7 Alat Bantu Plot Cerita dan Cara Menggunakannya

Dalam menulis novel, ada istilah plot devices atau perangkat plot yang bisa mempermudah penulisan cerita yang kamu kerjakan. Perangkat plot ini adalah semacam alat bantu plot cerita yang memberikan bantuan untuk menulis guna mendorong alur cerita menjadi lebih menarik.

Nah, bagaimana sebenarnya aplikasi penggunaan perangkat plot dan mengapa pula alat bantu ini bisa memudahkan kamu dalam menulis sebuah cerita menakjubkan?

Kamu punya kisah hidup menarik untuk dijadikan buku namun bingung cara menuliskannya?

Alat Bantu Plot Cerita dan Cara Menggunakannya dalam Penulisan Karya Sastra

Perangkat plot atau perangkat alur yang dapat penulis hadirkan dengan baik akan sangat efektif untuk memuaskan pembaca. Sebaliknya, alat bantu alur yang kamu tulis dengan kikuk, seperti plot twist yang tidak tersusun dengan baik, justru dapat menghancurkan sebuah cerita.

Dalam dunia penulisan karya sastra di Indonesia, sebagai penulis kita mungkin belum begitu akrab dengan istilah trope atau plot devices seperti ini. Namun dalam praktiknya sehari-hari, para penulis Indonesia sudah sangat sering menggunakannnya. Hanya istilah untuk menyebutkannya saja yang membuatnya berbeda.

Dari fungsi dan cara kerjanya, perangkat plot cerita memiliki fungsi yang hampir sama dengan trope atau kiasan. Namun dalam penggunaannya secara langsung dalam cerita, perangkat alur hanya menjadi alat untuk membantu penulis membangun cerita menjadi lebih menarik.

Penting untuk kamu ingat sebagai seorang penulis bahwa alat bantu plot tidak harus rumit. Bahkan flashback yang sederhana tentang latar belatang tokoh cerita pun dapat menjadi alat bantu plot. Fungsi esensialnya adalah mempermudah pembaca untuk mengetahui keseluruhan dunia cerita secara lebih elegan, mudah dan menyenangkan.

Bahkan seorang novelis atau penulis skenario yang terampil tidak akan memilih perangkat alur berdasarkan kompleksitasnya. Namun justru mereka akan memilih berdasarkan potensinya dalam bercerita.

7 Perangkat Alur Cerita yang Paling Umum

Dalam penulisan fiksi, alat bantu plot cerita ada sangat banyak jumlahnya. Menuliskan semua jenis perangkat alur ini dalam sebuah artikel tidak akan cukup.

Untuk itu, dalam artikel kali ini Penulis Gunung hanya akan menyajikan 7 jenis alat bantu plot yang paling umum penulis gunakan baik dalam novel, cerpen, drama, opera dan pertunjukan teatrikal lainnya.

1. Perangkat Alur Ikan Haring Merah (Pengalih Perhatian atau Titik Plot Palsu)

Plot Cerita

Ikan haring merah adalah sebuah istilah yang banyak digunakan dalam ilmu retorika. Pengertian paling gampang dari istilah ini adalah pengalih perhatian dengan melemparkan satu obyek yang terlihat penting untuk mengendurkan kewaspadaan lawan bicara terhadap satu hal yang benar-benar penting.

Dalam dunia penulisan fiksi, ikan haring merah memiliki makna yang tidak berubah.

Ini adalah sebuah titik plot palsu yang penulis gunakan untuk menggiring perhatian pembaca. Titik plot ini terlihat penting bagi pembaca sebelum mereka menyadari bahwa itu sebenarnya hanya satu bagian dari alur cerita untuk mengalihkan perhatian mereka.

Perangkat alur ikan haring merah bisa penulis terapkan dalam genre apa pun. Namun alat bantu alur ini biasanya lebih akrab dalam fiksi misteri yang penuh dengan teka-teki. Agatha Christie adalah salah satu penulis yang sangat piawai menggunakan perangkat alur yang satu ini.

2. Perangkat Alur Voucher Plot

Definisi dari voucher plot adalah kebalikan dari ikan haring merah. Dan itu cara paling mudah untuk mengingat konsep perangkat alur satu ini.

Dalam implementasinya, voucher plot seringkali berkaitan dengan tokoh atau obyek yang terlihat tidak penting dalam cerita namun justru memegang peranan kunci pada alur selanjutnya. Seperti halnya perangkat plot cerita ikan haring merah, voucher plot akrab dalam penulisan cerita misteri, detektif dan thriller.

Voucher plot mengikuti teori Chekhov’s Gun yang secara khusus mengatakan jika sebuah pistol tergantung di dinding dalam adegan pertama cerita, maka pada titik tertentu pistol itu harus meletus.

3. Perangkat Plot MacGuffin

Alat bantu plot cerita selanjutnya populer berkat kegemaran Alfred Hicthcock yang senang memasukkan MacGuffins dalam film-film thriller yang ia produksi. Perangkat sastra MacGuffins adalah ketika tokoh cerita mengejar objek yang pada akhirnya bukanlah sesuatu yang signifikan bagi penyelesaikan konflik cerita.

Konsep cerita seperti ini hadir dalam banyak genre, mulai dari petualangan, kriminal, misteri, thriller hingga fiksi sejarah. Tokoh-tokoh cerita bisa saja saling berkompetisi untuk memperebutkan satu benda yang sebenarnya tidak memiliki peran besar sebagai solusi bagi konflik.

Kamu pasti pernah menyaksikan film atau membaca cerita ketika semua tokoh berperang untuk sebuah kotak harta karun. Namun di akhir cerita baru terungkap jika kotak tersebut sebenarnya bukanlah harta karun yang sebenarnya.

4. Perangkat Alur Cinta Segitiga

Plot Cerita

Cinta segitiga adalah salah satu trope atau kiasan dalam penulisan karya fiksi yang paling populer. Dalam genre fiksi romantis, cinta segitiga juga menjadi premis mayor yang sangat banyak penggemarnya. Nah, kamu juga bisa memanfaatkan perangkar alur yang satu ini sebagai ide besar ceritamu.

Dalam perangkat plot cerita cinta segitiga, biasanya dua orang tokoh cerita sama-sama jatuh cinta pada satu tokoh yang sama.

Konflik yang terbangun dalam trope ini juga menarik, yang memaksa ketegangan, persaingan dan kecemburuan serta pertanyaan dalam benak pembaca; siapa yang akan menjadi pasangan kekasih sebenarnya?

5. Perangkat Alur Pencaharian atau Quest

Cerita-cerita petualangan seperti Indiana Jones, Journey to the Center of the Earth hingga Jumanji menggunakan perangkat alur ini dalam mengembangkan plot mereka. Karakter-karakter dalam cerita yang menggunakan konsep alat bantu plot cerita quest terlibat dalam sebuah pencaharian besar sepanjang cerita.

Bahkan film-film dengan pencaharian ke dalam diri karakter sendiri pada satu sisi juga dapat tergolong dalam konsep perangkat Quest ini. Novel seperti Wild, The Way, Into the Wild hingga The Track juga termasuk dalam kategori petualangan untuk mencari sesuatu objek ini.

Hanya saja perbedaannya denga cerita seperti Jumanji dan Indiana Jones, konsep pencaharian ke dalam lebih kepada upaya karakter untuk memahami suatu makna dalam petualangan yang mereka lakukan.

6. Perangkat Alur Cliffhanger

Perangkat alur selanjutnya yang juga sangat populer dalam penulisan karya sastra adalah cliffhanger. Cliffhanger adalah sebuah perangkat alur dimana pada akhir cerita sang penulis memberikan ending yang menggantung dan menyisakan pertanyaan lanjutan dalam benak pembaca.

Cliffhanger harus memiliki alasan yang bagus dan kuat untuk menghasilkan efek yang maksimal untuk pembaca. Bahkan dengan alasan yang menarik, trope cliffhanger juga mampu membuka portal novel sekuel untuk seorang penulis.

Di Indonesia, salah satu novel dengan implementasi perangkat plot cliffhanger yang paling mengesankan adalah Merapi Barat Daya. Cerita dalam novel ini berakhir ketika  sang tokoh utama masih tergantung dalam jebakan maut dan menyisakan pertanyaan terbesar bagi pembaca; apakah ia akan selamat atau tidak?

7. Deus Ex Machina

Plot Cerita

Masih ingatkan kamu ketika penyihir Gandalf dalam The Lord of the Rings seringkali datang menyelamatkan teman-temannya yang hampir binasa oleh pasukan Sauron?

Dalam cerita tersebut, sang penyihir tiba-tiba hadir memecahkan kebuntuan dan menyodorkan jalan keluar dalam kondisi yang nyaris mustahil. Gandalf yang datang entah darimana dan bagaimana ia bisa muncul pada saat tepat adalah pertanyaan yang tidak perlu terjawab dalam cerita tersebut.

Nah, teknik memunculkan solusi, karakter atau subyek apa pun dalam cerita sebagai sebuah jalan keluar adalah pengertian dari perangkat plot cerita deus ex machina.

Meskipun nampak menggoda, menggunakan deus ex machina dalam cerita tidak boleh sembarangan. Kamu harus menjaga rasionalitas alur cerita sehingga bagaimana pun ‘ajaibnya’ kehadiran solusi kondisi di ujung tanduk, pembaca harus merasakan sisi logisnya.

BACA JUGA

Penulis terbaik

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 19 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *