Lompat ke konten
Beranda » Blog » Ciri Novel yang Bagus untuk Dibaca dan Ditulis

Ciri Novel yang Bagus untuk Dibaca dan Ditulis

Ciri Novel yang Bagus

Jika buku yang kamu baca tidak memiliki satu pun dari 6 ciri novel yang bagus berikut ini nanti, novel itu pasti akan sangat membosankan. Arti lainnya, kamu mungkin tidak akan tertarik untuk membacanya sampai selesai.

Novel yang bagus memiliki elemen-elemen yang membangun keseluruhan dunia dalam novel menjadi menarik untuk dijelajahi. Tanpa kehadiran elemen-elemen ini, bangunan cerita dalam novel sama sekali tidak memiliki daya tarik untuk dibaca.

Nah, sebagai seorang penulis atau calon penulis, memahami elemen tersebut adalah sebuah keharusan.

Ketika kamu membangun sebuah cerita, menulis cerpen, menulis novel atau apa pun, pastikan karyamu memiliki ciri-ciri buku yang bagus dan layak untuk dibaca. Tanpa kamu minta pun, buku dengan karakteristik seperti ini akan dengan sendirinya disebarkan oleh orang yang membacanya.

Kamu punya kisah hidup menarik untuk dijadikan buku namun bingung cara menuliskannya?

Daftar Isi Artikel

6 Ciri Novel yang Bagus dan Tidak Membosankan untuk Dibaca

ciri novel yang bagus
Photo by Tima Miroshnichenko on Pexels.com

Jadi, ketika kamu mengunjungi sebuah toko buku, perpustakaan atau menjelajahi bookshelf di marketplace; buku seperti apa yang kamu cari?

Pastinya kamu sudah memiliki beberapa standar yang menjadi patokan bahwa sebuah buku memiliki sesuatu yang menarik. Setiap orang mungkin saja memiliki standar yang berbeda dalam menilai kualitas sebuah novel.

Namun secara umum, setidaknya terdapat 6 ciri-ciri novel yang bagus dan bisa kamu identifikasi. Ciri novel yang bagus ini berlaku secara khusus untuk fiksi, sementara untuk novel non fiksi mungkin akan ada beberapa penyesuaian.

Nah, apa saja karakteristik yang bisa membuat sebuah novel layak untuk kamu baca?

Yuk, simak daftarnya berikut ini.

1. Memiliki Opening (Bagian Pembuka) yang Kuat

Opening cerita yang hebat dalam sebuah novel akan berlaku seperti sebuah tangan yang kuat muncul dari dalam samudra kemudian menarik kamu untuk tenggelam bersamanya.

Pembukaan sebuah novel seperti ini adalah daya magnet yang kuat untuk menyedot perhatian pembaca dengan segera setelah mereka membukanya.

Kalimat yang digunakan, situasi yang diceritakan atau bahkan tokoh cerita yang ditampilkan, langsung bisa masuk dalam imajinasi pembaca dan menyeret mereka dalam lautan imajinasi dengan segera.

Opening adalah bagian krusial dalam sebuah cerita, baik ia novel atau pun cerpen.

Jika opening cerita menarik dan kuat, pembaca akan tetap bertahan dan besar kemungkinan membaca hingga selesai. Namun jika opening cerita yang kamu tulis lemah dan sama sekali tidak mampu menarik rasa ingin tahu, pembaca hampir dapat pasti akan meninggalkan bukumu.

Nah, untuk membuat opening novel atau cerpen yang menatik, artikel berikut ini sudah saya persiapkan untukmu.

2. Memiliki Plot atau Alur Cerita yang Kuat

novel yang bagus
Photo by Aline Viana Prado on Pexels.com

Ciri selanjutnya dari sebuah novel fiksi yang bagus adalah jika ia memiliki plot atau alur cerita yang menarik.

Pengertian Plot sendiri adalah kumpulan potongan-potongan cerita yang kemudian membentuk satu kesatuan cerita yang bisa diidentifikasi oleh pembaca berdasarkan sebab akibat kejadiannya.

Plot yang bagus dalam novel adalah plot yang mampu memdukung bangunan cerita secara lengkap, teratur dan terjaga tensinya. Umumnya plot cerita yang bagus juga memiliki gaya penulisan dengan meningkatkan secara bertahap pertaruhan risiko sebelum mencapai klimaks utama cerita.

Sebagai penulis, ketika membangun sebuah alur cerita yang kuat, pastikan kamu memahami bahwa plot adalah satu rangkaian kejadian sebab akibat dalam novel yang harus berorientasi pada konflik utama.

Jadi, ketika kamu menaikkan tensi ceritanya, arahnya plotnya tetap akan terjaga.

3. Memiliki Tokoh atau Karakter Cerita yang Kuat

Novel yang bagus selalu memiliki karakter cerita yang kuat, menarik dan unik. Pada beberapa novel, keunikan karakter cerita juga terpatri dalam kompleksitas yang luas.

Artinya semakin banyak karakteristik dalam cerita, semakin lengkap dan kompleks mereka, maka semakin menarik bangunan cerita yang bisa penulis kembangkan.

Ini secara harfiah dapat berlaku pada novel-novel fantasi epik yang memiliki tokoh cerita banyak dan membangun dunia ceritanya sendiri. Kamu tentu bisa melihat contoh ini dalam karya-karya besar seperti The Lord of The Rings, The Hobbit, Game of Throne dan lain sebagainya.

Namun dalam cara pandang yang lebih sederhana, karakteristik yang kompleks tidak melulu tentang jumlah dan kerumitan.

Pada cerita-cerita novel kontemporer, misteri, thriller dan lainnya, karakteristik ini berarti kelengkapan keperibadian tokoh cerita itu sendiri. Semakin lengkap kepribadian, sifat, dan ciri khas khusus yang tokoh dalam cerita miliki, maka semakin kuat kemampuannya untuk membangun cerita yang menarik.

Jika kamu adalah penulis yang sedang bergelut membangun karakteristik cerita yang kuat, panduannya bisa kamu temukan dalam artikel ini.

4. Memiliki Diksi Kalimat yang Tidak Membingungkan

penulis gunung
Photo by Lisa Fotios on Pexels.com

Nah, ini juga hal menarik untuk kamu perhatikan, karena ada banyak penulis saat ini yang lebih memperioritaskan membangun diksi yang berbelit-belit, rumit dan penuh basa-basi.

Tapi esensinya tidak demikian, terserah bagaimana pun caramu dalam mengaktifkan imajinasi pembaca melalui diksi yang kamu tulis, tapi penyajiannya dalam cerita harus mudah untuk dimengerti.

Percuma saja kamu menghamburkan semua kelihaian menulismu jika kata-katamu sendiri tidak bisa dimengerti oleh pembaca, kan?

Novel yang bagus akan memiliki bahasa yang mudah kamu mengerti, bagaimana pun gaya bahasa yang sang penulis tersebut gunakan.

Novel yang bagus juga akan memberikan porsi yang seimbang antara dialog dan narasi deskriftif. Bangunan dialog dan narasi dikembangkan dengan teratur dan selalu menampilkan salah satu dari tiga hal paling penting, yaitu; pengembangan karakteristik, pengembangan plot, dan menaikkan tensi cerita.

Dalam setiap kalimat yang tokoh cerita ucapkan, akan ada identifikasi gambaran karakter cerita yang kuat, atau gambaran bangunan plot yang kokoh, dan sebagainya. Kemampuan penulis untuk membangun adegan dialog dan naratif sepanjang novel, akan sangat berpengaruh terhadap kualitas novel tersebut bagi pembaca.

5. Memiliki Gaya Bahasa yang Unik

Dalam menulis, gaya bahasa setiap penulis berbeda dan memiliki ciri khasnya masing-masing.

Gaya menulis fiksi klasik roman penuh hikmah, penuh perumpamaan bijak sekaligus tegas, akrab dengan novel karya Buya Hamka. Sementara gaya bahasa yang lebih vulgar dan apa adanya, misalnya bisa pula kamu temukan dalam karya-karya Eka Kurniawan. Jika kamu membaca karya penulis yang lain lagi, gaya mereka juga memiliki kekhasannya sendiri-sendiri.

Sebuah novel fiksi yang bagus akan selalu mampu mengekspresikan gaya penulisnya sendiri melalui bahasa yang ia gunakan.

Setiap penulis akan menghabiskan sepanjang karir penulisannya untuk membangun sebuah dunia dimana ia bisa memberikan gambaran pemikiran dirinya.

Nah, novel yang bagus memiliki kemampuan untuk menjadi representasi jiwa penulisnya sendiri.

6. Memiliki Ending yang Memuaskan

ciri novel yang bagus
Photo by Maksim Goncharenok on Pexels.com

Ending yang memuaskan bukan berarti happy ending ketika semuanya tertawa bahagia pada akhir cerita.

Maksud ending yang memuaskan dalam konteks ini adalah ketika keseluruhan bangunan cerita yang kamu tulis yang berisi beragam pertanyaan, puzzle, teka-teki, terjawab dengan baik pada akhir cerita. Atau lebih mudahnya, semua rasa penasaran pembaca terhadap pertanyaan-pertanyaan yang muncul sepanjang cerita, akan mendapatkan muaranya ketika ia mencapai ending.

Tetapi maksud ending memuaskan dari sebuah novel yang bagus tentu lebih dari sekedar jenis resolved ending.  Sebuah cerita yang memiliki ending yang memuaskan akan memberi satu rasa ‘lega’ dalam diri pembaca, meski apa pun hasil akhirnya.

Apakah novel yang kamu tulis berakhir dengan sad ending, happy ending, cliffhanger ending atau bahkan circle ending sekalipun, untuk sebuah novel yang bagus, endingnya akan tetap menghadirkan kepuasan dan kelegaan bagi pembaca.

Kesimpulan

Mengklasifikasikan sebuah novel sebagai novel yang bagus atau pun novel terburuk, tentu sangat subyektif jika itu dilihat dari sudut pandang para pembaca.

Namun 6 ciri novel yang bagus di atas adalan poin-poin penting untuk kamu perhatikan jika kamu adalah seorang penulis.

Jika tulisanmu sudah memenuhi 6 komponen pembangun novel tersebut secara sempurna, artinya kamu telah mampu memproduksi sebuah novel yang bagus.

Shopee Mantul

Tidak terlalu penting nantinya apakah ia menjadi bestseller atau tidak. Namun yang pasti, itu adalah sebuah novel yang bagus untuk dibaca.

BACA JUGA:


Tingkatkan skill menulismu

Yuk, gabung di Kelas Menulis Online Penulis Gunung dan keterampilan menulismu akan naik satu level


Penulis terbaik

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 19 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:

%d blogger menyukai ini: