Lompat ke konten
Beranda » Blog » Berdamai dengan Masa Lalu Melalui Menulis

Berdamai dengan Masa Lalu Melalui Menulis

Berdamai dengan masa lalu dapat dilakukan dengan banyak cara, salah satunya adalah dengan menulis. Menulis adalah salah satu kegiatan positif yang tidak hanya produktif dan mampu melatih kreativitas, namun juga bisa menjadi satu terapi untuk sembuh dari luka masa lalu.

Sebagai seorang pengajar di kelas menulis online, saya melihat banyak bukti bahwa menulis adalah metode yang sangat efektif untuk berdamai dengan masa lalu. Ada banyak peserta kelas menulis saya yang memiliki masa yang lalu yang sulit, dan mereka berjuang menghadapinya denngan menulis.

Lalu bagaimana hasilnya?

Nah, saya akan menceritakannya padamu dalam artikel kali ini.

KAMU PUNYA KISAH HIDUP MENARIK UNTUK DIJADIKAN BUKU NAMUN BINGUNG CARA MENULISKANNYA?

Bisakah Berdamai dengan Masa Lalu Melalui Menulis?

Photo by Pavel Danilyuk on Pexels.com

Manusia memiliki perjalanan hidup yang berbeda-beda. Tidak jarang orang yang saat ini terlihat luar biasa dan bahagia, ternyata dulu memiliki masa lalu yang sulit. Atau pada kondisi yang berbeda, ada banyak orang tampak tersiksa, terkungkung dan terbelenggu dengan masa lalu hidupnya yang penuh trauma.

Beberapa nasihat mengatakan bahwa cara untuk tidak lagi terikat dengan masa lalu adalah dengan melupakannya. Namun nasihat terbaiknya adalah; daripada melupakan masa lalu, lebih baik kamu berdamai dengannya.

Mengapa demikian?

Jika kamu berusaha melupakan masa lalu karena rasa sakitnya, bagaimana jika suatu ketika ada yang membuat kamu terpaksa mengingat masa lalu itu kembali?

Tentu saja hal itu akan jauh lebih menyakitkan. Luka masa lalu itu bisa terkoyak lagi karena ingatan tersebut.

Nah, ini tidak akan terjadi jika kamu memilih untuk berdamai dengan masa lalumu. Apa pun yang terjadi setelahnya, entah kamu mengingat secara sengaja atau pun tidak, lukanya sudah tidak akan berdarah lagi. Kamu sudah sembuh, kamu sudah melepaskan masa lalu dengan hati yang ikhlas.

Dan itu sudah lebih dari cukup untuk lepas dari belenggu masa lalu.

Bagaimana Cara Berdamai dengan Masa Lalu?

Photo by Arina Krasnikova on Pexels.com

Arti berdamai dengan masa lalu adalah menerima waktu yang sudah berlalu itu sebagai sesuatu yang memang sudah selayaknya terjadi kemudian mengikhlaskannya. Apa pun bekas dan konsekuensi dari masa lalu tersebut, kamu memilih untuk tidak lagi terikat dengannya sebagai diri yang terpenjara.

Ada banyak cara yang dapat ditempuh seseorang untuk bisa berdamai dengan masa lalunya yang kelam. Beberapa yang paling dianjurkan misalnya adalah sebagai berikut;

  1. Berupaya untuk ikhlas dan berlapang dada dengan apa yang telah terjadi.
  2. Memaafkan kesalahan orang lain dan juga kesalahan diri sendiri.
  3. Menjadikan kesalahan yang ada di masa lalu sebagai satu pelajaran.
  4. Menggunakan masa lalu sebagai cerminan untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
  5. Berupaya untuk menjadi orang yang lebih bersyukur kepada Tuhan, dan lain sebagainya.

Itu adalah beberapa nasihat bijak mengenai cara untuk berdamai dengan masa lalu. Tetapi mempraktikkannya, tentu saja tidak akan semudah menbalikkan telapak tangan. Untuk itulah kemudian kamu membutuhkan satu model terapi supaya berhasil.

Dan menulis, adalah salah satu langkah yang tepat untuk dilakukan.

Mengapa Menulis dapat Menjadi Cara Efektif untuk Berdamai dengan Masa Lalu?

menulis untuk berdamai dengan masa lalu
Photo by Katya Wolf on Pexels.com

Menulis yang dimaksud disini adalah menulis secara khusus tentang masa lalu yang pernah kamu alami tersebut. Atau dalam istilah yang lebih mudah dipahami ini adalah menulis tentang kisah hidup dan pengalaman pribadi yang pernah kamu lewati.

Menulis kisah hidup atau pengalaman pribadi menjadi sebuah buku, catatan, diary atau apa pun sebutannya adalah cara yang bagus untuk sembuh dari luka masa lalu. Hal ini tentu saja tidak mudah dilakukan, tapi saya berani menjamin bahwa ini adalah salah satu cara yang sangat manjur untuk bangkit dan kemudian berdamai dengan masa lalu.

Tetapi, bukankah dengan menulis seseorang ‘dipaksa’ untuk mengingat masa lalu itu kembali, lantas bagaimana ia bisa sembuh dari dampaknya?

Ya, betul, dan itu adalah bagian terpentingnya.

Cara berdamai dengan masa lalu melalui menulis memang memaksa kamu untuk mengingat kembali segala hal yang pernah kamu alami tersebut.

Jika ini adalah sesuatu yang menyedihkan, maka kamu akan dipaksa untuk mengingatnya kembali. Atau jika ini adalah sesuatu yang membawa trauma, yang membuat shock, atau bahkan membuatmu marah, menuliskannya juga akan memaksa dirimu untuk mengingat setiap detailnya lagi.

Tapi itu tidak akan berakibat buruk lagi.

Justru sebaliknya, mengingat dan menuliskannya akan memberi kamu kesempatan untuk melihatnya secara lebih luas dari sudut pandang yang berbeda.

Beberapa Manfaat Penting Menulis Sebagai Terapi untuk Berdamai dengan Masa Lalu

menulis untuk berdamai dengan masa lalu
Photo by RODNAE Productions on Pexels.com

Jika yang kamu inginkan adalah berdamai dengan masa lalu dengan cara lebih berlapang dada, bersyukur, menjadi lebih pemaaf dan lain sebagainya menjadi tujuanmu, maka menulis adalah langkah teknis paling manjur untuk melakukannya.

Dengan menuliskan lagi apa yang sebelumya membuat kamu stress, marah, tertekan, trauma atau apa saja, kamu akan belajar untuk mengelola emosimu sendiri. Menulis akan memberikan kamu kesempatan untuk melihat semua hal tersebut dari perspektif yang baru.

Penulisgunung

Untuk lebih lengkapnya, berikut ini beberapa manfaat yang bisa kamu dapatkan untuk berdamai dengan masa lalu melalui menulis;

1. Mampu Melihat Masa Lalu dari Kacamata yang Lebih Luas

Manfaat pertama dari menulis kisah hidupmu di masa lalu adalah ini akan kamu memberi kesempatan untuk melihat segala sesuatu yang terjadi pada dirimu sebelumnya dari sudut pandang yang lebih luas dan komprehensif.

Selama ini mungkin saja kamu hanya melihat segala yang pernah kamu alami hanya dari kacamata dirimu sendiri saja. Kamu sebagai korban, kamu sebagai pihak yang disalahkan, kamu sebagai orang yang dihadapkan pada berbagai kesulitan dan cobaan, dan lain sebagainya.

Ketika kamu menuliskan pengalaman-pengalaman itu kembali, kamu secara tidak langsung akan melihatnya dari cara pandang yang lebih luas. Dengan demikian, proses ini akan sangat baik pula untuk melatih kepekaanmu serta meningkatkan pengertianmu.

Shopee Merdeka

2. Memberi Kesempatan untuk Menemukan Beberapa Hal dari Masa Lalu yang Mungkin Sering Terlewatkan

Sewaktu berhadapan pada kondisi sulit, manusia seringkali berfokus pada masalah-masalah yang mereka hadapi saja. Pun ketika masalah dan kondisi sulit itu sudah berlalu, kamu mungkin sudah mendapatkan pelajarannya.

Tetapi biasanya selalu ada hal-hal kecil yang penting untuk dipelajari. Ada hal-hal kecil yang terlihat sepele namun menjadi salah satu puzzle masa lalumu yang unik.

Nah, menuliskannya kembali adalah cara yang paling menarik untuk mendapatkan kembali hal-hal kecil tersebut dan mengabadikannya.

3. Melatih Diri untuk Melihat Hikmah dari Setiap Kejadian

berdamai dengan masa lalu
Photo by Daffa Rayhan Zein on Pexels.com

Menulis kisah hidup yang penuh liku perjuangan akan memberi kesempatan pada kamu untuk menemukan pelajaran, hikmah, mutiara, intisari atau apa pun sebutannya pada kejadian yang kamu alami.

Hikmah selalu datang setelah kejadiannya sendiri lewat, pelajaran juga demikian. Kamu hanya akan tahu satu hikmah dari masa lalu yang kamu miliki ketika masa itu sendiri sudah lewat dan berlalu.

Menulisnya kembali dapat menjadi satu metode untuk menemukan hikmah-hikmah itu kembali, mempelajarinya, dan kemudian yang paling penting adalah mensyukurinya.

Bagaimana pun juga, menulis adalah cara menguraikan butir-butir hikmah itu menjadi untaian mutiara.

4. Memberi Kesempatan untuk Berbagi Kepada Orang Lain

Manfaat selanjutnya yang bisa kamu dapatkan dengan memilih menulis sebagai jalan untuk berdamai dengan masa lalu adalah adanya kesempatan untuk berbagi kepada orang lain. Melalui apa yang kamu tuliskan, kamu dapat membagikan berbagai pelajaran, hikmah, dan renungan mengenai sebuah perjalanan hidup manusia.

Jika ada manusia lain di luar sana yang sedang mengalami seperti apa yang pernah kamu alami di masa lalumu, maka apa yang kamu tuliskan akan sangat membantu mereka.

Tulisan yang kamu bagikan dalam bentuk buku, artikel, catatan atau apa pun saja namanya, akan membantu mereka untuk tetap melalui hari-hari dan kesulitan mereka dengan optimis dan yakin. Itu adalah sesuatu yang sangat besar nilainya.

5. Mampu Melihat Dunia dengan Perspektif Baru, Optimisme Baru dan Penuh Rasa Syukur

Terakhir, jika kamu belum berdamai dengan masa lalu dan memilih menulis sebagai cara untuk memulainya, kamu akan melihat kemudian bahwa cara pandangmu tentang hidup akan berubah.

Masalah yang kamu hadapi tidak akan kamu lihat sama persis seperti cara kamu dimasa lalu dalam menghadapinya. Tulisanmu dan renunganmu akan memberikan kamu kesempatan untuk melihat masa lalu sebagai sesuatu yang kemudian sangat layak untuk disyukuri.

Pada akhirnya kamu juga akan menyadari segala hal yang terjadi dalam kehidupan selalu memiliki makna besar sebagai bagian dari rencana Tuhan yang luar biasa.

Apa yang Harus Kamu Lakukan jika Ingin Berdamai dengan Masa Lalumu Melalui Menulis?

berdamai dengan masa lalu
Photo Source: Penulis Gunung

Nah, saya punya solusi untuk itu.

Saya memiliki kelas menulis yang khusus untuk penulisan kisah hidup dan pengalaman pribadi yang kemudian diubah menjadi buku memoar atau autobiografi. Kamu tinggal mengikuti kelas ini saja untuk kemudian bisa menuliskan cerita masa lalumu.

Ada beberapa pilihan yang bisa kamu ambil dalam kelas ini, dari yang biasa hingga yang paling eksklusif. Namun jika kamu benar-benar ingin menulis kisah hidupmu kemudian sembuh dari masa lalu, saya sarankan kamu untuk mengambil kelas setidaknya yang terbaik.

Mengenai kelasnya sendiri dapat kamu lihat dalam tautan dibawah ini, ya.

BACA JUGA:


Masa lalumu sulit?

Yuk, bergabung dalam kelas menulis kami dan ubah kenangan masa lalumu menjadi buku


Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 17 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:

%d blogger menyukai ini: