Lompat ke konten
Beranda » Blog » APA ITU PROTAGONIS: PENGERTIAN, JENIS, CONTOH DAN CARA MEMBUATNYA

APA ITU PROTAGONIS: PENGERTIAN, JENIS, CONTOH DAN CARA MEMBUATNYA

Pengertian tokoh protagonis sangat sempit jika didefinisikan sebagai tokoh utama dalam cerita saja. Dalam perspektif dunia penulisan, arti protagonis lebih dari sekedar tokoh utama. Untuk itu, saya akan mengajak kamu membahas apa itu protagonis yang sebenarnya dalam artikel Penulis Gunung kali ini.

Pastikan kamu membacanya hingga selesai, ya

KAMU PUNYA KISAH HIDUP MENARIK UNTUK DIJADIKAN BUKU NAMUN BINGUNG CARA MENULISKANNYA?

Apa Itu Protagonis?

Photo source: Unsplash

Jadi, apa sebenarnya yang dimaksud dengan tokoh protagonis dalam penulisan sebuah cerita?

Secara spesifik protagonis dapat diartikan sebagai tokoh dalam cerita yang menjadi karakter sentral dimana arus cerita dipusatkan. Tujuan yang ingin dicapai oleh tokoh protagonis adalah yang menjadi tujuan utama dalam cerita. Konflik yang dihadapi oleh tokoh protagonis adalah konflik utama pula dalam cerita.

Alur cerita berkembang selalu mengikuti perkembangan karakter protagonis. Dengan bahasa yang lebih mudah, dapat diartikan bahwa karakter protagonis adalah tempat cerita dipusatkan. Tokoh protagonis juga seringkali menjadi kacamata para pembaca dalam mengikuti sebuah cerita.

Apakah Protagonis adalah Tokoh Utama Cerita?

Tentu saja iya.

Tapi tokoh protagonis bukan satu-satunya yang berperan sebagai tokoh utama dalam sebuah cerita. Siapa pun tokoh yang memiliki peran penting dalam satu cerita, maka ia adalah tokoh utama. Terlepas apakah ia adalah tokoh protagonis, antagonis atau pun tritagonis.

Jadi, tokoh utama cerita bisa lebih dari satu orang?

Benar. Selama satu tokoh dalam cerita memiliki peran yang penting terkait perkembangan alur, maka ia adalah tokoh utama. Jumlahnya sangat fleksibel, tergantung dari penulis yang menulis cerita itu sendiri.

Nah, karena itu pulalah dunia penulisan mengenal istilah karakter antagonis dan tritagonis.

Mari saya ajak kamu untuk membahasnya pula secara singkat;

  • Tokoh Antagonis – Jadi apa itu antagonis? Antagonis dalam penulisan cerita baik fiksi mau pun fiksi adalah antitesis dari tokoh protagonis secara sifat dan karakteristiknya. Kehadiran tokoh antagonis dalam cerita dimaksudkan sebagai karakter yang bertugas untuk merintangi dan menghalangi tokoh protagonis mencapai tujuannya.
  • Tokoh Tritagonis – Lalu, apa itu tritagonis? Gampangnya tritagonis adalah tokoh yang posisinya berada di antara protagonis dan antagonis. Jadi, tokoh cerita apa pun yang bukan termasuk protagonis atau pun antagonis, dapat disebut sebagai tritagonis. Walaupun dalam penjabaran yang lebih spesifik, setiap karakter juga memiliki istilah penyebutannya masing-masing.

Jenis-jenis Protagonis

Photo source: Unsplash

Setidaknya ada 4 jenis tokoh tritagonis dalam setiap penulisan cerita yang paling umum ditemukan yaitu hero, anti-hero, protagonis jahat dan protagonis pendukung.

Berikut penjelasannya satu-persatu;

Pahlawan (Hero)

Jenis protagonis yang pertama adalah hero atau pahlawan. Jenis protagonis ini biasa muncul dalam sastra klasik mau pun dalam sastra kontemporer. Menariknya, tidak semua protagonis dapat dikategorikan sebagai pahlawan dalam satu jenis cerita.

Cara paling mudah untuk mendefinisikan bahwa satu protagonis dapat disebut sebagai pahlawan adalah jika sepanjang jalan cerita ia banyak melakukan pengorbanan.

Namun pengorbanan ini pun haruslah untuk orang banyak, bukan dirinya sendiri, atau orang-orang terdekatnya saja.

Contoh protagonis yang menjadi pahlawan misalnya adalah William Wallace yang diperankan oleh Mel Gibson dalam Brave Heart. Dalam film itu William Wallace mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan rakyat Skotlandia.

Anti-hero

Ini adalah jenis protagonis yang berlawanan dengan hero jika dilihat dari sisi kesediaannya untuk berkorban.

Kalau protagonis hero merelakan dirinya berkorban demi orang banyak atau masyarakat, maka protagonis anti-pahlawan atau anti-hero berkorban hanya untuk dirinya sendiri. Biasanya seperti itu.

Yang pasti adalah, protagonis anti-hero bisa saja tidak memiliki moralitas mulia dan tanpa cela seperti halnya protagonis pahlawan. Namun, karakteristik protagonis anti-hero tentu masih lebih baik dibandingkan antagonis.

Villain atau Penjahat

Photo source: Unsplash

Apakah mungkin seorang tokoh jahat dapat menjadi protagonis?

Tentu saja bisa, inilah yang kemudian disebut sebagai protagonis penjahat atau dalam bahasa Inggrisnya disebut sebagai Villain Protagonist.

Villain protagonist adalah satu jenis protagonis dalam cerita yang benar-benar melakukan kejahatan dan mengadikan dirinya untuk melakukan tindakan yang jahat seperti merampok, mencuri, membunuh dan lain sebagainya. Ciri penting dari protagonis jenis ini adalah ia merupakan tokoh utama yang mendorong perkembangan cerita dan menarik simpati banyak penonton.

Contoh protagonis penjahat atau villain protagonist misalnya adalah Michael Corleone dalam film gangster paling terkenal sepanjang masa; The Godfathers.

Pendukung

Jenis yang terakhir dari tokoh protagonis adalah supporting protagonis atau protagonis pendukung. Dibandingkan tiga protagonis sebelumnya, protagonis pendukung dapat dibilang lebih tidak populer.

Protagonis pendukung dalam cerita seringkali hadir dalam penceritaan yang menggunakan sudut pandang orang kedua. Dalam cerita dengan protagonis pendukung, akan selalu ada tokoh lain yang perannya lebih penting untuk mendorong alur cerita. Hanya saja sudut pandang penceritaan dilakukan melalui kacamata protagonis pendukung tersebut.

Jadi, para pembaca atau penonton akan melihat cerita seperti apa yang dilihat oleh protagonis pendukung.

Contoh yang bisa kamu ambil misalnya tokoh Raymond yang diperankan oleh Charlie Hunnam dalam film The Gentlemen (2019).

Protagonis Versus Antagonis

Photo source: Unsplash

Cerita menjadi terasa lebih lengkap ketika karakter yang ada didalamnya juga komplit dan menawarkan alur yang lengkap. Dua jenis karakter yang paling dasar adalah protagonis dan antagonis.

Ketika ada yang bertanya tentang apa itu protagonis dan antagonis dalam cerita? Ini hampir selalu dapat diistilahkan seperti dua kutub yang saling berlawanan. Akan tetapi arti pentingnya adalah, protagonis adalah tokoh cerita yang memiliki tujuan untuk dicapai dan antagonis bertugas untuk menghalanginya.

Kamu tentu masih ingat artikel saya sebelumnya yang menjelaskan bahwa antagonis bukan hanya manusia, bukan?

Antagonis dapat berbentuk banyak hal dalam sebuah cerita. Kamu tentu sangat familiar dengan cerita remaja tahun 1980an yang mempertemukam tokoh remaja protagonis dan tokoh remaja antagonis yang sangat kontras perbedaannya. Pada banyak jenis cerita, hal ini bisa saja tidak terjadi.

Ada antagonis yang berwujud benda mati seperti alam liar, kegelapan dan lain sebagainya. Bahkan pada novel-novel thriller dan misteri yang populer, kadang karakter protagonis harus berlawanan dengan karakter antagonis yang sebenarnya adalah dirinya sendiri.

Fungsi Penting Protagonis dalam Sastra

Photo source: Unsplash

Sebagai satu unsur yang sangat penting dalam penulisan karya sastra, sebenarnya apa fungsi protagonis itu sendiri?

Hampir semua cerita baik fiksi atau non fiksi seperti memoar, biografi dan autobiografi, selalu menyertakan tokoh protagonis didalamnya. Tanpa adanya protagonis dalam satu penulisan cerita, alur dapat menjadi bias dan tidak jelas, bahkan kacau.

Secara spesifik fungsi protagonis sendiri dalam karya sastra adalah sebagai berikut;

  • Sebagai Perekat Komponen Cerita (Kohesif) – Protagonis adalah unsur yang mampu merekatkan semua komponen cerita yang lainnya. Dengan adanya karakter protagonis, setting, plot, penokohan dan lain sebagainya dapat menyatu dan membentuk cerita yang komprehensif serta utuh.
  • Sebagai Titik Pusat Cerita – Protagonis selalu menjadi titik sentral cerita, bukannya setting atau konflik. Melalui karakter protagonislah sebenarnya cerita dikembangkan dan alur dibangun oleh penulis.
  • Sebagai Proyeksi Tema Cerita – Seringkali dalam banyak cerita, tokoh protagonis adalah cara pembaca mengetahui tema sentral cerita. Apa yang dialami oleh protagonis dan bagaimana ia berkembang dari awal cerita hingga akhir cerita, menjadi tema umum yang diusung satu penulisan cerita.
  • Sebagai Kacamata Pembaca untuk Mengikuti Cerita – Apa pun jenis protagonisnya, seringkali ia menjadi kacamata bagaimana pembaca mengikuti dan memahami cerita. Sudut pandang protagonis adalah yang selalu digunakan sebagai cara untuk bercerita bagi penulis.

Contoh-contoh Protagonis Paling Populer dalam Cerita

Tentu saja ada sangat banyak protagonis yang dapat dijadikan sebagai contoh untuk kamu ketahui. Dari novel-novel dalam negeri hingga luar negeri, protagonis selalu dapat diambil sebagai sampel yang menarik untuk diperhatikan.

Berikut adalah empat contoh protagonis yang bisa kamu cermati lebih seksama berdasarkan jenis-jenis protagonis yang sudah dibahas di atas.

Contoh Protagonis Pahwalan dalam Brave Heart

protagonis dalam film
Photo source: FilmAffinity

Tidak diragukan lagi dalam film Brave Heart yang disutradarai sekaligus dibintangi oleh Mel Gibson, sosok William Wallace adalah protagonis.

Memang benar bahwa pada awalnya William Wallace melakukan pemberontakan karena menuntut balas atas kematian isterinya. Akan tetapi seiring perkembangan cerita, William kemudian juga bertarung untuk rakyat Skotlandia. Bahkan pada akhirnya cerita, ia merelakan dirinya dihukum mati untuk menyelamatkan rakyat yang ia bela.

Contoh Protagonis Bukan Pahlawan atau Protagonist Anti Hero dalam Unforgiven

Salah satu film koboi terbaik sepanjang yang dibintangi oleh Clint Eastwood, William Munny sang tokoh utama cerita dapat dikategorikan sebagai protagonis anti hero.

Beberapa alasan untuk mendukung klaim ini misalnya adalah; William Munny bukan tokoh yang baik dan bermoral; ia adalah pencuri, penjahat, pembunuh dan juga pemabuk. Ia lemah, bahkan tidak mampu membalas ketikah dihajar babak belur oleh Little Bill yang diperankan oleh Gene Hackman

Namun pada penghujung cerita kamu bisa melihat bahwa karakter William Munny berkembang menjadi lebih kuat dan menarik simpati penonton setelah sahabatnya bernama Ned Logan yang diperankan oleh Morgan Freeman, tewas dipukuli oleh Little Bill.

Contoh Protagonis Penjahat (Villain Protagonist) dalam The Minions

protagonis penjahat
Photo source: Unsplash

Ini adalah film kartun yang menarik untuk kamu tonton dan melihat bagaimana tokoh protagonis yang ditampilkan adalah jenis protagonis penjahat. Di samping sebagai villain protagonis, The Minions juga hadir dalam jumlah protagonis dengan jumlah lebih dari satu.

Karakter minion yang terdiri dari Stuart, Bob dan Kevin, digambarkan sebagai sekelompok makhluk yang bertualang untuk mengabdi kepada kejahatan. Mereka membantu para penjahat melakukan aksinya dan mencari yang paling hebat dalam urusan kejahatan.

Hingga kemudian mereka bertemu dengan Scarlett Overkill yang digambarkan sebagai penjahat paling hebat.

Pada perkembangan cerita, Scarlet adalah tokoh antagonis dan minion menjadi tokoh protagonis yang bertarung melawan Scarlet.

Contoh Protagonis Pendukung dalam Sherlock Holmes

Nah, kamu pasti pernah membaca buku karya penulis detektif paling keren, Arthur Conan Doyle, ini, kan?

Jika kamu belum pernah membaca bukunya, kamu mungkin pernah menonton filmnya. Jika belum juga, kamu pasti sudah pernah mendengar namanya.

Tokoh utama yang menjadi obyek penceritaan dalam Sherlock Holmes adalah Sherlock Holmes sendiri, si detektif swasta dengan kemampuan yang menakjubkan. Akan tetapi penceritaan petualangan Holmes dilihat pembaca bukan melalui kacamata ia sendiri melainkan melalui sahabat karibnya bernama Dr. Watson.

Melalaui kacamata dan sudut pandang Dr. Watson lah kemudian seluruh narasi cerita Sherlock Holmes dibangun.

Dalam kasus ini, Dr. Watson adalah seorang protagonis pendukung atau supporter protagonist. Peran yang dimainkan oleh Dr. Watson hampir sama pentingnya dengan Sherlock Holmes itu sendiri.

Bagaimana Membuat Tokoh Protagonis dalam Cerita?

protagonis dalam cerita
Photo source: Dreamers.id

Pada artikel sebelumnya, saya sudah menulis secara komplit bagaimana membuat karakter dalam cerita menjadi lebih kuat dan terlupakan. Nah, kali ini saya akan mengambil beberapa poin paling penting saja sebagai cara kamu membuat protagonis yang kuat dalam novel yang kamu tuliskan.

Setidaknya ada lima tips paling penting untuk membuat protagonis yaitu;

1.      Buat Protagonis Menjadi Lebih Manusiawi

Tips pertama adalah memastikan bahwa tokoh protagonis dalam ceritamu lebih manusiawi. Walaupun ia adalah super hero dengan kekuatan yang sangat hebat, tetap gambarkan ia adalah sesuatu yang manusiawi.

Maksudnya bagaimana?

Maksudnya adalah, beri ia kelemahan, kecacatan dan ketidaksempurnaan.

Manusia adalah makhluk yang tidak sempurna, dan sudah menjadi karakteristik manusia memiliki cacat, lemah dan hal-hal yang tidak selalu sempurna.

Kamu misalnya bisa membuat protagonis adalah sosok yang pendiam, terlalu cepat marah, cenderung keras kepala, terburu-buru dan lain sebagainya. Intinya adalah, protagonis yang tidak sempurna akan lebih dekat dengan dunia pembaca.

2.      Beri Protagonis Latar Belakang dan Buat Profilnya

Mengenai cara membuat profil tokoh dalam cerita dapat kamu lihat dalam tulisan ini; Cara membangun karakter dalam cerita lengkap dengan checklistnya. Disana kamu juga bisa mendownload cheklistnya untuk memudahkan kamu membuat protagonis yang menarik.

Latar belakang adalah hal yang penting bagi tokoh-tokoh dalam cerita, terutama protagonis.

Dengan memberikan protagonis latar belakang sejarah, pembaca akan lebih mudah untuk memahami mereka, memahami motivasi mereka, dan memahami pula satu tindakan yang dilakukan oleh protagonis pada perkembangan cerita.

Kamu tidak harus mengungkapkan semua detail latar belakang ini.

Hanya saja ketika kamu menuliskan satu tindakan yang dilakukan oleh tokoh protagonis, pastikan pula pembaca memahami itu secara lebih baik karena mereka mengetahui latar belakangnya.

3.      Temukan Tujuan dan Motivasi Tokoh Protagonis

protagonis utama
Photo source: Greenscene

Ini adalah keharusan; memberikan tujuan yang ingin dicapai oleh protagonis dan mengapa ia ingin mencapainya.

Kamu tidak dapat membuat sebuah cerita yang menarik tanpa melakukan ini pada tokoh protagonismu. Apa yang menarik dari satu protagonis yang tidak memiliki tujuan dan motivasi?

Misalnya kamu dapat melihat dalam novel MMA Trail yang terbit tahun 2019 lalu. Tokoh utama bernama Omar memiliki tujuan menyelesaikan perjalanan selama 10 hari berjalan kaki dari gunung Merapi hingga danau Rawapening di Jawa Tengah.

Motivasi yang mendorong Omar melakukan itu adalah kenangan akan puterinya bernama Sabiya yang meninggal saat melakukan perjalanan yang sama tiga bulan sebelumnya.

4.      Biarkan Mereka Mengalami Kekalahan

Jangan membiarkan protagonismu selalu menang dan dapat melewati rintangan dengan mudah. Itu sama sekali tidak menarik untuk dibaca!

Sayangi tokoh protagonismu dengan memberikan mereka kesulitan, rintangan, tantangan, halangan bahkan kekalahan. Protagonis harus mencapai satu titik dimana mereka harus memacu diri untuk berkembang.

Kamu bisa membuat tokoh antagonis lebih kuat daripada protagonis sehingga ia harus berjuang sangat keras untuk mengalahkannya. Atau kamu bisa juga membuat protagonis kehilangan sesuatu yang sangat dicintainya sehingga ia benar-benar pada posisi yang butuh dukungan untuk terus dapat berjuang.

Intinya adalah; pembaca akan menemukan alasan untuk lebih bersimpati jika mereka menemukan bahwa protagonis memang pantas mendapatkannya.

5.      Pastikan Karakter Protagonis Berkembang

perkembangan tokoh protagonis
Photo source: Yoga Anatomy

Tips terakhir yang bisa kamu lakukan untuk membuat tokoh protagonis yang kuat adalah dengan membuatnya berkembang. Ini juga kadang disebut sebagai Character Arc atau dalam istilah Indonesia, kita bisa menyebutnya sebagai Busur Karakter Cerita.

Busur karakter adalah sebuah perkembangan yang terjadi pada tokoh cerita yang dapat diidentifikasi pembaca pada awal, pertengahan dan juga akhir cerita.

Mari saya ajak kamu untuk melihat contohnya dalam novel MMA Trail.

Di awal cerita, protagonis Omar digambarkan sebagai sosok yang angkuh, pemarah dan jauh dari nilai-nilai religius. Di pertengahan cerita, Omar sempat kehilangan kendali, juga kehilangan kepercayaan kepada Tuhan, bahkan kehilangan keimanannya.

Omar kemudian berkembang menjadi lebih baik, lebih penyabar dan lebih positif di akhir cerita setelah ia melalui serangkaian kejadian dalam petualangannya di rute MMA Trail.

Perubahan karakteristik dan perwatakan itulah yang disebut dengan busur cerita.

BACA JUGA:

Mau jadi penulis?

Ikuti kelas menulis online dan hasilkan karya monumentalmu bersama kami

Apa itu protagonis
Penulis terbaik

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 17 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:

Terimakasih atas waktu anda membaca artikel ini. Senang sekali jika Anda berkenan meninggalkan komentar atau pendapat Anda sendiri mengenai subyek dalam artikel ini. Terimakasih.

%d blogger menyukai ini: