Cerita Tentang Balas Dendam

Cerita tentang balas dendam hadir dalam berbagai genre penulisan. Kamu bisa mengadaptasi ide cerita balas dendam dalam penulisan misteri, thriller, komedi, romantis bahkan fiksi ilmiah. Balas dendam memang bukan kata-kata yang inspiratif, tapi dalam penulisan cerita fiksi, ini adalah sebuah tema yang mampu merangkul semua genre.

Nah, bagaimana caranya menulis sebuah cerita yang berkisah tentang pembalasan dendam?

Kamu punya kisah hidup menarik untuk dijadikan buku namun bingung cara menuliskannya?

Bagaimana Cara Menulis Cerita Tentang Balas Dendam?

Cerita tentang balas dendam adalah satu trope penulisan yang mampu menjadi rumah bagi banyak genre. Kiasan dengan tema balas dendam menjadi satu urat nadi cerita yang kemudian dapat kamu sesuaikan dengan genre dan pesan yang ingin kamu sampaikan kepada pembaca.

Dalam spiritualitas, membalas dendam sendiri bukanlah hal yang mulia. Tetapi dalam sebuah cerita, topik ini memiliki tingkatnya sendiri untuk pembaca nikmati. Membayar lunas dan membalas rasa sakit hati, kecewa, kemarahan dan kepedihan kepada orang yang menyebabkannya, dapat memberikan rasa puas bagi siapa saja yang mengikuti ceritanya.

Ada beberapa hal yang membuat cerita tentang balas dendam menjadi menarik bagi pembaca. Ini bukan hanya tentang mengapa manusia ingin menuntut balas, namun ini juga menjadi satu panggilan dalam hati manusia untuk melihat bagaimann keadilan berusaha untuk ditegakkan.

Nah, jika kamu ingin menulis cerita pendek tentang balas dendam atau bahkan dalam bentuk novel sekalipun, beberapa hal berikut penting kamu perhatikan.

1. Balas Dendam Harus Memiliki Motivasi yang Kuat

Hal pertama yang sangat penting dalam menulis cerita balas dendam adalah; ini membutuhkan motivasi yang sangat kuat.

Bagaimana pun juga sebagai penulis, kamu harus mampu membuat pembaca sedikit banyak membenarkan tindakan balas dendam tersebut. Jadi, ketika tokoh protagonis mengejar upaya untuk membalas dendam, pembaca mampu memahami apa yang mendorong protagonis untuk melakukannya.

Ada satu hal mendasar yang penting kamu perhatikan ketika membangun cerita balas dendam seperti ini. Bahwa kesalahan tokoh antagonis, benar-benar sudah keterlaluan sehingga menerbitkan tekad protagonis untuk membalas dendam.

Dalam cerita pembalasan dendam, pembacamu perlu tahu mengapa tokoh cerita sebegitunya merasa dendam. Alasan tokoh cerita harus masuk akal bagi pembaca dan mereka setidaknya bisa membenarkan tindakannya. Intinya, harus jelas mengapa tokoh utama cerita yang membalas dendam merasakan apa ia rasakan, meskipun pembaca tidak setuju dengannya.

Motivasi untuk membalas dendam ini harus sangat kuat, terutama jika kamu ingin pembaca melihat tokoh utama cerita sebagai sosok yang baik secara moral.

2. Buat Upaya Balas Dendam Menjadi Tidak Mudah

Bagaimana jika misalnya kamu membuat tokoh utama cerita langsung berhasil membalaskan dendamnya ketika bisa berpapasan dengan pelaku untuk pertamakalinya?

Tentu saja cerita pembalasan dendam yang seperti ini tidak menarik. Mudahnya tokoh utama cerita mencapai tujuannya menunjukkan bahwa balas dendam yang menjadi konflik utama cerita bukanlah sesuatu yang besar.

Jadi, ketika kamu menulis novel, cerpen atau cerbung balas dendam, pastikan tokoh cerita mencapai tujuannya dengan susah payah.

Kamu bisa membuat tokoh utama cerita mengalami kekalahan kecil, rasa sakit yang semakin dalam, kekecewaan tambahan atau bahkan nyaris mengalami kehancuran saat berusaha membalaskan dendamnya.

Nantinya saat balas dendam tercapai, akan ada sebuah kepuasan bagi pembaca setelah mereka melihat bagaimana penderitaan yang tokoh utama derita karena perbuatan pelaku (tokoh antagonis).

3. Buat Usaha Membalas Dendam adalah Urgent dan Tarhuannya Tinggi

Ini bukan hal yang harus dalam menulis cerita wattpad balas dendam, atau dalam media apa pun kamu menuliskannya. Namun jika kamu menambahkan unsur ini dalam cerita, maka ia dapat memperluas konflik cerita dan membuat intensitasnya dramanya jauh lebih menggigit.

Pada langkah ini kamu tidak hanya membuat upaya tokoh cerita untuk membalas dendam menjadi tidak mudah, tapi juga vital. Ini harus menjadi sesuatu yang menyangkut hal penting baginya, sesuatu yang krusial, yang jika tidak ia laksanakan, maka ia akan terseret dalam kesulitan.

Mudahnya, hal ini juga berarti harus ada pertaruhan untuk protagonis segera membalas dendam.

Kamu bisa membangun cerita misalnya pelaku akan menyakiti orang lain lagi jika tokoh utama cerita tidak segera membalas dendam tepat waktu. Atau dalam kesempatan lain kamu juga dapat membuat pelaku sebagai bagian dari kejahatan besar yang jika tidak dibongkar segera akan membahayakan banyak orang lain yang tidak bersalah.

4. Buat Tokoh Cerita yang Menarik

Photo by Pixabay on Pexels.com

Dalam menulis cerita tentang balas dendam, ada tiga tokoh cerita utama yang benar-benar harus kamu perhatikan saat menuliskannya. Tiga karakter tersebut adalah tokoh protagonis (sang jagoan), tokoh antagonis (pelaku atau penjahat) dan tokoh tritagonis atau deuteragonis (korban).

Cerita balas dendam manapun akan bertopang pada tiga karakter ini supaya dapat terbangun dengan sempurna. Ini bukan berarti tokoh cerita yang lain tidak penting. Namun ketika kamu membuat cerita balas dendam, pastikan kamu memberikan perhatian yang lebih untuk tiga karakter tersebut.

Sekarang pertanyaannya; bagaimana membangun masing-masing karakter tersebut dalam sebuah cerita tentang balas dendam?

a. Karakter Korban

Karakter korban haruslah seseorang yang bisa membuat penonton bersimpati. Pembaca tidak akan bersimpati jika kamu membuat bahwa korban juga adalah sosok yang mengerikan. Intinya, ketika kamu menciptakan tokoh korban dalam cerita balas dendam, pembaca harus merasa bahwa korban telah dirugikan dan menginginkan keadilan untuknya.

Tokoh korban dalam cerita balas dendam bisa jadi adalah protagonis cerita sendiri. Namun pada kesempatan yang lebih umum, biasanya korban adalah karakter yang memiliki hubungan dekat dengan protagonis. Ini bisa jadi adalah kekasihnya, istrinya, anaknya, sahabatnya, muridnya atau siapa saja yang memiliki kedekatan emosional besar dengan tokoh utama cerita.

b. Karakter Jagoan (Pahlawan)

Di Indonesia kita biasa menyebut tokoh protagonis pahlawan sebagai jagoan, jadi kita juga bisa menggunakan istilah tersebut dalam artikel ini.

Jadi, tokoh jagoan dalam cerita tentang balas dendam juga adalah orang yang harus bisa menarik simpati pembaca. Bahkan jika misalnya tokoh jagoan adalah seorang antihero yang memiliki kepribadian moral secara abu-abu, setidaknya pembaca tetap harus bersimpati dengan apa yang ia lakukan.

Lihatlah bagaimana tokoh hantu Suzanna yang menuntut balas karena pemerkosaan dalam kisah misteri populer Indonesia. Kita mungkin saja tidak setuju dengan tokoh hantu, tapi kita sudah pasti bersimpati dengan motivasinya untuk membalas sakit hatinya.

c. Karakter Penjahat (Antagonis)

Cerita balas dendam bukan pertarungan yang secara murni kamu harus mendeskripsikan penjahatnya sebagai tokoh penuh angkara murka yang ingin menguasai dunia. Untuk mendapatkan kedalaman karakter penulisan cerita balas dendam, keluarlah dari gaya klise dimana penjahat memiliki penampilan kotor, jelek, mengerikan dan tak memiliki sopan santun.

Penjahat dalam cerita tentang balas dendam haruslah seseorang yang kuat secara karakter. Buat ia juga memiliki motivasi yang kuat untuk mengapa ia melakukan tindakan yang kemudian menjadi pemicu tekad balas dendam sang jagoan.

Struktur dalam Penulisan Cerita Tentang Balas Dendam

Sebagai sebuah topik atau trope yang populer dalam penulisan karya fiksi, cerita balas dendam memiliki struktur khusus untuk menghasilkan cerita yang menarik. Dengan mempraktikkan struktur ini, akan lebih mudah bagimu untuk membangun satu kisah epik balas dendam yang menarik perhatian para pembaca.

Nah, apa sajakah struktur tersebut?

1. Awali dengan Opening Pemicu yang Menarik Pembaca

Photo by NEOSiAM 2021 on Pexels.com

Menulis novel tentang balas dendam sama seperti tips menulis novel lainnya; ini harus kamu buka dengan opening yang kuat. Artinya pembukaan cerita tersebut langsung dapat menarik perhatian pembaca dan memikat mereka untuk mengetahui kelanjutannya.

Cara yang paling umum dalam menulis cerita tentang balas dendam dengan menampilkan permasalahan yang menjadi penyulut dendam. Jadi dalam konteks ini, kamu mengajak pembaca pada awal cerita untuk langsung untuk menyaksikan ketidakadilan yang terjadi dan berharap akan ada penyelesaian setelahnya.

Menariknya, konsep ini tidak selalu berjalan secara kronologis.

Artinya kamu bisa saja membuka bab pertama ceritamu dengan adegan yang berbeda namun pastikan untuk menginformasikan penyebab misi balas dendam ini pada bagian awal cerita.

Atau jika kamu sudah cukup terlatih, kamu juga dapat memberikan informasi tentang balas dendam ini pada bagian pertengahan atau akhir cerita. Gunakan gaya bertutur flashback pada saat upaya pengejaran balas dendam ini sedang menanjak. Tapi yang paling penting adalah dengan membiarkan pembacamu tahu apa yang menjadi penyebab keinginan balas dendam itu demikian membara.

2. Perencanaan untuk Melakukan Aksi Balas Dendam

Kamu pastinya pernah menyaksikan film atau membaca sebuah cerita silat dimana sang jagoan berlatih keras untuk membalas kematian gurunya. Atau kamu juga bisa membaca salah satu serial cerita silat paling terkenal di Indonesia; Wiro Sableng, yang menunjukkan pola yang sama.

Jadi struktur yang kedua dalam menulis cerita tentang balas dendam adalah sebuah perencanaan untuk menuntut balas. Dalam konteks ini kamu menunjukkan kepada pembaca bagaimana  efek yang terjadi terhadap tokoh utama cerita sehingga ia benar-benar bertekad untuk membalas dendam.

Coba kamu lihat bagaimana film Sicario yang berkisah tentang kejahatan gangster di Meksiko yang menyalakan bara dendam dalam diri seorang mantan pengacara yang kemudian memburu mereka. Sang jagoan dalam cerita ini merencanakan semua upaya untuk membalas kematian anak gadis dan isterinya yang terbunuh atas restu satu pemimpin kartel narkoba.

3. Konfrontasi dan Klimaks Pembalasan

Ini adalah klimaks dari plot cerita balas dendam yang mempertemukan langsung sang jagoan dengan si penjahat. Dalam kondisi ini, kamu bisa mengambil satu di antara dua cara menyelesaikan cerita yang umum terjadi; sang jagoan membalaskan dendamnya atau justru melupakannya.

Jika tokoh utama tidak membalas dendam, biasanya karena sang pahlawan mendapatkan pelajaran tentang bagaimana balas dendam yang tidak selalu menjadi jalan terbaik ke depan dan tidak akan menyelesaikan apa pun.

Jika kemudian tokoh protagonus menuntaskan dendamnya, itu juga biasanya penulis gambarkan sebagai kemenangan yang pahit.

Maksudnya adalah; memang benar sang jagoan menang, tapi itu adalah jalan yang panjang dan berdarah. Bahkan pada beberapa cerita, keberhasilan sang jagoan untuk menuntaskan dendam kesumatnya juga menyisakan pelajaran berarti bahwa tidak semua pembalasan memberikan kebahagiaan.

Untuk tujuan konfrontasi dalam struktur cerita balas dendam ini, kamu sebagai penulis dapat menentukan akhir yang tepat untuk perjalanan panjang tokohmu dalam membalas dendam.

4. Ending Cerita

Ini adalah bagian akhir tempat pesan cerita dapat kamu sampaikan. Apakah tokoh utama cerita akhirnya merasa damai dan bahagia setelah membalaskan dendamnya?

Atau justru apakah dia tersiksa oleh pembunuhan yang dia lakukan dan masih merasa tidak cukup meskipun dendamnya sudah terbalas?

Nah, pada bagian inilah kamu dapat membicarakan hal tersebut. Sampaikan pula alasan-alasan yang masuk akal, atau penjelasan-penjelasan penutup mengapa tokoh cerita mengalami apa yang ia rasakan.

Dan sekali lagi, pertegas pesan ceritamu pada bagian ini.

Bagaimana  Menemukan Ide Cerita tentang Balas Dendam?

Jika kamu ingin menulis cerita tentang balas dendam tetapi tidak tahu harus mulai dari mana, berikut adalah beberapa tips untuk membantu kamu menemukan ide yang tepat.

1. Baca atau Saksikan Cerita Tentang Balas Dendam

Cerita Tentang Balas Dendam

Kamu bisa memilih untuk membaca buku atau menonton film. Ada banyak film yang bisa kamu pilih untuk melukiskan cerita balas dendam yang kemudian bisa kamu pelajari untuk menulis ceritamu sendiri.

Topik membalas dendam adalah tema cerita yang mampu merangkul genre yang sangat luas, kamu dapat menemukannya dengan berbagai cara. Namun yang paling penting ketika kamu membaca atau menyaksikan cerita tentang balas dendam, cobalah untuk merasakan bagaimana cerita ini menginspirasimu.

Apa yang menarik dari cerita tersebut? Bagaimana penulis membangun konfliknya, klimaksnya, karakternya dan juga endingnya?

2. Temukan dalam Dunia Nyata

Selain menyelami berbagai karya fiksi dalam bentuk film ataupun buku, kamu juga dapat beralih ke peristiwa dunia nyata untuk memicu imajinasimu. Jadi lihat televisi, koran, internet yang beritanya penuh dengan cerita tentang kejahatan. Dari pencopetan, pembunuhan, perampokan hingga kejahatan korporasi yang nilainya bisa membuat negara bankrut.

Kamu mungkin tidak ingin menggunakan orang-orang yang nyata dan tragedi yang mereka alami. Tetapi kamu mungkin dapat menemukan beberapa pola yang dapat menginspirasi ceritamu sendiri. Membaca bagaimana hal semacam ini mendapat sambutan juga bisa memberi kamu gambaran realistis tentang betapa sulitnya karakter utama cerita mendapatkan keadilan.

Dengan membaca berbagai berita yang realistis dalam dunia nyata dapat membantumu untuk menulis sebuah cerita balas dendam yang menarik dan lebih mudah pembaca untuk mempercayainya.

3. Manfaatkan Beberapa Ide Cerita

Jika kamu masih belum menemukan ide untuk mulai menulis cerita tentang balas dendammu sendiri, sekarang coba gunakan beberapa premis atau ide-ide cerita yang sudah ada. Kumpulan ide cerita dapat membantumu untuk lebih kreatif membuat ceritamu sendiri walaupun mungkin kamu tidak menyukai ide tersebut.

Bahkan jika kamu sendiri kesulitan mendapat ide cerita tentang balas dendam secara khusus, kamu bisa menggunakan ide cerita lain dan menyusun ulangnya sehingga menjadi cerita tentang pembalasan dendam.

Kamu bisa menggunakan ide cerita romantis, ide cerita fiksi sejarah, ide cerita fiksi ilmiah, bahkan ide cerita fiksi kontemporer untuk membuat daur ulang yang menarik menjadi cerita tentang balas dendam.

Beberapa Contoh Cerita Tentang Balas Dendam

Cerita Tentang Balas Dendam

Nah pada bagian akhir dari artikel ini, berikut beberapa karya sastra dalam bentuk novel yang sudah diadaptasi menjadi film tentang balas dendam yang bisa kamu lihat untuk menjadi referensi penulisan ceritamu sendiri.

Dengan menonton beberapa film ini, kamu bisa melihat bagaimana sebuah konflik tentang balas dendam menjadi cerita sempurna. Bangunan karakter, penokohan, setting dan plot dapat kamu perhatikan untuk menjadi bahan inspirasi menulis cerita kamu sendiri.

1. The Revenant

Kekuatan cerita dalam The Revenant adalah upaya balas dendam tokoh utama cerita atas kematian anaknya yang dibunuh oleh rekan satu timnya. Leonardo Dicaprio yang memerankan Hugh Glass, tokoh protagonis yang berusaha membalas dendam dalam film ini, benar-benar mampu menunjukkan energi sebuah upaya balas dendam yang menarik.

2. Sicario

Alejandro yang berusaha menuntut balas kematian anak dan istrinya dalam film ini bukanlah protagonis utama. Meskipun ia adalah tokoh dengan moralitas abu-abu, namun alasannya membalas dendam sangat bisa untuk penonton terima. Anak perempuan dan isteri Alejandro dibantai, dan keseluruhan film ini menggiring upaya balas dendamnya.

3. Unforgiven

Ini adalah salah satu film koboi dengan alur cerita tentang pembalasan dendam paling luar biasa. William Munny juga memiliki karakter moralitas yang antihero sebagai seorang protagonis. Namun menjelang cerita berakhir, kematian sahabatnya membakarnya untuk membalas dendam secara brutal. Hal yang kemudian juga menjadi plot paling menarik dari cerita ini.

4. True Grit

Cerita ini merupakan adaptasi dari novel berjudul sama dengan keseluruhan cerita yang juga bersumber dari upaya balas dendam seorang gadis muda bernama Mattie Ross. Ayah Mattie terbunuh ketika berusaha menolong seorang penjahat yang tidak tahu berterimakasih. Petualangan Mattie Ross dan Deputi Rooster Cogburn yang ia sewa dalam membalas dendam adalah konsep besar dari kisah ini.

5. Suzanna: Bernapas Dalam Kubur

Ide asli cerita film ini bersumber dari novel drama horor karya Ganesh TH. Hantu Suzanna yang menuntut balas setelah dan meneror sepanjang cerita adalah karena kejadian yang menimpa dirinya. Protagonis yang adalah seorang hantu, terbunuh dalam peristiwa perampokan di rumahnya yang kemudian membuatnya bangkit dari kubur dan ingin balas dendam.

BACA JUGA:

Tingkatkan skill menulismu

Yuk, gabung di Kelas Menulis Online Penulis Gunung dan keterampilan menulismu akan naik satu level

ghost writer terbaik

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 19 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:

Related Posts

%d blogger menyukai ini: