Cover Belakang Buku

Jika cover depan buku tujuan utamanya adalah untuk menarik perhatian calon pembaca, maka isi cover belakang buku bertugas untuk menjaga hal tersebut. Jadi, ketika seorang calon pembaca atau calon pembeli tertarik dengan sebuah buku setelah melihat sampul depannya, maka sampul belakangnya akan membuat ia segera memasukkannya ke keranjang belanja.

Nah, untuk kamu yang baru saja menyelesaikan naskah untuk bukumu dan bertanya bagaimana cara membuat cover belakang sebuah buku, artikel berikut saya tulis untuk kamu.

Apa itu Cover Belakang Buku?

Cover Belakang Buku
Photo by Karolina Grabowska on Pexels.com

Simpelnya, cover belakang buku adalah halaman paling belakang dari sebuah buku dan kebalikan dari cover depannya. Sesederhana itu saja.

Masalahnya adalah, tidak banyak penulis yang memberikan perhatian pada sampul bagian belakang buku karena kesederhanaannya ini. Padahal jika kamu sebagai penulis mengetahui lebih jauh, cover bagian belakang buku memiliki peranan yang sangat penting terutama dalam urusan marketing.

Ada beberapa istilah yang dapat kamu gunakan untuk menyebut cover belakang sebuah buku.

Dalam bahasa Inggris, sampul belakang ini disebut back cover. Itu sinonim yang sangat mudah. Namun nama lain untuk menyebut obyek ini juga misalnya adalah dust jacket, back cover sendiri dan blurbs atau uraian singkat.

Blurbs adalah apa yang akan kita bahas dalam artikel karena blurbs memiliki value yang lebih ideal terkait penulisan, promosi, penjualan, testimonial dan juga deskripsi.

Apa Saja yang Harus Ada dalam Sampul Belakang Buku?

Cover buku depan belakang memiliki sunstansi fungsi masing-masing, terutama jika mereka ada dalam barisan ratusan buku yang lainnya. Secara spesial, cover depan buku bertugas sebagai atraktif atau menarik perhatian pembaca. Untuk tujuan ini, sampul depan buku adalah canvas yang tepat untuk kreativitas seni dan marketing tanpa mengurangi fungsi esensialnya.

Lantas bagaimana dengan back sampul buku?

Tujuan utama sampul belakang buku sama sekali bukan hanya supaya halaman terakhir bukumu tidak kotor atau mudah terlepas. Ketika menyangkut masalah fungsi esensialnya, back cover atau blurbs memiliki makna komprehensif yang harus memiliki beberapa komponen penting sebagai penyusunnya.

Nah, apa sajakah komponen tersebut?

1. Testimonial

school faceless student tired
Photo by cottonbro on Pexels.com

Pada bagian ini testimoni berguna untuk menunjukkan betapa bagusnya buku yang kamu tulis menggunakan sudut pandang orang lain.

Umumnya testimoni yang kuat berasal dari seseorang yang memiliki pengaruh dalam bidang yang menjadi topik buku terseut. Itu bisa saja adalah penulis populer yang lain, tokoh, publik figur atau siapa saja.

Jadi, jika misalnya kamu menulis novel tentang religi, maka cover belakang buku novel penting untuk mencantumkan testimoni dari nama seperti Habiburahman El Shirazy atau Asma Nadia. Bahkan jika kamu membuat cover belakang buku pelajaran, testimonial dari praktisi pendidikan yang berpengaruh layak untuk kamu cantumkan pula.

Tujuan penting dari testimoni pada bagian belakang sampul buku adalah memberikan efek pengaruh bagi pembaca. Paling tidak pembaca akan mendapat kesan bahwa kehebatan buku kamu sudah diakui oleh orang yang mumpuni dan terkenal dalam bidang tersebut.

2. Cuplikan atau Summaries

Bagian kedua yang juga bisa kamu cantumkan ketika membuat cover belakang sebuah buku adalah cuplikan. Cuplikan maksudnya adalah beberapa bagian dari plot, karakter, setting, dan konflik yang kamu tunjukkan dalam satu dua narasi yang menarik.

Ingat lagi bahwa ini hanyalah kutipan, kamu tidak perlu memberitahu semuanya kepada pembaca. Simpan hal-hal paling hebat dalam cerita untuk pembaca temukan sendiri nantinya ketika mereka membaca keseluruhan ceritamu.

Biasanya unsur yang terdapat pada cover belakang buku adalah cuplikan ini.

Cuplikan dalam buku adalah seumpama thriller dalam film. Itu tidak harus sempurna, tidak harus utuh, namun ia harus mampu menjanjikan sesuatu yang menarik kepada pembaca.

3. Penghargaan atau Informasi Buku yang Lain

Hal ketiga yang bisa juga menjadi komponen penting dalam menyiapkan sebuah cover buku adalah penghargaann atau award. Ini fungsinya sama seperti testimonial, yakni supaya calon pembaca menyadari bahwa buku yang kamu tulis adalah buku bagus dalam layak untuk segera mereka miliki.

Jadi, jika bukumu telah menjadi pemenang fiksi terbaik versi pembaca wattpad sekalipun, kamu bisa mencantumkannya di cover belakang buku. Buku dengan penghargaan yang ia miliki cenderung lebih mudah mendapat kepercayaan daripada buku baru yang entah datang darimana.

Selain award atau penghargaan, kamu juga dapat mencantumkan informasi bukumu yang lain pada bagian sampul belakang. Jika kamu menulis beberapa buku dan pembacamu tidak mengetahui jika kamu adalah penulisnya, maka cara ini layak untuk kamu pertimbangkan.

Jadi, selain menulis cuplikan tentang premis, plot besar dan konflik utama, sambul belakang buku juga dapat menjadi papan reklame untuk kamu menginformasikan beberapa karya kamu yang lainnya.

4. Biodata Penulis

Terkadang bagian yang terdapat pada cover belakang buku adalah biodata penulis dan, sudah pasti kamu juga pernah menemukannya, bukan?

Jadi, pada bagian ini sampul belakang tidak hanya memberikan informasi tentang buku apa yang kamu tulis, namun juga menjadi media untuk memberitahu pembaca tentang siapa diri kamu sebenarnya.

Pada umumnya, biodata penulis terdapat pada bagian akhir halaman buku. Untuk buku yang biasanya saya tulis, profil saya terletak sekitar 5 halaman terakhir, atau beberapa lembar sebelum halaman catatan. Nah, jika cover belakang buku yang kamu tulis berisi biodata penulis, strukturnya juga hampir sama jika ia ada dalam bagian akhir buku seperti yang saya biasa gunakan.

Isi biodata tersebut biasanya adalah informasi tentang tempat lahir penulis, tempat penulis tumbuh dewasa, apa hobinya dan apa saja pula buku yang telah ia tuliskan.

Cara Membuat Cover Belakang Buku yang Baik

Cover Belakang Buku
Photo by Levent Simsek on Pexels.com

Setelah cover bagian depan yang harus menarik bagi calon pembeli dan calon pembaca, bagian kedua yang paling penting dari cover adalah bagian belakangnya.

Nah berikut beberapa tips yang penting untuk kamu pertimbangkan ketika membuat sebuah cover belakang sebuah buku.

1. Harus Ringkas

Apa pun unsur-unsur yang terdapat dalam cover belakang buku yang kamu tulis, pastikan semuanya kamu kemas dalam penyajian yang ringkas dan pendek.

Jadi, meskipun kamu memasukkan testimonial, cuplikan, summaries atau bahkan juga biodata penulis sekaligus dalam back cover tersebut, semuanya harus ringkas dan singkat.

Jika kamu menulis novel fiksi, maka kamu mungkin akan tertarik memasukkan cuplikannya saja dalam back cover bukumu. Keterbatasan tempat mengharuskan kamu untuk hanya memberikan hal yang benar-benar penting saja bagi pembaca.

Namun ini sudah cukup sebenarnya. Kamu hanya perlu memberikan informasi cuplikan seperti layaknya trailer dalam promosi film. Tujuannya utamanya adalah membuat pembaca semakin tertarik dan penasaran untuk membaca keseluruhan isi dalam bukunya.

2. Jangan Memberitahu Terlalu Banyak

Ini adalah sebuah penegasan lagi bahwa cover belakang buku itu harus kamu kemas dalam bahasa yang ringkas, padat dan tepat sasaran. Untuk kepentingan ini, basa-basi yang tidak jelas dan kata-kata puitis yang mendayu-dayu bukanlah tempatnya.

Cukup tuliskan saja apa yang penting, menarik dan menggugah rasa ingin tahu pembaca dalam back cover bukumu. Jangan memberikan clue atau informasi yang berlebih sehingga pembaca kehilangan minatnya untuk membaca keseluruhan isi buku. Kamu bisa menyampaikan premis ceritamu, tapi tidak semua plot harus kamu bocorkan.

3. Pamerkan Tokoh Ceritamu

Aturan ini berlaku lagi jika buku yang kamu tulis adalah sebuah novel, baik ia fiksi ataupun non fiksi.

Jadi, pada bagian belakang covermu jika itu dalam bentuk summaries atau cuplikan, penting untuk kamu memulainya dengan karakter cerita. Secepat mungkin dalam penulisan blurbs, tokoh cerita adalah yang harus kamu fokuskan. Pembaca akan jatuh cinta kepada tokoh cerita dan biarkan mereka mengenalnya lebih cepat melalui blurbs.

Dengan kata lain, kamu tidak perlu memulai cover belakang bukumu dengan deskripsi setting, emosi, bahasa pasif yang tidak penting atau hal-hal yang terlalu memuja diksi.

Pamerkan langsung tokoh ceritamu kepada pembaca, dan buat tindakannya langsung menarik tangan pembaca untuk segera mengetahui apa aksi selanjutnya dari sang tokoh cerita.

4. Tunjukkan Konflik Cerita

Tips terakhir yang bisa kamu gunakan dalam penulisan cover belakang buku novel adalah dengan memberikan premis konflik cerita kepada pembaca. Jadi, bocorkan sedikit konflik-konflik yang terjadi dalam novelmu sebagai magnet supaya pembaca merasa lebih tertarik membacanya lebih jauh.

Kamu bisa mengutip misalnya apa yang akan tokoh utamamu hadapi jika ia tidak bisa menyelesaikan konflik. Atau kamu juga bisa membuat cuplikan tokoh cerita yang hampir mati dan tensi cerita yang semakin meningkat.

Intinya adalah, ketika kamu membuat bagian belakang cover sebuah buku novel; gunakan karakter protagonis dan konflik yang ia hadapi untuk menarik pembaca segera membeli buku yang kamu tuliskan tersebut.

Contoh Cover Belakang Buku

Nah, untuk semakin memudahkan kamu dalam membuat cover belakang buku kamu sendiri, berikut contoh back cover buku yang bisa kamu jadikan referensinya.

Contoh Cover Belakang Buku Non-Fiksi

Cover Belakang Buku

Dapat kamu perhatikan dalam gambar tersebut bahwa seorang penulis mencantumkan beberapa unsur sebagai komponen belakang cover bukunya.

Terdapat testimonial pada bagian atas buku, kemudian ditambah lagi dengan sebuah tagline yang fungsinya hampir sama dengan testimonial.

Pada bagian bawah tagline, penulis menempatkan summaries, karena buku ini non-fiksi, kamu bisa memperhatikan bahwa summariesnya berisi poin-poin yang ia janjikan untuk pembaca dapatkan di dalam bukunya.

Terakhir pada bagian bawah, penulis menyampaikan pula biodata singkatnya.

Contoh Cover Belakang Buku Fiksi

Cover Belakang Buku

Dalam contoh cover belakang buku Merapi Barat Daya di atas, kamu juga dapat melihat komponen penulisan cover belakang untuk sebuah novel fiksi.

Pada bagian awal penulis langsung mengajukan pertanyaan yang sekaligus merujuk pada karakter cerita utama sekaligus konflik yang terjadi. Bahasa yang digunakan penulis juga ringkas dan tidak terlalu banyak. Hanya bagian-bagian paling penting dari premis cerita saja yang tampil dalam back cover tersebut.

BACA JUGA

Tingkatkan skill menulismu

Yuk, gabung di Kelas Menulis Online Penulis Gunung dan keterampilan menulismu akan naik satu level

Penulis terbaik

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 19 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:

Related Posts

%d blogger menyukai ini: