Konflik Cerita yang Menarik: Tokoh Melawan Diri Sendiri

Konflik Cerita yang Menarik

Ada banyak jenis konflik cerita yang menarik dan bisa kamu gunakan untuk membangun sebuah alur. Konflik bisa datang dari berbagai hal, mulai dari tokoh antagonis, masyarakat, teknologi, hingga kekuatan alam. Namun terkadang, konflik terbesar justru datang dari diri tokoh cerita itu sendiri.

Nah, apa itu konflik cerita tokoh melawan diri sendiri dalam sebuah novel?

Artikel Penulis Gunung kali ini akan mengajak kamu untuk membahasnya hingga tuntas, ya.

Pengertian Konflik Cerita yang Menarik Karakter versus Diri Sendiri + Contoh dan Cara Membuatnya

Konflik Cerita yang Menarik
Photo by Ivan Oboleninov on Pexels.com

Contoh konflik cerita manusia melawan diri sendiri dapat kamu temukan dalam banyak novel. Saya juga pernah mengangkat konflik ini untuk satu novel yang berjudul MMA Trail.

Dalam novel tersebut tokoh protagonis bernama Bharal bertarung melawan dirinya sendiri untuk mencapai satu pengertian yang mendalam tentang hidup. Novel ini bersetting tentang gunung-gunung di Jawa Tengah seperti Merapi dan Merbabu, namun antagonis utamanya adalah diri Bharal itu sendiri.

Novel-novel yang mengetengahkan tema pencarian jati diri, kelahiran kembali dan krisisnya keimanan adalah novel yang akrab dengan konflik internal. Dalam cerita-cerita jenis ini, karakter protagonis akan menjadi sosok yang sekaligus menjadi antagonis cerita.

Pengertian Konflik Cerita Karakter Melawan Diri Sendiri

Konflik karakter versus diri sendiri adalah jenis konflik yang terjadi di dalam pikiran karakter. Pada umumnya segala bentuk pertarungan, perselisihan dan kontradiksi berkecamuk dalam benak karakter. Untuk alasan ini pula konflik satu ini termasuk dalam jenis konflik internal.

Konflik cerita fiksi manusia melawan diri sendiri biasanya melibatkan pergulatan batin tokoh utama dengan keraguan diri, dilema moral, atau sifatnya sendiri.

Meskipun bisa berkombinasi dengan konflik eksternal, seperti manusia melawan kekuatan alam, manusia melawan manusia, manusia melawan supranatural, atau manusia melawan masyarakat, konflik tokoh melawan diri sendiri pada intinya adalah masalah antara karakter dan pikirannya sendiri.

Contoh Novel dengan Konflik Tokoh versus Diri Sendiri

Karakter versus diri sendiri adalah salah satu jenis konflik yang paling menarik karena mencerminkan realitas pengalaman manusia.  Selain itu, konflik ini juga menghadirkan karakter kompleks yang tidak selalu menyatu dengan diri mereka sendiri.

Kisah-kisah terbaik biasanya memasukkan manusia melawan diri sendiri sebagai salah satu dari beberapa konflik yang saling berhubungan. Beberapa contoh ide cerita yang menarik dengan konflik jenis ini misalnya adalah;

1. The Old Man and The Sea karya Ernest Hemingway

Konflik Cerita yang Menarik
Source: Simon & Schuster

Protagonis dalam novel ini adalah Santiago yang digambarkan sebagai seorang nelayan tua yang kurang beruntung .

Pada permukaannya, cerita dalam novel ini menghadirkan konflik manusia melawan alam. Kamu dapat melihat bahwa sebagian besar aksi dalam novel menceritakan Santiago  yang terlibat dalam perjuangan fisik melawan ikan marlin besar. Pada perkembangannya, Santiago juga melawan hiu yang ingin mengambil hasil tangkapannya.

Konflik tokoh melawan diri sendiri muncul pada hari-hari setelah Santiago terpaksa bertahan hidup sendirian di laut. Dengan setting alam (lautan luas) Santiago harus menghadapi moralitas dan keraguan dalam dirinya sendiri.

Dalam contoh konflik cerita fantasi ini, konflik eksternal (Santiago melawan alam) membantu situasional dalam konflik internal yang lebih penting (Santiago melawan diri sendiri).

2. Emma karya Jane Austen

Konflik Cerita yang Menarik
source: Alma Books

Contoh kedua untuk menunjukkan bagaimana membuat konflik tokoh cerita melawan diri sendiri adalah dalam novel Emma karya fenomenal Jane Austen.

Dalam novel ini karakter protagonis sekaligus menjadi antagonisnya sendiri ketika ia menyadari bahwa perjodohannya mungkin lebih banyak bahayanya. Protagonis kemudian berjuang melawan diri sendiri pada saat ia memiliki perasaan dengan orang lain yang justru berakhir dengan menyakitkan.

Meskipun novel ini menampilkan banyak konflik manusia melawan menuisa dan manusia melawan masyarakat, tapi perjuangan internal Emma melawan persepsinya sendiri adalah konflik inti novel.

Cara Membuat Konflik Manusia Melawan Diri Sendiri

Jika kamu tertarik mengadopsi konflik tokoh melawan diri sendiri, kamu bisa memulainya dengan melihat realisasinya dalam novel karya penulis lain dengan konflik yang sama. Dengan cara ini kamu dapat melihat bagaimana penulis novel lain membuat konflik tersebut yang dapat kamu jadikan sebagai review untuk penulisan novel kamu sendiri.

Dalam realisasinya, novel distopia adalah rumah bagi konflik tokoh cerita melawan masyarakat. Namun kamu juga dapat mengkombinasikannya dengan konflik tokoh melawan diri sendiri.

Atau pada kesempatan lain, kamu juga dapat mengkombinasikan konflik tersebut dengan konflik manusia melawan alam, manusia melawan supranatural dan lain sebagainya.

Nah, berikut beberapa tips yang bisa kamu gunakan untuk membuat konflik tokoh melawan diri sendiri dalam proses penulisan novelmu nantinya.

1. Buat Pertempuran Sengit antara Keinginan dan Kebutuhan

Konflik Cerita yang Menarik
Photo by Nathan Cowley on Pexels.com

Salah satu cara efektif untuk menciptakan konflik karakter melawan diri sendiri adalah dengan menggunakan metode “keinginan versus kebutuhan”.  Jadi kata kuncinya adalah; cari apa keinginan terbesar tokoh cerita, kemudian temukan pula apa sebenarnya yang menjadi kebutuhannya.

Untuk memulainya kamu dapat memberi karakter ceritamu sesuatu yang ia inginkan.

Tips tambahan yang bisa kamu gunakan untuk membuat konflik cerita ini adalah dengan menjadikan keinginan tokoh cerita itu seolah menipunya. Jadi, buat seolah ia berpikir bahwa ia akan bahagia setelah mencapai keinginan tersebut.

Contoh keinginan dalam cerita;

  • Menjadi pengusaha sukses
  • Membalas dendam pada musuh bebuyutan
  • Memenangkan hati orang yang tokoh cerita cintai.

Kemudian, beri protagonis cerita sesuatu yang ia butuhkan yaitu tujuan lebih dalam yang harus ia capai agar ia bisa berbahagia.

Contoh ‘kebutuhan’ dalam cerita;

  • Belajar percaya diri
  • Melepaskan masa lalu
  • Bersyukur

Kamu dapat mengaplikasikan teknik ini dengan misalnya; protagonis mungkin ingin membalas dendam pada orang yang membunuh kedua orang tuanya, padahal yang sebenarnya ia butuhkan adalah keluar dari belenggu masa lalu dan memaafkannya.

Dengan cara ini kamu dapat membuat konflik dalam cerpen atau novel menjadi lebih efektif.  Keinginan versus kebutuhan yang berbenturan satu sama lain akan menciptakan ketegangan dan pertaruhan. Dan itu sudah pasti mampu menciptakan konflik dalam pikiran yang dahsyat bagi tokoh cerita.

2. Tunjukkan Kapan dan Bagaimana Pertarungan Batin Dimulai

Konflik internal terbaik tumbuh dari peristiwa yang menjadi latar belakang tokoh protagonis. Pembaca akan menerima bahwa karakter utama cerita memiliki sifat egois dan sinis selama mereka mengerti mengapa karakter utama cerita bersikap seperti itu.

Hal yang tidak boleh kamu lupakan ketika mengembangkan latar belakang karakter ceritamu adalah: pastikan pembacamu dapat mengikutinya.

Misalnya begini;

Tokoh Katniss Everdeen dalam The Hunger Games terlihat tidak mau memercayai siapa pun bahkan pada ibunya sendiri. Namun, latar belakangnya akan menunjukkan kepada pembaca bahwa ibunya pernah mengecewakan Katniss dan saudara perempuannya ketika mereka masih kecil. Dan itu nyaris membuat keduanya mati kelaparan.

Dengan latar belakang ini, pembaca mampu memahami dari mana masalah hilangnya kepercayaan dalam diri Katniss berasal. Hal ini secara signifikan juga akan memengaruhi bangunan konflik karakter cerita melawan diri sendiri yang kamu tuliskan.

3. Hubungkan Konflik Internal dengan Konflik Eksternal

unrecognizable man standing near destroyed ruins
Photo by Ahmed akacha on Pexels.com

Nah, ini adalah bagian yang harus kamu perhatikan dengan hati-hati.

Perangkap umum dalam membuat konflik tokoh cerita melawan diri sendiri adalah ketika kamu  berasumsi bahwa itu harus terjadi sepenuhnya di dalam kepala karakter. Tapi sayangnya, tidak ada pembaca yang mau membaca halaman demi halaman novelmu yang hanya berisi monolog internal.

Jadi solusinya adalah dengan membuat peristiwa eksternal untuk memicu perdebatan internal sang karakter. Pikirkan cara agar plot memaksa tokoh protagonismu untuk memilih antara mendapatkan apa yang ia inginkan atau mendapatkan apa yang ia butuhkan.

Kesimpulan

Membuat konflik cerita pertarungan antara tokoh cerita versus diri sendiri adalah hal menarik karena ini melibatkan pengalaman dan refleksi manusia terhadap kehidupan. Selain itu, konflik dengan tipikal ini juga lebih kompleks ketika dikombinasikan dengan jenis konflik lainnya.

Protagonis dan antagonis dalam cerita adalah sosok yang sama. Ada dua kekuatan dalam diri karakter yang selalu bertarung dan memperebutkan pengaruhnya. Ini seperti kamu membuat cerita seorang karakter dengan dua kepribadian yang saling bertolak belakang. Seperti malaikat dan iblis.

Dengan penggambaran yang kuat serta mengikuti tips-tips dalam artikel ini, kamu pasti bisa membuat konflik cerita yang menarik tentang tokoh melawan diri sendiri.

Jadi, selamat mencoba, ya!

BACA JUGA:


Tingkatkan skill menulismu

Yuk, gabung di Kelas Menulis Online Penulis Gunung dan keterampilan menulismu akan naik satu level


Penulis terbaik

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 19 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:

Related Posts

%d blogger menyukai ini: