Lompat ke konten
Beranda » Blog » Cara Membuat Biografi Diri Sendiri Paling Mudah

Cara Membuat Biografi Diri Sendiri Paling Mudah

Ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan sebagai cara membuat biografi diri sendiri. Saya pernah memuat langkah-langkah penulisan ini dalam Ebook Panduan Menulis Kisah Hidup dan Pengalaman Pribadi Menjadi Buku Memoar atau Autobiografi.

Nah, saya akan membuat ringkasannya dalam artikel ini.

Jadi, jika kamu belum memiliki ebooknya, kamu bisa membaca ringkasan ini untuk membantu kamu menyusun biografi diri kamu sendiri.

Kamu punya kisah hidup menarik untuk dijadikan buku namun bingung cara menuliskannya?

Daftar Isi Artikel

7 Langkah Cara Membuat Biografi Diri Sendiri

Menulis biografi diri sendiri

Jika kamu adalah orang yang menulis sendiri perjalanan hidupmu, maka sebutannya adalah autobiografi dan bukannya biografi. Kata biografi diartikan sebagai orang lain yang menulis sejarah hidup orang lain.

Biografi diri sendiri terdiri dari dua jenis yang paling umum yaitu autobiografi dan memoar. Dua jenis penulisan kisah hidup diri sendiri ini dibedakan berdasarkan struktur penulisannya, ruang lingkupnya dan juga gaya pembahasannya.

Autobiografi memiliki pembahasan yang lebih lengkap dibandingkan memoar. Autobiografi juga memiliki struktur penulisan yang kronologis, berdasarkan sumber-sumber fakta yang membutuhkan riset dan penulisannya pun cenderung bersifat ke urutan peristiwa dari kecil hingga dewasa.

Memoar kebalikannya, yakni hanya menyorot satu bagian penting saja dalam kehidupan penulis. Penulisan memoar juga lebih bebas, sumber satu-satunya adalah ingatan penulis dan strukturnya lebih dinamis dibandingkan autobiografi.

Tidak masalah apakah kamu memilih ingin menulis memoar atau menulis autobiografi, 8 langkah berikut ini bisa kamu gunakan sebagai panduan untuk menuliskannya.

1. Mulai dengan Brainstorming

Photo by Dom J on Pexels.com

Dalam contoh autobiografi diri sendiri singkat seperti profil di media sosial atau profil dalam buku, brainstorming ini tidak perlu dilakukan. Namun jika kamu menulis biografi yang lebih lengkap seperti buku, ini adalah langkah pertama yang tidak boleh dilewati.

Jadi, brainstorming adalah hal yang pertamakali harus kamu lakukan.

Ambil waktu untuk mengingat apa pun yang terbersit dalam benakmu tentang perjalanan hidup yang telah kamu alami. Ingat tentang bagaimana kamu menghabiskan masa kecil, bagaimana kamu bersekolah dan menempuh pendidikan, bagaimana kedekatanmu dengan Ayah Bunda, bagaimana kamu memiliki sahabat sejati, dan lain sebagainya.

Brainstorming kemudian dapat kamu perluas lagi pada kehidupan dewasamu. Apa saja yang telah kamu temui dalam perjalanan hidupmu? Mengapa satu momentum sangat berarti untukmu? Atau mengapa kampus dan kuliah adalah satu masa yang tidak bisa kamu lupakan?

Jika kamu menulis biografi untuk diri kamu sendiri ini pada saat kamu sudah mapan, kamu bisa juga melakukan brainstorming perjalanan kariermu.

Apa yang membuat kamu bisa mencapai prestasi saat ini? Apa saja yang telah kamu pertaruhkan dalam perjuangan? Apakah ada seseorang yang sangat berjasa dalam kesuksesanmu? Dan lain sebagainya.

Intinya adalah; apa pun yang terpercik dalam ingatanmu mengenai perjalanan hidup yang sudah kamu lalui, tulisakn itu dalam langkah brainstorming.

2. Gali Lebih Dalam Kehidupan Masa Kecil

Photo by Mas Tio on Pexels.com

Dalam penulisan autobiografi mau pun biografi, menulis bagian masa kecil adalah yang paling menantang.

Mengapa bisa demikian?

Itu karena masa kecil biasanya memiliki sedikit sekali sumber untuk didapatkan. Kamu mungkin tidak akan banyak mengingat kehidupan masa kecilmu; apa saja yang terjadi saat itu? Bagaimana kondisi kehidupan orang tuamu saat kamu dilahirkan?

Nah, untuk mendapatkan informasi lebih banyak tentang masa kecil ini maka kamu harus menggalinya lebih dalam.

Bagaimana caranya?

Kamu mungkin bisa bertanya kepada orang tuamu, kepada pamanmu, bibimu, kakek nenekmu dan teman-temanmu masa kecil. Atau jika memungkinkan, kamu juga bisa melakukan perjalanan untuk mengunjungi kembali dimana saja kamu dibesarkan.

Tentu ini akan menjadi perjalanan yang menarik.

Akan tetapi jika kamu memiliki masa lalu yang sulit dan mengunjungi tempat-tempat di mana kamu melaluinya akan membuatmu trauma, maka pikirkan kembali sebelum mengambil langkah ini. Temui psikolog profesional terlebih dulu mungkin lebih dianjurkan.

3. Lakukan Riset

Photo by Kristina Paukshtite on Pexels.com

Apakah kamu menggunakan contoh biografi diri sendiri panjang, singkat atau bahkan secarik memoar sekali pun referensi penulisan, sebenarnya riset tetap tidak dapat ditinggalkan.

Ada banyak bagian dalam kehidupan manusia yang tidak dapat diingat lagi dengan sempurna. Ingatan manusia terbatas dan perubahan terus terjadi sepanjang waktu. Cara orang melihat masa lalu pun kadang-kadang berubah seiring perjalanan waktu dan pengalaman yang ia miliki.

Pastinya kamu demikian juga, bukan?

Sudah pasti ada banyak detail dalam perjalanan hidupmu yang tidak bisa kamu ingat lagi. Nah, untuk itulah kamu membutuhkan riset untuk memverifikasinya.

Hubungi kembali orang-orang yang memiliki andil dalam perjalanan hidupmu, verifikasi ingatan yang kamu miliki dan minta pandangannya. Jika biografi kamu menyangkut mereka dan akan ada konsekuensi setelahnya, minta pula izin pada mereka sebelum menuliskannya.

4. Buatlah Outline atau Kerangka Biografi

outline biografi

Bahkan jika kamu adalah penulis profesional dengan jam terbang tinggi sekali pun, kamu tetap membutuhkan outline ketika menulis biografi tentang diri kamu sendiri.

Ada banyak contoh autobiografi diri sendiri yang menarik dan bisa kamu ikuti terutama dalam hal bagaimana mereka merangkai peristiwa-peristiwa dalam perjalanan hidup mereka. Nah, untuk melakukan hal ini dengan mudah, outline adalah kuncinya.

Outline atau kerangka akan sangat banyak membantu penulisan kamu nantinya. Di samping memberikan kamu peta akan seperti apa biografi dirimu dituliskan, kamu juga akan terhindar dari kebuntuan ide ketika menulis. Ketika idemu hilang dan tak tahu harus menulis apa lagi, kamu hanya perlu kembali ke outline dan menemukan iramanya.

Jadi, jika kamu benar-benar ingin menulis biografi dirimu sendiri dan menyelesaikannya, maka jangan tinggalkan outline atau kerangkanya. Cara membuat outline sendiri bisa kamu lihat disini; Cara membuat outline dan contohnya.

5. Selesaikan Naskah Pertama Sampai Baris Terakhir

Photo by Marcus Aurelius on Pexels.com

Selanjutnya langkah yang keempat untuk menuliskan biografi diri kamu sendiri adalah dengan menuliskan naskahnya.

Jika brainstorming sudah, riset sudah dan outline juga sudah, maka kamu bisa mulai menulisnya sekarang. Menulislah dengan bebas dan lepas hingga baris terakhir dari biografi perjalanan hidupmu. Dan ini tidak akan mudah, kecuali kamu konsisten, berkomitmen dan mau disiplin menjalankannya.

Apakah kamu sedang mempelajari contoh biografi mahasiswa sebagai tugas kuliah atau hanya catatan memoar pendek sebagai penambah referensi, menyelesaikan naskah pertama hingga baris terakhir adalah kunci selanjutnya.

Hal yang penting untuk kamu ingat dalam naskah pertama adalah ini tidak akan sempurna.

Naskah pertama akan penuh dengan kesalahan, akan penuh dengan typho, akan penuh dengan kalimat-kalimat yang membingungkan, akan dengan penuh dengan berbagai kesalahan lainnya. Jika kamu adalah seorang penulis pemula, bisa jadi naskah pertamamu akan jauh lebih ‘mengecewakan’ daripada yang kamu bayangkan sebelumnya.

Tapi itu normal, dan memang seperti itu prosesnya.

Tidak ada naskah pertama yang sempurna, bahkan untuk penulis profesional sekali pun, untuk itulah ada istilah editing.

Hal yang paling penting dalam menulis naskah pertama adalah menyelesaikannya secepat mungkin, karena jika kamu berhenti pada tahap ini, biografimu bisa saja tidak akan pernah terwujud.

6. Ambil Jeda

Photo by Pixabay on Pexels.com

Ketika naskah atau draff pertama buku biografi sudah selesai, maka ambillah jeda terlebih dahulu.

Kamu sudah kehilangan banyak energi, kamu sudah melewati penulisan, riset, pembuatan kerangka, brainstorming, dan menulis naskah pertama. Jadi, sekarang adalah saatnya untuk mengambil napas sejenak dan meletakkan pena atau menyimpan naskah untuk sementara.

Lupakan itu dan lakukan apa pun yang kamu inginkan untuk rileks kembali.

Apakah kamu perlu liburan, pergi mendaki gunung, pergi memancing, menghabiskan waktu bersama teman-teman, maka lakukan saja. Lupakan naskah biografimu untuk sementara, hingga kamu benar-benar siap untuk membukanya kembali.

Tujuan mengambil jeda pada proses ini adalah supaya kamu benar-benar dapat berkonsentrasi penuh ketika kembali ke naskah biografi kamu nantinya.

7. Lakukan Editing  

Photo by cottonbro on Pexels.com

Terus terang, ini adalah proses yang panjang, melelahkan dan rawan dengan kebosanan. Jadi, saran pertamanya adalah; lakukan dengan cara yang paling menyenangkan.

Dalam editing kamu akan kembali menyisir naskah yang sudah kamu tulis dengan seperangkat koreksi, pertimbangan dan evaluasi. Beberapa hal yang perlu untuk kamu perhatikan ketika melakukan editing misalnya ialah;

  • Apakah ada beberapa detail yang tidak sesuai?
  • Apakah ada bagian-bagian yang maksudnya terasa samar?
  • Apakah ada bagian yang sumbernya tidak terpercaya?
  • Apakah ada typo?
  • Apakah tujuan dan maksud penulisan biografi tersebut sudah tercapai? Dan lain sebagainya.

Editing adalah proses yang panjang. Dalam editing kamu juga diharuskan untuk melakukan proof reading, editing, proof reading lagi dan editing lagi, sampai naskah biografimu sudah terasa benar-benar pas.

Tidak ada jumlah yang ajaib berapa kali kamu harus melakukan editing. Jika kamu merasa itu sudah cukup, maka cukup. Lewati editing dan masuk ke langkah yang terakhir yakni publikasi.

8. Publikasikan

Photo by Mochammad Algi on Pexels.com

Nah, ketika prosesnya sudah selesai maka inilah saatnya untuk mempublikasikan buku biografi yang sudah kamu tulis.

Kamu dapat memilih untuk menerbitkan buku tersebut secara mandiri melalui jalur self publishing, ataukah kamu hanya ingin menyimpannya sebagai kenangan untuk orang-orang tercinta. Jika kamu ingin menerbitkannya secara mandiri, kamu bisa mempelajari caranya disini.

Baik kamu ingin mempublikasikan biografimu atau pun hanya menyimpannya sebagai memori, pada tahap ini kamu telah berhasil menulis sebuah buku biografi dirimu sendiri.

Dan dalam pertimbangan apa pun, itu layak mendapatkan ucapan selamat.

BACA JUGA:

Tentu ada banyak referensi dan cara membuat biografi diri sendiri yang bisa kamu ikuti. Namun, inti dari semua referensi ini adalah kamu harus bisa menuliskannya dengan komitmen yang tinggi, konsisten juga disiplin.

Shopee Mantul

Bagaimana pun juga pada akhirnya, konsisten dan disiplin adalah yang menentukan kesuksesan dalam dunia penulisan apa pun.

Jadi, selamat menulis, ya.


Tingkatkan skill menulismu

Yuk, gabung di Kelas Menulis Online Penulis Gunung dan keterampilan menulismu akan naik satu level


Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 17 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:

%d blogger menyukai ini: