Lompat ke konten
Beranda » Blog » 7 TIPS BAGAIMANA CARA MEMBUAT ADEGAN DALAM NOVEL

7 TIPS BAGAIMANA CARA MEMBUAT ADEGAN DALAM NOVEL

Bagaimana cara membuat adegan dalam novel yang bagus adalah salah satu keterampilan yang harus dimiliki seorang penulis fiksi. Dengan penuturan adegan yang tepat, pesan cerita yang mungkin tidak bisa kamu sampaikan dalam narasi dramatis, tetap bisa sampai kepada pembaca dengan sempurna.

Nah, apa saja yang harus kamu pertimbangkan ketika menulis sebuah adegan dalam novel?

Saya akan mengajak kamu untuk membahasnya dalam artikel ini.

KAMU PUNYA KISAH HIDUP MENARIK UNTUK DIJADIKAN BUKU NAMUN BINGUNG CARA MENULISKANNYA? COBA KONSULTASIKAN DISINI

7 Tips Jitu Bagaimana Cara Membuat Adegan Dalam Novel

Cara membuat adegan dalam novel
Photo by Pixabay on Pexels.com

Ketika menulis adegan pertarungan yang menggambarkan pergerakan yang cepat dalam novel, dibutuhkan teknik tertentu supaya hasilnya menarik. Bahkan untuk melukiskan adegan dialog yang dilakukan antar tokoh cerita, juga membutuhkan teknik yang tepat untuk mendapatkan hasilnya baik.

Dalam menulis adegan pada sebuah karya sastra, terdapat beberapa elemen yang harus diperhatikan. Setiap bab cerita masuk dalam narasi adegan, maka elemen-elemen ini adalah hal yang harus dipertimbangkan.

Bagaimana satu adegan ditulis tidak saja menjadi perkembangan dari plot yang sudah disampaikan sebelumnya. Namun, ini juga menentukan bagaimana plot selanjutnya akan disampaikan.

Artinya adalah, dialog dan adegan dalam novel harus benar-benar diperhitungkan sebelum kamu memasukkannya sebagai bagian dalam cerita.

Lantas bagaimana caranya?

Berikut 8 tips yang bisa kamu gunakan

1. Memahami Unsur-unsur dalam Penulisan Adegan Novel yang Bagus

Langkah paling dasar dari cara menulis adegan dalam novel adalah dengan memahami terlebih dahulu unsur apa saja yang harus dimiliki oleh satu adegan yang bagus.

Setidaknya ada 15 unsur penting yang seharusnya terkandung dalam satu adegan cerita. Namun tentu saja itu tidak harus ada semuanya. Jika satu adegan mengandung setidaknya satu hingga tiga saja unsur ini, maka itu sudah cukup untuk membuatnya menjadi adegan yang bagus.

15 unsur penting ini dapat dibagi kembali berdasarkan perannya yaitu; unsur wajib, unsur penting dan unsur tambahan atau bonus.

Berikut penjelasannya satu-persatu.

A. Unsur yang Wajib Ada dalam Adegan Novel

Cara membuat adegan dalam novel
Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

Dalam setiap penulisan adegan novel apa pun, salah satu dari 4 unsur wajib ini harus ada.

Jika adegan novelmu tidak memiliki unsur wajib ketika dituliskan, hampir dapat dipastikan bahwa kamu hanya menghamburkan kata-kata untuk sesuatu yang percuma.

1) Sebuah Titik Plot

Jadi harus ada poin plot atau poin alur yang terkandung dalam adegan tersebut.

Artinya ada satu hal penting dalam alur yang harus dimiliki oleh adegan yang ditulis. Apakah ini mengungkapkan fakta baru, menyampaikan petunjuk, atau apa pun saja yang memiliki korelasi dengan titik dalam alur cerita.

2) Sebuah Tujuan Tokoh Cerita

Jika adegan yang kamu tulis tidak memiliki satu titik penting dalam plot, maka ia harus memiliki tujuan salah satu tokoh dalam cerita.

Jadi, apa yang menjadi tujuan berbagai tokoh dalam cerita itu? Kamu bisa mengungkapnnya dalam adegan tersebut.

3) Satu Tindakan untuk Mengembangkan Plot

Jika adegan yang kamu tulis bukan merupakan titik plot dan bukan juga tujuan salah satu tokoh cerita, maka kamu bisa menjadikan adegan tersebut sebagai satu tindakan untuk mengembangkan plot.

Jadi setidaknya, ada sebuah kemajuan dan perkembangan pada alur cerita melalui adegan yang masukkan tersebut.

4) Satu Tindakan untuk Meningkatkan Tensi Cerita

Ini adalah hal terakhir yang harus dimiliki oleh adegan dalam novelmu jika ketiga hal sebelumnya tidak ada.

Adegan tersebut haruslah memiliki kemampuan untuk meningkatkan tensi cerita, mempertajam konflik atau memberikan ketegangan yang lebih besar bagi pembaca.

B. Unsur yang Penting Ada dalam Adegan Novel

Cara membuat adegan dalam novel
Photo by Maria Gulyaeva on Pexels.com

Setelah memastikan bahwa adegan dalam novelmu sudah memiliki salah satu unsur wajib di atas, kamu bisa membuatnya menjadi lebih baik dengan menambahkan setidaknya dua dari 6 unsur yang penting ada dalam adegan novel berikut ini.

1) Pengembangan Karakter Tokoh

Adegan yang dimiliki sebuah novel semakin menarik jika kamu bisa membuat adegan tersebut sebagai cara mengembangkan penokohan cerita.

2) Penyebab Konflik Bagi Karakter

Adegan akan menjadi lebih bagus lagi jika misalnya kamu bisa memasukkan konflik bagi karakter.

Artinya kamu bisa saja menggunakan adegan tersebut sebagai salah satu pemicu sub konflik dalam cerita.

3) Akibat dari Konflik Tokoh Cerita

Memberikan akibat konflik yang muncul antar tokoh cerita dalam satu adegan juga penting.

Jadi, kamu juga bisa menjadikan adegan pertengkaran, perkelahian dan kejar-kejaran misalnya sebagai akibat perseteruan yang terjadi di antara tokoh cerita.

4) Meningkatkan Pertaruhan Alur Cerita

Adegan juga penting sebagai tempat kamu menyampaikan kepada pembaca bahwa taruhan dalam cerita semakin meningkat.

Misalnya adegan pertarungan dimana tokoh protagonis mengalami kekalahan yang menjadikan segala tujuan yang ia perjuangkan selama ini dipertaruhkan.

5) Memperkuat Konflik yang Sudah Ada

Adegan juga penting diisi dengan sesuatu yang membuat konflik cerita semakin meningkat.

Jadi, kamu bisa membuat adegan yang didalamnya ada penguat konflik dalam cerita sehingga dengan adanya tersebut terbangun konflik yang semakin tajam.

6) Motivasi Tokoh Cerita

Hal penting terakhir yang bisa kamu isi juga dalam adegan ceritamu adalah motivasi atau dorongan tokoh cerita. Misalnya kamu membuat adegan flashback yang memberitahu pembaca mengapa tokoh antagonis melakukan tindakannya.

C. Unsur Tambahan yang Akan Membuat Adegan dalam Novel Semakin Baik

Cara membuat adegan dalam novel
Photo by Dzenina Lukac on Pexels.com

Setelah kamu memasukkan setidaknya satu unsur wajib dan dua unsur penting dalam adegan yang kamu tuliskan, sekarang kamu bisa menyempurnakannya dengan menambahkan satu atau beberapa unsur tambahan sebagai bonus.

Unsur tambahan ini sifatnya untuk memperkaya adegan dan membuatnya lebih bernilai.

Dengan adanya unsur tambahan yang melengkapi dua unsur dalam adegan sebelumnya, adegan ceritamu benar-benar akan sangat istimewa dan menjadi satu bagian penting dalam konstruksi bangunan cerita secara keseluruhan.

Unsur tambahan penyempurna adegan dalam novel ada 5 yaitu;

1) Sejarah Latar Belakang Karakter

Kamu bisa menambahkan latar belakang tokoh cerita misalnya; mengapa ia mendapatkan luka, dimana ia bersekolah di masa kecil, atau mengapa salah satu benda masa kecil miliknya demikian berharga dan rela ia pertahankan dengan nyawa.

2) Membangun Dunia Cerita

Dalam novel-novel epik, membangun dunia yang rumit dan kompleks tidak hanya dapat dilakukan dengan narasi dramatis. Namun, dengan adegan juga dapat dilakukan dengan hasil yang biasanya lebih efektif.

3) Nada Cerita atau Suasana Hati Cerita

Suasana cerita atau mood cerita juga dapat menjadi muatan adegan untuk membuatnya lebih indah. Kesedihan, bahagia, kehilangan atau apa saja, dapat disisipkan dalam adegan untuk membuatnya sempurna.

4) Tema Cerita

Jika tema besar novelmu adalah tentang perjuangan maka kamu bisa memperkuatnya dalam adegan yang disampaikan. Dalam adegan itu kamu bisa menyinggung apa saja yang membuat pembaca merasakan kehadiran perjuangan sebagai tema utama novel tersebut.

5) Pertanda atau Isyarat

Unsur bonus atau unsur tambahan terakhir yang juga bisa kamu sisipkan dalam adegan sebuah novel adalah pertanda.

Jadi, kamu bisa memberikan bayangan kepada pembaca tentang kemungkinan yang akan terjadi melalui adegan tersebut.

2. Mulailah Dengan Setting

Cara membuat adegan dalam novel
Photo by Zhuravleva Anastasia on Pexels.com

Langkah selanjutnya untuk membuat adegan dalam sebuah novel adalah dengan memulainya dengan setting atau latar belakang tempat.

Mengapa setting penting dalam membuat sebuah adegan?

Jawabannya sederhana, setting dapat membantu sebuah pesan cerita dan meningkatkannya.

Jika kamu menulis adegan dalam film horor atau thriller, kamu bisa membuat setting tempat-tempat gelap dan menakutkan dimana imajinasi manusia membayangkan akan muncul sesuatu yang jahat dari tempat tersebut.

Atau jika kamu menulis satu adegan romantis, setting juga bisa membantu kamu melakukannya. Rona senja dengan matahari yang terbenam, sebuah taman bunga, atau makan malam di bawah keremangan cahaya bulan dan beberapa lilin, dapat membuat kesan romantisnya lebih terasa.

Intinya adalah; dengan memulai setting untuk suatu adegan, pesan cerita sudah akan langsung terasa bahkan sebelum adegan tersebut dimulai.

3. Gunakan Bahasa Visual

Kemudian langkah ketiga yang bisa kamu lakukan untuk membuat adegan dalam novel adalah dengan bekerja seperti seorang penulis skenario.

Nah, tahukah kamu bagaimana seorang penulis skenario bekerja?

Ya, mereka menggunakan bahasa visual. Satu bahasa yang dapat diterjemahkan dalam semua gerakan kamera yang kemudian ditampilkan dalam tayagan visual. Bagi seorang penulis novel sepertimu, artinya adalah menulis adegan dengan penuh detail dan rincian supaya efeknya terasa lebih lekat bagi pembaca.

Dengan menggambarkan situasi dan kondisi adegan sedetail mungkin, kamu akan lebih mudah mentransformasikan emosi langsung kepada pembaca. Kesedihan, ketakutan, kengerian atau apa pun saja tema adegan yang dituliskan dengan rinci, akan lebih mudah untuk mencapai emosi para pembaca.

4. Bawa Pembaca ke Dalam Adegan

Cara membuat adegan dalam novel
Photo by cottonbro on Pexels.com

Ini mungkin adalah cara membuat adegan pertarungan di novel yang sempurna, yaitu dengan menarik pembaca langsung ke tengah-tengah adegan yang terjadi.

Dengan membawa pembaca langsung ke bagian tengah adegan, ini akan menciptakan momentum ketegangan yang membuat pembaca menjadi lebih antusias. Atau dalam rumus yang lain, pastikan kamu mengajak pembaca masuk dalam adegan sebelum klimaks adegan tersebut terjadi.

Dibandingkan mengundang pembaca dari awal adegan secara utuh, memulainya langsung di tengah-tengah adegan akan lebih eifisien untuk dilakukan. Dampaknya bagi emosional pembaca akan jauh lebih terasa.

Namun, jika bagian awal adegan memang adalah sesuatu yang krusial dan harus diketahui oleh pembaca pul, coba hadirkan bagian itu misalnya dengan flashback.

5. Buat Opening yang Digerakkan Oleh Karakter Cerita

Adegan apa pun dalam novel sudah seharusnya memiliki tujuan seperti yang sudah disampaikan dalam unsur-unsur penting di atas. Nah, pada opening itu sendiri, akan lebih baik jika kamu membiarkan karakter atau tokoh cerita sendiri yang melakukannya.

Misalnya pada contoh adegan action, kamu dapat langsung mengambil sudut pandang karakter yang sedang melakukan aksi kejar-kejaran dengan tokoh antagonis.

Jadi, ketika kamu masuk dalam scene yang sudah kamu rencanakan sebagai bagian dari plot cerita sebelumnya, coba temukan bagaimana sudut pandang tokoh cerita langsung bisa menjadi openingnya.

Jika kamu menggunakan sudut pandang orang pertama sebagai pelaku, kamu dapat melakukannya dengan mudah.

Namun jika kamu menggunakan sudut pandang orang ketiga serba tahu, pertimbangkan untuk membuat opening adegan cerita melalui sudut pandang karakter sekunder seperti tritagonis, deuteragonis dan love interest.

6. Persingkat untuk Peristiwa Masa Lalu

Cara membuat adegan dalam novel

Ada kalanya seorang penulis menggunakan adegan cerita untuk melukiskan satu peristiwa yang sudah berlalu. Prinsipnya sama seperti penulisan flashback, hanya saja ini persisnya dibuat dalam bentuk adegan.

Jika adegan yang ingin kamu sampaikan dalam novel adalah yang berkenaan dengan masa lalu, maka pastikan membuatnya ringkas, padat dan langsung pada poin yang diperlukan. Membuat adegan flashback dalam novel sebisa mungkin dilakukan dengan efisien.

Dibandingkan memberikan narasi yang panjang untuk menjelaskan peristiwa masa lalu yang  kamu sampaikan dalam adegan, coba biarkan saja pembaca menyimpulkannya melaui interpretasi mereka sendiri.

7. Tunjukkan Plot twist

Tips selanjutnya yang bisa kamu terapkan ketika membuat adegan dalam penulisan novel adalah dengan menjadikannya sebagai pembuka plot twist cerita.

Nah, kamu pastinya masih ingat apa yang dimaksud dengan plot twist, bukan?

Plot twist adalah satu metode dalam penulisan cerita baik dalam bentuk novel maupun cerpen dimana penulis melakukan ‘manipulatif’ alur yang sebenarnya.

Di awal cerita penulis bisa saja menggiring perspektif pembaca untuk mempercayai alur yang seolah-olah adalah kebenaran. Namun di tengah-tengah atau di akhir cerita, alur itu dipatahkan dengan munculnya fakta cerita yang sesungguhnya.

Jika novel yang kamu tulis menggunakan plot twist, maka adegan yang ada didalamnya dapat kamu gunakan sebagai cara untuk mengungkapkan hal itu.

Menggunakan adegan sebagai pengungkap plot twist akan jauh lebih hidup dibandingkan menyampaikan plot twist tersebut melalui narasi dramatis atau deskriptif. Efektifitas plot twist akan jauh lebih baik jika disampaikan oleh tokoh cerita sendiri melalui adegan, daripada ia diterangkan oleh sang penulis melalui narasi eksposisi.

8. Pastikan Tujuan Penulisan Adegan Tetap Terjaga

Cara membuat adegan dalam novel
Photo by MART PRODUCTION on Pexels.com

Adegan atau scene yang baik dalam novel selalu memiliki tujuan yang jelas untuk kepentingan perkembangan cerita. Apakah ini untuk menambah konflik, meningkatkan tensi cerita, mengembangkan karakter atau apa pun saja, pastikan tujuan tersebut terpelihara.

Jadi dengan mengkombinasikan sudut pandang yang tepat, memberikan setting yang menarik dan menggunakan opening yang tepat pula, paling penting bagi kamu untuk selalu mengingat tujuan dari adegan itu sendiri.

Apa fungsinya bagi keseluruhan cerita?

Apakah scene yang dibuat membuat bangunan cerita dalam novel menjadi lebih baik?

Atau apa, apa kepentingan sebenarnya adegan tersebut dihadirkan dalam novel?

Intinya adalah, pastikan bahwa adegan yang akan kamu masukkan dalam novel tetap berfokus pada perannya sebagai salah satu bagian dari kesempurnaan cerita secara keseluruhan.

BACA JUGA:

Kesimpulan

Adegan atau scene adalah salah satu cara bercerita dalam penulisan novel disamping narasi dramatis yang bersifat deskripsi dan eksposisi. Adegan memiliki banyak keunggulan untuk membangun satu bagian cerita yang cepat, enerjik dan mampu meningkatkan tensi konflik.

Menulis adegan dalam novel tidak dapat dilakukan sembarangan untuk mendapatkan hasil yang sempurna. Unsur-unsur penting cara membuat adegan dalam novel dan tips pentingnya layak untuk kamu pelajari kemudian dipraktikkan.

Dengan memahami konsep membuat adegan yang tepat dan menarik dalam novel, kamu secara tidak langsung telah melangkah lebih dekat pada keberhasilan.  

Jadi, selamat mencobanya, ya!

Jadi penulis, yuk!

Bergabung di kelas menulis online kami dan mulai hasilkan karyamu sekarang

Kelas Menulis Online Penulis Gunung
Penulis terbaik

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 19 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:

Terimakasih atas waktu anda membaca artikel ini. Senang sekali jika Anda berkenan meninggalkan komentar atau pendapat Anda sendiri mengenai subyek dalam artikel ini. Terimakasih.

%d blogger menyukai ini: