40 Cara Mempromosikan Tulisan yang Terbukti Sangat Efektif

Cara Mempromosikan Tulisan

Apakah kamu menulis buku, artikel, atau blog? Jika kamu ingin menghasilkan uang dengan aktivitas itu, kamu tetap harus tahu cara mempromosikan tulisan yang menjadi karyamu.

Bahkan jika buku karyamu sendiri sudah terbit secara tradisional, kamu mungkin harus tetap menangani beberapa promosi kamu sendiri. Beberapa penerbit memberikan lebih banyak tanggung jawab promosi dan penjualan pada penulis. Kasus ini hanya berbeda jika kamu adalah penulis terkenal dengan nama besar dan garansi buku best seller.

Lalu, bagaimana cara mempromosikan tulisan buku, artikel, puisi, cerpen atau apa pun yang kamu tulis?

Kamu punya kisah hidup menarik untuk dijadikan buku namun bingung cara menuliskannya?

40 Cara Mempromosikan Tulisan Paling Ampuh untuk Para Penulis

Cara Mempromosikan Tulisan
Photo by Tatiana Syrikova on Pexels.com

Sebelum kamu masuk dalam langkah teknis promosi, kamu perlu mencari tahu siapa pembaca idealmu dan bagaimana kamu akan menjangkau mereka. Cara terbaik apa pun tidak akan banyak berguna jika kamu mempromosikannya di semua tempat yang salah.

Mengenal pembaca ideal itu artinya kamu harus menggunakan media yang pembacamu gunakan. Kamu harus mengunjungi ke tempat di mana pembacamu berkunjung.  Jadi, luangkan waktu dan cari tahu siapa yang paling mungkin membaca tulisanmu, apa yang mereka inginkan, dan bagaimana pula kamu dapat menjangkau mereka.

Setelah kamu mendapatkan jawaban, kemudian cari tahu apa yang ada dalam daftar berikut yang akan membantumu membuat pembaca ideal itu  mengetahui, bahwa kamu juga menulis karya hebat untuk mereka.

1. Bangun Blog atau Website Pribadi

Tidak ada perdebatan, hari ini penulis membutuhkan sebuah situs web mereka sendiri. Jadi, jika sebelumnya kamu belum terpikir untuk memiliki blog atau website pribadi, sekarang adalah waktu untuk mengevaluasinya kembali.

Kamu dapat memposting kutipan, memberi tahu orang-orang di mana kamu mungkin akan hadir. Dalam blog kamu juga dapat memberikan informasi kontak dan menjual buku yang sudah menjadi karyamu.

Pada dasarnya sebuah blog adalah media yang multifungsi. Kamu dapat menggunakannya untuk memberi tahu pembaca tentang apa yang kamu lakukan, berbagi saran pada mereka, atau menulis tentang bidang keahlian yang kamu miliki.

2. Menjadi Pembicara

Penulis non-fiksi dapat menjadi pembicara tentang topik mereka di konferensi, sekolah, dan pertemuan lainnya.

Misalnya jika kamu menulis buku tentang bahaya narkoba, maka kamu mungkin akan mendapat undangan untuk berbicara tentang hal tersebut di forum tertentu.

Kamu juga dapat berbicara tentang dunia menulis kepada kelompok penulis, atau di perpustakaan, atau di konferensi menulis. Saat kamu menjadi pembicara, mintalah salinan karyamu untuk dijual juga. Atau setidaknya siapkan pamflet yang mencantumkan karyamu dan tempat calon pembeli bisa membelinya.

3. Datang ke Toko Buku

Untuk datang ke setiap toko buku dan bertamu sebagai seorang penulis, kamu mungkin saja belum cukup terkenal. Akan tetapi jika kamu tahu bahwa buku karyamu ada dalam barisan etalase satu toko buku, maka kamu bisa mencoba cara ini.

Jadi kamu datang ke beberapa toko buku terdekat dan yang paling mungkin untuk kamu kunjungi.  Nah, di toko itu kamu dapat menandatangani buku-buku karyamu atau membaca sebagian dan memperkenalnya kepada calon pembeli.

4. Manfaatkan Media Sosial

person holding iphone showing social networks folder
Photo by Tracy Le Blanc on Pexels.com

Ada begitu banyak situs media sosial saat ini sehingga jika kamu memilih semuanya akan membuat kamu harus menginvestasikan hampir semua waktu yang kamu miliki. Jadi, jangan coba-coba melakukan semuanya.

Cara yang paling ideal jika kamu memilih sosial media untuk mempromosikan tulisan adalah dengan memilih dua atau tiga platform saja. Pilih media sosial yang paling kamu sukai dan yang banyak pembacamu juga gunakan.

Untuk mendapatkan hasil yang sesuai, dedikasikan waktu secara konsisten untuk memperbaruinya.

Jika kamu memilih wattpad, kamu bisa mempelajari kata-kata promosi cerita di wattpad. Jika kamu memilih facebook, twitter, tiktok atau apa saja, maka pelajari juga cara berinteraksi yang paling efektif dengan pembacamu melalui platform tersebut.

5. Menjadi Pengajar

Jika kamu ahli dalam sesuatu, lihat apakah kamu bisa mengajarkan hal tersebut di suatu tempat.

Ada banyak hal yang bisa kamu manfaatkan mulai kelas komunitas, seminar, dan sesi pelatihan bisnis, atau apa saja yang memberikan kamu kesempatan untuk berpartisipasi.

Nah, dalam kesempatan seperti ini, manfaatkan pula untuk mempromosikan tulisan kamu sendiri. Kamu bisa mengutip isinya, atau bahkan memajang pamfletnya sebagai referensi dalam mengajar.

Cara lain yang juga bisa kamu lakukan adalah dengan mengajar melalui karya kamu sendiri. Jadi, kamu dapat mengajarkan bentuk atau genre tulisanmu kepada kelompok penulis atau kelas literasi tertentu.

6. Mengunjungi Lokakarya Penulis

Ada banyak hal menarik yang bisa kamu temukan ketika menghadiri suatu konferensi literasi.

Kamu misalnya dapat ikut berpartisipasi dalam hal pertukaran pengalaman, pengetahuan menulis hingga kartu nama. Dengan teknis yang sama, kamu juga dapat menghadiri konferensi bisnis dan konferensi yang terkait dengan bidang keahlianmu.

Ketika melakukan cara ini, jangan lupa untuk membagikan kartu namamu dan mengenalkan diri dengan orang-orang dalam lingkungan tersebut. Bawa juga beberapa buku buku karyamu dalam acara tersebut yang tentu saja bisa kamu jual pada orang yang berminat memilikinya.

7. Menerbitkan Tulisan Lain

Jika kamu telah menulis buku, cobalah menerbitkan beberapa artikel juga. Kamu bisa memilih untuk menerbitkan tulisan seperti ini di majalah, surat kabar, buletin, atau di situs web lain.

Saat kamu menggunakan langkah ini, pastikan kamu menyebut kredit untukmu di akhir artikel. Kredit tersebut bisa saja akan berbunyi seperti;

A Wan Bong adalah penulis buku Mimpi di Mahameru, ia tinggal di Magelang dan seringkali mendaki gunung di akhir pekan”

Nah, dengan teknik ini pembaca artikel akan mendapatkan informasi tentang gaya menulismu, buku yang sudah kamu tulis, dan juga sedikit hobimu mendaki gunung.

Kamu tentunya bisa bereksplorasi dengan penyebutan penulis yang lebih kreatif, bukan?

8. Tampil di Acara yang Relevan

people sitting on gang chairs
Photo by Luis Quintero on Pexels.com

Jika buku atau karyamu memiliki tema, lihat apakah ada acara yang kompatibel di mana kamu dapat muncul.

Jika kamu misalnya adalah penulis fiksi ilmiah, kamu mungkin tertarik pada satu acara tentang teori-teori ilmu teknologi masa depan. Atau jika kamu adalah penulis novel misteri dengan sub genre paranormal, kamu juga bisa menemukan acara terkait untuk tampil pula disana.

Kamu tentu dapat membidik acara-acara lokal terlebih dahulu sebelum muncul dalam forum yang lebib besar. Namun intinya adalah, cari tahu ke mana pembacamu dan ikuti mereka ke sana pula.

9. Manfaatkan Biografimu

Jika ada sesuatu dalam hidupmu yang memengaruhi tulisanmu, maka temukan cara untuk menghubungkan keduanya dengan pembaca karya-karyamu.

Misalnya kamu adalah seorang penyintas kanker yang menulis tentang perawatan kanker. Atau kamu pernah mengalami kejadian traumatis dalam hubungan rumah tangga dan kamu menulis tentang hal semacam itu. Atau apa saja pengalaman yang kamu miliki dan pengalaman itu mempengaruhi tulisanmu.  

Nah, kamu mungkin bisa muncul atau berkontribusi pada acara amal yang terkait dengan hal yang menjadi topik tulisan kamu tersebut. Artinya kamu bisa datang ke komunitas penyintas kanker, korban kekerasan dalam rumah tangga dan lain sebagainya yang relevan dengan karyamu.

Saat kamu berbicara dalam acara tersebut, pastikan kamu memberi hubungan kuat antara masa lalumu, upayamu untuk mengatasinya dan tentunya yang paling penting; buku-buku yang kamu hasilkan untuk menceritakannya.

10. Buat Tour Buku Virtual

Ini mungkin belum begitu populer bagi penulis Indonesia, tapi sudah ada yang melakukannya.

Jadi banyak penulis sekarang yang melakukan tur secara virtual daripada terbang keliling negeri.

Jika kamu menempuh cara ini pula, sisi menyenangkannya adalah ia lebih murah dan tidak melelahkan. Kamu dapat muncul melalui Google Meet, Zoom, Skype atau obrolan online kemudian menceritakan karya-karyamu dalam tur tersebut.

Dalam tur seperti ini, kamu dapat memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengajukan pertanyaan. Jika kamu tidak dapat menjawabnya secara langsung dalam tur, kamu juga bisa memposting jawaban kamu itu di kemudian hari.

11. Berikan Bukumu Secara Gratis

Cara mempromosikan tulisan selanjutnya mungkin terkesan sangat boros dan tidak menghasilkan sama sekali. Tapi tidak juga sebenarnya, apalagi dengan adanya versi buku dalam bentuk buku digital atai eBook.

Dengan munculnya eBook, sangat mungkin untuk memberikan bukumu secara gratis atau dengan harga yang sangat rendah dalam waktu yang terbatas. Versi eBook tidak membutuhkan modal sama sekali. Kamu dapat membagikan satu buku karyamu jutaan kali secara cuma-cuma tanpa harus kehilangan satu rupiah pun.

Dengan cara ini akan ada kemungkinan buku karyamu ada di tangan orang-orang yang akan meninggalkan ulasan positif dan menyebarkan hal tersebut dari mulut ke mulut. Dan itu adalah saatnya namamu sebagai penulis terangkat dan kantongmu bisa terisi penuh.

12. Jika Bukumu Gratis, Pastikan Semua Orang Mengetahuinya

anonymous muslim girlfriends in local market in town
Photo by Sangeet Rao on Pexels.com

Buku gratis dan berkualitas adalah sesuatu yang sangat banyak penggemarnya. Kamu mungkin saja salah satunya, kan?

Nah, jika kamu mempromosikan tulisan karyamu dengan membagikan bukumu secara gratis atau dengan harga yang sangat murah seperti ini, pastikan semua orang tahu tentang itu.

Untuk menyebarkan hal tersebut kamu dapat memanfaatkan banyak hal, mulai dari blog pribadi, sosial media hingga situs khusus yang relevan

12. Dapatkan Review atau Ulasan

Sudah menjadi satu formula yang ampuh bahwa produk apa pun yang memiliki ulasan bagus akan lebih mudah untuk konsumen percayai. Jika kamu ragu dengan konsep ini coba lihat di situs belanja seperti shopee, lazada, atau apa saja. Produk dengan ulasan yang banyak dan positif, akan menjadi produk yang paling banyak pembeli masukkan ke keranjang belanja mereka.

Nah, kamu dapat melakukan hal serupa untuk bukumu. Jadi, berikan beberapa bukumu ke tangan para pembaca profesional atau pengulas profesional.

Ini mungkin berarti kamu memberikan beberapa salinan tulisanmu kepada blogger, youtuber,  mengirimkannya ke outlet media, atau meminta sesama penulis untuk ulasan singkat di blog mereka.

13. Buat Cuplikan Buku

Membuat cuplikan buku adalah cara baru mempromosikan tulisan yang bisa kamu lakukan juga. Tentu saja langkah pertamanya adalah memastikan bahwa kamu memang yakin untuk mengambil langkah ini.

Ada banyak penulis sekarang yang membuat trailer buku, mirip dengan trailer film, yang menunjukkan hal-hal penting dari buku tersebut.

Nah jika kamu tertarik mengikuti rute ini, pastikan kamu melakukannya secara profesional. Trailer buku yang buruk bisa jadi menggelikan dan justru memperburuk reputasimu di mata calon pembaca. Tapi tidak masalah jika kamu memang adalah penulis buku humor.

Namun intinya adalah, membuat cuplikan buku dalam bentuk video harus kamu lakukan dengan sangat profesional dan menarik.

14. Kumpulkan Soundtrack untuk Bukumu

Apakah ada musik yang menginspirasimu saat menulis? Apakah karakter protagonis yang kamu ceritakan mendengarkan musik tertentu dalam buku tersebut? Nah, kamu dapat memanfaatkan teknik ini dengan membuat daftar putar dan posting di situs website milikmu.

Tapi ingat, ketika kamu menggunakan cara ini untuk mempromosikan tulisan, jangan pernah memposting lagu yang sebenarnya untuk didownload. Sertakan tautan ke penjual resmi tempat pembaca dapat membeli lagu tersebut.

Dalam langkah ini kamu hanya memanfaatkan lagu tersebut untuk memberi warna pada bukumu. Pembaca biasanya suka mendengarkan musik yang sesuai dengan buku. Jadi kamu bisa menggunakan hal tersebut pada bukumu pula.

15. Minta Penulis Lain untuk Mengomentari Karyamu

Cara Mempromosikan Tulisan
Photo by Ketut Subiyanto on Pexels.com

Mungkin tidak akan mudah meminta nama penulis beken seperti Tere Liye, Asma Nadia atau bakan JK Rowling untuk berkomentar dalam bukumu. Tapi kamu mungkin dapat menemukan penulis lain yang bersedia memberikan komentar untuk sampul buku atau situs web yang kamu miliki.

Jika kamu mengambil langkah ini, pastikan untuk membalas budi mereka sebaik yang kamu bisa.

16. Coba Jumpa Press

Kemungkinan besar media besar tidak akan peduli bahwa kamu menerbitkan buku pertamamu. Tetapi outlet media lokal mungkin saja, terutama jika cerita atau biografi yang kamu tulis memiliki relevansi dengan komunitas lokal.

Jadi jika kamu misalnya tinggal di kota Makassar dan kamu menulis tentang sejarah kuliner suku Bugis atau bahkan menulis biografi Sultan Hasanuddin, kamu bisa menghubungi beberapa media lokal setempat.

Intinya kamu bisa membuat siaran pers yang solid lalu sebarkan ke media yang akan menganggap ceritamu menarik dan relevan bagi pembaca mereka pula.

17. Guest Post atau Posting Tamu di Blog

Cara klasik dan masih terbukti efektif untuk mempromosikan tulisan yang kamu hasilkan adalah dengan menulis guest post atau posting tamu. Guest post ini dapat kamu lakukan dalam banyak cara, bisa di blog penulis lain atau di blog lain yang relevan untuk kamu menulis topiknya.

Langkah praktisnya adalah temukan blog yang sering pembacamu kunjungi dan tanyakan apakah kamu dapat menulis posting tamu tentang topik tertentu pada blog tersebut.

Dalam guest post, kamu mungkin tidak akan menulis tentang bukumu sendiri, tetapi kredit tulisanmu akan tetap berbunyi seperti pada contoh nomor 7 dalam daftar ini;

A Wan Bong adalah penulis buku Mimpi di Mahameru, ia tinggal di Magelang dan mendaki gunung pada akhir pekan”

18. Berinvestasi dalam Cover yang Menarik

Pepatah boleh mengatakan bahwa ‘jangan menilai buku dari sampulnya’. Tapi fakta juga berbicara bahwa buku seringkali hanya mendapat penilaian dari sampulnya saja.

Sampul yang mudah bagi pembaca untuk membacanya dengan karya seni yang bagus dan desain grafis yang menarik, akan lebih laku  daripada sampul yang terlihat murahan dan berantakan.

Sampul yang bagus dapat kamu ubah ukurannya agar pas dan terlihat bagus dalam segala hal mulai dari kartu nama hingga situs web. Jika kamu berbakat dalam bidang ini, kamu bisa melakukannya sendiri. Tapi jangan memaksakan diri jika hasilnya membuat kamu sendiri merasa jengah.

Kamu bisa menggunakan generator sampul seperti Canva yang memungkinkan kamu memilih dari gambar dan font untuk menyatukan sampul kamu sendiri. Namun kelemahan cara ini adalah; akan ada banyak buku dengan penerbitan mandiri yang muncul dengan gambar yang sama di sampulnya.

Dan itu bisa saja membingungkan bagi pembaca.

19. Berikan Kontak untuk Pembaca

portrait of young woman using mobile phone in cafe
Photo by Chevanon Photography on Pexels.com

Ini adalah cara yang umum untuk kamu lakukan. Para penulis pada umumnya sudah melakukan ini pada buku-buku mereka, namun belum banyak yang mengoptimasinya melalui blog atau situs mereka.

Jadi, cantumkan informasi kontak yang kamu miliki di situs website dan di bagian belakang bukumu. Jika pembaca ingin bertanya, mengeluh atau berkomentar, atau menjadwalkan untuk berbicara denganmu, buat mereka mudah untuk melakukannya.

20. Permudah Pembaca untuk Menemukan Karyamu Lainnya

Jika ini bukan buku pertamamu, pastikan untuk menyertakan tautan atau informasi tentang buku kamu sebelumnya dalam buku saat ini.

Sebaliknya, jika ini adalah buku kamu untuk yang pertama kalinya, maka tidak ada salahnya juga untuk memberikan sedikit epilog untuk bukumu selanjutnya. Tips ini akan lebih mudah jika buku pertamamu merupakan bagian dari serial yang menarik. Pembaca dengan sendirinya akan mencari informasi untuk sekuel buku tersebut selanjutnya.

Nah, dengan menyertakan informasi tersebut dalam bukumu, pembaca akan lebih mudah mencapai keinginan mereka.

21. Gunakan Klub Buku

Cara selanjutnya yang juga bisa kamu lakukan untuk mempromosikan tulisan adalah dengan mengirimkan bukumu ke sebuah klub buku. Setelah itu, lihat apakah mereka akan menampilkannya sebagai pilihan mereka.

Dalam upaya ini kamu tidak harus mengincar acara hebat seperti Najwa Shihab, Rhenald Kasali atau setingkat itu. Ada banyak klub buku lokal dan online yang mungkin tertarik.

Sertakan panduan diskusi di akhir bukumu atau sebagai dokumen terpisah untuk membantu klub memfasilitasi diskusi.

22. Selalu Memiliki Salinan yang Tersedia

Simpan selalu salinan bukumu di mobilmu sehingga kamu dapat memberikan atau menjualnya kepada siapa saja yang berminat. Jika bukumu adalah sebuah ebook, siapkan kartu nama dengan tautan ke situs web kamu sendiri atau situs web apa pun yang menjual buku tersebut.

Kamu tidak pernah tahu kapan  akan mendapatkan kesempatan terbaik mempromosikan tulisan karyamu, jadi pastikan kamu siap untuk memanfaatkan setiap waktu melalu salinan yang tersedia.

23. Adakan Sayembara

Cara Mempromosikan Tulisan
Photo by Tima Miroshnichenko on Pexels.com

Cara lain yang bisa kamu tempuh untuk mempromosikan tulisan karyamu adalah dengan mengadakan sayembara. Jika kamu mungkin adalah penulis fiksi romantis, kamu mungkin bisa mengadakan sayembara menulis cerpen romantis dengan hadiah buku untuk 10 cerpen terbaik.

Atau kamu juga bisa membuat sayembara membuat cover untuk buku kamu selanjutnya. Untuk cara ini kamu mungkin harus mempersiapkan sedikit uang selain salinan bukumu sendiri sebagai hadiahnya.

Untuk memastikan promosi ini berjalan sesuai tujuannya, pastikan setiap peserta sayembara menerima informasi yang lengkap tentang bukumu dan diri kamu sebagai penulisnya.

24. Tambahkan Bonus

Jika orang membeli bukumu pada tanggal tertentu atau dari situs web tertentu, kamu bisa memberikan suatu hadiah.

Atau bahkan jika mereka dapat memberikan bukti pembelian, kamu dapat menyertakan barang gratis seperti novella yang menyertainya atau bab dari buku berikutnya dalam seri tersebut. Selain itu, kamu juga bisa menyertakan hadiah berupa misalnya kalender satu lembar dengan foto karyamu sebagai dekorasinya.

Orang-orang suka barang gratis dalam barang yang mereka beli, jadi kamu bisa memanfaatkan hal itu untuk mempromosikan karyamu sendiri.

25. Promosi Silang dengan Penulis Lain

Caranya adalah dengan menemukan penulis lain dalam genre atau bidang yang kamu tulis juga. Tampilkan posting blog mereka di situs web milikmu dan tautkan ke konten mereka.

Sebagai gantinya, mintalah mereka melakukan hal yang sama untuk buku dan situs blog kamu juga.

26. Manfaatkan Kolaborasi

Jika karya kamu  adalah seorang penulis bagian dari antologi atau hasil kolaborasi, maka kamu bisa saling melengkapi dalam urusan promosi.

Kolaborasi antologi bisa kamu lakukan sesama penulis dengan genre sama, atau dengan ilustrator jika kamu misalnya menulis buku untuk anak-anak.

Nah, baik sesama penulis atau bersama dengan ilustrator, kamu dapat memperkuat kolaborasi itu dengan menggenjot promosi bersama.

27. Pasarkan dalam Bentuk Paket

Cara Mempromosikan Tulisan
Photo by cottonbro on Pexels.com

Jika kamu memiliki beberapa buku, pertimbangkan untuk menjualnya sebagai satu paket.

Misalnya kamu menulis non-fiksi dan kamu memiliki materi kursus, video, atau ceramah audio yang mendukung pembahasan itu, maka pertimbangkan untuk menggabungkan beberapa atau semuanya menjadi satu.

Jual bundel karyamu dengan harga lebih rendah daripada yang bisa dibeli pembaca satu per satu.

28 . Donasikan Bukumu

Berikan buku karyamu ke perpustakaan, sekolah, klub, tempat penampungan, atau organisasi lain yang mungkin tidak dapat atau tidak mau membeli sendiri karyamu.

Ini mungkin terdengar tidak produktif karena hal ini justru membuat kamu harus mengeluarkan uang.

Tapi sejujurnya tidak juga, karena bisa jadi dalam perpustakaan, sekolah atau klub tempat kamu menyumbang bukumu tersebut, akan ada orang yang tertarik untuk mengoleksi bukumu secara mandiri.

29. Buat Papan Pinterest

Pinterest saat ini bukan hanya tempat untuk melihat gambar dan berbagi gambar. Lebih jauh, Pinterest juga telah menjadi sebuah mesin pencari yang efektif. Nah kamu juga bisa memanfaatkan Pinterest sebagai cara mempromosikan tulisan kamu pula.

Caranya?

Coba sematkan gambar dan tautan yang menginspirasi penulisan bukumu atau terkait dengannya dalam beberapa cara. Kamu mungkin bisa menyematkan gambar lokasi setting yang kamu gunakan untuk menulis bukumu, atau gambar pakaian yang dikenakan karakter ceritamu.

Beberapa pembaca suka menyimpan detail di kepala mereka, tetapi yang lain lebih suka melihat apa yang mungkin penulis lihat pula saat membuat karya mereka.

30. Tampil di Buletin Alumni

Kamu juga bisa menggunakan ikatan alumni untuk mempromosikan tulisan hasil karyamu.

Langkahnya adalah dengan memastikan bahwa asosiasi alumnimu tahu bahwa kamu menerbitkan buku dan minta mereka menambahkan dirimu ke buletin. Jika itu memang memungkinkan.

Supaya cara ini lebih efektif, kamu juga bisa mengirim beberapa karyamu ke pengurus ikatan alumni tersebut yang mungkin dapat menarik perhatian mereka.

31. Buat Podcast

Cara Mempromosikan Tulisan
Photo by cottonbro on Pexels.com

Kamu dapat memposting podcast di situs websitemu.

Dalam podcast tersebut kamu dapat berbicara mengenai karya terbarumu, proses penulisan yang kamu lakukan, karya penulis favoritmu, atau apa pun yang menurut kamu akan menarik minat pembacamu.

Namun tisp pentingnya ketika kamu juga memilih cara ini untuk mempromosikan tulisan adalah dengan tetap informatif, berbicara dengan jelas, dan tidak berlangsung selama berjam-jam.

32. Kartu Nama         

Beberapa orang mengatakan bahwa kartu nama sudah usang di dunia digital, dan sudah tidak efektif lagi untuk media promosi pada masa sekarang.

Tapi sebenarnya, kartu nama masih sangat berguna.

Kartu nama dapat dengan mudah kamu bagikan di konferensi, seminar, lokakarya, atau bahkan ketika berpapasan dengan calon pembeli potensial dalam perjalanan.  Supaya lebih efektif sebagai media promosi bukumu, kartu nama dapat kamu sertakan dengan jumpa pers atau paket pemasaran.

Jadi,buat kartu namamu mudah untuk dibaca dan sertakan semua informasi kontak yang relevan didalamnya.

32. Berkomentar di Blog Lain

Nah, ini juga adalah cara yang menarik untuk mempromosikan tulisanmu. Selain dapat menjadi media promosi yang efektif, berkomentar di blog orang lain juga dapat meningkatkan trafik kunjungan ke blog kamu sendiri.

Jadi, luangkan waktumu untuk mengirim komentar yang membangun di blog lain dan pastikan untuk menyertakan tautan kembali ke situs websitemu atau menyebutkan buku karyamu juga.

Namun jangan hanya berkomentar untuk membuat backlink saja. Pastikan pula kamu  menulis komentar yang menarik dan membangun.

33. Bermurah Hati dengan Ucapan Terima Kasih

Jika seseorang membantumu, baik itu pemilik toko buku, blogger, atau anggota media, pastikan untuk mengucapkan terima kasih.

Nah caranya, kirim surat pribadi berisi ucapan terima kasih atau email. Kamu tetap dapat mencantumkan judul karyamu dalam ucapan tersebut meskipun orang-orang yang telah membantumu sudah pasti tahu siapa dirimu.

Akan tetapi bagian terpenting dari cara ini adalah, menunjukkan etikamu kepada mereka.

Orang-orang seperti ini jauh lebih mungkin untuk terus merekomendasikan pekerjaan seseorang yang sopan dan bijaksana daripada seseorang yang kasar dan tidak tahu berterima kasih.

34. Buat Beberapa Barang Dagangan

Cara Mempromosikan Tulisan
Photo by Karolina Grabowska on Pexels.com

Mempromosikan tulisanmu dengan barang dagangan tidak berarti harus barang mahal. Kamu dapat memilih pembatas buku, pensil, buku catatan, itu sudah cukup bagus untuk kamu berikan.

Jika kamu memiliki lebih banyak uang, kamu dapat membuat item yang lebih mahal dan relevan dengan bukumu. Atau membuat sesuatu yang menurut pembacamu akan berguna atau menyenangkan.

Misalnya kamu menulis buku penyihir seperti Harry Potter, maka kamu mungkin bisa membuat produk seperti tongkat sihir yang dicetak nama dan judul karyamu di atasnya.

35. Coba Sistem Konsinyasi

Jika toko buku tidak mau membeli bukumu, lihat apakah kamu dapat mengirimkannya kepada mereka melalui sistem konsinyasi.

Jika buku tersebut terjual, mereka membagi keuntungan denganmu.Namun jika tidak, kamu dapat mengambil kembali buku-buku itu dan toko ada yang dirugikan.

Cara konsinyasi ini dapat bekerja dengan toko  non-tradisional juga sebenarnya. Misalnya, jika bukumu memiliki kaitan dengan lokasi wisata, coba lihat apakah kamu dapat menempatkan buku kamu di toko suvenir atau museum lokal.

36. Gunakan Jaringan Terdekatmu (Keluarga, Teman atau Rekan Kerja)

Ini bukan cara yang paling efektif, tapi tidak ada salahnya jika kamu mencobanya juga.

Jadi, coba  lihat apakah keluarga dan temanmu bersedia membicarakan karyamu dengan orang lain yang mereka kenal. Atau apakah mereka mungkin bersedia mempostingnya di profil jejaring sosial mereka.

Jangan terlalu banyak menuntut untuk hal ini. Tapi jika mereka mau melakukannya untukmu, setidaknya itu bisa menjangkau calon pembacamu di lingkaran mereka.

37. Buat Channel YouTube

Dalam channel youtube tersebut, kamu dapat memposting cuplikan buku, video instruksi dan video penampilan dan wawancaramu. Jika memang kamu memilikinya.  

Atau kamu juga dapat menyusun tayangan slide, ulasan buku lain, dan video lain yang sesuai dengan minat pembacamu.

Tujuan utama membuat channel youtube pada langkah ini untuk menjadi informasi bagi pembaca atas karya yang kamu tuliskan. Jika kamu konsisten dan subscriber channelmu semakin besar, kamu bahkan bisa mendatangkan uang sendiri melalui cara ini.

38. Adakan Acara Launching

Cara Mempromosikan Tulisan
Photo by Matheus Bertelli on Pexels.com

Kamu dapat mencari cara bagaimana supaya launching buku bisa dilakukan tanpa harus mengeluarkan banyak biaya. Caranya bisa dengan mencari sponsor, mengajak kerjasama dan lain sebagainya.

Misalnya kamu dapat melihat apakah toko buku lokal bisa mengizinkan kamu untuk mengadakan acara peluncuran buku.  Atau kamu juga bisa mengadakan launching buku di perpustakaan, sekolah, klub buku atau dimana saja yang bisa mendatangkan cukup banyak calon pembaca.

Dalam acara launching tersebut kamu dapat membaca, berbicara tentang topik bukumu, mengadakan kontes atau undian, menyediakan minuman, atau bahkan bermain game tentang buku-bukumu.

39. Ikuti kontes

Ada cukup banyak kontes penulisan dan penghargaan untuk penulis yang mengizinkan masuknya karya mereka sebelumnya.

Jika kamu berhasilkan memenangkan kontes seperti ini, maka tulisanmu kemungkinan akan ikut tampil di situs web kontes dan dapat masuk dalam antologi bersama pemenang lainnya.

Cara ini mungkin terkesan gambling karena kamu belum tentu menang. Tapi jika kamu suka berkompetisi maka tidak ada salahnya untuk mencobanya, kan?

40. Pendekatan Organisasi dan Bisnis

Jika buku yang kamu tulis memiliki hubungan dengan organisasi atau suatu bisnis, coba lihat apakah kamu dapat menarik minat mereka untuk membeli beberapa eksemplar.

Mungkin organisasi penyelamat hewan ingin menjual atau memberikan bukumu tentang cara memelihara anjing kepada klien mereka. Atau organisasi bisnis besar juga tertarik untuk membeli bukumu yang membahas tentang presentasi memukau seorang pengusaha.

Intinya adalah temukan minat yang relevan satu organisasi, kemudian tawarkan karyamu pada mereka.

Kesimpulan

Nasihat terakhirnya sederhana saja.

Kamu ingin mempromosikan karyamu, tetapi kamu tentunya tidak ingin membuat orang lain marah, bukan?

Jadi, boleh saja meminta kesempatan untuk tampil atau berkontribusi, tetapi jika jawabannya tidak, jangan merengek atau meminta terlalu jauh. Jika orang lain cukup baik untuk memberikan alamat email mereka, maka jangan menyalahgunakannya dengan mengirimi mereka email setiap hari.

Kirimkan email hanya jika kamu memiliki sesuatu yang baru dan relevan. Dan jangan lupa pula untuk memberikan opsi yang jelas bagi mereka untuk memilih keluar.

Bahkan jika seseorang mengatakan bahwa mereka tidak nyaman mempromosikan bukumu dengan berbagai alasan, maka jangan memaksa atau membuat mereka bersalah. Ingat kembali bahwa kamu ingin mempromosikan tulisanmu, bukan membuat semua orang  justru muak dan kesal denganmu.

BACA JUGA:


Tingkatkan skill menulismu

Yuk, gabung di Kelas Menulis Online Penulis Gunung dan keterampilan menulismu akan naik satu level


ghost writer terbaik

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 19 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:

Related Posts

%d blogger menyukai ini: