7 Tips Mudah Menulis Berdasarkan Kisah Nyata

Menulis Berdasarkan Kisah Nyata

Menggunakan kisah hidup kamu sendiri sebagai sumber penulisan novel fiksi adalah cara yang bagus untuk memulai menulis. Selain itu, menulis berdasarkan kisah nyata juga dapat memberikan kamu kesempatan untuk membuat kisahmu lebih bergema. Banyak penulis hebat yang mampu memproduksi kisah fiksi ikonik yang idenya sendiri berasal dari kisah nyata.

Nah, jika kamu sedang berusaha menulis novel pertamamu sendiri, menggunakan pengalaman sendiri adalah cara yang bagus untuk memulainya. Artikel berikut akan membahasnya untuk kamu.

Kamu punya kisah hidup menarik untuk dijadikan buku namun bingung cara menuliskannya?

Cara Menulis Fiksi Berdasarkan Kisah Nyata

Jika kamu sedang dalam proses mengadaptasi kisah nyata menjadi novel fiksi atau cerita pendek, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan.

Mengubah kisah hidup menjadi buku dalam bentuk memoar atau pun autobiografi tentu berbeda dengan mengubahnya menjadi novel fiksi. Dalam penulisan memoar atau autobiografi, kamu dituntut untuk menulis dengan jujur tanpa rekayasa. Namun jika mengubahnya dalam novel fiksi, justru rekasaya inilah yang sangat kamu butuhkan.

Tapi rekayasa fiksi seperti apa yang tepat untuk tujuan ini?

Mengubah peristiwa nyata menjadi cerita fiksi bisa menjadi proses yang bermanfaat sekaligus juga penuh tantangan unik. Nah, untuk itulah kamu membutuhkan 8 tips berikut ini untuk mempermudah prosesnya.

1. Buat Premis Cerita Lebih Jelas

Source: MLDSpot

Sebelum kamu mulai menulis karya fiksi berdasarkan kisah nyata dari kehidupan kamu sendiri, penting bagi kamu untuk memperjelas premis cerita apa sesungguhnya yang ingin kamu sampaikan.

Memiliki gagasan yang jelas tentang apa yang yang akan kamu ceritakan dapat memberi kamu beberapa objektivitas saat memutuskan elemen fiksi dan elemen faktual. Artinya; bagian mana dari kisah nyata tersebut akan kamu pertahankan sebagai elemenn nyata (faktual), dan bagian mana pula dari kisah tersebut yang akan menjadi elemen fiksinya (rekayasa).

Ingatlah selalu bahwa apa pun kisah hidup nyata yang menjadi sumber ide utama novel atau cerpen yang kamu tulis, kamu sedang menulis fiksi. Jadi kamu harus melakukan penyesuaian elemen apa pun untuk mendapatkan kisah fiksi yang benar-benar menarik.

2. Hilangkan Dirimu Sendiri dari Cerita

Nah, ini adalah jebakan yang seringkali membuat penulis fiksi yang mengambil sumber kisah nyata menuturkan cerita yang tidak obyektif. Bagaimana pun juga kamu akan memiliki sudut pandang yang sangat pribadi atas kisah hidup yang pernah kamu jalani. Sayangnya pada banyak kesempatan, ini jugalah yang membuat kisahmu menjadi sangat subyektif bagi pembaca.

Jalan keluar dari masalah ini adalah dengan menghapus diri kamu sendiri dari dunia cerita meskipun kamu bertutur menggunakan sudut pandang orang pertama yang pelakunya adalah kamu sendiri. Semakin kamu dapat melihat ceritamu dengan cara yang tidak memihak dan objektif, semakin baik ceritamu untuk sampai pada interpretasi pembaca.

Bahkan jika protagonis cerita tersebut berdasarkan pada diri kamu sendiri, kamu tetap harus memperlakukannya secara bijaksana.

Intinya adalah; semakin kamu dapat mulai melihatnya sebagai entitas asli yang terpisah, semakin baik kemampuanmu untuk membuat narasi orisinal.

3. Lakukan Riset Penulisan

Jika kamu menulis cerita fiksi berdasarkan pengalaman hidup atau situasi kehidupan nyata lainnya, tetap lakukan riset yang cukup. Riset ini dapat kamu fokuskan pada setting dan pada apa pun yang mampu memperkaya sudut pandang penulisanmu.

Memang tidak ada keharusan bagi penulis cerita untuk memasukkan bagian dari kisah nyata apa pun dalam penulisan. Tetapi, kamu tidak akan pernah tahu informasi apa yang bisa saja akan kamu temukan dalam riset dan mampu membuat narasimu menjadi lebih kaya.

Ada banyak cara yang bisa kamu gunakan untuk melakukan riset seperti ini. Kamu bisa membaca artikel surat kabar, mewawancarai beberapa orang terkait, mengunjungi tempat yang menjadi setting cerita atau apa saja.

Arti penting dari melakukan riset ini adalah; kamu akan menemukan beberapa hal yang menarik yang bisa membantumu untuk menulis topik cerita dari kacamata yang berbeda.

4. Bersikaplah Fleksibel dengan Fakta

Source: ReaderDigest

Dalam menulis fiksi berdasarkan kisah nyata, jangan pernah membiarkan peristiwa aktual menghalangi narasi yang bagus.

Sangat penting ketika kamu menulis kisah seperti untuk memiliki standar fleksibitas yang baik. Artinya ada banyak hal dalam kisah nyata tersebut yang mungkin harus kamu ubah dan sesuaikan untuk mendapatkan narasi cerita yang ideal. Jangan terlalu kaku kepada sumber faktual yang justru mematikan imajinasi fiksimu.

Ingatlah selalu bahwa pembaca tidak akan memiliki akses ke sumber-sumber ceritamu yang sebenarnya sehingga  memungkinkan mereka akan mengoreksi otentitas cerita. Kamu sedang menulis kisah fiksi yang bersumber dari kisah nyata, bukan menceritakan kisah nyata itu sendiri.

Beberapa genre seperti fiksi sejarah mengharuskan kamu menghormati fakta tertentu. Tetapi bagaimana pun juga kebenaran tidak boleh membuat kamu mengorbankan narasi fiksi yang sedang kamu bangun.

5. Pertimbangkan Apakah Kamu Membutuhkan Izin

Jika kamu menulis narasi fiktif berdasarkan kisah nyata, kamu mungkin perlu memutuskan seberapa mirip tokoh fiksimu dengan tokoh aslinya. jika terlihat sangat-sangat mirip, kamu mungkin perlu meminta izin.

Menggunakan nama dan karakteristik fiksi untuk tokoh ceritamu adalah cara yang bagus dalam bercerita. Namun jika kamu ingin menggunakan nama sungguhan dan karakter yang benar-benar sama dengan kisah aslinya, kamu harus memastikan izin untuk hal ini. Tanpa izin, konsekuensi dari keputusan ini bisa saja menyulitkan kamu di belakang hari atau justru membawamu pada tuntutan hukum.

Jika kamu menulis novel sejarah keluarga atau novel kisah hidupmu sendiri, kamu mungkin akan berhadapan dengan potensi seperti ini. Untuk itulah kamu membutuhkan izin jika memang ingin menggunakan karakter asli cerita.

6. Gabungkan Cerita

Tips selanjutnya yang bisa kamu lakukan dalam menulis berdasarkan kisah nyata adalah dengan menggabungkan pengalaman kehidupan nyata dari berbagai bagian kehidupan yang telah kamu jalani. Dalam konteks ini, kamu melakukan refleksi apa saja yang sudah kamu jalani, temukan dan renungkan dalam hidup, kemudian memasukkan hal itu dalam cerita.

Peristiwa nyata memiliki resonansi emosional bagi penulis. Menggabungkan cerita yang terpisah menjadi satu adalah cara yang bagus untuk membat konteks ulang detail sehingga menghasilkan susunan narasi yang menarik.

Salah satu teknik adaptasi yang bagus adalah dengan mengambil peristiwa nyata dari kehidupan nyata kamu kemudian mengubah latarnya dalam kisah fiksi yang kamu tulis. Dengan cara ini, kamu dapat mengidentifikasi bagian mana dari cerita yang memiliki resonansi menarik dari cerita tersebut.

7. Edit Naskahmu

Seperti halnya proses menulis, melakukan editing juga adalah bagian penting dari rahasia seorang penulis untuk mendapatkan naskah cerita yang hebat.

Menulis novel berdasarkan peristiwa kehidupan nyata juga merupakan saat yang tepat untuk melihat elemen faktual mana yang berfungsi dan apa yang perlu kamu ubah. Ingatlah bahwa kebenaran emosional dari pengalaman kamu seringkali jauh lebih penting bagi ceritamu daripada detail-detail yang dangkal.

Jadi intinya dalam proses editing dan menulis ulang ini adalah kamu bisa mengidentifikasi bagian mana dari bangunan ceritamu yang mampu mendukung narasi fiksi dan bagian mana yang justru merusaknya.

Sekali lagi; ini adalah tentang fleksibilitasmu dalam menempatkan elemen nyata untuk menghadirkan cerita fiksi yang sempurna.

BACA JUGA:

Penulis terbaik

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 19 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:

Related Posts

%d blogger menyukai ini: