(ASLI LARIS!) 7 CARA MENJUAL BUKU KARYA SENDIRI PALING AMPUH

Jika kamu menulis buku hanya untuk dibaca sendiri, kamu mungkin tidak membutuhkannya. Tetapi jika kamu seperti saya; menulis dan menerbitkan buku supaya juga bisa dibaca oleh orang lain, maka wajib hukumnya kamu mempelajari cara menjual buku karya sendiri dalam artikel ini.

Cara memasarkan buku indie atau yang diterbitkan sendiri tentu jauh lebih menantang dibandingkan kamu menggunakan jasa penerbit mayor. Namun disini juga sisi menariknya, kamu bisa mendapatkan keuntungan maksimum jika bisa melakukannya dengan baik.

Nah, untuk kamu yang menulis buku sendiri, menerbitkan sendiri dan memasarkannya pula secara mandiri, artikel kali ini saya persembahkan buat kamu.

Jadi, selamat membacanya sampai tuntas, ya.

KAMU PUNYA KISAH HIDUP MENARIK UNTUK DIJADIKAN BUKU TAPI BINGUNG CARA MENULISKANNYA?

7 Cara Menjual Buku Karya Sendiri yang Ampuh

Photo by Ron Lach on Pexels.com

Buku pertama saya yang berjudul Wajah Maut Mountaineering Indonesia, cetakan pertama, kedua dan ketiganya selalu habis dalam hitungan hari. Dalam waktu satu bulan, Allhamdulillah buku itu bisa terjual dalam hampir 2000 eksemplar.

Sedikit, ya?

Sebenarnya tidak juga, terutama jika melihat bahwa buku ini adalah buku indie yang saya tulis sendiri, saya terbitkan sendiri dan saya pasarkan pula sendiri. Apalagi ini buku pertama saya, buku dimana pengalaman saya tentang perbukuan benar-benar nol.

Lantas, bagaimana caranya saya bisa membukukan penjualan yang cukup lumayan saat itu?

Ada beberapa hal yang saya lakukan mulai dari menggandeng brand perlengkapan mendaki gunung populer di Indonesia untuk menjadi sponsorshipnya sampai memaksimalkan fungsi sosial media. Cara mempromosikan novel online apa pun yang saya ketahui saat itu, saya tempuh untuk memasarkannya.

Namun terus terang proses itu sangat melelahkan. Saya menghubungi semua kontak di nomor whatsapp saya satu persatu, saya juga mengirimi inbox pada banyak teman di facebook, atau dm di instagram. Pokoknya apa pun yang saya pikir mungkin untuk melakukan promosi, saya lakukan.

Sekarang, setelah menulis lebih dari 17 judul buku dan menjual ribuan eksemplar ke seluruh penjuru Indonesia bahkan hingga manca negara, saya sudah mendapatkan beberapa formulanya. Insya Allah jika kamu melakukan hal yang sama pada buku karyamu sendiri, penjualan bukumu pun akan menarik.

Nah, ini adalah 7 hal utama yang menjadi formulanya tersebut.

Bangun Blog atau Website Sendiri

Photo by Ivan Samkov on Pexels.com

Saya sangat menekankan untuk siapa pun yang benar-benar ingin menjadi penulis, maka mereka harus memiliki website atau blog mereka sendiri.

Blog sendiri tidak hanya menjadi sebuah areal dimana kamu dapat memproduksi ide, gagasan, karya dan hasil pekerjaanmu, Fungsi esensial blog sebenarnya adalah untuk menjadi media bagimu untuk memperkenalkan diri kepada publik, terutama tentang karya-karyamu.

Jadi, langkah pertama yang bisa kamu lakukan jika ingin memasarkan buku karya sendiri adalah dengan membuat sebuah website atau blog.

Dibandingkan penasaran dengan cara menjual buku di Gramedia yang biayanya akan sangat lumayan, lebih baik kamu bangun blog sendiri, promosikan tulisan-tulisanmu di sana, temukan terget yang menjadi segmentasi pembacamu. Insya Allah cara ini akan sangat banyak manfaatnya di samping penjualan buku itu sendiri.

Dengan blog, kamu bisa mempromosikan bukumu meskipun bukunya sendiri belum selesai. Upload artikel-artikel berkualitas yang menarik perhatian dan mengandung keyword potensial tentang topik buku yang kamu tulis. Unggah artikel secara konsisten supaya blogmu dapat terbaca di mesin pencari seperti google atau bing.

Contohnya begini, jika kamu menulis buku tentang wisata misalnya, maka bangun sebuah blog yang berbicara tentang wisata pula, tulis artikel berkualitas yang membahas tentang obyek wisata tertentu, dan lain sebagainya.

Membangun blog atau website sebagai cara menjual buku karya sendiri bukan cara yang instan, namun ini adalah cara yang sangat efektif, terpercaya dan bertahan lama.

Optimalkan Penggunaan Sosial Media

Photo by Omkar Patyane on Pexels.com

Langkah kedua yang bisa kamu tempuh untuk memasarkan buku yang kamu tulis sendiri adalah dengan memanfaatkan media sosial yang kamu miliki.

Kamu pastinya punya akun facebook, bukan?

Nah, menariknya cara promosi buku di medsos tidak hanya terbatas pada facebook semata. Kamu juga bisa memanfaatkan media sosial milikmu yang lain seperti instagram, tiktok, twitter atau forum lainnya. Pergunakan seefektif mungkin medsos kamu tersebut untuk memperkenalkan buku yang kamu tuliskan.

Secara konkret, beberapa gambaran langkah yang bisa kamu lakukan terkait memaksimalkan penggunaan media sosial adalah sebagai berikut;

Facebook

Di samping postingan di timeline sendiri, cara yang paling manjur adalah dengan memanfaatkan group-group yang relevan. Kamu pasti sudah tahu kalau hampir semua group apa pun ada di facebook saat ini, kan?

Jika kamu seperti saya misalnya, menjual buku-buku tentang bertualang dan mendaki gunung. Maka kamu dapat bergabung di berbagai group yang relevan dan secara berkala dapat memperkenalkan buku yang kamu tulis di group tersebut.

Beberapa group mensyaratkan aturan yang ketat bagi anggotanya, termasuk dalam urusan promosi jual beli. Nah, pastikan kamu mematuhi aturan tersebut saat mempromosikan buku kamu, ya.

Instagram

Platform media sosial yang paling populer untuk berbagi gambar ini juga bisa kamu manfaatkan sebagai cara memasarkan buku karyamu sendiri.

Nah, cara yang masih terbukti efektif di instagram untuk mempromosikan sesuatu adalah dengan penggunaan hashtag atau tanda pagar. Selain itu, kamu juga dapat mengikuti beberapa akun populer pada bidang yang sesuai dengan topik bukumu kemudian memberikan respon secara teratur ketika mereka melakukan posting.

Jika kamu tekun, disiplin dan konsisten melakukan posting, penyematan hashtag dan langkah teknis lainnya di instagram, kamu akan melihat akunmu tumbuh sekaligus juga bukumu menjadi lebih dikenal.

Twitter

Saya tidak begitu berpengalaman tentang bagaimana membangun popularitas di twitter. Ini adalah salah satu media yang populer tapi sangat cepat sirkulasinya.

Trending topic di Twitter bisa berganti sangat cepat. Beberapa orang menggunakan hal ini sebagai cara mereka untuk masuk ke areal hasil pencarian atas hashtag yang populer, meskipun twit mereka sendiri tidak relevan.

Saya tidak menyarankan cara ini.

Sebagai gantinya, saya mengajak kamu untuk memanfaatkan hanya twit yang relevan saja dengan konten buku yang kamu tuliskan. Di samping lebih menarik, hal itu juga akan menjaga reputasimu sebagai sebagai seorang penulis yang bisa menempatkan diri.

Gandeng Sponsor yang Relevan

Ini adalah cara yang sangat saya sarankan untuk kamu yang menulis buku sendiri dan mungkin tidak memiliki anggaran yang cukup untuk menerbitkannya. Dengan menggandeng sponsor yang tepat, kamu bukan saja dapat menjalin partnership yang mutualisme, namun juga memiliki banyak manfaat lainnya.

Buku-buku saya yang bertema pendakian gunung dan petualangan, pada covernya pasti ada logo www.akasakaoutdoor.co.id. Saya menjalin kerjasama sponsorship dengan Akasaka Outdoor, dan ini adalah salah satu brand outdoor yang menjadi sponsor setia buku saya.

Dengan kerjasama ini, kamu mungkin pernah menemukan kata-kata promosi buku novel di situs produsen Akasaka Outdoor Indonesia yang itu berafiliasi ke novel-novel yang saya tuliskan.

Lantas, kira-kira apa saja manfaat yang bisa diperoleh dengan membangun kerjasama seperti ini;

  • Biaya penerbitan bisa di-backup oleh sponsor
  • Jika bukumu cukup bagus, sponsor tidak akan segan untuk mempromosikan pula bukumu di akun-akun sosial media mereka.
  • Dengan mencantumkan logo sponsor yang mungkin sudah cukup populer dalam satu bidang segmentasi pasar, peluang bukumu untuk diterima di segmentasi pasar yang sama juga terbuka lebar.

Dorong dengan Iklan

Photo by Mikael Blomkvist on Pexels.com

Mengiklankan bukumu tentu saja adalah cara yang cukup efektif untuk dilakukan pula. Kamu bisa menampilkan iklan buku di berbagai media sosial seperti facebook ads, instagram ads, dan google ads.

Jangan dulu berpikir bahwa beriklan seperti ini membutuhkan biaya yang mahal sehingga kamu langsung antipati. Beberapa iklan justru sangat murah dan bisa kamu coba sebagai langkah untuk mempromosikan bukumu.

Misalnya kamu menggunakan postingan berbayar di Instagram pada akun-akun yang follower-nya sudah ratusan ribu. Atau kamu juga dapat menggunakan fasilitas berikaln di facebook untuk tujuan yang sama.

Hal yang harus kamu perhatikan ketika menempuh jalur advertising seperti ini untuk mempromosikan bukumu adalah efektivitasnya. Pastikan iklanmu menjangkau orang-orang yang tepat dan target yang benar. Untungnya penargetan semacam ini bisa kamu atur melalui facebook business suite yang merupakan portal bisnis dari facebook.

Iklan adalah hal yang layak kamu coba apakah untuk mempromosikan buku barumu atau sebagai cara menjual buku bekas yang kamu miliki. Seiring waktu, kamu dapat melihat dan memilih iklan seperti apa yang paling efektif dan paling tepat sasaran untuk kamu gunakan.

Manfaatkan Jaringan yang Ada

Photo by fauxels on Pexels.com

Apa maksudnya memanfaatkan jaringan yang ada?

Saya akan memberikan contohnya seperti ini;

Ketika saya menulis dan menerbitkan buku-buku saya tentang pendakian gunung, saya juga memanfaatkan jaringan yang saya miliki di ‘dunia’ satu ini. Saya mempromosikan buku ini teman-teman pendaki gunung, orang-orang yang pernah berbelanja di toko alat mendaki gunung yang saya kelola dulu (Arcopodo Store), dan komunitas-komunitas yang relevan dengan aktivitas mendaki gunung.

Hampir 80% kontak whatsapp saya saat itu adalah pegiat alam bebas, jadi saya mengirimi mereka satu-persatu mengenai buku saya. Di facebook, saya masuk ke berbagai group pendakian gunung dan mempromosikan buku saya di sana.

Tentu saja tidak semua usaha saya sesuai dengan keinginan. Beberapa teman di whatsapp ada yang merasa terganggu kemudian memilih untuk memblokir nomor saya. Di group facebook pun demikian, beberapa orang justru berkomentar yang mungkin tidak sesuai dengan harapan.

Tapi itu bukan fokusnya.

Fokusnya adalah mempromosikan buku yang sudah ditulis dan diterbitkan.

Beberapa orang mungkin memberikan feedback yang tidak menggembirakan hati, tapi pesannya bahwa buku yang ditulis mulai diketahui oleh calon pembaca sudah sampai. Dan itu sudah cukup.

Jadi, apa pun jaringan yang kamu miliki, manfaatkan itu untuk mempromosikan bukumu.

Upload di Google Play Book dan Marketplace

Photo by Dominika Roseclay on Pexels.com

Nah, ini juga adalah bagian yang tidak boleh kamu lewatkan, Google play book adalah cara yang manjur untuk mendapatkan posisi atas di kolom pencarian bukumu.

Dengan mengupload bukumu di Google Play Book kamu akan mendapatkan keuntungan ganda. Pertama bukumu akan dapat diindeks oleh mesin pencarian milik google sesuai dengan kata kunci relevan yang kamu ketikkan. Kemudian yang kedua kamu juga berpeluang untuk mendapatkan penghasilan dari sana dengan menjualnya dalam bentuk e-book.

Untuk dapat mengupload buku di Google Play Book, kamu terlebih dahulu harus mendaftar sebagai google publisher. Ini adalah proses yang cukup ketat dan verifikasinya membutuhkan waktu hingga 2 minggu.

Di samping upload di Google Play Book, kamu juga sebaiknya menjual bukumu di marketplace populer Indonesia seperti Tokopedia, Shopee, Bukalapak, Lazada dan lain sebagainya.

Benar, tujuan utamanya supaya bukumu terjual. Akan tetapi yang paling penting jika ini buku kamu yang pertama adalah memperkenalkan bukumu ke publik.

Sekali lagi jika kamu menempatkan kata kunci yang tepat saat mengupload buku-bukumu di marketplace, maka ia akan tampil dalam hasil pencarian ketika orang-orang sedang mencari buku serupa.

Guest Post atau Tulis Konten di Media Online dengan Basis Pembaca yang Besar

Photo by Liza Summer on Pexels.com

Hal terakhir yang bisa saya sarankan untuk kamu yang menulis dan menerbitkan buku sendiri adalah dengan melakukan promosi gerilya melalui media online dengan basis pembaca yang besar. Di media-media ini kamu bisa menulis sesuatu yang didalamnya diselipkan tentang promosi bukumu.

Apakah cara ini harus berbayar?

Sebenarnya tidak juga.

Kamu bisa melakukan strategi ini pada media forum pembaca seperti Kompasiana, Indonesiana, Medium, dan lain sebagainya. Di samping menjadi ajang untuk mempromosikan buku hasil karyamu, ini juga akan menjadi backlink yang bagus jika kamu memiliki blog atau website sendiri.

Pilih topik yang menarik untuk ditulis, upayakan itu relevan jika dihubungkan dengan buku yang kamu tuliskan. Pada satu atau dua kata, berikan link ke blog atau website milikmu supaya pembaca dapat lebih intens terhubung dengan karyamu.

BACA JUGA:

Nah, itu adalah beberapa strategi yang bisa kamu lakukan sebaga cara menjual buku karya sendiri yang efektif. Dengan disiplin dan konsisten dalam berkarya, Insya Allah hanya waktu yang akan membatasi kamu dari kesuksesan.

Jadi, tetap semangat dan terus menulis, ya.

Berani?

Satu bulan punya buku atas nama kamu sendiri


Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 17 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


Satu pendapat untuk “(ASLI LARIS!) 7 CARA MENJUAL BUKU KARYA SENDIRI PALING AMPUH

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: