Lompat ke konten
Beranda » Blog » CARA MEMBUAT NOVEL SAD ENDING DENGAN MUDAH

CARA MEMBUAT NOVEL SAD ENDING DENGAN MUDAH

Apakah kamu menyukai novel sad ending?

Akhir atau resolusi konflik dari sebuah novel dapat memiliki beragam tema, namun akhir yang sedih biasanya jauh lebih tertancap dalam benak pembaca. Sad ending dalam penulisan novel adalah salah satu jenis cerita yang memiliki dampak emosional paling kuat bagi pembaca.

Nah, bagaimana cara membuat sebuah novel dengan cerita yang berakhir dengan kesedihan?

Saya akan mengajak kamu untuk membahasnya dalam artikel kali ini.

Kamu punya kisah hidup menarik untuk dijadikan buku namun bingung cara menuliskannya?

Pengertian Novel Sad Ending

Novel sad ending
Photo by Pixabay on Pexels.com

Jadi, sebenarnya apa yang dimaksud dengan novel atau cerita sad ending itu?

Jika mengacu pada pengertian yang sederhana, maka cerita sad ending adalah cerita dengan akhir yang sedih, memilukan atau menyayat hati. Kebalikan dari sad ending adalah happy ending dimana cerita berakhir dengan bahagia, tawa dan keceriaan.

Namun benarkah sesederhana itu pengertiannya?

Jika sedikit lebih dirincikan maka pengertian sad ending dan happy ending lebih tepatnya dapat disampaikan begini;

  • Novel Sad ending – Sebuah novel yang mengakhiri ceritanya dengan emosi yang negatif, seperti sedih, kecewa, marah, patah hati dan sebagainya.
  • Novel Happy Ending – Sebuah novel yang mengakhiri ceritanya dengan emosi yang positif seperti bahagia, ceria, kesenangan, kepuasan dan semacamnya.

Di antara kedua jenis ending dalam penulisan cerita tersebut, ada sebuah ending yang lebih ideal untuk digunakan. Ending ini pada umumnya sudah sangat umum diaplikasikan, hanya saja beberapa penulis yang menggunakannya sendiri, mungkin tidak menyadari jika telah menggunakan ending novel jenis ini.

Ending ini disebut happy-sad ending atau ending bahagia sekaligus sad ending sedih, atau sebaliknya; sedih sekaligus bahagia.

Bagaimana maksudnya?

Maksud esensial dari happy-sad ending adalah memadukan antara emosi positif dan negatif yang saling mengikat pada akhir cerita.

Atau dapat pula diartikan bagaimana kesedihan yang menuntun pada kebahagiaan. Dan bisa pula sebaliknya, kebahagiaan yang menuntun pada kesedihan.

Cara Membuat Novel Sad ending atau Happy-Sad ending

Novel sad ending
Photo by Jack Gittoes on Pexels.com

Novel sad ending kadang memang mengecewakan pembaca. Dalam arti, bahwa apa yang menjadi harapan pembaca untuk karakter dalam cerita justru tidak menjadi kenyataan. Bahkan sebaliknya, novel sad ending kematian misalnya malah mengkahiri kisahnya dengan kematian yang memilukan.

Akan tetapi sebenarnya, novel sad ending paling sedih sekalipun harus memiliki akhir yang bahagia.

Maksudnya bagaimana?

Sad ending tapi bahagia, bukankah itu terdengar membingungkan?

Benar, novel dengan sad ending tidak seharusnya hanya memberikan akhiran sedih semata-mata. Harus ada sebuah emosi positif yang menjadi pesan bagi pembaca dibalik kesedihan yang nampaknya menjadi warna pada akhir cerita.

Untuk lebih mudahnya, mari saya ajak kamu untuk melihat lima tips membuat novel sad ending (happy-sad ending) sekaligus pula dengan contohnya berikut ini.

1. Tokoh Protagonis Berhasil Mencapai Tujuannya tapi Kehilangan Sesuatu yang Penting

Cara pertama untuk membuat novel sad ending sekaligus happy ending adalah dengan membiarkan karakter utama mencapai apa yang menjadi tujuannya, namun juga merasa kehilangan pada saat yang bersamaan.

Untuk memastikan bahwa perasaan kehilangan yang ditimbulkan pada penghujung cerita benar-benar memberi satu perasaan sedih pada pembaca, maka itu haruslah sesuatu yang sangat berarti bagi tokoh utama.

Contohnya begini;

Kamu menulis sebuah novel dengan tokoh protagonis yang memiliki tujuan utama untuk mendapatkan kedudukannya kembali sebagai raja di sebuah kerajaan yang direbut oleh pamannya sendiri. Nah, dalam upaya memperjuangkan tujuannya ini, tokoh utama protagonis dibantu oleh kekasihnya yang setia.

Untuk mengkahiri kisah ini menjadi sebuah cerita happy-sad ending, kamu dapat membuat tujuan tokoh utama tercapai untuk menjadi raja. Akan tetapi ia harus kehilangan kekasihnya sebagai harga dari keberhasilan tersebut.

2. Tokoh Utama Mengorbankan Tujuannya untuk Mendapatkan Sesuatu yang Lebih Penting

Lonely sad
Photo by Ali Kazal on Pexels.com

Cara yang kedua untuk mendapatkan akhir happy-sad ending adalah dengan menjadikan tokoh protagonis ceritamu terpaksa mengorbankan tujuannya demi mencapai sesuatu yang lebih baik.

Seperti halnya cara yang pertama, cara kedua ini juga dapat efektif jika kamu membuat tujuan yang dimiliki oleh tokoh cerita benar-benar penting dan bernilai. Pembacamu tidak akan tersentuh jika pengorbanan tujuan yang dilakukan tokoh utama tidak memiliki arti yang penting.

Bagaimana contohnya?

Kita kembali kepada contoh sebelumnya dimana tokoh utama adalah seorang pangeran terusir yang berjuang untuk mendapatkan tahtanya kembali sebagai raja.

Nah, bagaiaman supaya akhirnya dapat menjadi happy sad ending dengan menggunakan cara yang kedua ini?

Kamu misalnya bisa membuat pada akhir cerita sang pangeran sebagai tokoh utama mengorbankan kesempatannya untuk mendapat tahta sebagai seorang raja, demi untuk menyelamatkan nyawa kekasihnya.

Dalam hal ini, kamu membuat tokoh utama kehilangan tokoh tujuannya yang penting (tahta dan kekuasaan) untuk mencapai sesuatu yang lebih penting lagi (cinta).

3. Tokoh Utama Mengorbankan Dirinya Sendiri untuk Mencapai Kemenangan yang Lebih Berarti

Kamu masih ingat dengan bagaimana Iron Man (Tony Stark) mengorbankan dirinya sendiri supaya teman-temanya bisa mengalahkan Thanos dalam Endgame?

Dalam artian yang sederhana ini adalah cara mengakhiri sebuah cerita dalam novel dimana tokoh utama cerita akhirnya harus mengorbankan dirinya sendiri supaya tujuan yang lebih besar tercapai. Tujuan yang lebih besar ini bisa jadi adalah kemenangan bersama mengalahkan antagonis untuk menyelamatkan alam semesta seperti yang dilakukan oleh Tony Stark.

Atau jika kita menggunakan contoh sebelumnya, maka aplikasinya dapat dilakukan seperti ini;

Kamu dapat membuat akhir yang dramatis dimana tokoh protagonis mengalami kesulitan untuk mengalahkan pamannya yang telah merebut takhta kerajaan dari dirinya. Kekuatan sang paman tidak tertandingi dan ia berlaku sangat kejam, siapa pun yang membantu tokoh utama akan dihukum mati.

Kemudian kamu dapat membuat situasi tokoh utama terjepit dimana semua orang yang membelanya tertangkap dan akan dijatuhi hukuman mati.

Untuk menyelamatkan orang-orangnya yang membela dirinya, pada akhir cerita sang pangeran harus mengorbankan dirinya sendiri.

4. Tokoh Utama Gagal Mencapai Tujuannya Namun Berhasil Mencapai Sesuatu yang Lain

sad ending
Photo by Engin Akyurt on Pexels.com

Hal lain yang dicapai dalam cara mengakhiri novel dengan sad ending yang ketiga ini, haruslah memberikan satu makna yang mendalam supaya pembaca dapat ikut merasakannya. Hal bermakna tersebut dapat berarti menjadikan sesuatu yang membuat tokoh utama menjadi lebih bijaksana.

Jadi, jika kita kembali menggunakan contoh di atas sebagai cara untuk mengaplikasikan jenis happy-sad ending yang satu ini, maka bisa saja perwujudannya adalah sebagai berikut;

Pada akhirnya sang pangeran terbuang itu tidak berhasil menjadi raja.

Setelah berhasil mengalahkan pamannya yang jahat, tampuk pemerintahan ia serahkan pada anak si paman yang justru membela dirinya dalam memperjuangkan kebenaran.

Sang pangeran sendiri, memilih untuk mendirikan sebuah padepokan spiritual dan hidup damai bersama para pengikutnya di tempat yang baru.

Dengan ending seperti ini kamu dapat melihat bahwa tujuan utama tokoh utama gagal diraih. Akan tetapi sesuatu yang lebih bermakna (cinta, persaudaraan, kasih sayang) dapat ia peroleh.

5. Tokoh Utama Berhasil Mencapai Tujuannya, Namun Hanya Sebagian Saja

Selanjutnya cara yang terakhir untuk mencapai happy-sad ending adalah dengan membiarkan tokoh utama untuk mencapai tujuan, namun tidak sepenuhnya. Ada satu bagian penting dari keutuhan tujuan utama yang ikut hilang bersamaan dengan tercapainya tujuan tersebut.

Nah, bagaimana cara mengaplikasikannya.

Sang pangeran berhasil menjadi raja, mengalahkan pamannya yang durhaka dan kembali ke singgasana seperti tujuannya. Akan tetapi dalam upaya memperjuangkan semua itu, salah satu daerah kekuasaannya yang paling istimewa justru hilang.

Sekarang kamu dapat melihat dengan jelas, bukan?

Bagaimana tujuan tokoh utama berhasil tercapai tapi itu sudah tidak utuh lagi. Salah satu bagian penting dari keutuhan tujuan tersebut tidak lagi ia dapatkan.

Kesimpulan

Membuat novel sad ending, happy ending atau ending jenis apa pun saja, tetap harus dilakukan dengan sangat baik dan terencana.

Sentuhan bagian akhir adalah closing cerita yang sudah kamu tulis panjang lebar, jadi pastikan benar-benar bermakna dan terkesan di hati pembaca.

BACA JUGA:

Asah kemampuan menulismu

Yuk, bergabung bersama kelas menulis online kami dan mulai hasilkan mahakaryamu

ghost writer terbaik

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 19 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Butuh bantuan?

Ada pertanyaan atau butuh bantuan? Kami ada untuk membantu Anda. Hubungi tim dukungan kami yang ramah via WhatsApp.

Terimakasih atas waktu anda membaca artikel ini. Senang sekali jika Anda berkenan meninggalkan komentar atau pendapat Anda sendiri mengenai subyek dalam artikel ini. Terimakasih.

%d blogger menyukai ini: