Apa Yang Dimaksud Dengan Tokoh Utama Dalam Novel?

Apa Itu Tokoh Utama

Jadi, apa yang dimaksud dengan tokoh utama dalam sebuah cerita seperti novel?

Sebagian besar definisi dari tokoh utama akan selalu mengarahkan pada sosok tokoh protagonis dalam sebuah cerita. Sayangnya ini bukanlah definisi yang benar-benar tepat dan spesifik. Tokoh utama dalam sebuah cerita baik itu novel atau cerpen, sama sekali tidak terbatas hanya pada karakter protagonis.

Lantas, siapa tokoh utama dalam sebuah cerita?

Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

Kamu memiliki kisah hidup yang menarik untuk ditulis menjadi sebuah buku tapi bingung cara menulisnya?

Apa yang Dimaksud dengan Tokoh Utama dalam Sebuah Cerita?

apa yang dimaksud dengan tokoh utama
Photo by cottonbro on Pexels.com

Kamu pastinya sudah terbiasa dengan istilah tokoh antagonis, tokoh protagonis dan tokoh tritagonis dalam sebuah cerita, bukan?

Dalam pengertian yang sederhana, pengertian tokoh antagonis adalah tokoh cerita yang seringkali diidentikkan sebagai perwakilan karakteristik kejahatan dan keburukan. Sebaliknya, tokoh protagonis adalah manifestasi dari karakteristik yang ideal dimana kebaikan dan keluhuran dicerminkan.

Nah, di antara dua jenis tokoh ini ada tokoh tritagonis yang dalam cara pandang yang umum di Indonesia dianggap sebagai karakter yang ada diantara protagonis dan antagonis.

Disamping karakter protagonis, antagonis dan tritagonis, masih ada cukup banyak istilah lain dalam penokohan sebuah cerita. Kamu mungkin pernah mendengar istilah deuteragonist, sidekick, mentor, love interest, figuran dan lain sebagainya.

Nah, diantara sekian banyak jenis tokoh ini, siapa sebenarnya yang menjadi tokoh utama dalam novel atau cerpen?

Sebelum menentukan siapa yang menjadi tokoh utama dalam sebuah cerita, mari kita memulainya dengan mendefinisikan arti tokoh utama terlebih dahulu.

Pengertian Tokoh Utama

Tokoh utama dalam cerita adalah tokoh yang perannya penting dan ikut mempengaruhi jalan cerita secara langsung. Artinya kehadiran tokoh utama dan tindakan yang mereka lakukan, memberi kontribusi penting terhadap alur atau plot cerita.

Dengan pengertian ini dapat disimpulkan bahwa apa yang dimaksud dengan tokoh utama cerita tidak hanya protagonis. Namun siapapun tokoh dalam cerita yang memiliki peran besar terhadap plot, maka ia dapat dikategorikan sebagai tokoh utama.

Apa contohnya?

Kamu pasti pernah menonton film The Lord of the Rings yang diadaptasi dari novel fantasi karya J.R.R. Tolkien, kan?

Dalam cerita itu, jelas yang menjadi tokoh protagonis adalah Frodo Baggins, sang hobbit pembawa cincin. Sementara karakter antagonisnya adalah Sauron, Si Mata Api. Tritagonisnya jika kita mengacu pada arti umum di Indonesia sebagai karakter yang berdiri di antara protagonis dan antagonis, tentu jumlahnya sangat banyak.

Kamu bisa menyebut Gandalf, si Penyihiri Abu-abu. Atau kamu juga bisa menyebut nama Samwise Gamgee, Aragorn, Legolas, Gimli, Saruman, dan masih banyak yang lainnnya.

Sekarang pertanyaannya yang paling penting; siapa tokoh utama dalam cerita itu?

Untuk menjawabnya kamu hanya perlu melihat plot lagi dan mengajukan pertanyaan: Apakah tokoh tersebut cukup penting dan ikut mempengaruhi alur cerita?

Jawabannya sudah pasti cukup banyak, bukan?

Gandalf, Samwise, Saruman, Aragorn dan yang lainnya adalah deretan nama-nama tokoh yang termasuk dalam kategori main karakter atau karakter utama. Mereka memiliki peran yang penting sepanjang jalannya cerita.

Apakah Tokoh Utama adalah Tokoh Protagonis?

apa yang dimaksud dengan tokoh utama
Photo by cottonbro on Pexels.com

Ya, tentu saja.

Tapi ingat sekali lagi, bukan hanya tokoh protagonis yang menjadi tokoh utama cerita.

Karakter protagonis adalah salah satu tokoh utama dengan porsi peran yang paling besar. Antagonis juga tokoh utama, beberapa tritagonis juga tokoh utama jika apa yang mereka lakukan dalam cerita memiliki pengaruh besar pada plot.

Lawan dari tokoh utama dalam pengertian yang seutuhnya adalah tokoh figuran atau tokoh pelengkap dalam cerita.

Tokoh figuran seperti yang sudah kamu ketahui adalah tokoh yang tidak memiliki pengaruh dalam menentukan arah alur cerita. Namun demikian, tanpa kehadiran tokoh figuran, kelengkapan unsur-unsur pembangun cerita akan menjadi kurang sempurna.

7 Sifat Paling Penting dalam Karakter Utama Protagonis

Untuk melengkapi artikel ini, sekarang saya akan mengajak kamu untuk mempersempit pengertian kita mengenai apa yang dimaksud tokoh utama dalam cerita.

Kali ini kita akan berfokus khusus pada tokoh protagonis saja. Intinya; apa yang ia butuhkan untuk menjadi tokoh utama yang hebat dalam sebuah cerita?

Setidaknya ada 7 sifat atau karakteristik paling penting bagi seorang protagonis untuk menjadi tokoh utama yang hebat. 7 sifat tersebut adalah sebagai berikut;

1. Keberanian

Photo by Ivan Samkov on Pexels.com

Sifat pertama yang harus dimiliki seorang tokoh utama protagonis adalah berani.

Berani dalam perspektif ini memiliki banyak bentuk. Keberanian bisa dalam hal melawan kejahatan tokoh antagonis, berani untuk berjuang hingga titik darah penghabisan, berani mempertahankan hak-hak yang dimiliki dengan pertaruhan yang memiliki konsekuensi tinggi.

Keberanian memiliki banyak spektrum untuk kamu terjemahkan dalam lingkup yang positif. Dalam praktiknya, keberanian tokoh utama tidak hanya ditunjukkan dengan adegan pertarungan sengit saja.

Intinya adalah, pembaca suka dengan tokoh cerita yang berani tegak untuk membela apa yang mereka yakini sebagai sebuah kebenaran.

2. Kebaikan

Sifat yang kedua dari seorang protagonis ideal adalah kebaikan, yakni sikap peduli kepada orang lain dan ikhlas memberikan bantuan tanpa mengharapkan imbalan atau pamrih.

Kisah kepahlawanan dalam cerita heroik adalah contoh yang menarik dalam hal ini. Kebaikan ditunjukkan dengan kesediaan tokoh utama untuk rela mengorbankan dirinya sendiri untuk kepentingan orang lain.

Tapi jangan salah, kebaikan pada tokoh utama bukanlah kelemahan.

Kebaikan mungkin saja identik dengan lemah lembut, rendah hati dan suka menolong. Namun dalam kondisi yang memang dibutuhkan, kebaikan ini diiringi pula dengan sikap tegas dan kuat.

3. Integritas

apa yang dimaksud dengan tokoh utama
Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

Integritas adalah sifat utama ketiga dari seorang protagonis yang paling banyak disukai pembaca. Tidak masalah apakah ia sebelumnya adalah seorang protagonis anti hero yang misalnya memiliki masa lalu sebagai penjahat, tapi ia haruslah memiliki integritas.

Tokoh Don Vito Corleone dalam The Godfathers adalah tokoh utama yang menarik untuk menjadi contohnya.

Sudah jelas ia adalah seorang mafia yang menguasai perdagangan gelap, pusat perjudian, prostitusi, pembunuh bayaran dan lain sebagainya. Tapi perhatikan pula karakteristik yang ia miliki, integritas yang tinggi adalah salah satu sifatnya.

Integritas memiliki pengertian yang lebih luas jika dihubungkan dengan karakteristik protagonis sebagai tokoh utama. Mereka bertindak tidak hanya mengukur pada diri sendiri, namun juga memikirkan implikasinya terhadap orang-orang di sekitarnya.

4. Andal

Tokoh protagonis utama yang hebat adalah yang dapat diandalkan, yang ada ketika dibutuhkan dan tidak mengingkari janjinya.

Alasan mengapa seorang tokoh cerita dapat disebut sebagai tokoh utama protagonis salah satunya adalah ini; ia andal dan dapat diandalkan. Tokoh utama dapat dipercayai dan tidak menjadikan kepercayaan yang diberikan orang lain untuk dikhianati.

Pada beberapa cerita mungkin kamu dapat mendebat ini, bahwa tokoh utama protagonis dapat saja mengingkari janjinya.

Namun pada konsekuensinya, kamu juga pasti melihat bahwa tokoh utama protagonis tidak pernah bangga dengan sifatnya yang tidak dapat diandalkan tersebut.

5. Empati

Kualitas selanjutnya dari seorang tokoh utama yang lebih mudah diterima oleh pembaca adalah empati. Sebuah sifat dimana tokoh utama protagonis mampu menempatkan diri, berbelas kasih dan ikut merasakan simpati yang dalam pada orang lain.

Empati ini dapat ditunjukkan dengan banyak hal. Kamu bisa membuat tokoh utama yang mudah menolong, rela berkorban demi kepentingan orang lain, dan pandai untuk ikut merasakan penderitaan orang lain sebagai sesuatu yang memiliki pengaruh bagi dirinya sendiri.

6. Sadar Diri

penulis gunung
Photo by Pixabay on Pexels.com

Sadar diri yang dimaksud dalam karakteristik sebagai seorang protagonis adalah ia mengerti apa yang ia miliki, menyadari pula yang dapat ia lakukan untuk mencapai tujuan cerita.

Namun pada saat yang sama, tokoh utama protagonis juga menyadari kelemahan dan kekurangannya sehingga ia lebih membuka diri untuk terus belajar.

Kualitas lain yang terkait dengan konsep sadar diri pada seorang protagonis adalah kesediaannya untuk mengekspresikan dirinya sendiri tanpa ragu. Pembaca menyukai tokoh protagonis utama yang tidak mendahulukan ego dirinya sendiri dalam mengambil keputusan.

7. Pandai Menyesuaikan Diri

Kualitas terakhir yang biasanya dimiliki tokoh protagonis adalah ia bisa menyesuaikan diri dengan baik. Tokoh utama protagonis juga bisa membuat orang lain nyaman berada di dekat dirinya.

Kesimpulan

Akhirnya, apa yang dimaksud dengan tokoh utama dalam cerita adalah yang sekaligus menjadi tokoh protagonis. Itu memang benar.

Tapi ingat sekali lagi, tokoh protagonis bukan satu-satunya tokoh utama dalam sebuah cerita.

Peran dan penokohannya memang digambarkan dominan sepanjang cerita. Akan tetapi tokoh lain yang juga memiliki peran penting untuk menentukan alur cerita, juga dapat disebut sebagai tokoh utama.

BACA JUGA:

Asah skill menulismu

Yuk, bergabung bersama kelas menulis online kami dan keterampilan menulismu akan naik satu level.

Penulis terbaik

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 19 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:

Related Posts

Terimakasih atas waktu anda membaca artikel ini. Senang sekali jika Anda berkenan meninggalkan komentar atau pendapat Anda sendiri mengenai subyek dalam artikel ini. Terimakasih.

%d blogger menyukai ini: