Lompat ke konten
Beranda » Blog » Plot Hole dalam Novel dan Bagaimana Cara Mengatasinya

Plot Hole dalam Novel dan Bagaimana Cara Mengatasinya

Plot Hole

Fiksi yang hebat akan selalu mampu menjaga kepercayaan pembacanya sepanjang cerita. Ketika rasa tidak percaya pembaca mulai muncul, artinya ada plot hole yang telah tercipta. Konsekuensinya, pembaca akan kehilangan kepercayaan dan menilai terdapat kecacatan dalam cerita tersebut.

Lantas, apa itu plot hole dan bagaimana cara mengatasinya?

Penulis Gunung akan mengajak kamu untuk membahasnya dalam artikel kali ini.

Kamu punya kisah hidup menarik untuk dijadikan buku namun bingung cara menuliskannya?

Daftar Isi Artikel

Pengertian Plot Hole

Plot Hole
Photo by George Becker on Pexels.com

Di Indonesia, plot hole disebut juga sebagai rumpang alur, lubang alur atau kesalahan alur. Ini adalah sebuah kondisi ketika cerita mengalami error atau cacat logika berdasarkan alur yang sudah penulis cerita tetapkan sebelumnya.

Sederhananya, plot hole adalah inkonsistensi atau kesenjangan yang terjadi dalam perkembangan alur cerita atau dalam perkembangan karakter. Plot hole atau plot error bisa terjadi dalam novel, dalam film atau dalam cerita jenis apa pun yang alurnya cukup panjang.

Plot hole biasanya terjadi karena ketidaksengajaan penulis. Hal bisa saja karena kelupaan atau proses editing yang tidak menyeluruh, sehingga ada bagian yang tidak konsisten pada cerita.

Plot hole berbeda dengan plot twist. Tapi plot twist yang tidak direncanakan dengan baik bisa berpotensi menjadi plot hole atau plot error.

Jenis-jenis Plot Hole

Cacat alur dapat terjadi dalam bentuk yang sangat beragam.

Hal ini bisa terjadi karena kelalaian penulisan yang mengakibatkan jalan cerita bertentangan dengan kondisi faktual, dengan logika ilmu fisika, denga karakteristik awal karakter dan lain sebagainya.

Sebuah novel yang terdapat plot hole dalam alurnya akan mengkhianati kepercayaan pembacanya sehingga dapat menurunkan kualitas cerita.  Hal yang sama bisa terjadi pula dalam film yang berbuah pada rasa ketidakpuasan bagi penonton.

Dalam jenis cerita apa pun, setidaknya ada 5 jenis plot hole atau kecatatan alur yang paling umum terjadi, yaitu:

1. Cacat Alur Faktual

Plot Hole
Photo by Pixabay on Pexels.com

Rumpang alur faktual sangat sering terjadi dalam penulisan novel fiksi sejarah karena sifatnya yang menggambarkan kondisi secara khusus pada masa lampau. Ini dapat terjadi karena terjadi ketidaksesuaian antara kondisi pada masa yang diceritakan dengan fakta yang ada-ada dalam masa tersebut.

Contohnya begini;

Kamu menulis sebuah novel fiksi sejarah tentang perjuangan perang kemerdekaan di sekitar tahun 1945. Pada satu adegan pertempuran yang genting, kamu membuat tokoh cerita menelpon tokoh lainnya menggunakan handphone.

Nah, handphone pada masa itu adalah contoh plot hole faktual,karena kamu pasti tahu bahwa zaman itu (tahun 1945) teknologi telpon genggam belum populer.

2. Cacat Alur Mustahil

Jenis plot hole yang kedua adalah peristiwa mustahil yang terjadi karena melawan hukum fisika dan ilmu pengetahuan yang sudah paten keabsahannya.

Cacat alur seperti ini akan membuka pintu bagi pembaca untuk langsung membandingkan alur pada cerita dengan kondisi yang seharusnya berdasarkan pertimbangkan ilmu pengetahuan yang logis dalam kehidupan nyata.

Bagaimana contohnya?

Kamu menulis sebuah cerita dengan tokoh yang mampu menyelam lebih dari 20 menit tanpa alat bantu apa pun ketika dikejar oleh seekor monster menyeramkan.

Atau, kamu membuat tokoh cerita menjadi seorang juara Mixed Martial Art dalam satu malam, tanpa latihan dan proses sama sekali.

Baik menyelam selama 20 menit tanpa alat bantu ataupun menjadi juara MMA tanpa berlatih, semuanya mustahil terjadi berdasarkan logika ilmu pengetahuan. Dan tentu saja itu termasuk plot hole.

Meskipun demikian, kamu tentu bisa membangun cerita dalam yang mustahil dalam dunia fiksi fantasy. Akan tetapi menceritakannnya pun harus konsisten supaya tidak mengarah pada kecacatan alur.

3. Perkembangan Alur yang Tidak Masuk Akal

Plot Hole
Photo by Pixabay on Pexels.com

Jenis ketiga dari cacat alur atau plot hole adalah perkembangan alur cerita yang tidak logis atau tidak masuk akal.

Ini berbeda dengan kecacatan mustahil yang melawan hukum fisika dan ilmu pengetahuan sebelumnya. Cacat perkembangan alur lebih spesifik adalah inkonsistensi alur dalam cerita yang sebenarnya.

Misalnya begini;

Jika sedari awal kamu membangun satu dunia cerita yang tidak ada kemampuan sihir di dalamnya, maka akan ada sebuah cacat alur jika kamu membuat misalnya tokoh protagonis tiba-tiba memiliki kemampuan telekinesis, bisa terbang atau apa saja yang memiliki kesan magis.

Atau pada kondisi yang lain, kamu membuat satu tokoh antagonis yang benar-benar jahat di awal cerita. Namun di tengah cerita, tiba-tiba ia berubah menjadi sosok yang sangat baik hati.

4. Cacat Alur Kontradiksi

Plot hole selanjutnya adalah ketika kamu memperkenalkan satu aturan dalam dunia fiksi di awal cerita, kemudian kamu melanggarnya sendiri pada perkembangan cerita.

Kontradiksi seperti ini akan menghasilkan kecacatan alur yang juga akan membuat cerita tidak mendapatkan kepercayaan dari pembaca lagi.

Contoh plot hole kontradiksi misalnya adalah;

Kamu menulis cerita fiksi fantasi dengan kondisi ukuran makluk hidup yang terbalik. Gajah yang besar menjadi kecil dalam dunia itu, sementara semut yang kecil menjadi sebesar gajah.

Nah, plot hole dapat terbentuk misalnya ketika kamu membuat belalang dengan ukuran tubuh yang kecil, atau dinosaurus dengan ukuran raksasa. Itu adalah kontradiksi dengan aturan yang sudah kamu buat sebelumnya.

5. Cacat Alur Sub Plot yang Tidak Selesai

Plot Hole
Photo by Ann H on Pexels.com

Ketika menulis sebuah novel, kamu pasti akan memilih satu konflik utama dimana semua cerita akan dipusatkan. Selain konflik utama yang menjadi urat nadi cerita, kamu juga pastinya akan membangun konflik turunan untuk ikut andil memperkaya jalannya cerita.

Ketika konflik turunan yang sudah kamu sampaikan tidak terselesaikan namun kamu meninggalkannya begitu saja, ini akan berbuat menjadi plot hole.

Bagaimana contohnya?

Kamu menulis sebuah sebuah novel dengan konflik utama seorang protagonis yang ingin menjadi juara karate nasional. Selain konflik ini kamu juga membuat konflik lain berupa orang tua tokoh yang bertengkar dan terancam perceraian.

Pada perkembangan cerita, tokoh protagonis berhasil menjadi juara karate nasional dan hubungan kedua orang tuanya pun tiba-tiba harmonis.

Nah dalam alur seperti ini, konflik turunan tentang hubungan orang tua protagonis bisa menjadi plot hole. Ketika tidak ada resolusi dari konflik tersebut yang sudah diperkenalkan kepada pembaca, maka ia dapat segera menjadi kecacatan alur.

5 Tips Mengatasi Plot hole dalam Menulis Novel

Sebenarnya tidak akan mudah untuk benar-benar menghindari kesalahan dalam menulis sebuah cerita dengan tingkat kompleksitas yang tinggi seperti novel. Akan selalu ada kemungkinan ketika penulisan tanpa sengaja melewati, melupakan atau bahkan melanggar beberapa aturan yang sudah penulis buat sendiri.

Dan inilah yang kemudian akan menciptakan plot hole dalam cerita.

Lantas, bagaimana cara mengatasinya?

Nah supaya hal itu bisa dicegah, beberapa tips berikut ini bisa kamu lakukan.

1. Rencanakan Keseluruh Bangunan Cerita

mug watch and planner book on brown wooden surface
Photo by Content Pixie on Pexels.com

Ini mungkin hampir mirip dengan membuat sebuah outline atau kerangka ketika menulis novel. Tapi sejujurnya untuk menghindari plot hole atau cacat alur, ruang lingkup perencanaan bangunan cerita ini harus lebih kompleks lagi.

Dengan merencanakan semua bagian dari komponen cerita yang kamu bangun secara terperinci, kamu akan lebih mudah mengendalikan kemana cerita akan meluap. Untuk memaksimalkan hasilnya, pastikan kamu menetapkan batasan dan aturan dunia imjiner penulisan fiksimu dan segala komponen yang ada di dalamnya.

Pikirkan pula dengan baik kemana kamu ingin alur cerita berkembang, apa saja yang menjadi sebab akibat perkembangan alur, dan sejauh mana kamu ingin tokoh utama cerita membawa semua dunianya dalam cerita.

Setelah kamu menetapkan semua komponen bangunan cerita seperti ini, pastikan pula kamu membuat list-nya. Persis seperti kalau kamu ingin membuat ceklist untuk membangun karakter cerita.

Kemudian selama proses penulisan berlangsung, pastikan kamu tetap melacak secara berkala prosesnya. Terutama untuk memastikannya alurnya tetap konsisten dengan bangunan cerita yang sudah kamu rencanakan.

2. Lakukan Riset Topik Penulisan

Saran yang paling umum untuk menghindari plot error adalah dengan menulis yang kamu ketahui. Tapi, itu tentu dapat dikembangkan lagi dengan menambahkan riset untuk apa yang akan kamu tuliskan.

Jika kamu misalnya menulis tentang sebuah cerita dengan setting rumah sakit dan segala aktivitas yang ada di dalamnya, maka pastikan kamu mengetahui berbagai aturan, istilah dan praktik medis yang biasa ada di rumah sakit.

Atau jika kamu menulis cerita tentang misalnya seorang hacker yang membobol sistem keamanan paling canggih di dunia. Guna menghindari plot hole, kamu harus melakukan riset mengenai istilah apa saja dalam dunia hacker, programing dan cyber security dan sejenisnya.

Dengan melakukan riset, kamu dapat menghindari kemungkinan salah dalam menginterpretasi istilah-istilah tersebut dalam dunia ceritamu.

Intinya, semakin baik kamu mengenal dunia yang kamu tulis, maka kamu akan semakin hebat dalam membangun ceritanya. Dan itu juga akan memperkecil kemungkinan terjadinya plot hole.

3. Buat Aturan-aturan dalam Cerita

red traffic light against blue sky
Photo by Khoa Võ on Pexels.com

Dengan menetapkan aturan-aturan dalam jagad raya cerita yang kamu ciptakan, kamu pada gilirannya, sedang membuat aturan untuk diri kamu sendiri sebagai penulisnya. Dan ini adalah sesuatu yang tepat untuk kamu lakukan.

Deus ex Machina adalah ‘makanan empuk’ bagi kritikus film dan penonton yang kritis. Dalam novel, penyelesaikan konflik rumit yang tiba-tiba saja entah datang darimana, adalah termasuk dalam plot error. Pada banyak pertimbangan, kamu tidak harus mengaplikasikannya.

Guna memastikan bahwa ceritamu tidak akan terjebak pada momen deus ex machina seperti itu, kamu bisa menggunakan aturan-aturan.

Aturan ini akan menjadi rambu-rambu yang bisa kamu perhatikan ketika mulai tergoda menghadirkan jalan keluar yang mudah pada konflik-konflik cerita yang rumit.

4. Penuhi Janji Informasi Awal Cerita

Nah ini adalah salah satu yang bisa berubah menjadi jebakan plot hole jika penulis lupa menghadirkannya kembali pada akhir cerita. Ketika kamu sudah memberikan satu informasi bagi pembaca di awal cerita, pastikan informasi itu juga kamu singgung pada perkembangan cerita selanjutnya.

Ini seperti melunasi hutang informasi yang sudah kamu buat sendiri.

Oleh karena itu, kamu juga harus menemukan keseimbangan dalam memberikan jumlah informasi yang tepat untuk pembaca.

Tapi intinya adalah, pastikan semua informasi yang sudah kamu janjikan pada awal cerita, bisa kamu lunasi dalam perkembangan ceritanya.

5. Ambil Waktu Jeda

sportive woman with bicycle resting on countryside road in sunlight
Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

Jika kamu menemukan ada plot hole, cacat alur, inkonsistensi atau bagian-bagian yang tidak masuk akal dalam cerita yang kamu tulis, coba ambil jarak dengan naskahmu untuk beberapa waktu.

Pada banyak kasus, seorang penulis kadang terlalu dekat dengan naskah ceritanya sehingga ia tidak dapat lagi melihatnya secara obyektif.

Shopee Mantul

Nah, dengan mengambil waktu jeda sementara waktu, kamu akan membaca naskahmu dengan persepktif baru yang lebih segar. Dengan cara ini, kamu bahkan mungkin akan menemukan pilihan baru atau resolusi baru untuk mengatasi plot hole dalam ceritamu.

BACA JUGA:


Tingkatkan skill menulismu

Yuk, gabung di Kelas Menulis Online Penulis Gunung dan keterampilan menulismu akan naik satu level


Penulis terbaik

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 19 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:

%d blogger menyukai ini: