Lompat ke konten
Beranda » Blog » 7 UNSUR INTRINSIK NOVEL YANG SETIAP PENULIS HARUS TAHU

7 UNSUR INTRINSIK NOVEL YANG SETIAP PENULIS HARUS TAHU

Novel dibangun oleh beberapa elemen yang biasa disebut sebagai unsur intrinsik novel. Unsur-unsur ini merupakan konstruksi yang memungkinkan sebuah karya sastra prosa berbentuk novel dapat berdiri dengan sempurna. Sebagai seorang penulis, memahami unsur intrinsik dalam penulisan novel adalah bagian dari pengetahuan dasar yang harus diketahui.

Nah, apa sebenarnya yang dimaksud  dengan unsur intrinsik novel? Apa saja pula yang termasuk bagian dari unsur intrinsik tersebut? Serta bagaimana menuliskannya dalam cerita?

Penulis Gunung akan mengajak kamu mengenalnya dalam artikel ini.

Unsur Intrinsik Novel; Pengertian, Penjelasan dan Contohnya

unsur intrinsik novel
Photo by Min An on Pexels.com

Ada banyak para ahli yang memberikan definisi mereka sendiri tentang unsur intrinsik dalam novel. Namun, secara sederhana unsur intrinsik novel adalah unsur-unsur yang membangun karya sastra novel itu sendiri.

Lebih jauh, unsur intrinsik novel dapat diartikan sebagai segala elemen pembangun cerita novel yang menjadikan segala fungsi perceritaan dalam novel dapat berjalan dengan sempurna. Baik dalam karya fiksi atau pun non fiksi, unsur intrinsik novel adalah sama.

Di samping unsur intrinsik, penulisan karya sastra seperti novel juga mengenal unsur ekstrinsik.

Berbeda dengan unsur intrinsik yang merupakan unsur pembangun intern dalam karya sastra, unsur ekstrinsik adalah unsur luar yang ikut memberikan kontribusi rupa karya sastra. Hal ini bisa saja adalah latar belakang penulis, pandangan politiknya, keyakinan religius atau latar belakang budayanya sendiri.

Namun sekarang kita akan melihat apa saja yang menjadi bagian-bagian dalam unsur intrinsik sebuah novel.

BACA JUGA:

1. Tema

unsur intrinsik novel
Source: Unsplash

Unsur intrinsik yang pertama dari sebuah novel adalah tema.

Tema adalah gagasan besar sebuah cerita atau merupakan topik utama cerita sebuah karya sastra. Dalam aplikasinya, tema cerita dapat disampaikan secara langsung atau pun tidak langsung oleh penulis.

Tema adalah unsur dalam penulisan karya sastra berbentuk novel, roman atau apa pun yang memiliki kemampuan untuk menyampaikan makna cerita. Tema ini juga kemudian yang dapat memberikan warna tersendiri bagi sebuah novel atau karya sastra.

Beberapa penulis mungkin akan memaparkan tema novel mereka secara lugas kepada pembaca sehingga pembaca dapat menangkapnya dengan mudah. Akan tetapi ada pula penulis yang memilih untuk menyampaikan tema novel mereka secar samar-samar yang kemudian ‘memaksa’ pembaca untuk menafsirkannya sendiri.

Tema dalam novel pun dapat dibagi kembali berdasarkan dominansinya dalam penyajian pada novel, yaitu;

  • Tema Mayor – adalah tema dalam novel yang penyampaiannya diulangi terus menerus sehingga memberi warna paling banyak dalam cerita. Kamu misalnya dapat melihat tema mayor dalam unsur intrinsik novel Laskar Pelangi adalah tentang persahabatan, perjuangan, dan pendidikan. Maka sepanjang penceritaan tema ini adalah yang paling banyak disampaikan oleh penulis kepada pembacanya.
  • Tema Minor – Sebagai oposisi dari tema mayor, tema minor dalam novel adalah tema-tema kecil yang diselipkan pula dalam badan atau alur cerita. Tema minor pada umumnya muncul pada bagian-bagian yang singkat yang kemudian membawa pembaca pada tema-tema minor lainnya.

Contoh Unsur Intrinsik Tema

unsur intrinsik novel
Photo by Alexander Krivitskiy on Pexels.com

Sebagai gagasan utama sebuah cerita, tema dapat ditentukan dengan mudah oleh penulis. Praktiknya dapat kamu lihat dalam beberapa contoh berikut ini;

Jam dinding kuno dengan bandul besar di ruang tamu berdentang dua kali menandakan bahwa malam semakin larut dan jauh memasuki jantungnya. Hanan tercekat, nyaris ia berteriak ketika suara bandul jam itu juga diikuti oleh padamnya semua aliran listrik di rumahnya. Sepi dan gelap sepenuhnya sekarang, benar-benar bukan saat yang menarik untuk tinggal di rumah sendirian. – Tema Ketakutan.

Debur ombak menghantam saja, mengelus betis Sabrina dengan kecipak bercampur pasir. Gadis cantik itu diam saja, membiarkan dirinya terbenam dalam pikirannya sendiri. Tidak ada siapa-siapa di pantai, hanya kekosongan sepanjang mata memandang. Sepi dan tak berpenghuni – Tema Kesepian.

2. Tokoh dan Karakter

Source: Unsplash

Unsur intrinsik kedua dalam karya sastra berbentuk novel atau cerpen adalah tokoh atau karakter cerita.

Karakter cerita atau tokoh adalah salah satu elemen paling penting dalam penulisan cerita. Pembaca tidak dapat masuk ke dalam cerita tanpa adanya tokoh atau karakter. Dari sudut pandang tokoh inilah kemudian cerita dapat disampaikan kepada pembaca.

Tokoh dalam novel sangat bervariasi, tergantung dari jenis novelnya sendiri.

Di samping menggunakan manusia sebagai karakter cerita, kamu juga dapat menemukan karakter binatang, tumbuh-tumbuhan, angka dan benda tak hidup lainnya sebagai tokoh dalam cerita.

Tokoh dalam cerita juga terdiri dari berbagai macam.

Kamu pastinya sudah pernah mendengar istilah tokoh protagonis, tokoh antagonis dan tokoh tritagonis dalam sebuah cerita, bukan?

Tokoh Protagonis

Merupakan tokoh utama cerita yang mewakili sifat-sifat ideal dalam cerita. Tokoh protagonis adalah tokoh yang menjadi tempat berpusatnya alur cerita. Tujuan utama alur cerita pada umumnya adalah tujuan utama pula bagi karakter protagonis.

Tokoh Antagonis

Ini adalah tokoh kontra dari protagonis. Tugas utama tokoh antagonis adalah menghalangi, merintangi, dan mengganjal perjalanan tokoh protagonis untuk mencapai tujuan utama cerita.

Tokoh Tritagonis

Ini adalah istilah yang menarik karena sebutan tokoh cerita di luar antagonis dan protagonis sebenarnya beragam, bukan tritagonis saja. Namun untuk lebih mudahnya, peran tritagonis adalah berfungsi membuat perkembangan cerita menjadi lebih sempurna, berkembang dan menarik.

Contoh Unsur Intrinsik Novel Tokoh atau Karakter

unsur intrinsik novel
Source: Unsplash

Saya akan mengambil sebuah contoh tentang unsur intrinsik tokoh atau karakter dalam novel dari salah satu novel paling terkenal sepanjang masa, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk.

Zainuddin – adalah tokoh utama cerita sekaligus juga tokoh protagonis. Zainuddin diceritakan sebagai seorang pemuda yang dilahirkan di Ujung Pandang, dengan ayahnya berasal dari Padang dan ibunya dari Makassar. Ia jatuh cinta dengan seorang gadis Minang bernama Hayati.

Hayati – Merupakan gadis Minang yang cantik jelita. Dalam cerita ini ia digambarkan sebagai kuntum bunga di kampungnya karena kecantikan wajah dan prilakunya. Hayati hidup dalam kekangan adat istiadat Minang masa lalu, membuat ia tidak dapat membuat pilihannya dengan merdeka.

Muluk – Merupakan sahabat sejati Zainuddin, orang yang menemani perjuangan Zainuddin sembuh dari lukanya karena Hayati. Muluk adalah sosok penuh pengalaman, mantan penjahat yang sudah bertobat.

BACA JUGA:

3. Setting atau Latar

unsur intrinsik novel
Photo by Pixabay on Pexels.com

Selanjutnyan unsur intrinsik ketiga dalam sebuah novel adalah setting atau latar. Setting dapat diartikan sebagai waktu, tempat, ruang, iklim dan juga cuaca.

Latar dalam novel dapat diartikan setting dimana sebuah cerita berlangsung. Setting dapat berbicara tentang lokasi fisik, waktu terjadinya, periode masanya, kondisi sosialnya, kondisi alamnya dan lain sebagainya.

Seorang penulis biasanya memilih setting tidak secara sembarangan. Ada sebuah maksud dan pesan yang ingin disampaikan terkait pemilihan latar dalam sebuah cerita. Pemilihan latar dalam cerita juga terkait erat dengan tema novel serta amanat yang ingin disampaikan setelahnya.

Ketika Hamka memilih setting cerita Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk di wilayah Sumatera Barat dengan kondisi adat yang kuat, itu juga memiliki sebuah pesan. Kritik sosial terhadap pandangan jamak masyarakat Minang saat itu menjadi salah satu tujuan Hamka dengan memilih setting cerita semacam itu.

Jadi, pemilihan setting cerita juga dapat dikombinasikan oleh seorang penulis sebagai caranya mengoptimalkan amanat cerita yang ingin disampaikan.

Contoh Unsur Intrinsik Novel Berupa Latar atau Setting

unsur intrinsik novel
Photo by Oliver Sju00f6stru00f6m on Pexels.com

Latar Novel Laskar Pelangi Suasana kampung yang sederhana dengan pantai yang indah, batu-batu besar dan pohon kelapa, sebuah sekolah dengan kondisi yang memprihatinkan. Sebuah balok kayu disandarkan pada dinding sekolah untuk menahannya supaya tidak roboh.

Latar Novel Merapi Barat Daya Gunung Merapi yang menjulang, bebatuan berhamburan sehabis gempa yang membuat salah satu sisi puncak Merapi menjadi runtuh. Kondisi malam hari, seorang pemuda meringkuk di balik tendanya di dinding terjal gunung Merapi.

4. Sudut Pandang atau Point of View

Photo by Angelica Reyn on Pexels.com

Unsur intrinsik selanjutnya dalam sebuah novel adalah sudut pandang. Dalam istilah yang lebih umum, sudut pandang disebut juga sebagai poin of view. Ini adalah tentang dari sisi mana sebuah cerita dikisahkan.

Sudut pandang dalam sebuah cerita adalah tentang siapa yang menceritakan kisah dalam novel tersebut kepada pembaca. Atau dengan bahasa yang lebih detail, melalui mata, telinga, perasaan siapa para pembaca dapat masuk dan meyusuri rangkaian cerita.

Dalam novel, cerpen atau apa pun jenis karya sastra prosa lainnya, dikenal beberapa sudut pandang yang paling umum dipergunakan, misalnya;

Contoh Unsur Intrinsik Novel Sudut Pandang atau Poin of view

unsur intrinsik novel
Photo by Thuanny Gantuss on Pexels.com

Cukup! Aku menghempaskan diriku di atas kasur. Ingin aku hilangkan semua ingatan tentang hari yang baru saja aku jalani tadi siang. Aku tahu bahwa Asma tidak benar-benar menyukai kehadiranku bersamanya tadi, sudut matanya dan kerut keningnya mengatakan itu. Pasti ini semua karena statusku yang masih pengangguran yang membuat Asma melihatku dengan pandangan begitu sinisSudut pandang orang pertama serba tahu.

Aku tidak tahu apa yang ada dalam benak Asma sampai-sampai ia menerima aku sebagai pacarnya. Bukankah aku masih pengangguran? Profesiku sebagai tukang parkir di rumah sakit Bakti Negeri juga banyak dicibir orang-orang. Tapi Asma, gadis cantik yang sebentar lagi menjadi dokter umum di rumah sakit itu justru menerima aku. Atau jangan-jangan, Asma sedang berusaha mempermainkan aku? Sudut pandang orang pertama terbatas.

Badrun merasa Asma selama ini hanya mempermainkan dirinya saja. Sejak ia menjalin asmara dengan Asma, ia mengalami imsonia parah, wajah dokter cantik itu tak pernah mau pergi dari benaknya. Mau ia minta resep obat tidur pada Asma, tapi Badrun juga sadar, obat yang sebenarnya ia butuhkan adalah sosok dokter Asma itu sendiriSudut pandang orang ketiga serba tahu.

BACA JUGA:

5. Alur Cerita atau Plot

Photo by cottonbro on Pexels.com

Unsur intrinsik novel selanjutnya adalah alur cerita atau yang biasa disebut dengan plot. Secara sederhana, plot dapat diibaratkan sebagai aliran cerita (flow) yang mengalir dari awal, tengah, hingga bagian akhir.

Dalam bahasa novel, beberapa elemen yang ada dalam plot atau alur cerita sendiri adalah sebagai berikut;

Eksposisi atau Pendahuluan

Ini adalah bagian pendahuluan dalam sebuah novel dimana karakter, latar dan mungkin sedikit konflik cerita diperkenalkan.

Tahap Meningkat

Ini adalah bagian dimana konfrontasi terjadi dan karakter utama ditarik dari zona nyamannya untuk menyelesaikan konflik utama cerita. Masalah semakin berkembang, unsur keterpaksaan juga ditambahkan untuk menambah efek dramatis dalam novel.

Klimaks

Dalam cerita novel atau cerpen, klimaks adalah bagian puncak dimana semua masalah menemukan jawabannya. Kondisi memanas, efek keterpaksaan waktu menemukan momentumnya disini.

Anti Klimaks

Kondisi ini ketika masalah utama cerita sudah berhasil dilewati dan konflik besar cerita sudah berhasil  diatasi. Tensi cerita menurun pada bagian ini.

Kesimpulan

Plot biasanya diakhiri dengan kesimpulan ketika klimaks sudah tercapai dan semua problem sudah terjawab. Pada bagian ini pula biasanya penulis menyampaikan pesan cerita atau amanat novel baik secara langsung atau pun tidak langsung.

Contoh Unsur Intrinsik Novel untuk Plot atau Alur Cerita

Photo by Pixabay on Pexels.com

Saya akan mengajak kamu untuk melihat unsur intrinsik dalam novel Merapi Barat Daya yang secara khusus membahas plotnya.

Tatras adalah pemuda yang memiliki ambisi untuk mendaki puncak Selatan gunung Merapi yang belum tertaklukkan. Suatu ketika tanpa disengaja ia dipertemukan dengan sosok Elya dalam sebuah musibah di Merapi. Elya dan Tatras saling tertarik tapi begitu mengetahui latar belakang Elya, Tatras tiba-tiba menghilang.

Klimaks cerita ini terjadi ketika mantan pacar Elya terbunuh dalam sebuah pendakian di Merapi dan Tatras dituduh sebagai otak di balik kematiannya. Namun sebuah skenario lain membuktikan kalau Tatras adalah sosok yang tidak bersalah. Ketika Elya bermaksud meminta maaf karena sudah termakan suasana kematian mantan pacarnya dan sempat ikut menghakimi Tatras dengan sikapnya, ternyata ia sudah terlambat.

Elya kemudian mendapat informasi jika Tatras berhasil memanjat puncak selatan Merapi, namun ternyata sebuah kejadian tak terduga lagi menunggunya di sana.

6. Penokohan

Photo by Pixabay on Pexels.com

Unsur intrinsik selanjutnya dari sebuah novel adalah penokohan yang merupakan bagian dari upaya penulis untuk menggambarkan karakter cerita.

Penokohan terjadi setiap kali penulis berusaha melukiskan tokoh cerita atau karakter tokoh sepanjang jalannya alur cerita. Cara melukiskan penokohan ini pun dapat dilakukan secara langsung atau melalui sudut pandang karakter yang lainnya.

Nah, supaya lebih mudah, kamu dapat melihat contoh penokohan berikut ini.

Contoh Unsur Intrinsik Penokohan dalam Novel

“Dia adalah sosok yang pemberani, aku tidak pernah menemukan ada pemuda dengan kepribadian jujur dan menarik seperti dia” gumam Pak Iskandar sambil menarik napas panjang. Tatapannya terbang ke langit, mengawang mengingat anak gadisnya yang ditolong oleh seorang pemuda misterius satu minggu sebelumnyaMerapi Barat Daya.

Dalam sepenggal cerita di atas, penokohan karakter utama diceritakan oleh karakter lainnya. Tatras sebagai tokoh protagonis digambarkan oleh penulis sebagai seorang pemberani, jujur dan memiliki kepribadian menarik melalui kacamata karakter lain bernama Pak Iskandar. Nah, ini adalah salah contoh penokohan dalam novel.

BACA PULA:

7. Amanat atau Pesan Novel

Photo by Lisa on Pexels.com

Bagian terakhir atau yang ketujuh dari unsur intrinsik novel adalah amanat atau pesan.

Amanat dapat juga diartikan sebagai pesan cerita, adalah apa yang sebenarnya ingin disampaikan oleh sang penulis novel kepada pembacanya.

Amanat sebagai unsur intrinsik novel memiliki kaitan erat dengan tema novel itu sendiri. Biasanya antara amanat dan tema memiliki kesesuaian. Jika tema novel adalah tentang persahabatan, maka amanat bisa saja adalah tentang persahabatan pula.

Namun demikian, amanat dapat dibuat lebih spesifik lagi berdasarkan kondisi cerita.

Kamu dapat menulis tema novel persahabatan namun misalnya menekankan amanat bahwa persahabatan tidak dapat ditukar dengan apa pun juga; ketika kamu memiliki satu sahabat yang tulus kepadamu, kamu telah menemukan satu permata yang sangat tinggi nilainya.

Dan lain sebagainya.

Unsur Ekstrinsik Dalam Novel

Photo by John Diez on Pexels.com

Sebagai pelengkap pengetahuan mengenai unsur-unsur dalam novel, saya akan mengulas pula tentang unsur ekstrinsik dalam penulisan novel.

Jadi, apa yang dimaksud unsur ekstrinsik novel itu?

Secara gampang unsur ekstrinsik novel adalah segala sesuatu yang ada di luar struktur karya sastra namun memiliki pengaruh besar terhadap karya sastra itu sendiri.

Praktiknya dikenal tiga jenis unsur ekstrinsik pada novel yakni; biografi, unsur sosial dan unsur nilai.

1. Unsur Ekstrinsik Biografi

Hal ini berhubungan erat dengan latar belakang dan kondisi psikologi penulisnya sendiri.

Jadi, kondisi kehidupan pengarang, pemikirannya, kondisi kejiwaannya juga dapat mempengaruhi satu karya sastra yang ia tulis secara signifikan.

2. Unsur Ekstrinsik Sosial

Nilai sosial sebagai unsur ekstrinsik dapat berasal dari kondisi masyarakat, adat istiadat, kebudayaan, kondisi ekonomi, latar belakang pendidikan dan juga pandangan politik.

Jadi meskipun tidak menjadi unsur penyusun karya sastra, namun ektrinsik nilai sosial juga akan mempengaruhi sebuah karya sastra.

3. Unsur Ekstrinsik Nilai

Bagian ini memiliki korelasi erat dengan ideologi yang berkembang atau dianut oleh penulis, ilmu pengetahuan, hasil pemikiran manusia, filosofi, dan lain sebagainya.

Ini adalah nilai-nilai yang mampu mempengaruhi satu karya sastra meskipun ia bukan bagian dari penyusun karya sastra itu sendiri.

BACA PULA:

Butuh bantuan lainnya?


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


11 tanggapan pada “7 UNSUR INTRINSIK NOVEL YANG SETIAP PENULIS HARUS TAHU”

  1. Pingback: 7 TIPS MEMBUAT TOKOH ANTAGONIS YANG TAK TERLUPAKAN DALAM NOVEL – Penulis Gunung

  2. Pingback: 10 TIPS JITU CARA MENULIS CERITA FANTASI LENGKAP DENGAN CONTOHNYA – Penulis Gunung

  3. Pingback: BAGAIMANA CARA MENJADI PENULIS NOVEL: INI 9 LANGKAH YANG BISA KAMU LAKUKAN – Penulis Gunung

  4. Pingback: PENGERTIAN DAN CONTOH SUDUT PANDANG ORANG PERTAMA DALAM NOVEL – Penulis Gunung

    1. Terimakasih untuk perhatian dan apresiasinya Mas/ Mbak @dwimp3.

      Menurut saya pribadi, unsur karakter memiliki cakupan yang lebih berfokus pada sifat fisik karakter semisal tinggi, hidung mancung, berkulit putih, berkumis, jika ia tertawa suaranya nyaring, jika berjalan iramanya cepat, dan lain sebagainya.
      Sementara penokohan akan lebih berfokus pada sifat utama tokoh cerita yang citranya disorot lebih dominan oleh penulis, misalnya rendah hati, penyabar, gampang murah, temperamental, dan lain sebagainya…

  5. Pingback: BEGINI CONTOH OUTLINE NOVEL DAN CARA MEMBUATNYA  – Penulis Gunung

  6. Pingback: 17 JENIS BUKU NONFIKSI YANG SETIAP PENULIS WAJIB TAHU – Penulis Gunung

  7. Pingback: 3 CONTOH CERITA FIKSI PENDEK INDONESIA DAN PESAN MORALNYA – Penulis Gunung

  8. Pingback: CONTOH SUDUT PANDANG ORANG PERTAMA & CARA MEMBUATNYA

  9. Pingback: 9 LANGKAH MENJADI PENULIS NOVEL YANG SUKSES

Terimakasih atas waktu anda membaca artikel ini. Senang sekali jika Anda berkenan meninggalkan komentar atau pendapat Anda sendiri mengenai subyek dalam artikel ini. Terimakasih.

%d blogger menyukai ini: