Lompat ke konten
Beranda » Blog » Apa Saja Tipe Penulisan Bisnis dan Contohnya?

Apa Saja Tipe Penulisan Bisnis dan Contohnya?

Apa Saja Tipe Penulisan Bisnis

Jika kamu bertanya apa saja tipe penulisan bisnis, maka jawabannya bisa sangat luas. Setiap bisnis memiliki berbagai macam dokumen yang masing-masing nenggunakan beberapa spesifikasi tergantung dengan fokus industri dan tujuan penulisannya.

Berbagai tujuan  dan orientasi usaha memerlukan berbagai bentuk penulisan bisnis. Namun dari dokumen yang tak terhitung banyaknya ini, sebenarnya terbagi dalam empat kategori saja yang paling utama.

Kamu butuh ghost writer profesional untuk menyelesaikan pekerjaanmu?

Empat Tipe Penulisan Bisnis yang Paling Utama

Apa Saja Tipe Penulisan Bisnis
Photo by Ketut Subiyanto on Pexels.com

Berdasarkan tujuannya, masing-masing dari banyak dokumen  dan surat-menyurat bisnis termasuk dalam empat segmentasi yang luas ini. 

Nah, dengan memahami pembagian konsep penulisan bisnis seperti ini,  akan sangat membantu kamu nantinya dalam mengambil keputusan yang terbaik. Baik itu untuk tujuan penulisan dokumen mau pun untuk tujuan bisnismu sendiri.

Jadi, apa saja contoh penulisan bisnis yang paling umum?

1. Tipe Penulisan Bisnis Instruksional

Penulisan bisnis instruksional memberi pembaca informasi yang  ia perlukan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Pekerjaan ini mungkin perlu segera kamu selesaikan atau mungkin untuk referensi di masa mendatang.

Jenis dokumen bisnis intruksional ini harus memecah proses menjadi langkah-langkah yang dapat pembaca mengerti dengan mudah. Dalam praktiknya, penulisan bisnis instruksional seringkali terurai dalam bentuk langkah-langkah dan sebagainya.

Dalam jenis penulisan bisnis satu ini, catatan tertulis harus menjelaskan dengan sangat sederhana kepada pembaca. Penjelasan ini biasanya meliputi tentang instruksi terkait, ruang lingkup pekerjaan yang  terintegrasi dengan variasi atau potensi masalah yang bisa saja terjadi.

Ada beberapa jenis penulisan bisnis intruksional yang bisa menjadi contoh untuk memudahkan kamu memahami jenis penulisan ini. Beberapa yang paling populer misalnya adalah;

a. Panduan Pengguna atau Manual Book

Apa Saja Tipe Penulisan Bisnis
Photo by Polina Tankilevitch on Pexels.com

Tujuan penulisan bisnis instruksional berbentuk manual book, user guide atau buku panduan adalah untuk memberikan perintah, instruksi, larangan dan saran kepada pengguna suatu produk.

Panduan ini berfokus pada memungkinkan pelanggan untuk menggunakan suatu produk secara tepat guna dan efektif. Manual book yang efektif sangat penting untuk pengalaman pengguna yang baik dan pelanggan yang bahagia.

Panduan pengguna sering juga merupakan bagian dari penulisan teknis yang masih terkait erat dengan penulisan bisnis.

b. Spesifikasi

Penulisan bisnis spesikasi adalah satu dokumen teknis yang memberikan garis besar produk atau proses yang memungkinkan konsumen berpengetahuan luas untuk membangun atau merekonstruksinya secara mandiri.

Dalam pengertian yang lebih sederhana, dokumen bisnis spesifikasi juga menjadi dokumen yang menjelaskan secara mendetail kegunaan, jenis, fungsi, kelemahan dan keunggulan suatu produk.

Kamu pastinya bisa menemukan contoh penulisan bisnis spesifikasi hampir dalam setiap produk, kan?

c. Memo Bisnis

Contoh ketiga dari penulisan bisnis instruksional adalah memo bisnis. Ini adalah semacam pemberitahuan singkat tentang informasi baru. Memo bisnis pada umumnya banyak terjadi  di satu ruang lingkup grup besar dalam suatu organisasi.

Isi penulisan memo bisnis dapat mencakup instruksi langsung atau menjadi referensi tentang cara menyelesaikan tugas di masa mendatang.

2. Tipe Penulisan Bisnis Informatif

black and white browsing business coffee
Photo by Pixabay on Pexels.com

Tidak semua tipe penulisan bisnis membutuhkan tindakan sebagai feedback-nya.

Kadang tulisan dalam jumlah yang besar dan panjang lebar bertujuan sebagai referensi atau catatan. Kategori ini dapat mencakup beberapa dokumen bisnis yang kurang terkenal tetapi masih penting.

Mencatat informasi bisnis secara akurat dan konsisten penting untuk menandai kemajuan sebuah bisnis. Selain itu, pencatatan seperti ini juga berguna untuk memprediksi pekerjaan di masa depan serta mematuhi kewajiban hukum dan kontraktual.

Beberapa contoh yang termasuk dalam kategori dokumen bisnis informatif misalnya adalah;

a. Laporan Bisnis

Sebenarnya hampir sebagian besar penulisan informasi temasuk dalama kategori penulisan laporan.

Banyak perusahaan, organisasi, badan usaha, birokrasi atau apa saja, menggunakan laporan untuk berbagai tujuan.

Beberapa tujuan tersebut misalnya adalah;

  • Menjadi landasan untuk melakukan suatu tindakan.
  • Menjadi bahan untuk mengkomunikasikan informasi bisnis dan teknis.
  • Sebagai cara untuk melihat, mengamati, menilai dan mencatat suatu pekerjaan yang selesai.
  • Sebagai cara untuk merekam insiden dan kejadian tidak terduga.
  • Sebagai pijakan untuk menyelesaikan suatu proyek dan rekomendasi untuk melakukan satu tindakan yang berdasarkan saran.
  • Sebagai catatan arsip atau rekam umum.

Dengan banyaknya tujuan penulisan laporan bisnis informatif seperti di atas, sangat penting dalam penulisannya memiliki tata cara yang terbaik.

Laporan informatif bisnis yang ditulis dengan baik memungkinkan pembaca untuk dengan mudah memahami konten dan membuat keputusan yang tepat.

b. Laporan Bisnis Informasi Keuangan

Apa Saja Tipe Penulisan Bisnis
Photo by Nataliya Vaitkevich on Pexels.com

Dokumen bisnis ini menguraikan keadaan keuangan suatu perusahaan. Bahasa lainnya adalah, bahwa pernyataan dalam tulisan jenis ini memberikan gambaran fiskal perusahaan selama periode tertentu.

Laporan bisnis keuangan juga berkaitan erat dengan istilah akuntasi atau accounting.

Dalam penulisan ini kamu akan berhadapan dengan banyak istilah seperti laporan laba rugi, neraca perdagangan aktif, neraca utang, neraca piutang dan lain sebagainya.

c. Notulensi

Notulen adalah risalah atau ringkasan proses rapat.

Dalam notulensi terdapat catatan diskusi, keputusan, dan tugas untuk peserta dan orang lain. Penulis notulensi biasanya adalah notulen yang dalam perusahaan kemungkinan besar adalah seorang sekretaris.

3. Tipe Penulisan Bisnis Persuasif

iphone dark notebook pen
Photo by Negative Space on Pexels.com

Pada umumnya ketika seseorang berpikir tentang penulisan bisnis, maka yang  ia pikirkan adalah kategori penulisan persuasif.

Tipe penulisan bisnis persuasif ini umumnya terkait dengan penjualan, marketing, promosi dan semacamnya. Tulisan persuasif dapat saja secara langsung dengan fokus pada item tertentu. Atau juga bisa secara tidak langsung dengan berfokus pada pengembangan hubungan dengan pelanggan.

Tujuan tulisan persuasif biasanya ada dua, yaitu:

  • Untuk menyampaikan informasi kepada pembaca.
  • Untuk meyakinkan pembaca bahwa informasi yang mereka terima menawarkan nilai terbaik.

Untuk kedua tujuan ini, penulisan persuasif harus berupaya mampu memberikan kesan menarik pada pembaca dan mempengaruhi keputusan mereka.

Ada beberapa contoh dokumen persuasif yang bisa kamu ambil sebagai contohnya, yang paling populer misalnya ialah;

a. Proposal

Ini adalah dokumen-dokumen  yang bertujuan untuk menguraikan penawaran produk atau layanan kepada klien potensial tertentu.

Proposal klien umumnya menyajikan berbagai informasi penting seperti profil penawaran, manfaat bagi klien, deadline, biaya, dan kompetensi.

b. Email Penjualan atau Email Marketing

Ini adalah email yang penulisannya ditujukan kepada sejumlah besar orang untuk mempromosikan produk atau layanan.

Dalam email marketing, juga ada beberapa struktur untuk memastikan bahwa tujuan email tercapai. Beberapa istilah dalam email marketing misalnya adalah open rate, convertion rate dan lain sebagainya.

c. Siaran Pers

Penulisan teks bisnis ini biasanya dilakukan oleh  jurnalis dan media yang menyajikan informasi baru.

Teks siaran pers ini sendiri bertujuan untuk membujuk pembaca supaya mau membagikan konten teks melalui saluran mereka sendiri.

4. Tipe Penulisan Bisnis Transaksional

black and gray digital device
Photo by Torsten Dettlaff on Pexels.com

Komunikasi yang kamu gunakan sehari-hari sebenarnya termasuk dalam tipe penulisan bisnis transaksional.

Sebagian besar tulisan ini biasanya melalui email, tetapi juga mencakup surat bisnis resmi, formulir, dan faktur. Cara paling mudah untuk meningkatkan keterampilan penulisan bisnis transaksional yang kamu miliki adalah dengan mengikuti kursus online.

Dokumen dalam penulisan transaksional ini biasanya berguna untuk memajukan operasional umum. Kadang-kadang tulisan transaksional juga berguna untuk menyampaikan kabar baik dan buruk yang sering berkaitan dengan sumber daya manusia.

Contoh penulisan bisnis transaksional;

a. Email

Email dalam bisnis adalah dokumen untuk mengkomunikasikan informasi dengan cepat antara staf atau klien dalam kegiatan bisnis.

Penulisan email bisnis tentu berbeda dengan penulisan email pribadi. Dalam email bisnis tujuannya bisa dibuat lebih jelas, ringkas dan tidak bertele-tele.

b. Pemberitahuan Pemberhentian Kerja

Mungkin tidak banyak orang yang  berharap mendapatkan surat bisnis seperti ini. Surat pemberhentian kerja adalah surat pemecatan yang juga linear dengan surat PHK.

Pada umumnya surat pemecatan ini memberikan konteks resmi dan rincian prosedural yang terkait dengan pemutusan hubungan kerja antara satu perusahaan dengan karyawannya.

Beberapa Tips Penting dalam Membuat Tulisan Bisnis

Apa Saja Tipe Penulisan Bisnis
Photo by Ken Tomita on Pexels.com

Meskipun tujuan penulisan binsis beraneka ragam, namun inti penulisan bisnis umumnya tidak berbeda jauh. Ada beberapa kaidah penting yang telah menjadi satu ketentuan umum dalam penulisan bisnis jenis apa pun.

Nah, berikut adalah beberapa tips bermanfaat untuk kamu dalam menulis dokumen bisnis  dengan kualitas komunikasi profesional yang baik.

1. Tujuan Penulisan Harus Jelas

Penulisan bisnis yang efektif selalu mempertimbangkan audiens dan tujuan yang jelas.

Ini adalah jenis tulisan yang berorientasi pada hasil atau pada output apa yang ingin dicapai melalui tulisan tersebut. Penulisan teks adalah untuk membantu pembaca melakukan  sesuatu atau untuk mengetahui sesuatu.

2. Penulisan Harus Ringkas, Relevan dan Sederhana

Kata-kata yang berlebihan, metafora, bahasa yang alay,  jargon tertentu, atau informasi asing  yang tidak relevan, sama sekali tidak punya tempat dalam jenis penulisan bisnis apa pun.

Jadi ketika kamu menulis satu dokumen bisnis, pastikah kamu membuatnya sederhana, dapat pembaca mengerti dengan mudah dan ringkas padat.

3. Gunakan Lebih Banyak Kalimat Aktif

Tips terakhit untuk membuat tulisan bisnis yang efektif adalah dengan menggunakan suara aktif vs. suara pasif sebanyak mungkin.

Kalimat aktif membuat makna tulisanmu lebih jelas bagi pembaca.

Apa yang kamu harapkan, mengapa  dokumen itu penting dan tindakan apa yang harus menjadi konsekuensi dari penulisan tersebut dapat tergambar lebih jelas melalui kalimat aktif.

Intinya adalah setiap elemen penulisan bisnis harus mendukung komunikasi tujuan kepada pembaca.

4, Hindari Typho dan Informasi yang Tidak Akurat

Tentu saja, tips terakhir untuk penulisan bisnis yang baik  adalah bebas dari kesalahan tata bahasa dan ejaan serta informasi yang tidak akurat.

Jadi untuk menghindari kesalahan ejaan atau informasi yang tidak akurat, sebaiknya kamu membaca ulang sebelum memutuskan untuk mempublish satu dokumen bisnis. Jika itu adalah dokumen yang membutuhkan verifikasi, maka jangan sungkan untuk kembali melakukan pengecekan akurasinya terlebih dahulu.

Shopee Mantul

Selamat mencoba!

BACA JUGA:


Tingkatkan skill menulismu

Yuk, gabung di Kelas Menulis Online Penulis Gunung dan keterampilan menulismu akan naik satu level


Penulis terbaik

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 19 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:

%d blogger menyukai ini: