata.

Nah, kali ini saya akan mengajak kamu untuk mengenal lebih jauh mengenai arti cerita fantasi, jenis-jenisnya, dan juga cara sederhana dalam menuliskannya.

Pengertian Cerita Fantasi

Photo by eberhard grossgasteiger on Pexels.com

Jika ditilik secara sederhana, pengertian cerita fantasi adalah sebuah cerita yang mengangkat tema mengenai dunia khayal manusia yang erat kaitannya dengan hal gaib. Contoh yang paling mudah untuk memahami cerita fantasi adalah dengan melihat berbagai karakter fantasi yang sudah sangat populer hingga saat ini.

Nah, apa saja karakter cerita fantasi tersebut?

Banyak, banyak sekali.

Kamu bisa menyebutkan kisah tentang peri, tentang kurcaci, tentang penyihir, tentang naga, tentang vampir, tentang puteri duyung, dan lain sebagainya. Semua makhluk itu bagaimana pun kontroversi yang mengiringi keberadaannya, harus diakui sebagai bagian dari produk imajinasi dunia fantasi.

Di samping itu, definisi lain dapat pula dilihat pada pengertian cerita fantasi brainly yang menyebutkan jika cerita fantasi adalah cerita fiktif yang lahir dari imajinasi atau khayalan penulis yang kemudian dibumbui dengan unsur-unsur yang berhubungan erat dengan hal yang berbau supranatural, metafisik dan magis.

Jadi ada beberapa unsur cerita fantasi yang paling penting terkait pengertiannya yaitu; khayalan – supranatural – imajinatif. Ini adalah 3 unsur paling penting pembentuk sebuah cerita fantasi.

BACA JUGA:

Jenis-Jenis Cerita Fantasi

Photo by Ron Lach on Pexels.com

Setelah kamu memahami beberapa pengertian yang umum mengenai cerita fantasi di atas, sekarang apa saja jenis-jenis cerita fantasi yang perlu kamu ketahui?

Berdasarkan struktur teks cerita fantasi yang paling umum, cerita fantasi dapat dikelompokkan dalam 8 jenis yaitu;

  • Epic Fantasy – adalah jenis cerita fantasi yang utuh dan komprehensif. Fantasi epik  memiliki struktur dunianya sendiri. Fantasi jenis ini memiliki tatanan dunianya sendiri yang bisa saja sangat berbeda dengan dunia realistis. Dalam fantasi epik ada sebuah hukum, dimensi, pemaknaan ruang waktu yang sepenuhnya berdiri sendiri.
  • Low Fantasy – Ini adalah jenis cerita fantasi yang mengambil setting kehidupan nyata kemudian ditambahkan unsur supranatural di dalamnya.
  • Cerita Fantasi Realistis MagicPengertian dari cerita fantasi yang satu ini hampir mirip dengan low fantasy. Hanya saja dalam realistic magic fantasy, unsur supranatural yang ditambahkan adalah normal dalam dunia cerita tersebut.
  • Cerita Fantasi Pedang dan Sihir – seorang pahlawan yang berkembang dengan baik dengan bersenjata pedang, tombak, busur atau senjata tradisional semacam itu adalah ciri umum dari jenis cerita fantasi ini. Kehadiran penyihir dengan kekuatan magic-nya menjadi unsur yang memperkuat fantasy dari jenis ini.
Photo by luizclas on Pexels.com
  • Dark Fantasy – Ini adalah jenis fantasi gelap yang memadukan unsur supranatural, kekuatan gaib dan juga horor atau teror. Dark fantasy biasanya melibatkan kehadiran makluk-makluk menyeramkan dari alam lain seperti monster, vampir, alien, drakula, dan lain sebagainya.
  • Fabel – kamu tentunya sudah sangat familiar dengan fabel, bukan? Fabel adalah sebuah cerita imajinatif yang tujuan utamanya adalah memberikan pelajaran moral bagi para pembaca. Ciri utama dari jenis cerita fantasy berbentuk fabel adalah menggunakan karakter imajiner berupa binatang, tumbuh-tumbuhan, bintang-bintang dan lain sebagainya. Dalam karakter cerita fantasi berbentuk fabel, semua tokoh personifikasi ini digambarkan memiliki sifat seperti manusia termasuk sifat dan motivasinya.
  • Dongeng – Fabel mungkin hampir sama seperti dongeng, terutama jika ditilik dari tujuannya. Dalam dongeng atau fabel, tujuan dari cerita fantasi adalah untuk menyampaikan pesan dan nilai-nilai moral supaya dapat lebih diterima oleh pembaca. Perbedaan yang paling menonjol dari dongeng adalah ia biasanya ditulis untuk anak-anak dengan awalan yang sangat populer seperti; pada zaman dahulu, pada suatu hari, di suatu ketika, dan semacamnya.
  • Super Hero Fantasy – Jenis terakhir dari cerita fantasi adalah super hero fantasy yang tentu saja mengangkat cerita mengenai pahlawan super. Perbedaan yang paling mencolok dari cerita fantasi jenis ini dengan cerita fiksi super hero pada umumnya adalah asal kekuatan mereka. Jika dalam fiksi yang umum para super hero memperoleh kekuatan mereka dengan alasan yang dibuat ilmiah, maka dalam fantasi pahlawan super mendapatkan kekuatan mereka dari unsur supranatural.

Penjelasan lebih lengkap mengenai jenis-jenis cerita fantasi seperti di atas lengkap dengan contohnya dapat pula kamu lihat dalam artikel sebelumnya pada tautan ini: Jenis-Jenis Cerita Fantasi yang Paling Populer Sepanjang Masa

Cara Menulis Cerita Fantasi

Photo by Ketut Subiyanto on Pexels.com

Dalam menulis cerita fantasi, ada beberapa tips dan langkah yang bisa kamu lakukan.

Secara ringkas, tips dan langkah tersebut adalah sebagai berikut;

  • Membaca dan Membaca – Kamu hanya akan bisa menulis sebaik kamu membaca. Jadi, sebelum kamu menulis satu kata pun dari cerita fantasi yang ada dalam imajinasimu, perbanyaklah referensi dan wawasanmu dengan membaca. Kamu dapat membaca novel fantasi yang ditulis oleh penulis favoritmu dan mempelajari bagaimana mereka membangun dunia fantasi yang megah dalam buku mereka.
  • Tentukan Target Pembaca Fantasi – Langkah kedua dalam menulis cerita fantasi atau cerita apa pun yang tujuan utamanya untuk publikasi masyarakat luas adalah dengan mempelajari target spesifik pembaca buku yang akan kamu tuliskan. Jika kamu mengetahui bahwa target pembacamu adalah anak-anak maka setting, alur dan pesan cerita haruslah dapat mereka terima dengan mudah.
  • Mulai dari yang Kecil – Lalu langkah seterusnya yang dapat kamu ambil dalam menulis cerita fantasi adalah dengan memulainya dari yang kecil. Jadi, sebelum misalnya kamu mengambil fantasi epik dengan dunia fantasi yang lebih luas, kamu bisa memulainya dengan menulis beberapa cerpen dengan tema yang sama.
  • Lanjutkan ke Dunia yang Lebih Kompleks – Setelah kamu sudah bisa menyesuaikan dengan cerita fantasi melalui penulisan dalam skala yang lebih kecil maka sekarang adalah waktunya untuk membuat cerita yang lebih besar dan kuat. Kamu bisa membangun cerita fantasi epik, fabel atau apa saja dengan membiasakan dirimu pada ukurannya terlebih dahulu.
  • Tentukan Sudut Pandang yang Ideal – Sudut pandang adalah hal yang penting dalam penulisan cerita jenis apa pun, termasuk pula cerita fantasi. Nah, kamu dapat menentukan terlebih dahulu; kamu akan menulis kisah fantasimu dari sudut pandang apa? Apakah sudut pandang orang pertama serba tahu, orang pertama terbatas, orang kedua, orang ketika dan lain sebagainya.
Photo by Unsplash
  • Ciptakan Karakter Fantasi – Karakter fantasi adalah hal yang harus kamu bangun sebelum menuliskan kisah mereka. Pikirkan untuk menciptakan tokoh fantasi yang unik seperti halnya Narnia, Gollum, Obelisk, Puteri Duyung dan lain sebagainya
  • Gunakan Outline CeritaOutline atau kerangka cerita adalah hal yang penting dalam penulisan buku tema apa pun. Dalam penulisan cerita fantasi, outline akan membantu kamu dalam banyak hal. Mulai dari mengatasi kebimbangan saat menemui bagian yang terasa sulit hingga memastikan tidak ada plot yang kosong karena terlewatkan.
  • Hadirkan Nuansa yang Realistis – Meskipun kamu menulis cerita fantasi dongeng yang sepenuhnya khayalan, kamu tetap perlu membuatnya seperti nyata bagi pembaca. Guna mencapai tujuan itu kamu dapat membuat beberapa bagian dari kisah fantasimu berdasarkan keyakinan realistis yang ada di dunia nyata.
  • Tulis Dialog yang Otentik – Sebagai cerita yang memiliki tatanan hukum ilmiahnya sendiri, fantasi tentu berbeda dengan apa yang ada dalam kehidupan biasa. Nah, untuk memperkuat kesan ini kamu dapat menambahkan dialog yang otentik dan kuat dalam cerita.
  • Biarkan Cerita Fantasimu Mengalir seperti Air – Hal penting terakhir yang juga harus kamu perhatikan dalam menulis cerita fantasimu adalah membiarkan ia mengalir dengan alami. Sebagai fantasi kamu mungkin tidak sabar untuk memperkenalkan semua tokoh dan setting cerita kepada pembaca, namun bagaimana pun. pesannya adalah tetap lakukan dengan natural, mengalir dengan alami.

Artikel lengkap tentang menulis cerita fantasi dapat kamu baca disini.

Photo by Anete Lusina on Pexels.com

Nah, itu adalah pengertian cerita fantasi, jenis-jenisnya yang paling umum dan juga beberapa langkah paling penting untuk menuliskannya.

Menulis cerita fantasi dengan hasil yang bagus mungkin memang adalah tantangan yang sulit. Namun dengan praktik yang disiplin dan latihan terus-menerus, kamu akan mampu membangun dunia fantasimu sendiri yang mungkin saja akan sama hebatnya dengan dunia fantasi karya penulis besar seperti J.R.R. Tolkien atau pun JK. Rowling.

Jadi, selamat menulis fantasi, ya!

BACA PULA:

Kamu Ingin Menjadi Penulis?

Yuk, bergabung dalam kelas menulis online Penulis Gunung Id!

Dalam kelas ini kamu akan diajarkan cara menulis apa pun yang kamu butuhkan. Kamu bisa belajar menulis artikel, cerita fiksi hingga autobiografi. Proses bimbingan menulis akan langsung dipandu oleh penulis terbaik dengan pengalaman menulis yang panjang.

Jadi, jangan ragu untuk bergabung di kelas Penulis Gunung ID, ya!


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: