BEGINI CONTOH OUTLINE NOVEL DAN CARA MEMBUATNYA 

Outline atau kerangka dalam penulisan novel adalah sesuatu yang penting, terutama untuk kamu yang masih tergolong sebagai ‘pemula’ dalam dunia penulisan. Supaya lebih mudah, kali ini Penulis Gunung akan membagikan contoh outline novel yang bisa kamu tiru dengan mudah untuk kemudian dipraktikkan pada novel kamu sendiri.

Nah, bagaimana contoh kerangka outline novel yang mudah dibuat bahkan oleh seorang penulis pemula sekali pun?

Yuk, baca ulasan selengkapnya berikut ini.

Contoh Outline Novel dan Panduan Cara Membuatnya

Photo by Pexels.com

Dalam penulisan novel dikenal dua istilah terkait dengan langkah-langkah sang penulis dalam mempersiapkan ceritanya. Istilah pertama disebut dengan plotter dan istilah yang kedua disebut dengan pantser. Kedua istilah ini digunakan untuk menyebut penulis novelnya sendiri apakah ia menggunakn outline atau tanpa menggunakan outline.

Namun, sebelum kita melanjutkan pembahasan ini, apa sih, yang dimaksud outline novel atau outline cerita itu?

Outline novel adalah sebuah garis besar cerita atau peta cerita yang digunakan oleh penulis untuk memastikan proses penulisan yang ia lakukan berjalan lancar dan sesuai dengan rencana. Menariknya, tidak semua penulis menggunakan outline dalam penulisan mereka.

Nah, para penulis yang menggunakan outline atau kerangka inilah kemudian yang disebut plotter dan mereka yang tidak menggunakan outline disebut dengan pantser. Keduanya sama-sama memiliki keunggulan dan kelebihan. (Informasi lebih lengkap tentang perbedaan plotter dan pantser dapat kamu baca pada artikel berikut ini)

Untuk kamu yang memilih menulis novel dengan cara plotting, berikut ini adalah contoh kerangka novel yang dapat kamu pelajari.

Kerangka atau Outline Novel ‘Air Mata Hanna’

Photo by Unsplash

Saya membuat outline ini sebagai bagian dari rangkaian materi pelajaran dalam kelas menulis online yang saya pandu. Ini adalah contoh outline novel per bab yang dapat kamu ikuti dengan mudah disesuaikan dengan ide ceritamu sendiri.

Pada setiap bab dalam kerangka yang ditulis, kamu menuliskan butir-butir paling penting dari perkembangan jalan cerita. Nah, butir-butir inilah kemudian yang dapat menjadi fokusmu ketika menulis dari satu bab ke bab selanjutnya.

Hal krusial lain sebagai cara membuat outline novel adalah kamu dapat menyusun rangkaian cerita berdasarkan urutan kejadian penting dalam perkembangan cerita. Ini semacam titik-titik yang akan kamu sambung menjadi sebuah cerita utuh sehingga membentuk alur yang menarik.

Untuk lebih jelasnya, coba lihat contoh outline novel berikut ini.

Contoh Outline Novel AIR MATA HANNA

Bab 1 – Melamar

  • Dibuka dengan adegan Furqon melamar Hana
  • Menceritakan kedekatan Hana dan Furqon yang sudah cukup lama
  • Reaksi Hana yang senang sekaligus khawatir dengan keputusan Furqon

Bab 2 – Tidak Mendapat Restu

  • Menjelaskan keluarga Furqon yang menentang rencana pernikahan Furqon dan Hana
  • Tambahkan status sosial keluarga Furqon yang adalah orang kaya
  • Tambahkan dan gambarkan siapa ayah ibu Furqon, keturunan ningrat, orang terpandang dan lain sebagainya.
  • Kemukakan alasan paling mendasar mereka tidak menyukai Hana
  • Tutup dengan mereka memaki Hana atau Furqon dan mengucapkan kata-kata yang menyakitkan masa lalu Hana yang pernah diperkosa.

Bab 3 – Flashback Masa Lalu Hana

  • Gambarkan dengan sangat detail siapa Hana
  • Gambarkan siapa orang tua Hana, apa pekerjaan mereka, seberapa sulit kehidupan mereka
  • Tambahkan efek dramatis misalnya; Ayah Hana meninggal dunia saat bekerja sebagi buruh
  • Ceritakan dengan rinci bagaimana meninggalnya Ayah Hana; ia bekerja sebagai buruh apa, kalau di sawah atau kebun, jelaskan pula lokasinya, siapa pemiliknya, dan bagaimana kemudian bisa tertimpa kemalangan kecelakaan kerja.
Photo by Pexels.com

Dapat kamu lihat pada outline novel ini bahwa dari Bab 1 sampai dengan Bab 3, perkembangan penceritaan masih berfokus pada perkenalan karakter, konflik utama dan, setting cerita.

Perhatikan pula penamaan judul bab adalah topik penceritaan pada bab tersebut yang terdiri dari beberapa poin penting perkembangan cerita.

Cara membuat outline cerita seperti ini tidak mengharuskan kamu untuk langsung menemukan judul bab yang fixed seperti yang akan tercantum dalam novel. Judul hanyalah sebuah rangkuman topik penceritaan yang akan dituturkan dalam bab tersebut.

Oke, sekarang kita lanjut lagi contoh outline novelnya.

Bab 4 – Fokus pada Ibu Hana

  • Ceritakan bagaimana ia harus menghadapi kehidupan sepeninggal ayah Hana
  • Gambarkan dengan rinci bagaimana kesulitan dan kesedihan yang ia hadapi
  • Gambarkan apa yang ia lakukan untuk mencari nafkah menjadi seorang buruh cuci misalnya, atau menjadi buruh menanam padi di sawah, atau berjualan nasi pecel di pinggir sekolah dan lain sebagainya.
  • Gambarkan pula bagaimana beratnya ia memikirkan anak-anaknya, Hana yang belum menikah dan dua adiknya yang bersekolah dan butuh biaya

Bab 5 – Jatuh Tertimpa Tangga

  • Ibu Hana jatuh sakit
  • Sakitnya semakin parah dan membutuhkan biaya besar untuk berobat
  • Gambarkan Tekad Hana yang berusaha membantu mencari nafkah

Bab 6 – Mala Petaka

  • Hana berusaha mencari kerja namun banyak ditolak
  • Hana hampir putus asa namun mendapat bantuan seseorang yang berjanji untuk mempekerjakannya.
  • Gambarkan pekerjaan yang ditawarkan justru adalah menjadi wanita penghibur
  • Hana menolak dengan tegas, gambarkan bagaimana kuatnya prinsip Hana pada agama
  • Dalam perjalanan ia kemudian diperkosa
  • Buat adegannya kuat, mengerikan, membuat shock namun tanpa menyinggung aktivitas seks sedikit pun.
Photo Pexels.com

Mari, perhatikan kembali poin-poin penting yang akan disampaikan penulis pada bab 4 hingga bab 6 di atas.

Meskipun cerita dalam novel ini menggunaka gaya penuturan flash back yang tinggi, namun kamu dapat melihat bahwa penulis mulai menaikkan tensi ceritanya. Konflik-konflik yang lebih pelik satu demi satu dihadirkan oleh penulis guna menjaga perhatian pembaca tetap besar.

Sebagai penulis kamu harus tetap menjaga antusiasme pembaca pada bab-bab menuju pertengahan seperti ini. Uniknya adalah, bagian pertengahan novel setelah opening dan sebelum ending, adalah bagian yang rentan dengan kebosanan pembaca dan kekacauan penulis. Nah, untuk itulah kamu harus memberikan konsentrasi yang konsisten pada bagian ini.

Bagaimana caranya?

Ada beragam cara yang bisa dilakukan, salah satunya yang paling efektif adalah dengan menggunakan plot twist. Nah, untuk memastikan plot twist yang kamu gunakan masuk akal dan efektif, menuliskannya dalam kerangka novel atau outline novel adalah langkah yang bijaksana.

Bab 7 – Titik Nadir

  • Gambarkan bagaimana hancurnya hidup Hana
  • Lukiskan dengan jelas dan rinci bagaimana ia mulai memikirkan untuk bunuh diri

Bab 8 – Pertemuan

  • Buat beberapa adegan Hana benar-benar putus asa
  • Gambarkan bahwa Hana kemudian mencoba untuk bunuh diri lalu ditolong oleh seorang pemuda
  • Gambarkan kesan pertemuannya dengan Furqon

Bab 9 – Fokus kepada Furqon

  • Gambarkan bagaimana ia terpesona dengan kecantikan Hana
  • Lukiskan kembali bagaimana ia sangat bersimpati dengan Hana setelah mendengar kisah hidup Hana

Bab 7 hingga bab 9 dalam outline novel ini masih berfokus pada konflik yang terus ditingkatkan. Akan tetapi pada bab 9, kamu dapat melihat bahwa penulis mulai menurunkan tensi cerita sesaat dan memfokusnya pada mungkin beberapa bagian yang lebih romantis.

Bagian-bagian seperti ini penting untuk dipetakan dalam outline supaya rute perkembangan cerita tidak melebar kemana-mana atau justru berbelok dari yang semestinya.

Bab 10 – Jatuh Cinta

  • Lukiskan bagaimana Furqon mulai jatuh cinta kepada Hana dan Hana juga jatuh cinta kepada Furqon
  • Tunjukkan betapa cintanya Furqon kepada Hana namun Hana ragu untuk menerimanya
  • Buat beberapa adegan yang menunjukkan kuat perjuangan Furqon untuk mendapatkan Hana

Bab 11 – Luluh

  • Furqon melamar Hana dan cerita kembali ke bab 1
  • Tentukan kelanjutannya 
Photo by Pexels.com

Pad bab 10 dan bab 11 ini, penulis mengembalikan alur cerita ke awal lagi untuk kemudian mepersiapkan ending yang tepat.

Apakah Hanna sebagai tokoh cerita dalam contoh outline novel fiksi ‘AIR MATA HANNA’ di atas akan menikah dengan Furqon? Apakah cerita ini akan happy ending ataukah justru berakhir dengan tragedy yang lebih buruk?

Sebagai penulis atau calon penulis, kamu dapat mengimajinasikannya sendiri.

Namun secara garis besar dan riil, ini adalah salah satu contoh bagaimana kamu bisa membuat outline untuk novelmu sendiri.

Tidak ada cara yang paling benar dalam menulis outline sebuah novel. Selama kamu mendapatkan peta yang jelas dan rute yang terang untuk mengetahui perkembangan cerita dari opening hingga ending pada novel yang akan kamu tulis, itu sudah cukup untuk disebut sebagai kerangka atau outline cerita.

Selamat mencoba.

BACA JUGA:

Kisah hidupmu menarik?

Yuk, tulis menjadi sebuah buku melalui bimbingan kelas menulis online di Penulis Gunung ID


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


10 tanggapan untuk “BEGINI CONTOH OUTLINE NOVEL DAN CARA MEMBUATNYA 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: