Plot cerita atau alur cerita adakah unsur paling penting dalam penulisan karya sastra naratif seperti novel, cerpen, autobiografi, film bahkan teater sekali pun. Semakin kuat plot cerita karya sastra naratif tersebut, maka semakin besar peluangnya untuk sukses.

Pertanyaannya kemudian ialah; apa tanda atau indikasi sebuah novel sudah memiliki plot cerita yang kuat? Lalu, apa saja langkah untuk membangun plot cerita yang hebat dalam sebuah novel?

Nah, artikel kali ini akan membahasnya secara lengkap.

Kamu punya kisah hidup menarik untuk dijadikan buku namun bingung cara menuliskannya?

Daftar Isi Artikel

5 Tanda Jika Sebuah Novel Memiliki Plot Cerita yang Kuat

Plot Cerita
Photo by Karolina Grabowska on Pexels.com

Sebenarnya kata ‘plot cerita’ sendiri adalah pemborosan jika didefinisikan secara harfiah, karena Plot adalah satu rangkaian peristiwa yang saling berrhubungan dan memiliki korelasi sebab akibat.

Jadi di samping memberitahu pembaca apa yang terjadi, plot juga menjelaskan alasan mengapa hal tersebut bisa terjadi, apa penyebabnya dan mengapa ia berhubungan dengan peristiwa yang lainnya. Sedangkah cerita hanya sebuah pengertian umum dari pemberitahuan apa yang terjadi semata.

Informasi tentang perbedaan antara plot dan cerita dapat kamu lihat disini.

Di Indonesia, plot lebih akrab untuk disebut sebagai alur cerita. Alur sendiri merupakan bagian yang paling menentukan keindahan sebuah cerita. Meskipun memiliki tokoh cerita, setting dan konflik yang hebat, sebuah novel akan tetap terasa cacat jika alurnya tidak kuat.

Sederhananya, alur cerita adalah urat nadi sebuah karya sastra naratif seperti novel, drama atau pun cerpen.

Lantas, apa saja tanda jika-jika sebuah novel sudah memiliki plot cerita yang menarik?

Berikut 5 diantaranya yang paling penting.

1. Memiliki Taruhan Risiko yang Meningkat

Plot Cerita
Photo by Anthony on Pexels.com

Taruhan adalah istilah yang populer dalam perjudian, namun ini hanya istilah yang kita gunakan supaya cara memahaminya bisa lebih mudah.

Taruhan yang dimaksud dalam plot cerita sebuah novel adalah risiko apa yang akan dialami oleh tokoh utama jika ia gagal mengatasi konflik yang ada. Jadi, ketika kita membicarakan tentang taruhan yang tinggi dalam konteks ini, artinya ada risiko yang tinggi menunggu tokoh utama cerita yang gagal menyelesaikan konflik dalam cerita.

Konflik sendiri adalah hal penting yang tidak bisa kamu tinggalkan ketika menulis cerita.

Tanpa konflik, sebuah novel, cerita, film atau karya sastra naratif apa saja, akan sangat membosankan. Sayangnya untuk mendapatkan plot cerita yang kuat, konflik saja belumlah cukup. Kamu harus meningkatkan taruhannya bagi tokoh cerita.

Sekarang coba lihat contoh plot cerita berikut ini;

Seorang pemuda di sebuah SMA harus berhasil mendaki sebuah gunung dan mencapai puncaknya jika ia ingin lulus menjadi salah satu anggota kelompok pecinta alam ekstra kulikuler paling bergensi di sekolahnya.

Dalam contoh di atas, tidak diterima menjadi anggota klub pecinta alam adalah risiko yang harus dialami tokoh cerita jika ia gagal mendaki gunung. Tapi sudah jelas bahwa risiko kegagalan itu bukanlah hal yang benar-benar darurat.

Lantas, bagaimana meningkatkan risiko atau taruhan ceritanya?

Siapa pun yang tidak berhasil menjadi anggota kelompok pecinta alam di SMA tersebut harus menerima dirinya menjadi bahan bully teman-teman lainnya.

Hanya yang masuk klub pecinta alam sekolah yang berpeluang mendapatkan beasiswa untuk kuliah. Gagal masuk klub pecinta alam artinya tidak memiliki peluang mendapatkan beasiswa.

Hampir 100% korban pelecehan seksual hingga kekerasan fisik yang berujung kematian menimpa siswa yang gagal masuk klub pecinta alam SMA tersebut.

Perhatikan bagaimana risiko yang akan tokoh cerita alami semakin meningkat dengan skenario yang berbeda. Itu adalah contoh plot novel dengan taruhan dinaikkan untuk memberikan alur yang lebih menarik bagi pembaca.

Nah, untuk meningkatkan risiko atau taruhan cerita sendiri, kamu bisa memancingnya dengan beberapa pertanyaan berikut;

  • Apa dorongan terbesar tokoh utama cerita untuk meraih tujuannya?
  • Apa yang tokoh utama cerita pertaruhkan untuk mencapai tujuan tersebut?
  • Apa yang akan terjadi jika ia mengalami kegagalan?

Inti dari tanda pertama plot novel yang kuat ini adalah semakin tinggi risiko bagi tokoh protagonis cerita, maka akan semakin menarik jalan ceritanya bagi pembaca.

2. Lebih Realistis

Plot cerita
Photo by Pixabay on Pexels.com

Tanda kedua bahwa plot atau alur sebuah novel sudah kuat adalah jalan ceritanya lebih realistis dan masuk akal. Bahkan ini juga berlaku jika kamu menulis novel fiksi.

Ada banyak penulis yang melakukan kesalahan dengan memberikan jalan keluar terlalu cepat pada tokoh cerita mereka sehingga kesan realistisnya sudah tidak lagi terlihat. Ketika tokoh utama cerita mengalami kesulitan, sang penulis buru-buru memberinya kemudahan untuk keluar dari kondisi tersebut.

Misalnya begini;

Anggaplah pemuda yang ikut tes masuk klub pecinta alam tadi terjatuh dari sebuah tebing yang sedang dipanjatnya. Ia tidak memiliki teman dan alat komunikasi pada saat itu, tidak ada pula yang tahu kalau ia sudah terjatuh.

Penulis yang membuat kesalahan akan memberikan bantuan dengan segera pada tokoh cerita. Ia mungkin akan mengirimkan helikopter yang entah datang darimana dan menyelamatkannya dari permukaan tebing yang menakutkan. Atau mungkin ia juga akan mengirim mukjizat lain supaya tokoh cerita segera keluar dari masalah.

Tapi sayangnya itu tidak realistis.

Berapa persen kemungkinan orang yang hilang ketika mendaki gunung akan langsung ada helikopter menjemputnya sementara korban sendiri tidak memiliki alat komunikasi dan tidak ada yang tahu jika ia sendiri telah terjatuh?

Jarang sekali, bukan?

Akan lebih realistis misalnya kamu membuat tokoh utama harus berjuang sendiri untuk bisa selamat.

Ia mungkin terluka, kelaparan, terancam serangan binatang buas, tersesat, kemudian bersusah payah untuk menemukan jalan menuju pemukiman terdekat di kaki gunung.

Intinya adalah; berikan gambaran yang realistis bagi pembaca. Semakin realistis alur cerita yang kamu bangun dalam novel akan semakin menarik ia untuk pembaca.

3. Konsisten

Plot cerita
Photo source: WP LD

Selanjutnya tanda ketiga sebuah novel memiliki plot yang kuat adalah konsistensi yang terjaga sepanjang cerita. Konsisten dalam hal ini adalah melingkupi keseluruhan elemen novel, baik setting, karakter bahkan hingga hal-hal yang lebih kecil.

Ketidaktelitian kadang membawa seorang penulis novel untuk terjebak pada inkonsistensi plot cerita. Detail yang berbeda atau bahkan bertentangan tentang lokasi cerita, warna, corak, atau bahkan hal-hal yang terkesan remeh, mungkin adalah inkonsistensi kecil yang tidak begitu fatal akibatnya.

Tapi bagaimana jika itu adalah inkonsistensi yang besar?

Misalnya kita kembali ke contoh pemuda yang mendaki gunung untuk masuk klub pecinta alam tadi;

Di awal cerita kamu menggambarkan bahwa pemuda itu sebagai tokoh protagonis yang memiliki karakteristik pendiam, pemberani dan tidak percaya dengan hal-hal yang bersifat gaib.

Tapi di tengah cerita, atau di bagian lain kamu kemudian menggambarkan sifat yang sebaliknya. Pemuda itu adalah seorang yang penakut, banyak bicara dan mengkhawatirkan kehadiran hantu di dekatnya.

Nah, itu adalah contoh tidak konsisten yang fatal bagi cerita. Pembaca novelmu mungkin akan kebingungan menentukan mana sebenarnya karakteristik penokohan tokoh utama.

Menariknya, kamu juga bisa terjebak dalam inkonsistensi yang berbeda. Dalam novel fantasi, fiksi sejarah, fiksi ilmiah, atau bahkan fiksi kontemporer sekali pun, konsep mengenai karakter, setting, konflik dapat berpotensi mengalami inkonsistensi.

Jadi, bagaimana tips mengatasi hal ini?

Kamu bisa menggunakan cheklist karakter untuk memastikan bahwa sepanjang cerita konsistensi tokoh ceritamu terjaga. Ceklist karakternya sendiri bisa kamu download melalui tautan berikut ini

Sementara untuk potensi inkonsistensi yang lainnya seperti setting, latar belakang, konflik dan sebagainya, dapat kamu antisipasi dengan melalukan editing dan proof reading yang ketat sebelum menerbitkan novelmu nantinya.

4. Berfokus Pada Tujuan Utama

Plot Cerita
Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

Tanda keempat bahwa sebuah plot cerita sudah kuat dan bagus adalah jika semua elemen cerita yang terbangun memiliki orientasi pada tujuan utama. Tujuan ini juga bisa kamu artikan sebagai tujuan paling besar yang menjadi keinginan tokoh utama.

Jadi apa pun yang menjadi elemen cerita seperti latar belakang, setting, sub plot atau konflik turunan, semuanya mengarah pada tujuan utama.

Misalkan kamu memilih pemuda yang mendaki gunung untuk menjadi anggota pecinta alam tadi sebagai contoh, maka apa pun kejadian yang mengiringinya berfokus pada tujuan untuk bisa mencapai puncak gunung dan melewati tantangan klub tersebut.

Kamu mungkin tertarik membuat alur cerita turunan dengan memberikan hubungan romantis si pemuda yang ditaksir bintang sekolahnya. Atau kamu juga bisa menambahkan konflik lain yang terjadi pada kedua orang tua tokoh utama yang sedang dalam proses gugatan cerai. Atau kamu bisa menambahkan konflik dan sub alur cerita yang lainnya.

Namun penulis harus memastikan bahwa semua bagian itu harus mengarah pada tujuan utama cerita sebagai orientasinya finalnya. Yakni, si pemuda harus bisa mencapai puncak gunung dan mengatasi tantangan masuk ke klub pecinta alam sekolahnya.

5. Mudah Dimengerti

Plot cerita
Photo by Brad Switzer on Pexels.com

Tanda terakhir sebuah novel dengan plot cerita yang kuat adalah mudah dipahami. Jalan cerita dan alur sebuah novel yang benar-benar baik akan mudah untuk pembaca memahaminya .

Kamu mungkin pernah membaca sebuah novel yang rumit sehingga sulit dipahami.

Kerumitan bisa mencakup banyak aspek seperti karakter tokoh yang tumpang tindih, konflik yang sulit dinalar atau bahkan beberapa tindakan yang membutuhkan usaha keras bagi pembaca untuk memahaminya.

Dan tentu saja, itu bukanlah novel yang bagus. Terutama jika kita mengukurnya dari kekuatan alur cerita yang dimilikinya.

Harus diingat bahwa membaca cerita adalah usaha orang-orang untuk bersantai, menikmati cerita dan mungkin menangkap pelajaran yang diberikan didalamnya.

Tapi bagaimana jika ceritanya sendiri sulit dimengerti? Kemungkinan tujuan tersebut tidak akan tercapai, bukan?

Jadi poin paling penting dari tanda yang kelima ini adalah dengan memastikan pembaca novelmu dengan mudah memahami plotnya.

Dengan bersantai di serambi rumah, diiringi musik lembut dan secangkir kopi, alur ceritamu mengalir begitu saja dalam benak mereka.

Kesimpulan

Secara ringkas dapat disimpulkan bahwa tanda-tanda sebuah novel memiliki plot cerita yang kuat adalah sebagai berikut;

  1. Memiliki taruhan risiko yang terus meningkat.
  2. Realistis.
  3. Konsisten.
  4. Berfokus pada tujuan utama,
  5. Mudah untuk dipahami.

Tentu dibutuhkan latihan yang panjang, editing yang berulang kali dan disiplin untuk bisa menghasilkan plot novel yang memiliki kriteria seperti di atas. Namun dengan terus belajar dan melatih kemampuan menulismu secara konsisten, kamu nantinya akan terbiasa menghasilkan plot yang kuat seperti itu.

Jadi, selamat mencoba.

BACA JUGA:


Asah skill menulismu

Yuk, bergabung dalam kelas menulis online kami dan mulai hasilkan mahakaryamu

Kelas Menulis Online

Penulis terbaik

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 19 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:

Related Posts

One thought on “5 Tanda Plot Cerita yang Kuat Dalam Novel

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: