10 LANGKAH CARA MEMBUAT CERPEN (INI YANG PALING MUDAH)

Di beberapa artikel Penulis Gunung sebelumnya, saya telah menulis topik cara membuat cerpen yang mungkin sudah kamu baca. Namun, saya tetap merasa bahwa tips dan panduan tersebut masih belum benar-benar mudah untuk dipraktikkan. Terutama untuk kamu yang mungkin baru saja akan terjun menjadi seorang penulis cerpen.

Nah, untuk itulah saya masih terus mencari cara yang paling praktis dan mudah untuk dilakukan.

Setelah melakukan berbagai analisa dan percobaan, saya kemudian menemukan cara yang lebih baik dan lebih mudah untuk dilakukan. Cara ini nantinya disusun berurutan dan sistematis, sehingga benar-benar dapat dipraktikkan dengan gampang.

Lantas, bagaimana cara membuat cerpen yang menarik untuk dibaca sekaligus juga menyenangkan untuk dituliskan?

Yuk, simak uraian selengkapnya berikut ini.

TINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS CERPENMU BERSAMA PARA PENULIS HEBAT SEKARANG JUGA

10 Langkah Cara Membuat Cerpen Super Praktis

Sumber foto: Pexels

Beberapa orang beranggapan bahwa menulis cerpen adalah sesuatu yang mudah untuk dilakukan. Alasan mengapa banyak orang menganggap menulis cerpen adalah hal yang gampang adalah karena jenis tulisan ini sesuai dengan namanya; pendek.

Jadi, karena cerpen itu singkat kemudian dianggap sebagai sesuatu yang remeh dan mudah.

Akan tetapi benarkah demikian?

Menjadi penulis yang sukses bisa menjadi sebuah perjalanan yang sangat panjang. Beberapa penulis mengawalinya dengan menulis puisi, blogger, menulis cerpen, menulis opini atau bahkan hanya menulis diary. Namun tahukah kamu bahwa jika kamu memilih cerpen sebagai bidangmu maka menulis buku akan lebih mudah untuk dilakukan?

Ya, benar.

Membiasakan diri untuk membuat cerpen singkat akan memberikan kamu modal yang lebih kuat untuk menulis sebuah buku. Kemampuan menulis cerpen yang baik akan membuat kamu lebih mudah untuk menyusun, mengembangkan, dan menyelesaikan satu cerita yang lebih panjang seperti novel.

Nah, untuk kamu yang ingin menulis cerpen dan masih belum mengetahui dengan pasti langkah demi langkahnya, berikut adalah beberapa hal yang harus kamu lakukan;

  1. Pastikan pesan yang ingin disampaikan kepada pembaca
  2. Tetapkan ide ceritamu
  3. Kenali tokoh cerita
  4. Buat outline
  5. Buat opening cerpen dari sesuatu yang tidak umum
  6. Selesaikan sesegera mungkin naskah cerpenmu (lupakan editing)
  7. Edit
  8. Beri judul yang tepat
  9. Proof reading dan minta feedback
  10. Akhiri dengan ending yang memuaskan

Supaya lebih mudah kamu memahaminya, Saya akan membahasnya satu-persatu berikut ini.

#1 Pastikan Pesan Apa yang Ingin Disampaikan kepada Pembaca

Photo by Lisa Fotios on Pexels.com

Cerpen seringkali dipergunakan sebagai maksud untuk menyampaikan satu pesan kepada pembaca. Pesan atau amanat adalah bagian yang kemudian menjadi ruh dari cerita pendek. Jadi, langkah pertama dari pertanyaan bagaimana cara membuat cerpen adalah dengan memulai dari ruhnya sendiri yaitu; pesan apa yang ingin kamu sampaikan kepada pembaca setelah membaca cerpenmu?

Apakah kamu ingin pembaca ikut merasa sedih, merasa senang, merasa bahagia, merasa terhibur, atau merasa bersyukur?

Kamu dapat menetapkan hal ini persis sebelum kamu menulis satu kata apa pun dari cerpenmu.

Seorang cerpenis profesional biasanya juga adalah seorang storyteller yang hebat. Mereka tidak lagi dipusingkan dengan bagaimana mengemas tokoh, membangun setting dan lain sebagainya. Mereka pada umumnya memberi fokus utama pada pesan apa yang ingin disampaikan. Setelah itu, semua elemen cerpen akan mengikutinya.

Nah, kamu pastinya pernah mendengar cerita pendek tentang motivasi, tentang pesan sosial, tentang kemanusiaan, atau tentang apa saja. Pada banyak kasus, semua cerita pendek seperti itu hanya dititikberatkan kepada kandungan pesan ceritanya, bukan bangunan cerpennya sendiri.

Jadi sekali lagil; tetapkan terlebih dulu pesan apa yang ingin kamu sampaikan? Perasaan apa yang kamu ingin dirasakan oleh pembaca setelah mereka membaca cerpenmu?

Kemudian mulailah cerpenmu dari sana.

#2 Tetapkan Ide Cerita

Photo by Ellie Burgin on Pexels.com

Setelah kamu mengunci pesan yang ingin kamu sampaikan kepada pembaca, selanjutnya adalah dengan menetapkan ide cerita. Pada banyak metode, justru menetapkan ide cerita adalah tata cara membuat cerpen yang pertama. Namun disini, saya meletakkannya setelah menetapkan pesan utama cerita.

Mengapa begitu?

Hal ini karena setelah pesan utama cerita yang kamu ingin sampaikan sudah ada, maka ide cerita akan mengikuti atau kamu tinggal menyesuaikannya saja. Tokoh, alur, setting dan konfliknya tinggal kamu atur saja untuk mencapai pesan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Kamu mungkin sudah memiliki beberapa ide cerita untuk diubah menjadi cerpen, bukan?

Ide cerita terbaik memang berasal dari dirimu sendiri.

Akan tetapi, supaya mempermudah kamu dalam melakukannya, Penulis Gunung memiliki beberapa ide cerita yang bisa kamu gunakan pula berikut ini;

  1. Tulis sebuah cerpen dimana tokoh cerita terbangun di pagi hari dan mendapatkan kiriman paket yang berisi sesuatu yang benar-benar membuat ia tidak bisa tenang setelah membukanya.
  2. Tulis sebuah cerpen tentang tokoh cerita yang mendapat kiriman setangkai bunga mawar setiap pagi. Ia tidak tahu siapa yang mengirim mawar tersebut hingga suatu ketika sosok si pengirim mawar terbongkar yang ternyata membuat tokoh utama cerita menjadi shock.
  3. Tulis sebuah cerpen dimana tokoh utama cerita adalah seorang bidan yang baru saja lulus dari pendidikannya di kota. Ia kemudian ditugaskan untuk mengabdi pada satu masyarakat pedalaman yang membuat ia mendapatkan pengalaman hidup yang tidak terlupakan.
  4. Tulis sebuah cerpen tentang tokoh utama yang memutuskan kekasihnya tanpa alasan yang jelas. Satu tahun kemudin terbongkar alasan sebenarnya mengapa sang kekasih minta putus yang justru membuat mantan kekasihnya semakin merasa kehilangan.
  5. Buat sebuah cerpen tentang tokoh utama yang didiskualifikasi dari perlombaan karate yang diikuti seluruh peserta terbaik dari seluruh daerah. Situasi menjadi sangat mengecewakan karena ternyata ada sosok sahabat dekat tokoh utama yang menjadi dalang semuanya.
  6. Tulis sebuah cerita dimana tokoh utama cerita secara tidak sengaja terjebak dalam sebuah ambulan dan menolong seseorang yang sedang sekarat. Ketika nyawa si pasien tak tertolong, tokoh cerita baru menyadari bahwa ternyata itu adalah sosok yang telah dicarinya selama lebih dari sepuluh tahun.
  7. Tulis sebuah cerpen tentang karakter utama cerita yang ada di tengah ritual menangkap harimau dengan tangan kosong. Itu adalah ritual kuno yang penuh dengan magis dan sihir. Sayangnya tokoh utama cerita sama sekali tidak mengetahui tentang tumbal yang ada dalam upacara tersebut.
  8. Setelah bertengkar hebat dengan kekasihnya, tokoh utama cerpen memutuskan untuk pergi keluar kota. Di tempat tujuan, ia menemukan satu kenyataan yang membuat ia benar-benar menyesal atas apa yang telah ia lakukan.
  9. Tulis sebuah cerpen dimana tokoh utama ceritamu terbangun dari tidurnya karena goncangan gempa yang berasal dari letusan gunung Merapi. Tokoh utama jatuh dalam dilema karena ia mengetahui bahwa ada seseorang yang terjebak di atas sana sementara hanya ia yang memiliki kesempatan menyelamatkannya.

Nah, itu adalah beberapa ide cerita yang bisa kamu adopsi untuk membangun cerpenmu sendiri.

Sekali lagi, utamakan dulu pesan yang ingin kamu sampaikan kepada pembaca. Setelahnya, kamu dapat menyusun ide ceritanya sesuka hatimu.

#3 Kenali Tokoh Cerita

Photo by Pixabay on Pexels.com

Bayangkan kamu sedang menulis cerpen tentang sahabat karibmu yang sudah kamu kenal bertahun-tahun, kemudian bayangkan pula kamu menulis seseorang yang baru kamu kenal kemarin sore. Sekarang mana tokoh cerita yang dapat kamu tulis dengan detail di antara keduanya?

Tentu saja sahabatmu yang sudah kamu kenal bertahun-tahun, kan?

Nah, ini adalah langkah selanjutnya dari cara membuat cerpen agar menarik untuk dibaca, yakni mampu menggambarkan karakter ceritanya dengan baik.

Cerpen adalah cerita yang memiliki keterbatasan jumlah kata-kata. Dengan keterbatasan ini, kamu juga memiliki ruang yang tidak begitu banyak untuk mengembangkan tokoh cerita. Sementara tokoh cerita dalam cerpen seringkali menjadi pendorong utama alur ceritanya sendiri.

Dalam cerpen kamu tentu saja tidak dapat menceritakan semua hal tentang karakter seperti kamu menuturkannya dalam novel. Dengan keterbatasan yang ada, ada beberapa bagian yang mungkin tidak dapat kamu tuliskan. Namun demikian, sebagai penulisnya kamu tetap harus mampu mengenali tokoh ceritamu sebaik mungkin.

Lantas, bagaimana caranya?

Ini mungkin membutuhkan banyak latihan dan pembiasaan sehingga kamu sudah terbiasa membangun satu karakter cerita yang komprehensif meskipun tidak semuanya dituliskan. Dalam cerpen, latar belakang, ciri fisik, sifat dominan, dapat menjadi obyek yang bisa kamu sorot gunakan mengembangkan kekuatan karakter ceritanya.

#4 Buat Outline atau Kerangka Cerpen

Sumber foto: Pexels

Outline atau kerangka cerita seringkali menjadi ramuan yang manjur sebagai cara membuat cerpen untuk pemula. Meskipun demikian, outline juga sebenarnya adalah cara yang menarik bagi penulis yang sudah berpengalaman sekali pun.

Cerpen memang pendek tapi tidak ada salahnya jika kamu membuatkan outline sebelum memulai penulisannya. Ada beberapa manfaat yang bisa kamu dapatkan dengan membuat outline.

Manfaat tersebut misalnya adalah;

  • Dapat menjelaskan sudut pandang apa yang paling tepat untuk kamu gunakan
  • Bagimana kamu dapat membuat opening yang hebat
  • Bagaimana perkembangan cerita dari opening hingga mencapai masalah utama
  • Apa yang terjadi dalam klimaks
  • Apa yang menjadi penyelesaian masalah utama cerita
  • Bagaimana ending cerita mampu menyampaikan pesan cerita yang sudah kamu tetapkan sebelumnya.

Outline setidaknya mampu membantu kamu untuk melewati kebuntuan ide saat menulis karena tidak tahu harus menulis apa lagi. Dengan outline, peta penulisanmu akan terlihat dengan sangat jelas dan tidak membingungkan.

Jika kamu merasa bingung bagaimana membuat outline untuk sebuah cerita, kamu bisa membacanya disini.

#5 Buat Opening Cerpen dari Sesuatu yang Tidak Umum

Photo by Alessio Cesario on Pexels.com

Cerpen, novel, fabel, atau karya tulis apa pun, membutuhkan opening yang kuat untuk mendapatkan perhatian pembaca dengan cepat. Opening adalah sesuatu yang harus mampu menarik minat pembaca sejak awal ia membuka cerpen yang kamu tulis.

Tetapi bagaimana caranya membuat opening cerpen yang hebat?

Ini tidak benar-benar harus sangat menakjubkan dan luar biasa. Kamu bahkan bisa membuat opening cerpen yang menarik dan bagus dengan mempertimbangkan bahwa opening tersebut bukanlah sesuatu yang umum.

Memandangi senja, menghela napas panjang, menangis, berjalan, atau menatap rintik hujan di antara kelabunya sore, mungkin itu bukan hal yang menarik untuk dijadikan opening cerpen. Hal semacam itu sudah tertalu sering menjadi pembukaan sebuah cerita dan tidak lagi memikat lebih jauh.

Tidak ada rumus yang pasti, namunnya pikirkan untuk memulai cerpen dari sesuatu yang tidak biasa.

Coba lihat contohnya berikut ini;

Itu adalah pembukaan salah satu bab buku novel populer berjudul Merapi Barat Daya yang terbit tahun 2019 silam. Perhatikan bagaimana penulis membuka ceritanya dengan mengatakan sesuatu yang langsung menarik perhatian para pembaca.

Kamu tentu dapat menemukan lebih banyak lagi cara membuat opening cerpen yang lebih kreatif, tidak biasa dan provokatif. Jika kamu membutuhkan tips dan contoh-contoh opening cerpen yang dimaksud, kamu dapat melihatnya disini.

#6 Selesaikan Naskah Cerpen Sesegera Mungkin

Source: 4writer.net

Entah apakah kamu sedang mempelajari cara membuat cerpen misteri, cerpen komedi atau cerpen apa pun saja, menuliskan naskahnya sampai selesai adalah tugas yang akan membuat peluangnya untuk berhasil menjadi lebih besar.

Dalam menulis selalu berlaku rumus seperti ini;

Selesai lebih baik daripada sempurna

Apa maksudnya?

Saya menemukan banyak sekali peserta di kelas menulis yang saya bimbing berorientasi pada kesempurnaan naskah mereka. Mereka memikirkan habis-habisan memilih kata-kata yang sempurna, atau mencari berbagai dialektika yang penuh dengan filosofi membubung tinggi. Atau pada kasus yang cukup sering terjadi, mereka memikirkan promo dan penjualan buku mereka di berbagai kota nantinya.

Ini tidak salah, tentu saja.

Tapi yang salah adalah ketika kamu memusingkan hal itu semua disaat naskah cerita kamu bahkan belum selesai, atau masih menggantung, atau masih dalam angan-angan belaka.

Oleh karena itulah saya selalu menekankan kepada peserta kelas menulis di Penulis Gunung: “Selesaikan naskah cerita Anda sampai baris terakhir, baru kita bicarakan yang lainnya”.

Rintangan yang paling besar dari penulisan naskah pertama adalah keinginan untuk membuatnya langsung sempurna. Ini tidak mungkin, penulis terbaik dengan karir profesional puluhan tahun sekali pun tidak dapat melakukannya. Naskah pertama tidak sempurna adalah sesuatu yang lumrah dan untuk itulah sebabnya ada proses editing.

Memaksakan naskah cerpenmu langsung sempurna pada percobaan pertama itu tidak mungkin, tapi menyelesaikannya dengan utuh itu lebih penting.

Jadi mantranya adalah; selesaikan naskah cerpenmu sesegera mungkin, as soon as possible. Itu jauh lebih baik dan lebih benar untuk dilakukan.

#7 Editing

Sumber foto: WriteLife

Ketika melakukan editing dalam menulis novel atau cerpen, bayangkan hal ini;

Kamu ingin membangun sebuah rumah yang bagus, nyaman, bersih dan elok dipandang. Langkah yang pertama kamu lakukan tentunya membangun pondasi dan rangkanya berupa kayu-kayu atau baja. Setelah kerangka selesai dan bakal rumahnya berdiri, sekarang coba kamu perhatikan; apakah rumah sudah bagus?

Ya! Tentu saja belum bagus, karena itu baru rangkanya, baru susunan kayu-kayu dan baja sebagai penyangga rumah.

Untuk membuatnya menjadi indah kamu harus menambahkan dinding, genteng, atap, pagar, cat, perabotan, saluran listrik dan lain sebagainya, bukan?

Nah, itu pula yang terjadi dengan editing dalam menulis cerpen atau novel. Ketika kamu berhasil menyelesaikan naskah pertamanya, itu adalah kerangka rumahnya. Editing adalah tempat keajaiban terjadi dimana kamu memasang atap, dinding dan mengecat rumah yang sudah kamu buat kerangkanya.

Jadi, apa saja yang bisa kamu perhatikan ketika melakukan editing pada naskah cerpen yang sudah kamu tuliskan?

Berikut beberapa di antaranya;

  • Sudut pandang yang konsisten
  • Tensi cerita yang terjaga, berkembang dan sesuai
  • Konsistensi latar belakang cerita
  • Lebih banyak menunjukkan cerita daripada memberitahunya kepada pembaca (show don’t tell)
  • Ejaan, typo, susunan kalimat yang membingungkan
  • Dan lain sebagainya

#8 Berikan Judul yang Tepat

Sumber gambar: Authority Pub

Ini adalah bagian paling sulit dari menulis cerita, sekaligus yang paling menantang untuk dikerjakan. Cara membuat cerpen agar menarik selalu tidak bisa lepas dari membuat judulnya sendiri yang juga seharusnya memikat.

Berita bagusnya dalam cerpen, judul tidak sama derajatnya seperti novel yang benar-benar harus seksama ketika kamu memilihnya. Dalam cerpen judul memang penting, namun tidak pernah sepenting isi dan pesan cerpennya sendiri.

Untuk mempermudahnya, kamu bisa menanyakan beberapa hal berikut ini untuk mendapatkan judul yang paling tepat bagi cerpenmu;

  • Apa tema keseluruhan cerita dalam cerpenmu?
  • Apakah ada yang unik dari ceritanya?
  • Apa yang terdengar menarik di dalam cerpen tapi tidak begitu jelas?
  • Pesan apa yang didapatkan pembaca setelah membaca cerpenmu?
  • Adakah sesuatu yang misterius dalam cerita yang kamu tuliskan?

Pertanyaan-pertanyaan ini setidaknya mampu memberi kamu beberapa pertimbangan dalam memberi judul cerpen yang tepat.

Di samping itu kamu juga bisa memperbanyak referensimu dengan membuat beberapa judul cerpen yang tepat kemudian meminta pertimbangan orang lain untuk memilih yang paling bagus.

Sebagai tambahan referensi dalam membuat judul cerpen yang menarik, kamu bisa juga mempertimbangkan nama karakternya, setting cerita, atau hal lainnya. Selebihnya kamu bisa membaca panduan membuat judul novel atau buku pada tautan berikut ini.

#9 Proof Reading dan Feedback

Sumber foto: Qiscus

Tidak perduli apakah kamu sedang mempelajari cara membuat cerpen tentang diri sendiri atau tentang orang lain, kamu yang pasti membutuhkan orang lain untuk memberimu feedback. Biarkan mereka membaca cerpenmu kemudian mintalah pendapat mereka tentang apa yang sebaiknya kamu lakukan atas ceritamu?

Ini mungkin terdengar menakutkan, ya?

Bagaimana jika mereka menilai cerpenmu jelek? Atau bagaimana jika mereka memberikan feedback yang buruk dan menyakitkan hatimu?

Tidak masalah, karena nantinya kamu akan menyadari bahwa feedback yang tepat dari orang yang tepat akan membuat keterampilan menulismu semakin hebat. Tetapi yang pertama, kamu harus membuka diri dan memberanikan diri untuk menerima feedback dari mereka.

Tapi bagaimana caranya mendapatkan feedback untuk cerpenmu?

Gampang saja, kamu bisa membagikannya di sosial media, di blog atau dengan mecetaknnya dan mempersilahkan orang lain untuk membaca kemudian menilainya.

#10 Akhiri dengan Ending yang Memuaskan Pembaca

Photo by Ann H on Pexels.com

Dalam novel, kamu bisa memilih menggunakan ending menggantung sebagai cara mengakhiri cerita. Namun dalam cerpen, kamu sebaiknya tidak membuat ending semacam ini. Cerpen memiliki struktur cerita yang singkat dan karena itu pembaca membutuhkan ending yang memuaskan mereka.

Atau paling tidak, pembaca lebih suka dengan ending cerita yang membuat mereka bernapas lega. Entah apakah itu ending yang bahagia ataukah sad ending yang penuh air mata.

Ada banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk dapat memberikan ending yang memuaskan pembaca. Namun, jangan sampai lupa bahwa pada bagian ending ini pula kamu dapat menjelaskan kembali pesan utama yang telah menjadi tujuan utama cerpen sebelumnya.

Beberapa cerpen mengulang amanatnya secara jelas pada ending, beberapa yang lain menyampaikan hal ini secara samar. Namun beberapa cerpen yang lain meminta pembaca untuk menterjemahkan sendiri amanat yang mungkin telah disebar sepanjang cerita.

Apa pun pilihan ending yang kamu gunakan, upayakan hal itu memberikan kepuasan kepada pembaca. Mengenai macam-macam ending yang bisa kamu gunakan dalam cerpen, selengkapnya bisa kamu lihat disini.

BACA JUGA:

  • 7 RAHASIA PALING PENTING DALAM MENULIS CERITA FIKSI
  • CARA MEMBUAT KERANGKA NOVEL ATAU OUTLINE NOVEL DALAM 5 LANGKAH MUDAH
  • INI 15 TANDA JIKA KAMU ADALAH CALON PENULIS HEBAT

Dengan mengikuti 10 langkah cara membuat cerpen dan contohnya di atas, kamu tentunya sudah bisa mempraktikkannya sendiri dengan mudah. Kuncinya adalah semakin sering kamu berlatih maka semakin mahir kamu melakukannya.

Namun jika kamu ingin lebih cepat pandai dalam menulis cerpen, menulis novel atau menulis apa pun yang kamu inginkan, kamu bisa bergabung dalam kelas menulis online yang saya pandu. Kamu bisa memilih kelas yang kamu suka, dari menulis cerpen, novel, kisah hidup, sampai artikel ilmiah.

Insya Allah dalam waktu singkat kamu bisa menguasainya dengan mudah.

Jadi, selamat menulis dan berkarya, ya!

KAMU PUNYA KISAH HIDUP MENARIK UNTUK DIJADIKAN BUKU NAMUN BINGUNG CARA MENULISKANNYA?


Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 17 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


2 tanggapan untuk “10 LANGKAH CARA MEMBUAT CERPEN (INI YANG PALING MUDAH)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: