Lompat ke konten
Beranda » Blog » 5 Tips Sukses Menjadi Freelance Travel Writer

5 Tips Sukses Menjadi Freelance Travel Writer

Freelance Travel Writer

Berkeliling dunia dan menulis apa yang kamu lihat kemudian mendapatkan uang dari pekerjaan itu, tentu adalah hal yang menyenangkan. Karena itu tidak heran jika ada banyak orang yang mengatakan jika freelance travel writer adalah profesi impian.

Tapi untuk menjadi travel writer yang sukses juga tidak mudah, ada banyak hal yang harus kamu persiapkan.

Nah, kali ini Penulis Gunung akan mengupasnya untukmu.

Kamu punya kisah hidup menarik untuk dijadikan buku namun bingung cara menuliskannya?

Daftar Isi Artikel

Cara Menjadi Freelance Travel Writer yang Sukses

Freelance Travel Writer
Photo by Element5 Digital on Pexels.com

Sebenarnya ruang lingkup travel writing sangat luas.

Dalam definisi yang lebih longgar, penulis perjalanan atau travel writer juga mencakup blog writer, memoar, jurnalisme, food review, cerpen, non fiksi sejarah, buku alam hingga buku panduan.

Dengan luasnya rung lingkup yang dunia travel writing miliki ini, maka luas pula peluang seorang freelance travel writer untuk bisa membangun kesuksesan didalamnya. Kamu hanya perlu menemukan jenis penulisan perjalanan seperti apa yang paling tepat untuk kamu lakukan.

Profesi sebagai travel writer dapat menjadi ruang bagi terbukanya peluang pekerjaan yang menarik. Pekerjaan ini juga memberikan kamu kebebasan untuk memutuskan apakah akan bergabung bersama perusahaan perjalanan, ataukah dengan menjadi seorang freelancer.

Untuk menjadi travel writer yang sukses baik sebagai freelancer atau bukan, 8 tips berikut ini akan membuat kamu lebih sukses menjalaninya.

1. Temukan Sudut Pandang Penulisan yang Menarik

Freelance Travel Writer
Photo by George Pak on Pexels.com

Seorang penulis perjalanan yang hebat akan memiliki kemampuan untuk membawa para pembacanya masuk ke tampat-tempat baru melalui imajinasi mereka. Kemampuan bercerita seperti ini pula yang memperkuat istilah penulis sastra perjalanan sebagai nama lain dari travel writer.

Dengan identitasnya sebagai sebuah sastra, penulisan catatan perjalanan dalam bentuk apa pun membutuhkan sudut pandang yang menarik.

Sudut pandang dalam menulis blog atau buku travel writer, adalah alasan penting penulisan yang kamu lakukan. Alasan ini juga memilki makna yang sama dengan tujuan penulisan catatan perjalanan.

Jadi, untuk mendapatkan sudut pandang yang unik, kamu mungkin harus bertanya dulu pada dirimu sendiri yakni; apa tujuan kamu menuliskannya?

Apakah kamu ingin menginspirasi orang lain untuk datang ke tempat tertentu? Atau kamu ingin menceritakan satu nilai yang menarik dari suatu tempat yang kamu kunjungi?

Mengetahui alasan mengapa kamu menulis akan membantu kamu mendapatkan perspektif terbaik dalam becerita. Dan itu akan memastikan kamu menjadi lebih dekat kepada pembaca.

2. Show Don’t Tell (Deskripsikan dengan Terperinci)

Penulis wisata
Photo by Tobias Bjørkli on Pexels.com

Tips kedua dalam menulis catatan perjalanan adalah dengan mengaplikasikan pula tips penting dalam menulis cerita, yakni show don’t tell atau, tunjukkan jangan hanya memberitahu.

Travel writer blogs misalnya akan selalu menambahkan foto-foto sebagai cara untuk memperkuat imajinasi bagi pembacanya.

Namun ini tentu bisa kamu maksimalkan lagi dengan memastikan tulisan perjalanan yang kamu lakukan dapat kamu gambarkan secara rinci, mendetail dan spesifik.

Bangun sebuah narasi tulisan yang menarik dengan deskripsi-deskripsi spesifik tentang tempat yang kamu kunjungi sehingga akan menjadi gambaran yang nyata bagi pembaca. Semakin lengkap deskripsi yang kamu bagikan, maka itu semakin bagus.

3. Perbanyak Referensi Penulisan dengan Membaca

Freelance Travel Writer
Photo by Dids on Pexels.com

Travel writer yang hebat sudah pasti akan menghindari menulis sesuatu yang klise dan sudah dibagikan oleh ribuan penulis perjalanan lainnya. Semakin original dan unik perspektif yang seorang penulis perjalanan bagikan, akan semakin menarik pula tulisan yang ia hasilkan.

Nah untuk bisa menulis seperti ini, kamu tentu membutuhkan referensi. Dan referensi yang ideal bagi seorang travel writer adalah dengan membaca.

Kamu bisa membaca apa saja yang berhubungan dengan obyek yang kamu tuliskan. Buku panduan, majalah, koran, catatan perjalanan, blog pribadi bahkan komentar-komentar di media sosial, semuanya bisa kamu jadikan referensi.

Serap sebanyak mungkin dari semua informasi tersebut dan temukan apa yang paling menarik untuk kamu bagikan pada pembaca.

4. Menulislah dengan Kejujuran

Penulis wisata
Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

Kamu harus adil untuk mengatakan bahwa tidak semua perjalanan berjalan sesuai dengan recana. Pada satu kesempatan ketika sedang mengunjungi satu daerah tertentu di berbagai belahan dunia, kamu mungkin menemukan sesuatu tidak menyenangkan.

Nah, pengalaman kesulitan dan kendala-kendala seperti akan memperjelas bahwa tulisan kamu otentik dan memberi kesempatan kepada pembaca untuk belajar darinya.

Profesi sebagai travel writer berhubungan dengan menghadirkan preferensi bagi pembaca sebelum mereka mengunjungi satu tempat.

Dengan menuliskan pengalaman secara jujur dalam ulasan perjalanmu, ini tidak hanya akan menjaga reputasimu sebagai travel writer yang baik, namun juga akan meningkatkan kepercayaan pembaca pada hasil kerjamu di masa depan.

5. Jangan Meremehkan Pembaca

Freelance Travel Writer
Photo by Taryn Elliott on Pexels.com

Jika jasa yang diberikan seorang pemandu wisata adalah jasa guiding dalam artian benar-benar memandu, menunjukkan, megajak dan memberitahu. Maka kamu dapat mengurangi hal itu ketika terjun dalam dunia travel writer.

Hindari untuk terlalu memdikte pembaca tentang apa yang harus mereka lakukan dan rasakan. Sebaliknya, tunjukkan sesuatu dalam perspektif kamu sendiri, kemudian biarkan para pembaca menggunakan imajinasi mereka untuk menemukan gambaran versi mereka sendiri.

Beberapa traver writer Indonesia misalnya memilih untuk mendeskripsikan beberapa destinasi paling menarik di Indonesia dengan cara menujukkan hal unik di tempat tersebut. Jadi, bukannya dengan mengajari para pembaca tentang bagaimana mereka harus begini dan begitu.

Intinya adalah, berikan kesempatan kepada pembaca untuk menggunakan imajinasi mereka sendiri melalui tulisan yang kamu bagikan.

Kesimpulan

Untuk menjadi seorang freelance travel writer Indonesia yang sukses, kamu akan membutuhkan lebih banyak usaha selain mengerti dengan baik cara menyajikan catatan perjalanannya. Tapi seperti informasi pada awal artikel ini tadi, ada bidang yang sangat luas untuk kamu tekuni dalam dunia seorang travel writer..

Hingga mendapatkan gaji travel writer pertamamu, kamu akan membutuhkan banyak kerja keras, ketekunan dan strategi. Kesabaran untuk membangun jaringan dan mempromosikan diri juga penting sebagai pendorong kesuksesanmu sebagai penulis perjalanan.

Dengan 5 tips di atas, kamu sudah bisa menulis sebuah catatan perjalanan yang menarik bagi pembaca. Namun untuk berhasil dan sukses sebagai seorang freelance travel writer, kamu akan tetap membutuhkan latihan dan kesabaran dalam menjalani prosesnya.

Shopee Mantul

Selamat mencoba!

BACA JUGA:


Tingkatkan skill menulismu

Yuk, gabung di Kelas Menulis Online Penulis Gunung dan keterampilan menulismu akan naik satu level


Penulis terbaik

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 19 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:

%d blogger menyukai ini: