Lompat ke konten
Beranda » Blog » 10 TIPS JITU CARA MEMBUAT SINOPSIS NOVEL

10 TIPS JITU CARA MEMBUAT SINOPSIS NOVEL

Cara Membuat Sinopsis Novel

Ketika memilih novel untuk dibeli, tiga hal utama yang menjadi perhatian biasanya adalah; judul, cover dan sinopsis. Penulis Gunung sudah pernah menulis cara membuat judul novel yang bagus, sekarang adalah waktunya untuk membahas cara membuat sinopsis novel dengan hasil yang luar biasa.

Jadi, bagaimana cara menulis sinopsis novel yang bagus?

Artikel ini akan membahasnya untukmu.

Kamu punya kisah hidup menarik untuk dijadikan buku namun bingung cara menulisnya?

10 Tips Cara Membuat Sinopsis Novel yang Bagus

Cara Membuat Sinopsis Novel
Photo by Ben Mack on Pexels.com

Kamu tentu sudah sering melihat contoh sinopsis novel yang biasa diletakkan pada halaman sampul belakang sebuah buku. Beberapa pembaca mengartikan sinopsis sebagai ringkasan cerita, atau semacam abstrak dari keseluruhan isi novel yang sebenarnya.

Sinopsis umum ditemukan dalam buku fiksi dan buku non fiksi. Biasanya sinopsis hanya terdiri dari 3-4 paragraf saja namun sudah cukup untuk mewakili keseluruhan isi buku.

Tapi, apa sebenarnya yang dimaksud dengan sinopsis itu?

Pengertian Sinopsis

Pengertian yang paling lengkap dari sinopsis novel adalah ringkasan singkat dari berbagai elemen utama yang menjadi penyusun sebuah novel seperti plot, sub plot, tokoh, ending, setting dan lain sebagainya. Namun karena sinopsis itu ringkas, maka tidak semua elemen cerita bisa diikutkan.

Rumus mudah cara membuat sinopsis buku adalah dengan hanya mengikutkan elemen cerita yang paling menarik, paling penting dan paling mendukung tujuan penulisan sinopsis.

Disamping harus ringkas, sinopsis juga harus menarik. Namun itu tidak berarti kamu harus membuatnya berbunga-bunga. Sinopsis yang baik harus menanamkan rasa ingin tahu yang lebih besar bagi orang yang membacanya.

Tujuan Sinopsis

Cara Membuat Sinopsis Novel
Photo by Pixabay on Pexels.com

Tujuan penulisan sinopsis biasanya untuk dua jenis obyek; pembaca dan editor agen penerbitan.

Untuk editor agen penerbitan, sinopsis adalah cara mereka memilih buku yang akan mereka pilih untuk diterbitkan. Sinopsis dibaca biasanya setelah cerita tersebut lulus uji premis. Jika premis cerita sudah tidak menarik, biasanya sinopsis bahkan sangat jarang dibaca oleh editor.

Meskipun demikian, kamu harus tetap bisa menulis sinopsis dengan kualitas yang terbaik.

Sementara tujuan penulisan sinopsis untuk pembaca adalah untuk membuat mereka jatuh cinta, tertarik kemudian membeli novelmu. Ringkasan cerita yang menarik, mengundang rasa penasaran yang besar, tentu lebih berpeluang untuk dipilih pembaca.

Baik sinopsis yang ditulis untuk editor atau pun yang ditulis untuk pembaca, seorang penulis harus mempelajari cara paling hebat untuk membuatnya.

Apakah Sinopsis Penting dalam Novel?

Sinopsis penting untuk menjual novelmu, baik kepada pembaca mau pun kepada agen penerbitan. Sebagai proposal buku, sinopsis akan menjadi kata-kata ajaib yang harus kamu desain sebaik mungkin supaya bisa mencapai tujuan esensialnya.

Walaupun kamu menerbitkan buku secara mandiri, kamu tetap membutuhkan sinopsis untuk misalnya dikirim ke pengulas buku potensial, distributor, atau pun agen penjualan yang lainnya. Sinopsis bisa ditulis oleh penulis langsung dengan tujuan seperti ini. Atau juga bisa ditulis oleh penerbit untuk memberikan magnet yang kuat bagi pembaca.

Pada beberapa kasus, sinopsis juga dapat digunakan sebagai rambu-rambu penulisan seperti halnya outline. Untuk kepentingan ini, biasanya sinopsis ditulis lebih dulu kemudian baru menulis cerita utamanya.

Unsur Penting dalam Sinopsis

Cara Membuat Sinopsis Novel
Photo by Min An on Pexels.com

Kamu mungkin pernah membaca sinopsis sebuah novel yang langsung membuat kamu tertarik untuk membaca bukunya. Coba kamu perhatikan sinopsis itu lagi, pasti ada unsur-unsur penting yang menjadi elemen pembangunnya.

Dalam penulisan struktur sinopsis novel, ada beberapa elemen paling penting dan sebaiknya ada didalamnya, yaitu:

1. Tokoh Cerita

Pada umumnya tokoh protagonis adalah orang yang paling mungkin untuk ditampilkan dalam narasi sinopsis. Tapi jika kamu dapat menemukan busur cerita yang kuat dan menarik, kamu juga bisa memilih tokoh utama yang lain seperti antagonis atau pun tritagonis.

Formula paling ampuh untuk menentukan tokoh cerita mana yang paling layak untuk ada dalam sinopsis adalah dengan bertanya pada diri kamu sendiri mengenai: tokoh mana yang paling besar pengaruhnya untuk menjelaskan alur cerita?

2. Busur Naratif

Bagian kedua yang juga sangat penting ada dalam sinopsis adalah busur narasi, yang terdiri dari beberapa hal yang bisa kamu pilih berdasarkan yang paling relevan dan signifikan.

Beberapa hal tersebut misalnya adalah;

  • Penjelasan peristiwa sebab dan akibat.
  • Konfik yang paling menentukan arah menuju klimaks.
  • Adegan penting.
  • Dan lain sebagainya.

Intinya adalah kamu memberikan informasi yang benar-benar seperti busur yang akan membuat novelmu melesat ke depan setelahnya.

Nah, kamu dapat mencari apa saja hal yang menjadi busur tersebut.

3. Resolusi Konflik

Penulis Gunung
Photo by Breakingpic on Pexels.com

Unsur selanjutnya yang dapat kamu jadikan pula sebagai struktur dari novelmu adalah resolusi konflik.

Ini bukan tentang menceritakan ending seperti yang terjadi dalam novel utama.

Tetapi ini lebih menunjukkan ada sebuah perubahan besar yang terjadi dalam cerita sebagai resolusi bagi konflik yang ada. Bagaimana sosok protagonis bertransformasi setelah melewati berbagai konflik dalam novel.

4. Penokohan

Sinopsis yang menyertakan penokohan umum ditemui pada cerita untuk anak-anak. Menggambarkan sifat-sifat tokoh cerita (biasanya protagonis dan antagonis) dalam sinopsis akan membantu orang tua untuk memilih buku yang paling tepat untuk diberikan pada anak-anak mereka.

Kamu pasti pernah melihat buku anak-anak yang sinopsisnya mencantumkan misalnya kalimat seperti ini;

  • Kancil yang cerdik
  • Burung bangau yang bijaksana
  • Rubah yang rakus
  • Pak Dobleh yang hati-hati
  • Dan lain sebagainya.

5. Tema Novel

Penting tidaknya mencantumkan tema dalam sebuah sinopsis novel masih banyak diperdebatkan. Namun untuk memudahkan kamu dalam mempertimbangkan apakah akan menggunakan tema pula dalam sinopsis atau tidak, pikirkan dua hal ini:

  • Apakah tema yang kamu gunakan unik dan sangat menarik? Jika iya, cantumkan itu dalam sinopsis.
  • Apakah tema yang kamu gunakan sudah umum dan biasa-biasa saja? Jika iya, jangan cantumkan dalam sinopsis.

Cara Menulis Sinopsis Novel dalam 10 Tips

Cara Membuat Sinopsis Novel
Photo by Ketut Subiyanto on Pexels.com

Hakikatnya cara membuat sinopsis novel untuk penerbit atau untuk pembaca langsung tidak akan jauh berbeda. Ini semua bertujuan untuk memberikan impresi atau kesan yang baik, menarik dan hebat ketika pertama kali orang lain membacanya.

Intinya semakin hebat kamu membuat satu sinopsis, maka semakin baik pula hasilnya. Baik untuk pembaca, ataupun untuk penerbit.

Lantaran tempatnya yang terbatas, kamu benar-benar harus mampu membuat sinopsis novel singkat yang benar-benar hebat.

Nah, ini sudah pasti adalah pekerjaan yang tidak mudah, karena itu Penulis Gunung merangkum 10 tips ini memudahkan kamu melakukannya.

1. Tulis Sinopsis Novelmu dengan Sudut Pandang Orang Ketiga

Tips pertama untuk menulis sinopsis novel yang juga bisa menjadi cara membuat sinopsis cerpen adalah dengan menggunakan sudut pandang yang tepat. Umumnya sudut pandang yang paling banyak digunakan adalam sinopsis adalah sudut pandang orang ketiga.

Namun pada beberapa kasus, ada juga penulis atau penerbit yang menggunakan sudut pandang yang berbeda. Dan ini jarang terjadi.

Umumnya penggunaan sudut pandang orang pertama untuk sinopsis diaplikasikan dalam penulisan memoar atau autobiografi.

2. Buat Sinopsis yang Ringkas

Biasanya batasan yang paling umum dalam menulis sinopsis adalah 1000 kata. Namun ini bisa sangat banyak dikurangi jika sinopsis itu sudah hadir pada sampul belakang buku.

Sinopsis dengan batas maksimum 1000 kata biasanya ditulis oleh penulis novel untuk penerbitnya sebagai bagian dari proposal pengajuan naskah untuk diterbitkan. Setelah penerbit tertarik, mereka mungkin akan meminta sinopsis yang lebih panjang.

Tapi langkah pertama untuk sampai pada tahap itu, tetap diawali dengan sinopsis yang pendek.

3. Jangan Takut Memberikan Bocoran Plot

Penulis Gunung
Photo by lilartsy on Pexels.com

Tips yang ketiga dalam rangkaian cara membuat sinopsis buku novel adalah dengan tidak menghindari menggunakan spoiler atau bocoran. Sekali lagi, ini biasanya diutamakan untuk penulisan sinopsis yang ditujukan kepada penerbit.

Penerbit ingin mengetahui secepat mungkin bagaimana inti penting dari konflik dan alur cerita, apa yang terjadi terhadap tokoh cerita dalam novel pada awal dan akhirnya (busur karakter), lantas bagaimana pula endingnya dari semua cerita itu kemudian.

Kamu bisa meringkas hal ini dengan gaya yang paling menarik jika sinopsismu ditujukan kepada penerbit. Juga bisa dengan cara yang sama jika kamu mengirim sinopsis tersebut untuk pengulas potensial dan agen pemasaran buku yang lainnya.

Namun jika kamu menerbitkan buku kamu sendiri dan sinopsis itu adalah untuk pembaca langsung, jangan memberikan bocoran terlalu banyak.

Pertahankan rasa ingin tahu pembaca dengan hanya memberi sekitar 30% dari gambaran cerita.

4. Hindari Ekspresi yang Berlebihan

Tentu kamu boleh-boleh saja ‘memamerkan’ kepandaian menulismu yang luar biasa dalam sinopsis. Tapi ingatlah nasihat pentingnya ini; Jangan berlebihan.

Sinopsis novel memang sudah seharusnya menjadi novel itu sendiri. Jadi, perhatikan bagian opening yang menarik, alur yang nyaman dan konflik yang membuat pembaca merasa tergugah untuk terus membaca.

Tidak perlu terlalu puitis dalam sinopsis, walau kamu bisa melakukannya. Fokusmu adalah pembaca tertarik dan memahami ‘apa yang akan novelmu berikan untuk mereka’.

5. Jangan Membuat Sinopsis dalam Listicle

Cara Membuat Sinopsis Novel
Photo by George Milton on Pexels.com

Artikel yang sedang kamu baca ini adalah listicle. Ada judul utama, sub judul dan judul-judul turunan selanjutnya. Listicle adalah cara sempurna untuk penyajian artikel, essay, jurnal atau dalam buku non fiksi.

Namun, kamu tidak boleh melakukan hal yang sama ketika menulis sinopsis novel.

Pertimbangkan untuk menulis cerita yang mengalir, flow like a smooth river.

Ini adalah sinopsis novel yang merupakan sebuah cerita, jadi sajikan pula gambarannya dengan bentuk cerita, bukan daftar atau listicle.

6. Sebutkan Genre Novelmu

Haruskah menyebut genre novel yang kamu tuliskan dalam sinopsisnya?

Tidak ada keharusan untuk melakukannya, tapi tidak ada juga larangan. Kamu bisa mengatakan dengan jelas bahwa genre novelmu misalnya adalah fiksi sejarah misteri atau fiksi romantis dengan campuran thriller, dan lain sebagainya.

Pertimbangan yang bisa kamu gunakan sebelum memutuskan untuk menyebut genre atau tidak adalah dengan menentukan tujuan penulisan sinopsis itu terlebih dulu.

Jika kamu menulis sinopsis novel untuk agen penerbitan, sertakan genrenya. Ini akan membantu mereka untuk memproyeksikan pada bagian mana novelmu nantinya akan diletakkan setelah mereka menerbitkannya.

7. Jangan Terjebak pada Detail

Penulis Gunung
Photo by Michael Burrows on Pexels.com

Walaupun kamu menyukai satu detail adegan dalam novel yang kamu tuliskan itu, jangan terjebak untuk mengulanginya dalam sinopsis.

Sinopsis adalah tentang mengambil poin terpenting kemudian menghubungkan menjadi sebuah cerita yang mampu menghidupkan imajinasi pembaca berdasarkan perspektif mereka masing-masing. Jadi, tidak perlu memberikan detail.

Supaya lebih mudah, coba perhatikan contoh ini.

Rudy datang ke rumah Aline ketika hari sudah menjelang tengah malam, ia tahu mungkin akan terlambat dalam pesta. Baru selangkah Rudy memasuki halaman rumah mewah itu, sudut matanya menangkap sepasang manusia sedang duduk bermesraan di gazebo. Rudy mengucek matanya, khawatir jika sebotol anggur yang ia minum siang tadi masih mempengaruhi pandangan matanya. Tapi betul, itu Aline, Rudy tidak salah lihat. Aline sedang bermesraan dengan pria lain.

Dalam sinopsis kamu bisa menghindari menuliskan adegan detail semacam itu dengan sebuah kalimat singkat saja yang langsung sraight to the point.

Rudy memergoki Aline sedang berselingkuh.

8. Sertakan Emosi dan Perasaan

Beberapa pembaca tertarik pada apa pesan emosional terpenting dari sebuah novel yang akan mereka baca. Nah, kamu bisa memanfaatkan ekspektasi ini dengan mewujudkannya dalam sinopsis.

Tunjukkan pada pembaca sinopsis novelmu baik ia agen penerbitan atau pembaca langsung, emosi apa yang dialami tokoh cerita nantinya. Lukiskan pula bagaimana tokoh cerita berubah setelah berbagai plot penting yang dilewatinya.

9. Pastikan Sinopsis Novel Bebas dari Kesalahan

Sinopsis harus ditulis dengan sempurna dan bebas dari kesalahan yang sama sekali tidak perlu.

Jadi, pastikan kamu memeriksa dan membaca ulang sinopsis novel yang kamu tulis secara berulang-ulang sebelum memutuskan untuk mengirimnya kepada penerbit atau mencetaknya untuk pembaca.

Pastikan tidak ada tanda baca yang salah, tidak ada kalimat aneh yang membingungkan, dan tidak ada pula kesalahan ketik yang membuat orang akan mengurangi respeknya untuk naskahmu.

10. Tambahkan Quotes

Cara Membuat Sinopsis Novel
Photo by Jacob Prose on Pexels.com

Tips terakhir yang juga bisa kamu aplikasikan dalam sinopsis adalah dengan memberikannya kutipan sebagai jiwa dari keseluruhan novel yang kamu tuliskan.

Menyertakan kutipan atau quotes dalam sinopsis adalah yang umum dilakukan, dan itu tetap menarik jika kutipannya relevan dengan esensi novel. Jadi, kamu bisa mempertimbangkan hal ini dalam penulisan sinopsis novelmu pula.

Tapi ingat: jangan menyertakan quotes terlalu banyak.

Dalam sinopsis dengan panjang 1000 kata, tidak masalah jika kamu melengkapinya dengan satu atau dua quotes. Namun jika ini untuk sinopsis yang dicetak pada cover belakang bukumu, pastikan satu quotes saja yang kamu sertakan.

Kesimpulan

Membuat sinopsis novel perlu mempertimbangkan efektivitas dan efisiensi guna mendapatkan hasil yang menarik. Pengertian sinopsis adalah blueprint yang akan dilihat pertama kali oleh calon pembaca novel yang kamu tulis sebelum mereka memutuskan untuk membelinya, jadi pastikan kamu membuatnya dengan sangat baik.

Sinopsis juga menjadi alat utama mengetok pintu agen penerbitan. Sinopsis cerita adalah filter utama yang digunakan editor penerbitan sebelum memutuskan apakah sebuah novel akan mereka terbitkan atau tidak.

Dengan pengertian ini artinya, membuat sinopsis dengan sebaik mungkin adalah faktor yang krusial. Baik untuk kamu yang ingin menerbitkan novelmu melalui agen penerbitan, atau pun untuk kamu yang ingin melakukannya secara mandiri di jalur self publishing.

Selamat membuat sinopsis, ya.

BACA JUGA:

Gabung di Kelas Menulis Online

Belajar menulis novel, menerbitkan karyamu dan mengabadikan kisah hidupmu yang penuh inspirasi.

Penulis terbaik
Ghost writer Indonesia

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 19 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Terimakasih atas waktu anda membaca artikel ini. Senang sekali jika Anda berkenan meninggalkan komentar atau pendapat Anda sendiri mengenai subyek dalam artikel ini. Terimakasih.

%d blogger menyukai ini: