Lompat ke konten
Beranda » Blog » Cara Mengedit Naskah Novel Sendiri (Mudah dan Efektif)

Cara Mengedit Naskah Novel Sendiri (Mudah dan Efektif)

Cara Mengedit Naskah Novel

Setelah naskah novelmu selesai, kamu baru saja setengah jalan, setengahnya lagi adalah proses editing. Jika kamu tidak memiliki cukup banyak budget guna membayar editor profesional untuk mengedit naskahmu, belajar cara mengedit naskah novel sendiri berikut ini layak kamu baca dengan seksama.

Kamu punya kisah hidup menarik untuk dijadikan buku namun bingung cara menuliskannya?

Daftar Isi Artikel

9 Langkah Cara Mengedit Naskah Novel Secara Mandiri

Cara Mengedit Naskah Novel
Photo by Felicity Tai on Pexels.com

Menyunting atau mengedit naskah adalah salah satu fase dalam menulis novel yang paling melelahkan. Dalam fase ini kamu akan berhadapan dengan penulisan ulang, revisi, membaca ulang, revisi lagi dan seterusnya hingga berkali-kali.

Lantaran prosesnya yang panjang dan melelahkan, ada banyak penulis yang menyerah untuk urusan ini. Solusinya mereka kemudian membayar jasa editor profesional.

Membayar jasa editor profesional untuk mengedit naskah yang kamu tulis memang lebih mudah. Namun hasilnya tidak akan seoriginal imajinasi kamu sendiri. Selain itu, menggunakan jasa editor profesional juga biayanya tidak murah.

Ilmu editing naskah yang editor profesional miliki biasanya juga untuk naskah novel yang paling tidak sudah mengalami beberapa penyuntingan dari penulis aslinya. Sementara untuk naskah pertama yang masih penuh kekacauan, editor umumnya tidak menangani itu.

Mengapa bisa demikian?

Tentu bukan karena mereka tidak bisa. Tapi karena langkah-langkah menyunting naskah editor profesional bisa jadi akan membuat naskah novel yang kamu tulis benar-benar mengalami perombakan ulang. Dan itu sangat tidak efektif.

Dengan beragam alasan itulah kamu sudah seharusnya belajar cara mengedit naskah pada microsoft word yang menjadi media tempat kamu menulis novel.

Dan berikut langkah-langkahnya yang bisa kamu lakukan.

1. Mencetak Naskah Pertama (Print Out)

Daripada melalukan penyuntingan di layar laptop atau komputer yang terang, akan lebih mudah bagi kamu untuk menyuntingnya di atas kertas.

Jadi, langkah pertama yang bisa kamu lakukan untuk mengedit naskah novelmu sendiri adalah dengan mencetaknya (print out) terlebih dulu. Pengeditan menggunakan kertas akan lebih mudah, lebih nyaman, dan biasanya akan lebih berkonsentrasi untuk membangun cerita novel menjadi lebih baik.

Senjata yang kamu butuhkan untuk melakukan proses ini adalah kertas print out naskah, sebuah marker bertinta cerah seperti stabillo, dan segelas kopi, teh atau coklat hangat.

Instruksinya kemudian adalah; cari waktu dan tempat paling nyaman untuk kamu bisa membaca naskah novel yang kamu tulis tersebut, kemudian mulailah menelusuri kata demi kata secara seksama.

Jika kamu menemukan kalimat yang janggal, ungkapan yang tidak tepat, atau bahkan plot yang terasa bolong, gunakan marker bertinta cerah yang sudah kamu siapkan sebelumnya untuk menandai bagian tersebut.

2. Baca dengan Keras

Cara Mengedit Naskah Novel
Photo by Vlada Karpovich on Pexels.com

Cara mengedit tulisan dengan membaca keras dan membaca dalam hati akan memiliki perbedaan terhadap hasilnya.

Suara yang dikeraskan dalam proses penyuntingan naskah akan memberikan kamu satu pandangan yang tidak akan ada jika kamu membacanya dalam hati. Kadang-kadang mendengar kalimat yang sudah kamu tuliskan, dapat memberi kamu kesan yang lebih jelas tentang efektivitasnya.

Ada banyak teknis yang bisa kamu tempuh dalam langkah yang kedua ini.

Kamu bisa membacanya sendiri, meminta bantuan seseorang, atau mungkin menggunakan aplikasi edit naskah modifikasi seperti text to speech.

Namun bagian terpenting dalam proses ini adalah kamu dapat menemukan kejanggalan-kejanggalan, kalimat yang plin-plan, maksud yang tidak jelas, atau bahkan pemborosan kata-kata yang sebenarnya tidak perlu.

3. Ambil Waktu Jeda

Editing sama sekali bukan pekerjaan mudah. Kamu tidak bisa mengharapkan hasil yang sempurna dengan sekali tembak langsung jadi. Untuk alasan yang sama, kamu tidak bijak jika ingin menyelesaikan proses penyuntingan naskah dalam satu kali duduk.

Ada kalanya ketika penulis terlalu dekat dengan pekerjaan mereka sehingga pandangannya dalam proses editing tidak lagi obyektif. Untuk kasus seperti ini, tidak ada cara yang lebih tepat untuk kamu lakukan kecuali beristirahat sejenak. Ambil waktu jeda dan ambil jarak sementara waktu dengan naskah novelmu.

Langkah-langkah menyunting naskah novel akan efektif hanya jika pikiran kamu segar untuk melakukannya. Pikiran yang terlalu diporsir dengan keterikatan yang dalam pada naskah, sudah pasti bukan bagian dari efektivitas yang akan memberikan hasil yang memuaskan.

Jadi, untuk sementara waktu ambil jarak dengan dengan naskahmu jika kamu mulai merasa tidak dapat menelaah setiap katanya dengan benar.

4. Gunakan Lebih Banyak Kalimat Aktif

penulis gunung
Photo by Kampus Production on Pexels.com

Secara khusus untuk tokoh protagonis dalam cerita atau karakter utama lainnya yang memiliki peran besar, pastikan komposisi kalimat aktifnya lebih banyak daripada kalimat pasif.

Kalimat aktif adalah kalimat yang memberikan penekanan bahwa tokoh melakukan satu aktivitas. Sementara kalimat pasif sebaliknya, yang menunjukkan bahwa tokoh tersebut dikenai satu aktivitas.

Misalnya begini:

Kalimat aktif: Khamdan yang sudah bekerja keras dari pagi, dengan tergesa-gesa membuka kaleng cornet itu dengan kasar sehingga tanpa sengaja menumpahkan isinya di atas pasir.

Kalimat pasif: Kaleng kornet itu dibuka oleh Khamdan dengan tergesa-gesa karena rasa lapar bekerja keras sejak pagi, tanpa sengaja justru membuat isinya tumpah ke atas pasir.

Biasanya kalimat yang aktif dalam penulisan apa pun, akan selalu memberikan energi yang lebih baik bagi pembaca dan karakter cerita.

Tapi ini bukan berarti kamu tidak boleh menggunakan kalimat pasif. Hanya saja pastikan komposisi kalimat aktifnya lebih besar.

5. Edit Kata per Kata dan Baris per Baris

Saya sudah menerbitkan buku atas nama saya sendiri lebih dari 19 judul, dan saya harus tetap mengatakan bahwa proses editing adalah bagian yang paling melelahkan.

Baik menggunakan jasa editing naskah atau kamu mengeditnya sendiri, proses ini akan membutuhkan banyak kesabaran.

Editing yang sempurna tidak bisa kamu lakukan dengan lompatan eksponensial. Ini adalah cara yang tradisional dengan menyusuri kata per kata tulisan dalam naskah novelmu.

Untuk menemukan kalimat yang rancu, typo atau salah ketik, atau bahkan kalimat yang tanda bacanya keliru, kamu harus meneliti secara perlahan melalui kata per kata.

Jadi dalam proses ini kamu pasti akan membutuhkan banyak kesabaran.

6. Miliki dan Aplikasikan Panduan Gaya Pengeditan

Melihat peta penulis gunung
Photo by Dominika Roseclay on Pexels.com

Bagian ini tidak hanya berlaku ketika kamu mengedit novel, namun bisa kamu gunakan juga dalam proses penyuntingan lain seperti tulisan akademik, artikel ilmiah, atau bahkan hanya surat untuk permohonan maaf.

Panduan ini adalah tentang kaidah-kaidah yang menjadi gaya penulisan secara umum. Hal ini bisa saja berbeda misalnya antara penulisan fiksi atau penulisan non fiksi.

Perbedaannya bisa jadi menyangkut menempatkan tanda koma, cetak tebal, penggunaan cetak miring, membuat sitasi dan lain sebagainya. Intinya, ini sangat menyesuaikan dengan gaya apa kamu akan membangun layout naskah secara umum.

Dengan menerapkan kaidah gaya penulisan seperti ini, kamu tidak hanya akan menghasilkan satu tulisan yang bagus dan rapi. Tetapi juga bisa melatih kemampuanmu untuk menjadi seorang penulis yang lebih baik.

7. Jika Tidak Ada yang Unik, Hindari Klise

Harus jujur untuk mengatakan bahwa dalam penulisan apa pun klise adalah sesuatu yang membosankan.

Jadi, jika memang tidak ada hal-hal yang unik dalam unsur klise tersebut, akan lebih baik jika kamu tidak menggunakannya.

Pada beberapa novel, unsur klise kadang-kadang bisa menjadi sesuatu yang menarik bagi pembaca. Tapi bagaimana pun juga, plot cerita yang sama persis dan hanya berganti setting atau tokoh saja, tentu tidak akan menarik lagi.

Jika kamu memang menemukan ada hal unik untuk dieksplorasi sebagai kandungan dari bagian klise tersebut, mungkin kamu bisa mempertahankannya. Namun jika tidak ada hal-hal istimewa, sebaiknya klise tidak kamu gunakan dalam novelmu.

8. Baca Ulang Lagi dan Lagi

Cara Mengedit Naskah Novel
Photo by Min An on Pexels.com

Kesabaran adalah bagian penting dalam proses penyuntingan atau editing karena ini bukan pekerjaan satu malam yang bisa kamu selesaikan dengan mudah.

Setelah kamu menemukan berbagai kejanggalan, kalimat plin-plan, maksud yang tidak jelas dan lain sebagainya, kamu tentu akan merevisinya. Nah, setelah melalui proses penulisan dan revisi seperti itu apakah naskah novelmu sudah selesai dan siap terbit?

Sayang sekali itu belum cukup.

Sangat penting untuk kamu membaca kembali naskah tersebut dengan mengulangi cara-cara sebelumnya. Ini akan memakan waktu berkali-kali, bisa dua kali, tiga kali atau bahkan lima kali. Tidak ada angka yang ajaib berapa kali seharusnya kamu melakukan proses editing naskah sampai semuanya benar-benar siap dan sempurna.

Namun patokannya adalah; jika kamu sudah merasa cukup maka cukup.

Maka novelmu siap untuk masuk penerbitan.

9. Simpan Proofreading yang Terakhir

Tips dan langkah terakhir dari cara mengedit novel sendiri adalah dengan memastikan kamu menyimpan dengan baik hasil proof reading yang terakhir. Langkah ini penting apa pun jenis naskah tulisan yang sedang kamu edit.

Dengan menyimpan naskah terahir yang sudah melewati proses baca ulang, editing dan revisi, kamu akan lebih banyak belajar untuk tidak mengulangi beberapa hal yang kamu hapus, coret atau ganti dalam proses editing.

Selain membuat penulisanmu semakin efektif, manfaat lainnya adalah kamu lebih banyak menghemat waktu.

Jadi, dengan menyimpan hasil proof reading yang terakhir, kamu sudah memiliki contoh editing naskah yang pada penyuntingan selanjutnya bisa kamu jadikan sebagai sebuah panduan.

Kesimpulan

Dengan melakukan 9 cara mengedit naskah novel di atas, harapannya kamu sudah bisa menerbitkan novel kamu sendiri dengan bagian editingnya kamu lakukan secara mandiri. Langkah ini tentu akan menghemat biaya yang harus kamu keluarkan jika menggunakan jasa editing profesional.

Manfaat lain yang bisa kamu dapatkan adalah, buku atau novel yang kamu hasilkan akan benar-benar merepresentasikan pemikiran, imajinasi dan gaya kamu penulisanmu sendiri. Dan ini adalah salah satu kemerdekaan yang mahal harganya dari seorang penulis.

Shopee Mantul

Jadi, selamat mencoba mengedit novelmu sendiri, ya.

BACA JUGA:


Tingkatkan skill menulismu

Yuk, gabung di Kelas Menulis Online Penulis Gunung dan keterampilan menulismu akan naik satu level


Penulis terbaik

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 19 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:

%d blogger menyukai ini: