Lompat ke konten
Beranda » Blog » 9 TIPS SUKSES CARA MENJADI PENULIS NOVEL

9 TIPS SUKSES CARA MENJADI PENULIS NOVEL

Cara Menjadi Penulis Novel

Bagaimana cara menjadi penulis novel yang sukses adalah salah satu pertanyaan yang paling sering saya terima. Meskipun sudah ada beberapa artikel yang saya tulis untuk menjawabnya, namun pertanyaan yang sama selalu muncul kembali.

Nah, untuk itulah saya menulis artikel ini dengan bahasa yang lebih sederhana dan mudah dimengerti. Walaupun kamu adalah seorang penulis yang benar-benar baru, tips ini akan bisa kamu aplikasikan dengan mudah.

Jadi pastikan kamu membaca tulisan ini hingga tuntas, ya.

KAMU PUNYA KISAH HIDUP MENARIK UNTUK DIJADIKAN BUKU NAMUN BINGUNG CARA MENULISKANNYA? COBA KONSULTASIKAN DISINI

Bagaimana Cara Menjadi Penulis Novel?

Ketika memutuskan untuk menjadi penulis novel, hal pertama yang harus kamu ketahui bahwa ini lebih dari sekedar komitmen. Cara menjadi penulis novel pemula menuntut kamu untuk memahami bahwa ini nantinya akan sangat terhubungan dengan komitmen, konsistensi juga kerja keras.

Terdengar menakutkan, ya?

Semua penulis novel dari yang best seller internasional seperti J.K. Rowling dan J.R.R. Tolkien, paling produktif di Indonesia seperti Asma Nadia dan Tere Liye, paling legendaris seperti Hamka hingga Leo Tolstoy, semuanya harus melewati tahapan untuk menghasilkan karya terbaik mereka.

Berita baiknya adalah, ini sama sekali bukan hal yang sulit untuk dipelajari.

Dengan mempraktikkan beberapa langkah teknis dan praktis yang disarankan, impianmu untuk menjadi seorang penulis novel akan lebih mudah diwujudkan.

Jadi, apakah kamu sekedar mencari cara menjadi penulis novel online dibayar ataupun benar-benar ingin menuangkan imajinasimu untuk sebuah mahakarya, 9 tips menjadi penulis novel berikut akan membuat kamu lebih mudah melakukannya.

1. Brainstorming Ide Cerita

Langkah pertama yang harus kamu lakukan untuk menjadi seorang penulis novel adalah mengajukan pertanyaan pada diri kamu sendiri; kamu ingin menulis novel tentang apa?

Kamu mungkin saja telah memiliki sepotong ide untuk menjadi gagasan novelmu yang bisa kamu jadikan sebagai logline cerita. Namun bagaimana dengan keseluruhan ceritanya? Apakah kamu benar-benar sudah siap mengembangkan gagasan logline tersebut?

Nah, sebelum kamu mulai membuka berbagai opsi genre penulisan fiksi seperti misteri, thriller, sejarah atau pun fiksi ilmiah sebagai pilihan. Dua hal terlebih dahulu yang penting untuk kamu pertimbangkan adalah sebagai berikut;

a. Pilih Dunia yang Kamu Siap Menghabiskan Banyak Waktu

Menulis novel adalah sebuah pekerjaan serius yang akan menghabiskan banyak waktu. Beberapa penulis menyelesaikan novel mereka dalam hitungan minggu, yang lain membutuhkan waktu berbulan-bulan, bahkan ada pula penulis yang membutuhkan waktu hingga bertahun-tahun untuk menyelesaikan novel mereka.

Jadi pertanyaan intinya adalah; kamu siap menghabiskan banyak waktu untuk menulis cerita tentang apa?

Jika kamu tidak masalah berkutat dengan hal yang berbau supranatural dan gaib dalam waktu lama, bisa jadi novel genre misteri lebih menarik untuk kamu pilih. Atau jika kamu tidak jadi soal dengan tenggelam dalam dunia romantisme yang panjang, maka fiksi romance bisa menjadi pilihan untuk kamu tuliskan.

Pilih dunia yang kamu benar-benar siap mengarunginya lebih lama untuk diubah menjadi sebuah novel pertamamu. Itu adalah kunci pertama dalam brainstorming ide novel untuk menjadi penulis pemula yang sukses.

b. Temukan Ide Cerita yang Sungguh-sungguh Ingin Kamu Sampaikan

Tips kedua dalam brainstorming adalah dengan memilih satu ide cerita yang benar-benar ingin kamu sampaikan kepada pembaca.

Jika kamu memiliki konsep yang menarik tentang sebuah peristiwa sejarah dan ingin hal tersebut diketahui oleh masyarakat luas, pertimbangkan untuk menulisnya dalam ide fiksi spekulatif.

Atau jika kamu memiliki pemikiran yang menarik mengenai idealisme memahami dunia supranatural yang sering diterjemahkan secara salah kaprah, maka ide penulisan fiksi misteri bisa menjadi media menyampaikan hal tersebut.

Praktiknya dalam tips pertama cara menjadi penulis novel yang baik ini adalah; lakukan brainstorming ide penulisan cerita.

Ambil selembar kertas kosong dan tuliskan apa saja ide yang terlintas sebagai gagasan novelmu, kemudian pilih salah satu berdasarkan dua pertimbangan di atas.

2. Tentukan Tokoh Cerita

Cara menjadi penulis novel
Photo by Igor Korzh on Pexels.com

Selanjutnya setelah kamu menentukan ide cerita yang sudah kamu pilih pada langkah brainstorming, tugas kamu selanjutnya adalah menentukan tokoh ceritanya. Jadi, siapa yang akan menjadi karakter atau tokoh yang menjadi peran utama menjalankan cerita?

Lupakan dulu tentang tokoh tritagonis, figuran dan lain sebagainya. Hal paling penting yang harus tetapkan disini adalah menentukan tokoh utama cerita yang mungkin terdiri dari beberapa orang seperti protagonis, antagonis dan tokoh pendukung utama.

Ingat, sebaik apa pun premis cerita tidak akan berhasil jika tidak didukung tokoh cerita yang menarik.

Sama saja, apakah kamu mencari cara menjadi penulis online untuk media seperti wattpad, novelme, noveltoon, atau kamu mencari cara menjadi penulis novel konservatif melaui pubisher klasik. Semuanya akan meminta kamu untuk membangun tokoh cerita dengan sebaik dan semenarik mungkin.

Cara terbaik untuk membangun karakter cerita adalah dengan mengenali sebaik mungkin tokoh tersebut, bahkan hingga bagian-bagian yang paling mendetail. Kamu bisa membangun latar belakangnya, ciri-ciri fisiknya, keunikannya dibandingkan tokoh lain, bahkan hingga warna rambut dan ukuran sepatunya.

Intinya; semakin baik kamu mengenal tokoh cerita maka semakin hidup ia nantinya dalam benak pembaca.

Nah, untuk membuat tokoh cerita yang menjadi kunci utama novel yang kamu tulis, saya telah menyiapkan checklist karakter yang bisa kamu download dibawah ini.

3. Pilih Sudut Pandang yang Tepat

Cara menjadi penulis novel
Photo by LinkedIn Sales Navigator on Pexels.com

Langkah ketiga untuk menjadi penulis novel adalah dengan memilih sudut pandang apa yang akan kamu gunakan dalam bercerita. Setelah menentukan ide cerita dan menentukan siapa tokoh kunci dalam cerita tersebut, sekarang waktunya untuk menentukan dari kacamata siapa pembaca akan mengikuti cerita itu?

Setidaknya ada sekitar 7 jenis sudut pandang yang bisa kamu pilih. Akan tetapi 4 yang paling populer digunakan adalah sebagai berikut;

a. Sudut Pandang Orang Pertama

Ini adalah sudut pandang dalam penulisan cerita dimana penulis atau narator juga ikut sebagai pelaku. Keunggulan sudut pandang ini adalah kemampuannya membawa pembaca untuk masuk dalam cerita dan menjadi bagian dari jalan cerita itu sendiri.

Sudut pandang orang pertama pun terdiri dari beberapa jenis seperti sudut pandang orang pertama pelaku utama dan sudut pandang orang pertama pelaku sampingan.

b. Sudut Pandang Orang Kedua

Sudut pandang orang kedua memiliki batasan dalam bercerita karena ini bukanlah tokoh utama dalam cerita tersebut. Sudut pandang ini memberikan perspektif cerita dari kacamata orang dekat tokoh cerita utama protagonis seperti teman dekatnya, kekasihnya atau bahkan anak buahnya.

Salah satu contoh karya sastra populer yang menggunakan sudut pandang ini adalah Sherlock Holmes karya Sir Arthur Conan Doyle yang bercerita dari sudut pandang Dr. Watson.

c. Sudut Pandang Orang Ketiga Terbatas

Ini juga adalah sudut pandang yang bisa kamu pilih untuk memulai penulisan novel pertamamu.

Dalam sudut pandang ini penulis bercerita melalui sudut orang di luar cerita yang mengetahui jalannya cerita secara keseluruhan. Hanya saja ketika menyentuh pada pikiran dan perasaan selain karakter utama, sudut pandang ini tidak dapat bereksplorasi lebih jauh.

d. Sudut Pandang Orang Ketiga Serba Tahu

Nah ini adalah salah sudut pandang yang paling banyak digemari. Banyak juga penulis novel Indonesia yang sukses dengan karya-karya legendaris mereka menggunakan sudut pandang yang terakhir ini.

Dalam sudut pandang orang ketiga serba tahu, penulis laksana ‘Tuhan’ yang mengetahui segala sesuatu dalam dunia cerita. Pikiran, perasaan atau apa pun saja dalam elemen penceritaan, semuanya bisa dijangkau oleh sudut pandang yang satu ini.

4. Buat Outline atau Kerangka Cerita

Cara menjadi penulis novel
Photo by Ketut Subiyanto on Pexels.com

Langkah keempat untuk menjadi seorang penulis novel pemula adalah dengan membuat outline atau kerangka ceritanya terlebih dahulu. Jika kamu benar-benar baru pertama kalinya menulis novel, saya sangat menyarankan supaya kamu tidak meninggalkan tahapan membuat outline.

Outline atau kerangka cerita memiliki banyak manfaat bagi seorang penulis.

Outline membantu untuk memetakan cerita (plotting) dari awal hingga akhir. Outline juga memberi kamu kesempatan untuk menempatkan dimana saja titik-titik konflik yang paling tepat supaya mampu menaikkan tensi cerita dengan sempurna.

Bahkan, outline secara tidak langsung dapat menjadi antisipasi seumpama kamu dalam proses penulisannya mengalami writer block atau kebuntuan ide.

Ada banyak tips yang bisa kamu ikuti untuk membuat outline novel dengan mudah. Namun, panduan dan praktiknya secara langsung dapat kamu lihat dalam artikel ini.

5. Tentukan Ending Cerita


cara menjadi penulis novel
Photo by Ann H on Pexels.com

Mungkin ketika kamu baru mencapai langkah pertama dalam brainstorming ide cerita, kamu sudah memiliki gambaran akan membuat endingnya seperti apa. Nah, dalam langkah yang kelima ini saya sarankan kamu memastikan hal itu dengan menentukan ending novel tersebut.

Apakah kamu akan menggunakan happy ending, sad ending, clifthanger ending atau mungkin circle ending. Tentukan akan bagaimana kamu menutup dan mengunci cerita tersebut pada bagian akhirnya. Namun yang pasti dalam menentukan ending cerita, cobalah untuk satu langkah di depan para pembacamu.

Bagaimana maksudnya?

Saya yakin kamu juga sepakat bahwa cerita yang gampang ditebak adalah cerita yang tidak menarik. Nah, prinsip itu juga harus kamu pegang ketika menjadi penulis novel.

Jadi, ketika pembacamu seolah mulai mendapatkan gambaran bahwa semua ceritamu akan mengarah pada satu kesimpulan sebagai ending, coba lakukan hal yang berbeda. Misalnya ketika pembaca mengharapkan kamu akan memberi happy ending, maka berpikirlah sebaliknya.

Di samping akan memberikan kesan yang lebih melekat bagi pembaca, unpredictable ending juga akan menjadi plot twist cerita yang sempurna. Jadi, tidak ada salahnya untuk mengaplikasikannya.

6. Tulis Naskah Pertama

Cara menjadi penulis novel
Photo by cottonbro on Pexels.com

Langkah pertama sampai langkah kelima adalah perencanaan, dan langkah keenam inilah kamu benar-benar memulainya. Sekarang setelah ide cerita, tokoh dan outline sudah siap, mulailah untuk menulis dalam sebuah naskah cerita yang sesungguhnya.

Harus jujur saya katakan, ada banyak penulis pemula yang gagal di tahap ini.

Saya juga berjuang sangat keras pada tahap saat menulis novel pertama saya. Bahkan di Kelas Menulis Online Penulis Gunung Id yang saya bimbing, sebagian besar peserta menulis saya juga mengalami tantangan terberat mereka pada langkah ini.

Mengapa bisa demikian?

Hal itu terjadi karena sebagian besar penulis pemula memaksakan diri untuk menghasilkan naskah yang sempurna pada tahap ini. Padahal ini adalah naskah pertama yang sudah pasti penuh dengan kekurangan seperti salah ketik, plot yang bolong, narasi yang ambigu dan lain sebagainya.

Intinya adalah; naskah pertama itu tidak mungkin sempurna dan mustahil sempurna. Jadi jangan memaksakan dirimu untuk memecahkan rekor yang sudah bertahan sejak puluhan abad ini.

Poin paling penting untuk kamu perhatikan ketika menulis naskah pertama adalah menyelesaikannya hingga baris terakhir. Itu saja.

Mengenai kesalahan narasi, plot yang aneh, narasi yang kacau atau salah ketik yang sederhana sekalipun, kamu akan memiliki banyak waktu untuk memperbaikinya dalam tahap editing dan penulisan ulang setelahnya.

7. Ambil Jeda

Cara menjadi penulis novel
Photo by Kaique Rocha on Pexels.com

Saya selalu menganjurkan ini bagi setiap peserta kelas menulis saya dan bagi siapa pun yang menulis naskah novel pertama mereka. Ambil jeda setelah naskah pertama kamu selesai.

Dalam masa jeda itu, jauhkan naskah novel yang sudah kamu tulis setidaknya dalam waktu satu hingga dua pekan. Jangan disentuh kertasnya, jangan dibuka file-nya, biarkan dan lupakan untuk sementara.

Dalam masa jeda ini kamu bisa melakukan apa pun yang kamu sukai kecuali menyentuh naskah novel yang sudah kamu tulis tersebut.

Kamu bisa memancing, berenang, liburan, menghabiskan waktu membaca buku kesukaan, menonton film atau apa pun saja. Buat perasaanmu benar-benar rileks dan segar kembali.

Lantas, apa tujuannya masa jeda ini?

Tujuan adanya masa jeda ini sederhana saja yakni supaya kamu benar-benar segar saat kembali ke naskah. Karena tentu saja, ada banyak pekerjaaan yang berat menantimu setelah masa jeda.

8. Edit, Baca, Tulis Ulang

Cara menjadi penulis novel
Photo by Ketut Subiyanto on Pexels.com

Setelah menulis naskah pertama, ini adalah bagian selanjutnya yang sebagian besar penulis pemula memutuskan untuk menyerah.

Dalam tahapan ini kamu melakukan editing, proof reading dan re-writing atau penulisan ulang. Proses ini bisa seperti sebuah roda yang berulang-ulang. Jadi, setelah menulis ulang dan membaca naskah novelmu hingga beberapa kali, bisa jadi kamu masih harus mengeditnya lagi untuk beberapa alasan.

Apa saja yang dikerjakan dalam proses ini?

Dalam proof reading kamu menyisir naskahmu dan menandai bagian mana yang terasa janggal, aneh, tidak pas atau hanya sekedar salah ketik. Kamu juga bisa meminta orang lain dalam proof reading untuk memastikan bahwa penyisiran naskah yang kamu lakukan sudah maksimal.

Kemudian dalam editing dan re-writing kamu memperbaiki semua itu.

Editing dan penulisan ulang bisa mirip-mirip prosesnya. Hanya saja dalam penulisan ulang kamu mungkin mengganti beberapa bagian yang memang harus diganti. Sementara dalam editing kamu bisa saja memutuskan untuk membuang bagian-bagian yang dinilai justru akan melemahkan keseluruhan cerita dalam novelmu.

Kunci penting dalam proses ini yang harus kamu ingat adalah tidak ada angka ajaib berapa kali kamu harus menulis ulang, mengedit dan membaca naskahmu lagi. Jika kamu rasa sudah cukup, maka cukup. Siapkan naskah novelmu untuk diterbitkan.

BACA JUGA:

9. Terbitkan Novelmu

Cara menjadi penulis novel
Photo by Pixabay on Pexels.com

Langkah yang terakhir dalam proses menjadi penulis novel adalah menerbitkan novelmu. Penerbitan ini juga terbagi dalam dua pilihan yakni dengan menerbitkan novel secara mandiri (self publishing) atau dengan menerbitkannnya secara konvensional melalui penerbit mayor.

Jika kamu memilih penerbitan konvensional, maka kamu tidak perlu repot-repot melangkah ke tahapan selanjutnya. Cukup serahkan naskah yang sudah kamu tulis ke penerbit dan tunggu saja kabar dari mereka.

Namun jika kamu adalah seorang penulis yang lebih memilih independen untuk novelmu, self publishing adalah pilihan yang ideal.

Sayangnya kamu tidak bisa berpangku tangan jika memilih cara ini.

Tugas kamu selanjutnya adalah melakukan layout, membuat cover, mempromosikan bahkan hingga menjual novel yang kamu tulis tersebut secara mandiri.

Meskipun terkesan lebih melelahkan, tapi self publishing memiliki beberapa keunggulannya tersendiri untuk kamu coba dalam penerbitan novelmu yang pertama. Dan itu layak untuk kamu coba.

Kesimpulan

Cara menjadi penulis novel sebenarnya sederhana dan semua orang yang sungguh-sungguh pasti bisa melakukannya. 9 langkah yang disampaikan dalam artikel ini adalah intisari langkah-langkah yang bisa kamu aplikasikan dengan mudah.

Jika kamu membayangkan gaji penulis novel yang besar, atau popularitas nama penulis novel yang mahsyur, berpikirlah dulu dari awalnya; menulis novel pertamamu dan menyelesaikannya dengan sebaik mungkin. Setelah itu, kehidupan menjadi seorang penulis akan lebih mudah untuk kamu persepsikan.

Saya berharap kamu bisa menyelesaikan novel pertamamu dengan mengikuti langkah-langkah dalam tulisan ini. TapiJika kamu memang menemui kendala dalam praktiknya, jangan ragu untuk menghubungi saya dalam melalui kontak yang sudah disediakan. Dengan senang hati saya akan membantumu.

Selamat berkarya.

Close-up of dried, cracked earth.

Masalahnya?

Ada banyak orang yang memiliki ide untuk dijadikan tulisan menarik, namun tidak bisa menuliskannya. Solusinya?

Bergabung dalam kelas menulis online bersama kami

Penulis terbaik

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 19 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:

Terimakasih atas waktu anda membaca artikel ini. Senang sekali jika Anda berkenan meninggalkan komentar atau pendapat Anda sendiri mengenai subyek dalam artikel ini. Terimakasih.

%d blogger menyukai ini: