Lompat ke konten
Beranda » Blog » Kisah JK Rowling dan 7 Hal Paling Inspiratif dalam Hidupnya

Kisah JK Rowling dan 7 Hal Paling Inspiratif dalam Hidupnya

Kisah Hidup JK Rowling

Sebagai penulis paling kaya di dunia, kisah JK Rowling sama sekali bukan hal yang asing. Penulis novel fantasi Harry Potter ini memiliki kisah hidup yang luar biasa. Sebagai sesama penulis, belajar dari kisah yang JK Rowling alami, akan memberikan kamu kekuatan untuk terus optimis dalam berkarya.

Nah, apa saja cerita menarik dari seorang penulis wanita paling sukses di dunia ini?

Berikut 9 hal paling menarik dari J.K. Rowling yang sudah Penulis Gunung rangkum untuk kamu.

7 Hal Menarik dari Perjalanan Kisah JK Rowling yang Inspiratif

Source: Antara News

Sebelum kekayaan JK Rowling menjadi miliaran dolar seperti sekarang, ia dulunya adalah seorang pengangguran yang malang. Joane Rowling bertarung dengan kebutuhan hidup, perceraian dan berbagai macam kegagalan.

Namun imajinasi JK Rowling nyatanya sangat tinggi dan ia tidak pernah menyerah dengan apa pun yang sedang ia alami. Sembari menjalani kehidupan yang tidak mudah dan tuntutan biaya yang terus membengkak, JK Rowling menulis naskah novel Harry Potter miliknya.

Kamu mungkin sudah tahu jika novel Harry Potter terbit setelah 12 kali mengalami penolakan. Tetapi tahukan kamu apa yang sebenarnya terjadi dibalik cerita tersebut?

Bahkan jika berbicara lebih jauh, JK Rowling juga masuk dalam daftar penulis kontroversial dunia karena idenya tentang penyihir dalam dunia Harry Potter. Ide tentang penyihir pada saat itu mendapat sambutan dari beberapa orang dengan apreasiasi yang sinis.

Lalu bagaimana JK Rowling menghadapi semua tantangan tersebut?

Apa yang ia lakukan dalam menghadapi tantangan itulah yang kemudian menjadikan berbagai kisah inspiratif JK Rowling selalu menarik perhatian.

Dan berikut adalah 7 cerita pilihan di antara kisah tersebut.

1. Novel Harry Potter Terbit karena Gadis Kecil Usia 8 Tahun

Kamu tidak akan tahu darimana kesuksesanmu nantinya akan Tuhan berikan jalan.

Manusia bisa memperhitungkan, mengira dan merencanakan, tapi pada akhirnya Tuhan juga yang akan menetapkan ketentuan. Menariknya, kadang-kadang ketentuan Tuhan itu sama sekali tidak terduga sama sekali.

Dan ini juga terjadi pada JK Rowling.

Ceritanya begini;

Nigel Newton adalah salah satu eksekutif dari Bloomsburry Publishing, penerbit yang menerbitkan novel Harry Potter. Nigel memiliki seorang puteri bernama Alice Newton yang baru berusia 8 tahun.

Setelah menerima naskah novel Harry Potter yang diantar oleh JK Rowling, belum ada niat bagi Nigel untuk menerbitkannya. Namun naskah tersebut tetap ia bawa pulang untuk dibaca oleh Alice.

Menariknya kemudian, ternyata Alice Newton sangat menyukai cerita itu. Dan itu memaksa ayahnya untuk menerbitkannya buku tersebut sekaligus juga sekuelnya.

Kamu mungkin tidak menemui cerita ini jika membaca biografi JK Rowling singkat. Tapi kita dengan mudah dapat bersepakat bahwa melalui perantara Alice Newton, gadis kecil usia 8 tahun inilah kesuksesan Harry Potter bermula.

2. JK Rowling adalah Penulis Perempuan Pertama yang Menjadi Miliarder

Source: Store Norske

Menjadi seorang penulis bisa menjadi kehidupan yang penuh perhatian dan bergaya. Atau pada kesempatan lain; penuh perjuangan berat, kerja keras, bahkan sulit untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Tapi pada kesempatan yang berbeda, profesi penulis juga bisa membuat kamu menjadi kaya raya.

Dan JK Rowling tampaknya adalah sosok yang lengkap untuk mewakili tiga model kehidupan penulis seperti itu.

Ia pernah melarat dan hidup penuh kekurangan. Setelah sukses ia bisa hidup penuh gaya nan kharismatik. Dan setelah sangat sukses, ia kemudian masuk dalam klub miliarder dan menyandang gelar sebagai penulis perempuan pertama di dunia yang menjadi miliarder karena karya-karyanya.

Sayangnya JK Rowling tidak begitu menikmati statusnya sebagai miliarder.

Beberapa tahun kemudian ia meletakkan gelar sebagai miliarder dengan menyumbangkan 160 juta dollar untuk sebuah acara amal.

3. Dementors Terinspirasi dari Ketakutan JK Rowling Sendiri

Hal ini sama sekali bukan rahasia dalam dunia penulis, bahwa menciptakan segala seuatu dalam karya mereka seringkali berangkat dari pengalaman mereka sendiri.

Itu juga terjadi dengan JK Rowling, terutama ketika ia menciptakan karakter Dementors, bagian dari tokoh antagonis menyeramkan dalam serial Harry Potter.

Dementor terinspirasi dari ketakutan dan kecemasan Rowling sendiri. Ia pernah mengalami depresi yang parah di masa mudanya, terutama setelah kelahiran anak pertamanya.

Dan depresi inilah yang kemuidan Rowling kristalkan dalam karakter Dementors.

4. Ia Menggunakan Nama Pena karena Penerbit Takut Pembaca Anak Laki-laki Menolak Karyanya

Source: Ingenovirtual

Joane Rowling adalah nama asli JK Rowling dan dia sama sekali tidak memiliki nama tengah. K atau Kathleen yang tersemat sebagai nama tengahnya, bukan nama tengah asli dari penulis hebat ini. Itu hanya nama yang berasal dari inisial nama neneknya, sosok yang mendapat banyak cinta dan kekaguman dari Rowling.

Ketika Harry Potter sudah menemukan rumahnya untuk terbit, penerbit ingin memastikan bahwa novel bisa diterima oleh semua pembaca anak-anak, baik laki-laki mau pun perempuan. Nama Joane Rowling yang mengindikasikan penulisnya perempuan, telah memberikan kekhawatiran bagi publisher bahwa novel itu tidak akan pembaca anak-anak laki minati.

Jadi, sang penulis kemudian menawarkan nama penanya: J.K. Rowling.

5. Ia Memposting Surat Penolakan untuk Menginspirasi Penulis Lain

Source: Pinkvilla

Mendapat penolakan adalah bagian dari kehidupan penulis baru, dan JK Rowling tahu persis hal itu karena ia juga mengalaminya. Bukankah kamu sudah sangat hapal kisah JK Rowling menulis Harry Potter yang naskahnya ditolak selusin kali?

Di akun twitternya, JK Rowling kemudian memposting surat penolakan tersebut.

Menariknya, ia menghapus nama publisher atau penerbit yang menolak naskahnya tersebut sebagai cara untuk menghormati mereka. Dalam surat penolakan itu juga JK Rowling menggunakan nama penanya yang lain; Robert Galbraith.

J.K. Rowling mengatakan bahwa alasan ia memposting surat penolakan itu adalah murni sebagai motivasi bagi penulis lainnya supaya tetap bersikap positif tanpa kehilangan semangat. Sama sekali tidak keinginan balas dendam dalam perbuatan tersebut.

6. Ia Memiliki Nama Pena yang Lain, Nama Pena Laki-laki

Kisah hidup J.K Rowling pada umumnya terkenal melalui karya Harry Potter saja. Itu sudah membentuk satu ikon bagi sosok penulis yang kemudian karyanya menjadi salah satu novel fantasi paling laris di dunia itu.

Tapi nama J.K. Rowling bukan nama pena satu-satunya yang Joane Rowling gunakan untuk mempublikasikan karyanya. Selain nama itu, Joane juga menggunakan nama lain yang benar-benar terdengar sebagai nama laki-laki, yaitu; Robert Galbraith.

Nama Robert Galbraith menjadi nama yang tertera di atas sampul buku fiksi kriminal karya Joane Rowling yang judulnya adalah The Chuckoo’s Calling yang terbit pada tahun 2013.

Alasan Joane melakukan ini adalah ia ingin memisahkan antara karya monumentalnya yang ikonik, dengan dunia fiksi lain yang ingin ia ciptakan pula melalui nama pena Robert Galbraith.

7. J.K. Rowling Mendedikasikan Satu Tokoh Nyata dalam Novel Harry Potter

Semua karakter dalam novel Harry Potter yang berjilid-jilid itu adalah fiksi, kecuali satu orang. Karakter asli itu hadir dalam tokoh yang bernama Natalie dalam serial Harry Potter and the Goblet of Fire.

JK Rowling memasukkan nama Natalie sebagai salah satu tokoh dalam Harry Potter karena terdorong oleh sebuah surat yang ia terima.

Kira-kira begini ceritanya;

Penggemar novel Harry Potter itu ada di seluruh penjuru dunia, termasuk di Kanada.

Pada tahun 1999, seorang gadis kecil dari Kanada bernama Natalie McDonald mengirimi JK Rowling sebuah surat. Natalie sendiri adalah fans berat Harry Potter dan ingin menyurati sang penulis terdorong oleh rasa cintanya terhada cerita Harry Potter.

Namun pada saat yang sama, Natalie Mc Donald juga bertarung dengan penyakit leukimia. Sayang sekali ia kemudian meninggal dunia pada saat surat yang ia kirim belum sempat JK Rowling baca.

Setelah membaca surat tersebut, JK Rowling kemudian menghormati Natalie McDonald dengan memasukkan satu karakter secara khusus dalam buku Harry Potter and the Goblet of Fire yang bernama Natalie.

Kesimpulan

Dengan statusnya sebagai salah satu penulis paling sukses di dunia, kehidupan JK Rowling sangat menarik untuk menjadi topik cerita. Perjalanan hidupnya yang tidak mudah, penolakan hingga kedermawanan dan kepeduliaannya terhadap sesama.

Arti penting bagi kita sebagai seorang penulis ketika membaca kisah inspiratif JK Rowling seperti ini adalah dengan terus memupuk semangat, kerja keras dan optimisme dalam berkarya.

Shopee Mantul

Kamu dan kita mungkin saja memang tidak akan mencapai ketenaran seperti yang JK Rowling capai. Tapi mengikuti kerja keras, motivasi dan semangat yang ia miliki, tentu tidak ada salahnya.

BACA JUGA:



Penulis terbaik

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 19 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:

%d blogger menyukai ini: